Gak Habis Pikir

Banyak hal yang gue gak habis pikir. Pertama, manjat tebing sama ya dengan mendaki gunung? Gue baru tau kalo di film Vertical Limit kedua kegiatan itu digabung, setau gue di Indonesia istilah mendaki gunung ya cuman mendaki gunung, seperti film 5 CM tanpa manjat tebing, sedangkan manjat tebing ya cuman manjat tebing saja, atau mungkin gunung-gunung di luar negeri karena sangking tingginya jadi manjat tebing juga, maaf kesotoyan saya keluar. Hal yang gak gue habis pikir kenapa para pendaki gunung mau ngambil resiko sebesar itu, padahal kematian jelas-jelas sudah ada didepan mata (mungkin kalo mereka bisa ngeliat makhluk halus, malaikat pencabut nyawa sudah siap di depan mata mereka siap nyabut) karena frekuensi bisa jatuh itu besar sekali, belum lagi kondisi suhu di gunung, bener-bener gak masuk diakal gue. Gue baru tahu juga kalau mendaki gunung ternyata lewati lembah juga loh, oke itu ost nya Ninja Hatori. Gunung itu kan tinggi sekali bahkan nembus awan sampai langit ke tujuh (maaf aku berlebihan), tapi satu hal yang gue tahu “what’s life without a little risk” yang gue kutip dari Sirius Black paman baptisnya Harry Potter, gue salut buat mereka yang ambil resiko sebesar itu, tapi gak boleh sombong dan keras kepala juga kayak Elliot di film Vertical Limit. Kesombongan dan kekerasan kepalanya (don’t call me vickynisasi) mengantar dia pada jurang kematian.

Kedua. Setiap adegan penjahat di film-film yang akan membunuh anak mudanya, si penjahat selalu banyak omong, membuang buang waktu, membual dan berlagak sombong kepada anak muda, padahal anak muda tersebut sudah sangat lemah dan si penjahat bisa saja langsung membunuh tapi karena dia mengulur-ngulur waktu untuk mengejek si anak muda akhirnya dia sendiri yang mati duluan karena dibunuh anak muda tersebut, gue bener-bener gak abis pikir, goblok bener yg jadi penjahat, atau sengaja dibikin goblok oleh pembuat cerita dan sutradara, bisa jadi hahahah.

Ketiga. Ketika seseorang jatuh cinta, ia akan rela melakukan apa saja, berkorban apa saja demi mendapat perhatian gebetannya atau kekasihnya, contoh drama korea The Innocent Man, Kang Maru bener-bener melakukan hal yang gak gue abis pikir, ia rela masuk penjara menggantikan posisi Han Jai Hi (maaf ngasal nulis namanya) yang sudah membunuh seseorang yang akan memperkosanya, tapi apa yang didapat Kang Maru? Pengkhianatan. Mungkin itulah yang dinamakan cinta itu buta, cinta itu gak pake’ logika, bener-bener gak abis pikir.

Setelah gue baca dari awal lagi, ternyata gue korban film 😦