Sepakbola Adalah Pelajaran Hidup

Sepakbola adalah pelajaran hidup, ya dari pertandingan Liverpool VS Dortmund jumat dini hari tadi – 15 April 2016 waktu Indonesia barat – pada putaran leg kedua lah #EuropaLeague yang menyadarkan ku kalau kita tidak boleh menyerah sampai akhir. Laga yang dramatis dan sungguh fantatis di kandang Liverpool, Anfield semalam juga bertepatan dengan peringatan tragedi 27 tahun yang lalu yaitu Hillsborough’s Day yang membuat laga ini penuh dengan emosional #JFT96 dimana Liverpool dan Dortmund sama-sama memberikan penghormatan dan menyanyikan Liverpool anthem You’ll Never Walk Alone #YNWA #Respect.

image

Sempat tertinggal menit ke 10 Liverpool 0-2 Dortmund, Liverpool baru dapat membalas dengan sepakan Divock Origi pada babak kedua menit ke 48 Liverpool 1-2 Dortmund. Namun Dortmund memberi surprise yang tidak diinginkan semua fans Liverpool pada menit 57 membuat skor Liverpool menjadi 1-3 Dortmund. Sudah ketinggalan 2 gol dari rival tidak bisa dipungkiri membuat fans Liverpool ketar ketir (termasuk teman saya yang langsung merubah statusnya di BBM), namun Liverpool menunjukkan semangat juang yang tinggi dan akhirnya tendangan Philipe Coutinho berbuah manis menjadi gol yang memaksa papan skor harus mengubah angka. Tidak hanya itu Mamadou Sakho pada menit-menit berikutnya menampar Dortmund yang kini bermain imbang Liverpool 3-3 Dortmund dengan sundulan kepalanya. Yeah kini Liverpool dan Dortmund sama-sama beragregat 4-4 dan masih memiliki kesempatan yang sama kuat. Namun petaka buat fans Dortmund yang sudah merayakan euforia sejak leading lebih awal di Anfield Stadium, tiba-tiba dipaksa menelan pil pahit oleh sundulan kepala Dejan Lovren memastikan bola dengan aman dan selamat masuk ke gawang Dortmund pada injury time 90′ membuat Liverpool 4-3 Dortmund. Otomatis Liverpool lah yang keluar sebagai pemenang dengan agregat menjadi 5-4 setelah leg pertama bermain imbang 1-1. Tentu saja hadiah yang ditunggu-tunggu atas kemenangan Liverpool tadi malam adalah menjadi salah satu finalis yang akan berlaga di semifinal Europa League untuk pertama kali semenjak dimandori Juergen Klopp.

Drama comebacknya Liverpool tadi malam betul-betul mengingatkan kita pada final Champions League 2005 di Instabul melawan AC Milan dengan kemenangan dramatis yang diperoleh Liverpool pada putaran penalti setelah Liverpool menjadi pesakitan AC Milan 3-0 lebih dulu dan mampu membalik keadaan menjadi imbang.

image

Ingat bola itu bundar, bisa saja kita sedang diatas atau dibawah tapi ingatlah itu hanya sementara karena bola itu selalu menggelinding.

Kisah sebelumnya seperti Barcelona yang dibuat tidak berdaya oleh Atletico Madrid diputaran leg kedua #ChampionsLeague #UCL. Mungkin Barcelona yang memang dipandang sebagai klub superior karena menang diatas angin pada leg pertama tidak memperhitungkan kemungkinan apa yang akan dilakukan lebih oleh lawan yang sakit dan menderita dan fans Barcelona pun sudah berkoar menginginkan laga El Clasico di final Liga Champions nanti, dan benar saja Atletico Madrid lah yang berhak melaju ke semifinal Champions League. Mereka mampu berubah 180° dengan melesatkan 2 gol tanpa balas dengan akhir agregat Atletico Madrid 3-2.

Kisah yang sama dialami klub sekota Real Madrid. Digagahi oleh Wolfsburg pada leg pertama 2 gol tanpa perlawanan dan dibully di social media tidak membuat Real Madrid galau sepanjangan, mereka berhasil membalas dendam dengan 3 gol hattrick dari Ronaldo tanpa balas dengan final agregat 3-2 yang membuat Real Madrid berhasil memenangkan tiket menuju semifinal Liga Champions.

Kisah lain sesama klub kaya sebut saja Paris Saint German dan Manchester City. Manchester City yang akhirnya lolos ke semifinal Liga Champions mengejutkan banyak pihak, fans dan tentu fans karbitan. Mungkin klub dengan sebutan Manchester Biru itu dianggap underdog oleh lawan yang sudah memastikan gelar domestik lebih awal, namun ada juga mitos yang mengatakan kalau kutukan Zlatan Ibrahimovic yang tak pernah sukses membawa klubnya menjadi juara Liga Champions masih menghantuinya. Menjadi tim yang sering disebut underdog/diremehkan memang memberikan sedikit keuntungan.

Ya, itulah sepakbola, ada banyak pelajaran hidup yang dapat kita pelajari. Salam #Respect

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s