#RoadToGBK

Edisi repost dari blog sebelumnya pada 4 Agustus 2013 “yang sudah disunting”. Don’t be just a fan be a super fan – Supersoccer :mrgreen:

Asssalamu’alaikum Wr Wb

When the dream came true on last 20th July 2013 #RoadToGBK. Yeeaah alhamdulillah sangat bersyukur sudah kesampean mimpi satu ini, walaupun gak langsung ke Anfield yang penting liat Kapten Fantastic Gerrard cs kesampean di GBK, dan ke GBK pun untuk pertama kalinya, sekalinya nonton langsung nonton Liverpool *nangis terharu* *ngelap ingus*.

Awalnya saat melihat berita tentang kedatangan Liverpool FC pada bulan, bulan? *lupakan* seneng syekali *goyang gangnam style* tapi miris di dalam hati karena saat itu lagi buntu, bokek, gak punya hepeng, mengharapkan teman yang punya utang Rp 300ribu juga belum dibayar-bayar bahkan sampai saat ini, ditelan bumi sepertinya, bye bye duitku 😥 

Alhamdulillah ada rezeki #UangGaji akhirnya kebeli juga tiket lewat teman bernama Sodai koordinator @BIGREDS_PLG untuk kategori 5 khusus member Bigreds

Satu tahap sudah ditangan, tiket, saat itu belum memikirkan bagaimana ongkos pergi pulangnya serta akomodasi bersama rombongan @BIGREDS_PLG dan juga belum memikirkan bagaimana mau izin dengan orang tua dan tempat kerja. Sekalinya buka omongan mau pergi, mak gue langsung ngebantah *langsung lusuh*, hadooooh galau lagi, maka dengan pikiran licik lebih baik diam-diam dulu sampai semua sudah terbayar, kan gak mungkin gak dibolehin pergi kalo semua udah kebeli tiket dan ongkos PP *ketawa evil maknae*. Beruntung sudah jadi member @BIGREDS_IOLSC karena gak perlu repot-repot beli tiketnya di myticket di Jakarta sono ataupun online, tapi lewat regional @BIGREDS_PLG di kota sendiri.

Saat tiket sudah ditangan, hanya dengan Sodai atau Senji la tempat ku bergantung selama pergi nanti, secara dengan yang lain belum banyak kenal, nobar aja gak pernah ikut hehehe, tapi berita buruk datang, Senji tidak jadi pergi karena suatu dan lain hal yang tidak bisa disebutkan disini, tolong jangan tanya kenapa, dia butuh privasi *lebai*, untungnya Very kawan di kampus mau ikut ke GBK walaupun statusnya belum member, jadi secara diam-diam pinjam ID Card nya Senji untuk dipake Very dulu, untung Sodai ngebolehi, thanks lagi buat Sodai. Alhamdulillah ada kawan sebangku di bis nanti :D.

Dua bulan sebelum hari H pembayaran akomodasi sebesar Rp 700.000,00 sudah ku lunasi, lagi-lagi mengorbankan gaji, dan saat transfer duit itu masih belum mikir bagaimana minta izin nanti, aaaaaah sudahlah bismillah saja. Mendekati tanggal 18 Juli waktu keberangkatan, tanggal 16 diadakan acara berbuka bersama bareng anak-anak @BIGREDS_PLG sekalian pembagian tiket, kaos dan scarf, aseeeek jadi pergi, dan alhamdulillah sudah diizinin orang tua, tempat kerja dan Yosi teman seruangan.

Tiba hari keberangkatan tanggal 18 Juli 2013 #RoadToGBK bismillah sekaligus alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Bulan Ramadhan memang bulan yang penuh berkah dan istimewa 🙂

Tiba di Wisma PHI Cempaka Putih Jakarta tanggal 19 Juli jam 10an, dengan teman roommate ku Indah dan Manda, alhamdulillah ada tiga (termasuk aku) cewek dari dua rombongan bis, gak kebayang sebelumnya kalo yang cewek cuman itungan tiga jari, nekat syekali. Gak butuh istirahat lama-lama, kami bertiga pun pergi ke acara Kopites Ladies di GBK bersama Lita yang sudah tiba lebih dulu di Jakarta naik pesawat. Sebelumnya aku ragu ikut acara itu, berhubung daripada melongo’ sendirian gak karuan lebih baik gabung.

Sempet naik busway juga menuju GBK bareng Indah, Manda, Lita, pacarnya dan adiknya, karena rombongan laki di Wisma bakal nyusul naik bis ke GBK jam 3an untuk ikut Open Training Liverpool. Yaaaaaaaay touchdwon di GBK 😀

dapet doorprice ;p

Acara kopites ladies (https://twitter.com/kopites_angels) ada untungnya, selain dapet temen baru sesama kopites se Indonesia juga dapet doorprice hahahah, tapi acaranya sedikit kelamaan kemaren, karena melebihi perkiraan waktu Open Training Liverpool, jadi setelah bubar kita pada belarian, menges plus bengek, puasa pula. Untung nebeng motor orang yang mau ke GBK, karena tempat acara kopites ladies pager menuju ke GBK udah ditutup, jadi muter. Lita udah ngilang duluan saat acara berlangsung, jadi tinggal bertiga, aku, Indah dan Manda, sayang Indah gak bisa ikut kedalam, bukan karena dia tiba-tiba sakit atau tiketnya ilang, tapi tiketnya gak dapet sesi Open Training karena belinya gak lewat Bigreds, jadi cuma aku dan Manda yang masuk. Beruntung Open Training Liverpool belum bubaran, karena kalo dijadwal mereka cuman berlatih 15 menitan, gak kebayang kami berlarian nyari pintu masuk, pintu ini salah, pintu itu salah, fiuuuuh *benar-benar butuh pintu doraemon waktu itu*.

Next day is Matchday!!!!!!!!!! XD

Check out dari wisma abis zuhuran, jadi cuma sehari nginap disitu. Sebelum ke GBK kita ke FX dulu

When the dream came true :’) walau cuma karakternya doang ;p

berasa di Anfield Stadium ;p

Sepulang dari FX langsung ke GBK lagi. Pasukan merah siap berebut ngantri yang ternyata masih lama wkwkwkw, ditambah hujan 😀

Yang salah pada waktu itu aku dan Very hanya beli minum untuk buka puasa, dan gak beli makanan dulu, dan sudah terpisah dengan Indah, karena pintu masuknya beda, sekali lagi karena tiketnya gak beli di Bigreds, dan Manda udah gak tau dimana, jadi aku dan Very dan yang lainnya udah masuk duluan, beruntung dapet yang ditengah-tengah lapangan.

#JFT96

Si Kapten Gerrard 😀

bangga jadi bagian mosaik #JFT96 *megang kertas putih* ;p

 #AlwaysFollowYourDreams

 Haaaaaah berasa jadi Will 😉

Satu kata untuk mewakili itu semua ALHAMDULILLAH. Setelah match selesai, kita pun langsung pulang ke Palembang lagi dan sampai dengan selamat hari minggu tanggal 21 Juli kemarin. Satu hal yang menarik perhatian dan bikin penasaran yang hampir aku lupakan adalah kita selalu mampir untuk sahur dan berbuka di RM Padang, kan mahal. Di kalkulasi pengeluaran dari tiket, akomodasi plus PP, makan dll hampir Rp 2.100.000,00.

Itulah secara singkat cerita dibalik #RoadToGBK. Untuk mencapai itu semua tidak lepas dari seorang teman yang bernama Sodai selaku koordinator @BIGREDS_PLG atas bantuannya selama ini dari aku yang belum jadi member @BIGREDS_IOLSC sampai jadi member sekarang

dan terwujudnya #RoadToGBK itu semua atas kesukarelaan Sodai ke sesama kopites, terima kasih Sodai (https://twitter.com/sodaiishiki), semoga Allah SWT membalas semua kebaikan mu, dan tulisan ini ku persembahkan untuk bro Sodai, Vedhy, Anton, sahabat Senji, dan bro bro sesama kopites di  @BIGREDS_PLG, Very, Yosi, kedua orang tuaku, dan semua yang telah mengizinkan ku pergi dan telah membantu ku dalam mewujudkan mimpi besar ini, sekali lagi terima kasih, dan tak lupa segala puji dan syukur sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT yang telah meridhoi jalan ku.

Hal klasik yang selalu ku ulangi lagi semoga tulisan ini bisa menginspirasi #AlwaysFollowYourDreams. Film Will lah yang menginspirasi ku untuk melihat idolanya Liverpool di Istanbul, dan aku melihat Liverpool di GBK, benar-benar berasa jadi Will 🙂

Sampai jumpa di postingan selanjutnya, see you soon :*

Wassalam

Kiki Liverpudlian

Edisi repost dari blog sebelumnya pada 26 Januari 2012. Why Liverpool? 😀

Ini adalah cerita asal usul menjadi Liverpudlian, cekidot 😀

Piala dunia tahun 2010 adalah sebuah momentum dalam menemukan jati diri yang baru (gaya) dimana mengenal bola kaki secara dekat dan intens pada saat itu juga sampai sekarang. Kalau boleh jujur sebenarnya aku mendapatkan pengaruh besar (mudah terpengaruh) dari kakak ku, Iyan sebut saja, yang gila bola dan sangat kontras dengan adik ku Adit yang justru bukan penggemar bola tapi barbie (becanda). Iyan sibuk taruhan dengan kawan-kawan bujangnya waktu piala dunia dan paling cepet nongol depan tv bila berita bola udah mulai ngoceh di tv, apalagi acara One Stop Football tiap weekend.

Waktu piala dunia, pertandingan kan metu (bahasa palembangnya nongol) tiap hari, ikut aja (nge-flow gak pake nge-fly) nonton sampe bela-belain begadang liatin Iyan yang hobi. Menarik juga, apalagi jagoan aku waktu itu tidak jauh beda dengan Iyan, yaitu Inggris, Argentina dan Spanyol. Mau jujur lagi? suka Inggris karena suka Joe Cole (dari klub Chelsea waktu itu yang akan aku ceritakan sebentar lagi) yang ganteng dan manis mirip Paul Walker. Argentina suka Messi dan Higuain dan Spanyol suka Torres dan belakangan suka Villa. Hahahha bener kata orang, kalo cewek yang suka bola biasanya karena melihat cowok-cowoknya yang ganteng. Gak ngeles 😦 (tapi sekarang gak juga kali).

Kemudian keluarlah Spanyol sebagai pemenang piala dunia berbarengan dengan kemenangan piala eropa/euro yg Spanyol juga raih. Setelah piala dunia berakhir, kemudian mulai jatuh cinta sama Barclays Premiere League yang sebelumnya gak kepikiran sama sekali. Sekali lagi karena pengaruh kuat dari Iyan. Iyan yang suka Manchester United kontras dengan aku yang mulanya penyuka Chelsea (karena ada Joe Cole). Cerita dibalik Joe Cole adalah karena pengaruh (mudah terpengaruh) dari Dwi Ayu Liring alias Ayu (sohib) pecinta Lampard, Chelsea, she gave me big influence btw. Setelah kontrak Joe Cole habis dan kemudian pindah ke Liverpool barulah aku mulai menyukai klub ini dan mengenal para pemain lainnya seperti Torres dan Gerrard. Harus ku akui awal kesukaan ku pada Liverpool dilatarbelakangi kepindahan Joe Cole dari Chelsea ke Liverpool.

Kini di Liverpool ada tiga pemain yang paling dominan ku suka yaitu Joe Cole, Fernando Torres, dan Steven Gerrard dengan nomor punggung mereka dibawah ini:

Setelah kepergian Torres ke Chelsea timbul rasa kecewa yang sangat mendalam dan berharap Gerrard tidak ikut-ikutan karena beredar isu akan mengikuti Torres. Belakangan baru tahu semua Liverpudlian (pendukung Liverpool) juga marah dan kecewa atas hijrahnya Torres ke Chelsea sampai-sampai nama Torres di cabut di Jersey Liverpool. Karena Torres sudah dianggap bintangnya Liverpool seperti Gerrard (bahkan sudah dibilang maskot).

Kepergian Torres pada waktu itu hampir menggoyahkan aku apakah harus bertahan di Liverpool atau keluar dan mendukung Chelsea kembali (ok lebay)? Hah tidak, masih ada Joe Cole di Liverpool (lagi-lagi masih alasan Joe Cole hahhaha). Karena bisa dikatakan juga mulai cinta dengan Torres. Sepeninggal Torres kini aku mulai mencintai Gerrard sebagai kapten tim dan mulai mengenal dan mengingat skuad inti pemain-pemain Liverpool lainnya.

Mulai dan mulai ngefans dengan klub ini hingga ku putuskan memasang bio Liverpudlian di info facebook ku http://www.facebook.com/rizky.y.syafitri/info. Responnya lumayan, ada yang ngeadd sesama Liverpudlian juga diajak gabung ke grup Liverpudlian Palembang Indonesia:

http://www.facebook.com/groups/139107582819739/,

http://www.facebook.com/pages/BIG-REDS-REGIONAL-PALEMBANG/114296018661615

walaupun aku belum pernah ikut nobar sama sekali hehehehe 🙂

Respon yang lain adalah pecinta dari klub lain seperti Manchester United (Iyan, Ojan, Ricky, Bayu, Boy, Helmi, Gusty Ari), Arsenal (Satria), City (Gias) Chelsea (Robby) kini saling menyombongkan klub masing-masing akibatnya sering terjadi saling ejek-ejekkan dan perang mulut diantara kami apalagi bila klub yang didukung kalah, wah siap-siap dibully 😦

Lalu respon lainnya datang dari sesama cewek. Sebagian merespon wah, wiw (artikan sendiri). Back to laptop (Joe Cole). Joe Cole yang kini berstatus dipinjamkan ke salah satu klub liga perancis juga sempat membuat ku kecewa sama Dalglish yang jarang bahkan tidak pernah memasukkannya ke skuad inti setelah pergantian pelatih (mengheningkan cipta). Ya mau apa lagi (berharap Joe Cole pulang dan kembali main di Anfield). Kini bermunculan pendatang-pendatang baru seperti Suarez, Carrol, Johnson, Belammy, Adam dsb membuat Liverpool semakin ramai dan terpacu untuk terus maju. Walaupun kemajuan Liverpool suka angin-anginan (kadang kalah dan menang) aku akan tetap menjaga loyalitas sebagai Liverpudlian (tolong muntah ditempatnya). Berharap di musim 2012 ini dapat gelar juara di Carling Cup, FA Cup dan BPL minimal ada satu piala yang berhasil dikantongi, aamiin.

Akhir paragraf, semoga postingan kali ini dapat menginspirasi kalian pecinta bola 😀

NB: ini adalah cerita ku, cerita mu?

Tentang Karbitan dan Karma

Tertawalah sebelum ditertawai

Gue selalu ingin bilang, fokus ke klub atau tim mu, gak usah ngurusin klub lain, ngedukung klub lain cuma untuk mengejek klub rival atau klub teman mu (klasik). Karbitan kan dan akhirnya karma. Maaf klub mu kalah (semalam) :'(. Kalo soal respect, itu lain cerita bray :).

Ini semua hanya tentang bola kaki kok. Kamu belum disebut fans bola kaki kalau belum pernah karbitan (pengalaman pribadi) 😂.

Seperti pesan iklannya supersoccer “don’t be just a fan, be a super fan”. So jadilah super fan yang lebih positif. Salam #respect

Sepakbola Adalah Pelajaran Hidup

Sepakbola adalah pelajaran hidup, ya dari pertandingan Liverpool VS Dortmund jumat dini hari tadi – 15 April 2016 waktu Indonesia barat – pada putaran leg kedua lah #EuropaLeague yang menyadarkan ku kalau kita tidak boleh menyerah sampai akhir. Laga yang dramatis dan sungguh fantatis di kandang Liverpool, Anfield semalam juga bertepatan dengan peringatan tragedi 27 tahun yang lalu yaitu Hillsborough’s Day yang membuat laga ini penuh dengan emosional #JFT96 dimana Liverpool dan Dortmund sama-sama memberikan penghormatan dan menyanyikan Liverpool anthem You’ll Never Walk Alone #YNWA #Respect.

image

Sempat tertinggal menit ke 10 Liverpool 0-2 Dortmund, Liverpool baru dapat membalas dengan sepakan Divock Origi pada babak kedua menit ke 48 Liverpool 1-2 Dortmund. Namun Dortmund memberi surprise yang tidak diinginkan semua fans Liverpool pada menit 57 membuat skor Liverpool menjadi 1-3 Dortmund. Sudah ketinggalan 2 gol dari rival tidak bisa dipungkiri membuat fans Liverpool ketar ketir (termasuk teman saya yang langsung merubah statusnya di BBM), namun Liverpool menunjukkan semangat juang yang tinggi dan akhirnya tendangan Philipe Coutinho berbuah manis menjadi gol yang memaksa papan skor harus mengubah angka. Tidak hanya itu Mamadou Sakho pada menit-menit berikutnya menampar Dortmund yang kini bermain imbang Liverpool 3-3 Dortmund dengan sundulan kepalanya. Yeah kini Liverpool dan Dortmund sama-sama beragregat 4-4 dan masih memiliki kesempatan yang sama kuat. Namun petaka buat fans Dortmund yang sudah merayakan euforia sejak leading lebih awal di Anfield Stadium, tiba-tiba dipaksa menelan pil pahit oleh sundulan kepala Dejan Lovren memastikan bola dengan aman dan selamat masuk ke gawang Dortmund pada injury time 90′ membuat Liverpool 4-3 Dortmund. Otomatis Liverpool lah yang keluar sebagai pemenang dengan agregat menjadi 5-4 setelah leg pertama bermain imbang 1-1. Tentu saja hadiah yang ditunggu-tunggu atas kemenangan Liverpool tadi malam adalah menjadi salah satu finalis yang akan berlaga di semifinal Europa League untuk pertama kali semenjak dimandori Juergen Klopp.

Drama comebacknya Liverpool tadi malam betul-betul mengingatkan kita pada final Champions League 2005 di Instabul melawan AC Milan dengan kemenangan dramatis yang diperoleh Liverpool pada putaran penalti setelah Liverpool menjadi pesakitan AC Milan 3-0 lebih dulu dan mampu membalik keadaan menjadi imbang.

image

Ingat bola itu bundar, bisa saja kita sedang diatas atau dibawah tapi ingatlah itu hanya sementara karena bola itu selalu menggelinding.

Kisah sebelumnya seperti Barcelona yang dibuat tidak berdaya oleh Atletico Madrid diputaran leg kedua #ChampionsLeague #UCL. Mungkin Barcelona yang memang dipandang sebagai klub superior karena menang diatas angin pada leg pertama tidak memperhitungkan kemungkinan apa yang akan dilakukan lebih oleh lawan yang sakit dan menderita dan fans Barcelona pun sudah berkoar menginginkan laga El Clasico di final Liga Champions nanti, dan benar saja Atletico Madrid lah yang berhak melaju ke semifinal Champions League. Mereka mampu berubah 180° dengan melesatkan 2 gol tanpa balas dengan akhir agregat Atletico Madrid 3-2.

Kisah yang sama dialami klub sekota Real Madrid. Digagahi oleh Wolfsburg pada leg pertama 2 gol tanpa perlawanan dan dibully di social media tidak membuat Real Madrid galau sepanjangan, mereka berhasil membalas dendam dengan 3 gol hattrick dari Ronaldo tanpa balas dengan final agregat 3-2 yang membuat Real Madrid berhasil memenangkan tiket menuju semifinal Liga Champions.

Kisah lain sesama klub kaya sebut saja Paris Saint German dan Manchester City. Manchester City yang akhirnya lolos ke semifinal Liga Champions mengejutkan banyak pihak, fans dan tentu fans karbitan. Mungkin klub dengan sebutan Manchester Biru itu dianggap underdog oleh lawan yang sudah memastikan gelar domestik lebih awal, namun ada juga mitos yang mengatakan kalau kutukan Zlatan Ibrahimovic yang tak pernah sukses membawa klubnya menjadi juara Liga Champions masih menghantuinya. Menjadi tim yang sering disebut underdog/diremehkan memang memberikan sedikit keuntungan.

Ya, itulah sepakbola, ada banyak pelajaran hidup yang dapat kita pelajari. Salam #Respect