Kiki Liverpudlian

Edisi repost dari blog sebelumnya pada 26 Januari 2012. Why Liverpool? 😀

Ini adalah cerita asal usul menjadi Liverpudlian, cekidot 😀

Piala dunia tahun 2010 adalah sebuah momentum dalam menemukan jati diri yang baru (gaya) dimana mengenal bola kaki secara dekat dan intens pada saat itu juga sampai sekarang. Kalau boleh jujur sebenarnya aku mendapatkan pengaruh besar (mudah terpengaruh) dari kakak ku, Iyan sebut saja, yang gila bola dan sangat kontras dengan adik ku Adit yang justru bukan penggemar bola tapi barbie (becanda). Iyan sibuk taruhan dengan kawan-kawan bujangnya waktu piala dunia dan paling cepet nongol depan tv bila berita bola udah mulai ngoceh di tv, apalagi acara One Stop Football tiap weekend.

Waktu piala dunia, pertandingan kan metu (bahasa palembangnya nongol) tiap hari, ikut aja (nge-flow gak pake nge-fly) nonton sampe bela-belain begadang liatin Iyan yang hobi. Menarik juga, apalagi jagoan aku waktu itu tidak jauh beda dengan Iyan, yaitu Inggris, Argentina dan Spanyol. Mau jujur lagi? suka Inggris karena suka Joe Cole (dari klub Chelsea waktu itu yang akan aku ceritakan sebentar lagi) yang ganteng dan manis mirip Paul Walker. Argentina suka Messi dan Higuain dan Spanyol suka Torres dan belakangan suka Villa. Hahahha bener kata orang, kalo cewek yang suka bola biasanya karena melihat cowok-cowoknya yang ganteng. Gak ngeles 😦 (tapi sekarang gak juga kali).

Kemudian keluarlah Spanyol sebagai pemenang piala dunia berbarengan dengan kemenangan piala eropa/euro yg Spanyol juga raih. Setelah piala dunia berakhir, kemudian mulai jatuh cinta sama Barclays Premiere League yang sebelumnya gak kepikiran sama sekali. Sekali lagi karena pengaruh kuat dari Iyan. Iyan yang suka Manchester United kontras dengan aku yang mulanya penyuka Chelsea (karena ada Joe Cole). Cerita dibalik Joe Cole adalah karena pengaruh (mudah terpengaruh) dari Dwi Ayu Liring alias Ayu (sohib) pecinta Lampard, Chelsea, she gave me big influence btw. Setelah kontrak Joe Cole habis dan kemudian pindah ke Liverpool barulah aku mulai menyukai klub ini dan mengenal para pemain lainnya seperti Torres dan Gerrard. Harus ku akui awal kesukaan ku pada Liverpool dilatarbelakangi kepindahan Joe Cole dari Chelsea ke Liverpool.

Kini di Liverpool ada tiga pemain yang paling dominan ku suka yaitu Joe Cole, Fernando Torres, dan Steven Gerrard dengan nomor punggung mereka dibawah ini:

Setelah kepergian Torres ke Chelsea timbul rasa kecewa yang sangat mendalam dan berharap Gerrard tidak ikut-ikutan karena beredar isu akan mengikuti Torres. Belakangan baru tahu semua Liverpudlian (pendukung Liverpool) juga marah dan kecewa atas hijrahnya Torres ke Chelsea sampai-sampai nama Torres di cabut di Jersey Liverpool. Karena Torres sudah dianggap bintangnya Liverpool seperti Gerrard (bahkan sudah dibilang maskot).

Kepergian Torres pada waktu itu hampir menggoyahkan aku apakah harus bertahan di Liverpool atau keluar dan mendukung Chelsea kembali (ok lebay)? Hah tidak, masih ada Joe Cole di Liverpool (lagi-lagi masih alasan Joe Cole hahhaha). Karena bisa dikatakan juga mulai cinta dengan Torres. Sepeninggal Torres kini aku mulai mencintai Gerrard sebagai kapten tim dan mulai mengenal dan mengingat skuad inti pemain-pemain Liverpool lainnya.

Mulai dan mulai ngefans dengan klub ini hingga ku putuskan memasang bio Liverpudlian di info facebook ku http://www.facebook.com/rizky.y.syafitri/info. Responnya lumayan, ada yang ngeadd sesama Liverpudlian juga diajak gabung ke grup Liverpudlian Palembang Indonesia:

http://www.facebook.com/groups/139107582819739/,

http://www.facebook.com/pages/BIG-REDS-REGIONAL-PALEMBANG/114296018661615

walaupun aku belum pernah ikut nobar sama sekali hehehehe 🙂

Respon yang lain adalah pecinta dari klub lain seperti Manchester United (Iyan, Ojan, Ricky, Bayu, Boy, Helmi, Gusty Ari), Arsenal (Satria), City (Gias) Chelsea (Robby) kini saling menyombongkan klub masing-masing akibatnya sering terjadi saling ejek-ejekkan dan perang mulut diantara kami apalagi bila klub yang didukung kalah, wah siap-siap dibully 😦

Lalu respon lainnya datang dari sesama cewek. Sebagian merespon wah, wiw (artikan sendiri). Back to laptop (Joe Cole). Joe Cole yang kini berstatus dipinjamkan ke salah satu klub liga perancis juga sempat membuat ku kecewa sama Dalglish yang jarang bahkan tidak pernah memasukkannya ke skuad inti setelah pergantian pelatih (mengheningkan cipta). Ya mau apa lagi (berharap Joe Cole pulang dan kembali main di Anfield). Kini bermunculan pendatang-pendatang baru seperti Suarez, Carrol, Johnson, Belammy, Adam dsb membuat Liverpool semakin ramai dan terpacu untuk terus maju. Walaupun kemajuan Liverpool suka angin-anginan (kadang kalah dan menang) aku akan tetap menjaga loyalitas sebagai Liverpudlian (tolong muntah ditempatnya). Berharap di musim 2012 ini dapat gelar juara di Carling Cup, FA Cup dan BPL minimal ada satu piala yang berhasil dikantongi, aamiin.

Akhir paragraf, semoga postingan kali ini dapat menginspirasi kalian pecinta bola 😀

NB: ini adalah cerita ku, cerita mu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s