Terima Kasih

​Mau coba menulis, kali kali bisa nulis fiksi. Tidak detail, tapi kurang lebih intinya saja, hitung-hitung latihan 😁. Gue akui cerita seperti ini banyak ditemui. Tapi yang satu ini #nantijugalopaham ☺😁

Untuk seseorang yang pernah ku cintai. “Dia”.

Terima kasih kita pernah bertemu, berbicara, berbagi cerita, keluhan ataupun candaan. Bukan waktu yang sesaat bukan juga waktu yang lama. Aku begitu nyaman dan senang berada disekitarmu ataupun melalui bantuan sosial media. Aku sadar aku sudah mulai menyukaimu. Terima kasih, itu semua membuatku tersenyum.

Momen-momen itu tidak ku lupakan sampai saat ini. Selalu saja ada yang ku tunggu-tunggu setiap harinya bukan perasaan terkatung-katung tidak tahu apa yang mau dilakukan.

Aku tidak ingin membencimu hanya karena kau telah berubah, aku paham karena semua ada masa kedaluarsanya dan mungkin sekarang telah mendekati ujungnya. Aku tidak ingin merusak dan menyesali momen ketika aku telah jatuh cinta padamu, ketika aku berdebar-debar bertemu denganmu, dan salah tingkah yang berhasil ku kelabui tiap kali aku berbicara denganmu.

Aku adalah orang yang paling bodoh. Bodoh tiap kali berjanji ingin melupakanmu namun justru selalu ku ingkari dengan mengingatmu. Bodoh menghabiskan waktuku untuk mengingatmu. Mengapa aku selalu mengingatmu? Aku tidak tahu, yang aku tahu jarak pemisah antara melupakan dan mengingat hanya setipis benang saja.  

Jangan salahkan aku yang tidak bisa mengutarakan perasaanku. Tapi salahkan aku yang tidak tahu diri mengharapkanmu.

Aku hanya ingin mengenangmu sekali lagi, hari ini dan untuk terakhir kali karena aku akan merelakanmu melepasmu membebaskan anganku dan pikiranku untuk melanjutkan hidupku kembali.

Aku ingin berdamai dengan waktu, hati, dan diriku sendiri yang sering ku umpati. Aku ingin mencintai diriku karena aku berharga. Aku tidak ingin lagi terobsesi dengan masa lalu karena itu tidak baik. Aku tidak tinggal di masa lalu lagi, aku telah lama meninggalkannya bahkan satu detik yang barusan terlewati. Aku tinggal pada saat ini dan siap menanti masa depan esok hari.

Jika kita bertemu sekali lagi, aku tidak akan menghindarimu tapi berusaha menyambutmu dengan senyuman tanpa embel-embel perasaan terdahulu. 

Doa ku untuk terakhir kalinya untukmu, semoga kau bahagia dengan pilihan hidupmu karena hidupku bukan lagi tentangmu.

Terima kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s