Review The Circle

Kenapa gue menonton film ini? Tentu saja karena Emma Watson. Gue selalu suka dengan doi sejak pandangan pertama di Harry Potter. Tidak peduli komentar netizen yang mengatakan film ini jelek dan membosankan. Oke gue akui kalau gue gregetan nungguin aksinya yang ternyata datar saja, tapi who cares.

The Circle, film yang barusan gue tonton, adalah contoh aplikasi sosial media yang sudah berlebihan. Mengerikan ketika membayangkan jika aplikasi seperti itu ada di dunia saat ini. Tapi bukankah kita sedang menuju ke era itu? Who knows.

Mae Holland (Emma Watson) adalah karyawan baru di The Circle. Bersama temannya Annie, Mae merasa tidak perlu mencari tempat kerja lain lagi.

The Circle adalah perusahaan yang bergerak dibidang teknologi canggih berbau sosial media. Sejenis aplikasi Path, Instagram dengan instastory nya, dan vlog gue rasa. Maaf sotoy.

Mae yang pemula tiba-tiba menjadi topik utama dan orang pertama yang harus mengaplikasikan program SeeChange setelah insiden bodoh yang ia lakukan. Ia harus tetap online dari membuka mata sampai menutup mata kembali kecuali di kamar mandi melalui kamera kecil sebulat bola mata yang dipasang di pakaiannya, meskipun gue kira ia tidak nyaman.

Aplikasi The Circle memang mempunyai kelebihan tapi bukan berarti tidak ada kekurangan. Salah satu kelebihannya bisa membantu pemerintah dan polisi dalam menangkap buronan hanya kurang 20 menit melalui program “semua orang bisa ditemukan”. Kekurangannya tidak ada privasi dalam menikmati setiap momen yang terjadi untuk diri sendiri ataupun bersama orang yang dicintai, karena program ini, melalui bos besarnya Eamon Bailey (Tom Hanks) yang karismatik seperti Steve Jobs, mensugesti mereka bahwa “knowing is good, knowing everything is better”, rahasia adalah kebohongan, semua harus dibuka, terbuka dan terbuka adalah kepedulian.

Bukan hanya Mae yang harus terbuka kepada semua pengguna The Circle tapi orang tuanya juga bahkan Mercer, teman lelaki Mae, menjadi korban The Circle. Ia tewas kecelakaan masuk tebing jurang karena dikejar dan diburu oleh pemakai The Circle. Kejadian pengejaran itu disiarkan langsung dari semua kamera pengguna The Circle yang terhubung ke perusahaan tempat Mae memandu acara “semua orang bisa ditemukan”. Mae berteriak, shok berat.

Mae merasa ada yang salah dengan The Circle. Semakin lama ia semakin sadar setiap keputusan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan orang disekelilingnya, orang tua, teman bahkan dunia, termasuk kejadian Mercer, orang tuanya dan Annie sahabatnya. Ia tidak ingin tenggelam dalam kesedihan dan ia tahu apa yang harus dilakukannya. Hingga setelah pertemuannya dengan Ty, salah satu pencipta program The Circle, Mae berhasil menjebak bos besar The Circle, Eamon Bailey dan Tom Stenton, dihadapan semua penonton dalam ruangan itu. Mae ingin memberi pelajaran kepada dua bos besar itu bagaimana rasanya semua informasi mereka terbuka lebar oleh para pengguna The Circle melalui kamera kecil sebulat bola mata yang telah disebutkan sebelumnya.

Tebakan gue yang meleset di ujung film adalah gue kira Mae akan memukul Drone yang sedang mengawasinya ketika ia bermain kayak, tapi ia melakukannya dengan elegan, just say hello.

Yang gue suka dari film ini:

Lingkungan The Circle yang bisa jadi idaman semua karyawan di dunia. Persis senyaman perusahaan Google di film The Internship.

Terakhir pesan dari gue:

Teknologi dan internet bisa mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat karenanya bijaklah bersosial media, jangan biarkan mereka menelan privasimu bulat-bulat

Must see I guess.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s