Review 500 Days Of Summer

Akhirnya 500 days of summer berhasil gue tonton juga karena my bro Iyan. Thanks yan.

Sebagai salah satu pelahap film drama, gue udah lama ngidam pengen nonton ini berkat akun movie memories di twitter.

Langsung saja. Awal kisah diceritakan 500 days of summer bukanlah tentang love story. So what is all about?.

Tom Hansen yang diperankan Joseph Gordon-Levitt meyakini ia baru akan bahagia dengan seseorang yang tepat. Sedangkan Summer Finn yang diperankan Zooey Deschanel alias tokoh utama wanitanya tidak percaya dengan yang namanya cinta. Memang ada apa dengan cinta? 

Tom dipertemukan dengan Summer oleh takdir di perusahaan yang sama dimana Summer adalah asisten bosnya. Sebut saja perusahaan kartu ucapan. Summer yang memang cantik, penuh percaya diri berhasil memikat hati Tom (dan pria-pria yang ada disekitarnya lewat sekelebat cerita masa mudanya) saat padangan pertama. Itulah saat Tom jatuh cinta dan yakin kalau Summer adalah orang yang tepat untuknya ditambah mereka berdua punya kesukaan yang sama.

Tom dengan segala cara mencoba pedekate dengan Summer bahkan sengaja memutar musik yang Summer suka keras-keras untuk secuil perhatian darinya, akhirnya berhasil membuat Summer tertarik kepadanya dengan kejadian yang tak diduga sama sekali oleh Tom. You know that.

Tom dengan rasa gembiranya yang meluap-luap tidak mampu menahan diri untuk melompat, menyanyi dan berdansa bersama dunia. Inikah rasanya? Lo kate judul sinetron itu.

Mereka berdua akhirnya berjalan bersama, nonton, makan, pergi ke Ikea yang berasa di rumah sendiri, berpegangan tangan, dan lo bisa lanjutin sendiri.

Sampai pada satu momen kalau Summer menganggap hubungannya dengan Tom hanyalah sebatas pertemanan, just for fun, ia tidak percaya cinta dan tidak mau terikat hubungan alias tidak ingin berkomitmen. Aneh bin ajaib.

Tom yang agak kaget masih mengiyakan pernyataan si Summer. Namun kejadian saat Summer digoda oleh lelaki yang membuat Tom memukul hidung lelaki belang itu berujung Tom dipukul balik, reaksi Summer berlebihan dengan memarahi Tom agar tidak melindunginya. Memang aneh.

Tom yang tidak habis pikir dengan Summer akhirnya mengatakan apakah yang mereka lewati selama ini adalah cara memperlakukan teman? Itu lebih dari teman (bener, gue juga ikut teriak), dan ia sudah menganggap kalau mereka adalah pasangan. Tom ingin kepastian. Film ini memberi tahu kita kalau bukan cewek saja yang minta kepastian (kemudian nyanyi Gantung nya Melly Goeslaw).

Summer yang menyesal, tidurnya selalu gelisah bahkan kesepian kemudian meminta maaf pada Tom, dan karena polosnya Tom mereka pun berbaikan kembali.

Jalan cerita yang harinya dibolak-balik oleh si pembuat cerita akhirnya sampai kepada satu scene (yang sudah dibocorkan di awal film) dimana Summer merasa bosan dengan Tom. Apapun yang dikatakan Tom, Summer seperti ngantuk lemas belum makan ngeladanin si Tom hingga pada akhirnya Summer meninggalkan kantor yang selama ini satu atap dengan Tom.

Tom yang frustasi kehilangan Summer, merasa hidupnya tak seceria dulu, tak semangat dulu, tidur tak nyenyak, makan tak kenyang, mati segan, hidup tak mampu akhirnya memutuskan keluar dari perusahaan yang selama ini adalah tempat menyalurkan bakatnya dalam menuliskan kata-kata yang briliant di kartu ucapan. Ia sadar kalau selama ini ia salah dan tak lebih dari omong kosong belaka. Cinta seharusnya diungkapkan bukan dengan kata-kata orang lain lewat kartu ucapan. Si Tom jadi stres dan mabok.

Takdir kemudian memberikan mereka kesempatan lagi untuk bertemu saat Tom naik satu kereta dengan Summer menuju hajatan. 

Tom yang sangat polosnya lagi-lagi menjadi korban kegeeran dan PHP meladeni Summer. Memang Tom masih mencintai Summer, wajar cinta membutakan logika cui.

Saat mereka hadir di pesta hajatan, Summer tiba-tiba memberikan surat undangan party yang akan diadakan di apartemennya kepada Tom.

Tom yang sumringah dan pede akan disambut Summer dengan khayalannya yang tinggi ternyata tidak sesuai kenyataan (bahkan di scene tersebut dibuat dengan sengaja dua versi antara kenyataan dan harapan, ngakak). Ia harus melihat jari Summer sudah dilingkari oleh cincin. 

Tom yang hatinya berulang kali hancur akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat terkutuk itu. Memang kamfret.

Tom tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan lalu memutuskan untuk melamar pekerjaan lagi dengan bekal ilmu arsitek yang dimilikinya.

Tak disangka takdir mempertemukan mereka sekali lagi di tempat mereka yang singgahi dulu alias comfort zone nya Tom.

Gue yang ngomong sendiri sambil memarahi Tom agar jangan meladeni Summer lagi tidak dituruti Tom. Dasar bandel.

Tom pun bertanya mengapa? Mengapa? Summer bercerita itu terjadi saja, ia bertemu dengan pria lalu menikah denganya. Lalu dengan kejamnya Summer mengatakan ia tidak pernah yakin dengan Tom. Tom yang sakit hati akhirnya merelakan Summer agar bahagia. Memang kamfret. Asli.

Tom kemudian move on dengan seseorang yang baru ia temui untuk wawancara di perusaahan yang ia lamar. Nama perempuan itu Autumn. Ngakak kenapa juga namanya harus sesudah Summer wkwkwk.

So pesan moral yang gue tangkep:

– Tidak semua yang kamu anggap baik adalah baik untuk mu

– Tidak semua kisah cinta berakhir bahagia

– Kamu sebenarnya tidak pernah kecewa. Kamu kecewa karena harapan yang kamu bangun sendiri.

Must see.