Bad Genius

Even if you don’t cheat, life cheats you anyways

Kamu tidak bercanda kan? Apa ini jadi pembenaran kamu buat curang?

Karena satu kejadian bodoh bisa membuatnya menjadi orang brengsek dan menjijikkan.

Ini adalah awal cerita seorang joki SMA di Thailand. Siapa yang bisa mengira ternyata orang pintar adalah orang bodoh yang diberi label pintar. Ia gunakan kepintarannya tidak pada tempatnya, ia gunakan kepintarannya tidak pada semestinya. Oke kamu pintar, tapi maaf kamu tidak benar.

Ia bodoh karena melakukan hal bodoh. Ia bodoh karena memberi jawaban kepada temannya yang tidak bisa mengerjakan ulangan. Ia bodoh karena tidak sadar satu kejadian bodohnya itu bisa membuat efek domino yang semakin membuat ia menjadi bodoh.

Hanya karena uang ia dikadali teman-temannya menjadi bodoh, hanya karena uang ia dimanfaatkan untuk menjadi tolol, hanya karena uang ia membujuk teman pintar lainnya untuk menjadi bodoh sepertinya, hanya karena uang ia bersusah payah dengan resikonya, dan hanya karena uang ia rela mengecewakan ayahnya.

Ini semua adalah istilah yang gue ingat dari teman gue Hasyim “pintar tapi lolo (kata lain dari bodoh)”.

Overall gue kesel nonton film ini, jadi jangan salahkan gue yang terus mengumpati si Lynn dan Bank, pintar tapi lolo.

Satu scene yang sudah gue tebak, si Lynn akhirnya dapat hidayah dan sadar selama ini ia salah. Namun Bank tetap menjadi bodoh karena baru sadar rasanya pegang uang banyak. Maklum OKB. Wkwkwk.

Pesan moral:

  • Mengajarkan lebih baik daripada memberi contekkan. 
  • Uang bisa membutakan mata seseorang.
  • Uang benar-benar bisa merubah seseorang
  • Nilai rendah lebih terhormat daripada nilai tinggi yang bukan berasal dari kemampuan diri sendiri. Ini bukan munafik, kamu bisa rasain sendiri.
  • Dimana ada kemauan pasti ada jalan.
  • Nanti juga lo paham
Iklan

Review The Teacher’s Diary

Bahwa merindukan seseorang yang jauh disana dapat membuatmu bahagia dengan cara yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya – Pak Song, The Teacher’s Diary

The Teacher’s Diary melebihi ekspektasi gue. Film Thailand produksi tahun 2014 yang barusan gue tonton buktinya.

Ini tentang dua orang guru, Bu Ann dan Pak Song, yang harus mengajar di sekolah rumah kapal (sekolah apung) jauh dari Bendungan Mae Ping, kota antah berantah di negeri Thailand.

Sosok Pak Song sudah digambarkan di awal. Lucu, jenaka, polos, ah kamu pasti langsung jatuh cinta.

Sedangkan Bu Ann adalah guru yang berprinsip, berani, penyayang, dan tegar.

Ini bukan tentang dua orang guru yang mengajar bersamaan kemudian jatuh cinta karena frekuensi bertemu, bukan. Justru cinta muncul karena mereka belum pernah bertemu sama sekali.

Apakah mungkin menyukai dan mencintai seseorang yang belum pernah kita temui? Bisa saja.
 
Memang di awal kita dibuat bingung siapa yang mengajar duluan di sekolah rumah kapal itu tapi belakangan kamu juga bakal tahu kalau Bu Ann lah yang pertama mengajar dan Pak Song adalah pengisi dan pengganti Bu Ann yang pindah ke sekolah lain karena sesuatu dan lain hal.

Siapa sangka Bu Ann yang suka menulis diary sejak pertama kali dia diasingkan mengajar di sekolah kapal adalah jembatan mempertemukan dia dengan Pak Song. Ah cinta memang misteri yang indah.

Pak Song yang kacau, tidak tahu menahu, tidak sabar dalam mengajar murid dan tidak pernah kepikiran untuk menjadi guru karena dari awal sudah penuh kesusahan, untungnya menemukan buku harian Bu Ann yang tertinggal di sekolah itu. Diary itu telah menjadi panduannya yang sangat menolong, menolongnya untuk mengerti bahwa hidup disini harus bisa berenang, harus bisa menjadi lebih dari guru, dan harus menjadi seperti orang tua mereka.

Pak Song menulis curahan hatinya di buku diary Bu Ann dan siapa yang bisa menebak kalau Bu Ann akan membacanya pun membalas tulisan Pak Song di buku diary yang sama.

Hal yang tak terduga terjadi. Pak Song yang sukses move on dari pacarnya yang selingkuh harus mendengar kabar kalau Bu Ann akan menikah. Hatinya hancur seperti badai yang berhasil membanting dan menghajar sekolah kapal.

Dan seperti sudah diatur Tuhan, Bu Ann yang tiga bulan lagi akan menikah mendapati hatinya dikecewakan oleh Nui pacarnya akibat menghamili wanita lain.

Celaka, gue hampir dibikin kecewa karena Bu Ann CLBK dengan pacar brengseknya si Nui dan yeeeeaaa tidak jadi wkwkwk.

Lewat diary lah Bu Ann sadar kalau Nui tidak pernah bisa mengerti jadi untuk apa bersama kembali. Gue cekikikan dalam hati kenapa juga si Nui bawa diary Bu Ann yang sengaja ditinggalkannya untuk Pak Song saat telah mendapatkan hatinya lagi. Geblek wkwkwk.

Hingga pada akhirnya Bu Ann dan Pak Song bertemu di sekolah yang mereka sebut S.O.G. (sekolah orang galau).

Inikah yang dimaksud “Tuhan mempertemukan kita dengan orang yang salah agar dapat bertemu dengan orang yang tepat dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik dan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik”?. Insha’ Allah.

Maafkan gue yang hanya menarik intinya dalam mereview. Dengan tidak menghilangkan rasa penasaran dari keseluruhan isi film, kamu bisa langsung cari, donlot dan menontonya. Dijamin, recommended, bagus, must see.

Pesan moral:

Tidak melulu soal cinta tapi cara mereka mengajar dengan tulus dan rela berkorban demi melihat murid-muridnya lulus bisa jadi inspirasi siapa pun yang menontonnya terlepas kamu guru atau bukan dan film ini pas untuk memperingati hari guru kemarin.

Selamat menonton 🙂

Review The Circle

Kenapa gue menonton film ini? Tentu saja karena Emma Watson. Gue selalu suka dengan doi sejak pandangan pertama di Harry Potter. Tidak peduli komentar netizen yang mengatakan film ini jelek dan membosankan. Oke gue akui kalau gue gregetan nungguin aksinya yang ternyata datar saja, tapi who cares.

​The Circle, film yang barusan gue tonton, adalah contoh aplikasi sosial media yang sudah berlebihan. Mengerikan ketika membayangkan jika aplikasi seperti itu ada di dunia saat ini. Tapi bukankah kita sedang menuju ke era itu? Who knows.

Mae Holland (Emma Watson) adalah karyawan baru di The Circle. Bersama temannya Annie, Mae merasa tidak perlu mencari tempat kerja lain lagi.

The Circle adalah perusahaan yang bergerak dibidang teknologi canggih berbau sosial media. Sejenis aplikasi Path, Instagram dengan instastory nya, dan vlog gue rasa. Maaf sotoy.

Mae yang pemula tiba-tiba menjadi topik utama dan orang pertama yang harus mengaplikasikan program SeeChange setelah insiden bodoh yang ia lakukan. Ia harus tetap online dari membuka mata sampai menutup mata kembali kecuali di kamar mandi melalui kamera kecil sebulat bola mata yang dipasang di pakaiannya, meskipun gue kira ia tidak nyaman. 

Aplikasi The Circle memang mempunyai kelebihan tapi bukan berarti tidak ada kekurangan. Salah satu kelebihannya bisa membantu pemerintah dan polisi dalam menangkap buronan hanya kurang 20 menit melalui program “semua orang bisa ditemukan”. Kekurangannya tidak ada privasi dalam menikmati setiap momen yang terjadi untuk diri sendiri ataupun bersama orang yang dicintai, karena program ini, melalui bos besarnya Eamon Bailey (Tom Hanks) yang karismatik seperti Steve Jobs, mensugesti mereka bahwa “knowing is good, knowing everything is better”, rahasia adalah kebohongan, semua harus dibuka, terbuka dan terbuka adalah kepedulian. 

Bukan hanya Mae yang harus terbuka kepada semua pengguna The Circle tapi orang tuanya juga bahkan Mercer, teman lelaki Mae, menjadi korban The Circle. Ia tewas kecelakaan masuk tebing jurang karena dikejar dan diburu oleh pemakai The Circle. Kejadian pengejaran itu disiarkan langsung dari semua kamera pengguna The Circle yang terhubung ke perusahaan tempat Mae memandu acara “semua orang bisa ditemukan”. Mae berteriak, shok berat.

Mae merasa ada yang salah dengan The Circle. Semakin lama ia semakin sadar setiap keputusan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan orang disekelilingnya, orang tua, teman bahkan dunia, termasuk kejadian Mercer, orang tuanya dan Annie sahabatnya. Ia tidak ingin tenggelam dalam kesedihan dan ia tahu apa yang harus dilakukannya. Hingga setelah pertemuannya dengan Ty, salah satu pencipta program The Circle, Mae berhasil menjebak bos besar The Circle, Eamon Bailey dan Tom Stenton, dihadapan semua penonton dalam ruangan itu. Mae ingin memberi pelajaran kepada dua bos besar itu bagaimana rasanya semua informasi mereka terbuka lebar oleh para pengguna The Circle melalui kamera kecil sebulat bola mata yang telah disebutkan sebelumnya.

Tebakan gue yang meleset di ujung film adalah gue kira Mae akan memukul Drone yang sedang mengawasinya ketika ia bermain kayak, tapi ia melakukannya dengan elegan, just say hello.

Yang gue suka dari film ini:

Lingkungan The Circle yang bisa jadi idaman semua karyawan di dunia. Persis senyaman perusahaan Google di film The Internship.

Terakhir pesan dari gue:

Teknologi dan internet bisa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat karenanya bijaklah bersosial media, jangan biarkan mereka menelan privasimu bulat-bulat

Must see I guess.

Terima Kasih

​Mau coba menulis, kali kali bisa nulis fiksi. Tidak detail, tapi kurang lebih intinya saja, hitung-hitung latihan 😁. Gue akui cerita seperti ini banyak ditemui. Tapi yang satu ini #nantijugalopaham ☺😁

Untuk seseorang yang pernah ku cintai. “Dia”.

Terima kasih kita pernah bertemu, berbicara, berbagi cerita, keluhan ataupun candaan. Bukan waktu yang sesaat bukan juga waktu yang lama. Aku begitu nyaman dan senang berada disekitarmu ataupun melalui bantuan sosial media. Aku sadar aku sudah mulai menyukaimu. Terima kasih, itu semua membuatku tersenyum.

Momen-momen itu tidak ku lupakan sampai saat ini. Selalu saja ada yang ku tunggu-tunggu setiap harinya bukan perasaan terkatung-katung tidak tahu apa yang mau dilakukan.

Aku tidak ingin membencimu hanya karena kau telah berubah, aku paham karena semua ada masa kedaluarsanya dan mungkin sekarang telah mendekati ujungnya. Aku tidak ingin merusak dan menyesali momen ketika aku telah jatuh cinta padamu, ketika aku berdebar-debar bertemu denganmu, dan salah tingkah yang berhasil ku kelabui tiap kali aku berbicara denganmu.

Aku adalah orang yang paling bodoh. Bodoh tiap kali berjanji ingin melupakanmu namun justru selalu ku ingkari dengan mengingatmu. Bodoh menghabiskan waktuku untuk mengingatmu. Mengapa aku selalu mengingatmu? Aku tidak tahu, yang aku tahu jarak pemisah antara melupakan dan mengingat hanya setipis benang saja.  

Jangan salahkan aku yang tidak bisa mengutarakan perasaanku. Tapi salahkan aku yang tidak tahu diri mengharapkanmu.

Aku hanya ingin mengenangmu sekali lagi, hari ini dan untuk terakhir kali karena aku akan merelakanmu melepasmu membebaskan anganku dan pikiranku untuk melanjutkan hidupku kembali.

Aku ingin berdamai dengan waktu, hati, dan diriku sendiri yang sering ku umpati. Aku ingin mencintai diriku karena aku berharga. Aku tidak ingin lagi terobsesi dengan masa lalu karena itu tidak baik. Aku tidak tinggal di masa lalu lagi, aku telah lama meninggalkannya bahkan satu detik yang barusan terlewati. Aku tinggal pada saat ini dan siap menanti masa depan esok hari.

Jika kita bertemu sekali lagi, aku tidak akan menghindarimu tapi berusaha menyambutmu dengan senyuman tanpa embel-embel perasaan terdahulu. 

Doa ku untuk terakhir kalinya untukmu, semoga kau bahagia dengan pilihan hidupmu karena hidupku bukan lagi tentangmu.

Terima kasih.

Novel Duet Superhero Supermellow

Novel duet adalah pengalaman baru buat gue. Salah satunya “Superhero Supermellow” yang berhasil bikin gue ngakak 😂😂😂.

Ini tentang cerita konyol dua wartawan tabloid politik “Kosmopolitik”, Jay dan Wilow.

Jay (Zaenal Syukur) dan Wilow (Sri Roro Wilujeng) adalah lulusan seni rupa yang bekerja tidak harus sesuai jurusannya. Mereka dua kakak beradik tiri yang kompak. Representative keluarga yang akur. Gue penasaran apakah Papi mereka poligami atau cerai dan menikah lagi? Sayang gak dijelasin, mungkin gak penting hehehe sotoy.

Awal cerita dibuka tentang #KencanPertamaKedua Wilow dengan si bule Spanyol Antonio dilanjutkan dengan cerita Jay yang mendadak jadi #SuperHero dan begitu seterusnya, ganti gantian. Lucu. 

Bahasa yang dipakai anak muda jaman now bgt, dan ceritanya menarik; tentang film “Speed” alias pembajakan Busway, wawancara wakil gubernur Ahok, #SecretAdmire, liputan terdakwa korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di penjara, liputan ke RSJ, sampai #KeblusukBlusukan Jokowi di kali Ciliwung yang membuat Wilow menjadi korban akibat sungai yang meluap #SupermellowHellow. Indonesia bgt.

Gue jadi paham suka dukanya jadi wartawan. Berat ditambah banyolan-banyolan yang mereka temui. Kadang hidup memang jangan terlalu dibawa konsentrasi tetapi dinikmati hehehe #Enjoy.

Novel ini bisa masuk daftar reading list kamu. Gue kasih “recommended”.

Ada yang sudah baca novel duet pertamanya “Diktator Galau”? Bolehlah dibagi infonya. Makasih😁😁😁.

Review Sherlock Holmes The Valley Of Fear

Karena gue baik hati, tidak sombong, apal luar kepala anthem “You’ll Never Walk Alone”, tamat main Harvest Moon, mulai nabung siapa tahu bisa naik haji, ke Anfield dan Desa hobitton – Shire, gue akan kasih tahu intinya saja.

Epic adalah kata yang gue berikan untuk The Valley Of Fear, novel ke empat dan terakhir karya Sir Arthur Conan Doyle.

Keseluruhan dari cerita ini dipenuhi dengan kenyataan diluar dugaan. Luar biasa (walaupun gue kebanyakan suudzhon).

Novel ini dibagi 2 bagian. Bagian pertama Sherlock Holmes dan Watson yang baik menyelidiki pembunuhan yang diduga Mr. John Douglas di Manor House, Birlstone. Bagian kedua tentang latar belakang Mr. John Douglas sebagai Scowrer (kelompok 341, Vermissa), perkumpulan orang jahat dengan tameng orang bebas.

Mr. John Douglas ditemukan tewas di rumahnya Manor House, Birlstone dengan kondisi kepala yang hampir luluh lantak akibat senapan tabur yang jika siapapun melihatnya dibikin mual.

Namun sosok yang mengejutkan semua orang tiba-tiba muncul ke permukaan. Mr. John Douglas masih hidup!!!. Ia muncul dari goa (tempat persembunyian di rumahnya sendiri). Lalu siapakah yang terkapar mengenaskan itu dengan memakai semua barang yang bisa dikenali sebagai Douglas?

Bukan Sherlock Holmes kalau tidak mengungkapkan kejadian perkara sebenarnya. Dan tidak seperti sebelumnya, di kisah ini bukan Watson yang menderita tapi dua detektif kepolisian yang sudah susah payah melacak pembunuh si Douglas.

Lewat dokumen yang diserahkan kepada Watson (yang telah ditulis Douglas selama persembunyiannya), jalan cerita mulai diurai sedikit demi sedikit baik tentang cerita asli maupun Lembah Ketakutan.

Korban yang tewas itu ternyata musuh lamanya yang terlibat cinta segitiga dengan istri pertama Douglas.

Musuh yang tidak kenal lelah memburu dirinya adalah Ted Baldwin (sama-sama seorang Scowrer). Baldwin membalaskan dendamnya kepada Douglas berujung senjata makan tuan.

Sebelum bernama John Douglas, ia memakai nama Jack McMurdo dalam penyamarannya. Ia juga diketahui pemilik nama Birdy Edwards dari Penkirton yang sebenarnya.

Ia adalah seorang yang penuh keberanian, percaya diri yang mumpuni, pelakon penuh kepura-puraan dan penyamar yang hebat.

Ia dipilih (bekerja sama dengan polisi, Kapten Marvin) untuk menghancurkan agen setan dan harus memainkan permainan yang keras dan berbahaya di lembah ketakutan, lembah batu bara Vermissa.

Disanalah ia bertemu dengan gadis yang dicintainya yang ternyata telah dimiliki oleh Ted Baldwin.

Sebelum janur kuning melengkung, semua masih milik bersama. Wkwkwk bisa bisa (becanda).

Setelah bergabung bersama kelompok setan itu dan berhasil mengelabui juga menjebak semua anggota dan penasihat John McGinty barulah identitas dirinya yang asli ia buka lebar-lebar. Seolah-olah ia tidak takut akan bahaya yang akan mengincarnya nanti. Cari mati.

McGinty berakhir di tiang gantungan. Delapan anak buah utamanya mengikuti jejaknya. Lima puluhan orang menjalani hukuman penjara untuk waktu yang berbeda-beda. Namun Ted Baldwin telah lolos dari gantungan dan beberapa orang terkejam di dalam kelompok itu.

Mereka telah bersumpah untuk menghabisinya sebagai pembalasan untuk rekan-rekan mereka.

Hingga pada waktunya tiba, Ted Baldwin berhasil mengikuti jejak Douglas di Inggris.

Di akhir cerita Mr. Douglas diberitakan telah dibunuh dengan cerita yang dibuat “jatuh ke laut” dalam badai St. Helena  saat kapalnya tiba di Cape Town (ia dan istrinya pergi bersama-sama ke Afrika Selatan).

Douglas dibunuh dengan pengaturan yang sangat baik oleh pihak yang lebih pandai dan tidak terlacak sedikit pun.

Di kisah ini diperkenalkan siapa Profesor Moriarty, penjahat paling berbahaya di Inggris.

Penting buat gue mengetahui siapa sebenarnya Profesor Moriarty yang sudah disinggung di film Sherlock Holmes. Kan gue jadi tahu.

Sherlock Holmes berani bertaruh bahwa ini adalah perbuatan Moriarty. Orang-orang Amerika sudah mendapat nasihat yang bagus. Karena lokasinya di inggris, mereka mengajak bergabung, sebagaimana yang akan dilakukan para penjahat asing mana pun, konsultan kejahatan yang hebat ini.

Itulah sedikit inti yang bisa gue ringkas. Untuk lebih lengkapnya silahkan langsung membacanya. Selamat membaca😁. Dijamin:).

Antara Kingsman Dan Permintaan Maaf Gue

Gue salah. Ya gue ngaku salah. Hanya karena poster sebuah film gue langsung menilai. Hebat kan gue?

Seharusnya slogan “jangan menilai buku dari covernya” selalu gue inget. Seharusnya “jangan menilai film sebelum nonton” selalu gue coba. Maklumin deh, gak ada yang ngingetin gue. Yeah is it too late now to say sorry?

Karena referensi dari adek gue, gue kasih jempol buat Kingsman: The Golden Circle yang telah gue tonton. Gak peduli yang pertama gue lewati karena poster itu.

Setelah gue nonton yang pertama, Kingsman: The Secret Service, malam ini for the very first time tanpa perlu nunggu fd kakak gue, gue bisa dibilang tolol karena melewatkan film yang keren ini. Thanks Global TV btw.

Yes gue jadi tau jalan cerita sebelumnya. Harry pria yang berjasa membantu Eggsy menjadi agen Kingsman sekaligus membalas budi karena telah diselamatkan ayahnya Eggsy, pertemanan Eggsy dan Roxy yang asik, Charlie si pecundang, penyelamatan putri Swedia yang dikurung di penjara dan lain sebagainya. Sayang di film kedua Arthur, Roxy, dan Merlin mesti mati, padahal kan gue baru kenal. Oke gak penting.

Gue gak bisa bohong hal yang menarik minat gue saat nonton Kingsman adalah Eggsy. Anak muda dengan stelan jas plus kacamata jadi daya tarik sendiri. 

Pesan moral:

– Don’t judge a book by its cover

– Don’t be shy to confess your fault

– Manners maketh man

See you.

Review Sherlock Holmes The Hound Of The Baskervilles

Sir Arthur Conan Doyle memang bisa dipercaya. Percaya saat membelinya, percaya uang yang dikeluarkan tidak percuma dan percaya tidak akan mengecewakan pembaca. Seperti novel ketiga Sherlock Holmes yang baru saja selesai gue baca “The Hound of the Baskervilles”.

Kisah ini melibatkan diri Sherlock Holmes dan teman baiknya Dr. Watson dalam kasus yang berbau supranatural. Kasus yang menguak misteri tentang legenda tahayul “anjing setan dari neraka” yang telah menguasai rawa-rawa di Devonshire malam hari sejak lama dan masih menghantui keluarga bangsawan tua Baskerville.

Dikisahkan Baker Street kedatangan tamu seorang dokter pedalaman, Dr. Mortimer yang akan membuka jalan cerita. Dr. Mortimer adalah teman baik dan dokter pribadi Sir Charles Baskerville yang merupakan pewaris sekaligus korban terbaru dari kengerian anjing setan di Baskerville Hall. Dr. Mortimer adalah orang yang dipercaya menyimpan naskah keluarga Baskerville mengenai legenda yang hidup dalam keluarga Baskerville (legenda tentang asal anjing keluarga Baskerville).

Apakah anjing setan itu benar-benar ada atau hanya buatan manusia yang menyulap si anjing seperti anjing setan? Gue juga ragu di awal.

Pengalaman menonton film Sherlock Holmes pertama yang mengajarkan gue kalau mistis itu buatan manusia. Unsur kimia yang bermain.

Tujuan Dr. Mortimer mendatangi Sherlock Holmes adalah meminta nasihat apa yang harus dilakukannya terhadap pewaris Baskerville terakhir (keponakan Sir Charles), Sir Henry Baskerville, yang akan tiba di Inggris dari Amerika.

Sir Charles adalah anak tertua. Adik kedua telah meninggal sewaktu masih muda adalah ayah Sir Henry ini. Dan adik ketiga atau termuda adalah Rodger Baskerville yang gosipnya juga sudah meninggal di Amerika tengah. 

Ada misteri yang akan diungkap tentang Rodger Baskerville. Apakah dia memang sudah meninggal sebelum menikah? Apakah Sir Henry memang pewaris terakhir?

Kejadian aneh telah dimulai saat Sir Henry mendapat surat peringatan yang terbentuk dari potongan-potongan kata saat Sir Henry bercerita di hadapan Holmes, Dr. Mortimer dan Watson di Baker Street keesokan harinya. Bunyinya “kalau Anda menilai tinggi kehidupan jauhkan Anda dari rawa-rawa”. Keanehan berikutnya Sir Henry kehilangan salah satu sepatu bot cokelat yang masih baru berujung ditemukan kembali namun sepatu bot hitamnya yang lama hilang. Keanehan lainnya Sir Henry dan Dr. Mortimer dikuntit oleh mata-mata yang berhasil diketahui Holmes dan Watson selepas mereka izin pamit dari Baker Street.

Keanehan-keanehan ini akan terkuak di diakhir.

Singkat cerita, pada hari yang telah ditentukan Sir Henry, Dr. Mortimer dan Watson, yang diutus oleh Holmes untuk ikut, akhirnya pergi ke Devonshire tempat Baskerville Hall berada sesuai janji.

Ada apa dibalik Holmes tidak ikut bersama mereka ke Devonshire? Benarkah alasannya untuk membantu tokoh terkemuka di Inggris yang sedang menghadapi pemerasan?

Sebagai seorang teman yang baik, berguna dan tidak akan mengecewakan, Watson selalu melapor kepada Holmes setelah tiba di Baskerville Hall, mengenai fakta-fakta apapun itu baik seputar Sir Henry Baskerville, Baskerville Hall, Dr. Mortimer, pelayan di Baskerville Hall Mr. Barrymore dan Mrs. Barrymore, tetangga disekitar yaitu Stapleton sang pecinta alam dari Merripit House, Miss Stapleton, Beryl Garcia adiknya Stapleton, Mr. Frankland dari Lafter Hall, Mrs. Laura Lyons anaknya, dan narapidana yang kabur alias Selden si penjahat.

Kemampuan Watson dalam menyelidiki di kisah ini sudah lebih baik dari sebelumnya.

Saat pertama kali Watson bertemu Miss Stapleton, ia sudah diberi peringatan olehnya untuk segera kembali ke London. Namun ia keliru menyangka Watson adalah Sir Henry lalu dengan segala macam cara menyangkal dan mencari akal bahwa apa yang dikatakannya tadi tidak bermaksud apa-apa.

Siapakah Miss Stapleton sebenarnya? Mengapa ia memberi peringatan itu?

Sejak Sir Henry pertama kali mampir bersama Watson ke Merripit House, rumah Stapleton, disanalah Sir Henry mengenal Miss Stapleton. Sejak saat pertama melihatnya, Sir Henry tampak sudah jatuh cinta kepadanya, cinta yang dalam dan tulus. Sir Henry yang polos tidak tahu bahwa wanita yang dicintainya telah menipunya nanti. Sakit.

Selden si penjahat yang lari dari kenyataan hidup di penjara belakangan baru tahu adalah adik Mrs. Barrymore. Itu diketahui setelah Watson dan Sir Henry memata-matai Mr. Barrymore yang setiap dalu selalu melihat ke rawa-rawa dari dalam jendela dengan sebatang lilin sebagai penandanya. Selden selama ini berlindung di gubuk dekat rawa-rawa, diberi makan pun pakaian dari pemberian Sir Henry untuk Mr. Barrymore dulu.

Pada saat Watson dan Sir Henry tengah menuju rawa-rawa untuk menangkap si narapidana yang kemudian menghilang, pada saat itulah terjadi peristiwa yang aneh tidak terduga. Watson melihat sesosok laki-laki di karang tapi Sir Henry meragukannya dengan keyakinan pasti salah satu sipir yang berjaga mencari si narapidana.

Siapakah laki-laki di bukit karang itu? Apakah ia penguntit dari London kemarin? 

Karena Watson tidak mau setengah-setengah dalam kepenasarannya, ia pun nekat ke rawa-rawa lagi, menggeledah gubuk disana dengan revolver yang siap meletus. Sebelum revolver itu melesatkan pelurunya, suara yang khas telah membuat Watson sadar bahwa laki-laki di bukit karang itu adalah Holmes!!!.

Pertanyaan ada apa dibalik Holmes tidak ikut bersama mereka ke Devonshire terjawab sudah. Bila Holmes bersama-sama Sir Henry dan Watson, ia yakin kehadirannya akan memperingatkan lawan agar waspada. Dengan cara inilah Holmes berkeliaran lebih bebas dan siap menerjunkan diri sepenuhnya pada saat-saat kritis.

Gue suka geli sendiri melihat Watson menderita karena Holmes. Mereka suka beradu argumen seperti sepasang suami istri😂😂😂.

Diskusi Holmes dan Watson harus terpotong oleh suara erangan yang menakutkan dan jeritan yang entah siapapun mendengarnya pasti merinding. 

Holmes dan Watson mendapati korbannya sudah tewas, dan dia adalah Sir Henry!!!, dengan baju kotak-kotak khas miliknya saat dikenakan ke Baker Street kemarin. Tapi tunggu dulu, janggut, itu janggut tetanggaku seru Holmes (karena mereka tinggal di gubuk yang bersebelahan). Perasaan bersalah keduanya membiarkan klien dalam bahaya bahkan mati sirna sudah.

Nasib Selden yang dilindungi kakaknya ternyata harus mengalami kengerian seperti yang dialami Sir Charles Baskerville. Ia ketakutan luar biasa setelah mendengar lolongan anjing setan. Ia tewas dengan kondisi jatuh dan kepala terlipat ke sudut yang mengerikan. Sebut saja patah leher.

Holmes telah menarik kesimpulan bahwa pelakunya jelas ingin membunuh Sir Henry namun ia salah sasaran.

Siapa dalang ini semua?

Siapakah lawan selicin dan selicik ini?

Adakah kaitannya dengan Stapleton si pecinta alam? 

Siapa Stapleton yang sebenarnya?

Kebohongan apa yang disembunyikan selama ini dengan tameng ketenangan yang luar biasa tidak terkait apa-apa?

Teka teki apa dibalik peringatan Miss Stapleton?

Siapa pula Mrs. Laura Lyons anak dari Mr. Frankland dari Lafter Hall?

Apakah dia saksi kunci pembunuhan Sir Charles? 

Semua akan terjawab kalau kamu bisa langsung membacanya sendiri. Selamat membaca😁😄

Curcol

​Liat-liat aja dulu, siapa tahu jodoh.

Setelah mengubek-ngubek tumpukan buku di toko buku itu yang sengaja berserakan dan berantakan (gue rasanya pengen bantu ngerapiin) entah kakak itu malas atau tidak peduli, gue pun menemukan buku yang dicari dan langsung bertanya. Harganya 40 ribuan, 45 ribuan dan 50 ribuan. Gue ngomong sendiri dalem hati “harganya banting cui”. Namun ada keanehan-keanehan yang akan muncul belakangan belum gue sadari. 

Jual beli harga kami lakukan tapi kakak itu tetep ngotot gak mau kalah. Sama cewek kok gak mau kalah kak, aduh. Okelah gue kalah dan kakak itu menang. Akhirnya gue ambil buku yang tidak bisa ditawar itu, dua lagi, hitung-hitung hemat 30 ribu dari yang gue liat di gramedia kemaren (gue cekikikan dalem hati). 

Pas nyampe rumah gue penasaran pengen buka plastiknya. Dan benar saja keanehan itu nyata. Pertama, bukunya pake kertas burem (lo tau kan kertas burem yang suka dibagi dosen ke mahasiswanya kalau lagi tes yang butuh coret-coretan), perasaan waktu ke gramedia kertas bukunya bagus. Kedua, pembatas bukunya tidak ada. Dimana-mana buku karangan si doi pasti dapet pembatas buku.

Ternyata bukan kaset doang yang bajakan, buku juga ada wkwkwkwk wajar murah ternyata buku bajakan. Kamfret gue kena tipu, kamfret kakak itu bohongin gue 😂😂😂 #curcol.

Pesan moral:

Harga menentukan kualitas

Review Sherlock Holmes A Study In Scarlet

Beruntungnya gue telah dipertemukan dengan buku atau novel karya Sir Arthur Conan Doyle yang berjudul “Sherlock Holmes A Study In Scarlet” ini (indonesian edition).

Gue yang sebelumnya lebih dulu membaca serial “The Sign Of The Four” baru tahu kalau A Study In Scarlet adalah novel pertama Sherlock Holmes yang diterbitkan pertama kali tahun 1887.

Gue yang beruntung membaca novel ini ingin berbagi sedikit kentungan itu.
1. Pembaca diberi tahu bahwa novel fiksi detektif inilah yang memperkenalkan pertama kali sosok atau karakter detektif konsultan rekaan Sir Arthur Conan Doyle, Sherlock Holmes, dan sahabatnya seorang dokter angkatan darat inggris sekaligus penulis yang selalu setia memuat catatan hariannya bersama Holmes, Dr. John H. Watson.

2. Disinilah diceritakan awal pertemuan Dr. Watson dan Sherlock Holmes.

3. Dr. Watson pulang ke inggris dari Afghanistan karena kondisinya yang begitu lemah akibat perang disana sini, tak sengaja bertemu dengan Stamford, mantri yang bertugas memerban luka dibawah pegawasannya di rumah sakit Barts.

4. Stamfordlah yang kemudian mempertemukan dan memperkenalkan Sherlock Holmes kepada Dr. Watson.

5. Sherlock Holmes adalah rekan kerja Stamford di laboratorium kimia di rumah sakit. Tidak heran kenapa Holmes punya banyak pengetahuan di bidang kimia karena kadang seluruh waktunya dihabiskan bereksperiman di laboratorium seperti memukuli mayat untuk melihat apakah memar masih akan timbul setelah kematian.

6. Dr. Watson dan Holmes tinggal bersama karena sama-sama sedang mencari orang untuk berbagi apartemen yang nyaman, tapi biaya sewanya terlalu tinggi untuk ditanggung sendiri. Apartemen tersebut terletak di Baker Street.

7. Di Baket Street inilah juga Dr. Watson mulai tahu profesi Holmes dan rasa keingintahuannya terhadap teman seatap yang aneh, sombong namun penuh kejutan, kekaguman dan menakjubkan semakin kuat.

8. Pengenalan dua karakter sudah dimulai disini yang membuat gue suka senyum sendiri.

9. Pun di kisah ini pula pembaca diberi tahu keahlian Holmes yang begitu spesial dalam ilmu deduksi. Ilmu yang membuatnya bisa membaca pikiran seseorang dan tahu seseorang itu berasal dari mana, profesinya apa, hanya kurang dari sedetik seperti yang ia tebak kepada Dr. Watson.

10. Kisah di novel ini menyelidiki kasus pembunuhan yang kemudian disebut “penelusuran benang merah”. 

11. Novel ini pula yang pertama memanfaatkan kaca pembesar sebagai alat bantu penyelidikan.

12. Alkisah diceritakan dua detektif Scotland Yard yang terkenal, Mr. Lestrade dan Mr. Gregson, meminta bantuan kepada Holmes untuk memecahkan misteri kematian dari Tuan Drebber dan Stangerson sang sekretaris.

Gregson yang sok hebat dan puas telah mengaku menemukan tersangka serta Lestrade yang berhasil menguntit Stangerson karena menaruh kecurigaan terhadapnya ternyata salah besar. Holmeslah yang berhasil mengungkap pembunuh sebenarnya yang bernama Jefferson Hope, seorang kusir kereta kuda. Kedua detektif tersebut sampai mati kutu hilang akal keheran-heranan.

Namun Jefferson Hope yang disangka adalah penjahat menyimpan pengakuan yang akan mengejutkan mereka semua.

13. Disini kita tahu karakter Holmes yang tidak gila hormat, cari muka dan pujian.

14. Dengan tidak mengurangi keseruan, silahkan langsung membacanya. Selamat membaca:):):)