Review Sherlock Holmes The Valley Of Fear

Karena gue baik hati, tidak sombong, apal luar kepala anthem “You’ll Never Walk Alone”, mulai nabung siapa tahu bisa naik haji, ke Anfield dan Desa hobitton – Shire, gue akan kasih tahu intinya saja.

Epic adalah kata yang gue berikan untuk The Valley Of Fear, novel ke empat dan terakhir karya Sir Arthur Conan Doyle.

Keseluruhan dari cerita ini dipenuhi dengan kenyataan diluar dugaan. Luar biasa (walaupun gue kebanyakan suudzhon).

Novel ini dibagi 2 bagian. Bagian pertama Sherlock Holmes dan Watson yang baik menyelidiki pembunuhan yang diduga Mr. John Douglas di Manor House, Birlstone. Bagian kedua tentang latar belakang Mr. John Douglas sebagai Scowrer (kelompok 341, Vermissa), perkumpulan orang jahat dengan tameng orang bebas.

Mr. John Douglas ditemukan tewas di rumahnya Manor House, Birlstone dengan kondisi kepala yang hampir luluh lantak akibat senapan tabur yang jika siapapun melihatnya dibikin mual.

Namun sosok yang mengejutkan semua orang tiba-tiba muncul ke permukaan. Mr. John Douglas masih hidup!!!. Ia muncul dari goa (tempat persembunyian di rumahnya sendiri). Lalu siapakah yang terkapar mengenaskan itu dengan memakai semua barang yang bisa dikenali sebagai Douglas?

Bukan Sherlock Holmes kalau tidak mengungkapkan kejadian perkara sebenarnya. Dan tidak seperti sebelumnya, di kisah ini bukan Watson yang menderita tapi dua detektif kepolisian yang sudah susah payah melacak pembunuh si Douglas.

Lewat dokumen yang diserahkan kepada Watson (yang telah ditulis Douglas selama persembunyiannya), jalan cerita mulai diurai sedikit demi sedikit baik tentang cerita asli maupun Lembah Ketakutan.

Korban yang tewas itu ternyata musuh lamanya yang terlibat cinta segitiga dengan istri pertama Douglas.

Musuh yang tidak kenal lelah memburu dirinya adalah Ted Baldwin (sama-sama seorang Scowrer). Baldwin membalaskan dendamnya kepada Douglas berujung senjata makan tuan.

Sebelum bernama John Douglas, ia memakai nama Jack McMurdo dalam penyamarannya. Ia juga diketahui pemilik nama Birdy Edwards dari Penkirton yang sebenarnya.

Ia adalah seorang yang penuh keberanian, percaya diri yang mumpuni, pelakon penuh kepura-puraan dan penyamar yang hebat.

Ia dipilih (bekerja sama dengan polisi, Kapten Marvin) untuk menghancurkan agen setan dan harus memainkan permainan yang keras dan berbahaya di lembah ketakutan, lembah batu bara Vermissa.

Disanalah ia bertemu dengan gadis yang dicintainya yang ternyata telah dimiliki oleh Ted Baldwin.

Sebelum janur kuning melengkung, semua masih milik bersama. Wkwkwk bisa bisa (becanda).

Setelah bergabung bersama kelompok setan itu dan berhasil mengelabui juga menjebak semua anggota dan penasihat John McGinty barulah identitas dirinya yang asli ia buka lebar-lebar. Seolah-olah ia tidak takut akan bahaya yang akan mengincarnya nanti. Cari mati.

McGinty berakhir di tiang gantungan. Delapan anak buah utamanya mengikuti jejaknya. Lima puluhan orang menjalani hukuman penjara untuk waktu yang berbeda-beda. Namun Ted Baldwin telah lolos dari gantungan dan beberapa orang terkejam di dalam kelompok itu.

Mereka telah bersumpah untuk menghabisinya sebagai pembalasan untuk rekan-rekan mereka.

Hingga pada waktunya tiba, Ted Baldwin berhasil mengikuti jejak Douglas di Inggris.

Di akhir cerita Mr. Douglas diberitakan telah dibunuh dengan cerita yang dibuat “jatuh ke laut” dalam badai St. Helena  saat kapalnya tiba di Cape Town (ia dan istrinya pergi bersama-sama ke Afrika Selatan).

Douglas dibunuh dengan pengaturan yang sangat baik oleh pihak yang lebih pandai dan tidak terlacak sedikit pun.

Di kisah ini diperkenalkan siapa Profesor Moriarty, penjahat paling berbahaya di Inggris.

Penting buat gue mengetahui siapa sebenarnya Profesor Moriarty yang sudah disinggung di film Sherlock Holmes. Kan gue jadi tahu.

Sherlock Holmes berani bertaruh bahwa ini adalah perbuatan Moriarty. Orang-orang Amerika sudah mendapat nasihat yang bagus. Karena lokasinya di inggris, mereka mengajak bergabung, sebagaimana yang akan dilakukan para penjahat asing mana pun, konsultan kejahatan yang hebat ini.

Itulah sedikit inti yang bisa gue ringkas. Untuk lebih lengkapnya silahkan langsung membacanya. Selamat membaca😁. Dijamin:).

Iklan

Antara Kingsman Dan Permintaan Maaf Gue

Gue salah. Ya gue ngaku salah. Hanya karena poster sebuah film gue langsung menilai. Hebat kan gue?

Seharusnya slogan “jangan menilai buku dari covernya” selalu gue inget. Seharusnya “jangan menilai film sebelum nonton” selalu gue coba. Maklumin deh, gak ada yang ngingetin gue. Yeah is it too late now to say sorry?

Karena referensi dari adek gue, gue kasih jempol buat Kingsman: The Golden Circle yang telah gue tonton. Gak peduli yang pertama gue lewati karena poster itu.

Setelah gue nonton yang pertama, Kingsman: The Secret Service, malam ini for the very first time tanpa perlu nunggu fd kakak gue, gue bisa dibilang tolol karena melewatkan film yang keren ini. Thanks Global TV btw.

Yes gue jadi tau jalan cerita sebelumnya. Harry pria yang berjasa membantu Eggsy menjadi agen Kingsman sekaligus membalas budi karena telah diselamatkan ayahnya Eggsy, pertemanan Eggsy dan Roxy yang asik, Charlie si pecundang, penyelamatan putri Swedia yang dikurung di penjara dan lain sebagainya. Sayang di film kedua Arthur, Roxy, dan Merlin mesti mati, padahal kan gue baru kenal. Oke gak penting.

Gue gak bisa bohong hal yang menarik minat gue saat nonton Kingsman adalah Eggsy. Anak muda dengan stelan jas plus kacamata jadi daya tarik sendiri. 

Pesan moral:

– Don’t judge a book by its cover

– Don’t be shy to confess your fault

– Manners maketh man

See you.

Review Sherlock Holmes The Hound Of The Baskervilles

Sir Arthur Conan Doyle memang bisa dipercaya. Percaya saat membelinya, percaya uang yang dikeluarkan tidak percuma dan percaya tidak akan mengecewakan pembaca. Seperti novel ketiga Sherlock Holmes yang baru saja selesai gue baca “The Hound of the Baskervilles”.

Kisah ini melibatkan diri Sherlock Holmes dan teman baiknya Dr. Watson dalam kasus yang berbau supranatural. Kasus yang menguak misteri tentang legenda tahayul “anjing setan dari neraka” yang telah menguasai rawa-rawa di Devonshire malam hari sejak lama dan masih menghantui keluarga bangsawan tua Baskerville.

Dikisahkan Baker Street kedatangan tamu seorang dokter pedalaman, Dr. Mortimer yang akan membuka jalan cerita. Dr. Mortimer adalah teman baik dan dokter pribadi Sir Charles Baskerville yang merupakan pewaris sekaligus korban terbaru dari kengerian anjing setan di Baskerville Hall. Dr. Mortimer adalah orang yang dipercaya menyimpan naskah keluarga Baskerville mengenai legenda yang hidup dalam keluarga Baskerville (legenda tentang asal anjing keluarga Baskerville).

Apakah anjing setan itu benar-benar ada atau hanya buatan manusia yang menyulap si anjing seperti anjing setan? Gue juga ragu di awal.

Pengalaman menonton film Sherlock Holmes pertama yang mengajarkan gue kalau mistis itu buatan manusia. Unsur kimia yang bermain.

Tujuan Dr. Mortimer mendatangi Sherlock Holmes adalah meminta nasihat apa yang harus dilakukannya terhadap pewaris Baskerville terakhir (keponakan Sir Charles), Sir Henry Baskerville, yang akan tiba di Inggris dari Amerika.

Sir Charles adalah anak tertua. Adik kedua telah meninggal sewaktu masih muda adalah ayah Sir Henry ini. Dan adik ketiga atau termuda adalah Rodger Baskerville yang gosipnya juga sudah meninggal di Amerika tengah. 

Ada misteri yang akan diungkap tentang Rodger Baskerville. Apakah dia memang sudah meninggal sebelum menikah? Apakah Sir Henry memang pewaris terakhir?

Kejadian aneh telah dimulai saat Sir Henry mendapat surat peringatan yang terbentuk dari potongan-potongan kata saat Sir Henry bercerita di hadapan Holmes, Dr. Mortimer dan Watson di Baker Street keesokan harinya. Bunyinya “kalau Anda menilai tinggi kehidupan jauhkan Anda dari rawa-rawa”. Keanehan berikutnya Sir Henry kehilangan salah satu sepatu bot cokelat yang masih baru berujung ditemukan kembali namun sepatu bot hitamnya yang lama hilang. Keanehan lainnya Sir Henry dan Dr. Mortimer dikuntit oleh mata-mata yang berhasil diketahui Holmes dan Watson selepas mereka izin pamit dari Baker Street.

Keanehan-keanehan ini akan terkuak di diakhir.

Singkat cerita, pada hari yang telah ditentukan Sir Henry, Dr. Mortimer dan Watson, yang diutus oleh Holmes untuk ikut, akhirnya pergi ke Devonshire tempat Baskerville Hall berada sesuai janji.

Ada apa dibalik Holmes tidak ikut bersama mereka ke Devonshire? Benarkah alasannya untuk membantu tokoh terkemuka di Inggris yang sedang menghadapi pemerasan?

Sebagai seorang teman yang baik, berguna dan tidak akan mengecewakan, Watson selalu melapor kepada Holmes setelah tiba di Baskerville Hall, mengenai fakta-fakta apapun itu baik seputar Sir Henry Baskerville, Baskerville Hall, Dr. Mortimer, pelayan di Baskerville Hall Mr. Barrymore dan Mrs. Barrymore, tetangga disekitar yaitu Stapleton sang pecinta alam dari Merripit House, Miss Stapleton, Beryl Garcia adiknya Stapleton, Mr. Frankland dari Lafter Hall, Mrs. Laura Lyons anaknya, dan narapidana yang kabur alias Selden si penjahat.

Kemampuan Watson dalam menyelidiki di kisah ini sudah lebih baik dari sebelumnya.

Saat pertama kali Watson bertemu Miss Stapleton, ia sudah diberi peringatan olehnya untuk segera kembali ke London. Namun ia keliru menyangka Watson adalah Sir Henry lalu dengan segala macam cara menyangkal dan mencari akal bahwa apa yang dikatakannya tadi tidak bermaksud apa-apa.

Siapakah Miss Stapleton sebenarnya? Mengapa ia memberi peringatan itu?

Sejak Sir Henry pertama kali mampir bersama Watson ke Merripit House, rumah Stapleton, disanalah Sir Henry mengenal Miss Stapleton. Sejak saat pertama melihatnya, Sir Henry tampak sudah jatuh cinta kepadanya, cinta yang dalam dan tulus. Sir Henry yang polos tidak tahu bahwa wanita yang dicintainya telah menipunya nanti. Sakit.

Selden si penjahat yang lari dari kenyataan hidup di penjara belakangan baru tahu adalah adik Mrs. Barrymore. Itu diketahui setelah Watson dan Sir Henry memata-matai Mr. Barrymore yang setiap dalu selalu melihat ke rawa-rawa dari dalam jendela dengan sebatang lilin sebagai penandanya. Selden selama ini berlindung di gubuk dekat rawa-rawa, diberi makan pun pakaian dari pemberian Sir Henry untuk Mr. Barrymore dulu.

Pada saat Watson dan Sir Henry tengah menuju rawa-rawa untuk menangkap si narapidana yang kemudian menghilang, pada saat itulah terjadi peristiwa yang aneh tidak terduga. Watson melihat sesosok laki-laki di karang tapi Sir Henry meragukannya dengan keyakinan pasti salah satu sipir yang berjaga mencari si narapidana.

Siapakah laki-laki di bukit karang itu? Apakah ia penguntit dari London kemarin? 

Karena Watson tidak mau setengah-setengah dalam kepenasarannya, ia pun nekat ke rawa-rawa lagi, menggeledah gubuk disana dengan revolver yang siap meletus. Sebelum revolver itu melesatkan pelurunya, suara yang khas telah membuat Watson sadar bahwa laki-laki di bukit karang itu adalah Holmes!!!.

Pertanyaan ada apa dibalik Holmes tidak ikut bersama mereka ke Devonshire terjawab sudah. Bila Holmes bersama-sama Sir Henry dan Watson, ia yakin kehadirannya akan memperingatkan lawan agar waspada. Dengan cara inilah Holmes berkeliaran lebih bebas dan siap menerjunkan diri sepenuhnya pada saat-saat kritis.

Gue suka geli sendiri melihat Watson menderita karena Holmes. Mereka suka beradu argumen seperti sepasang suami istri😂😂😂.

Diskusi Holmes dan Watson harus terpotong oleh suara erangan yang menakutkan dan jeritan yang entah siapapun mendengarnya pasti merinding. 

Holmes dan Watson mendapati korbannya sudah tewas, dan dia adalah Sir Henry!!!, dengan baju kotak-kotak khas miliknya saat dikenakan ke Baker Street kemarin. Tapi tunggu dulu, janggut, itu janggut tetanggaku seru Holmes (karena mereka tinggal di gubuk yang bersebelahan). Perasaan bersalah keduanya membiarkan klien dalam bahaya bahkan mati sirna sudah.

Nasib Selden yang dilindungi kakaknya ternyata harus mengalami kengerian seperti yang dialami Sir Charles Baskerville. Ia ketakutan luar biasa setelah mendengar lolongan anjing setan. Ia tewas dengan kondisi jatuh dan kepala terlipat ke sudut yang mengerikan. Sebut saja patah leher.

Holmes telah menarik kesimpulan bahwa pelakunya jelas ingin membunuh Sir Henry namun ia salah sasaran.

Siapa dalang ini semua?

Siapakah lawan selicin dan selicik ini?

Adakah kaitannya dengan Stapleton si pecinta alam? 

Siapa Stapleton yang sebenarnya?

Kebohongan apa yang disembunyikan selama ini dengan tameng ketenangan yang luar biasa tidak terkait apa-apa?

Teka teki apa dibalik peringatan Miss Stapleton?

Siapa pula Mrs. Laura Lyons anak dari Mr. Frankland dari Lafter Hall?

Apakah dia saksi kunci pembunuhan Sir Charles? 

Semua akan terjawab kalau kamu bisa langsung membacanya sendiri. Selamat membaca😁😄