Tentang OJK 2016

Hari itu Jumat 8 April 2016 adalah hari dimana gue mau tidak mau muter-muter Palembang cuma untuk mencari map karton ungu, ya map karton ungu (tiap jurusan warna mapnya beda). Dari perum sako, pusri (ketemu Afis, kawan magang, seorang pewaris sah Mega Mas Atk dan fans Chelsea), Gramed kol atmo, JM, sederetan toko-toko ATK di sudirman, sial gak ada sial gak ketemu dimana-mana dan akhirnya ketemu di potokopian bukit. Alhamdulillah, seharusnya dari awal memang ke bukit. Inikah rasanya jadi laki ngeladeni bininya yang ngidam aneh-aneh biar si debay (dedek bayi) gak ileran pas lahir? Bisa jadi.

Saat hari H hari minggu tgl 10 April 2016 gue berasa kayak lagi ikutan Ninja Warior Indonesia yang dipandu hostnya bang Fadi Iskandar. Bang Fadi yang selalu memberi semangat kepada para pesertanya di TV, kali ini dia juga nyemangati gue “iya kiki kamu pasti bisa, sedikit lagi, sedikit lagi, o ow agak sakit pasti, dan yeeaaahh kamu berhasil kiki, I love you kiki, kamu memang jagoanku” (biarkan gue ngayal tingkat dewa).

Obstacle-obstacle yg harus gue lalui saat itu persis dengan hari jumat sebelumnya saat mencari map karton ungu. Pertama saat mau pergi tes (siang) di bukit – Polsri kampus lamaku – gue pergi dengan bensin yang sekarat. Melihat pom bensin pertama gue lewati begitu saja, bukannya gue jual mahal namun waktu semakin dekat dengan jam 1 dimana jam 1 sudah harus di lokasi karena 1.30 siang tes dimulai (guenya memang lelet dari awal). Melihat pom bensin kedua di demang lebar daun yang gue kira buka ternyata masih tutup/tidak beroperasi lagi, jadi mau gak mau gue lewati lagi. Ah sudahlah gue masa’ bodoh, gak sempet lagi (sambil berdoa semoga sampai dengan bensin yang sangat-sangat hemat).

Kedua obstacle yang mesti gue lewati hari itu adalah turun hujan. Tak disangka tak dinyana, yang tadinya memang sudah gerimis malu-malu sekarang hujannya sudah terang-terangan menunjukkan diri (lebat). Gue lihat sekeliling orang-orang sudah memenuhi halte busway untuk berteduh, dalam hati gue bicara sendiri “udah gak sempet lagi ki”. Alhasil sampai di lokasi dengan setelan baju item putih yang gue pake basah kuyup, sip. Yang lebih mengejutkan, saat mau duduk di kursi peserta air tiba-tiba mengucur pelan dengan pasti di ujung tas gue yang memang bolong, OMG tas gue penuh air bukan karena keujanan tadi tapi dari botol minum yang sengaja gue bawa dari rumah tumpah dengan indahnya, bagus sekali botol 🙂 Panitia pun bertanya kenapa ini (lantai) basah, gue pun dengan culunnya bilang “keujanan pak hehehehe” (padahal bohong), dia balas dengan tersenyum saja, mungkin dia memang melihat baju gue yang masih basah kuyup.

And then tes pun dimulai dari pukul setengah 2 siang sampai setengah 8 malam dengan jeda 2 kali untuk solat ashar dan magrib. Tes tertulis (tahap 1) yang diujikan OJK Tes Psikologis Lengkap, Tes Akademik/Bidang, Tes Pengetahuan Umum dan OJK, dan Tes Bahasa Inggris. Gue gak shock lagi kalo tesnya sekali banyak, selain memang diumumin sebelumnya di web juga karena dosen di Unsri kemaren bilang anaknya pernah ikut tes OJK sampai malam.

Tes Psikologis Lengkap masih tentang hitungan matematika dasar (belum ada deret angka), sinonim antonim, gambar visualisasi, pernyataan-pernyataan yang mesti kita pilih antara dua pilihan, dan tes pauli (koran) dari atas ke bawah.

Tes Pengetahuan Umum dan OJK, bukan tentang tanggal berdirinya dan struktur organisasinya, melainkan tentang pengetahuan seputar OJK seperti istilah-istilah, cara kerja OJK, badan atau lembaga yang berkaitan dengan OJK, lembaga-lembaga yang diatur OJK dan peraturan apa saja yang mesti diterapkan terhadap lembaga-lembaga tersebut dan lain sebagainya

Tes Bahasa Inggris sama seperti tes TOEFL pada umumnya yang meliputi structure and written expression dan sesi reading namun minus embel-embel sesi listening.

Tes Akademik/Bidang tentang bidang studi/jurusan kita masing-masing. Untuk anak manajemen seperti gue masuk di bidang ekonomi sama seperti akuntansi dan ekonomi pembangunan lainnya, jadi soalnya gak jauh dari soal hitungan, tentang ekonomi makro, perdagangan internasional, saham, bunga, cek, surat berharga, wesel dan tetek bengek istilah-istilah ekonomi lainnya.

Pesan moral: Hindari fokus pada satu dua soal yang bikin kamu penasaran dan kerjakan secepat mungkin (bukan berarti asal asalan kecuali memang tidak tahu jawabannya) sebelum panitia bilang stop. Pengalaman mengajarkan gue isian yang masih banyak kosong langsung jatuhin mental dan benar saja hasilnya.

Yang bikin gue salut dari rekrutmen ini, kita dikasih bekal nasi kotak dan air minum padahal pengumuman di web sebelumnya panitia tidak menyediakan makanan atau apapun.

Ok tes telah berakhir tapi masih dengan satu obstacle sebelumnya yang belum berakhir saat pulang. Mengingat bensin gue sudah sangat kritis, gue pun melajukan si the reds – motor – secepat kilat seperti kerasukan The Flash dengan keadaan stang motor yang masih bengkang karena kejadian beberapa hari yang lalu (terlalu panjang kalau gue ceritakan cui). Alhamdulillah rezeki memang gak kemana, sampai juga di pom bensin dengan selamat sejahtera setelah dihantui rasa takut untuk mendorong motor ke pom bensin. Kan lucu.

2 minggu kurang kemudian alias kemarin tanggal 22 April 2016 pengumuman keluar dan benar saja I’m still not good enough (tidak lulus lagi) setelah percobaan pertama pada tahun 2014 lewat. Namun sebelumnya gue sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, kemudian gue bernyayi seperti biasa lewat earphone lagunya Sheila On 7 “Lapang Dada”, “Fix You” miliknya Coldplay, Westlife “Try Again”, “Insha Allah” by Maher Zain feat Fadly Padi dan Josh Groban dengan “You Are Loved (don’t give up)”. It always works.

Yang pasti ada satu hal yang positif, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) kali ini berhasil membuat gue kembali lagi dengan cinta lama ku Polsri, setelah sekian lama tidak duduk di gedung KPA lantai 2. Tetap bersyukur apapun yang terjadi 🙂

Buat kamu yang lulus ke tahap selanjutnya, gue doakan semoga lanjut sampai akhir dan berhasil. Semangat #YNWA

Salam dari Om Juergen Klopp 😀
image

Iklan

Sepakbola Adalah Pelajaran Hidup

Sepakbola adalah pelajaran hidup, ya dari pertandingan Liverpool VS Dortmund jumat dini hari tadi – 15 April 2016 waktu Indonesia barat – pada putaran leg kedua lah #EuropaLeague yang menyadarkan ku kalau kita tidak boleh menyerah sampai akhir. Laga yang dramatis dan sungguh fantatis di kandang Liverpool, Anfield semalam juga bertepatan dengan peringatan tragedi 27 tahun yang lalu yaitu Hillsborough’s Day yang membuat laga ini penuh dengan emosional #JFT96 dimana Liverpool dan Dortmund sama-sama memberikan penghormatan dan menyanyikan Liverpool anthem You’ll Never Walk Alone #YNWA #Respect.

image

Sempat tertinggal menit ke 10 Liverpool 0-2 Dortmund, Liverpool baru dapat membalas dengan sepakan Divock Origi pada babak kedua menit ke 48 Liverpool 1-2 Dortmund. Namun Dortmund memberi surprise yang tidak diinginkan semua fans Liverpool pada menit 57 membuat skor Liverpool menjadi 1-3 Dortmund. Sudah ketinggalan 2 gol dari rival tidak bisa dipungkiri membuat fans Liverpool ketar ketir (termasuk teman saya yang langsung merubah statusnya di BBM), namun Liverpool menunjukkan semangat juang yang tinggi dan akhirnya tendangan Philipe Coutinho berbuah manis menjadi gol yang memaksa papan skor harus mengubah angka. Tidak hanya itu Mamadou Sakho pada menit-menit berikutnya menampar Dortmund yang kini bermain imbang Liverpool 3-3 Dortmund dengan sundulan kepalanya. Yeah kini Liverpool dan Dortmund sama-sama beragregat 4-4 dan masih memiliki kesempatan yang sama kuat. Namun petaka buat fans Dortmund yang sudah merayakan euforia sejak leading lebih awal di Anfield Stadium, tiba-tiba dipaksa menelan pil pahit oleh sundulan kepala Dejan Lovren memastikan bola dengan aman dan selamat masuk ke gawang Dortmund pada injury time 90′ membuat Liverpool 4-3 Dortmund. Otomatis Liverpool lah yang keluar sebagai pemenang dengan agregat menjadi 5-4 setelah leg pertama bermain imbang 1-1. Tentu saja hadiah yang ditunggu-tunggu atas kemenangan Liverpool tadi malam adalah menjadi salah satu finalis yang akan berlaga di semifinal Europa League untuk pertama kali semenjak dimandori Juergen Klopp.

Drama comebacknya Liverpool tadi malam betul-betul mengingatkan kita pada final Champions League 2005 di Instabul melawan AC Milan dengan kemenangan dramatis yang diperoleh Liverpool pada putaran penalti setelah Liverpool menjadi pesakitan AC Milan 3-0 lebih dulu dan mampu membalik keadaan menjadi imbang.

image

Ingat bola itu bundar, bisa saja kita sedang diatas atau dibawah tapi ingatlah itu hanya sementara karena bola itu selalu menggelinding.

Kisah sebelumnya seperti Barcelona yang dibuat tidak berdaya oleh Atletico Madrid diputaran leg kedua #ChampionsLeague #UCL. Mungkin Barcelona yang memang dipandang sebagai klub superior karena menang diatas angin pada leg pertama tidak memperhitungkan kemungkinan apa yang akan dilakukan lebih oleh lawan yang sakit dan menderita dan fans Barcelona pun sudah berkoar menginginkan laga El Clasico di final Liga Champions nanti, dan benar saja Atletico Madrid lah yang berhak melaju ke semifinal Champions League. Mereka mampu berubah 180° dengan melesatkan 2 gol tanpa balas dengan akhir agregat Atletico Madrid 3-2.

Kisah yang sama dialami klub sekota Real Madrid. Digagahi oleh Wolfsburg pada leg pertama 2 gol tanpa perlawanan dan dibully di social media tidak membuat Real Madrid galau sepanjangan, mereka berhasil membalas dendam dengan 3 gol hattrick dari Ronaldo tanpa balas dengan final agregat 3-2 yang membuat Real Madrid berhasil memenangkan tiket menuju semifinal Liga Champions.

Kisah lain sesama klub kaya sebut saja Paris Saint German dan Manchester City. Manchester City yang akhirnya lolos ke semifinal Liga Champions mengejutkan banyak pihak, fans dan tentu fans karbitan. Mungkin klub dengan sebutan Manchester Biru itu dianggap underdog oleh lawan yang sudah memastikan gelar domestik lebih awal, namun ada juga mitos yang mengatakan kalau kutukan Zlatan Ibrahimovic yang tak pernah sukses membawa klubnya menjadi juara Liga Champions masih menghantuinya. Menjadi tim yang sering disebut underdog/diremehkan memang memberikan sedikit keuntungan.

Ya, itulah sepakbola, ada banyak pelajaran hidup yang dapat kita pelajari. Salam #Respect