Antara Kingsman Dan Permintaan Maaf Gue

Gue salah. Ya gue ngaku salah. Hanya karena poster sebuah film gue langsung menilai. Hebat kan gue?

Seharusnya slogan “jangan menilai buku dari covernya” selalu gue inget. Seharusnya “jangan menilai film sebelum nonton” selalu gue coba. Maklumin deh, gak ada yang ngingetin gue. Yeah is it too late now to say sorry?

Karena referensi dari adek gue, “Dia”, gue kasih jempol buat Kingsman: The Golden Circle yang telah gue tonton. Gak peduli yang pertama gue lewati karena poster itu.

Setelah gue nonton yang pertama, Kingsman: The Secret Service, malam ini for the very first time tanpa perlu nunggu fd kakak gue, gue bisa dibilang tolol karena melewatkan film yang keren ini. Thanks Global TV btw.

Yes gue jadi tau jalan cerita sebelumnya. Harry pria yang berjasa membantu Eggsy menjadi agen Kingsman sekaligus membalas budi karena telah diselamatkan ayahnya Eggsy, pertemanan Eggsy dan Roxy yang asik, Charlie si pecundang, penyelamatan putri Swedia yang dikurung di penjara dan lain sebagainya. Sayang di film kedua Arthur, Roxy, dan Merlin mesti mati, padahal kan gue baru kenal. Oke gak penting.

Gue gak bisa bohong hal yang menarik minat gue saat nonton Kingsman adalah Eggsy. Anak muda dengan stelan jas plus kacamata jadi daya tarik sendiri. 

Pesan moral:

– Don’t judge a book by its cover

– Don’t be shy to confess your fault

– Manners maketh man

See you.

Iklan

Curcol

​Liat-liat aja dulu, siapa tahu jodoh.

Setelah mengubek-ngubek tumpukan buku di toko buku itu yang sengaja berserakan dan berantakan (gue rasanya pengen bantu ngerapiin) entah kakak itu malas atau tidak peduli, gue pun menemukan buku yang dicari dan langsung bertanya. Harganya 40 ribuan, 45 ribuan dan 50 ribuan. Gue ngomong sendiri dalem hati “harganya banting cui”. Namun ada keanehan-keanehan yang akan muncul belakangan belum gue sadari. 

Jual beli harga kami lakukan tapi kakak itu tetep ngotot gak mau kalah. Sama cewek kok gak mau kalah kak, aduh. Okelah gue kalah dan kakak itu menang. Akhirnya gue ambil buku yang tidak bisa ditawar itu, dua lagi, hitung-hitung hemat 30 ribu dari yang gue liat di gramedia kemaren (gue cekikikan dalem hati). 

Pas nyampe rumah gue penasaran pengen buka plastiknya. Dan benar saja keanehan itu nyata. Pertama, bukunya pake kertas burem (lo tau kan kertas burem yang suka dibagi dosen ke mahasiswanya kalau lagi tes yang butuh coret-coretan), perasaan waktu ke gramedia kertas bukunya bagus. Kedua, pembatas bukunya tidak ada. Dimana-mana buku karangan si doi pasti dapet pembatas buku.

Ternyata bukan kaset doang yang bajakan, buku juga ada wkwkwkwk wajar murah ternyata buku bajakan. Kamfret gue kena tipu, kamfret kakak itu bohongin gue 😂😂😂 #curcol.

Pesan moral:

Harga menentukan kualitas

Review Sherlock Holmes A Study In Scarlet

Beruntungnya gue telah dipertemukan dengan buku atau novel karya Sir Arthur Conan Doyle yang berjudul “Sherlock Holmes A Study In Scarlet” ini (indonesian edition).

Gue yang sebelumnya lebih dulu membaca serial “The Sign Of The Four” baru tahu kalau A Study In Scarlet adalah novel pertama Sherlock Holmes yang diterbitkan pertama kali tahun 1887.

Gue yang beruntung membaca novel ini ingin berbagi sedikit kentungan itu.
1. Pembaca diberi tahu bahwa novel fiksi detektif inilah yang memperkenalkan pertama kali sosok atau karakter detektif konsultan rekaan Sir Arthur Conan Doyle, Sherlock Holmes, dan sahabatnya seorang dokter angkatan darat inggris sekaligus penulis yang selalu setia memuat catatan hariannya bersama Holmes, Dr. John H. Watson.

2. Disinilah diceritakan awal pertemuan Dr. Watson dan Sherlock Holmes.

3. Dr. Watson pulang ke inggris dari Afghanistan karena kondisinya yang begitu lemah akibat perang disana sini, tak sengaja bertemu dengan Stamford, mantri yang bertugas memerban luka dibawah pegawasannya di rumah sakit Barts.

4. Stamfordlah yang kemudian mempertemukan dan memperkenalkan Sherlock Holmes kepada Dr. Watson.

5. Sherlock Holmes adalah rekan kerja Stamford di laboratorium kimia di rumah sakit. Tidak heran kenapa Holmes punya banyak pengetahuan di bidang kimia karena kadang seluruh waktunya dihabiskan bereksperiman di laboratorium seperti memukuli mayat untuk melihat apakah memar masih akan timbul setelah kematian.

6. Dr. Watson dan Holmes tinggal bersama karena sama-sama sedang mencari orang untuk berbagi apartemen yang nyaman, tapi biaya sewanya terlalu tinggi untuk ditanggung sendiri. Apartemen tersebut terletak di Baker Street.

7. Di Baket Street inilah juga Dr. Watson mulai tahu profesi Holmes dan rasa keingintahuannya terhadap teman seatap yang aneh, sombong namun penuh kejutan, kekaguman dan menakjubkan semakin kuat.

8. Pengenalan dua karakter sudah dimulai disini yang membuat gue suka senyum sendiri.

9. Pun di kisah ini pula pembaca diberi tahu keahlian Holmes yang begitu spesial dalam ilmu deduksi. Ilmu yang membuatnya bisa membaca pikiran seseorang dan tahu seseorang itu berasal dari mana, profesinya apa, hanya kurang dari sedetik seperti yang ia tebak kepada Dr. Watson.

10. Kisah di novel ini menyelidiki kasus pembunuhan yang kemudian disebut “penelusuran benang merah”. 

11. Novel ini pula yang pertama memanfaatkan kaca pembesar sebagai alat bantu penyelidikan.

12. Alkisah diceritakan dua detektif Scotland Yard yang terkenal, Mr. Lestrade dan Mr. Gregson, meminta bantuan kepada Holmes untuk memecahkan misteri kematian dari Tuan Drebber dan Stangerson sang sekretaris.

Gregson yang sok hebat dan puas telah mengaku menemukan tersangka serta Lestrade yang berhasil menguntit Stangerson karena menaruh kecurigaan terhadapnya ternyata salah besar. Holmeslah yang berhasil mengungkap pembunuh sebenarnya yang bernama Jefferson Hope, seorang kusir kereta kuda. Kedua detektif tersebut sampai mati kutu hilang akal keheran-heranan.

Namun Jefferson Hope yang disangka adalah penjahat menyimpan pengakuan yang akan mengejutkan mereka semua.

13. Disini kita tahu karakter Holmes yang tidak gila hormat, cari muka dan pujian.

14. Dengan tidak mengurangi keseruan, silahkan langsung membacanya. Selamat membaca:):):)

Review Rindu – Tere Liye

Keluaran 2014, 544 halaman, rindu judulnya dan buku islam terbaik 2015 (best seller).

Ini adalah novel kedua Tere Liye yang gue baca (seminggu lebih).

Karena di sampul sudah dikasih tau kalo novel ini buku islam gue optimis pasti jauh dari kesan cinta-cintaan, tapi gue salah. 

Ini adalah kisah mereka yang naik haji dengan kapal di tahun 1938. Situasi dan kondisi di Indonesia pada saat itu masih dalam kekuasaan Belanda alias belum merdeka. Gak heran, banyak disinggung tentang Belanda termasuk kapal Blitar Holland yang mengangkut jamaah haji dan orang-orang Belanda yang baik hati seperti Kapten Philips, Ruben dan Chef Lars juga Sergeant Lucas yang bengis . 

Mereka yang naik kapal untuk beribadah haji, masing-masing membawa kisah dan pertanyaan. Namun ada lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan ini. Lima pertanyaan dari lima orang yang berperan penting didalam cerita. Orang pertama Bonda Upe, orang kedua Daeng Andipati, orang ketiga Mbah Kakung, orang keempat Ambo Uleng dan orang terakhir yang biasa menjadi tempat orang bertanya namun tidak bisa menjawab pertanyaannya sendiri adalah Gurutta Ahmad Karaeng.

Gue yang yakin tadi pasti jauh dari kesan cinta-cintaan, gue keliru. Novel ini mengajarkan kita untuk menghadapi masa lalu yang memilukan. Memberi tahu kita tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Menyikapi tentang kehilangan kekasih hati. Menafsirkan tentang cinta sejati. Dan arti tentang kemunafikan.

Tambahan:

Mungkin agak sedikit bosan dengan latar yang banyak dihabiskan di kapal dari mulai sarapan, sekolah, solat di masjid, makan siang, pengajian, makan malam dan kembali ke kabin masing-masing untuk istirahat. Terus diulang-ulang karena memang perjalanan ke Jeddah harus ditempuh 9 bulan lamanya naik kapal.

Namun bila dibandingkan dengan zaman sekarang pergi haji sudah naik pesawat yang tidak membutuhkan banyak hari, di novel ini pembaca diajak berkeliling untuk transit dari pelabuhan yang satu ke pelabuhan lainnya. Detail. Yakni Makassar, Surabaya, Semarang, Jakarta, Lampung, Bengkulu, Padang, Banda Aceh, Kolombo, hingga akhirnya Jeddah Arab Saudi. Imajinasi gue jadi main sendiri. 

Kamu yang suka dengan Tere Liye jangan sampai melewatkan novel yang satu ini. Semoga review yang sedikit ini bisa sedikit membantu :).

Berikut kutipan di novel:
Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?
Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?
Apalah arti cinta, ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya hanya sebenang saja

Review Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – Tere Liye

Novel inilah yang melatar belakangi gue mulai suka dengan karya-karyanya Tere Liye (belakangan baru tahu Tere Liye adalah “untuk dirimu” dalam bahasa india lewat drama India SwaraGini). Tidak sabar untuk membahasnya.

Dia bagai malaikat bagi keluarga kami.

Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa.

Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami.

Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun.

Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini. 

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. 

Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. 

Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua. 

Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya – pengantar Novel

Awal cerita tidak bisa langsung menemukan hal menarik bahkan bisa saja langsung disudahi, tapi sabarlah atau akan menyesal jika tidak selesai membacanya (pengalaman gue hanya 7 jam an untuk melahap habis novel ini).

Dibuka di suatu toko buku di dalam Mall, Tania pemeran utama cewek sedang memandang jalanan yang gerimis di lantai 2 toko buku. Di tempat itulah ia mengenang semua kejadian yang telah lalu, sedih lucu bahagia campur aduk. Pun tiap bab selalu diulang tentang tempat bersejarah ini. 

Ini tentang dua anak kecil bersaudara yang harus mengamen di bus. Mereka anak yatim ketika si adik, Dede (ingatan gue langsung tertuju Dede yeyelalalala hanya karena namanya), berumur 3 tahun dan kakaknya Tania yang berumur 8 tahun. Hidup mereka nelangsa sejak ditinggal mati sang ayah. Ibunya kerja serabutan setiap harinya dan anak-anaknya terpaksa harus berhenti dan tidak bisa sekolah karena alasan biaya, pun untuk bisa makan saja sudah alhamdulillah. Mereka tinggal dirumah kardus yang setiap waktu bisa saja roboh kalau hujan lebat atau ketika Dede tidak bisa menahan tawanya yang meledak-ledak jika ada kejadian lucu.

Sampai pada satu momen kaki Tania tertusuk paku payung saat ia dan Dede sedang mengamen di bus. Tania dan Dede memang selalu bertelanjang kaki ketika mengamen. Tania yang jadi pesakitan menarik perhatian seorang lelaki muda tinggi tampan, untuk membantu Tania membalut luka kakinya yang sudah berdarah-darah dengan sapu tangan putih yang dimiliki pemuda itu. Tania sangat terharu dan berterima kasih.

Keesokan harinya, takdir mempertemukan mereka kembali, pemuda itu memberikan hadiah sepatu sneakers untuk keduanya. Sepatu baru yang bersih, dan kaos kaki putih sangat kontras dengan penampilan dua kakak beradik yang lusuh kumel tak terurus hitam dan penuh daki (improvisasi).

Sejak saat itu anak muda yang belakangan dipanggil om Danar selalu menolong apa saja demi Tania, Dede, dan Ibu mereka termasuk bisa makan bangku sekolah lagi. Om Danar yang sudah sebatang kara sejak kecil bagai telah menemukan keluarga baru. Pun bagi Tania, Dede dan ibu mereka bagai telah menemukan malaikat penolong sejati.

Hal menarik baru muncul ketika Tania merasakan perasaan cemburu saat om Danar mengajak teman dekatnya mba Ratna atau tante Ratna ke dufan ataupun kegiatan lainnya. Ia merasa posisinya terancam. Perasaan cemburu menjadi suka yang seharusnya belum dimiliki seorang anak seusia itu lambat laun akan berubah menjadi cinta (gue jadi teringat film Om, I love You) dan semakin mekar saat ia tumbuh menjadi remaja yang cantik nanti.

Hari yang tidak pernah diduga dan diharapkan datang, sang ibu meninggal karena kanker paru-paru yang sudah stadium 4. Penyakit yang menggerogoti sang Ibu selama ini telah tertutupi oleh perasaan bahagia melihat Tania dan Dede bisa sekolah lagi dan kebahagiaan lainnya setelah om Danar datang. Tania, Dede, om Danar dan mba Ratna telah tertipu. Tania dan Dede harus menerima kenyataan menjadi yatim piatu dan om Danar lah yang akhirnya bisa membujuk mereka untuk pulang. Mereka harus bisa belajar ikhlas karena daun yang jatuh tak pernah membenci angin. 

Sepeninggal sang ibu, Tania dan Dede tinggal bersama om Danar. Om Danar selain menjadi malaikat mereka, juga sebagai sosok pengganti ibu keduanya.

Satu persatu kepintaran Tania yang sudah ditebak ibu dan om Danar dulu mulai terlihat ketika ia berhasil menerima beasiswa untuk melanjutkan SMP di Singapura. Perasaan tidak ingin berpisah dengan Dede dan om Danar akhirnya diyakinkan lagi oleh om Danar hingga Tania berhasil melanjutkan SMA, kuliah bahkan kerja disana.

Cinta yang telah tumbuh dan dipupuk sudah sejak lama sampai sekarang kepada om Danar, yang kemudian dipanggil kak Danar oleh Tania, tidak mampu Tania sampaikan dengan kata-kata (walau hanya terekspresikan lewat sikap) karena Tania merasa tidak pantas dan tidak sampai hati harus merusak hubungan kakak adik yang selama ini terjalin. Hingga pada satu momen terkutuk kak Danar akan menikahi teman dekatnya mba Ratna atau tante Ratna. Hati Tania hancur berkeping-keping seperti sop buah untuk buka puasa yang jatuh dijalan dan dilindas motor tak berperasaan (pengalaman pribadi).

Tania akhirnya memutuskan tidak menghadiri pesta pernikahan kak Danar dan mba Ratna karena tidak mungkin bagi dirinya untuk bisa tersenyum bahagia dengan lepas melihat secara langsung pernikahan malaikat yang dicintainya.

Dede yang sudah mengetahui perasaan kakaknya dari dulu akhirnya memberi tahu rahasia bahwa liontin yang diterima kakaknya saat ulang tahun adalah liontin dengan potongan daun linden yang sama dimiliki oleh kak Danar yang kalau disatukan berbentuk hati. Teka teki lainnya bahwa kak Danar juga memiliki perasaan yang sama terhadap Tania adalah proyek tulisan yang belum selesai dan tak akan pernah selesai setelah kejadian kak Danar menikah dengan mba Ratna. Judul proyek tulisan itu adalah “cinta dari pohon linden”. Pohon linden adalah pohon yang tumbuh didekat rumah kardus Tania, Dede dan ibu mereka tinggali dulu. Belakangan diketahui tanah bekas rumah kardus Tania, Dede dan Ibu mereka dulu yang pohonnya masih ada ternyata dibeli oleh kak Danar.

Terkuak sudah misteri kenapa mba Ratna meninggalkan kak Danar ke rumah orang tuanya karena Danar ternyata sama sekali tidak mencintai Ratna (lalu untuk apa dipaksakan menikah bila tidak bersama seseorang yang dicintai, Danar? Gue bertanya). Tania yang berusaha membantu kak Ratna mencari keberadaan kak Danar akhirnya ditemukan dibawah pohon linden. Disanalah semua pertanyaan yang selama ini terpenjara di dalam hati Tania telah bebas terbang dari mulutnya, namun kak Danar selalu mengelak dan memberi jawaban seolah-olah lugu seperti anak kecil (apakah kak Danar juga merasa tak pantas mencintai Tania yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri?).

Karena Tania tidak pernah mendapatkan jawaban yang pasti dan jujur langsung dari kak Danar, ia pun memutuskan untuk tidak pernah kembali ke Indonesia dan melanjutkan hidupnya di Singapura.

Pesan moral yang berhasil gue tangkap dari kehendak penulis adalah:

1. Cinta itu fitrah

2. Cinta itu tidak mengenal usia

3. Cinta itu buta bila tidak melihat dengan mata

4. Cinta yang penuh khayalan kadang kalah dengan realita atau kenyataan

5. Cinta itu pahit bila hanya bersemi di dalam hati

6. Cinta itu perih bila tidak diutarakan

7. Cinta itu omong kosong bila tidak memiliki

8. Cinta itu pengorbanan

9. Cinta itu ikhlas

10. Karena cinta tidak selalu berakhir bahagia

Ibu Number One For Me

Sebening tetesan embun pagi

Secerah sinarnya mentari

Bilaku tatap wajahmu ibu

Ada kehangatan didalam hatiku
Air wudhu’ selalu membasahimu

Ayat suci selalu dikumandangkan

Suara lembut penuh keluh dan kesah

Berdoa untuk putra putrinya
Oh ibuku

Engkaulah wanita

Yang ku cinta selama hidupku

Maafkan anakmu bila ada salah

Pengorbananmu tanpa balas jasa
Ya Allah ampuni dosanya

Sayangilah seperti menyayangiku

Berilah ia kebahagiaan

Di dunia juga di akhirat
Oleh: New Sakha – Ibu

Mengapa setiap pembahasan tentang ibu, lagu tentang ibu selalu berhasil membuat mata ku berkaca-kaca?

Ibu adalah surgaku dan ridhonya adalah ridho Allah SWT.

Ibu adalah anugerah terindah yang diberikan Allah SWT kepada ku. Tidak bisa kubayangkan bila ibu hanya dikaruniai tiga anak lelaki yang tidak bisa membantu pekerjaan rumah. Allah SWT mengirimku kepadanya pasti untuk satu tujuan, menemaninya, membantunya juga ikut membahagiakannya.

Ibu adalah seorang yang tangguh, pemberani, keras, lantang, mandiri, hebat, tauladan, penyayang dan sosok rela berkorban yang sebenarnya.

Ibu selalu ada dimanapun aku membutuhkannya walaupun kadang bila beliau tidak ada dicari, ada tapi dimarahi. Ibu selalu ada dikala aku sakit, susah, senang. Semua kita lewati bersama-sama walaupun kadang lebih memilih bersenang-senang dengan teman daripada ibu.

Ibu berani melawan siapa saja yang mengganggu anaknya. Ibu menangis melihat musibah yang ditimpa anak-anaknya. Ibu tidak pernah tidur dari anaknya yang masih bayi bahkan sudah besar ia masih tetap setia terjaga menunggu anaknya pulang. Ibu berdoa sepanjang waktu untuk anak-anaknya. Ibu orang yang paling sibuk menyiapkan sarapan setiap pagi untuk anak-anaknya. Ibu rela lapar demi anak-anaknya kenyang. Ibu lebih memilih susah daripada merepotkan anak-anaknya. Ibu pekerja keras. Ibu kelelahan, sakit setelah kepayahan mengurusi pekerjaan rumah dan Ibu selalu bisa melakukan apa saja termasuk pekerjaan lelaki tanpa perlu menunggu anak lelaki dan suami.

Semua kebaikan, kemurahan dan pengorbanannya ku balas dengan kedurhakaanku yang luput dari kesadaranku entah itu perilaku, lisan yang secara tidak langsung ataupun langsung menyakitinya. Maafkan anakmu yang penuh dosa ini ibu.

Ketakutan terbesarku adalah bila hari itu tiba. Tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hidupku tanpa ibu karena aku tidak bisa hidup tanpa ibu. Biarkan aku yang pergi pertama karena dengan membayangkannya saja aku tidak sanggup.

Ijinkan aku membahagiakanmu terlebih dahulu ibu.

Doaku yang selalu menyebut namamu, semoga kau selalu dalam lindungan Allah SWT, sehat selalu, panjang umur, selalu diliputi kebahagian, keberkahan dan rahmat dariNya. Kelak semoga kita dikumpulkan kembali setelah hari pembalasan, surgaNya Allah SWT aamiin ya rabbal alamin.

Dari anakmu untuk ibu yang segalanya bagiku yang number one for me. Without you we will walk alone, be with you we’ll never walk alone. I love you ibu aka kiki sayang mamak😘😘😘

Tips agar tidak mengeluh menjelang hari raya Idul Fitri aka penghujung Ramadan

​1. Jangan mengeluh di penghujung Ramadan atau menjelang lebaran bos masih menyuruh masuk kerja karena masih enak capek kerja daripada capek cari kerja. Fakta.

2. Jangan mengeluh libur lebaran hanya tanggal merah atau tidak dapat cuti bersama karena masih banyak pegawai yang melayani publik diluar sana tetap bekerja bahkan pada saat lebaran sekali pun. Curcol.

3. Jangan mengeluh tidak dapat thr yang gede dan membanding-membandingkan dengan thr orang yang kerjanya lebih ok karena masih banyak diluar sana yang masih mengharapkan pemberian dari orang. Bersyukur.

4. Jangan mengeluh lebaran tahun ini masih melajang karena waktu tidak akan mengkhianati sang pemilik takdir. Husnu dzhon cui.

5. Jangan mengeluh pada pertanyaan-pertanyaan yang akan selalu diulang tiap lebaran “kerja dimana, mana calonnya, kapan nikah dan bla bla bla” karena pada dasarnya pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak akan berhenti bahkan setelah menikah “sudah isi, anaknya sekolah dimana, kapan bemantu dan bla bla bla lagi”. Yang sabar jawabnya dan senyumin aja ☺☺☺

6. Jangan sedih menjelang Ramadan yang sehari lagi akan berakhir, semoga aku, kamu, kita dipertemukan lagi dengan bulan Ramadan tahun depan. Aamiin Ya Allah :'(:'(:'(

Selanjutnya kamu lanjutin sendiri ya, itung-itung untuk menasehati diri sendiri :):):)

Selamat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, selamat berlebaran semuanya, selamat yang lagi mudik (hati-hati dijalan), semoga amal ibadah ku dan ibadah mu diterima oleh Allah SWT aamiin ya rabbal alamin. Maaf lahir batin ya dari kiki dan keluarga 😇😇😇 

Iyan

Iyan, kakak kedua gue, salah satu inspirasi gue.

Anak rumahan, gak banyak tingkah, patuh orang tua. Suka bola gak hobi keluar malam nyari udara. 

Dapet kerja, pacaran gonta ganti dengan ikhtiar mencari calon istri yang baik nantinya.

Tidak butuh lama untuk pacaran lalu menikah. Alhamdulillah atas izin-Nya segera dikasih amanah bernama Muhammad Zain Hafiz.

Sosok religiusnya tampak bertambah. Tak sungkan bangun subuh untuk berjamaah di masjid. Bulu-bulu halus di dagunya sengaja ia pelihara hanya untuk menunaikan sunah nabi. Ruas jari-jarinya yang diakhirat nanti akan ditanya untuk apa digunakan selama ini, kapan saja dimanfaatkan untuk mengagungkan nama-nama Allah SWT.

Kehadirannya selalu gue nanti, karena gue sadar orang yang selama ini tinggal bersama dari bayi kini hanya hitungan berapa minggu sekali bisa berkumpul lagi karena sedang menata keluarga kecil.

Apa lagi yang mau dicari? Tinggal bekal ke akhirat nanti.

Review 500 Days Of Summer

Akhirnya 500 days of summer berhasil gue tonton juga karena my bro Iyan. Thanks yan.

Sebagai salah satu pelahap film drama, gue udah lama ngidam pengen nonton ini berkat akun movie memories di twitter.

Langsung saja. Awal kisah diceritakan 500 days of summer bukanlah tentang love story. So what is all about?.

Tom Hansen yang diperankan Joseph Gordon-Levitt meyakini ia baru akan bahagia dengan seseorang yang tepat. Sedangkan Summer Finn yang diperankan Zooey Deschanel alias tokoh utama wanitanya tidak percaya dengan yang namanya cinta. Memang ada apa dengan cinta? 

Tom dipertemukan dengan Summer oleh takdir di perusahaan yang sama dimana Summer adalah asisten bosnya. Sebut saja perusahaan kartu ucapan. Summer yang memang cantik, penuh percaya diri berhasil memikat hati Tom (dan pria-pria yang ada disekitarnya lewat sekelebat cerita masa mudanya) saat padangan pertama. Itulah saat Tom jatuh cinta dan yakin kalau Summer adalah orang yang tepat untuknya ditambah mereka berdua punya kesukaan yang sama.

Tom dengan segala cara mencoba pedekate dengan Summer bahkan sengaja memutar musik yang Summer suka keras-keras untuk secuil perhatian darinya, akhirnya berhasil membuat Summer tertarik kepadanya dengan kejadian yang tak diduga sama sekali oleh Tom. You know that.

Tom dengan rasa gembiranya yang meluap-luap tidak mampu menahan diri untuk melompat, menyanyi dan berdansa bersama dunia. Inikah rasanya? Lo kate judul sinetron itu.

Mereka berdua akhirnya berjalan bersama, nonton, makan, pergi ke Ikea yang berasa di rumah sendiri, berpegangan tangan, dan lo bisa lanjutin sendiri.

Sampai pada satu momen kalau Summer menganggap hubungannya dengan Tom hanyalah sebatas pertemanan, just for fun, ia tidak percaya cinta dan tidak mau terikat hubungan alias tidak ingin berkomitmen. Aneh bin ajaib.

Tom yang agak kaget masih mengiyakan pernyataan si Summer. Namun kejadian saat Summer digoda oleh lelaki yang membuat Tom memukul hidung lelaki belang itu berujung Tom dipukul balik, reaksi Summer berlebihan dengan memarahi Tom agar tidak melindunginya. Memang aneh.

Tom yang tidak habis pikir dengan Summer akhirnya mengatakan apakah yang mereka lewati selama ini adalah cara memperlakukan teman? Itu lebih dari teman (bener, gue juga ikut teriak), dan ia sudah menganggap kalau mereka adalah pasangan. Tom ingin kepastian. Film ini memberi tahu kita kalau bukan cewek saja yang minta kepastian (kemudian nyanyi Gantung nya Melly Goeslaw).

Summer yang menyesal, tidurnya selalu gelisah bahkan kesepian kemudian meminta maaf pada Tom, dan karena polosnya Tom mereka pun berbaikan kembali.

Jalan cerita yang harinya dibolak-balik oleh si pembuat cerita akhirnya sampai kepada satu scene (yang sudah dibocorkan di awal film) dimana Summer merasa bosan dengan Tom. Apapun yang dikatakan Tom, Summer seperti ngantuk lemas belum makan ngeladanin si Tom hingga pada akhirnya Summer meninggalkan kantor yang selama ini satu atap dengan Tom.

Tom yang frustasi kehilangan Summer, merasa hidupnya tak seceria dulu, tak semangat dulu, tidur tak nyenyak, makan tak kenyang, mati segan, hidup tak mampu akhirnya memutuskan keluar dari perusahaan yang selama ini adalah tempat menyalurkan bakatnya dalam menuliskan kata-kata yang briliant di kartu ucapan. Ia sadar kalau selama ini ia salah dan tak lebih dari omong kosong belaka. Cinta seharusnya diungkapkan bukan dengan kata-kata orang lain lewat kartu ucapan. Si Tom jadi stres dan mabok.

Takdir kemudian memberikan mereka kesempatan lagi untuk bertemu saat Tom naik satu kereta dengan Summer menuju hajatan. 

Tom yang sangat polosnya lagi-lagi menjadi korban kegeeran dan PHP meladeni Summer. Memang Tom masih mencintai Summer, wajar cinta membutakan logika cui.

Saat mereka hadir di pesta hajatan, Summer tiba-tiba memberikan surat undangan party yang akan diadakan di apartemennya kepada Tom.

Tom yang sumringah dan pede akan disambut Summer dengan khayalannya yang tinggi ternyata tidak sesuai kenyataan (bahkan di scene tersebut dibuat dengan sengaja dua versi antara kenyataan dan harapan, ngakak). Ia harus melihat jari Summer sudah dilingkari oleh cincin. 

Tom yang hatinya berulang kali hancur akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat terkutuk itu. Memang kamfret.

Tom tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan lalu memutuskan untuk melamar pekerjaan lagi dengan bekal ilmu arsitek yang dimilikinya.

Tak disangka takdir mempertemukan mereka sekali lagi di tempat mereka yang singgahi dulu alias comfort zone nya Tom.

Gue yang ngomong sendiri sambil memarahi Tom agar jangan meladeni Summer lagi tidak dituruti Tom. Dasar bandel.

Tom pun bertanya mengapa? Mengapa? Summer bercerita itu terjadi saja, ia bertemu dengan pria lalu menikah denganya. Lalu dengan kejamnya Summer mengatakan ia tidak pernah yakin dengan Tom. Tom yang sakit hati akhirnya merelakan Summer agar bahagia. Memang kamfret. Asli.

Tom kemudian move on dengan seseorang yang baru ia temui untuk wawancara di perusaahan yang ia lamar. Nama perempuan itu Autumn. Ngakak kenapa juga namanya harus sesudah Summer wkwkwk.

So pesan moral yang gue tangkep:

– Tidak semua yang kamu anggap baik adalah baik untuk mu

– Tidak semua kisah cinta berakhir bahagia

– Kamu sebenarnya tidak pernah kecewa. Kamu kecewa karena harapan yang kamu bangun sendiri.

Must see.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

​Ini adalah postingan yang sengaja gue simpen sehari sebelum tahun baru 2016 kemarin. Kenapa disimpen? Cekidot.

Karena tahun 2016 hanya tinggal hitungan jam maka sudah waktunya buat gue mereview momen-momen yang terjadi (khususnya dalam hunting job) sepanjang tahun 2015 ini mumpung hari terakhir di tahun 2015.

Sebenarnya ini pengalaman baru buat gue karena sebelumnya tidak pernah ngepos sesuatu yang berbau kaleidoskop. Ngomong-ngomong apa itu kaleidoskop? Atau kata lain dari Kodok? Microskop? Hahahha gue tidak seserius itu.

Okelah langsung saja. Awal tahun 2015 gue masih tidak enak hati karena tidak lulus (lagi) tes cpns pada bulan-bulan terakhir tahun 2014, hanya karena kurang 10 poin atau kurang 2 jawaban benar gue tidak bisa lanjut. Geblek.

Awal maret gue lolos tes online salah satu PT yang bergerak dibidang navigasi penerbangan dan lanjut ke tes psikotes di Jakarta. Yang bikin gue surprise adalah gue diizinin ke Jakarta untuk tes berikutnya padahal mulanya hanya iseng-iseng tak berhadiah ngedaftar dan berpikir bakal tidak dibolehin tes di luar kota. Ini pengalaman pertama sekaligus menyakitkan. Yah lagi-lagi gue stuck di psikotes. Sakitnya tuh disini, di dompet, dompet orang tua :'(.

Bulan-bulan berikutnya gue jalani dengan ikut tes ini itu, tapi masih buntu. Inilah yang sempet bikin gue berhenti dari belajar, belajar tpa, psikotes dan hitungan lainnya.

Ada satu momen di tahun 2015 yang gue sesali dimana ada kesempatan untuk kerja sementara, di salah satu perusahaan distributor, menggantikan salah satu pegawainya yang sedang cuti melahirkan tidak jadi gue ambil. Pesan moral: jangan pernah sia-siakan kesempatan yang ada. Ingat pilihan ada ditanganmu. Jika kau sudah membuat pilihan, pertimbangkan dan jangan menyesalinya. Jadi sok bijak.

Awal agustus, gue punya kesempatan lagi untuk ikut salah satu tes BUMN yang lokasi tesnya di Lampung. Ini adalah kali kedua buat gue pergi ke luar Palembang untuk tes. Spesialnya, ini pertama kalinya gue naik kereta api plus sama temen kecil gue Eka yang juga ikut tes.

Jika sebelumnya gue ditemenin orang tua gue kalau tes di luar kota, ini hanya kami berdua. Semua kami lakukan secara mandiri seperti mencari penginapan, jalan, makan bahkan nyempetin nonton di kota orang. Hidup lebih mudah karena doi pernah bekerja di Lampung, jadi jangan ditanya bisa keliling dengan lancar cui. 

Tapi kenyataan harus dihadapi, lagi-lagi gue tidak lulus untuk ikut tes selanjutnya.

Memasuki akhir September, untuk keenam kalinya gue ikut lagi tes BUMN yang gue impi-impikan dari dulu. Tapi sayang, tidak jodoh lagi. Baru tes awal gue dipaksa melihat kenyataan yang berulang-ulang (lagi). Seperti sekelebat ingatan yang dipaksa muncul saat Harry Potter akan melawan Lord Voldemort.

Awal desember, ada kesempatan untuk melamar salah satu PT distributor. Training hanya 3 hari tapi tidak membuahkan hasil. Lagi-lagi bukan takdir.

Dan akhir desember tepatnya hari ini tanggal 31 desember gue ikut tes yang kedua kali di salah satu PT retail. Karena ini kali kedua, gue yakin gue bisa dapetin yang satu ini. Tapi, menjadi kado akhir tahun yang pahit.

Digulir dari awal lagi, sepanjang tahun 2015 ini gue belum berhasil lagi. Apapun itu susah senang harus tetap disyukuri, alhamdulillah :).

Semoga tahun depan membawa harapan yang baru buat kita semua.

Selamat tahun baru 2016 😀

So wake up your sleeping heart seperti lirik lagunya The Vamps. Saatnya kembali ke masa kini 😀

Karena gue bertekad untuk sabar dalam arti tidak menceritakan kesusahan kita kepada orang lain kecuali Allah SWT, maka telah tiba waktu yang tepat buat gue ceritain semuanya sekarang.

Masuk 2016 gue mengirim lamaran di salah satu anak perusahaan Pertamina yang ternyata hoax pada bulan februari. Terima kasih yang telah menyebarkan isu hoax tersebut, anda berhasil membuang-buang duit gue dan temen gue hanya untuk ikut tes narkoba, perpanjang skck, biaya pos dan lain-lain. Semoga anda sehat-sehat saja :).

Bulan februari gue masukin lamaran di salah satu yayasan yg dimiliki BUMN impian gue dari info yang gue terima dari temen gue. 

Masuk bulan maret, bulan ketika sedang banyak-banyaknya rekrutmen tidak gue sia-siakan. Seperti perusahaan listrik pada bulan maret yang gue optimis tidak lolos adm. 

Di bulan yang sama gue juga ikut tes perusahaan batubara yang berhasil membuat gue kembali ke UNSRI lagi setelah berhasil lulus tes online. Ujungnya jangan ditanya cui.

Tes rekrutmen jasa keuangan sebut saja OJK pun gue ikuti lagi untuk kedua kali yang sudah terlebih dahulu gue posting dengan judul tentang OJK 2016.

Karena kegigihan gue, hampir setiap lowongan yang ada gue masukin. Termasuk lowongan yang ada di koran, papan loker di kantor pos pusat, dan situs-situs langganan gue di http://www.cdcindonesia.com, http://www.jcdc.polsri.ac.id, http://www.palembangjobs.com, http://www.career.palcomtech.com, http://www.karir.mdp.ac.id. 

Karena tidak ada hal lain yang gue lakukan selain ngeblog, sambil menunggu panggilan pekerjaan gue habiskan waktu untuk jadi anak baik yaitu belajar dengan cita-cita kalau ada tes lagi gue sudah siap mental dengan ilmu yang gue tempa tiap hari. Sok bijak (lagi).

Tepat genap 6 bulan sejak februari tadi gue masukin lamaran di salah satu yayasan yang gue ceritain diatas, akhirnya panggilan itu datang pada 1 Agustus. Beginikah cara Allah SWT mengabulkan doa hambanya dengan caraNya sendiri di waktu yang tepat?

Ahamdulillah psikotes lengkap itu gue lewati. 2 bulan berikutnya gue terima sms dengan nomor yang sama lagi untuk tes wawancara. Dan alhamdulillah gue mendapat panggilan lulus untuk mulai bekerja tanggal 8 november tadi saat gue di samsat nemenin mak gue. Alhamdulillah satu doa gue, mak gue, sahabat gue (Eka) terkabul :). Just can’t thank you enough Ya Allah.

Untuk melengkapi postingan ini, tak lupa gue ingin berbagi hal-hal yang sudah gue sadari. Butuh waktu lama buat gue sadar bahwa gue salah selama ini.

Sekarang gue sadar, bersyukurlah ketika sedang sibuk-sibuknya karena kau akan merasa terkatung-katung bila tidak ada yang bisa dikerjakan.

Omongan atau perkataan adalah doa. Ini adalah kisah nyata gue. Dulu pernah asal ngomong waktu mau ikut tes salah satu perusahaan semen. Karena sulitnya keluar kantor untuk tes narkoba gue sampai ngomong coba berhenti kerja biar lebih mudah untuk ikut-ikut tes. Terkabul. Ampuni hamba Ya Allah.

Dulu tidak pandai bersyukur, gengsi tamatan kuliahan tapi bekerja tidak sesuai yang diharapkan (menurut gue waktu itu). Hidup itu beproses dari bawah, ingin langsung enak itu salah. 

Kemarin sangking sombongnyo gue ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih dan selalu berpikir lebih dari tempat kerja gue lama. Terkabul (lagi). Perasaan sulit mencari pekerjaan waktu tahun 2010 setelah tamat diploma dulu pun terulang. Setelah masa magang sarjana di BUMN impian gue berakhir sampai sebelum 8 November tadi hasilnya nihil. Butuh waktu lama buat hamba sadar bahwa hamba sangat salah selama ini Ya Allah 😭.

#ingat rezeki itu datang dari mana saja, bisa melalui orang tua, saudara, kawan. Karena begitu sombong dan pedenya dulu, gue lebih suka mendapatkannya dari hasil usaha sendiri. Bermula dari scene peter parker di Spiderman 1 yang berujar dia lebih suka mendapatkan pekerjaan dari hasil usaha sendiri, itulah pangkal yg menginspirasi gue. Memang benar, ada sebagian yang bisa, sebagian yang lain sudah Allah SWT tentukan rezekinya melalui orang lain. Hamba salah Ya Allah :'(.

#ingat kesalahan dimasa lalu bisa berguna untuk masa depan. Belajar dari kesalahan, kalau kita tidak pernah buat kesalahan, kita tidak pernah belajar.

Alhamdulillah kesempatan bekerja datang lagi, saatnya buat gue untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Terlalu banyak nikmat Allah SWT yang gue sia-siakan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? 

Semoga menginspirasi.

Tulisan ini gue persembahkan buat orang tua gue dan sahabat gue Eka :).