Review Summer Sky oleh Stephanie Zen

Hadiah buku adalah hadiah yang gue inginkan dari dulu. Dan ini kali ketiga yang gue dapatkan dari seseorang (pertama dari sahabat Juliyudin: puluhan tahun lalu, kedua dari pelangkahan adik: Satu Box Set Harry Potter), yaitu kamu, terpisah dengan jarak tempuh 2.098,8 km (ke Palembang) yang jauh. Thank you 😊😊😊.

Summer Sky oleh Stephanie Zen adalah novel metropop kedua yang gue baca setelah The Case We Met oleh Flazia.

Berkisah tentang cinta segitiga antara Summer Sky Azalea atau Sky (peran utama cewek), Alex Rahadian (mantan), dan Jordan Elwandi (gebetan).

Sky bekerja sebagai senior sales consultant di kantor We Connect Jakarta, perusahaan digital marketing. Sky merantau ke Jakarta, terpisah dari keluarganya di Surabaya. Sedangkan Alex Rahadian bekerja di GP Architects atau GPA, biro arsitektur di Jakarta. Dan Jordan Elwandi adalah bos MLM medis IntoLife Research Indonesia, tempat ibu Sky bekerja di Surabaya

Singkat cerita, Sky pergi liburan ke Tanjung Aru, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Kawasan dengan laut yang mendominasi. Ia menerima ajakan liburan dari ibunya untuk membuktikan diri bahwa ia mampu melanjutkan hidup tanpa Alex yang selama enam tahun terikat pacaran. Disana, ia bertemu gebetan baru yang ternyata dijodohkan ibunya.

Setelah pulang ke Jakarta, sang mantan menghubunginya lagi, meminta kembali. Di lain sisi, gebetan juga mulai mengisi hati. Siapakah yang akan Sky pilih? Gue akan membocorkannya dengan senang hati, Jordan 😜😜😜.

Temukan langsung alasan Sky memilih Jordan di novelnya dan cerita-cerita lainnya yang masih tertinggal disana seperti Sky dengan Alex, Alex antara cinta dan beasiswa kuliah di Jerman, PDKT Jordan ke Sky yang membuat Sky terpesona, Sky lebih menyukai Ocean daripada namanya, Sky yang workaholic, liburan ke Semarang-Jepara-Karimunjawa yang akan menentukan nasib mereka bertiga Sky, Alex, dan Jordan, dan The Summer Sky adalah sebuah nama cincin.

Summer Sky relate dengan kamu yang LDR, calon mertua yang tidak setuju, dan dijodohkan.

Recommended. Sampai jumpa lagi 😁😁😁.

Kutipan:
1. Kamu tahu nggak, Sky, kenapa Mama nggak begitu setuju kamu sama si Alex? Karena kamu itu gampang panik, si alex juga. Kalau ada masalah, kalian berdua akan sama-sama panik, dan pada akhirnya membuat masalah itu tambah parah, plus kalian akan bertengkar. Kenapa Mama godain kamu sama Pak Jordan? Itu karena dia orangnya tenang dan sabar banget. Kalau ada masalah di kantor dan semua orang panik, dia yang selalu menenangkan. Nggak cuma itu, dia juga bisa membereskan masalahnya. Dia tipe yang akan bisa meredam kamu yang meledak-ledak. Si Alex nggak bisa – Mama Sky

2. Mama hanya minta kamu buka mata. Belajar melihat karakter orang lain. Kadang, orang yang bisa melengkapi kita justru orang yang karakternya sangat berbeda dengan kita – Mama Sky

3. Mungkin memang benar, satu-satunya cara untuk melupakan seseorang adalah dengan memiliki orang lain untuk dipikirkan – Sky

4. Things happen when you least expect it. Begitu pun sebaliknya – Sky

5. Kamu memang nggak keluar masuk hatiku. Kamu nggak pernah keluar, kamu selalu tinggal di sana – Alex

6. Jangan cintai aku apa adanya, jangan. Tuntutlah sesuatu, biar kita jalan ke depan – Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Tulus

7. Jalan pikir pria memang ternyata lebih simpel, tidak seperti perempuan yang njelimet dan terlalu banyak berpikir ini itu. Tapi, kesimpelannya itu suka membuat perempuan tidak habis pikir – Sky

8. Saya akan menjadi pasir dan air laut tempatmu menjejak, supaya kamu bisa berayun lebih tinggi – Jordan

9. Aku ingin menjadi seperti dermaga itu untukmu, Sky. Merapatlah jika kau sudah bosan, atau lelah berkelana – Jordan

10. Kalau ada yang bilang perubahan panggilan dari “gue-lo” menjadi “aku-kamu” itu menandakan sesuatu yang serius, mereka salah. Perubahan panggilan dari “saya” ke “aku” itu lebih serius lagi – Sky

11. Tidak apa-apa. Lebih baik bertanya daripada menebak-nebak. Komunikasi itu penting, daripada jadi salah paham seumur hidup – Jordan

12. Kamu pasti tahu aku tidak main-main denganmu, kan? Kapan pun kamu siap, aku bisa menghadap orangtuamu – Jordan

13. Tapi kita belum lama saling kenal – Sky. Bukankah kamu seharusnya menjadi orang paling tahu bahwa lama mengenal dan pacaran tidak bisa menjadi acuan berhasilnya sebuah hubungan – Jordan

14. You can meet somebody tomorrow who has better intentions for you than someone you’ve known forever. Time means nothing. Character does – kutipan yang selalu diingat Sky setelah putus dari Alex, bahwa suatu hari nanti Sky akan menemukan seseorang yang lebih baik dari Alex. Bahwa ia tak perlu mengenal seseorang ini untuk kurun waktu selama ia mengenal Alex, karena karakter orang inilah yang akan berbicara

15. Mama pernah bilang, orang yang tepat akan tinggal. Tidak perlu memintanya untuk tinggal – Sky

Happy Birthday

Happy birthday to me 😁😁😁

Someone is out there sent me this when some people forgot about me. I knew I could find a video like this everywhere in internet, but that’s not the point. Honestly I used to not give a damn about my birthday, but today is special. Only you wished me a happy birthday.

Do you hear me? I’m talking to you across the water across the deep blue ocean under the open sky oh my baby I’m trying ~

Thank you, you really made my day, I appreciated 😊😊😊

Review Pulang-Pergi – Tere Liye

Pulang malu tak pulang rindu heheheheh. Maaf ini bukan petikan lagu itu.

Pulang-Pergi melanjutkan kisah Bujang dkk ke Moskow, Rusia (baca Pulang dan Pergi). Ini semua tak lebih dari jeratan setan yang harus dihadapi Bujang (sadis wkwkwkwk). Bagaimana tidak, Bujang harus menikahi seorang gadis hanya karena ia memenangkan duel dengan gadis itu. Dan Bujang tidak tahu menahu soal itu. Bujang ingin keduanya kenal lebih dulu dan tidak terburu-buru (dan seharusnya berjalan alami seperti orang-orang lain, eeeeaaaa. Jadi ingat masa lalu). Namun Bujang harus berani mengambil resiko tersebut. Ia harus bertunangan bahkan menikah dengan Maria, anak Otets, dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Kisah dibuka ketika Bujang pulang ke talang mengunjungi pusara mamak dan bapaknya. Tak lama kemudian, helikopter datang dan sebuah tombak dari stainless steel menghujam ke tanah tanpa mengincar tubuh Bujang. Rupanya di ujung tombak terikat selembar kain yang isinya berupa pesan dari Otets “dua hari dari sekarang pertunangan antara dirinya dan Maria telah ditetapkan. Jika Bujang tidak datang, akan membuat Maria malu di depan tamu-tamu undangan, menyakiti hati putrinya, dan itu berarti perang antarkeluarga. Datang atau mati. Menikah dengan Maria atau makam kedua orangtua Bujang akan diratakan”. Pengirim pesan ini sesungguhnya pengkhianat salah satu penguasa Shadow Economy yang memang menantikan Bujang berada disana. Bujang akan mengetahuinya setelah tiba di Rusia.

Singkat cerita, Bujang pergi memenuhi perjodohan bersama Salonga dan murid menembak pistol Salonga, Junior. Junior adalah salah satu pahlawan yang akan berjasa bagi mereka nanti.

Tak disangka, Thomas, Konsultan Keuangan, muncul lagi disini. Thomas diundang karena Otets membutuhkan nasihat keuangan seperti Yamaguchi di Pergi.

Tidak seperti di Pergi, disini Thomas dan Bujang bersisian dari awal sampai akhir cerita. Mereka seperti paket lengkap. Muda, tampan, kaya, ahli di bidangnya, dan jago bertarung. Jadi mirip Avengers, dua tokoh di masing-masing cerita kini bergabung dalam satu kisah.

Diketahui, Thomas pernah berduel dengan Maria sebelum dengan Bujang. Maria memilih jenis duelnya dengan tongkat. Thomas harus bisa mengalahkan Maria atau Organisasi Bratva (dibawahi Otets) akan membatalkan tawaran pekerjaan konsultasi kepada dirinya. Dalam pengakuan Thomas juga, Maria memang tidak memilihnya (tapi memilih Bujang), karena itu dia berkali-kali lebih serius untuk mengalahkan Thomas. Namun anehnya Otets tetap memberikan pekerjaan itu. Disinilah Bujang baru paham, ia seharusnya mengalah saja dengan Maria, toh, Otets akan tetap membantu Keluarga Yamaguchi dan Keluarga Tong menghadapi Master Dragon. Baik Bujang bahkan Salonga tidak tahu menahu kalau Otets akan melakukan hal yang sama seperti kasus Thomas. Bujang mendengus kesal mengingat Salonga yang menyuruhnya harus mengalahkan Maria dulu. Itu semua dilakukan karena dalam situasi darurat atau tiga aliansi tidak pernah terbentuk. Tapi Salonga buru-buru membesarkan hati Bujang. Bujang akan menikahi Maria yang cantik, pintar, dan petarung. Bujang hanya akan menikah, bukan disuruh pergi ke neraka, meskipun pernikahan itu memang bisa menjadi neraka 😁😁😁.

Saat semua tamu undangan berkumpul, Otets mengenalkan pengawalnya kepada Bujang cs. Seorang perempuan, sekitar 40 tahun, ibu-ibu (menurut Bujang), mengenakan pakaian hitam-hitam, rambut dikuncir, tidak membawa senjata, hanya sebuah pisau sembelih kecil, dan namanya Natascha. Dan pengkhianat yang gue sebut-sebut di awal adalah dirinya, Natascha.

Pengkhianatan yang dilakukan Natascha kepada bosnya persis dengan yang dilakukan Basyir di Keluarga Tong (baca Pergi). Orang tuanya tewas oleh tukang pukul Otets, dan Natascha kecil dibawa ke mes khusus pelatihan tukang pukul Bratva untuk dididik langsung oleh petarung-petarung terbaik Rusia sejak usia lima tahun.

Bujang kaget, acara pertunangan tiba-tiba diganti Otets dengan pernikahan. Bujang marah, menggeram dalam hati, hendak berteriak kencang, tapi yang bisa ia lakukan sekarang hanya pasrah. Ia sadar, keajaiban tidak akan terjadi pada malam itu. Bujang yang sangat sayang dengan mamaknya membatin dalam hati “Mamak, jauh sekali anakmu menikah malam ini. Puluhan ribu kilometer dari talang. Ladang padi tadah hujan. Hutan lebat”. Sekarang gue jadi sadar, seorang pria akan tetap menjadi anak laki-laki kesayangan ibunya walaupun ia hendak menikah. Maaf, gue ingat masa lalu lagi yang sudah case closed.

Tapi Bujang keliru. Keajaiban itu masih ada walau harus dibayar mahal. Natascha bersama pasukan elit Bratva “Black Widow” (nama spesies laba-laba betina. Spesies ini akan memakan jantannya setelah kawin. Natascha menggunakan nama tersebut karena ingin pasukan perempuannya mengungguli tukang pukul laki-laki) melancarkan aksinya persis Bujang bersiap melangkah di atas karpet. Momen yang ditunggu-tunggu Natascha telah tiba. Pisau sembelih yang selama ini ada di pinggang Natascha, pisau yang digunakan anak buah Otets (35 tahun lalu) untuk menguliti hidup-hidup ayah dan ibunya, dua kakak laki-lakinya, kini sukses kembali kepada Otets. Pisau itu menekan kulit leher Otets, dan menewaskannya. Tidak hanya Otets, Sergei, Two Spies dan tukang pukul terbaik keluarga Penguasa Shadow Economy Rusia, juga menemui ajalnya. Salah satu anggota Black Widow memukul kepalanya tanpa ampun ketika Sergei hendak menyerang Natascha. Tidak cukup sampai disitu, kepala Sergei juga ditembak dan darah segar berhamburan keluar dari kepalanya. Sergei tewas.

Maria menangis melihat papanya mati dan tidak percaya kepada Tetya, panggilan untuk Natascha dari Maria, yang tega melakukannya. Dan pada saat itulah Bujang dan Thomas saling tatap menyelamatkan yang tersisa, Maria. Mereka melarikan diri, disusul Salonga dan Junior. Dan pada momen inilah, kesan Bujang kepada Maria mulai berubah (termasuk gue yang sebelumnya di Pergi tidak relaπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†). Bahkan gue bisa saja asal mencomot cerita ke depan, Maria tidak pernah memaksa Bujang, Bujang bisa menolak perjodohan itu kapan saja. Bahkan sekali Bujang tidak menyukai rencana itu, Papa akan berhenti memaksa Bujang. Bujang seperti tidak percaya kepada apa yang baru dikatakan Maria barusan.

Temukan sendiri kisah Bujang dan Maria yang saling menyukai di novelnya langsung (bahkan gue yang membacanya jadi ikut bahagia, apalagi Maria menyukai Bujang karena Bujang pemuda yang takut pada wanita 😁😁😁).

Bukan hanya itu, masih banyak cerita yang tertinggal disana yang tidak gue jelaskan disini. Antara lain:
1. Keahlian Thomas dalam mengendarai speed boat, kapal, dan bertinju.

2. 24 jam terakhir yang Bujang cs lalui sungguh gila. Baru mendarat di Moskow, lantas menumpang kereta cepat ke Saint Petersburg. Kemudian acara itu. Lalu penyerangan Natascha. Lorong kastil. Dermaga. Teluk. Sekarang sudah meluncur menuju Estonia.

3. Bujang mengusir Thomas karena menurutnya ini bukan perang Thomas. Tapi Thomas tidak pernah pergi, maka bagaimana Thomas akan kembali? Hidup Thomas tidak serumit Bujang. Pulang, pergi, dan pulang-pergi. Bagi Thomas hidupnya sederhana. Ini adalah perangnya juga. Baginya Natascha dan anak buahnya adalah bedebah. Dan itu cukup untuk menentukan prinsipnya. Bujang menjulurkan tangannya dan berterima kasih karena tidak pernah pergi dari rombongan. Dan Thomas menjabat tangan Bujang. Resmi sudah aliansi mereka berdua kini terbentuk.

4. Kepala Bujang dkk menjadi buronan bagi pembunuh bayaran Natascha, kecuali Thomas, karena berharga 50 juta dolar

5. White dan Si Kembar Yuki dan Kiko datang memenuhi panggilan Bujang

6. Thomas kembali kepada kesialannya. Selalu akrab dengan sel penjara. Namun Thomas berhasil membawa kabur teman-temannya setelah mematahkan dua kartu nama dari saku kemejanya. Di dalam kartu itu ada cairan khusus dan lima belas detik kemudian, gembok sel penjara hancur separu. Cerita kartu nama ini sudah dikenalkan doi di Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk

7. Junior memiliki penglihatan tajam yang di kemudian hari akan membuat dirinya menjadi pahlawan. Seperti dalam adegan kejar-kejaran oleh Fast7, dan berhasil menaklukan lebah-lebah pembawa bom buatan pembunuh bayaran spesialis pembuat bom kecil, Yurii Kharlistov. Yurii adalah dalang pembuat bom di kue pernikahan yang menewaskan anak, menantu, dan besan Yamaguchi di Pergi. Selain ahli dalam menembak, Junior juga ahli dalam bidang IT. Karena kemampuannya ini jugalah, Natascha pada akhir cerita mati.

8. Kisah cinta Salonga. Sedih.

9. Bujang cs diberi tumpangan menginap oleh sepasang nenek kakek di area penuh radiasi bekas reaktor nuklir Chernobyl yang meledak, di perbatasan Belarusia Ukraina.

10. Yurii berhasil dilumpuhkan oleh petarung jarak dekat, Thomas. Thomas sempat marah kepada Bujang karena masih membiarkan wanita jalang keparat itu hidup.

11. Dimitri yang ada di Kota Kiev, adik Otets dan Paman Maria, bersedia membantu Bujang cs melawan Natascha dan para budaknya setelah teguh menolaknya. Salah satu orang yang baru percaya bila menyaksikan dengan kedua matanya sendiri.

12. Seperti yang sudah gue duga, Diego adalah sekutu Natascha. Gue kecewa dengan Diego, namun setidaknya pertanyaan gue di Pergi terjawab sudah. Dieogo lebih memilih berselisih jalan dengan Bujang.

13. Gelang manik-manik yang disimpan Bujang adalah GPS bagi Natascha

14. Pertarungan dua saudara tiri Bujang dan Diego. Ngambang, gue belum yakin Diego mati atau masih hidup karena ia sukses dikalahkan adiknya Bujang yang tidak pernah sekalipun minum minuman haram. Disini dijelaskan jurus terakhir Dieogo dan Bujang. Si Mata Merah. Julukan kakek mereka. Seru.

15. Di akhir cerita, gelang manik-manik Maria yang ternyata adalah GPS bagi Natascha, tidak bisa diselamatkan, hancur, terkena tembakan. Kini gelang itu hanya setumpuk manik-manik. Bujang bisa mengembalikannya kepada Maria jika Bujang mau, tapi Bujang memilih memasukkannya ke sakunya. Maria bersemu merah dan Bujang tersenyum 😊😊😊

Sayang, gue mesti bersabar menunggu kelanjutan cerita Bujang dan Maria di Bedebah di Ujung Tanduk yang belum terbit. Ok siap 😁😁😁. Sampai ketemu di lain buku πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹.

Kutipan:
1. Jodoh selalu bekerja secara misterius – Salonga

2. Kau tahu definisi bedebah, heh? Bedebah adalah penjahat. Sejak kecil, sejak aku masih mengantarkan susu ke rumah tetangga, bedebah selalu muncul dalam hidupku. Mereka membuat kedua orang tuaku mati terbakar hingga menjadi abu. Maka aku memutuskan melawan mereka. Akulah bedebah paling bedebah. Jadi ini adalah perangku, Si Babi Hutan. Ini adalah hidupku. Terserah aku mau melakukan apa dengan hidupku sendiri. Aku mengurus hidupku, kau silahkan mengurus hidupmu sendiri, yang belum tentu juga lebih menarik dibanding milikku – Thomas

3. Setiap kali aku bertanya, apakah kau mencintaiku, kau selalu menjawab, mungkin mungkin mungkin. Dan hari-hari berlalu, dan aku putus asa, dan kau menjawab, mungkin mungkin mungkin. Jika kau memang mencintaiku, katakan ‘ya’, jika tidak, akuilah, dan jangan bilang kepadaku mungkin mungkin mungkin – Salonga saat menyanyikan lagu klasik Amerika Latin sambil memetik gitarnya di depan White

4. Kami memilih mengurus hidup sendiri, dibanding mengurus hidup orang lain. Sepanjang orang lain baik dan sopan kepada kami, maka kami juga baik dan sopan kepada mereka – Paman Dimitri

5. Kau lupa satu hal, White. Dalam sebuah pertempuran, jumlah bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemenangan. Kita akan menyusun strategi yang baik. Dengan strategi yang tepat, kita bisa menaklukkan kastil Saint Petersburg – Bujang kepada White

6. Aku tahu kau masih marah atas keputusanku mengenai Yurii. Ketahuilah, Thomas, hari ini kau tidak setuju keputusanku, maka besok lusa aku jamin, hanya soal waktu, sebaliknya akan ada momen aku tidak setuju keputusanmu. Marah sekali, nyaris hendak meninjumu, atau menembakmu. Seperti yang kau rasakan saat ini ketika melihatku. Tapi aku berjanji, Thomas. Aku bersumpah, jika itu terjadi, aku akan menghormati keputusanmu. Itulah yang disebut teman sejati, Thomas. Kita saling menghormati keputusan teman. Kau tidak suka keputusanku, tapi kau menghormatinya. Besok lusa, aku tidak setuju keputusanmu, aku akan menghormatinya, dengan segenap darahku – Bujang kepada Thomas

Maaf

Untuk diriku sendiri, terima kasih telah bekerja sama dengan terlihat baik-baik saja selama satu bulan terakhir di tahun 2021. Maaf untuk mata yang menghitam karena sering terjaga hanya untuk memahaminya. Maaf untuk air mata yang tanpa disuruh keluar dengan sendirinya. Maaf untuk telinga yang sering berdengung karena sering mendengarkan musik untuk menghilangkan kebosanan dan kesedihan yang mendera. Maaf untuk jantung yang sering berdebar-debar untuk sesuatu yang ternyata sia-sia. Maaf untuk badan yang drop tiga kali setelah tidak sakit sekian lama. Dan maaf untuk hati yang tiga kali terluka. Tetaplah kuat seperti sebelumnya. Jangan takut, kita akan lewati rintangan demi rintangan bersama-sama. Semangat.

Baru sadar mengapa selama ini tidak ada yang mendekati, agar terhindar dari sakitnya patah hati. Maaf suudzhon selama ini.

Review Pergi – Tere Liye

Petikan isi surat Diego, kakak tiri Bujang, tentang mamanya kepada padre (bapaknya) Samad

Alhamdulillah Pergi oleh Tere Liye sudah selesai dibaca. Sampai jumpa setelah lebaran. Buat kamu yang ada di seberang sana, sehat-sehat, jaga kesehatan πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹.

Melanjutkan Pulang sebelumnya, Bujang, bersama rombongannya, White, Si Kembar Yuki dan Kiko, dan Salonga (maaf profil-profil ini tidak gue jelaskan sebelumnya πŸ™πŸ™πŸ™), tengah berada di gudang kontainer, stasiun kereta api perbatasan Meksiko – Amerika Serikat. Mereka dalam misi pengejaran seorang penyelundup yang telah mencuri teknologi prototype anti serangan siber milik Keluarga Tong. Tak disangka, Bujang bertemu lawan yang lebih tangguh darinya. Dan benar saja orang itu berhasil memenangkan benda tersebut setelah keduanya terlibat duel yang sengit. Dia adalah Diego, kakak tiri Bujang yang baru akan diketahuinya nanti.

Action di Pergi tidak kalah seru dari Pulang. Mendebarkan dan membuat gue beberapa kali beristighfar, karena banyak yang menjadi korban (hei jangan bilang gue lebai, itu tidak sopan, kisahnya memang demikian 😜😜😜). Layak sekali bila dwilogi Novel ini diangkat di layar lebar. Entah kapan.

Poin-poin penting dalam Pergi adalah melawan Master Dragon (pimpinan tunggal dari delapan keluarga Penguasa Shadow Economy), asal usul Samad (bapak Bujang) yang pernah menikahi penyanyi Spanyol, Catrina, sebelum menikahi mamak Bujang, dan pengungkapan jati diri kakak tiri Bujang, Diego.

Perlu untuk diketahui, ada delapan keluarga penguasa Shadow Economy di Asia Pasifik. Mereka adalah Keluarga Tong (itu berarti Bujang cs) di Ibu Kota Provinsi, Keluarga Lin di Makau, El Pacho di Meksiko, Miami Florida, Keluarga Yamaguchi di Tokyo, Beijing, Keluarga Bratva di Moskow, dan satu lagi kepala dari seluruh Keluarga yang sudah disebutkan diatas, Master Dragon di Hongkong.

Ngomong-ngomong apa itu Shadow Economy? Shadow Economy adalah ekonomi yang berjalan di ruang hitam. Black market, underground economy. Shadow Economy tidak lagi tentang perdagangan obat-obatan, narkoba, prostitusi, atau judi, dan sebagainya. Itu adalah masa lalu Shadow Economy. Hari ini tentang pencucian uang, perdagangan senjata, transportasi, properti, minyak bumi, valas, pasar modal, retail, teknologi mutakhir, hingga penemuan dunia medis yang tak ternilai. Yang semuanya dikendalikan oleh institusi ekonomi pasar gelap. Mereka tidak dikenali oleh masyarakat, tidak terdaftar di pemerintah, dan jelas tidak diliput media massa. Mereka berdiri di balik bayangan. Menatap semua kepalsuan sistem dunia. Dulu mungkin mereka dikenal dengan istilah mafia, yakuza, triad, tapi hari ini tidak lagi. Mereka telah bertransformasi menjadi perusahaan multinasional, konglomerat raksasa (dikutip dari novelnya).

Sekarang gue jadi tahu, Shadow Economy sudah ada dari dulu. EIC dan VOC lah contoh resmi paling tua Shadow Economy. Bedanya mereka resmi didukung oleh anggota kerajaan langsung dan dianggap legal. Penjajahan, kolonialisasi yang membuat menderita ratusan juta orang dari Afrika, India, hingga Asia dianggap sah. Belum lagi perdagangan budak, kerja paksa, dan semua penyiksaan lainnya. Jadi seperti yang sudah ditekankan oleh si penulis sendiri “berhentilah bertanya apakah Shadow Economy itu fiksi atau nyata” 😝😝😝.

Singkat cerita Bujang cs pergi ke Ibu Kota Provinsi dulu sebelum ke Tokyo dan Moscow (karena Keluarga Lin di Macau, El Pacho di Meksiko, dan Beijing membelot mendukung Master Dragon. Hanya Miami Florida yang tidak ikut-ikutan) untuk mendapatkan dukungan melawan Master Dragon. Bujang melakukannya untuk mencari jejak tentang kakak tirinya melalui bekas rumah yang pernah ditempati bapaknya. Dari sinilah Bujang akan tahu segalanya tentang bapaknya yang pernah menikah sebelum menikahi mamaknya. Bapaknya bertemu dengan gadis Spanyol itu, Catrina, di Singapura. Bapak Bujang sebagai pemilik restoran di Singapura mengundang penyanyi Spanyol terkenal, dan takdir keduanya dimulai. Disini juga Bujang menyaksikan sendiri, Rambang, anak tukang pukul Lubai, pemuda yang baru direkrutnya (baru berumur tiga jam) setelah berhasil menemukan peninggalan-peninggalan penting di rumah bapaknya berupa foto dan surat-surat dari kakak tirinya, dengan gagah berani gugur saat melindungi Bujang. Ia tewas dengan peluru yang sukses menembus dahinya setelah tiba di bandara Tokyo. Keberadaan Bujang cs sudah diincar oleh Sniper suruhan Master Dragon. Bujang marah besar. Namun nyawa Sniper tidak bertahan lama, lehernya dibuat hampir putus oleh si kembar Yuki dan Kiko untuk kemudian dilemparkan dari atas gunung. Ini pukulan telak bagi Bujang, si Tauke Besar.

Saat di Tokyo (Keluarga Yamaguchi, Keluarga yang masih menggunakan senjata tradisional Jepang), selain bermaksud untuk mendapatkan dukungan melawan Master Dragon, Bujang cs juga menghadiri undangan pernikahan anaknya Hiro Yamaguchi. Sayang, pernikahan anaknya Hiro harus berakhir tragis. Kedua pengantin dan besan Hiro mati. Utusan Master Dragon telah lebih dulu mengancam Keluarga Yamaguchi. Bom meledak di kue pernikahan. Hiro lolos dari maut setelah Thomas menyelamatkannya, dan Ayako, istri Hiro, diselamatkan oleh Bujang. Thomas dan Bujang baru menyadari keberadaan bom di saat-saat terakhir kue itu akan dipotong.

Thomas, seperti nama yang tidak asing lagi didengar. Apalagi panggilan akrabnya Tommy. Ya kamu benar, Thomas adalah karakter utama di Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk. Dia muncul disini. Sebuah kejutan walau hanya sekilas.

Destinasi Bujang cs selanjutnya adalah ke Moscow (Keluarga Bratva), produsen senjata dan perlengkapan bom seperti basoka. Disini Bujang harus bertarung dengan anak perempuan Otets (Kepala Keluarga Bratva), Maria, sebagai tanda setuju bergabung bila berhasil mengalahkan anaknya. Seperti sudah gue tebak, Bujang sukses mengalahkan Maria lewat pertarungan menggunakan pistol. Yang tak diduga-duga, gelang yang diberikan Maria (keturunan bangsa Mongolia) karena kalah mempunyai arti terselubung. Yaitu si wanita akan menikahi pria yang berhasil mengalahkannya dalam duel. Ini semua akan diketahui Bujang belakangan. Beruntungnya itu tidak terjadi, karena tidak ada kelanjutan ceritanya di akhir nanti. Jujur, gue tidak rela 😜😜😜. Tapi gue salah, cerita Bujang dan Maria masih ada kelanjutannya di novel Pulang-Pergi. Gue baru tahu setelah membaca beberapa review tentang Pergi. Dan kabarnya masih dengan empat ratus lebih halaman. Ok siap wkwkwkwkwk.

Setelah mengumpulkan tiga kekuatan, mereka mulai berbagi tugas dengan menghancurkan lebih dulu pasak-pasak Master Dragon. Keluarga Lin di Macau (oleh Keluarga Tong), El Pacho di Meksiko (oleh Keluarga Yamaguchi), dan Beijing (oleh Keluarga Bratva), sebelum ke Hongkong tempat Master Dragon berada.

Akhir kisah, ketiga aliansi tersebut berhasil mengakhiri kekuasaan Master Dragon di Hongkong. Master Dragon mati ditangan kakak tiri Bujang, Diego. Diego bagai pahlawan sejati yang tiba-tiba muncul menolong adiknya yang berada dalam situasi pesakitan. Ketiga aliansi tertipu oleh Master Dragon. Di saat ketiga keluarga beramai-ramai mengepung Master Dragon bersama ratusan tukang pukul, ratusan musuh juga mengepung balik masing-masing ketiga negara keluarga Tong, Yamaguchi dan Bratva. Namun situasi sekarang berubah, ketiga keluarga di masing-masing negara sukses memukul mundur musuh. Bahkan Basyir, di novel Pulang menjadi pengkhianat dan menyebabkan Tauke Besar mati, kini telah kembali dan menyelamatkan Markas Keluarga Tong. Di kemudian hari, Basyir diangkat Bujang menjadi Tauke Besar berikutnya. Basyir telah membayar lunas pengkhianatannya. Maafkan gue lagi yang tidak bercerita detail di Pulang. Singkatnya Basyir, kepala tukang pukul Keluarga Tong, melakukan pengkhianatan terhadap keluarga yang mengangkatnya dari anak jalanan. Itu semua tak lebih dari ajang balas dendam. Saat Basyir masih kecil, orang tuanya dibunuh oleh Tauke Besar. Rinciannya bisa kamu lihat Pulang di toko buku ya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….

Kini Bujang memutuskan kemana ia akan pergi. Ia meninggalkan keluarga Tong.

Bujang berangkat ke Singapura, mengunjungi restoran bapaknya dulu yang kini dikelola oleh kakak tirinya Diego. Nah letak keanehan itu mulai terjadi. Penyelamatan Bujang yang dilakukan Diego bukan semata-mata untuknya, melainkan hanya untuk membunuh Master Dragon. Diego bersumpah akan menghabisi seluruh penguasa Shadow Economy (karena alasan inilah padre (bapak) meninggalkan mamanya).

Diego mengajak Bujang, yang bukan lagi bagian dari Keluarga Tong, untuk bergabung, tapi Bujang menolaknya. Justru kedatangan Bujang adalah untuk mencegah kakaknya melakukan itu semua.

Percakapan ini menjadi sia-sia karena Bujang telah duga sebelumnya. Mereka berdua akan memilih jalan yang berbeda, dan Bujang tahu dia akan pergi kemana selanjutnya. Entah bersisian atau berselisih jalan. Gue tidak tahu. Ngambang 😐😐😐. Mungkin akan dijelaskan di novel Pulang-Pergi 😁😁😁.

Tamat

Semoga review yang hancur ini masih menarik minat kamu untuk langsung membaca Pergi. Masih banyak kelengkapan cerita tertinggal disana. Recommended, must read πŸ‘πŸ‘πŸ‘.

Review Pulang – Tere Liye

Pohon jambu siap panen (foto diambil hari ini di sekolah gue)

Pulang oleh Tere Liye adalah novel kesekian yang berhasil membuat gue terkesan. Bagai menonton film action. Adakah sutradara diluar sana berniat mengadopsi novel ini menjadi film?

Action di Pulang mirip Novel Tere Liye lainnya, Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk. Serunya sama. Ada pengkhianatan, keberanian, pengorbanan, dan lain sebagianya.

Berkisah tentang seorang anak, bernama Bujang, yang lahir di kampung Sumatera, tidak pernah pergi ke sekolah, dibesarkan di Ibu Kota dan dididik menjadi pemuda yang akan disegani para lawan-lawannya. Sebut saja julukannya, Babi Hutan, semua orang akan dibuat kocar kacir.

Bujang, berhasil memikat Tauke Besar, orang yang akan merubah hidupnya seratus delapan puluh derajat, setelah mengalahkan babi raksasa yang berusaha membunuh Tauke Besar dalam misi pemburuan babi di hutan. Pemburuan itu sebenarnya kamuflase semata yang akan diketahui Bujang di kemudian hari. Tauke Besar datang memang untuk mengambil Bujang, dengan iming-iming mengajaknya memburu babi.

Bapak Bujang sudah mengetahuinya, dan momen Bujang untuk diambil sudah tiba waktunya. Mamak Bujang mati-matian menolak Bujang yang akan dibawa Tauke Besar walau dengan alasan akan disekolahkan. Namun Bujang tetap pergi diantar oleh tangisan dan doa dari mamaknya.

Inti ceritanya, Bujang diangkat menjadi anak oleh Tauke Besar untuk dididik dan menjadi penerus Keluarga Tong. Bujang adalah keturunan ketiga dari kakek dan ayahnya yang juga pernah bekerja dan mengabdi di Keluarga Tong. Kakek dan ayah Bujang dikenal sebagai tukang pukul di Keluarga Tong. Namun Bujang dibina bukan untuk menjadi tukang pukul. Ia tumbuh menjadi pemuda tampan, berpendidikan, seorang samurai sejati, penyelesai konflik tingkat tinggi, dan akan menjadi penerus Tauke Besar selanjutnya. Pekerjaan yang dilakukan oleh Keluarga Tong adalah pekerjaan di dunia hitam, seperti yang dilakukan mafia, berusaha menguasai suatu daerah, kawasan, kota, negeri, memiliki puluhan perusahaan, dan ratusan tukang pukul untuk menghalalkan segala cara. Selanjutnya dikenal dengan penguasa Shadow Economy di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Gue jadi ngeri. Tinggal menunggu waktu saja negeri kita akan dikuasai oleh China dan para pendukungnya. Cerita ini seperti kisah nyata (entah gue berlebihan atau tidak, mungkin pendapat kita berbeda?).

Temukan sendiri keseruan dalam Pulang dengan langsung membacanya. Sampai jumpa di sekuel selanjutnya, Pergi. Tetap produktif di bulan puasa ya😁😁😁.

Kutipan:
1. Ingat Bujang, jika kau tidak membunuh mereka lebih dulu, maka mereka akan membunuhmu lebih awal. Pertempuran adalah pertempuran. Tidak ada ampun, jangan ragu walau sehelai benang – Guru Bushi

2. Penyerangan apapun yang tidak berhasil menghabisi kita, justeru akan membuat kita semakin kuat. Penyerbuan apapun yang tidak berhasil membenamkan kita, justeru akan membuat kita semakin berdiri tegak – Tauke Besar

3. Hanya kesetiaan pada prinsiplah yang akan memanggil kesetiaan-kesetiaan terbaik lainnya – Salonga

4. Samurai tidak hanya tentang perkelahian, Bujang. Bukan sekadar teknik membela diri, teknik menyerang. Samurai adalah cara hidup. Prinsip-prinsip. Kehormatan – Guru Bushi

5. Aku tahu kau tetap penasaran tentang banyak hal, karena kau dibesarkan dengan rasionalitas. Tapi saat kau tiba pada titik itu, maka kau akan mengerti dengan sendirinya. Itu perjalanan yang tidak mudah, Bujang. Kau harus mengalahkan banyak hal. Bukan musuh-musuhmu, tapi diri sendiri, menaklukan monster yang ada di dirimu. Sejatinya, dalam hidup ini, kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu, kita cukup mengalahkan diri sendiri. Egoisme. Ketidakpedulian. Ambisi. Rasa takut. Pertanyaan. Keraguan. Sekali kau bisa memenangkan pertempuran itu, maka pertempuran lainnya akan mudah saja – Guru Bushi

6. Hanya seorang samurai sejati yang tiba pada titik itu. Ketika kau seolah bisa keluar dari tubuh sendiri, berdiri, menatap refleksi dirimu seperti sedang menatap cermin. Kau seperti bisa menyentuhnya, tersenyum takjim, menyaksikan betapa jernihnya kehidupan. Saat itu terjadi, kau telah pulang, Bujang. Pulang pada hakikat kehidupan. Pulang, memeluk erat semua kesedihan dan kegembiraan – Guru Bushi

7. Hidup ini adalah perjalanan panjang, dan tidak selalu mulus. Pada hari keberapa, jam keberapa, kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Sesak. Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat terduduk, yang kemudian membuat kita mengambil keputusan. Satu-dua keputusan itu membuat kita bangga, sisanya lebih banyak adalah penyesalan – Bujang

8. Aku juga mulai mengeluarkan buku-bukuku dari lemari, mulai membaca. Itu selalu menyenangkan, menghabiskan waktu. Dengan ditemani buku, tanpa terasa, hari telah beranjak petang, tidak sempat lagi mengingat kenangan menyakitkan – Bujang

9. Tapi sungguh Agam, jangan dilawan semua hari-hari menyakitkan itu, Nak. Jangan pernah kau lawan. Karena kau pasti kalah. Mau semuak apapun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap terbit indah seperti yang kita lihat sekarang. Mau sejijik apapun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap memenuhi janjinya, terbit dan terbit lagi, tanpa peduli apa perasaanmu. Kau keliru sekali jika berusaha melawannya, membencinya, itu tidak pernah menyelesaikan masalah. Peluklah semuanya, Agam. Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai, Nak. Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, maka peluklah erat-erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun – Tuanku Imam

10. Ketahuilah Nak, hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapapun. Hidup ini hanya tentang kedamaian di hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau memenangkan seluruh pertempuran – Tuanku Imam

Review Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah – Tere Liye

Baru kali ini Me Time pemandangannya bagus (Me Time terakhir sebelum masuk bulan Ramadan)

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah adalah novel ketiga yang berhasil gue tamatkan dalam rangka marathon membaca novel Tere Liye. Alhamdulillah.

Ada banyak pesan moral dalam kisah ini, seperti mengajarkan untuk lebih bersabar dalam mencintai seseorang, berprasangka baik, dan selalu berpikiran positif. Jika memang jodoh, Tuhan akan memudahkan segalanya, termasuk hati yang mudah menerima. Dan benar kata orang-orang, kriteria ganteng, manis, kaya, akan kalah pada akhirnya dengan nyaman. Hei kamu, ya kamu, cocok sekali untuk kamu yang sedang jatuh cinta 😁😁😁.

Tidak hanya itu, ada juga pelajaran untuk tidak merendahkan suatu profesi. Kita tidak akan pernah tahu, akan jadi apa orang itu nanti. Disini mereka begitu menghargai profesi seseorang walaupun perbedaan mereka bagai langit dan bumi.

Bercerita tentang Borno, bujang dengan hati paling lurus sepanjang tepian Kapuas, 22 tahun, tamatan SMA, pengemudi sepit, salah satu pengurus bengkel, suka membaca, yang jatuh cinta pertama kali dengan gadis cantik bernama Mei, seorang guru SD, dan perawakan Cina.

Sepit (dari kata speed) adalah perahu kayu, panjang lima meter, lebar satu meter, dengan tempat duduk melintang dan bermesin tempel.

Berlatar di daerah Sungai Kapuas Pontianak, Kalimatan Barat, dengan tiga etnis Melayu, keturunan Cina, dan Dayak.

Ada banyak karakter di kisah ini. Pak Tua, Koh Acong, Cik Tulani, Bang Togar, Jauhari, Andi, Bapak Andi, Dokter Sarah, satpam galak, dan lain-lain.

Pertemuan antara Borno dan Mei terjadi di dermaga sepit. Mei yang akan pergi ke sekolah untuk mengajar, ditakdirkan untuk naik sepit nya Borno. Di sepitnya, Borno menemukan sepucuk angpau merah, yang ternyata sengaja dijatuhkan Mei. Misteri itulah yang baru akan terungkap di akhir cerita setelah hati Borno dibolak-balik oleh Mei.

Ceritanya bagus, sederhana, happy ending, namun ada sedikit yang mengganggu pikiran gue. Di cerita ini tidak diberi tahu mengapa satpam galak di rumah Mei sangat membenci Borno, gue juga gagal paham mengapa Mei dan Ibunya merasa bersalah sekali kepada Borno tentang pembedahan Ayah Borno padahal itu dilakukan atas permintaan Ayah Borno sendiri, dan di akhir kisah gue juga belum yakin apakah Mei sembuh dari sakitnya atau meninggal.

Temukan pendapat versi kamu sendiri dengan langsung membaca dari sumbernya. Recommended. Sampai jumpa 😁😁😁.

Kutipan:
1. Hidup untuk bekerja. Kalau kau pemalas, duduklah di depan gerbang kampung menjadi peminta-minta. Kata Pujangga.
2. Sepanjang kau mau bekerja, kau tidak bisa disebut pengangguran. Ada banyak anak muda berpendidikan di negeri ini yang lebih senang menganggur dibandingkan bekerja seadanya. Gengsi, dipikirnya tidak pantas dengan ijazah yang dia punya. Itulah kenapa angka pengangguran kita tinggi sekali, padahal tanah dan air terbentang luas – Pak Tua
3. Ayolah, Borno, kau temani orang tua ini makan. Kau tahu, orang paling bersyukur di dunia ini adalah orang yang selalu makan dengan tamunya. Sebaliknya, orang yang paling tidak tahu untung adalah yang selalu saja mengeluhkan makanan di hadapannya – Pak Tua
4. Tidak ada yang lebih indah dibanding masa muda. Ketika kau bisa berlari secepat yang kau mau, bisa merasakan perasaan sedalam yang kauinginkan, tanpa takut terkena penyakit atas semua itu. Lihat, kalau sudah macam aku, terkejut sedikit saja bisa jantungan. Stres sebentar saja bisa berubah jadi depresi – Pak Tua
5. Kau tahu, Borno. Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan,kehilangan semangat. Hebat sekali benda bernama perasaan itu. Dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang – Pak Tua
6. Tak usahlah kusut wajah, kusut hati. Beginilah, kuberitahu kau sebuah rahasia kecil. Dalam urusan ini, sembilan dari sepuluh kecemasan muasalnya hanyalah imajinasi kita. Dibuat-buat sendiri, dibesar-besarkan sendiri. Nyatanya seperti itu? Boleh jadi tidak. Kau tanyakan saja pada gadis itu, apakah dia tersinggung atau tidak. Kalau dia tersinggung, kau minta maaf. Mudah, kan? – Pak Tua
7. Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong – Pak Tua
8. Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan. Kalau sampai pulang ke Pontianak kau tidak bertemu gadis itu, berarti bukan jodoh. Sederhana, bukan? – Pak Tua
9. Terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus bersabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan – Pak Tua
10. Borno, jangan pernah menilai sesuatu sebelum kau selesai dengannya, mengenal dengan baik – Alm. Bapak Borno
11. Sakit perasaan memang kadang bisa membuat badan ikut sakit – Borno
12. Membaca lebih baik daripada melamun menunggu. – Borno
13. Ah, cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru, atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri – Pak Tua
14. Alangkah banyaknya pencinta yang justru berusaha tampil hebat, keren, gagah, sampai dia lupa menjadi dirinya sendiri. Kau tidak perlu bergaya seperti anggota grup musik ternama, atau aktor kawakan, atau orang paling kaya sedunia. Cukup jadilah diri sendiri, Borno, seorang pengemudi sepit – Bang Togar
15. Jadilah pendengar yang baik, Borno. Itu tips kedua. Alamak, banyak sekali pencinta yang malah merusak acara spesial karena dia justru mendominasi pembicaraan, ingin terlihat pintar, ingin menutupi gugup, sehingga malah banyak bicara. Kau cukup menjadi Borno yang mendengarkan, wanita mana pun suka itu. Jangan malah kau ajak gadis itu bercakap tentang mesin, bisa jadi keriting rambut pujaan hati kau itu – Bang Togar
16. Yang ketiga, pusatkan perhatian pada dirinya, Borno. Dia, dia, dan dia, itulah topik kau sepanjang hari – Bang Togar
17. Yang terakhir, nah, semua tergantung pada bagian penutup, bukan? Tutup acara jalan-jalan sehari kau dengan kalimat bahwa kau senang menghabiskan waktu bersamanya, bilang bahwa ini jauh lebih hebat dibandingkan mengantar Gubernur Kalimantan Barat menyeberangi Kapuas – Bang Togar
18. Jangan sekali-kali kaubiarkan prasangka jelek, negatif, buruk, apalah namanya itu muncul di hati kau. Dalam urusan ini, selalulah berprasangka positif. Selalulah berharap yang terbaik. Karena dengan berprasangka baik saja hati kau masih sering ketar-ketir memendam duga, menyusun harap, apalagi dengan prasangka negatif, tambah kusut lagi perasaan kau. Aku tahu kau kecewa, Borno, tapi jangan biarkan terlalu. Aku tahu kau sedih, tapi jangan biarkan menganga dalam. Esok lusa boleh jadi ada penjelasan yang lebih baik. Bersabarlah. – Pak Tua
19. Kita hanya bisa berasumsi, tapi asumsi tentang perasaan sama dengan menebak besok sepitku akan ramai penumpang atau sepi. Serba tidak pasti. – Pak Tua
20. Borno, cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan gulai kepala ikan, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita besarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kau cueki, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan gulai kepala ikan. Mei terus menolak menjelaskan. Dia terus menolak. Bahkan aku cemas, dia malah memutuskan pergi dari sini. Itu berarti sudah saatnya kau memulai kesempatan baru. Percayalah, jika Mei memang cinta sejati kau, mau semenyakitkan apa pun, mau seberapa sulit liku yang harus kalian lalui, dia tetap akan bersama kau kelak, suatu saat nanti. Langit selalu punya skenario terbaik. Saat itu belum terjadi, bersabarlah. Isi hari-hari dengan kesempatan baru. Lanjutkan hidup dengan segenap perasaan riang – Pak Tua
21. Cinta bisa tumbuh, hanya butuh sedikit membuka hati – Pak Tua
22. Ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, jangan pernah merusak diri sendiri – Pak Tua

Review Hujan – Tere Liye

Hujan oleh Tere Liye

Hujan, sesuatu yang disukai dan dibenci tokoh utama cewek, Lail. Semua peristiwa penting Lail terjadi saat hujan.

Kisah tentang dua remaja yang bertemu, tumbuh dan akhirnya bersatu oleh bencana alam. Lail dan Esok.

Berlatar di suatu kota, tahun 2042 s.d 2050. Kemajuan teknologinya seperti yang dikisahkan kartun Doreamon di masa depan. Canggih.

Cerita dibuka tentang Lail yang pergi ke Pusat Terapi Saraf. Terapi untuk menghilangkan ingatan yang menyakitkan. Gue jadi inget drama korea Penthouse 😁😁😁.

Modifikasi ingatan adalah salah satu subjek yang Lail pelajari di akademi perawatan nanti. Disebutkan pada tahun 2030, penyakit yang paling banyak terjadi di seluruh dunia adalah depresi. Bukan jantung, apalagi stroke. Maka di zaman itu telah ada mesin modifikasi ingatan. Dengan membuat peta saraf terlebih dahulu, memori manusia yang terbagi menjadi tiga (memori menyenangkan, netral dan menyakitkan) bisa dihapus salah satunya. Dan depresi bisa dihilangkan.

Elijah, dokter yang bertugas sebagai fasilitator, menyakinkan Lail beberapa kali apakah tetap melanjutkan atau tidak setelah Lail bercerita panjang lebar.

Awal cerita, Lail yang masih tiga belas tahun pergi ke sekolah naik kapsul kereta bersama ibunya. Di perjalanan, gempa bumi terjadi. Gedung roboh, jalanan ambruk, terbelah, dan huru hara terjadi di sana sini. Esok (berusia lima belas tahun), yang juga satu kereta, menolong Lail dengan memegang ranselnya lewat lubang tangga darurat kereta bawah tanah. Lail meronta-ronta karena ibunya tidak bisa diselamatkan. Ke empat kakak Esok juga meninggal bersama ibu Lail. Hari itu Esok dan Lail pertama kali bertemu.

Esok mengajak Lail untuk mengecek keberadaan Ibu Esok di Toko Kue. Ibu Esok masih selamat walaupun kedua kakinya harus diamputasi setelah ditimpa lemari kue.

Mereka berdua tinggal di pengungsian. Di Stadion. Mereka menjadi akrab, dan Esok sering mengajak jalan Lail dengan sepeda merah yang dipinjamkan petugas pengungsian. Di kemudian hari, sepeda itu akan menjadi miliknya karena ditugasi sebagai pengantar dokumen penting. Esok mendapat kepercayaan itu setelah dia bersepeda ditengah hujan asam mencari Lail yang tengah duduk meratapi lubang tangga darurat kereta bawah tanah, tempat ibunya meninggal.

Esok bagai seorang kakak pengganti ibu dan ayah bagi Lail yang baru mendapat kabar bahwa ayahnya yang tinggal di negeri seberang, terhapus oleh badai tsunami.

Singkat cerita, kota mereka pulih, Ibu Esok sembuh, Esok menjadi anak angkat Wali Kota yang baru akan diketahui Lail nanti, dan Lail dibawa ke panti sosial. Lail dan Esok berpisah. Mereka hanya bertemu satu kali dalam setahun, karena Esok yang pintar akan disekolahkan dan dikuliahkan oleh ayah angkatnya di Ibu Kota.

Lail mendapat teman sekamar, Maryam, yang akan menjadi sahabatnya. Mereka berdua ikut dalam Organisasi Relawan, dan mendapatkan prestasi sebagai relawan termuda yang berlari lima puluh kilometer untuk memberi peringatan penduduk di suatu daerah yang akan terkena banjir bandang. Karena prestasi itu, mereka berdua mendapat undangan dari Gubernur ke Ibu Kota untuk memperoleh pin penghargaan.

Lail tidak pernah memberanikan diri menelpon Esok duluan, mengabarkan bahwa dirinya akan berada di Ibu Kota. Namun siapa sangka, Esok berada disana dan mengucapkan selamat kepada Lail. Maryam kini tahu siapa lelaki yang selalu membuat sahabatnya melamun. Dia adalah Soke Bahtera. Ilmuwan muda, penemu banyak teknologi canggih beberapa tahun terakhir, terutama mesin terbang. Dan Lail baru menyadarinya.

Pertemuan Esok dan Lail terjadi lagi saat Lail diundang Esok untuk acara wisudanya. Untuk pertama kali, Lail merasakan perasaan aneh. Cemburu. Lail cemburu melihat Esok yang akrab dengan adik angkatnya Claudia, anak Wali Kota. Maryam yang melihat Lail pucat, diam dengan gelagat anehnya, langsung mengajak Lail kembali ke hotel. Lail dan Maryam akhirnya pulang. Di stasiun, Lail melihat Esok. Esok minta maaf karena tidak banyak mengobrol dengannya waktu itu.

Pertemuan tak disangka Lail selanjutnya adalah ketika acara wisuda keperawatan Lail dan Maryam. Esok datang memberi selamat dan mereka bernostalgia kembali walau hanya satu jam berkeliling naik sepeda merah. Saat ada kesempatan dalam kesempitan, Esok memberi tahu rahasianya. Kuliah Esok sesungguhnya hanya kamuflase. Beberapa negara subtropis tengah mengumpulkan ilmuwan-ilmuwan muda, termasuk dirinya, untuk membuat proyek besar mengatasi bencana yang tengah dihadapi seluruh dunia.

Setelah gempa bumi, gunung meletus, negara mereka dan negara subtropis kedatangan salju secara tiba-tiba. Salju tidak pernah berhenti, hingga membuat seluruh jalanan, gedung tertutupi salju. Itu adalah musim dingin yang panjang. Enam bulan. Seketika semua bahan makanan habis karena pertanian dan peternakan terhenti. Kerusuhan terjadi dan masyarakat menjarah dimana-mana. Toko kue ibu Esok juga harus ditutup. Sehingga beberapa koalisi negara-negara subtropis sepakat untuk meluncurkan delapan pesawat ulang alik ke angkasa, melepas anti gas sulfur dioksida di laposan stratosfer, menyebarkan cairan yang akan membuat salju terhenti.

Setelah peluncuran pesawat ulang alik, salju mencair, matahari muncul dan bersinar, pertanian dan peternakan jalan kembali, dan toko-toko makanan dibuka lagi. Namun anehnya awan-awan tidak nampak di langit. Celakanya mereka akan menghadapi musim panas sampai lima puluh derajat celcius, bahkan lebih.

Proyek besar yang sedang dikerjakan Esok bersama ilmuwan-ilmuwan lain lah solusinya. Mereka membuat tiga kapal besar untuk mencegah manusia dari kepunahan dengan mengirim mereka meninggalkan bumi, membawa ke orbit di angkasa seratus hingga dua ratus kilometer dari bumi, jauh di atas lapisan stratosfer. Kapal itu didesain sedemikian rupa seperti permukaan bumi yang ideal. Hingga seratus tahun berlalu kapal berlayar, dan iklim bumi benar-benar pulih secara alami, kapal itu akan mendarat lagi. Kapal itu bermuatan sepuluh ribu orang. Mirip film 2012.

Esok sebagai salah satu otak pembuat kapal itu, mendapat dua tiket. Satu untuk dirinya sendiri, satu lagi untuk orang terdekatnya.

Lail suudzhon kepada Esok yakin bahwa dia akan pergi bersama Claudia, setelah Wali Kota memohon kepada Lail untuk memberikan tiket kepada anaknya. Karena Wali Kota percaya, Esok pasti memberikan satu tiket miliknya kepada Lail. Beberapa hari berikutnya Wali Kota datang memberi tahu bahwa Claudia diberikan tiket itu. Wali Kota tidak bercerita apakah Esok ikut pergi bersama Claudia.

Lail putus asa, sedih, karena dirinya tidak diberi kabar oleh Esok yang beberapa jam lagi kapal itu akan berangkat. Lail sudah tak tahan lagi, berhenti untuk menunggu dan pergi ke pusat terapi. Beruntung Lail meninggalkan jejak kepada Maryam. Maryam yang panik lalu menelpon Esok. Sejak itulah Maryam tahu yang sebenarnya, bahwa dua tiket itu diberikan Esok kepada Claudia dan ibunya.

Esok pergi menyusul Lail dan bertemu Maryam disana. Esok mendobrak paksa pintu tempat dokter terapi dan Lail berada. Tak lama kemudian pintu itu terbuka sendiri dan Lail bersama Elijah keluar. Namun, takdir Lail dan Esok belum berakhir. Rupanya Lail, di detik-detik terakhir sebelum mesin itu bekerja, memeluk erat-erat memori itu. Dan benang merah (memori menyakitkan) itu hilang dan berubah menjadi benang biru. Di momen itulah, Esok mengutarakan bahwa Lail satu-satunya yang paling berharga di hidupnya.

Satu bulan kemudian, Lail, Esok, Maryam, Elijah dan penduduk bumi lainnya hidup di tengah teriknya matahari sampai perlahan-lahan bumi akan sembuh dengan sendirinya.

Cerita akhirnya Lail dan Esok menikah. Dan Esok berbisik kepada Lail, berjanji tidak akan pernah meninggalkan Lail, karena mereka akan melewati musim panas bersama-sama. Tamat.

Adakah sosok Esok di dunia nyata? Masya Allah gue baper😁😁😁.

Untuk terakhir kali, semoga review gue yang berantakan ini masih mampu menarik minat kamu untuk membaca dari sumbernya langsung. Kelengkapan cerita masih banyak dan sayang sekali bila dilewati. Recommended.

Sampai jumpa di Novel Tere Liye berikutnya.

Kutipan:
1. Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa.
2. Lail menyukai kesibukannya. Itu membuatnya berhenti memikirkan banyak hal. Aktivitas Organisasi Relawan menjadi penyembuh dari kenangan kehilangan ayah dan ibunya. Lail membalas kejamnya takdir dengan membantu orang lain. Mengobati kesedihan dengan berbuat baik. Kesibukan juga mampu mengusir kerinduannya kepada Esok.
3. Kamu tahu, Lail, tidak ada kabar adalah kabar, yaitu kabar tidak ada kabar. Tidak ada kepastian juga adalah kepastian, yaitu kepastian tidak ada kepastian – Maryam
4. Hidup ini juga memang tentang menunggu, Lail. Menunggu kita untuk menyadari kapan kita akan berhenti menunggu – Maryam
5. Orang kuat itu bukan karena dia memang kuat, melainkan karena dia bisa lapang melepaskan – Maryam
6. Bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan bisa melupakan.

Review Ayahku (bukan) Pembohong – Tere Liye

Kata orang cara mengatasi kesedihan adalah dengan menyibukkan diri. Salah satunya membaca buku. Dan itu benar walau telat, karena mendapatkan fokus itu sedikit sulit dari banyaknya godaan bermain social media. Alhamdulillah gue berhasil membaca buku lagi setelah beberapa bulan istirahat.

Ayahku (bukan) Pembohong adalah Novel karangan Tere Liye yang bagus. Tentang seorang anak kecil, Dam, yang dibesarkan oleh dongeng-dongeng luar biasa ayahnya, dan ajaibnya dongeng-dongeng yang dibenci Dam, karena menurutnya bohong, adalah cerita nyata yang baru akan terungkap saat ayahnya meninggal dunia. Tentang kehidupan sederhana sepasang suami istri, yang rela meninggalkan kehidupan sebagai orang kaya, tentang ibu yang sabar dan ayah yang optimis, teman tapi menikah, musuh jadi teman, dan lain sebagianya.

Cerita ini mengupas habis definisi dari “bahagia itu sederhana”. Kamu bisa cari novelnya dan langsung membacanya. Recommended.

Maafkan yang tidak membahas detail πŸ™πŸ™πŸ™. Sampai ketemu di lain buku 😁😁😁.

Cerita-cerita Ayah adalah cara ia mendidikku agar tumbuh menjadi anak yang baik, memiliki pemahaman hidup yang berbeda. Cerita Ayah adalah hadiah, hiburan, dan permainan terbaik yang bisa diberikan Ayah, karena hidup kami sederhana

12 Tahun Bersama WordPress

Tak sadar, setelah membuka aplikasi ini ada notifikasi. Ternyata ada umur yang lebih tua dibanding motor gue, The Reds, yang tahun ini masuk tahun ke 10. Lihat kan lihat, sama benda mati gue awetnya bukan main, apalagi hidup bersama denganmu nanti wahai jodoh sejati wkwkwkwk.

Selamat hari jadi yang ke 12 tahun my blog, alhamdulillah 😊😊😊. Does it ever drive you crazy just how fast the night changes?

Blog ini pertama kali dibuat ketika masih makan bangku kuliah di Politeknik Negeri Sriwijaya, semester akhir tahun 2009. Tahun itu blog sedang In. Tidak heran, WordPress adalah pilihan sekian setelah sebelumnya berkenalan dengan Blogspot, Multiply, Blogsome, Tumblr. Namun bersama WordPress lah gue lebih nyaman dan sampai bertahan. Terima kasih WordPress telah menjadi wadah bagi gue untuk menyalurkan hobi, moment, pengalaman, belajar menulis dari alay jadi lumayan kurang dari lebay (menurut gueπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…) atau apapun itu dan merasakan ephoria bagaimana tulisan dibaca dan direspon oleh pembaca (bahagia memang sederhana). Gue tumbuh bersama WordPress. Dan untuk Matt Mullenweg, terima kasih banyak karena telah menjadi salah satu inspirasi menulis. Semoga umur blog ini sampai ke 12 tahun selanjutnya aamiin ya rabbal alamin πŸ™πŸ™πŸ™.

Nantikan tulisan gue berikutnya, Insha’ Allah tidak lama lagi hiatusnya 😁😁😁. Bye.