Sosok Ketiga Teman

Edisi repost dari blog sebelumnya pada 10 Oktober 2009 “yang sudah disunting”. Selamat melihat 😀

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

gapura50

gapura52

Sosok pertama yang ingin ku kenalkan pada kalian adalah Dina Purnama Sari atau panggilan kecilnya Dina. Aku memulai mengenalnya pada saat mengikuti DIKSARLIN (Pendidikan Dasar Kedisiplinan) saat masih menjadi calon Mahasiswa POLSRI (Politeknik Negeri Sriwijaya) yang kebetulan pada saat itu kami satu kelompok, kelompok 7 tepatnya. Karena sosok Dina yang tinggi besar dan jolor, maka pada saat mengikuti kegiatan tersebut ia selalu berada di baris terdepan, lain halnya dengan ku yang berada di baris belakang karena postur tinggi badan ku yang kalah jauh dengannya. Oleh karena itu, aku dan Dina tidak terlalu akrab pada saat itu. Tetapi setelah mengetahui satu jurusan, satu kelas dan satu perguruan kami pun lama-kelamaan merapat.

Dina itu menurutku orangnya formal, terlihat dari gaya bicaranya dan gaya berbusananya. Ia pun sering melawak sama seperti aku hehehehe. Satu keunikan darinya, Ia selalu hormat alias menutup pandangannya dengan tangannya apabila silau matahari menyapanya, lihat saja bila waktu telah siang hehehe (tetapi sekarang ia telah memakai kacamata untuk menutupi kelemahannya itu). Ia pun cepat pusing. Dan yang paling penting perlu diingat, kawanku satu ini “pelupa” sampai-sampai handphonenya tertinggal di perpustakaan karena pelupanya itu, alhasil HP nya lenyap saat kami berempat mengeceknya lagi di tempat kejadian perkara. Dina, Dina, semoga “pelupanya” cepat sembuh dan hilang amin.

Sosok kedua adalah bernama Dwi Ayu Liring atau Ayu atau Liring (jangan panggil Dwi). Ayu itu orangnya manis dan yang pasti Miss Mirror bgt karena setiap waktu ia selalu berkaca hanya untuk melihat apakah bedaknya luntur, rambutnya tidak rapi, bibirnya kering dan lain sebagainya (hehehe peace yu) sampai ada satu momen di kelas dia sering kali mengangkat tangannya kedepan (istilahnya kalau sekarang seperti mau selfie) yang aku kira lagi ngapain ternyata lagi ngaca hahaha. Sama seperti Dina, Ayu pun baik hati. Ayu bisa dibilang sangat feminim tetapi jarang sekali memakai rok di kampus atau dimana saja kecuali memang diharuskan seperti sidang komprehensif. Ia pun sering membawa makanan dari rumahnya, hehe makanan gratis. Rumahnya pun tak luput dari sasaran kami untuk dikunjungi bila ada kerja kelompok, apalagi kalau bukan karena ada banyak makanan hehehe.

Sosok terakhir adalah yang bernama Yusi Fitria atau Uci. Beliau yang paling tua diantara kami walaupun sama-sama dilahirkan pada tahun yang sama hanya saja bulan yang membedakan. Ia lahir bulan Mei, aku bulan Juni, Ayu bulan Juli begitu juga dengan Dina yang lahir pada bulan Juli. Sehingga kami menyebut Uci sebagai kakak pertama, aku kakak kedua, Ayu kakak ketiga dan Dina adik terakhir yang bila diibaratkan dalam kisah Kera Sakti, Uci adalah Sun Go Kong, Aku Patkai (nasib), Ayu adalah Wucing (si Culun) dan Dina si Kuda.

Walaupun Uci yang paling tua diantara kami, tetapi ia masih saja ngelawak dan melucu seperti anak kecil hehehe (lebih baik bersikap bocah daripada sok dewasa ya ci). Ia juga cepat sekali menangis kalau putus pacar hehehe dan seketika ceria kembali. Gaya berbusananya juga selalu matching dari atas (jilbab) hingga bawah (sepatu) dan menurutku Ia paling pintar karena kegemarannya yang membaca koran. Bila sedang berpresentasi, kita semakin tidak mengerti dibuatnya. Seperti yang kukutip dari Novel Laskar Pelangi mengenai berbagai jenis orang cerdas mengatakan bahwa ada orang genius yang jika menerangkan sesuatu lebih bodoh dari orang yang paling bodoh, semain keras ia berusaha menjelaskan, semakin bingung kita dibuatnya. Hal ini biasanya dilakukan oleh mereka yang sangat cerdas.

Karena ketiga temanku tersebut hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, kami pun sering diem dieman gak ketahuan tapi apapun itu kami tetep sahabatan sampai sekarang, hidup #juliyudin (juki liring yusi dina). Sukses buat ketiga temanku. Mengenai sosok diriku sendiri, hanya kalian yang bisa menilainya hehehe. Sampai jumpa.

gapura41

Iklan

2 responses

  1. Sosok terakhir bernama Rizky Yuliani Syafitri atau biasa dipanggil rizky, dan nama kesayangan utk rizky ialah JUKI (hahahaha 😁😁😁). Knp dipanggil Juki, krn juki sosok yg tomboy dan seperti preman terminal pada saat itu (hahaha peace rizzz). Jdi sosoknya kini menjelma seperti Laudya Cyntia Bella yg feminin. Mungkin perubahannya terkait pencarian cintanya kepada sosok pangeran berkuda putih. Dulu wktu msih dibangku kuliah, rizky sangat rajin sekali orangnya orang yang paling lengkap catatannya se Politeknik Negeri Sriwijaya ya Rizky ini. Dan seharipun rizky tidak pernah tidak masuk kuliah, tidak pernah sakit (mungkin dia punya ilmu kebal dari ki joko bodo) sehingga pada akhir kelulusan Rizky dinobatkan sebagai mahasiswa terdisiplin dari Jurusan kami. Insyaallah kita semua bisa terus berhubungan baik dan tetap menjaga keharmonisan perhabatan kita. Salam rindu dari Ayu di Lampung 😘😘😘😘

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s