Review Sherlock Holmes The Valley Of Fear

Karena gue baik hati, tidak sombong, apal luar kepala anthem “You’ll Never Walk Alone”, tamat main Harvest Moon, mulai nabung siapa tahu bisa naik haji, ke Anfield dan Desa hobitton – Shire, gue akan kasih tahu intinya saja.

Epic adalah kata yang gue berikan untuk The Valley Of Fear, novel ke empat dan terakhir karya Sir Arthur Conan Doyle.

Keseluruhan dari cerita ini dipenuhi dengan kenyataan diluar dugaan. Luar biasa (walaupun gue kebanyakan suudzhon).

Novel ini dibagi 2 bagian. Bagian pertama Sherlock Holmes dan Watson yang baik menyelidiki pembunuhan yang diduga Mr. John Douglas di Manor House, Birlstone. Bagian kedua tentang latar belakang Mr. John Douglas sebagai Scowrer (kelompok 341, Vermissa), perkumpulan orang jahat dengan tameng orang bebas.

Mr. John Douglas ditemukan tewas di rumahnya Manor House, Birlstone dengan kondisi kepala yang hampir luluh lantak akibat senapan tabur yang jika siapapun melihatnya dibikin mual.

Namun sosok yang mengejutkan semua orang tiba-tiba muncul ke permukaan. Mr. John Douglas masih hidup!!!. Ia muncul dari goa (tempat persembunyian di rumahnya sendiri). Lalu siapakah yang terkapar mengenaskan itu dengan memakai semua barang yang bisa dikenali sebagai Douglas?

Bukan Sherlock Holmes kalau tidak mengungkapkan kejadian perkara sebenarnya. Dan tidak seperti sebelumnya, di kisah ini bukan Watson yang menderita tapi dua detektif kepolisian yang sudah susah payah melacak pembunuh si Douglas.

Lewat dokumen yang diserahkan kepada Watson (yang telah ditulis Douglas selama persembunyiannya), jalan cerita mulai diurai sedikit demi sedikit baik tentang cerita asli maupun Lembah Ketakutan.

Korban yang tewas itu ternyata musuh lamanya yang terlibat cinta segitiga dengan istri pertama Douglas.

Musuh yang tidak kenal lelah memburu dirinya adalah Ted Baldwin (sama-sama seorang Scowrer). Baldwin membalaskan dendamnya kepada Douglas berujung senjata makan tuan.

Sebelum bernama John Douglas, ia memakai nama Jack McMurdo dalam penyamarannya. Ia juga diketahui pemilik nama Birdy Edwards dari Penkirton yang sebenarnya.

Ia adalah seorang yang penuh keberanian, percaya diri yang mumpuni, pelakon penuh kepura-puraan dan penyamar yang hebat.

Ia dipilih (bekerja sama dengan polisi, Kapten Marvin) untuk menghancurkan agen setan dan harus memainkan permainan yang keras dan berbahaya di lembah ketakutan, lembah batu bara Vermissa.

Disanalah ia bertemu dengan gadis yang dicintainya yang ternyata telah dimiliki oleh Ted Baldwin.

Sebelum janur kuning melengkung, semua masih milik bersama. Wkwkwk bisa bisa (becanda).

Setelah bergabung bersama kelompok setan itu dan berhasil mengelabui juga menjebak semua anggota dan penasihat John McGinty barulah identitas dirinya yang asli ia buka lebar-lebar. Seolah-olah ia tidak takut akan bahaya yang akan mengincarnya nanti. Cari mati.

McGinty berakhir di tiang gantungan. Delapan anak buah utamanya mengikuti jejaknya. Lima puluhan orang menjalani hukuman penjara untuk waktu yang berbeda-beda. Namun Ted Baldwin telah lolos dari gantungan dan beberapa orang terkejam di dalam kelompok itu.

Mereka telah bersumpah untuk menghabisinya sebagai pembalasan untuk rekan-rekan mereka.

Hingga pada waktunya tiba, Ted Baldwin berhasil mengikuti jejak Douglas di Inggris.

Di akhir cerita Mr. Douglas diberitakan telah dibunuh dengan cerita yang dibuat “jatuh ke laut” dalam badai St. Helena  saat kapalnya tiba di Cape Town (ia dan istrinya pergi bersama-sama ke Afrika Selatan).

Douglas dibunuh dengan pengaturan yang sangat baik oleh pihak yang lebih pandai dan tidak terlacak sedikit pun.

Di kisah ini diperkenalkan siapa Profesor Moriarty, penjahat paling berbahaya di Inggris.

Penting buat gue mengetahui siapa sebenarnya Profesor Moriarty yang sudah disinggung di film Sherlock Holmes. Kan gue jadi tahu.

Sherlock Holmes berani bertaruh bahwa ini adalah perbuatan Moriarty. Orang-orang Amerika sudah mendapat nasihat yang bagus. Karena lokasinya di inggris, mereka mengajak bergabung, sebagaimana yang akan dilakukan para penjahat asing mana pun, konsultan kejahatan yang hebat ini.

Itulah sedikit inti yang bisa gue ringkas. Untuk lebih lengkapnya silahkan langsung membacanya. Selamat membaca😁. Dijamin:).

Iklan

Antara Kingsman Dan Permintaan Maaf Gue

Gue salah. Ya gue ngaku salah. Hanya karena poster sebuah film gue langsung menilai. Hebat kan gue?

Seharusnya slogan “jangan menilai buku dari covernya” selalu gue inget. Seharusnya “jangan menilai film sebelum nonton” selalu gue coba. Maklumin deh, gak ada yang ngingetin gue. Yeah is it too late now to say sorry?

Karena referensi dari adek gue, “Dia”, gue kasih jempol buat Kingsman: The Golden Circle yang telah gue tonton. Gak peduli yang pertama gue lewati karena poster itu.

Setelah gue nonton yang pertama, Kingsman: The Secret Service, malam ini for the very first time tanpa perlu nunggu fd kakak gue, gue bisa dibilang tolol karena melewatkan film yang keren ini. Thanks Global TV btw.

Yes gue jadi tau jalan cerita sebelumnya. Harry pria yang berjasa membantu Eggsy menjadi agen Kingsman sekaligus membalas budi karena telah diselamatkan ayahnya Eggsy, pertemanan Eggsy dan Roxy yang asik, Charlie si pecundang, penyelamatan putri Swedia yang dikurung di penjara dan lain sebagainya. Sayang di film kedua Arthur, Roxy, dan Merlin mesti mati, padahal kan gue baru kenal. Oke gak penting.

Gue gak bisa bohong hal yang menarik minat gue saat nonton Kingsman adalah Eggsy. Anak muda dengan stelan jas plus kacamata jadi daya tarik sendiri. 

Pesan moral:

– Don’t judge a book by its cover

– Don’t be shy to confess your fault

– Manners maketh man

See you.

Review Sherlock Holmes The Hound Of The Baskervilles

Sir Arthur Conan Doyle memang bisa dipercaya. Percaya saat membelinya, percaya uang yang dikeluarkan tidak percuma dan percaya tidak akan mengecewakan pembaca. Seperti novel ketiga Sherlock Holmes yang baru saja selesai gue baca “The Hound of the Baskervilles”.

Kisah ini melibatkan diri Sherlock Holmes dan teman baiknya Dr. Watson dalam kasus yang berbau supranatural. Kasus yang menguak misteri tentang legenda tahayul “anjing setan dari neraka” yang telah menguasai rawa-rawa di Devonshire malam hari sejak lama dan masih menghantui keluarga bangsawan tua Baskerville.

Dikisahkan Baker Street kedatangan tamu seorang dokter pedalaman, Dr. Mortimer yang akan membuka jalan cerita. Dr. Mortimer adalah teman baik dan dokter pribadi Sir Charles Baskerville yang merupakan pewaris sekaligus korban terbaru dari kengerian anjing setan di Baskerville Hall. Dr. Mortimer adalah orang yang dipercaya menyimpan naskah keluarga Baskerville mengenai legenda yang hidup dalam keluarga Baskerville (legenda tentang asal anjing keluarga Baskerville).

Apakah anjing setan itu benar-benar ada atau hanya buatan manusia yang menyulap si anjing seperti anjing setan? Gue juga ragu di awal.

Pengalaman menonton film Sherlock Holmes pertama yang mengajarkan gue kalau mistis itu buatan manusia. Unsur kimia yang bermain.

Tujuan Dr. Mortimer mendatangi Sherlock Holmes adalah meminta nasihat apa yang harus dilakukannya terhadap pewaris Baskerville terakhir (keponakan Sir Charles), Sir Henry Baskerville, yang akan tiba di Inggris dari Amerika.

Sir Charles adalah anak tertua. Adik kedua telah meninggal sewaktu masih muda adalah ayah Sir Henry ini. Dan adik ketiga atau termuda adalah Rodger Baskerville yang gosipnya juga sudah meninggal di Amerika tengah. 

Ada misteri yang akan diungkap tentang Rodger Baskerville. Apakah dia memang sudah meninggal sebelum menikah? Apakah Sir Henry memang pewaris terakhir?

Kejadian aneh telah dimulai saat Sir Henry mendapat surat peringatan yang terbentuk dari potongan-potongan kata saat Sir Henry bercerita di hadapan Holmes, Dr. Mortimer dan Watson di Baker Street keesokan harinya. Bunyinya “kalau Anda menilai tinggi kehidupan jauhkan Anda dari rawa-rawa”. Keanehan berikutnya Sir Henry kehilangan salah satu sepatu bot cokelat yang masih baru berujung ditemukan kembali namun sepatu bot hitamnya yang lama hilang. Keanehan lainnya Sir Henry dan Dr. Mortimer dikuntit oleh mata-mata yang berhasil diketahui Holmes dan Watson selepas mereka izin pamit dari Baker Street.

Keanehan-keanehan ini akan terkuak di diakhir.

Singkat cerita, pada hari yang telah ditentukan Sir Henry, Dr. Mortimer dan Watson, yang diutus oleh Holmes untuk ikut, akhirnya pergi ke Devonshire tempat Baskerville Hall berada sesuai janji.

Ada apa dibalik Holmes tidak ikut bersama mereka ke Devonshire? Benarkah alasannya untuk membantu tokoh terkemuka di Inggris yang sedang menghadapi pemerasan?

Sebagai seorang teman yang baik, berguna dan tidak akan mengecewakan, Watson selalu melapor kepada Holmes setelah tiba di Baskerville Hall, mengenai fakta-fakta apapun itu baik seputar Sir Henry Baskerville, Baskerville Hall, Dr. Mortimer, pelayan di Baskerville Hall Mr. Barrymore dan Mrs. Barrymore, tetangga disekitar yaitu Stapleton sang pecinta alam dari Merripit House, Miss Stapleton, Beryl Garcia adiknya Stapleton, Mr. Frankland dari Lafter Hall, Mrs. Laura Lyons anaknya, dan narapidana yang kabur alias Selden si penjahat.

Kemampuan Watson dalam menyelidiki di kisah ini sudah lebih baik dari sebelumnya.

Saat pertama kali Watson bertemu Miss Stapleton, ia sudah diberi peringatan olehnya untuk segera kembali ke London. Namun ia keliru menyangka Watson adalah Sir Henry lalu dengan segala macam cara menyangkal dan mencari akal bahwa apa yang dikatakannya tadi tidak bermaksud apa-apa.

Siapakah Miss Stapleton sebenarnya? Mengapa ia memberi peringatan itu?

Sejak Sir Henry pertama kali mampir bersama Watson ke Merripit House, rumah Stapleton, disanalah Sir Henry mengenal Miss Stapleton. Sejak saat pertama melihatnya, Sir Henry tampak sudah jatuh cinta kepadanya, cinta yang dalam dan tulus. Sir Henry yang polos tidak tahu bahwa wanita yang dicintainya telah menipunya nanti. Sakit.

Selden si penjahat yang lari dari kenyataan hidup di penjara belakangan baru tahu adalah adik Mrs. Barrymore. Itu diketahui setelah Watson dan Sir Henry memata-matai Mr. Barrymore yang setiap dalu selalu melihat ke rawa-rawa dari dalam jendela dengan sebatang lilin sebagai penandanya. Selden selama ini berlindung di gubuk dekat rawa-rawa, diberi makan pun pakaian dari pemberian Sir Henry untuk Mr. Barrymore dulu.

Pada saat Watson dan Sir Henry tengah menuju rawa-rawa untuk menangkap si narapidana yang kemudian menghilang, pada saat itulah terjadi peristiwa yang aneh tidak terduga. Watson melihat sesosok laki-laki di karang tapi Sir Henry meragukannya dengan keyakinan pasti salah satu sipir yang berjaga mencari si narapidana.

Siapakah laki-laki di bukit karang itu? Apakah ia penguntit dari London kemarin? 

Karena Watson tidak mau setengah-setengah dalam kepenasarannya, ia pun nekat ke rawa-rawa lagi, menggeledah gubuk disana dengan revolver yang siap meletus. Sebelum revolver itu melesatkan pelurunya, suara yang khas telah membuat Watson sadar bahwa laki-laki di bukit karang itu adalah Holmes!!!.

Pertanyaan ada apa dibalik Holmes tidak ikut bersama mereka ke Devonshire terjawab sudah. Bila Holmes bersama-sama Sir Henry dan Watson, ia yakin kehadirannya akan memperingatkan lawan agar waspada. Dengan cara inilah Holmes berkeliaran lebih bebas dan siap menerjunkan diri sepenuhnya pada saat-saat kritis.

Gue suka geli sendiri melihat Watson menderita karena Holmes. Mereka suka beradu argumen seperti sepasang suami istri😂😂😂.

Diskusi Holmes dan Watson harus terpotong oleh suara erangan yang menakutkan dan jeritan yang entah siapapun mendengarnya pasti merinding. 

Holmes dan Watson mendapati korbannya sudah tewas, dan dia adalah Sir Henry!!!, dengan baju kotak-kotak khas miliknya saat dikenakan ke Baker Street kemarin. Tapi tunggu dulu, janggut, itu janggut tetanggaku seru Holmes (karena mereka tinggal di gubuk yang bersebelahan). Perasaan bersalah keduanya membiarkan klien dalam bahaya bahkan mati sirna sudah.

Nasib Selden yang dilindungi kakaknya ternyata harus mengalami kengerian seperti yang dialami Sir Charles Baskerville. Ia ketakutan luar biasa setelah mendengar lolongan anjing setan. Ia tewas dengan kondisi jatuh dan kepala terlipat ke sudut yang mengerikan. Sebut saja patah leher.

Holmes telah menarik kesimpulan bahwa pelakunya jelas ingin membunuh Sir Henry namun ia salah sasaran.

Siapa dalang ini semua?

Siapakah lawan selicin dan selicik ini?

Adakah kaitannya dengan Stapleton si pecinta alam? 

Siapa Stapleton yang sebenarnya?

Kebohongan apa yang disembunyikan selama ini dengan tameng ketenangan yang luar biasa tidak terkait apa-apa?

Teka teki apa dibalik peringatan Miss Stapleton?

Siapa pula Mrs. Laura Lyons anak dari Mr. Frankland dari Lafter Hall?

Apakah dia saksi kunci pembunuhan Sir Charles? 

Semua akan terjawab kalau kamu bisa langsung membacanya sendiri. Selamat membaca😁😄

Curcol

​Liat-liat aja dulu, siapa tahu jodoh.

Setelah mengubek-ngubek tumpukan buku di toko buku itu yang sengaja berserakan dan berantakan (gue rasanya pengen bantu ngerapiin) entah kakak itu malas atau tidak peduli, gue pun menemukan buku yang dicari dan langsung bertanya. Harganya 40 ribuan, 45 ribuan dan 50 ribuan. Gue ngomong sendiri dalem hati “harganya banting cui”. Namun ada keanehan-keanehan yang akan muncul belakangan belum gue sadari. 

Jual beli harga kami lakukan tapi kakak itu tetep ngotot gak mau kalah. Sama cewek kok gak mau kalah kak, aduh. Okelah gue kalah dan kakak itu menang. Akhirnya gue ambil buku yang tidak bisa ditawar itu, dua lagi, hitung-hitung hemat 30 ribu dari yang gue liat di gramedia kemaren (gue cekikikan dalem hati). 

Pas nyampe rumah gue penasaran pengen buka plastiknya. Dan benar saja keanehan itu nyata. Pertama, bukunya pake kertas burem (lo tau kan kertas burem yang suka dibagi dosen ke mahasiswanya kalau lagi tes yang butuh coret-coretan), perasaan waktu ke gramedia kertas bukunya bagus. Kedua, pembatas bukunya tidak ada. Dimana-mana buku karangan si doi pasti dapet pembatas buku.

Ternyata bukan kaset doang yang bajakan, buku juga ada wkwkwkwk wajar murah ternyata buku bajakan. Kamfret gue kena tipu, kamfret kakak itu bohongin gue 😂😂😂 #curcol.

Pesan moral:

Harga menentukan kualitas

Review Sherlock Holmes A Study In Scarlet

Beruntungnya gue telah dipertemukan dengan buku atau novel karya Sir Arthur Conan Doyle yang berjudul “Sherlock Holmes A Study In Scarlet” ini (indonesian edition).

Gue yang sebelumnya lebih dulu membaca serial “The Sign Of The Four” baru tahu kalau A Study In Scarlet adalah novel pertama Sherlock Holmes yang diterbitkan pertama kali tahun 1887.

Gue yang beruntung membaca novel ini ingin berbagi sedikit kentungan itu.
1. Pembaca diberi tahu bahwa novel fiksi detektif inilah yang memperkenalkan pertama kali sosok atau karakter detektif konsultan rekaan Sir Arthur Conan Doyle, Sherlock Holmes, dan sahabatnya seorang dokter angkatan darat inggris sekaligus penulis yang selalu setia memuat catatan hariannya bersama Holmes, Dr. John H. Watson.

2. Disinilah diceritakan awal pertemuan Dr. Watson dan Sherlock Holmes.

3. Dr. Watson pulang ke inggris dari Afghanistan karena kondisinya yang begitu lemah akibat perang disana sini, tak sengaja bertemu dengan Stamford, mantri yang bertugas memerban luka dibawah pegawasannya di rumah sakit Barts.

4. Stamfordlah yang kemudian mempertemukan dan memperkenalkan Sherlock Holmes kepada Dr. Watson.

5. Sherlock Holmes adalah rekan kerja Stamford di laboratorium kimia di rumah sakit. Tidak heran kenapa Holmes punya banyak pengetahuan di bidang kimia karena kadang seluruh waktunya dihabiskan bereksperiman di laboratorium seperti memukuli mayat untuk melihat apakah memar masih akan timbul setelah kematian.

6. Dr. Watson dan Holmes tinggal bersama karena sama-sama sedang mencari orang untuk berbagi apartemen yang nyaman, tapi biaya sewanya terlalu tinggi untuk ditanggung sendiri. Apartemen tersebut terletak di Baker Street.

7. Di Baket Street inilah juga Dr. Watson mulai tahu profesi Holmes dan rasa keingintahuannya terhadap teman seatap yang aneh, sombong namun penuh kejutan, kekaguman dan menakjubkan semakin kuat.

8. Pengenalan dua karakter sudah dimulai disini yang membuat gue suka senyum sendiri.

9. Pun di kisah ini pula pembaca diberi tahu keahlian Holmes yang begitu spesial dalam ilmu deduksi. Ilmu yang membuatnya bisa membaca pikiran seseorang dan tahu seseorang itu berasal dari mana, profesinya apa, hanya kurang dari sedetik seperti yang ia tebak kepada Dr. Watson.

10. Kisah di novel ini menyelidiki kasus pembunuhan yang kemudian disebut “penelusuran benang merah”. 

11. Novel ini pula yang pertama memanfaatkan kaca pembesar sebagai alat bantu penyelidikan.

12. Alkisah diceritakan dua detektif Scotland Yard yang terkenal, Mr. Lestrade dan Mr. Gregson, meminta bantuan kepada Holmes untuk memecahkan misteri kematian dari Tuan Drebber dan Stangerson sang sekretaris.

Gregson yang sok hebat dan puas telah mengaku menemukan tersangka serta Lestrade yang berhasil menguntit Stangerson karena menaruh kecurigaan terhadapnya ternyata salah besar. Holmeslah yang berhasil mengungkap pembunuh sebenarnya yang bernama Jefferson Hope, seorang kusir kereta kuda. Kedua detektif tersebut sampai mati kutu hilang akal keheran-heranan.

Namun Jefferson Hope yang disangka adalah penjahat menyimpan pengakuan yang akan mengejutkan mereka semua.

13. Disini kita tahu karakter Holmes yang tidak gila hormat, cari muka dan pujian.

14. Dengan tidak mengurangi keseruan, silahkan langsung membacanya. Selamat membaca:):):)

Review Rindu – Tere Liye

Keluaran 2014, 544 halaman, rindu judulnya dan buku islam terbaik 2015 (best seller).

Ini adalah novel kedua Tere Liye yang gue baca (seminggu lebih).

Karena di sampul sudah dikasih tau kalo novel ini buku islam gue optimis pasti jauh dari kesan cinta-cintaan, tapi gue salah. 

Ini adalah kisah mereka yang naik haji dengan kapal di tahun 1938. Situasi dan kondisi di Indonesia pada saat itu masih dalam kekuasaan Belanda alias belum merdeka. Gak heran, banyak disinggung tentang Belanda termasuk kapal Blitar Holland yang mengangkut jamaah haji dan orang-orang Belanda yang baik hati seperti Kapten Philips, Ruben dan Chef Lars juga Sergeant Lucas yang bengis . 

Mereka yang naik kapal untuk beribadah haji, masing-masing membawa kisah dan pertanyaan. Namun ada lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan ini. Lima pertanyaan dari lima orang yang berperan penting didalam cerita. Orang pertama Bonda Upe, orang kedua Daeng Andipati, orang ketiga Mbah Kakung, orang keempat Ambo Uleng dan orang terakhir yang biasa menjadi tempat orang bertanya namun tidak bisa menjawab pertanyaannya sendiri adalah Gurutta Ahmad Karaeng.

Gue yang yakin tadi pasti jauh dari kesan cinta-cintaan, gue keliru. Novel ini mengajarkan kita untuk menghadapi masa lalu yang memilukan. Memberi tahu kita tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Menyikapi tentang kehilangan kekasih hati. Menafsirkan tentang cinta sejati. Dan arti tentang kemunafikan.

Tambahan:

Mungkin agak sedikit bosan dengan latar yang banyak dihabiskan di kapal dari mulai sarapan, sekolah, solat di masjid, makan siang, pengajian, makan malam dan kembali ke kabin masing-masing untuk istirahat. Terus diulang-ulang karena memang perjalanan ke Jeddah harus ditempuh 9 bulan lamanya naik kapal.

Namun bila dibandingkan dengan zaman sekarang pergi haji sudah naik pesawat yang tidak membutuhkan banyak hari, di novel ini pembaca diajak berkeliling untuk transit dari pelabuhan yang satu ke pelabuhan lainnya. Detail. Yakni Makassar, Surabaya, Semarang, Jakarta, Lampung, Bengkulu, Padang, Banda Aceh, Kolombo, hingga akhirnya Jeddah Arab Saudi. Imajinasi gue jadi main sendiri. 

Kamu yang suka dengan Tere Liye jangan sampai melewatkan novel yang satu ini. Semoga review yang sedikit ini bisa sedikit membantu :).

Berikut kutipan di novel:
Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?
Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?
Apalah arti cinta, ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya hanya sebenang saja

Review Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – Tere Liye

Novel inilah yang melatar belakangi gue mulai suka dengan karya-karyanya Tere Liye (belakangan baru tahu Tere Liye adalah “untuk dirimu” dalam bahasa india lewat drama India SwaraGini). Tidak sabar untuk membahasnya.

Dia bagai malaikat bagi keluarga kami.

Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa.

Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami.

Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun.

Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini. 

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. 

Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. 

Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua. 

Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya – pengantar Novel

Awal cerita tidak bisa langsung menemukan hal menarik bahkan bisa saja langsung disudahi, tapi sabarlah atau akan menyesal jika tidak selesai membacanya (pengalaman gue hanya 7 jam an untuk melahap habis novel ini).

Dibuka di suatu toko buku di dalam Mall, Tania pemeran utama cewek sedang memandang jalanan yang gerimis di lantai 2 toko buku. Di tempat itulah ia mengenang semua kejadian yang telah lalu, sedih lucu bahagia campur aduk. Pun tiap bab selalu diulang tentang tempat bersejarah ini. 

Ini tentang dua anak kecil bersaudara yang harus mengamen di bus. Mereka anak yatim ketika si adik, Dede (ingatan gue langsung tertuju Dede yeyelalalala hanya karena namanya), berumur 3 tahun dan kakaknya Tania yang berumur 8 tahun. Hidup mereka nelangsa sejak ditinggal mati sang ayah. Ibunya kerja serabutan setiap harinya dan anak-anaknya terpaksa harus berhenti dan tidak bisa sekolah karena alasan biaya, pun untuk bisa makan saja sudah alhamdulillah. Mereka tinggal dirumah kardus yang setiap waktu bisa saja roboh kalau hujan lebat atau ketika Dede tidak bisa menahan tawanya yang meledak-ledak jika ada kejadian lucu.

Sampai pada satu momen kaki Tania tertusuk paku payung saat ia dan Dede sedang mengamen di bus. Tania dan Dede memang selalu bertelanjang kaki ketika mengamen. Tania yang jadi pesakitan menarik perhatian seorang lelaki muda tinggi tampan, untuk membantu Tania membalut luka kakinya yang sudah berdarah-darah dengan sapu tangan putih yang dimiliki pemuda itu. Tania sangat terharu dan berterima kasih.

Keesokan harinya, takdir mempertemukan mereka kembali, pemuda itu memberikan hadiah sepatu sneakers untuk keduanya. Sepatu baru yang bersih, dan kaos kaki putih sangat kontras dengan penampilan dua kakak beradik yang lusuh kumel tak terurus hitam dan penuh daki (improvisasi).

Sejak saat itu anak muda yang belakangan dipanggil om Danar selalu menolong apa saja demi Tania, Dede, dan Ibu mereka termasuk bisa makan bangku sekolah lagi. Om Danar yang sudah sebatang kara sejak kecil bagai telah menemukan keluarga baru. Pun bagi Tania, Dede dan ibu mereka bagai telah menemukan malaikat penolong sejati.

Hal menarik baru muncul ketika Tania merasakan perasaan cemburu saat om Danar mengajak teman dekatnya mba Ratna atau tante Ratna ke dufan ataupun kegiatan lainnya. Ia merasa posisinya terancam. Perasaan cemburu menjadi suka yang seharusnya belum dimiliki seorang anak seusia itu lambat laun akan berubah menjadi cinta (gue jadi teringat film Om, I love You) dan semakin mekar saat ia tumbuh menjadi remaja yang cantik nanti.

Hari yang tidak pernah diduga dan diharapkan datang, sang ibu meninggal karena kanker paru-paru yang sudah stadium 4. Penyakit yang menggerogoti sang Ibu selama ini telah tertutupi oleh perasaan bahagia melihat Tania dan Dede bisa sekolah lagi dan kebahagiaan lainnya setelah om Danar datang. Tania, Dede, om Danar dan mba Ratna telah tertipu. Tania dan Dede harus menerima kenyataan menjadi yatim piatu dan om Danar lah yang akhirnya bisa membujuk mereka untuk pulang. Mereka harus bisa belajar ikhlas karena daun yang jatuh tak pernah membenci angin. 

Sepeninggal sang ibu, Tania dan Dede tinggal bersama om Danar. Om Danar selain menjadi malaikat mereka, juga sebagai sosok pengganti ibu keduanya.

Satu persatu kepintaran Tania yang sudah ditebak ibu dan om Danar dulu mulai terlihat ketika ia berhasil menerima beasiswa untuk melanjutkan SMP di Singapura. Perasaan tidak ingin berpisah dengan Dede dan om Danar akhirnya diyakinkan lagi oleh om Danar hingga Tania berhasil melanjutkan SMA, kuliah bahkan kerja disana.

Cinta yang telah tumbuh dan dipupuk sudah sejak lama sampai sekarang kepada om Danar, yang kemudian dipanggil kak Danar oleh Tania, tidak mampu Tania sampaikan dengan kata-kata (walau hanya terekspresikan lewat sikap) karena Tania merasa tidak pantas dan tidak sampai hati harus merusak hubungan kakak adik yang selama ini terjalin. Hingga pada satu momen terkutuk kak Danar akan menikahi teman dekatnya mba Ratna atau tante Ratna. Hati Tania hancur berkeping-keping seperti sop buah untuk buka puasa yang jatuh dijalan dan dilindas motor tak berperasaan (pengalaman pribadi).

Tania akhirnya memutuskan tidak menghadiri pesta pernikahan kak Danar dan mba Ratna karena tidak mungkin bagi dirinya untuk bisa tersenyum bahagia dengan lepas melihat secara langsung pernikahan malaikat yang dicintainya.

Dede yang sudah mengetahui perasaan kakaknya dari dulu akhirnya memberi tahu rahasia bahwa liontin yang diterima kakaknya saat ulang tahun adalah liontin dengan potongan daun linden yang sama dimiliki oleh kak Danar yang kalau disatukan berbentuk hati. Teka teki lainnya bahwa kak Danar juga memiliki perasaan yang sama terhadap Tania adalah proyek tulisan yang belum selesai dan tak akan pernah selesai setelah kejadian kak Danar menikah dengan mba Ratna. Judul proyek tulisan itu adalah “cinta dari pohon linden”. Pohon linden adalah pohon yang tumbuh didekat rumah kardus Tania, Dede dan ibu mereka tinggali dulu. Belakangan diketahui tanah bekas rumah kardus Tania, Dede dan Ibu mereka dulu yang pohonnya masih ada ternyata dibeli oleh kak Danar.

Terkuak sudah misteri kenapa mba Ratna meninggalkan kak Danar ke rumah orang tuanya karena Danar ternyata sama sekali tidak mencintai Ratna (lalu untuk apa dipaksakan menikah bila tidak bersama seseorang yang dicintai, Danar? Gue bertanya). Tania yang berusaha membantu kak Ratna mencari keberadaan kak Danar akhirnya ditemukan dibawah pohon linden. Disanalah semua pertanyaan yang selama ini terpenjara di dalam hati Tania telah bebas terbang dari mulutnya, namun kak Danar selalu mengelak dan memberi jawaban seolah-olah lugu seperti anak kecil (apakah kak Danar juga merasa tak pantas mencintai Tania yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri?).

Karena Tania tidak pernah mendapatkan jawaban yang pasti dan jujur langsung dari kak Danar, ia pun memutuskan untuk tidak pernah kembali ke Indonesia dan melanjutkan hidupnya di Singapura.

Pesan moral yang berhasil gue tangkap dari kehendak penulis adalah:

1. Cinta itu fitrah

2. Cinta itu tidak mengenal usia

3. Cinta itu buta bila tidak melihat dengan mata

4. Cinta yang penuh khayalan kadang kalah dengan realita atau kenyataan

5. Cinta itu pahit bila hanya bersemi di dalam hati

6. Cinta itu perih bila tidak diutarakan

7. Cinta itu omong kosong bila tidak memiliki

8. Cinta itu pengorbanan

9. Cinta itu ikhlas

10. Karena cinta tidak selalu berakhir bahagia

Ibu Number One For Me

Sebening tetesan embun pagi

Secerah sinarnya mentari

Bilaku tatap wajahmu ibu

Ada kehangatan didalam hatiku
Air wudhu’ selalu membasahimu

Ayat suci selalu dikumandangkan

Suara lembut penuh keluh dan kesah

Berdoa untuk putra putrinya
Oh ibuku

Engkaulah wanita

Yang ku cinta selama hidupku

Maafkan anakmu bila ada salah

Pengorbananmu tanpa balas jasa
Ya Allah ampuni dosanya

Sayangilah seperti menyayangiku

Berilah ia kebahagiaan

Di dunia juga di akhirat
Oleh: New Sakha – Ibu

Mengapa setiap pembahasan tentang ibu, lagu tentang ibu selalu berhasil membuat mata ku berkaca-kaca?

Ibu adalah surgaku dan ridhonya adalah ridho Allah SWT.

Ibu adalah anugerah terindah yang diberikan Allah SWT kepada ku. Tidak bisa kubayangkan bila ibu hanya dikaruniai tiga anak lelaki yang tidak bisa membantu pekerjaan rumah. Allah SWT mengirimku kepadanya pasti untuk satu tujuan, menemaninya, membantunya juga ikut membahagiakannya.

Ibu adalah seorang yang tangguh, pemberani, keras, lantang, mandiri, hebat, tauladan, penyayang dan sosok rela berkorban yang sebenarnya.

Ibu selalu ada dimanapun aku membutuhkannya walaupun kadang bila beliau tidak ada dicari, ada tapi dimarahi. Ibu selalu ada dikala aku sakit, susah, senang. Semua kita lewati bersama-sama walaupun kadang lebih memilih bersenang-senang dengan teman daripada ibu.

Ibu berani melawan siapa saja yang mengganggu anaknya. Ibu menangis melihat musibah yang ditimpa anak-anaknya. Ibu tidak pernah tidur dari anaknya yang masih bayi bahkan sudah besar ia masih tetap setia terjaga menunggu anaknya pulang. Ibu berdoa sepanjang waktu untuk anak-anaknya. Ibu orang yang paling sibuk menyiapkan sarapan setiap pagi untuk anak-anaknya. Ibu rela lapar demi anak-anaknya kenyang. Ibu lebih memilih susah daripada merepotkan anak-anaknya. Ibu pekerja keras. Ibu kelelahan, sakit setelah kepayahan mengurusi pekerjaan rumah dan Ibu selalu bisa melakukan apa saja termasuk pekerjaan lelaki tanpa perlu menunggu anak lelaki dan suami.

Semua kebaikan, kemurahan dan pengorbanannya ku balas dengan kedurhakaanku yang luput dari kesadaranku entah itu perilaku, lisan yang secara tidak langsung ataupun langsung menyakitinya. Maafkan anakmu yang penuh dosa ini ibu.

Ketakutan terbesarku adalah bila hari itu tiba. Tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hidupku tanpa ibu karena aku tidak bisa hidup tanpa ibu. Biarkan aku yang pergi pertama karena dengan membayangkannya saja aku tidak sanggup.

Ijinkan aku membahagiakanmu terlebih dahulu ibu.

Doaku yang selalu menyebut namamu, semoga kau selalu dalam lindungan Allah SWT, sehat selalu, panjang umur, selalu diliputi kebahagian, keberkahan dan rahmat dariNya. Kelak semoga kita dikumpulkan kembali setelah hari pembalasan, surgaNya Allah SWT aamiin ya rabbal alamin.

Dari anakmu untuk ibu yang segalanya bagiku yang number one for me. Without you we will walk alone, be with you we’ll never walk alone. I love you ibu aka kiki sayang mamak😘😘😘

Jodoh

​Andai bertemu jodoh seperti memasang target lulus kuliah yang pasti akan tercapai kalau komit.

Andai bertemu jodoh seperti ujian komprehensif yang pasti akan lulus kalau fokus belajar.

Andai bertemu jodoh seperti tes toefl yang berstandar minimal 500 pasti kursus bahasa inggris akan ramai.

Andai bertemu jodoh seperti seleksi penerimaan pegawai negeri sipil pasti semua orang akan mati-matian belajar.

Andai bertemu jodoh seperti memecahkan teka teki silang, hitungan matematika, kuis dan sebagainya.

Andai bertemu jodoh bisa seperti itu. Andai bertemu jodoh bisa diperkirakan seperti itu. Andai.

Kenapa andai? Karena NILAI jodoh itu tidak pasti, tidak terhingga, berharga, no hipotesis, penuh misteri, sulit dipecahkan karena hanya Tuhan yang tahu (sama seperti rizki dan maut). Namun jangan lupa ada kata kalau yang mengindikasikan ada usaha untuk mendapatkannya. Banyak jalan menuju roma alias banyak cara agar segera bertemu jodoh (intip tips di google ya), tapi yang perlu diingat “kalau sudah jodoh pasti bisa bertemu”, kalau sudah jodoh Allah SWT akan mempertemukan dua insan lewat cara indahNya sendiri.

Kelak semoga disegerakan bertemu dengan jodohnya ya teman-teman :).

Tips agar tidak mengeluh menjelang hari raya Idul Fitri aka penghujung Ramadan

​1. Jangan mengeluh di penghujung Ramadan atau menjelang lebaran bos masih menyuruh masuk kerja karena masih enak capek kerja daripada capek cari kerja. Fakta.

2. Jangan mengeluh libur lebaran hanya tanggal merah atau tidak dapat cuti bersama karena masih banyak pegawai yang melayani publik diluar sana tetap bekerja bahkan pada saat lebaran sekali pun. Curcol.

3. Jangan mengeluh tidak dapat thr yang gede dan membanding-membandingkan dengan thr orang yang kerjanya lebih ok karena masih banyak diluar sana yang masih mengharapkan pemberian dari orang. Bersyukur.

4. Jangan mengeluh lebaran tahun ini masih melajang karena waktu tidak akan mengkhianati sang pemilik takdir. Husnu dzhon cui.

5. Jangan mengeluh pada pertanyaan-pertanyaan yang akan selalu diulang tiap lebaran “kerja dimana, mana calonnya, kapan nikah dan bla bla bla” karena pada dasarnya pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak akan berhenti bahkan setelah menikah “sudah isi, anaknya sekolah dimana, kapan bemantu dan bla bla bla lagi”. Yang sabar jawabnya dan senyumin aja ☺☺☺

6. Jangan sedih menjelang Ramadan yang sehari lagi akan berakhir, semoga aku, kamu, kita dipertemukan lagi dengan bulan Ramadan tahun depan. Aamiin Ya Allah :'(:'(:'(

Selanjutnya kamu lanjutin sendiri ya, itung-itung untuk menasehati diri sendiri :):):)

Selamat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, selamat berlebaran semuanya, selamat yang lagi mudik (hati-hati dijalan), semoga amal ibadah ku dan ibadah mu diterima oleh Allah SWT aamiin ya rabbal alamin. Maaf lahir batin ya dari kiki dan keluarga 😇😇😇