Bad Genius

Even if you don’t cheat, life cheats you anyways

Kamu tidak bercanda kan? Apa ini jadi pembenaran kamu buat curang?

Karena satu kejadian bodoh bisa membuatnya menjadi orang brengsek dan menjijikkan.

Ini adalah awal cerita seorang joki SMA di Thailand. Siapa yang bisa mengira ternyata orang pintar adalah orang bodoh yang diberi label pintar. Ia gunakan kepintarannya tidak pada tempatnya, ia gunakan kepintarannya tidak pada semestinya. Oke kamu pintar, tapi maaf kamu tidak benar.

Ia bodoh karena melakukan hal bodoh. Ia bodoh karena memberi jawaban kepada temannya yang tidak bisa mengerjakan ulangan. Ia bodoh karena tidak sadar satu kejadian bodohnya itu bisa membuat efek domino yang semakin membuat ia menjadi bodoh.

Hanya karena uang ia dikadali teman-temannya menjadi bodoh, hanya karena uang ia dimanfaatkan untuk menjadi tolol, hanya karena uang ia membujuk teman pintar lainnya untuk menjadi bodoh sepertinya, hanya karena uang ia bersusah payah dengan resikonya, dan hanya karena uang ia rela mengecewakan ayahnya.

Ini semua adalah istilah yang gue ingat dari teman gue Hasyim “pintar tapi lolo (kata lain dari bodoh)”.

Overall gue kesel nonton film ini, jadi jangan salahkan gue yang terus mengumpati si Lynn dan Bank, pintar tapi lolo.

Satu scene yang sudah gue tebak, si Lynn akhirnya dapat hidayah dan sadar selama ini ia salah. Namun Bank tetap menjadi bodoh karena baru sadar rasanya pegang uang banyak. Maklum OKB. Wkwkwk.

Pesan moral:

  • Mengajarkan lebih baik daripada memberi contekkan. 
  • Uang bisa membutakan mata seseorang.
  • Uang benar-benar bisa merubah seseorang
  • Nilai rendah lebih terhormat daripada nilai tinggi yang bukan berasal dari kemampuan diri sendiri. Ini bukan munafik, kamu bisa rasain sendiri.
  • Dimana ada kemauan pasti ada jalan.
  • Nanti juga lo paham
Iklan

Review The Teacher’s Diary

Bahwa merindukan seseorang yang jauh disana dapat membuatmu bahagia dengan cara yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya – Pak Song, The Teacher’s Diary

The Teacher’s Diary melebihi ekspektasi gue. Film Thailand produksi tahun 2014 yang barusan gue tonton buktinya.

Ini tentang dua orang guru, Bu Ann dan Pak Song, yang harus mengajar di sekolah rumah kapal (sekolah apung) jauh dari Bendungan Mae Ping, kota antah berantah di negeri Thailand.

Sosok Pak Song sudah digambarkan di awal. Lucu, jenaka, polos, ah kamu pasti langsung jatuh cinta.

Sedangkan Bu Ann adalah guru yang berprinsip, berani, penyayang, dan tegar.

Ini bukan tentang dua orang guru yang mengajar bersamaan kemudian jatuh cinta karena frekuensi bertemu, bukan. Justru cinta muncul karena mereka belum pernah bertemu sama sekali.

Apakah mungkin menyukai dan mencintai seseorang yang belum pernah kita temui? Bisa saja.
 
Memang di awal kita dibuat bingung siapa yang mengajar duluan di sekolah rumah kapal itu tapi belakangan kamu juga bakal tahu kalau Bu Ann lah yang pertama mengajar dan Pak Song adalah pengisi dan pengganti Bu Ann yang pindah ke sekolah lain karena sesuatu dan lain hal.

Siapa sangka Bu Ann yang suka menulis diary sejak pertama kali dia diasingkan mengajar di sekolah kapal adalah jembatan mempertemukan dia dengan Pak Song. Ah cinta memang misteri yang indah.

Pak Song yang kacau, tidak tahu menahu, tidak sabar dalam mengajar murid dan tidak pernah kepikiran untuk menjadi guru karena dari awal sudah penuh kesusahan, untungnya menemukan buku harian Bu Ann yang tertinggal di sekolah itu. Diary itu telah menjadi panduannya yang sangat menolong, menolongnya untuk mengerti bahwa hidup disini harus bisa berenang, harus bisa menjadi lebih dari guru, dan harus menjadi seperti orang tua mereka.

Pak Song menulis curahan hatinya di buku diary Bu Ann dan siapa yang bisa menebak kalau Bu Ann akan membacanya pun membalas tulisan Pak Song di buku diary yang sama.

Hal yang tak terduga terjadi. Pak Song yang sukses move on dari pacarnya yang selingkuh harus mendengar kabar kalau Bu Ann akan menikah. Hatinya hancur seperti badai yang berhasil membanting dan menghajar sekolah kapal.

Dan seperti sudah diatur Tuhan, Bu Ann yang tiga bulan lagi akan menikah mendapati hatinya dikecewakan oleh Nui pacarnya akibat menghamili wanita lain.

Celaka, gue hampir dibikin kecewa karena Bu Ann CLBK dengan pacar brengseknya si Nui dan yeeeeaaa tidak jadi wkwkwk.

Lewat diary lah Bu Ann sadar kalau Nui tidak pernah bisa mengerti jadi untuk apa bersama kembali. Gue cekikikan dalam hati kenapa juga si Nui bawa diary Bu Ann yang sengaja ditinggalkannya untuk Pak Song saat telah mendapatkan hatinya lagi. Geblek wkwkwk.

Hingga pada akhirnya Bu Ann dan Pak Song bertemu di sekolah yang mereka sebut S.O.G. (sekolah orang galau).

Inikah yang dimaksud “Tuhan mempertemukan kita dengan orang yang salah agar dapat bertemu dengan orang yang tepat dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik dan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik”?. Insha’ Allah.

Maafkan gue yang hanya menarik intinya dalam mereview. Dengan tidak menghilangkan rasa penasaran dari keseluruhan isi film, kamu bisa langsung cari, donlot dan menontonya. Dijamin, recommended, bagus, must see.

Pesan moral:

Tidak melulu soal cinta tapi cara mereka mengajar dengan tulus dan rela berkorban demi melihat murid-muridnya lulus bisa jadi inspirasi siapa pun yang menontonnya terlepas kamu guru atau bukan dan film ini pas untuk memperingati hari guru kemarin.

Selamat menonton 🙂

Review The Circle

Kenapa gue menonton film ini? Tentu saja karena Emma Watson. Gue selalu suka dengan doi sejak pandangan pertama di Harry Potter. Tidak peduli komentar netizen yang mengatakan film ini jelek dan membosankan. Oke gue akui kalau gue gregetan nungguin aksinya yang ternyata datar saja, tapi who cares.

​The Circle, film yang barusan gue tonton, adalah contoh aplikasi sosial media yang sudah berlebihan. Mengerikan ketika membayangkan jika aplikasi seperti itu ada di dunia saat ini. Tapi bukankah kita sedang menuju ke era itu? Who knows.

Mae Holland (Emma Watson) adalah karyawan baru di The Circle. Bersama temannya Annie, Mae merasa tidak perlu mencari tempat kerja lain lagi.

The Circle adalah perusahaan yang bergerak dibidang teknologi canggih berbau sosial media. Sejenis aplikasi Path, Instagram dengan instastory nya, dan vlog gue rasa. Maaf sotoy.

Mae yang pemula tiba-tiba menjadi topik utama dan orang pertama yang harus mengaplikasikan program SeeChange setelah insiden bodoh yang ia lakukan. Ia harus tetap online dari membuka mata sampai menutup mata kembali kecuali di kamar mandi melalui kamera kecil sebulat bola mata yang dipasang di pakaiannya, meskipun gue kira ia tidak nyaman. 

Aplikasi The Circle memang mempunyai kelebihan tapi bukan berarti tidak ada kekurangan. Salah satu kelebihannya bisa membantu pemerintah dan polisi dalam menangkap buronan hanya kurang 20 menit melalui program “semua orang bisa ditemukan”. Kekurangannya tidak ada privasi dalam menikmati setiap momen yang terjadi untuk diri sendiri ataupun bersama orang yang dicintai, karena program ini, melalui bos besarnya Eamon Bailey (Tom Hanks) yang karismatik seperti Steve Jobs, mensugesti mereka bahwa “knowing is good, knowing everything is better”, rahasia adalah kebohongan, semua harus dibuka, terbuka dan terbuka adalah kepedulian. 

Bukan hanya Mae yang harus terbuka kepada semua pengguna The Circle tapi orang tuanya juga bahkan Mercer, teman lelaki Mae, menjadi korban The Circle. Ia tewas kecelakaan masuk tebing jurang karena dikejar dan diburu oleh pemakai The Circle. Kejadian pengejaran itu disiarkan langsung dari semua kamera pengguna The Circle yang terhubung ke perusahaan tempat Mae memandu acara “semua orang bisa ditemukan”. Mae berteriak, shok berat.

Mae merasa ada yang salah dengan The Circle. Semakin lama ia semakin sadar setiap keputusan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan orang disekelilingnya, orang tua, teman bahkan dunia, termasuk kejadian Mercer, orang tuanya dan Annie sahabatnya. Ia tidak ingin tenggelam dalam kesedihan dan ia tahu apa yang harus dilakukannya. Hingga setelah pertemuannya dengan Ty, salah satu pencipta program The Circle, Mae berhasil menjebak bos besar The Circle, Eamon Bailey dan Tom Stenton, dihadapan semua penonton dalam ruangan itu. Mae ingin memberi pelajaran kepada dua bos besar itu bagaimana rasanya semua informasi mereka terbuka lebar oleh para pengguna The Circle melalui kamera kecil sebulat bola mata yang telah disebutkan sebelumnya.

Tebakan gue yang meleset di ujung film adalah gue kira Mae akan memukul Drone yang sedang mengawasinya ketika ia bermain kayak, tapi ia melakukannya dengan elegan, just say hello.

Yang gue suka dari film ini:

Lingkungan The Circle yang bisa jadi idaman semua karyawan di dunia. Persis senyaman perusahaan Google di film The Internship.

Terakhir pesan dari gue:

Teknologi dan internet bisa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat karenanya bijaklah bersosial media, jangan biarkan mereka menelan privasimu bulat-bulat

Must see I guess.

Antara Kingsman Dan Permintaan Maaf Gue

Gue salah. Ya gue ngaku salah. Hanya karena poster sebuah film gue langsung menilai. Hebat kan gue?

Seharusnya slogan “jangan menilai buku dari covernya” selalu gue inget. Seharusnya “jangan menilai film sebelum nonton” selalu gue coba. Maklumin deh, gak ada yang ngingetin gue. Yeah is it too late now to say sorry?

Karena referensi dari adek gue, gue kasih jempol buat Kingsman: The Golden Circle yang telah gue tonton. Gak peduli yang pertama gue lewati karena poster itu.

Setelah gue nonton yang pertama, Kingsman: The Secret Service, malam ini for the very first time tanpa perlu nunggu fd kakak gue, gue bisa dibilang tolol karena melewatkan film yang keren ini. Thanks Global TV btw.

Yes gue jadi tau jalan cerita sebelumnya. Harry pria yang berjasa membantu Eggsy menjadi agen Kingsman sekaligus membalas budi karena telah diselamatkan ayahnya Eggsy, pertemanan Eggsy dan Roxy yang asik, Charlie si pecundang, penyelamatan putri Swedia yang dikurung di penjara dan lain sebagainya. Sayang di film kedua Arthur, Roxy, dan Merlin mesti mati, padahal kan gue baru kenal. Oke gak penting.

Gue gak bisa bohong hal yang menarik minat gue saat nonton Kingsman adalah Eggsy. Anak muda dengan stelan jas plus kacamata jadi daya tarik sendiri. 

Pesan moral:

– Don’t judge a book by its cover

– Don’t be shy to confess your fault

– Manners maketh man

See you.

Curcol

​Liat-liat aja dulu, siapa tahu jodoh.

Setelah mengubek-ngubek tumpukan buku di toko buku itu yang sengaja berserakan dan berantakan (gue rasanya pengen bantu ngerapiin) entah kakak itu malas atau tidak peduli, gue pun menemukan buku yang dicari dan langsung bertanya. Harganya 40 ribuan, 45 ribuan dan 50 ribuan. Gue ngomong sendiri dalem hati “harganya banting cui”. Namun ada keanehan-keanehan yang akan muncul belakangan belum gue sadari. 

Jual beli harga kami lakukan tapi kakak itu tetep ngotot gak mau kalah. Sama cewek kok gak mau kalah kak, aduh. Okelah gue kalah dan kakak itu menang. Akhirnya gue ambil buku yang tidak bisa ditawar itu, dua lagi, hitung-hitung hemat 30 ribu dari yang gue liat di gramedia kemaren (gue cekikikan dalem hati). 

Pas nyampe rumah gue penasaran pengen buka plastiknya. Dan benar saja keanehan itu nyata. Pertama, bukunya pake kertas burem (lo tau kan kertas burem yang suka dibagi dosen ke mahasiswanya kalau lagi tes yang butuh coret-coretan), perasaan waktu ke gramedia kertas bukunya bagus. Kedua, pembatas bukunya tidak ada. Dimana-mana buku karangan si doi pasti dapet pembatas buku.

Ternyata bukan kaset doang yang bajakan, buku juga ada wkwkwkwk wajar murah ternyata buku bajakan. Kamfret gue kena tipu, kamfret kakak itu bohongin gue 😂😂😂 #curcol.

Pesan moral:

Harga menentukan kualitas

Review Sherlock Holmes A Study In Scarlet

Beruntungnya gue telah dipertemukan dengan buku atau novel karya Sir Arthur Conan Doyle yang berjudul “Sherlock Holmes A Study In Scarlet” ini (indonesian edition).

Gue yang sebelumnya lebih dulu membaca serial “The Sign Of The Four” baru tahu kalau A Study In Scarlet adalah novel pertama Sherlock Holmes yang diterbitkan pertama kali tahun 1887.

Gue yang beruntung membaca novel ini ingin berbagi sedikit kentungan itu.
1. Pembaca diberi tahu bahwa novel fiksi detektif inilah yang memperkenalkan pertama kali sosok atau karakter detektif konsultan rekaan Sir Arthur Conan Doyle, Sherlock Holmes, dan sahabatnya seorang dokter angkatan darat inggris sekaligus penulis yang selalu setia memuat catatan hariannya bersama Holmes, Dr. John H. Watson.

2. Disinilah diceritakan awal pertemuan Dr. Watson dan Sherlock Holmes.

3. Dr. Watson pulang ke inggris dari Afghanistan karena kondisinya yang begitu lemah akibat perang disana sini, tak sengaja bertemu dengan Stamford, mantri yang bertugas memerban luka dibawah pegawasannya di rumah sakit Barts.

4. Stamfordlah yang kemudian mempertemukan dan memperkenalkan Sherlock Holmes kepada Dr. Watson.

5. Sherlock Holmes adalah rekan kerja Stamford di laboratorium kimia di rumah sakit. Tidak heran kenapa Holmes punya banyak pengetahuan di bidang kimia karena kadang seluruh waktunya dihabiskan bereksperiman di laboratorium seperti memukuli mayat untuk melihat apakah memar masih akan timbul setelah kematian.

6. Dr. Watson dan Holmes tinggal bersama karena sama-sama sedang mencari orang untuk berbagi apartemen yang nyaman, tapi biaya sewanya terlalu tinggi untuk ditanggung sendiri. Apartemen tersebut terletak di Baker Street.

7. Di Baket Street inilah juga Dr. Watson mulai tahu profesi Holmes dan rasa keingintahuannya terhadap teman seatap yang aneh, sombong namun penuh kejutan, kekaguman dan menakjubkan semakin kuat.

8. Pengenalan dua karakter sudah dimulai disini yang membuat gue suka senyum sendiri.

9. Pun di kisah ini pula pembaca diberi tahu keahlian Holmes yang begitu spesial dalam ilmu deduksi. Ilmu yang membuatnya bisa membaca pikiran seseorang dan tahu seseorang itu berasal dari mana, profesinya apa, hanya kurang dari sedetik seperti yang ia tebak kepada Dr. Watson.

10. Kisah di novel ini menyelidiki kasus pembunuhan yang kemudian disebut “penelusuran benang merah”. 

11. Novel ini pula yang pertama memanfaatkan kaca pembesar sebagai alat bantu penyelidikan.

12. Alkisah diceritakan dua detektif Scotland Yard yang terkenal, Mr. Lestrade dan Mr. Gregson, meminta bantuan kepada Holmes untuk memecahkan misteri kematian dari Tuan Drebber dan Stangerson sang sekretaris.

Gregson yang sok hebat dan puas telah mengaku menemukan tersangka serta Lestrade yang berhasil menguntit Stangerson karena menaruh kecurigaan terhadapnya ternyata salah besar. Holmeslah yang berhasil mengungkap pembunuh sebenarnya yang bernama Jefferson Hope, seorang kusir kereta kuda. Kedua detektif tersebut sampai mati kutu hilang akal keheran-heranan.

Namun Jefferson Hope yang disangka adalah penjahat menyimpan pengakuan yang akan mengejutkan mereka semua.

13. Disini kita tahu karakter Holmes yang tidak gila hormat, cari muka dan pujian.

14. Dengan tidak mengurangi keseruan, silahkan langsung membacanya. Selamat membaca:):):)

Review Rindu – Tere Liye

Keluaran 2014, 544 halaman, rindu judulnya dan buku islam terbaik 2015 (best seller).

Ini adalah novel kedua Tere Liye yang gue baca (seminggu lebih).

Karena di sampul sudah dikasih tau kalo novel ini buku islam gue optimis pasti jauh dari kesan cinta-cintaan, tapi gue salah. 

Ini adalah kisah mereka yang naik haji dengan kapal di tahun 1938. Situasi dan kondisi di Indonesia pada saat itu masih dalam kekuasaan Belanda alias belum merdeka. Gak heran, banyak disinggung tentang Belanda termasuk kapal Blitar Holland yang mengangkut jamaah haji dan orang-orang Belanda yang baik hati seperti Kapten Philips, Ruben dan Chef Lars juga Sergeant Lucas yang bengis . 

Mereka yang naik kapal untuk beribadah haji, masing-masing membawa kisah dan pertanyaan. Namun ada lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan ini. Lima pertanyaan dari lima orang yang berperan penting didalam cerita. Orang pertama Bonda Upe, orang kedua Daeng Andipati, orang ketiga Mbah Kakung, orang keempat Ambo Uleng dan orang terakhir yang biasa menjadi tempat orang bertanya namun tidak bisa menjawab pertanyaannya sendiri adalah Gurutta Ahmad Karaeng.

Gue yang yakin tadi pasti jauh dari kesan cinta-cintaan, gue keliru. Novel ini mengajarkan kita untuk menghadapi masa lalu yang memilukan. Memberi tahu kita tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Menyikapi tentang kehilangan kekasih hati. Menafsirkan tentang cinta sejati. Dan arti tentang kemunafikan.

Tambahan:

Mungkin agak sedikit bosan dengan latar yang banyak dihabiskan di kapal dari mulai sarapan, sekolah, solat di masjid, makan siang, pengajian, makan malam dan kembali ke kabin masing-masing untuk istirahat. Terus diulang-ulang karena memang perjalanan ke Jeddah harus ditempuh 9 bulan lamanya naik kapal.

Namun bila dibandingkan dengan zaman sekarang pergi haji sudah naik pesawat yang tidak membutuhkan banyak hari, di novel ini pembaca diajak berkeliling untuk transit dari pelabuhan yang satu ke pelabuhan lainnya. Detail. Yakni Makassar, Surabaya, Semarang, Jakarta, Lampung, Bengkulu, Padang, Banda Aceh, Kolombo, hingga akhirnya Jeddah Arab Saudi. Imajinasi gue jadi main sendiri. 

Kamu yang suka dengan Tere Liye jangan sampai melewatkan novel yang satu ini. Semoga review yang sedikit ini bisa sedikit membantu :).

Berikut kutipan di novel:
Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?
Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?
Apalah arti cinta, ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya hanya sebenang saja

Review Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – Tere Liye

Novel inilah yang melatar belakangi gue mulai suka dengan karya-karyanya Tere Liye (belakangan baru tahu Tere Liye adalah “untuk dirimu” dalam bahasa india lewat drama India SwaraGini). Tidak sabar untuk membahasnya.

Dia bagai malaikat bagi keluarga kami.

Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa.

Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami.

Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun.

Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini. 

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. 

Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. 

Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua. 

Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya – pengantar Novel

Awal cerita tidak bisa langsung menemukan hal menarik bahkan bisa saja langsung disudahi, tapi sabarlah atau akan menyesal jika tidak selesai membacanya (pengalaman gue hanya 7 jam an untuk melahap habis novel ini).

Dibuka di suatu toko buku di dalam Mall, Tania pemeran utama cewek sedang memandang jalanan yang gerimis di lantai 2 toko buku. Di tempat itulah ia mengenang semua kejadian yang telah lalu, sedih lucu bahagia campur aduk. Pun tiap bab selalu diulang tentang tempat bersejarah ini. 

Ini tentang dua anak kecil bersaudara yang harus mengamen di bus. Mereka anak yatim ketika si adik, Dede (ingatan gue langsung tertuju Dede yeyelalalala hanya karena namanya), berumur 3 tahun dan kakaknya Tania yang berumur 8 tahun. Hidup mereka nelangsa sejak ditinggal mati sang ayah. Ibunya kerja serabutan setiap harinya dan anak-anaknya terpaksa harus berhenti dan tidak bisa sekolah karena alasan biaya, pun untuk bisa makan saja sudah alhamdulillah. Mereka tinggal dirumah kardus yang setiap waktu bisa saja roboh kalau hujan lebat atau ketika Dede tidak bisa menahan tawanya yang meledak-ledak jika ada kejadian lucu.

Sampai pada satu momen kaki Tania tertusuk paku payung saat ia dan Dede sedang mengamen di bus. Tania dan Dede memang selalu bertelanjang kaki ketika mengamen. Tania yang jadi pesakitan menarik perhatian seorang lelaki muda tinggi tampan, untuk membantu Tania membalut luka kakinya yang sudah berdarah-darah dengan sapu tangan putih yang dimiliki pemuda itu. Tania sangat terharu dan berterima kasih.

Keesokan harinya, takdir mempertemukan mereka kembali, pemuda itu memberikan hadiah sepatu sneakers untuk keduanya. Sepatu baru yang bersih, dan kaos kaki putih sangat kontras dengan penampilan dua kakak beradik yang lusuh kumel tak terurus hitam dan penuh daki (improvisasi).

Sejak saat itu anak muda yang belakangan dipanggil om Danar selalu menolong apa saja demi Tania, Dede, dan Ibu mereka termasuk bisa makan bangku sekolah lagi. Om Danar yang sudah sebatang kara sejak kecil bagai telah menemukan keluarga baru. Pun bagi Tania, Dede dan ibu mereka bagai telah menemukan malaikat penolong sejati.

Hal menarik baru muncul ketika Tania merasakan perasaan cemburu saat om Danar mengajak teman dekatnya mba Ratna atau tante Ratna ke dufan ataupun kegiatan lainnya. Ia merasa posisinya terancam. Perasaan cemburu menjadi suka yang seharusnya belum dimiliki seorang anak seusia itu lambat laun akan berubah menjadi cinta (gue jadi teringat film Om, I love You) dan semakin mekar saat ia tumbuh menjadi remaja yang cantik nanti.

Hari yang tidak pernah diduga dan diharapkan datang, sang ibu meninggal karena kanker paru-paru yang sudah stadium 4. Penyakit yang menggerogoti sang Ibu selama ini telah tertutupi oleh perasaan bahagia melihat Tania dan Dede bisa sekolah lagi dan kebahagiaan lainnya setelah om Danar datang. Tania, Dede, om Danar dan mba Ratna telah tertipu. Tania dan Dede harus menerima kenyataan menjadi yatim piatu dan om Danar lah yang akhirnya bisa membujuk mereka untuk pulang. Mereka harus bisa belajar ikhlas karena daun yang jatuh tak pernah membenci angin. 

Sepeninggal sang ibu, Tania dan Dede tinggal bersama om Danar. Om Danar selain menjadi malaikat mereka, juga sebagai sosok pengganti ibu keduanya.

Satu persatu kepintaran Tania yang sudah ditebak ibu dan om Danar dulu mulai terlihat ketika ia berhasil menerima beasiswa untuk melanjutkan SMP di Singapura. Perasaan tidak ingin berpisah dengan Dede dan om Danar akhirnya diyakinkan lagi oleh om Danar hingga Tania berhasil melanjutkan SMA, kuliah bahkan kerja disana.

Cinta yang telah tumbuh dan dipupuk sudah sejak lama sampai sekarang kepada om Danar, yang kemudian dipanggil kak Danar oleh Tania, tidak mampu Tania sampaikan dengan kata-kata (walau hanya terekspresikan lewat sikap) karena Tania merasa tidak pantas dan tidak sampai hati harus merusak hubungan kakak adik yang selama ini terjalin. Hingga pada satu momen terkutuk kak Danar akan menikahi teman dekatnya mba Ratna atau tante Ratna. Hati Tania hancur berkeping-keping seperti sop buah untuk buka puasa yang jatuh dijalan dan dilindas motor tak berperasaan (pengalaman pribadi).

Tania akhirnya memutuskan tidak menghadiri pesta pernikahan kak Danar dan mba Ratna karena tidak mungkin bagi dirinya untuk bisa tersenyum bahagia dengan lepas melihat secara langsung pernikahan malaikat yang dicintainya.

Dede yang sudah mengetahui perasaan kakaknya dari dulu akhirnya memberi tahu rahasia bahwa liontin yang diterima kakaknya saat ulang tahun adalah liontin dengan potongan daun linden yang sama dimiliki oleh kak Danar yang kalau disatukan berbentuk hati. Teka teki lainnya bahwa kak Danar juga memiliki perasaan yang sama terhadap Tania adalah proyek tulisan yang belum selesai dan tak akan pernah selesai setelah kejadian kak Danar menikah dengan mba Ratna. Judul proyek tulisan itu adalah “cinta dari pohon linden”. Pohon linden adalah pohon yang tumbuh didekat rumah kardus Tania, Dede dan ibu mereka tinggali dulu. Belakangan diketahui tanah bekas rumah kardus Tania, Dede dan Ibu mereka dulu yang pohonnya masih ada ternyata dibeli oleh kak Danar.

Terkuak sudah misteri kenapa mba Ratna meninggalkan kak Danar ke rumah orang tuanya karena Danar ternyata sama sekali tidak mencintai Ratna (lalu untuk apa dipaksakan menikah bila tidak bersama seseorang yang dicintai, Danar? Gue bertanya). Tania yang berusaha membantu kak Ratna mencari keberadaan kak Danar akhirnya ditemukan dibawah pohon linden. Disanalah semua pertanyaan yang selama ini terpenjara di dalam hati Tania telah bebas terbang dari mulutnya, namun kak Danar selalu mengelak dan memberi jawaban seolah-olah lugu seperti anak kecil (apakah kak Danar juga merasa tak pantas mencintai Tania yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri?).

Karena Tania tidak pernah mendapatkan jawaban yang pasti dan jujur langsung dari kak Danar, ia pun memutuskan untuk tidak pernah kembali ke Indonesia dan melanjutkan hidupnya di Singapura.

Pesan moral yang berhasil gue tangkap dari kehendak penulis adalah:

1. Cinta itu fitrah

2. Cinta itu tidak mengenal usia

3. Cinta itu buta bila tidak melihat dengan mata

4. Cinta yang penuh khayalan kadang kalah dengan realita atau kenyataan

5. Cinta itu pahit bila hanya bersemi di dalam hati

6. Cinta itu perih bila tidak diutarakan

7. Cinta itu omong kosong bila tidak memiliki

8. Cinta itu pengorbanan

9. Cinta itu ikhlas

10. Karena cinta tidak selalu berakhir bahagia

Ibu Number One For Me

Sebening tetesan embun pagi

Secerah sinarnya mentari

Bilaku tatap wajahmu ibu

Ada kehangatan didalam hatiku
Air wudhu’ selalu membasahimu

Ayat suci selalu dikumandangkan

Suara lembut penuh keluh dan kesah

Berdoa untuk putra putrinya
Oh ibuku

Engkaulah wanita

Yang ku cinta selama hidupku

Maafkan anakmu bila ada salah

Pengorbananmu tanpa balas jasa
Ya Allah ampuni dosanya

Sayangilah seperti menyayangiku

Berilah ia kebahagiaan

Di dunia juga di akhirat
Oleh: New Sakha – Ibu

Mengapa setiap pembahasan tentang ibu, lagu tentang ibu selalu berhasil membuat mata ku berkaca-kaca?

Ibu adalah surgaku dan ridhonya adalah ridho Allah SWT.

Ibu adalah anugerah terindah yang diberikan Allah SWT kepada ku. Tidak bisa kubayangkan bila ibu hanya dikaruniai tiga anak lelaki yang tidak bisa membantu pekerjaan rumah. Allah SWT mengirimku kepadanya pasti untuk satu tujuan, menemaninya, membantunya juga ikut membahagiakannya.

Ibu adalah seorang yang tangguh, pemberani, keras, lantang, mandiri, hebat, tauladan, penyayang dan sosok rela berkorban yang sebenarnya.

Ibu selalu ada dimanapun aku membutuhkannya walaupun kadang bila beliau tidak ada dicari, ada tapi dimarahi. Ibu selalu ada dikala aku sakit, susah, senang. Semua kita lewati bersama-sama walaupun kadang lebih memilih bersenang-senang dengan teman daripada ibu.

Ibu berani melawan siapa saja yang mengganggu anaknya. Ibu menangis melihat musibah yang ditimpa anak-anaknya. Ibu tidak pernah tidur dari anaknya yang masih bayi bahkan sudah besar ia masih tetap setia terjaga menunggu anaknya pulang. Ibu berdoa sepanjang waktu untuk anak-anaknya. Ibu orang yang paling sibuk menyiapkan sarapan setiap pagi untuk anak-anaknya. Ibu rela lapar demi anak-anaknya kenyang. Ibu lebih memilih susah daripada merepotkan anak-anaknya. Ibu pekerja keras. Ibu kelelahan, sakit setelah kepayahan mengurusi pekerjaan rumah dan Ibu selalu bisa melakukan apa saja termasuk pekerjaan lelaki tanpa perlu menunggu anak lelaki dan suami.

Semua kebaikan, kemurahan dan pengorbanannya ku balas dengan kedurhakaanku yang luput dari kesadaranku entah itu perilaku, lisan yang secara tidak langsung ataupun langsung menyakitinya. Maafkan anakmu yang penuh dosa ini ibu.

Ketakutan terbesarku adalah bila hari itu tiba. Tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hidupku tanpa ibu karena aku tidak bisa hidup tanpa ibu. Biarkan aku yang pergi pertama karena dengan membayangkannya saja aku tidak sanggup.

Ijinkan aku membahagiakanmu terlebih dahulu ibu.

Doaku yang selalu menyebut namamu, semoga kau selalu dalam lindungan Allah SWT, sehat selalu, panjang umur, selalu diliputi kebahagian, keberkahan dan rahmat dariNya. Kelak semoga kita dikumpulkan kembali setelah hari pembalasan, surgaNya Allah SWT aamiin ya rabbal alamin.

Dari anakmu untuk ibu yang segalanya bagiku yang number one for me. Without you we will walk alone, be with you we’ll never walk alone. I love you ibu aka kiki sayang mamak😘😘😘

Tips agar tidak mengeluh menjelang hari raya Idul Fitri aka penghujung Ramadan

​1. Jangan mengeluh di penghujung Ramadan atau menjelang lebaran bos masih menyuruh masuk kerja karena masih enak capek kerja daripada capek cari kerja. Fakta.

2. Jangan mengeluh libur lebaran hanya tanggal merah atau tidak dapat cuti bersama karena masih banyak pegawai yang melayani publik diluar sana tetap bekerja bahkan pada saat lebaran sekali pun. Curcol.

3. Jangan mengeluh tidak dapat thr yang gede dan membanding-membandingkan dengan thr orang yang kerjanya lebih ok karena masih banyak diluar sana yang masih mengharapkan pemberian dari orang. Bersyukur.

4. Jangan mengeluh lebaran tahun ini masih melajang karena waktu tidak akan mengkhianati sang pemilik takdir. Husnu dzhon cui.

5. Jangan mengeluh pada pertanyaan-pertanyaan yang akan selalu diulang tiap lebaran “kerja dimana, mana calonnya, kapan nikah dan bla bla bla” karena pada dasarnya pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak akan berhenti bahkan setelah menikah “sudah isi, anaknya sekolah dimana, kapan bemantu dan bla bla bla lagi”. Yang sabar jawabnya dan senyumin aja ☺☺☺

6. Jangan sedih menjelang Ramadan yang sehari lagi akan berakhir, semoga aku, kamu, kita dipertemukan lagi dengan bulan Ramadan tahun depan. Aamiin Ya Allah :'(:'(:'(

Selanjutnya kamu lanjutin sendiri ya, itung-itung untuk menasehati diri sendiri :):):)

Selamat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, selamat berlebaran semuanya, selamat yang lagi mudik (hati-hati dijalan), semoga amal ibadah ku dan ibadah mu diterima oleh Allah SWT aamiin ya rabbal alamin. Maaf lahir batin ya dari kiki dan keluarga 😇😇😇