Review Bedebah di Ujung Tanduk – Tere Liye

Melanjutkan cerita sebelumnya di Pulang-Pergi, Bedebah di Ujung Tanduk dibuka dengan adegan jual beli serangan di atas ring antara Thomas dan Bujang. Sudah bukan cerita baru lagi kalau Thomas memang akrab dengan pertarungan jarak pendek. Keduanya bersama Salonga dan Junior kini berada di Indonesia untuk liburan melepas penat setelah kejadian di St. Petersbug, Rusia.

Sayang, keasyikan duel Thomas dan Bujang harus segera dihentikan setelah serbuan desingan peluru menyerang tempat mereka berada. Thomas dan yang lainnya terpaksa melarikan diri dari serangan bertubi-tubi. Belakangan diketahui, musuh yang memburu adalah akibat dari transaksi bisnis yang dimenangkan Thomas di Bhutan. Thomas adalah si bedebah di ujung tanduk.

Transaksi bisnis yang diselesaikan Thomas adalah jual beli pegunungan. Pihak yang dimenangkan Thomas adalah salah satu keluarga penguasa Shadow Economy, J.J. Costello. Sedangkan pihak yang duduk di kursi pesakitan adalah pemilik gunung tersebut. Pemilik gunung inilah musuh mereka.

Thomas tidak tahu kalau yang dilakukannya akan membangkitkan kekuatan besar masa lalu, walau hadiah yang dimiliknya sekoper emas sekarang hilang saat aksi pengejaran mematikan.

Mereka semua kabur ke rumah Tuanku Imam (di tempat kerabatnya mamak Bujang). Disana, Bujang segera mengontak Yuki dan Kiko. Juga mendapat telepon dari kekasih jauhnya Maria di Rusia. Ternyata keduanya bersepakat tidak saling menghubungi dulu selama enam bulan ke depan, untuk membuktikan apakah perasaan itu semakin membesar atau menguap. Maria setuju, meski itu tidak mudah dilakukan. Kalau gue yang jadi Maria, sakit. Apalagi Bujang akan membuka sedikit rahasianya di akhir cerita kalau ia menyimpan hati kepada gadis lain. Seseorang yang bahkan tidak pernah disebutkan namanya. Seseorang yang tidak pernah dituliskan dalam kisah-kisahnya. Gadis itu, entah siapa dan ada dimana sekarang gue tidak tahu. Yang gue tahu, gue harus bersabar menunggu di novel selanjutnya. Rumit.

Thomas, Bujang, Salonga, dan Junior segera berangkat menuju Kathmandu, Nepal. Disana, mereka sudah ditunggu Nyonya Ayako, istri dari Hiro Yamaguchi, untuk berkoordinasi membentuk kekuatan.

Di Kathmandu, sekretaris andalan Thomas muncul. Maggie dalam masa liburannya masih harus tetap bekerja demi bosnya. Karena bantuannya lah, mereka mendapatkan mobil Jeep Grand Cherokee Trackhawk edisi terbatas sebagai sarana menuju lokasi yang ditentukan Nyonya Ayako.

Untuk pertama kalinya, Junior berbicara, mengucapkan terima kasih kepada Si Babi Hutan. Sama seperti gue, Thomas ikut terkejut. Demi mendengar kalimat Junior, mobil yang disetirnya berhenti mendadak. Rupanya Bujang menghadiahi Junior pistol Colt 1911 miliknya yang diberikan Salonga dulu kepadanya.

Bujang dan yang lainnya tidak percaya setelah bertemu dengan Nyonya Ayako. Penampilannya dulu tidak lebih dari klamufase semata. Nyonya Ayako adalah salah satu Ninja terbaik, walau guratan di wajahnya tidak bisa menutupi usianya yang sudah menginjak enam puluhan.

Nyonya Ayako memperkenalkan Biksu Dhammo kepada mereka semua. Biksu Dhammo akan berusaha membantu satu-dua hal. Seperti membujuk pihak musuh untuk berdamai, karena kelompok musuh diketahui sangat menghormati tokoh agama.

Diketahui, musuh adalah penjaga Jalur Sutra 16.000 kilometer tempo dulu. Nama yang tidak asing di telinga gue. Alkisah mengatakan hiduplah seorang pembunuh bayaran yang bernama Roh Drukpa. Dia adalah pembunuh terbaik di era itu. Dilahirkan dan dibesarkan di gunung-gunung tinggi Himalaya. Sejak kecil sudah terlatih melakukan latihan fisik tak terbayangkan. Dia membentuk sekumpulan tukang pukul yang terkenal dengan nama “Teratai Emas”. Roh Drukpa sudah meninggal dua belas abad lalu. Sekarang pemimpin Teratai Emas adalah generasi selanjutnya dan tetap memakai Roh Drukpa, hanya menambahkan angka di belakangnya sebagai tanda generasi yang keberapa.

Celakanya, gunung yang dibeli J.J. Costello adalah milik Teratai Emas.

Pihak Biara Bhutan menolak bicara dengan Biksu Dhammo. Otomatis musuh sudah tahu keberadaan mereka saat ini. Tidak lama kemudian, helikopter yang dikemudikan Ayako bersama penumpang Thomas, Bujang, Salonga dan Junior ditembaki peluru yang kini mengikuti mereka.

Mereka tidak lari menyelamatkan diri, sebaliknya menuju Bhutan, tempat musuh, bagai aksi bunuh diri.

Bagaimana cerita selanjunya? Silahkan langsung membeli novelnya, seru 😁😁😁.

Masih banyak kelengkapan cerita yang gue tinggalkan disana seperti:
1. Kakek Bujang, Si Mata Merah, pernah bertarung bersisian bersama Guru Bushi melawan Roh Drukpa XX

2. Yuki, Kiko dan White dibajak di pesawat dari Hongkong dalam misi membantu Bujang cs

3. White kesal dipasang alat pelacak oleh Bujang

4. Diego Samad, kakak Bujang, adalah salah satu anggota kelompok “Teratai Emas”. Diego belum mati. Diego punya peran penting dalam kisah ini.

5. Thomas cs menyaksikan sendiri J.J. Costello dibuat mati oleh Roh Drukpa

6. Nyonya Ayako menantang Roh Drukpa atau Yang Agung melakukan tiga pertandingan. Sama seperti pertarungan habis-habisan dengan Guru Bushi dan Si Mata Merah puluhan tahun lalu. Jika lawan kalah, Yang Agung berhak menghabisinya. Jika lawan memenangknannya, atau berakhir sama kuat, Yang Agung akan memberi pengampunan. Itu perjanjian lama yang harus dihormati siapa pun. Ini dilakukan Nyonya Ayako untuk mengulur waktu.

7. Pertandingan pertama melawan Yang Agung adalah pertandingan menembak tiga ronde klasik, mengenai sasaran. Salonga adalah lawannya. Jangan ditanya siapa pemenangnya, imbang. Walau gue sempat ragu sama SalongaπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

8. Bujang tidak mau seperti bapaknya.

9. Pertandingan kedua adalah teka-teki. Seperti Gollum dan Bilbo di The Hobbit. Siapa sangka antara Yang Agung dan Nyonya Ayako sama-sama lihai

10. Pertandingan ketiga batal dan fatal karena Diego

11. Ayako mengorbankan dirinya di bibir jembatan tali seperti Gandalf di The Lord of the Rings agar yang lainnya selamat dari kejaran musuh. Apa mungkin Nyonya Ayako hidup kembali seperti Gandalf di kisah selanjutnya?

12. Yang Agung mati ditangan Diego. Apa yang telah dilakukan Diego?

13. Thomas mengenakan delapan gelang logam dan rompi logam demi mengalahkan Bujang di atas ring yang kini dilampiaskannya kepada Yang Agung

14. Thomas, Bujang, Salonga, Junior, Yuki, Kiko dan White dibebaskan oleh Roh Drukpa

Sampai jumpa di novel berikutnya, Tanah Para Bandit. Siap.

Selamat berpuasa di hari-hari akhir. Semoga amal ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT dan diberi kesempatan lagi bertemu Ramadan tahun depan aamiin ya rabbal alaamiin. Mohon maaf lahir batin 😁😁😁.

Kutipan:
1. Kau jangan sekali-kali mencontoh kelakuan mereka berdua, Junior. Bertarung hanya untuk membuktikan siapa yang lebih hebat – Salonga

2. Semoga anak itu menemukan kedamaian. Apa pun pilhan hidupnya – Tuanku Imam

3. Opa pernah bilang, saat kita tidak tahu lagi beda baik dan buruk dalam kehidupan, kita selalu bisa memilih untuk terus peduli. Karena kepedulian adalah kunci membuka banyak penjelasan. Semoga akhirnya kita bisa menjadi bagian yang baik – Thomas

4. Hati yang bersih, selalu mampu menemukan alasan untuk memaafkan dan mengasihi. Hati yang kotor, selalu bisa membuat alasan untuk membenci dan memusuhi – Biksu Dhammo

5. Aku tahu, rencana ini memiliki resiko tinggi. Tapi ketahuilah, Bujang-kun, boleh jadi, tempat paling aman justru adalah tempat yang kita pikir paling berbahaya. Dan sebaliknya, tempat yang paling berbahaya justru adalah tempat yang kita pikir paling aman. Itu kebijakan lama pertarung. Tidak selalu benar, tapi dalam situasi seperti sekarang, boleh jadi tempat paling aman bagi kita adalah Bhutan. Mengunjungi pegunungan tempat markas kelompok ” Teratai Emas” – Nyonya Ayako

6. White mengangguk. Sepertinya mereka hanya bisa bersabar menunggu. Dalam banyak pertarungan penting, kadang kala bersabar adalah pertarungan terbesarnya – White

Review Pembunuhan atas Roger Ackroyd, Pilihan Favorit Pembaca Sedunia Karya Agatha Christie

Kamu dapat salam dari bubur sumsum πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Dari ketiga Karya Agatha Christie Pilihan Favorit Pembaca Sedunia, gue dengan percaya diri memasukkan Pembunuhan atas Roger Ackroyd di urutan pertama rekomendasi. Kedua Lalu Semuanya Lenyap dan terakhir Pembunuhan di Orient Express.

Alur cerita Pembunuhan atas Roger Ackroyd mengagumkan dengan akhir mengejutkan. Wow, gue suka itu. Walau cerita dua sebelumnya juga tidak bisa ditebak, tapi ini beda. Selamat Hercule Poirot, akhirnya bapak bapak tua yang kecil dengan kumis sangat mengganggu berhasil membuat gue terkesan.

Pembunuhan atas Roger Ackroyd menampilkan sosok Dokter James Sheppard sebagai penutur cerita. Ia mengenalkan dirinya sebagai Dr. John Watson yang membantu Poirot layaknya Sherlock Holmes. Menarik walau tanpa sentuhan komedi suami istri yang sering cekcok seperti Watson dan Sherlock Holmes sungguhan.

Ingat, bukan salah gue lagi karena membanding-bandingkan antara Sherlock Holmes dengan Hercule Poirot, sebab penutur cerita sendiri justru mengakuinya.

Fakta lainnya mengatakan Poirot, yang kini pensiun, dulu mempunyai seorang teman yang selama bertahun-tahun tidak pernah meninggalkannya. Temannya itu mempunyai tingkah laku yang gila, naif, jujur tapi Poirot amat menyayanginya, dan sekarang tinggal di Argentina. Ya, mirip Watson sungguhan. Entah siapa orangnya.

Poirot tinggal bertetangga dengan Sheppard. Mulanya Sheppard tidak tahu jati diri asli Poirot. Poirot hanya dianggap Sheppard sebagai penata rambut yang sudah pensiun, hanya karena melihat kumisnya, dan hobi bertanam labu.

Sheppard mempunyai kakak perempuan lebih tua delapan tahun, bernama Caroline. Caroline diceritakan sebagai kakak yang cerewet tapi tahu segalanya seperti seorang detektif.

Caroline mempunyai peran penting disini, sama seperti Poirot.

Berita kematian pasien Sheppard, Mrs. Ferrars, membuka alur cerita. Mrs. Ferrars ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan berbaring di tempat tidur. Sebagai Dokter, Sheppard mengatakan Mrs. Ferrars meninggal karena minum Veronal terlalu banyak (obat untuk susah tidur). Obat ini pula yang akan diminum pelaku di akhir cerita.

Pernyataan Sheppard dibantah habis-habisan oleh kakaknya yang belakangan diketahui kebenarannya, yaitu bunuh diri.

Di lain kisah, pasien Sheppard bernama Roger Ackroyd, ditemukan tewas dengan leher ditikam dari belakang oleh pisau belati dari Tunisia.

Mr. Ackroyd yang duda dan Mrs. Ferrars yang janda ditinggal meninggal oleh pasangan masing-masing karena terlalu banyak minum minuman keras. Jodoh. Keduanya diketahui mempunyai hubungan asmara tapi tidak sempat menikah.

Sebelum Mr. Ackroyd ditemukan mati, Sheppard datang diundang beliau yang sedang gelisah. Mr. Ackroyd berspekulasi tentang kematian Mrs. Ferrars yang tidak wajar. Beliau sempat memberitahu Sheppard tentang surat dari Mrs. Ferras yang dikirimkan kepadanya sebelum Mrs. Ferrars meninggal. Sayang surat itu tidak sempat dibaca Mr. Ackroyd sampai habis yang akan membongkar kejadian sebenarnya.

Seluruh penghuni rumah Mr. Ackroyd menjadi pesakitan. Termasuk Sheppard sendiri.

Penghuni rumah itu terdiri dari Mrs. Ackroyd dan anaknya Miss Flora Ackroyd (adik ipar dan keponakan Mr. Ackroyd), Mayor Blunt, Mr. Geoffrey Raymond (sekretaris Mr. Ackroyd), Ursula Bourne (pembantu, istri dari Ralph Paton, anak tiri Mr. Ackroyd), John Parker (pelayan), dan Elizabeth Russel (pengatur rumah tangga).

Pelaku pembunuhan Mr. Ackroyd adalah juga dalang dibalik matinya Mrs. Ferrars. Ia dikenal sebagai pemeras, dan aktor yang lihai sekali mengelabui orang-orang disekitarnya, termasuk gue (sel-sel kecil bewarna kelabu gue langsung dibuat aktif, lebay πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…).

Siapakah dia? Apa tujuannya? Temukan aksi Poirot yang membongkar sikap lugu tanpa dosa si pelaku langsung dari novelnya. Masih banyak kelengkapan cerita tertinggal disana yang sayang sekali jika kamu lewatkan.

Sampai ketemu di lain buku. Semoga kita bertemu lagi disini di bulan Ramadan yang akan hadir sebentar lagi 😁😁😁. Sehat selalu πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹.

Kutipan:
1. Sungguh aneh, sikap seseorang yang mempunyai keyakinan, tetapi tidak mau mengutarakannya pada orang lain. Lalu bilamana ada orang lain yang mengutarakan pendapat yang sama, ia akan membantah sebisa-bisanya – Sheppard

2. Kita bekerja untuk mencapai sesuatu, dan setelah kita memperolehnya, kita sadari bahwa yang kita cari itu adalah pekerjaan kita sehari-hari – Poirot

3. Bahwasannya seorang mungkin saja bekerja untuk mencapai maksudnya, bahkan bersusah payah dan bekerja keras untuk mendapatkan semacam kesenangan dan kesibukan. Lalu akhirnya ia menyadari bahwa ia mendambakan masa lalu yang penuh kesibukan, dan pekerjaannya yang lama, yang disangkanya dapat ditinggalkannya dengan segala senang hati – Poirot

4. Saya lebih senang kalau tidak dikenal orang. Saya tidak menginginkan kemasyhuran. Bahkan saya tidan mau bersusah-susah memperbaiki salah menulis dan mengucapkan nama saya di desa ini – Poirot. Wataknya mirip Sherlock Holmes

5. Rasa ingin tahu bukanlah dosa yang menimpaku. Aku dapat hidup dengan tenang tanpa mengetahui dengan tepat apa yang sedang dipikirkan atau dikerjakan oleh tetanggaku – Sheppard

6. Betapa membosankannya hidup tanpa mengerjakan sesuatu! Anda tidak dapat membayangkan hidup yang demikian membosankan, hari demi hari – Poirot

7. Ia bukan seorang yang tolol, ia hanya seorang yang menjadi tolol karena cinta – Poirot

8. Seseorang akan merasa lega bila dapat menceritakan segala kesusahannya kepada orang lain – Caroline

9. Pakailah sel-sel kecilmu yang bewarna kelabu itu – Poirot

Review Pembunuhan di Orient Express, Pilihan Favorit Pembaca Sedunia Karya Agatha Christie

Rasanya tidak adil bila gue membandingkan nama Agatha Christie dengan Sir Arthur Conan Doyle seperti postingan gue sebelumnya. Memang mereka berada di genre yang sama tetapi berbeda dengan jagoannya masing-masing. Sherlock Holmes dan Hercule Poirot.

Akhirnya gue tahu siapa Detektif Belgia Hercule Poirot yang katanya terkenal itu. Lewat Pembunuhan di Orient Express karya Agatha Christie, gue mengenal orang itu.

Jujur kisah kedua Agatha Christie yang gue baca ini tidak begitu memenuhi ekspektasi. Plus filmnya yang langsung gue tonton setelah tamat membaca novel ini. Sosok Poirot di film sangat berbeda dengan apa yang gue bayangkan. Okelah kalau Poirot memang bapak-bapak yang belagu, tapi kumisnya, sangat mengganggu. Entah, mungkin pendapat kita berbeda 😁😁😁.

Cerita dibuka dengan latar di Kereta Orient Express yang memulai perjalanan tiga hari melintasi Eropa dari Istanbul, Turki.

Diketahui seorang bernama Rachett meminta perlindungan dari ancaman pembunuhan kepada Poirot, namun beliau menolaknya karena alasan yang lebih masuk akal dari sekedar hanya membenci wajahnya. Poirot tahu orang itu tidak pantas ditolongnya.

Dan benar saja Rachett yang diketahui menggunakan nama samaran adalah penjahat bernama Cassetti. Ia pelaku dari kisah tragis penculikan dan pembunuhan anak kecil keluarga Armstrong di Amerika.

Rachett tidak seperti kucing yang mempunyai sembilan nyawa. Sosoknya cepat sekali dibuat mati. Doi ditemukan tewas mengenaskan di atas Orient Express dengan dua belas tusukan di sekujur tubuhnya. Sadis.

Dan siapa sangka dua belas tusukan tersebut rupanya berkaitan dengan dua belas penumpang Orient Express. Kesimpulan itu berhasil Poirot ambil setelah menemukan bukti, wawancara satu-persatu, dan menggeledah koper masing-masing.

Menurut hemat gue, cara kerja Poirot kurang wow, biasa saja. Setelah satu-persatu disidang, Poirot kembali mengeksekusi mereka dengan memeriksa koper masing-masing. Kenapa tidak dilakukan bersamaan saat mereka dimintai kesaksian? Maaf gue tidak sabar. Pun Direktur Buoc dan Dokter Constantine menurut gue tidak terlalu cukup menolong. Maaf kalau gue sotoy, ini cuma pendapat pribadi. Tolong gue jangan dibenci πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….

Tapi menariknya, dua belas orang itu pandai berbohong. Dan keputusan yang diambil Poirot di akhir juga lebih manusiawi.

Siapakah kedua belas orang itu? Apa motif dibalik semua itu? Sekejam apakah kejahatan yang dilakukan Rachett di masa lalu? Dan mengapa kedua belas orang itu bersekongkol membunuh?

Temukan cerita detailnya di novel, bukan di film. Sampai jumpa di kisah ketiga Pilihan Favorit Pembaca Sedunia, Pembunuhan atas Roger Ackroyd πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹

Review Lalu Semuanya Lenyap, Pilihan Favorit Pembaca Sedunia Karya Agatha Christie

Tak disangka, mau posting ini ada notifikasi. Selamat hari jadi ke 13 tahun bersama WordPress 😊😊😊

Novel karangan Agatha Christie jadi pilihan gue saat ini. Kenapa? Gue rindu dengan sosok Sir Arthur Conan Doyle, pencipta karakter rekaan Sherlock Holmes dan teman dokternya Dr. Watson. Gue tahu Agatha Christie bermain di jalur yang sama dengan Sir Arthur Conan Doyle. Namun, doi tidak membuat aktor utama dan sama di setiap novelnya seperti Sherlock Holmes. Gue sotoy ya, maaf.

Karena gue buta dan tidak tahu menahu sama sekali novel pertama apa yang mesti gue baca, pilihan favorit pembaca sedunia lah yang akhirnya gue bawa pulang dari Gramedia.

Novel tebal itu berisi tiga kisah:
1. Lalu Semuanya Lenyap
2. Pembunuhan di Orient Express
3. Pembunuhan Atas Roger Ackroyd

1. Lalu Semuanya Lenyap

Singkat cerita sepuluh orang diundang ke sebuah rumah mewah dan modern di Pulau Negro, di seberang pantai Devon. Latar cerita di Inggris. Beberapa dari mereka naik kereta di stasiun Paddington dan akan dijemput di stasiun Oakbridge.

Mereka Mr. Justice Wargrave (pensiunan Hakim), Vera Claythorne (guru privat), Philip Lombard (mantan kapten), Emily Brent (berumur 65 tahun, ayahnya kolonel), Jenderal Macarthur (mantan jenderal), Dokter Armstrong (orang terkenal), Mr. Blore (pensiunan inspektur), Anthony Marston (pengemudi brengsek) dan pembantu rumah tangga dan istrinya Mr. dan Mrs. Rogers.

Seperti judulnya, mereka semua lenyap, mati satu persatu secara histeris di atap yang sama. Mereka tidak bisa kabur, terisolasi, terjebak karena tidak ada perahu sama sekali. Cerita diundang oleh Mr. Owen, pemilik rumah mewah, tidak lebih dari omong kosong belaka.

Mereka dibuat mati karena bertanggung jawab atas tuduhan pembunuhan-pembunuhan berikut:
1. Edward George Armstrong, pada tanggal 14 Maret 1925, menyebabkan kematian Louisa Mary Clees

2. Emily Caroline Brent, pada tanggal 5 November 1931, bertanggung jawab atas kematian Beatrice Taylor

3. William Henry Blore, menyebabkan kematian James Stephen Landor pada tanggal 10 Oktober 1928

4. Vera Elizabeth Claythorne, pada tanggal 11 Agustus 1935 membunuh Cyril Ogilvie Hamilton

5. Philip Lombard, pada bulan Februari 1932 bersalah atas kematian dua puluh satu orang suku Afrika Timur

6. John Gordon Macarthur, pada tanggal 14 Januari 1917 dengan sengaja membunuh pacar istrinya, Arthur Richmond

7. Anthony James Marston, pada tanggal 14 November tahun lalu besalah atas kematian John dan Lucy Combes

8, 9. Thomas Rogers dan Ethel Rogers, pada tanggal 6 Mei 1929 menyebabkan kematian Jennifer Brady

10. Lawrence John Wargrave, pada tanggal 10 Juni 1930 bersalah atas kematian Edward Seton

Teka-teki pembunuhan di kisah ini meniru sajak anak-anak waktu mereka kecil dulu. Dan dengan cara inilah mereka akan menemui ajal:
Sepuluh anak Negro makan malam,
Seorang terdesak, tinggal sembilan.

Sembilan anak Negro bergadang jauh malam,
Seorang ketiduran, tinggal delapan.

Delapan anak Negro berkeliling Devon,
Seorang tak mau pulang, tinggal tujuh.

Tujuh anak Negro mengapak kayu,
Seorang terkapak, tinggal enam.

Enam anak Negro bermain sarang lebah,
Seorang tersengat, tinggal lima.

Lima anak Negro ke pengadilan,
Seorang ke kedutaan, tinggal empat.

Empat anak Negro pergi ke laut,
Seorang dimakan ikan herring merah, tinggal tiga.

Tiga anak Negro pergi ke kebun binatang,
Seorang diterkam beruang, tinggal dua.

Dua anak Negro duduk berjemur,
Seorang hangus, tinggal satu.

Seorang anak Negro yang sendirian,
Menggantung diri, habislah sudah.

Atau bila gue simpulkan dari teka teki pembunuhan diatas adalah mereka meninggal karena keracunan sianida (sungguh sianida sudah sangat terkenal dari zaman dulu). Ada karena tertembak di kepala, juga menembus jantung. Ada karena kelebihan dosis klor. Kepala pecah. Tenggelam. Tengkorak kepala hancur, dan yang terakhir digantung.

Siapakah yang akan mengalami nasib sial tersebut dan dengan cara apa mereka dipilih menemui malaikat maut?

Siapakah dia, Psikopat bab* dibalik semua pembunuhan gila? Dia adalah salah satu dari mereka bersepuluh. Gue sudah berfirasat dari awal, tapi tidak tahu otaknya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Temukan jawaban dan suasana ketegangannya dengan membaca langsung novelnya 😁😁😁.

Sampai jumpa di cerita kedua, Pembunuhan di Orient Express πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹

Things I love to See

Hiatus hampir tiga bulan disini memberi gue ide tentang spot dan pemandangan favorit gue selama ini. Sayang sekali bila hanya tersimpan dalam smartphone dengan rapi.

Pemandangan ini diambil di balkon atas rumah gue dengan waktu dan jam yang berbeda. Tidak ada jam malam, karena gelap. Takut dementor nongol seperti di kisah Harry πŸ˜…

Sampai jumpa lagi 😁

Review Pulang-Pergi – Tere Liye

Pulang malu tak pulang rindu heheheheh. Maaf ini bukan petikan lagu itu, apalagi “ku rela pergi pagi pulang pagi hanya untuk mengais rezeki”. Gue tahu kamu nyanyi 😁.

Pulang-Pergi melanjutkan kisah Bujang dkk ke Moskow, Rusia (baca Pulang dan Pergi). Ini semua tak lebih dari jeratan setan yang harus dihadapi Bujang (sadis wkwkwkwk). Bagaimana tidak, Bujang harus menikahi seorang gadis hanya karena ia memenangkan duel dengan gadis itu. Dan Bujang tidak tahu menahu soal itu. Bujang ingin keduanya kenal lebih dulu dan tidak terburu-buru (dan seharusnya berjalan alami seperti orang-orang lain). Namun Bujang harus berani mengambil resiko tersebut. Ia harus bertunangan bahkan menikah dengan Maria, anak Otets, dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Kisah dibuka ketika Bujang pulang ke talang mengunjungi pusara mamak dan bapaknya. Tak lama kemudian, helikopter datang dan sebuah tombak dari stainless steel menghujam ke tanah tanpa mengincar tubuh Bujang. Rupanya di ujung tombak terikat selembar kain yang isinya berupa pesan dari Otets “dua hari dari sekarang pertunangan antara dirinya dan Maria telah ditetapkan. Jika Bujang tidak datang, akan membuat Maria malu di depan tamu-tamu undangan, menyakiti hati putrinya, dan itu berarti perang antarkeluarga. Datang atau mati. Menikah dengan Maria atau makam kedua orangtua Bujang akan diratakan”. Pengirim pesan ini sesungguhnya pengkhianat salah satu penguasa Shadow Economy yang memang menantikan Bujang berada disana. Bujang akan mengetahuinya setelah tiba di Rusia.

Singkat cerita, Bujang pergi memenuhi perjodohan bersama Salonga dan murid menembak pistol Salonga, Junior. Junior adalah salah satu pahlawan yang akan berjasa bagi mereka nanti.

Tak disangka, Thomas, Konsultan Keuangan, muncul lagi disini. Thomas diundang karena Otets membutuhkan nasihat keuangan seperti Yamaguchi di Pergi.

Tidak seperti di Pergi, disini Thomas dan Bujang bersisian dari awal sampai akhir cerita. Mereka seperti paket lengkap. Muda, tampan, kaya, ahli di bidangnya, dan jago bertarung. Jadi mirip Avengers, dua tokoh di masing-masing cerita kini bergabung dalam satu kisah.

Diketahui, Thomas pernah berduel dengan Maria sebelum dengan Bujang. Maria memilih jenis duelnya dengan tongkat. Thomas harus bisa mengalahkan Maria atau Organisasi Bratva (dibawahi Otets) akan membatalkan tawaran pekerjaan konsultasi kepada dirinya. Dalam pengakuan Thomas juga, Maria memang tidak memilihnya (tapi memilih Bujang), karena itu dia berkali-kali lebih serius untuk mengalahkan Thomas. Namun anehnya Otets tetap memberikan pekerjaan itu. Disinilah Bujang baru paham, ia seharusnya mengalah saja dengan Maria, toh, Otets akan tetap membantu Keluarga Yamaguchi dan Keluarga Tong menghadapi Master Dragon. Baik Bujang bahkan Salonga tidak tahu menahu kalau Otets akan melakukan hal yang sama seperti kasus Thomas. Bujang mendengus kesal mengingat Salonga yang menyuruhnya harus mengalahkan Maria dulu. Itu semua dilakukan karena dalam situasi darurat atau tiga aliansi tidak pernah terbentuk. Tapi Salonga buru-buru membesarkan hati Bujang. Bujang akan menikahi Maria yang cantik, pintar, dan petarung. Bujang hanya akan menikah, bukan disuruh pergi ke neraka, meskipun pernikahan itu memang bisa menjadi neraka 😁😁😁.

Saat semua tamu undangan berkumpul, Otets mengenalkan pengawalnya kepada Bujang cs. Seorang perempuan, sekitar 40 tahun, ibu-ibu (menurut Bujang), mengenakan pakaian hitam-hitam, rambut dikuncir, tidak membawa senjata, hanya sebuah pisau sembelih kecil, dan namanya Natascha. Dan pengkhianat yang gue sebut-sebut di awal adalah dirinya, Natascha.

Pengkhianatan yang dilakukan Natascha kepada bosnya persis dengan yang dilakukan Basyir di Keluarga Tong (baca Pergi). Orang tuanya tewas oleh tukang pukul Otets, dan Natascha kecil dibawa ke mes khusus pelatihan tukang pukul Bratva untuk dididik langsung oleh petarung-petarung terbaik Rusia sejak usia lima tahun.

Bujang kaget, acara pertunangan tiba-tiba diganti Otets dengan pernikahan. Bujang marah, menggeram dalam hati, hendak berteriak kencang, tapi yang bisa ia lakukan sekarang hanya pasrah. Ia sadar, keajaiban tidak akan terjadi pada malam itu. Bujang yang sangat sayang dengan mamaknya membatin dalam hati “Mamak, jauh sekali anakmu menikah malam ini. Puluhan ribu kilometer dari talang. Ladang padi tadah hujan. Hutan lebat”. Sekarang gue jadi paham, seorang pria akan tetap menjadi anak laki-laki kesayangan ibunya walaupun ia hendak menikah.

Tapi Bujang keliru. Keajaiban itu masih ada walau harus dibayar mahal. Natascha bersama pasukan elit Bratva “Black Widow” (nama spesies laba-laba betina. Spesies ini akan memakan jantannya setelah kawin. Natascha menggunakan nama tersebut karena ingin pasukan perempuannya mengungguli tukang pukul laki-laki) melancarkan aksinya persis Bujang bersiap melangkah di atas karpet. Momen yang ditunggu-tunggu Natascha telah tiba. Pisau sembelih yang selama ini ada di pinggang Natascha, pisau yang digunakan anak buah Otets (35 tahun lalu) untuk menguliti hidup-hidup ayah dan ibunya, dua kakak laki-lakinya, kini sukses kembali kepada Otets. Pisau itu menekan kulit leher Otets, dan menewaskannya. Tidak hanya Otets, Sergei, Two Spies dan tukang pukul terbaik keluarga Penguasa Shadow Economy Rusia, juga menemui ajalnya. Salah satu anggota Black Widow memukul kepalanya tanpa ampun ketika Sergei hendak menyerang Natascha. Tidak cukup sampai disitu, kepala Sergei juga ditembak dan darah segar berhamburan keluar dari kepalanya. Sergei tewas.

Maria menangis melihat papanya mati dan tidak percaya kepada Tetya, panggilan untuk Natascha dari Maria, yang tega melakukannya. Dan pada saat itulah Bujang dan Thomas saling tatap menyelamatkan yang tersisa, Maria. Mereka melarikan diri, disusul Salonga dan Junior. Dan pada momen inilah, kesan Bujang kepada Maria mulai berubah (termasuk gue yang sebelumnya di Pergi tidak relaπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†). Bahkan gue bisa saja asal mencomot cerita ke depan, Maria tidak pernah memaksa Bujang, Bujang bisa menolak perjodohan itu kapan saja. Bahkan sekali Bujang tidak menyukai rencana itu, Papa akan berhenti memaksa Bujang. Bujang seperti tidak percaya kepada apa yang baru dikatakan Maria barusan.

Temukan sendiri kisah Bujang dan Maria yang saling menyukai di novelnya langsung (bahkan gue yang membacanya jadi ikut bahagia, apalagi Maria menyukai Bujang karena Bujang pemuda yang takut pada wanita 😁😁😁).

Bukan hanya itu, masih banyak cerita yang tertinggal disana yang tidak gue jelaskan disini. Antara lain:
1. Keahlian Thomas dalam mengendarai speed boat, kapal, dan bertinju.

2. 24 jam terakhir yang Bujang cs lalui sungguh gila. Baru mendarat di Moskow, lantas menumpang kereta cepat ke Saint Petersburg. Kemudian acara itu. Lalu penyerangan Natascha. Lorong kastil. Dermaga. Teluk. Sekarang sudah meluncur menuju Estonia.

3. Bujang mengusir Thomas karena menurutnya ini bukan perang Thomas. Tapi Thomas tidak pernah pergi, maka bagaimana Thomas akan kembali? Hidup Thomas tidak serumit Bujang. Pulang, pergi, dan pulang-pergi. Bagi Thomas hidupnya sederhana. Ini adalah perangnya juga. Baginya Natascha dan anak buahnya adalah bedebah. Dan itu cukup untuk menentukan prinsipnya. Bujang menjulurkan tangannya dan berterima kasih karena tidak pernah pergi dari rombongan. Dan Thomas menjabat tangan Bujang. Resmi sudah aliansi mereka berdua kini terbentuk.

4. Kepala Bujang dkk menjadi buronan bagi pembunuh bayaran Natascha, kecuali Thomas, karena berharga 50 juta dolar

5. White dan Si Kembar Yuki dan Kiko datang memenuhi panggilan Bujang

6. Thomas kembali kepada kesialannya. Selalu akrab dengan sel penjara. Namun Thomas berhasil membawa kabur teman-temannya setelah mematahkan dua kartu nama dari saku kemejanya. Di dalam kartu itu ada cairan khusus dan lima belas detik kemudian, gembok sel penjara hancur separu. Cerita kartu nama ini sudah dikenalkan doi di Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk

7. Junior memiliki penglihatan tajam yang di kemudian hari akan membuat dirinya menjadi pahlawan. Seperti dalam adegan kejar-kejaran oleh Fast7, dan berhasil menaklukan lebah-lebah pembawa bom buatan pembunuh bayaran spesialis pembuat bom kecil, Yurii Kharlistov. Yurii adalah dalang pembuat bom di kue pernikahan yang menewaskan anak, menantu, dan besan Yamaguchi di Pergi. Selain ahli dalam menembak, Junior juga ahli dalam bidang IT. Karena kemampuannya ini jugalah, Natascha pada akhir cerita mati.

8. Kisah cinta Salonga. Sedih.

9. Bujang cs diberi tumpangan menginap oleh sepasang nenek kakek di area penuh radiasi bekas reaktor nuklir Chernobyl yang meledak, di perbatasan Belarusia Ukraina.

10. Yurii berhasil dilumpuhkan oleh petarung jarak dekat, Thomas. Thomas sempat marah kepada Bujang karena masih membiarkan wanita jalang keparat itu hidup.

11. Dimitri yang ada di Kota Kiev, adik Otets dan Paman Maria, bersedia membantu Bujang cs melawan Natascha dan para budaknya setelah teguh menolaknya. Salah satu orang yang baru percaya bila menyaksikan dengan kedua matanya sendiri.

12. Seperti yang sudah gue duga, Diego adalah sekutu Natascha. Gue kecewa dengan Diego, namun setidaknya pertanyaan gue di Pergi terjawab sudah. Dieogo lebih memilih berselisih jalan dengan Bujang.

13. Gelang manik-manik yang disimpan Bujang adalah GPS bagi Natascha

14. Pertarungan dua saudara tiri Bujang dan Diego. Ngambang, gue belum yakin Diego mati atau masih hidup karena ia sukses dikalahkan adiknya Bujang yang tidak pernah sekalipun minum minuman haram. Disini dijelaskan jurus terakhir Dieogo dan Bujang. Si Mata Merah. Julukan kakek mereka. Seru.

15. Di akhir cerita, gelang manik-manik Maria yang ternyata adalah GPS bagi Natascha, tidak bisa diselamatkan, hancur, terkena tembakan. Kini gelang itu hanya setumpuk manik-manik. Bujang bisa mengembalikannya kepada Maria jika Bujang mau, tapi Bujang memilih memasukkannya ke sakunya. Maria bersemu merah dan Bujang tersenyum 😊😊😊

Sayang, gue mesti bersabar menunggu kelanjutan cerita Bujang dan Maria di Bedebah di Ujung Tanduk yang belum terbit. Ok siap 😁😁😁. Sampai ketemu di lain buku πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹.

Kutipan:
1. Jodoh selalu bekerja secara misterius – Salonga

2. Kau tahu definisi bedebah, heh? Bedebah adalah penjahat. Sejak kecil, sejak aku masih mengantarkan susu ke rumah tetangga, bedebah selalu muncul dalam hidupku. Mereka membuat kedua orang tuaku mati terbakar hingga menjadi abu. Maka aku memutuskan melawan mereka. Akulah bedebah paling bedebah. Jadi ini adalah perangku, Si Babi Hutan. Ini adalah hidupku. Terserah aku mau melakukan apa dengan hidupku sendiri. Aku mengurus hidupku, kau silahkan mengurus hidupmu sendiri, yang belum tentu juga lebih menarik dibanding milikku – Thomas

3. Setiap kali aku bertanya, apakah kau mencintaiku, kau selalu menjawab, mungkin mungkin mungkin. Dan hari-hari berlalu, dan aku putus asa, dan kau menjawab, mungkin mungkin mungkin. Jika kau memang mencintaiku, katakan ‘ya’, jika tidak, akuilah, dan jangan bilang kepadaku mungkin mungkin mungkin – Salonga saat menyanyikan lagu klasik Amerika Latin sambil memetik gitarnya di depan White

4. Kami memilih mengurus hidup sendiri, dibanding mengurus hidup orang lain. Sepanjang orang lain baik dan sopan kepada kami, maka kami juga baik dan sopan kepada mereka – Paman Dimitri

5. Kau lupa satu hal, White. Dalam sebuah pertempuran, jumlah bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemenangan. Kita akan menyusun strategi yang baik. Dengan strategi yang tepat, kita bisa menaklukkan kastil Saint Petersburg – Bujang kepada White

6. Aku tahu kau masih marah atas keputusanku mengenai Yurii. Ketahuilah, Thomas, hari ini kau tidak setuju keputusanku, maka besok lusa aku jamin, hanya soal waktu, sebaliknya akan ada momen aku tidak setuju keputusanmu. Marah sekali, nyaris hendak meninjumu, atau menembakmu. Seperti yang kau rasakan saat ini ketika melihatku. Tapi aku berjanji, Thomas. Aku bersumpah, jika itu terjadi, aku akan menghormati keputusanmu. Itulah yang disebut teman sejati, Thomas. Kita saling menghormati keputusan teman. Kau tidak suka keputusanku, tapi kau menghormatinya. Besok lusa, aku tidak setuju keputusanmu, aku akan menghormatinya, dengan segenap darahku – Bujang kepada Thomas

Review Pergi – Tere Liye

Petikan isi surat Diego, kakak tiri Bujang, tentang mamanya kepada padre (bapaknya) Samad

Alhamdulillah Pergi oleh Tere Liye sudah selesai dibaca. Sampai jumpa setelah lebaran. Buat kamu yang ada di seberang sana, sehat-sehat, jaga kesehatan πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹.

Melanjutkan Pulang sebelumnya, Bujang, bersama rombongannya, White, Si Kembar Yuki dan Kiko, dan Salonga (maaf profil-profil ini tidak gue jelaskan sebelumnya πŸ™πŸ™πŸ™), tengah berada di gudang kontainer, stasiun kereta api perbatasan Meksiko – Amerika Serikat. Mereka dalam misi pengejaran seorang penyelundup yang telah mencuri teknologi prototype anti serangan siber milik Keluarga Tong. Tak disangka, Bujang bertemu lawan yang lebih tangguh darinya. Dan benar saja orang itu berhasil memenangkan benda tersebut setelah keduanya terlibat duel yang sengit. Dia adalah Diego, kakak tiri Bujang yang baru akan diketahuinya nanti.

Action di Pergi tidak kalah seru dari Pulang. Mendebarkan dan membuat gue beberapa kali beristighfar, karena banyak yang menjadi korban (hei jangan bilang gue lebai, itu tidak sopan, kisahnya memang demikian 😜😜😜). Layak sekali bila dwilogi Novel ini diangkat di layar lebar. Entah kapan.

Poin-poin penting dalam Pergi adalah melawan Master Dragon (pimpinan tunggal dari delapan keluarga Penguasa Shadow Economy), asal usul Samad (bapak Bujang) yang pernah menikahi penyanyi Spanyol, Catrina, sebelum menikahi mamak Bujang, dan pengungkapan jati diri kakak tiri Bujang, Diego.

Perlu untuk diketahui, ada delapan keluarga penguasa Shadow Economy di Asia Pasifik. Mereka adalah Keluarga Tong (itu berarti Bujang cs) di Ibu Kota Provinsi, Keluarga Lin di Makau, El Pacho di Meksiko, Miami Florida, Keluarga Yamaguchi di Tokyo, Beijing, Keluarga Bratva di Moskow, dan satu lagi kepala dari seluruh Keluarga yang sudah disebutkan diatas, Master Dragon di Hongkong.

Ngomong-ngomong apa itu Shadow Economy? Shadow Economy adalah ekonomi yang berjalan di ruang hitam. Black market, underground economy. Shadow Economy tidak lagi tentang perdagangan obat-obatan, narkoba, prostitusi, atau judi, dan sebagainya. Itu adalah masa lalu Shadow Economy. Hari ini tentang pencucian uang, perdagangan senjata, transportasi, properti, minyak bumi, valas, pasar modal, retail, teknologi mutakhir, hingga penemuan dunia medis yang tak ternilai. Yang semuanya dikendalikan oleh institusi ekonomi pasar gelap. Mereka tidak dikenali oleh masyarakat, tidak terdaftar di pemerintah, dan jelas tidak diliput media massa. Mereka berdiri di balik bayangan. Menatap semua kepalsuan sistem dunia. Dulu mungkin mereka dikenal dengan istilah mafia, yakuza, triad, tapi hari ini tidak lagi. Mereka telah bertransformasi menjadi perusahaan multinasional, konglomerat raksasa (dikutip dari novelnya).

Sekarang gue jadi tahu, Shadow Economy sudah ada dari dulu. EIC dan VOC lah contoh resmi paling tua Shadow Economy. Bedanya mereka resmi didukung oleh anggota kerajaan langsung dan dianggap legal. Penjajahan, kolonialisasi yang membuat menderita ratusan juta orang dari Afrika, India, hingga Asia dianggap sah. Belum lagi perdagangan budak, kerja paksa, dan semua penyiksaan lainnya. Jadi seperti yang sudah ditekankan oleh si penulis sendiri “berhentilah bertanya apakah Shadow Economy itu fiksi atau nyata” 😝😝😝.

Singkat cerita Bujang cs pergi ke Ibu Kota Provinsi dulu sebelum ke Tokyo dan Moscow (karena Keluarga Lin di Macau, El Pacho di Meksiko, dan Beijing membelot mendukung Master Dragon. Hanya Miami Florida yang tidak ikut-ikutan) untuk mendapatkan dukungan melawan Master Dragon. Bujang melakukannya untuk mencari jejak tentang kakak tirinya melalui bekas rumah yang pernah ditempati bapaknya. Dari sinilah Bujang akan tahu segalanya tentang bapaknya yang pernah menikah sebelum menikahi mamaknya. Bapaknya bertemu dengan gadis Spanyol itu, Catrina, di Singapura. Bapak Bujang sebagai pemilik restoran di Singapura mengundang penyanyi Spanyol terkenal, dan takdir keduanya dimulai. Disini juga Bujang menyaksikan sendiri, Rambang, anak tukang pukul Lubai, pemuda yang baru direkrutnya (baru berumur tiga jam) setelah berhasil menemukan peninggalan-peninggalan penting di rumah bapaknya berupa foto dan surat-surat dari kakak tirinya, dengan gagah berani gugur saat melindungi Bujang. Ia tewas dengan peluru yang sukses menembus dahinya setelah tiba di bandara Tokyo. Keberadaan Bujang cs sudah diincar oleh Sniper suruhan Master Dragon. Bujang marah besar. Namun nyawa Sniper tidak bertahan lama, lehernya dibuat hampir putus oleh si kembar Yuki dan Kiko untuk kemudian dilemparkan dari atas gunung. Ini pukulan telak bagi Bujang, si Tauke Besar.

Saat di Tokyo (Keluarga Yamaguchi, Keluarga yang masih menggunakan senjata tradisional Jepang), selain bermaksud untuk mendapatkan dukungan melawan Master Dragon, Bujang cs juga menghadiri undangan pernikahan anaknya Hiro Yamaguchi. Sayang, pernikahan anaknya Hiro harus berakhir tragis. Kedua pengantin dan besan Hiro mati. Utusan Master Dragon telah lebih dulu mengancam Keluarga Yamaguchi. Bom meledak di kue pernikahan. Hiro lolos dari maut setelah Thomas menyelamatkannya, dan Ayako, istri Hiro, diselamatkan oleh Bujang. Thomas dan Bujang baru menyadari keberadaan bom di saat-saat terakhir kue itu akan dipotong.

Thomas, seperti nama yang tidak asing lagi didengar. Apalagi panggilan akrabnya Tommy. Ya kamu benar, Thomas adalah karakter utama di Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk. Dia muncul disini. Sebuah kejutan walau hanya sekilas.

Destinasi Bujang cs selanjutnya adalah ke Moscow (Keluarga Bratva), produsen senjata dan perlengkapan bom seperti basoka. Disini Bujang harus bertarung dengan anak perempuan Otets (Kepala Keluarga Bratva), Maria, sebagai tanda setuju bergabung bila berhasil mengalahkan anaknya. Seperti sudah gue tebak, Bujang sukses mengalahkan Maria lewat pertarungan menggunakan pistol. Yang tak diduga-duga, gelang yang diberikan Maria (keturunan bangsa Mongolia) karena kalah mempunyai arti terselubung. Yaitu si wanita akan menikahi pria yang berhasil mengalahkannya dalam duel. Ini semua akan diketahui Bujang belakangan. Beruntungnya itu tidak terjadi, karena tidak ada kelanjutan ceritanya di akhir nanti. Jujur, gue tidak rela 😜😜😜. Tapi gue salah, cerita Bujang dan Maria masih ada kelanjutannya di novel Pulang-Pergi. Gue baru tahu setelah membaca beberapa review tentang Pergi. Dan kabarnya masih dengan empat ratus lebih halaman. Ok siap wkwkwkwkwk.

Setelah mengumpulkan tiga kekuatan, mereka mulai berbagi tugas dengan menghancurkan lebih dulu pasak-pasak Master Dragon. Keluarga Lin di Macau (oleh Keluarga Tong), El Pacho di Meksiko (oleh Keluarga Yamaguchi), dan Beijing (oleh Keluarga Bratva), sebelum ke Hongkong tempat Master Dragon berada.

Akhir kisah, ketiga aliansi tersebut berhasil mengakhiri kekuasaan Master Dragon di Hongkong. Master Dragon mati ditangan kakak tiri Bujang, Diego. Diego bagai pahlawan sejati yang tiba-tiba muncul menolong adiknya yang berada dalam situasi pesakitan. Ketiga aliansi tertipu oleh Master Dragon. Di saat ketiga keluarga beramai-ramai mengepung Master Dragon bersama ratusan tukang pukul, ratusan musuh juga mengepung balik masing-masing ketiga negara keluarga Tong, Yamaguchi dan Bratva. Namun situasi sekarang berubah, ketiga keluarga di masing-masing negara sukses memukul mundur musuh. Bahkan Basyir, di novel Pulang menjadi pengkhianat dan menyebabkan Tauke Besar mati, kini telah kembali dan menyelamatkan Markas Keluarga Tong. Di kemudian hari, Basyir diangkat Bujang menjadi Tauke Besar berikutnya. Basyir telah membayar lunas pengkhianatannya. Maafkan gue lagi yang tidak bercerita detail di Pulang. Singkatnya Basyir, kepala tukang pukul Keluarga Tong, melakukan pengkhianatan terhadap keluarga yang mengangkatnya dari anak jalanan. Itu semua tak lebih dari ajang balas dendam. Saat Basyir masih kecil, orang tuanya dibunuh oleh Tauke Besar. Rinciannya bisa kamu lihat Pulang di toko buku ya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….

Kini Bujang memutuskan kemana ia akan pergi. Ia meninggalkan keluarga Tong.

Bujang berangkat ke Singapura, mengunjungi restoran bapaknya dulu yang kini dikelola oleh kakak tirinya Diego. Nah letak keanehan itu mulai terjadi. Penyelamatan Bujang yang dilakukan Diego bukan semata-mata untuknya, melainkan hanya untuk membunuh Master Dragon. Diego bersumpah akan menghabisi seluruh penguasa Shadow Economy (karena alasan inilah padre (bapak) meninggalkan mamanya).

Diego mengajak Bujang, yang bukan lagi bagian dari Keluarga Tong, untuk bergabung, tapi Bujang menolaknya. Justru kedatangan Bujang adalah untuk mencegah kakaknya melakukan itu semua.

Percakapan ini menjadi sia-sia karena Bujang telah duga sebelumnya. Mereka berdua akan memilih jalan yang berbeda, dan Bujang tahu dia akan pergi kemana selanjutnya. Entah bersisian atau berselisih jalan. Gue tidak tahu. Ngambang 😐😐😐. Mungkin akan dijelaskan di novel Pulang-Pergi 😁😁😁.

Tamat

Semoga review yang hancur ini masih menarik minat kamu untuk langsung membaca Pergi. Masih banyak kelengkapan cerita tertinggal disana. Recommended, must read πŸ‘πŸ‘πŸ‘.

Review Pulang – Tere Liye

Pohon jambu siap panen (foto diambil hari ini di sekolah gue)

Pulang oleh Tere Liye adalah novel kesekian yang berhasil membuat gue terkesan. Bagai menonton film action. Adakah sutradara diluar sana berniat mengadopsi novel ini menjadi film?

Action di Pulang mirip Novel Tere Liye lainnya, Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk. Serunya sama. Ada pengkhianatan, keberanian, pengorbanan, dan lain sebagianya.

Berkisah tentang seorang anak, bernama Bujang, yang lahir di kampung Sumatera, tidak pernah pergi ke sekolah, dibesarkan di Ibu Kota dan dididik menjadi pemuda yang akan disegani para lawan-lawannya. Sebut saja julukannya, Babi Hutan, semua orang akan dibuat kocar kacir.

Bujang, berhasil memikat Tauke Besar, orang yang akan merubah hidupnya seratus delapan puluh derajat, setelah mengalahkan babi raksasa yang berusaha membunuh Tauke Besar dalam misi pemburuan babi di hutan. Pemburuan itu sebenarnya kamuflase semata yang akan diketahui Bujang di kemudian hari. Tauke Besar datang memang untuk mengambil Bujang, dengan iming-iming mengajaknya memburu babi.

Bapak Bujang sudah mengetahuinya, dan momen Bujang untuk diambil sudah tiba waktunya. Mamak Bujang mati-matian menolak Bujang yang akan dibawa Tauke Besar walau dengan alasan akan disekolahkan. Namun Bujang tetap pergi diantar oleh tangisan dan doa dari mamaknya.

Inti ceritanya, Bujang diangkat menjadi anak oleh Tauke Besar untuk dididik dan menjadi penerus Keluarga Tong. Bujang adalah keturunan ketiga dari kakek dan ayahnya yang juga pernah bekerja dan mengabdi di Keluarga Tong. Kakek dan ayah Bujang dikenal sebagai tukang pukul di Keluarga Tong. Namun Bujang dibina bukan untuk menjadi tukang pukul. Ia tumbuh menjadi pemuda tampan, berpendidikan, seorang samurai sejati, penyelesai konflik tingkat tinggi, dan akan menjadi penerus Tauke Besar selanjutnya. Pekerjaan yang dilakukan oleh Keluarga Tong adalah pekerjaan di dunia hitam, seperti yang dilakukan mafia, berusaha menguasai suatu daerah, kawasan, kota, negeri, memiliki puluhan perusahaan, dan ratusan tukang pukul untuk menghalalkan segala cara. Selanjutnya dikenal dengan penguasa Shadow Economy di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Gue jadi ngeri. Tinggal menunggu waktu saja negeri kita akan dikuasai oleh China dan para pendukungnya. Cerita ini seperti kisah nyata (entah gue berlebihan atau tidak, mungkin pendapat kita berbeda?).

Temukan sendiri keseruan dalam Pulang dengan langsung membacanya. Sampai jumpa di sekuel selanjutnya, Pergi. Tetap produktif di bulan puasa ya😁😁😁.

Kutipan:
1. Ingat Bujang, jika kau tidak membunuh mereka lebih dulu, maka mereka akan membunuhmu lebih awal. Pertempuran adalah pertempuran. Tidak ada ampun, jangan ragu walau sehelai benang – Guru Bushi

2. Penyerangan apapun yang tidak berhasil menghabisi kita, justeru akan membuat kita semakin kuat. Penyerbuan apapun yang tidak berhasil membenamkan kita, justeru akan membuat kita semakin berdiri tegak – Tauke Besar

3. Hanya kesetiaan pada prinsiplah yang akan memanggil kesetiaan-kesetiaan terbaik lainnya – Salonga

4. Samurai tidak hanya tentang perkelahian, Bujang. Bukan sekadar teknik membela diri, teknik menyerang. Samurai adalah cara hidup. Prinsip-prinsip. Kehormatan – Guru Bushi

5. Aku tahu kau tetap penasaran tentang banyak hal, karena kau dibesarkan dengan rasionalitas. Tapi saat kau tiba pada titik itu, maka kau akan mengerti dengan sendirinya. Itu perjalanan yang tidak mudah, Bujang. Kau harus mengalahkan banyak hal. Bukan musuh-musuhmu, tapi diri sendiri, menaklukan monster yang ada di dirimu. Sejatinya, dalam hidup ini, kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu, kita cukup mengalahkan diri sendiri. Egoisme. Ketidakpedulian. Ambisi. Rasa takut. Pertanyaan. Keraguan. Sekali kau bisa memenangkan pertempuran itu, maka pertempuran lainnya akan mudah saja – Guru Bushi

6. Hanya seorang samurai sejati yang tiba pada titik itu. Ketika kau seolah bisa keluar dari tubuh sendiri, berdiri, menatap refleksi dirimu seperti sedang menatap cermin. Kau seperti bisa menyentuhnya, tersenyum takjim, menyaksikan betapa jernihnya kehidupan. Saat itu terjadi, kau telah pulang, Bujang. Pulang pada hakikat kehidupan. Pulang, memeluk erat semua kesedihan dan kegembiraan – Guru Bushi

7. Hidup ini adalah perjalanan panjang, dan tidak selalu mulus. Pada hari keberapa, jam keberapa, kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Sesak. Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat terduduk, yang kemudian membuat kita mengambil keputusan. Satu-dua keputusan itu membuat kita bangga, sisanya lebih banyak adalah penyesalan – Bujang

8. Aku juga mulai mengeluarkan buku-bukuku dari lemari, mulai membaca. Itu selalu menyenangkan, menghabiskan waktu. Dengan ditemani buku, tanpa terasa, hari telah beranjak petang, tidak sempat lagi mengingat kenangan menyakitkan – Bujang

9. Tapi sungguh Agam, jangan dilawan semua hari-hari menyakitkan itu, Nak. Jangan pernah kau lawan. Karena kau pasti kalah. Mau semuak apapun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap terbit indah seperti yang kita lihat sekarang. Mau sejijik apapun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap memenuhi janjinya, terbit dan terbit lagi, tanpa peduli apa perasaanmu. Kau keliru sekali jika berusaha melawannya, membencinya, itu tidak pernah menyelesaikan masalah. Peluklah semuanya, Agam. Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai, Nak. Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, maka peluklah erat-erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun – Tuanku Imam

10. Ketahuilah Nak, hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapapun. Hidup ini hanya tentang kedamaian di hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau memenangkan seluruh pertempuran – Tuanku Imam

Review Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah – Tere Liye

Baru kali ini Me Time pemandangannya bagus (Me Time terakhir sebelum masuk bulan Ramadan)

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah adalah novel ketiga yang berhasil gue tamatkan dalam rangka marathon membaca novel Tere Liye. Alhamdulillah.

Ada banyak pesan moral dalam kisah ini, seperti mengajarkan untuk lebih bersabar dalam mencintai seseorang, berprasangka baik, dan selalu berpikiran positif. Jika memang jodoh, Tuhan akan memudahkan segalanya, termasuk hati yang mudah menerima.

Tidak hanya itu, ada juga pelajaran untuk tidak merendahkan suatu profesi. Kita tidak akan pernah tahu, akan jadi apa orang itu nanti. Disini mereka begitu menghargai profesi seseorang walaupun perbedaan mereka bagai langit dan bumi.

Bercerita tentang Borno, bujang dengan hati paling lurus sepanjang tepian Kapuas, 22 tahun, tamatan SMA, pengemudi sepit, salah satu pengurus bengkel, suka membaca, yang jatuh cinta pertama kali dengan gadis cantik bernama Mei, seorang guru SD, dan perawakan Cina.

Sepit (dari kata speed) adalah perahu kayu, panjang lima meter, lebar satu meter, dengan tempat duduk melintang dan bermesin tempel.

Berlatar di daerah Sungai Kapuas Pontianak, Kalimatan Barat, dengan tiga etnis Melayu, keturunan Cina, dan Dayak.

Ada banyak karakter di kisah ini. Pak Tua, Koh Acong, Cik Tulani, Bang Togar, Jauhari, Andi, Bapak Andi, Dokter Sarah, satpam galak, dan lain-lain.

Pertemuan antara Borno dan Mei terjadi di dermaga sepit. Mei yang akan pergi ke sekolah untuk mengajar, ditakdirkan untuk naik sepit nya Borno. Di sepitnya, Borno menemukan sepucuk angpau merah, yang ternyata sengaja dijatuhkan Mei. Misteri itulah yang baru akan terungkap di akhir cerita setelah hati Borno dibolak-balik oleh Mei.

Ceritanya bagus, sederhana, happy ending, namun ada sedikit yang mengganggu pikiran gue. Di cerita ini tidak diberi tahu mengapa satpam galak di rumah Mei sangat membenci Borno, gue juga gagal paham mengapa Mei dan Ibunya merasa bersalah sekali kepada Borno tentang pembedahan Ayah Borno padahal itu dilakukan atas permintaan Ayah Borno sendiri, dan di akhir kisah gue juga belum yakin apakah Mei sembuh dari sakitnya atau meninggal.

Temukan pendapat versi kamu sendiri dengan langsung membaca dari sumbernya. Recommended. Sampai jumpa 😁😁😁.

Kutipan:
1. Hidup untuk bekerja. Kalau kau pemalas, duduklah di depan gerbang kampung menjadi peminta-minta. Kata Pujangga.
2. Sepanjang kau mau bekerja, kau tidak bisa disebut pengangguran. Ada banyak anak muda berpendidikan di negeri ini yang lebih senang menganggur dibandingkan bekerja seadanya. Gengsi, dipikirnya tidak pantas dengan ijazah yang dia punya. Itulah kenapa angka pengangguran kita tinggi sekali, padahal tanah dan air terbentang luas – Pak Tua
3. Ayolah, Borno, kau temani orang tua ini makan. Kau tahu, orang paling bersyukur di dunia ini adalah orang yang selalu makan dengan tamunya. Sebaliknya, orang yang paling tidak tahu untung adalah yang selalu saja mengeluhkan makanan di hadapannya – Pak Tua
4. Tidak ada yang lebih indah dibanding masa muda. Ketika kau bisa berlari secepat yang kau mau, bisa merasakan perasaan sedalam yang kauinginkan, tanpa takut terkena penyakit atas semua itu. Lihat, kalau sudah macam aku, terkejut sedikit saja bisa jantungan. Stres sebentar saja bisa berubah jadi depresi – Pak Tua
5. Kau tahu, Borno. Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan,kehilangan semangat. Hebat sekali benda bernama perasaan itu. Dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang – Pak Tua
6. Tak usahlah kusut wajah, kusut hati. Beginilah, kuberitahu kau sebuah rahasia kecil. Dalam urusan ini, sembilan dari sepuluh kecemasan muasalnya hanyalah imajinasi kita. Dibuat-buat sendiri, dibesar-besarkan sendiri. Nyatanya seperti itu? Boleh jadi tidak. Kau tanyakan saja pada gadis itu, apakah dia tersinggung atau tidak. Kalau dia tersinggung, kau minta maaf. Mudah, kan? – Pak Tua
7. Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong – Pak Tua
8. Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan. Kalau sampai pulang ke Pontianak kau tidak bertemu gadis itu, berarti bukan jodoh. Sederhana, bukan? – Pak Tua
9. Terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus bersabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan – Pak Tua
10. Borno, jangan pernah menilai sesuatu sebelum kau selesai dengannya, mengenal dengan baik – Alm. Bapak Borno
11. Sakit perasaan memang kadang bisa membuat badan ikut sakit – Borno
12. Membaca lebih baik daripada melamun menunggu. – Borno
13. Ah, cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru, atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri – Pak Tua
14. Alangkah banyaknya pencinta yang justru berusaha tampil hebat, keren, gagah, sampai dia lupa menjadi dirinya sendiri. Kau tidak perlu bergaya seperti anggota grup musik ternama, atau aktor kawakan, atau orang paling kaya sedunia. Cukup jadilah diri sendiri, Borno, seorang pengemudi sepit – Bang Togar
15. Jadilah pendengar yang baik, Borno. Itu tips kedua. Alamak, banyak sekali pencinta yang malah merusak acara spesial karena dia justru mendominasi pembicaraan, ingin terlihat pintar, ingin menutupi gugup, sehingga malah banyak bicara. Kau cukup menjadi Borno yang mendengarkan, wanita mana pun suka itu. Jangan malah kau ajak gadis itu bercakap tentang mesin, bisa jadi keriting rambut pujaan hati kau itu – Bang Togar
16. Yang ketiga, pusatkan perhatian pada dirinya, Borno. Dia, dia, dan dia, itulah topik kau sepanjang hari – Bang Togar
17. Yang terakhir, nah, semua tergantung pada bagian penutup, bukan? Tutup acara jalan-jalan sehari kau dengan kalimat bahwa kau senang menghabiskan waktu bersamanya, bilang bahwa ini jauh lebih hebat dibandingkan mengantar Gubernur Kalimantan Barat menyeberangi Kapuas – Bang Togar
18. Jangan sekali-kali kaubiarkan prasangka jelek, negatif, buruk, apalah namanya itu muncul di hati kau. Dalam urusan ini, selalulah berprasangka positif. Selalulah berharap yang terbaik. Karena dengan berprasangka baik saja hati kau masih sering ketar-ketir memendam duga, menyusun harap, apalagi dengan prasangka negatif, tambah kusut lagi perasaan kau. Aku tahu kau kecewa, Borno, tapi jangan biarkan terlalu. Aku tahu kau sedih, tapi jangan biarkan menganga dalam. Esok lusa boleh jadi ada penjelasan yang lebih baik. Bersabarlah. – Pak Tua
19. Kita hanya bisa berasumsi, tapi asumsi tentang perasaan sama dengan menebak besok sepitku akan ramai penumpang atau sepi. Serba tidak pasti. – Pak Tua
20. Borno, cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan gulai kepala ikan, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita besarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kau cueki, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan gulai kepala ikan. Mei terus menolak menjelaskan. Dia terus menolak. Bahkan aku cemas, dia malah memutuskan pergi dari sini. Itu berarti sudah saatnya kau memulai kesempatan baru. Percayalah, jika Mei memang cinta sejati kau, mau semenyakitkan apa pun, mau seberapa sulit liku yang harus kalian lalui, dia tetap akan bersama kau kelak, suatu saat nanti. Langit selalu punya skenario terbaik. Saat itu belum terjadi, bersabarlah. Isi hari-hari dengan kesempatan baru. Lanjutkan hidup dengan segenap perasaan riang – Pak Tua
21. Cinta bisa tumbuh, hanya butuh sedikit membuka hati – Pak Tua
22. Ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, jangan pernah merusak diri sendiri – Pak Tua