Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

​Ini adalah postingan yang sengaja gue simpen sehari sebelum tahun baru 2016 kemarin. Kenapa disimpen? Cekidot.

Karena tahun 2016 hanya tinggal hitungan jam maka sudah waktunya buat gue mereview momen-momen yang terjadi (khususnya dalam hunting job) sepanjang tahun 2015 ini mumpung hari terakhir di tahun 2015.

Sebenarnya ini pengalaman baru buat gue karena sebelumnya tidak pernah ngepos sesuatu yang berbau kaleidoskop. Ngomong-ngomong apa itu kaleidoskop? Atau kata lain dari Kodok? Microskop? Hahahha gue tidak seserius itu.

Okelah langsung saja. Awal tahun 2015 gue masih tidak enak hati karena tidak lulus (lagi) tes cpns pada bulan-bulan terakhir tahun 2014, hanya karena kurang 10 poin atau kurang 2 jawaban benar gue tidak bisa lanjut. Geblek.

Awal maret gue lolos tes online salah satu PT yang bergerak dibidang navigasi penerbangan dan lanjut ke tes psikotes di Jakarta. Yang bikin gue surprise adalah gue diizinin ke Jakarta untuk tes berikutnya padahal mulanya hanya iseng-iseng tak berhadiah ngedaftar dan berpikir bakal tidak dibolehin tes di luar kota. Ini pengalaman pertama sekaligus menyakitkan. Yah lagi-lagi gue stuck di psikotes. Sakitnya tuh disini, di dompet, dompet orang tua :'(.

Bulan-bulan berikutnya gue jalani dengan ikut tes ini itu, tapi masih buntu. Inilah yang sempet bikin gue berhenti dari belajar, belajar tpa, psikotes dan hitungan lainnya.

Ada satu momen di tahun 2015 yang gue sesali dimana ada kesempatan untuk kerja sementara, di salah satu perusahaan distributor, menggantikan salah satu pegawainya yang sedang cuti melahirkan tidak jadi gue ambil. Pesan moral: jangan pernah sia-siakan kesempatan yang ada. Ingat pilihan ada ditanganmu. Jika kau sudah membuat pilihan, pertimbangkan dan jangan menyesalinya. Jadi sok bijak.

Awal agustus, gue punya kesempatan lagi untuk ikut salah satu tes BUMN yang lokasi tesnya di Lampung. Ini adalah kali kedua buat gue pergi ke luar Palembang untuk tes. Spesialnya, ini pertama kalinya gue naik kereta api plus sama temen kecil gue Eka yang juga ikut tes.

Jika sebelumnya gue ditemenin orang tua gue kalau tes di luar kota, ini hanya kami berdua. Semua kami lakukan secara mandiri seperti mencari penginapan, jalan, makan bahkan nyempetin nonton di kota orang. Hidup lebih mudah karena doi pernah bekerja di Lampung, jadi jangan ditanya bisa keliling dengan lancar cui. 

Tapi kenyataan harus dihadapi, lagi-lagi gue tidak lulus untuk ikut tes selanjutnya.

Memasuki akhir September, untuk keenam kalinya gue ikut lagi tes BUMN yang gue impi-impikan dari dulu. Tapi sayang, tidak jodoh lagi. Baru tes awal gue dipaksa melihat kenyataan yang berulang-ulang (lagi). Seperti sekelebat ingatan yang dipaksa muncul saat Harry Potter akan melawan Lord Voldemort.

Awal desember, ada kesempatan untuk melamar salah satu PT distributor. Training hanya 3 hari tapi tidak membuahkan hasil. Lagi-lagi bukan takdir.

Dan akhir desember tepatnya hari ini tanggal 31 desember gue ikut tes yang kedua kali di salah satu PT retail. Karena ini kali kedua, gue yakin gue bisa dapetin yang satu ini. Tapi, menjadi kado akhir tahun yang pahit.

Digulir dari awal lagi, sepanjang tahun 2015 ini gue belum berhasil lagi. Apapun itu susah senang harus tetap disyukuri, alhamdulillah :).

Semoga tahun depan membawa harapan yang baru buat kita semua.

Selamat tahun baru 2016 😀

So wake up your sleeping heart seperti lirik lagunya The Vamps. Saatnya kembali ke masa kini 😀

Karena gue bertekad untuk sabar dalam arti tidak menceritakan kesusahan kita kepada orang lain kecuali Allah SWT, maka telah tiba waktu yang tepat buat gue ceritain semuanya sekarang.

Masuk 2016 gue mengirim lamaran di salah satu anak perusahaan Pertamina yang ternyata hoax pada bulan februari. Terima kasih yang telah menyebarkan isu hoax tersebut, anda berhasil membuang-buang duit gue dan temen gue hanya untuk ikut tes narkoba, perpanjang skck, biaya pos dan lain-lain. Semoga anda sehat-sehat saja :).

Bulan februari gue masukin lamaran di salah satu yayasan yg dimiliki BUMN impian gue dari info yang gue terima dari temen gue. 

Masuk bulan maret, bulan ketika sedang banyak-banyaknya rekrutmen tidak gue sia-siakan. Seperti perusahaan listrik pada bulan maret yang gue optimis tidak lolos adm. 

Di bulan yang sama gue juga ikut tes perusahaan batubara yang berhasil membuat gue kembali ke UNSRI lagi setelah berhasil lulus tes online. Ujungnya jangan ditanya cui.

Tes rekrutmen jasa keuangan sebut saja OJK pun gue ikuti lagi untuk kedua kali yang sudah terlebih dahulu gue posting dengan judul tentang OJK 2016.

Karena kegigihan gue, hampir setiap lowongan yang ada gue masukin. Termasuk lowongan yang ada di koran, papan loker di kantor pos pusat, dan situs-situs langganan gue di http://www.cdcindonesia.com, http://www.jcdc.polsri.ac.id, http://www.palembangjobs.com, http://www.career.palcomtech.com, http://www.karir.mdp.ac.id. 

Karena tidak ada hal lain yang gue lakukan selain ngeblog, sambil menunggu panggilan pekerjaan gue habiskan waktu untuk jadi anak baik yaitu belajar dengan cita-cita kalau ada tes lagi gue sudah siap mental dengan ilmu yang gue tempa tiap hari. Sok bijak (lagi).

Tepat genap 6 bulan sejak februari tadi gue masukin lamaran di salah satu yayasan yang gue ceritain diatas, akhirnya panggilan itu datang pada 1 Agustus. Beginikah cara Allah SWT mengabulkan doa hambanya dengan caraNya sendiri di waktu yang tepat?

Ahamdulillah psikotes lengkap itu gue lewati. 2 bulan berikutnya gue terima sms dengan nomor yang sama lagi untuk tes wawancara. Dan alhamdulillah gue mendapat panggilan lulus untuk mulai bekerja tanggal 8 november tadi saat gue di samsat nemenin mak gue. Alhamdulillah satu doa gue, mak gue, sahabat gue (Eka) terkabul :). Just can’t thank you enough Ya Allah.

Untuk melengkapi postingan ini, tak lupa gue ingin berbagi hal-hal yang sudah gue sadari. Butuh waktu lama buat gue sadar bahwa gue salah selama ini.

Sekarang gue sadar, bersyukurlah ketika sedang sibuk-sibuknya karena kau akan merasa terkatung-katung bila tidak ada yang bisa dikerjakan.

Omongan atau perkataan adalah doa. Ini adalah kisah nyata gue. Dulu pernah asal ngomong waktu mau ikut tes salah satu perusahaan semen. Karena sulitnya keluar kantor untuk tes narkoba gue sampai ngomong coba berhenti kerja biar lebih mudah untuk ikut-ikut tes. Terkabul. Ampuni hamba Ya Allah.

Dulu tidak pandai bersyukur, gengsi tamatan kuliahan tapi bekerja tidak sesuai yang diharapkan (menurut gue waktu itu). Hidup itu beproses dari bawah, ingin langsung enak itu salah. 

Kemarin sangking sombongnyo gue ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih dan selalu berpikir lebih dari tempat kerja gue lama. Terkabul (lagi). Perasaan sulit mencari pekerjaan waktu tahun 2010 setelah tamat diploma dulu pun terulang. Setelah masa magang sarjana di BUMN impian gue berakhir sampai sebelum 8 November tadi hasilnya nihil. Butuh waktu lama buat hamba sadar bahwa hamba sangat salah selama ini Ya Allah 😭.

#ingat rezeki itu datang dari mana saja, bisa melalui orang tua, saudara, kawan. Karena begitu sombong dan pedenya dulu, gue lebih suka mendapatkannya dari hasil usaha sendiri. Bermula dari scene peter parker di Spiderman 1 yang berujar dia lebih suka mendapatkan pekerjaan dari hasil usaha sendiri, itulah pangkal yg menginspirasi gue. Memang benar, ada sebagian yang bisa, sebagian yang lain sudah Allah SWT tentukan rezekinya melalui orang lain. Hamba salah Ya Allah :'(.

#ingat kesalahan dimasa lalu bisa berguna untuk masa depan. Belajar dari kesalahan, kalau kita tidak pernah buat kesalahan, kita tidak pernah belajar.

Alhamdulillah kesempatan bekerja datang lagi, saatnya buat gue untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Terlalu banyak nikmat Allah SWT yang gue sia-siakan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? 

Semoga menginspirasi.

Tulisan ini gue persembahkan buat orang tua gue dan sahabat gue Eka :).