Iyan

Iyan, kakak kedua gue, salah satu inspirasi gue.

Anak rumahan, gak banyak tingkah, patuh orang tua. Suka bola gak hobi keluar malam nyari udara. 

Dapet kerja, pacaran gonta ganti dengan ikhtiar mencari calon istri yang baik nantinya.

Tidak butuh lama untuk pacaran lalu menikah. Alhamdulillah atas izin-Nya segera dikasih amanah bernama Muhammad Zain Hafiz.

Sosok religiusnya tampak bertambah. Tak sungkan bangun subuh untuk berjamaah di masjid. Bulu-bulu halus di dagunya sengaja ia pelihara hanya untuk menunaikan sunah nabi. Ruas jari-jarinya yang diakhirat nanti akan ditanya untuk apa digunakan selama ini, kapan saja dimanfaatkan untuk mengagungkan nama-nama Allah SWT.

Kehadirannya selalu gue nanti, karena gue sadar orang yang selama ini tinggal bersama dari bayi kini hanya hitungan berapa minggu sekali bisa berkumpul lagi karena sedang menata keluarga kecil.

Apa lagi yang mau dicari? Tinggal bekal ke akhirat nanti.