12 Tahun Bersama WordPress

Tak sadar, setelah membuka aplikasi ini ada notifikasi. Ternyata ada umur yang lebih tua dibanding motor gue, The Reds, yang tahun ini masuk tahun ke 10. Lihat kan lihat, sama benda mati gue awetnya bukan main, apalagi hidup bersama denganmu nanti wahai jodoh sejati wkwkwkwk.

Selamat hari jadi yang ke 12 tahun my blog, alhamdulillah 😊😊😊. Does it ever drive you crazy just how fast the night changes?

Blog ini pertama kali dibuat ketika masih makan bangku kuliah di Politeknik Negeri Sriwijaya, semester akhir tahun 2009. Tahun itu blog sedang In. Tidak heran, WordPress adalah pilihan sekian setelah sebelumnya berkenalan dengan Blogspot, Multiply, Blogsome, Tumblr. Namun bersama WordPress lah gue lebih nyaman dan sampai bertahan. Terima kasih WordPress telah menjadi wadah bagi gue untuk menyalurkan hobi, moment, pengalaman, belajar menulis dari alay jadi lumayan kurang dari lebay (menurut gueπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…) atau apapun itu dan merasakan ephoria bagaimana tulisan dibaca dan direspon oleh pembaca (bahagia memang sederhana). Gue tumbuh bersama WordPress. Dan untuk Matt Mullenweg, terima kasih banyak karena telah menjadi salah satu inspirasi menulis. Semoga umur blog ini sampai ke 12 tahun selanjutnya aamiin ya rabbal alamin πŸ™πŸ™πŸ™.

Nantikan tulisan gue berikutnya, Insha’ Allah tidak lama lagi hiatusnya 😁😁😁. Bye.

Yang Tak Kau Temukan The Lord of the Rings: The Return of the King di Film

Novel terakhir The Lord of the Rings: The Return of the King adalah penutup yang epic. Benar saja filmnya memenangkan Piala Oscar 😁😁😁.

Karena yang tak kau temukan The Lord of the Rings: The Return of the King di film (berdasarkan novelnya) sudah rampung gue buat, saatnya juga menutup koleksi bacaan berharga lainnya, Middle Earth. Sampai ketemu di lain buku 😁😁😁.

Daftar cerita yang tak kau temukan The Lord of the Rings: The Return of the King di film:

1. Tidak seperti di film, api mercu suar Gondor, untuk meminta bantuan, sudah dinyalakan saat Gandalf dan Pippin masuk ke wilayah Gondor.

2. Pippin tersinggung dengan perkataan pengawal gerbang Gondor yang tidak percaya dia “orang” saat dirinya dan Gandalf tiba. Mereka tidak tahu tentang Hobbit.

3. Dalam pengakuan Denethor, Boromirlah yang menunjuk dirinya untuk mengemban tugas dari ayahnya. Sedangkan di film, Faramir bersedia melakukannya namun ayahnya menolak dan menyuruh Boromir.

4. Bila di film, Gandalf, sepertinya, menyayangkan tindakan Pippin menjadi pelayan Denethor, disini Gandalf justru menerima ide bagus Pippin dan tidak menghalanginya.

5. Denethor tidak begitu menyebalkan seperti di film saat menyambut kedatangan Gandalf dan Pippin di Minas Tirith.

6. Pippin berteman dan menghabiskan waktu, selama Gandalf tidak ada karena harus ke Dewan Penasihat Penguasa, bersama serdadu biasa dari Pasukan Ketiga Benteng (Pasukan Pengawal Menara di Gondor), Beregond putra Baranor. Beregond juga mengenalkan putranya, Bergil, untuk menjadi pendamping dan pemandu ceria bagi Pippin bila Beregond sedang bertugas. Selain itu Pippin diminta Gandalf untuk mengurus Shadowfax.

7. Rombongan Kelabu: Aragorn, Legolas, Gimli, kedatangan saudara jauh Aragorn. Dia adalah Halbarad Dunadan, Penjaga Hutan dari Utara, bersama tiga puluh orang. Menurut Aragorn, dirinya tidak memanggil mereka dan mengirimkan berita. Aragorn hanya berharap dalam hati dan sering memikirkan mereka. Halbarad Dunadan bersama rombongannya inilah yang akan mengikuti Aragorn, Legolas, Gimli dan putra-putra Elrond ke Jalan Orang-Orang Mati. Dan keberadaan mereka tidak muncul di film.

8. Halbarad membawa sebuah tongkat panjang, seperti tiang, dibungkus gulungan kain hitam yang diikat jalinan tali kulit yang diberikannya kepada Aragorn. Itu adalah pemberian dari Lady dari Rivendell.

9. Bila di film Elrond datang langsung untuk memberitahu Aragorn agar melewati Jalan Orang-Orang Mati, disini oleh salah satu putra Elrond (Elladan dan Ellohir), Elrohir, yang memang ikut bersama rombongan kelabu. Kedua putra Elrond diutus karena Aragorn membutuhkan saudara-saudaranya, Kaum Dunedain, yang menemuinya di Rohan. Galadriel lah yang mengirim berita itu.

10. Bila di film Aragorn dan rombongan tidak berpamitan dengan Theoden dan Eomer karena harus melewati Jalan Orang-Orang Mati, sebaliknya Theoden melepas Aragorn karena memang sudah takdir Aragorn untuk menapaki jalan-jalan aneh yang tak berani dilalui seorang pun dan Aragorn memberi salam perpisahan dan masih mungkin bisa bertemu dalam pertempuran kepada Theoden, Eomer, Merry dan Eowyn.

11. Aragorn menggunakan Batu Orthanc. Seperti di postingan sebelumnya bahwa batu itu diserahkan Gandalf kepada Aragorn karena Aragorn adalah penguasa sah batu itu. Dalam pengakuaannya, Aragorn sengaja memperlihatkan pewaris Isildur dan pedang Elendil kepada Sauran, melalui Batu Orthanc, untuk menekan musuh dan tidak menunggunya melakukan serangan lebih dulu. Ini dilakukan Aragorn selagi dia melewati Jalan Orang-Orang Mati.

12. Bila di film Legolas yang pertama kali menunjukkan kesediannya pergi bersama Aragron ke Jalan Orang-Orang Mati, disini Gimli lah baru Legolas.

13. Rombongan Aragorn tiba di Batu Erech (di Jalan Orang-Orang Mati). Elrohir memberikan terompet perak dan Aragorn meniupnya. Orang-Orang Mati mengikuti mereka dan menjawab suara lantang Aragorn. Dan gulungan yang dibawa Halbarad dibuka lebar-lebar oleh Aragorn.

14. Rombongan Kelabu berkemah di samping Batu, tapi mereka hanya bisa tidur sebentar.

15. Rombongan Theoden kedatangan utusan dari Gondor, yang dikira Merry Boromir hidup kembali karena sangat mirip. Dia adalah Hirgon. Hirgon mengutarakan maksud kedatangannya bahwa Gondor membutuhkan bantuan kekuatan dan kecepatan dari Rohan. Sejak saat itu Theoden membebaskan Merry dari melayani dirinya. Sisanya sama seperti di film, Merry diam-diam pergi bersama Eowyn yang sudah menyamar menjadi laki-laki dengan nama Dernhelm.

16. Pippin dibawa ke Minas Tirith oleh Gandalf agar Pippin tidak melakukan kenakalan lagi. Kalau Pippin tidak suka berada dimana dirinya sekarang, itu karena dia sendirilah penyebabnya.

17. Faramir dibaringkan di tempat tidur setelah ia kalah dari usaha mempertahankan Cair Andros dan Osgiliath. Tubuhnya menggigil, kena demam tinggi dan ayahnya duduk disampingnya, membisu dan mengawasi.

18. Atas isyarat Denethor, para pelayan membaringkan Faramir dan ayahnya berdampingan dan menyelimuti mereka dengan satu selubung. Di sekeliling mereka banyak kayu yang cepat terbakar, minyak disiram di atas mereka dan dengan hanya satu perintah dari Denethor yang bodoh “nyalakan dengan obor” mereka siap dibakar hidup-hidup.

19. Beregond tidak bisa apa-apa selain mematuhi penguasa agar tetap dalam posnya tanpa bertindak menyelamatkan Faramir dari ayahnya yang gila. Tapi pengkhianatan Beregond lah yang nanti akan menyelamatkan Kapten yang dicintainya.

20. Nazgul menampakkan dirinya kepada Gandalf. Ia melepaskan kerudungnya, memakai mahkota raja, kepalanya tidak tampak, dan api merah berkobar di antara mahkota dan pundaknya yang lebar. Dia adalah Penunggang Hitam yang menghantam Frodo dengan pedanganya. Tak lama kemudian, seekor ayam jantan berkokok dan bunyi terompet terdengar dimana-mana. Rohan sudah datang.

21. Dalam perjalanan menuju Gondor, rombongan kaum Rohirrim bertemu Manusia Liar. Manusia Liar membantu Theoden dan lainnya melewati jalan-jalan yang tidak dikepung oleh musuh (setelah tahu Hirgon mati dengan kepala terpenggal oleh Orcs). Jalan-jalan itu tidak ada lubang-lubang, tak ada gorgun berkeliaran, hanya Manusia Liar dan hewan-hewan. Sebagai imbalannya, Manusia Liar dibiarkan di hutan-hutan dan tidak lagi memburu mereka seperti hewan liar.

22. Bila di film Merry yang menebas leher makhluk bersayap tunggangan Nazgul, aslinya Eowyn yang menebas dan Merry menusuk Nazgul dari belakang menggunakan pedangnya. Tusukan itu menembus jubah hitamnya, naik dari balik hauberk nya dan menembus otot di balik lutunya yang besar. Lalu Eowyn melakukan tugasnya yang terakhir. Dengan sisa-sisa kekuatannya, ia menusukkan pedangnya ke antara mahkota dan jubah ketika pundak besar si Penunggang Hitam membungkuk jatuh di depannya. Mahkotanya menggelinding dan Nazgul menemui ajalnya.

23. Theoden mengucapkan selamat tinggal kepada Merry, Eomer dan menyampaikan salam kepada Eowyn. Sayang, Raja tidak tahu Eowyn terbaring lemah tak berdaya di dekatnya.

24. Jenazah Raja dibaringkan ke atas usungan dari tombak-tombak yang ditutupi beberapa helai jubah, lalu menggotongnya ke Kota Gondor. Sedangkan Eowyn diangkat yang lain dengan lembut dan mengusungnya di belakang Raja. Dan untuk Snowmane, kuda Raja, dikuburkan dan di atasnya ada batu dengan tulisan dalam bahasa Gondor dan Mark “pelayan setia namun menjadi petaka bagi tuannya, anak kuda yang ringan langkah, Snowmane yang berlari cepat”. Gue baru ngeh mengapa disebut petaka bagi tuannya. Ternyata kedatangan Nazgul membuat Snowmane ketakutan, mendompak tinggi, mencakar-cakar udara, lalu dengan teriakan keras ia rebah pada sisinya karena sebatang panah hitam menembusnya. Dan Raja jatuh tertindih dibawahnya.

25. Gandalf, Pippin dan Beregond menyelamatkan Faramir tepat waktu. Beregond melompat maju dan menempatkan dirinya di depan Faramir, yang tergolek lemah, saat Denethor kembali marah dan menghunus sebilah pisau. Denethor mengambil paksa obor dari pelayannya, memungut tongkat lambang pemerintahan yang tergeletak di dekat kakinya, mematahkan di atas lututnya dan menggenggam palantir dengan kedua tangan di dada. Denethor mati bunuh diri.

26. Faramir, Eowyn dan Merry dirawat di Rumah Penyembuhan. Mereka sembuh oleh tangan seorang raja, tangan penyembuh, Aragorn.

27. Faramir terkena tusukan panah, Eowyn tangannya patah dan Merry mengalami cedera yang sama dengan Eowyn.

28. Aragorn adalah Elessar, Permata Peri dan Envinyator, sang Pemburu. Tapi Strider akan menjadi nama keluarganya, kalau suatu saat nanti terbentuk. Dan Telecontar akan menjadi julukannya serta semua pewaris keturunannya.

29. Aragorn tidak tinggal di Kota, ia lebih memilih berkemah diluar. Ia merasa belum waktunya ia menjadi Raja Kota Gondor saat semua belum berakhir.

30. Raja Orang-Orang Mati bersama rombongannya dibebaskan Aragorn, karena sumpahnya telah terpenuhi, setelah mereka berhasil mengusir musuh-musuh dan mengambil alih kapal-kapal.

31. Merry tidak ikut rombongan ke Gerbang Mordor karena dia belum sehat.

32. Makhluk yang keluar dari Gerbang Mordor, menemui Aragorn dan rombongan, adalah makhluk menjijikkan. Wajahnya seperti topeng menyeramkan, lebih menyerupai tengkorak daipada kepala hidup, dan di rongga mata dan lubang hidungnya berkorbar nyala api. Penunggang itu berjubah serba hitam, topi bajanya yang tinggi juga hitam, tapi bukan Hantu Cincin, melainkan manusia hidup. Dialah Letnan Menara Barad dur, Mulut Sauron. Konon ia seorang pembelot, berasal dari bangsa yang dinamakan Numenorean Hitam, karena mereka menetap di Dunia Tengah di masa kekuasaan Sauron, dan mereka memujanya, karena sudah terpikat ilmu jahat. Ia mempersembahkan jasa layanannya pada Menara Kegelapan ketika Sauron sudah bangkit kembali, dan karena kecerdikannya ia semakin disenangi Penguasa Kegelapan, ia belajar sihir tinggi, dan tahu banyak tentang pikiran Sauron dan ia jauh lebih kejam daripada kaum Orc. Dia keluar bersama serombongan kecil tentara berpakaian besi hitam, dan sebuah panji, hitam berlambangkan Mata Jahat berwarna merah.

33. Mulut Sauron menyuruh utusannya membuka buntalan yang dibungkus kain hitam. Isinya pedang pendek milik Sam, jubah kelabu dengan bros Peri dan terakhir rompi dari logam mithril milik Frodo. Gandalf merebut dan mengambil benda-benda itu dan Mulut Sauron bersama rombongannya kembali ke Cirith Gorgor setelah pihak Gandalf menolak keras tuntutannya. Tak ada adegan Aragorn memenggal kepalanya seperti di film.

34. Dalam keputus asaannya mencari Frodo, Sam menyanyikan potongan-potongan sajak Mr Bilbo. Tak lama kemudian, ada suara lemah menjawabnya, Orc. Orc datang dan Sam melawan bahkan menebas tangan Orc yang ingin mencambuk Sam. Keduanya jatuh kebawah, ujung tangga dan melalui pintu kolong yang terbuka, karena kehilangan keseimbangan. Dan Sam akhirnya menemukan Frodo yang meringkuk di lantai. Frodo dalam kondisi telanjang, pingsan, dan ditumpuk dengan potongan kain kotor. Lengannya terangkat, melindungi kepalanya, dan sisi tubuhnya tergurat noda merah bekas lecutan cambuk.

35. Sam memberi Frodo jubah kelabunya sementara dirinya mencarikan pakaian Orc untuk Frodo. Karena Sam tidak bisa meninggalkan barang-barangnya, dan tak bisa memusnahkannya, Sam tak bisa menggunakan baju besi Orc di atas semua pakaiannya. Sam hanya perlu menutupinya. Sam melipat jubah Perinya, memasukkannya ke dalam ransel, menyampirkan jubah hitam ke bahunya dan memakai helm Orc.

36. Dalam perjalanan ke Gunung Api, Frodo dan Sam melihat dan merasakan angin berubah arah. Sesuatu sedang terjadi dimana Penguasa Kegelapan tidak lagi berkuasa sepenuhnya. Kegelapannya sedang terkoyak di dunia luar sana. Hari itu pagi ke lima belas bulan Maret. Di atas Lembah Anduin, Matahari terbit di atas bayangan dari timur dan angin barat daya berembus. Hari itu adalah hari saat Theoden sedang menjelang ajal di medang perang Padang Pelennor.

37. Sam merasakan adanya pertolongan dari Lady Galadriel. Mereka menemukan cahaya di padang yang gelap dan air yang mengusir haus di tenggorokan. Mereka menemukan sungai kecil berair gelap tapi bisa diminum. Mereka juga beristirahat dan tidur secara bergantian.

38. Saat Frodo dan Sam membuka semua pakaian Orcnya yang menambah beban berat ke Gunung Maut, Sam membawa semuanya, termasuk panci-pancinya, ke salah satu retakan menganga yang banyak bertebaran di daratan itu, dan membuangnya ke dalam. Sam hanya meninggalkan tambang Perinya yang ia potong menjadi kecil untuk digunakan Frodo sebagai sabuk dan mengikat jubah kelabu rapat ke pinggangnya. Sisanya Sam gulung rapi, dan dimasukkan kembali ke ranselnya. Selain itu Sam hanya menyimpan sisa-sisa roti perjalanan dan botol air, Sting yang masih menggantung pada sabuknya, tabung kaca Galadriel dan kotak kecil pemberian Lady di kantong kemeja.

39. Saat Sam dan Gollum bergelut, sementara Frodo terus berlari ke Gunung Maut, Sam rupanya kasihan kepada Gollum yang tak berdaya dan merengek minta ampun setelah kalah dari Sam. Sam menyuruhnya pergi dengan sumpah serapah kepadanya.

40. Setelah mendapatkan kembali Kesayangan nya, Gollum tak sadar ia melompat kegirangan sampai terjungkal di tepi jurang. Tak ada adegan Frodo bertarung dengan Gollum lagi merebut cincin seperti di film.

41. Frodo mengingatkan Sam kata-kata Gandalf “bahkan Gollum mungkin masih punya peran?”. Kalau bukan karena Gollum, Frodo takkan bisa menghancurkan Cincin itu dan misi mereka akan sia-sia. Jadi Frodo meminta Sam untuk memaafkan Gollum sebab misi mereka sudah berhasil dan semuanya sudah selesai.

42. Gandalf dan Gwaihir bersama rombongannya menjemput Frodo dan Sam di Gunung Maut.

43. Gandalf mengembalikan Sting, Tabung Kaca dan kotak pemberian Lady Galadriel kepada Frodo dan Sam setelah mereka terbangun di Kota Gondor. Sting diberikan ke Frodo lagi oleh Sam karena Bilbo memberikannya kepada Frodo.

44. Frodo dan Sam sembuh oleh Tangan Raja, Tangan Penyembuh.

45. Eowyn bertemu Faramir di Rumah Penyembuhan saat dirinya sedih ditinggalkan rombongan Aragorn ke Gerbang Mordor. Faramir jatuh hati kepada wajah cantik dan sikap ksatria Eowyn.

46. Eowyn tidak hadir dalam pesta di Cormallen di seberang Cair Andros, dimana Eomer, kakak Eowyn, menunggunya. Faramir mencarinya dan menemukannya masih di Rumah Penyembuhan. Rupanya Eowyn tidak pergi karena hanya kakaknya yang memanggilnya, dan melihat Lord Aragorn, pewaris Elendil, di masa kejayaannya sekarang ini tidak akan memberinya kebahagiaan. Eowyn tidak mendambakan menjadi Ratu lagi, karena dirinya bukan gadis pejuang lagi dan tidak akan lagi bersaing dengan para Penunggang dan dia juga tidak ingin menerima belas kasihan pria mana pun. Namun Faramir tidak menawarkan belas kasihan dari hatinya yang tulus kepada Eowyn, sebab Eowyn seorang wanita tangguh, gagah berani dan sudah berhasil memperoleh kemasyhuran yang tidak akan dilupakan orang. Lalu Eowyn menerima cinta Faramir dan Faramir memeluknya. Sayang cinta dua sejoli ini tidak mengambil banyak peran di film. Penonton hanya cukup tahu bahwa mereka akhirnya bersama.

47. Sebagai pembawa cincin, Aragorn meminta kepada Frodo untuk membawa Mahkota Putih, mahkota dari raja terakhir, dari tangan Faramir. Frodo mengambilnya, dan membawanya kepada Gandalf. Aragorn berlutut dan Gandalf meletakkan Mahkota Putih di kepalanya.

48. Pada hari-hari setelah penobatannya, Raja duduk di takhtanya di Balairung Raja dan mengumumkan keputusan-keputusannya. Banyak duta dan utusan dari berbagai negeri dan bangsa berdatangan, dari Timur dan Selatan, dari perbatasan Mirkwood, dan Dunland di barat. Raja memberi pengampunan kepada para Easterling yang sudah menyerahkan diri, berdamai dengan bangsa Harad (manusia-manusia yang berlayar di kapal, yang sudah dikalahkan Aragorn dan kawan-kawan bersama Orang-Orang Mati) dan membebaskan budak-budak Mordor dan memberikan pada mereka seluruh daratan di sekitar Telaga Nurmen. Selain itu banyak orang dibawa menghadap kepadanya untuk menerima pujian dan imbalan atas keberanian mereka, dam terakhir kapten Pengawal membawa Beregond untuk diadili. Beregond, dengan pedangnya telah terkucur darah di Hallows, tempat pertumpahan darah dilarang. Dia juga meninggalkan posnya tanpa izin dari Penguasa atau Kapten. Atas kesalahan-kesalahannya, hukuman mati lah ganjarannya. Namun semua hukuman itu dibatalkan karena keberaniannya dalam pertempuran, terlebih lagi karena semua yang Beregond lakukan adalah demi rasa sayangnya kepada Lord Faramir, tapi Beregond harus meninggalkan pasukan Pengawal Benteng dan pergi dari Kota Minas Tirith. Demikianlah Beregond ditunjuk sebagai Pasukan Putih, Pengawal Faramir, Pangeran Ithilien. Beregond akan menjadi kaptennya dan berdiam di Emyn Arnen dengan penuh kehormatan dan kedamaian, melayani Faramir untuk siapa Beregond telah mengambil resiko, demi menyelamatkan Faramir dari kematian.

49. Aragorn memberi Ithelien kepada Faramir untuk menjadi negerinya dan memerintahnya sebagai Pangeran. Ia meminta Faramir agar tinggal di bukit-bukit Emyn Arnen, dalam jarak pandang dari Kota.

50. Dan untuk Eomer dari Rohan, Raja Theoden yang termasyhur akan berbaring selamanya di Hallows di tengah-tengah para Raja Gondor atau bila Eomer menginginkannya, Raja Thedoen akan dikembalikan untuk bersitirahat di bangsanya sendiri. Pilihan kedua inilah yang diambil Eomer, namun Eomer bersama rombongannya akan menjemput Raja Theoden bila semuanya sudah siap. Karena Eomer harus pergi untuk sementara waktu ke negerinya, sebab banyak yang harus disembuhkan dan diperbaiki. Eowyn ikut pulang untuk membantu kakaknya. Dan putra-putra Elrond pergi bersama mereka. Sedangkan para Hobbit, Gandalf, Legolas dan Gimli masih di Minas Tirith karena Aragorn masih meminta mereka menunggu sebentar lagi, sebab akhir dari semua tindakan dimana mereka semua ambil bagian, belum datang.

51. Pohon putih di Minas Tirith yang sudah layu digali dengan penuh penghormatan, tidak dibakar tapi dibaringkan untuk beristirahat di Rath Dinen yang sepi. Dan sebagai gantinya, dibawa sebuah pohon muda yang tingginya hanya satu meter. Pohon itu adalah keturunan Pohon Tertua. Daun-daunnya muda, panjang, indah, gelap di atas dan perak di bagian bawahnya, di puncaknya ramping dan ada seberkas kecil bunga yang daun bunganya berkilau bagai salju disinari matahari. Gandalf lah yang memandu Aragorn menemukan pohon itu. Lalu Aragorn menanamnya di halaman dekat air mancur, dan dengan cepat dan senang pohon itu tumbuh. Ketika bulan Juni datang, itu sudah dipenuhi bunga-bunga. Itu menjadi sebuah tanda bagi Aragorn bahwa harinya sudah tidak lama lagi.

52. Saat malam Pertengahan Musim Panas, ketika langit sebiru batu safir dan bintang-bintang putih mekar di Timur, namun Barat masih bernada keemasan, dan hawa pun sejuk serta wangi, rombongan penunggang dari Rivendell datang ke Minas Tirith. Elrohir dan Elladan membawa panji perak, lalu Glorfindel, Erestor dan seisi rumah Rivendell. Di belakang mereka datang Lady Galadriel dan Celeborn, Penguasa Lothlorien, menunggang kuda jantan putih, dan bersama mereka banyak penduduk elok dari negeri mereka, berjubah kelabu dengan batu permata putih di rambut. Terakhir Master Elrond, membawa tongkat lambang kekuasaan Annuminas, dan disampingnya, di atas kuda kelabu, ada Arwen putrinya, Evenstar dari bangsanya.

53. Frodo akhirnya mengerti mengapa mereka disuruh menunggu. Inilah akhir kisahnya, Aragorn sang Raja Elessar menikahi Arwen Undomiel di Kota para Raja di hari Pertengahan Musim Panas dan kisah penantian serta kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil yang membahagiakan.

54. Teka-teki Frodo yang akan ikut ke Grey Havens ternyata terungkap lebih cepat. Frodo bertemu Aragorn dan Arwen yang sedang duduk bersama. Mereka sudah tahu maksud Frodo. Frodo ingin segera pulang ke Shire dan harus ke Rivendell dulu karena dia rindu kepada Bilbo. Dalam tujuh hari mendatang, Frodo bersama yang lainnya akan didampingi Aragorn untuk pergi bersama, sampai sejauh negeri Rohan. Dan dalam tiga hari Eomer akan kembali ke Gondor untuk mengambil Theoden dan membawanya pulang untuk beristirahat di Mark. Dan mereka akan berjalan bersamanya untuk menghormati dia yang sudah gugur. Aragorn juga telah membebaskan Frodo bersama semua pendamping Frodo (kecuali Pippin, ksatria Gondor, yang hanya diberikan cuti) dari negeri Gondor untuk selamanya. Terakhir dari Arwen. Arwen akan memberi hadiah kepada Frodo. Karena Arwen putri Elrond, Arwen tidak akan pergi bersama ayahnya saat ayahnya berangkat ke Havens, karena pilihan Arwen sama dengan pilihan Luthien, Aragorn. Tapi Frodo, Pembawa Cincin, akan pergi menggantikan Arwen bila saatnya sudah tiba, dan kalau saat itu Frodo menginginkannya. Bila luka Frodo masih mengganggu dan ingatan akan bebannya terasa sangat berat, Frodo boleh pergi ke Barat, sampai semua luka dan keletihannya sembuh. Lalu Arwen mengalungkan ke leher Frodo sebuah permata putih seperti bintang pada seutas rantai perak miliknya sambil berkata “bila ingatan akan ketakutan dan kegelapan mengganggumu, benda ini akan memberimu pertolongan”.

55. Dalam tiga hari, seperti yang sudah dikatakan Raja, Eomer dari Rohan datang menunggang kuda ke Kota. Raja Gondor dan Rohan pergi ke Hallows, dan mereka sampai ke kuburan di Rath Dinen. Mereka membawa pergi jenazah Raja Theoden di atas usungan emas, dan melewati Kota dalam keheningan. Lalu mereka meletakkan usungan itu di sebuah kereta besar yang dikelilingi para Penunggang dari Rohan, panjinya berkibar di depan. Merry yang menjadi pelayan Theoden, naik ke atas kereta dan membawa senjata-senjata Raja. Untuk para Pendamping yang lain disediakan kuda-kuda jantan yang sesuai ukuran tubuh mereka. Frodo dan Sam naik kuda di samping Aragorn, Gandalf menunggang Shadowfax, Pippin melaju bersama para ksatria dari Gondor, dan Legolas dan Gimli menunggang Arod berdua seperti biasanya. Ada juga Ratu Arwen, Celebron dan Galadriel bersama rakyat mereka, dan Elrond serta putra-putranya, lalu para pangeran dari Dol Amroth dan Ihtilien, dan banyak lagi kapten dan ksatria.

56. Setelah pemakaman Thedoen dilakukan, Eomer mengumumkan bahwa Faramir, Pejabat dari Gondor dan Pengeran Ithilien, meminta Eowyn, Lady dari Rohan, menjadi istrinya, dan Eowyn dengan sepenuh hati menyetujui permintaannya. Lalu keduanya maju ke depan dan berpegangan tangan. Sejak saat itu persahabatan antara Mark dan Gondor dipererat dengan ikatan baru.

57. Eowyn meminta doa kepada Aragorn untuk kebahagiannya, sebaliknya Aragorn telah mendoakan kebahagiaan baginya saat pertama kali melihatnya.

58. Seusai pesta, mereka yang akan pergi berpamitan dengan Raja Eomer. Aragorn dan para ksatrianya, serta rakyat Lorien dan Rivendell, bersiap-siap berangkat. Tetapi Faramir dan Imrahil tetap di Edoras, Arwen Evenstar juga tetap di sana dan ia berpamitan dengan saudara-saudaranya. Tak ada yang menyaksikan pertemuan terakhir Arwen dengan Elrond, ayahnya, karena mereka pergi ke perbukitan dan berbicara lama sekali di sana.

59. Merry dihadiahi Eowyn sebuah terompet kuno, kecil tapi merupakan hasil kriya yang indah, terbuat dari perak dengan baldric hijau. Itu adalah pusaka kerajaan Rohan, berasal dari barang timbunan Scatha si Cacing. Eorl muda membawanya dari Utara. Dia yang meniupnya akan membangkitkan ketakutan dalam hati musuh-musuh mereka dan kegembiraan dalam hati sahabat-sahabatnya, dan mereka akan mendatanginya ketika mendengarnya. Merry menerimanya, mengecup tangan Eowyn, dan Eowyn serta Eomer memeluknya.

60. Rombongan sampai ke Helm’s Deep, di sana mereka beristirahat selama dua hari. Legolas menepati janjinya kepada Gimli dan pergi bersamanya ke Gua-Gua Kemilau. Selanjutnya mereka berdua akan pergi ke Fangorn, Hutan Ent, untuk menyamai skor.

61. Pemberhentian selanjutnya di Isengard. Mereka melihat para Ent sudah bekerja dengan giat. Seluruh lingkaran batu sudah dihancurkan dan disingkirkan, tanah di dalamnya sudah menjelma menjadi kebun yang dipenuhi pohon buah dan pepohonan, dan sungai mengalir di tengahnya, tapi di tengahnya ada sebuah telaga berair jernih dan Menara Orthanc masih berdiri disana, muncul dari dalam telaga, diam, tinggi dan tahan terhadap serangan, bebatuannya yang hitam tercermin di air telaga. Treebeard dan Quickbeam menamakannya sebagai Kebun Pohon Orthanc.

62. Dalam penuturan Treebeard kepada Gandalf, Saruman dan Wormtounge sudah pergi dari Orthanc. Kini kunci Orthanc, dua kunci hitam yang diikat dengan sebuah cincin baja, ada di Treebeard dan Quickbeam yang menyimpannya. Lalu diserahkannya kepada Aragorn. Persekutuan Cincin juga berakhir disini. Legolas dan Gimli pergi ke hutan Fangorn bersama-sama, Aragorn bersama para ksatrianya pamit pulang ke negerinya, Galadriel, Celeborn, Gandalf dan para Hobbit pulang bersama.

63. Dalam perjalanan pulang, rombongan Gandalf serta Galadriel dan Celeborn bertemu seorang pria tua yang bertopang pada sebatang tongkat, pakaiannya compang-camping, berwarna kelabu atau putih kotor, dan diikuti seorang pengemis yang membungkuk dan merengek. Mereka adalah Saruman dan Wormtounge. Gandalf memperingatkan mereka bahwa Saruman masih mampu melakukan perbuatan keji di luar sana.

64. Galadriel dan Celeborn berpisah dengan rombongan Gandalf di Lorien. Dan rombongan sampai ke Rivendell menemui Bilbo. Hari itu adalah sehari sebelum ulang tahun Bilbo yang ke 129 tahun. Dan bila Bilbo masih bertahan satu tahun lagi, ia akan mengalahkan Took tua, kakek buyutnya.

65. Sesudah perayaan ulang tahun Bilbo, keempat Hobbit tetap tinggal beberapa hari di Rivendell. Bilbo mengaku kepada mereka bahwa dirinya diundang di pernikahan Aragorn dan Arwen, tapi Bilbo tidak bisa datang karena pekerjaannya dan harus mengepak barang-barang yang sangat merepotkan.

66. Tak lama kemudian, keempat Hobbit dan Gandalf harus melanjutkan perjalanan pulang ke Shire. Mereka berpamitan dengan Bilbo dan Elrond. Bilbo memberi Frodo tiga buku tentang adat istiadat yang sudah dibuatnya pada saat-saat yang berbeda, tertulis dalam tulisan tangannya yang panjang-panjang dan tipis, dan pada sampul belakang yang merah ada tulisan: Terjemahan dari bahasa Peri, oleh B.B. Untuk Sam, Bilbo memberikan sebuah kantong kecil berisi emas. Itu adalah sisa terakhir dari panen Smaug. Bilbo memberikannya untuk sedikit membantu Sam kalau ia akan menikah. Wajah Sam dibuat merah oleh Bilbo. Dan untuk Merry dan Pippin, mereka diberi nasihat bagus oleh Bilbo juga dua buah pipa yang indah, dengan bagian mulut dari mutiara, dan berhias tempaan perak halus.

67. Karena Bilbo sudah bertambah tua, ia jadi mudah sekali mengantuk dan tertidur. Bilbo meminta Frodo membereskan barang-barangnya sebelum pergi. Mengumpulkan semua catatan, kertasnya, buku hariannya, dan untuk dibawa Frodo dan Sam akan membantu.

68. Hari keberangkatan datang. Elrond memberi petunjuk kepada Frodo yang tidak didengar oleh siapa pun “Frodo, kurasa kau tidak perlu kembali, kecuali kalau saat kau datang sangat segera. Kira-kira pada saat yang sama tahun depan, ketika dedaunan sudah berwarna emas sebelum gugur, carilah Bilbo di hutan di Shire. Aku akan mendampinginya”.

69. Gandalf dan empat Hobbit sampai di Penginapan Kuda Menari, Bree. Mereka reuni dengan Barliman Butterbur, pemilik penginapan. Butterbur tidak berhenti tercengang setelah mendengarkan cerita mereka bahwa Strider telah menjadi Raja. Sam juga bertemu dengan kuda kesayangannya lagi, Bill, dan ikut bersama mereka ke Shire.

70. Gandalf berpisah dengan empat hobbit. Gandalf yakin mereka pasti bisa menyelesaikan masalah-masalah yang sebentar lagi akan mereka hadapi. Gandalf akan mengunjungi Bombadil di Old Forest dan mengborol panjang.

71. Gandalf menyarankan Frodo dan yang lainnya segera pulang, karena firasat tak enak sebelumnya akan terjadi menimpa empat hoobit. Dan benar saja seperti yang dilihat Sam di Cermin Galdriel dulu terjadi, semua pohon ditebang (termasuk Pohon Pesta dimana Bilbo menyampaikan Pidato Perpisahannya), dan Gaffer tua, ayahnya, diusir dari Row.

72. Mereka tiba di Gerbang Buckland. Gerbang itu ditutup dengan plang “tidak diizinkan masuk pada waktu antara matahari terbenam sampai matahari terbit”. Merry marah karena sebelumnya ini tak pernah terjadi walau mereka sampai disana sudah malam.

73. Cerita singkat yang terjadi di Shire. Frodo, Sam, Merry, dan Pippin bertempur, bersama Hobbit-hobbit baik yang tidak ditahan seperti Petani Cotton, melawan kelompok jahat. Itu terjadi semenjak Lotho menempati Bag End dan ia menjadi Ketua. Semasa ia menjabat, Shire menjadi hancur. Ia membawa orang-orang jahat, yang dikenal pengumpul dan pembagi, yang mencuri hasil panen masyarakat. Masyarakat disitu takut, mengunci diri di dalam rumah, karena ada sebagian yang ditawan seperti ayahnya Sam dan ibunya Lotho, Lobelia. Otak busuk dari dalang semua ini adalah dia yang disebut oleh mereka dengan Sharkey. Dialah yang menghasut Lotho dan orang-orang menjadi bajingan. Lotho ditipu Sharkey, Sharkey menggunakannya untuk menjalankan rencana busuknya. Frodo ingat perilaku Sharkey mirip Saruman. Saruman yang selalu menjadi perpanjangan tangan Sauron, mengira dia bekerja untuk dirinya sendiri. Begitu juga halnya dengan mereka yang ditipu Saruman, seperti Lotho.

74. Benar, Sharkey adalah nama samaran Saruman. Saruman menampakkan diri kepada Frodo dan kawan-kawannya sambil tertawa dengan puas.

75. Semua orang ingin membunuh Saruman, karena apa yang dilakukannya telah banyak memakan korban. Namun Frodo mencegahnya, sebaliknya Frodo mengusirnya karena ia tidak akan memulihkan apa pun dan tak ada gunanya mempertemukan balas dendam dengan balas dendam. Tapi ketika Saruman lewat dekat Frodo, sebuah pisau berkilau di tangannya, dan secepat kilat ia menusuk Frodo. Nasib baik masih meliputi Frodo, rompi Mithril masih dipakainya dan menyelamatkannya dari pisau kotor Saruman. Sam yang melihatnya, menarik penjahat itu ke tanah dan siap membunuhnya dengan menghunus pisaunya. Frodo mencegahnya lagi, Frodo masih ingin menyelamatkannya, dengan harapan dia akan menemukan penyembuhan.

76. Saruman sekali lagi pergi dengan perasaan malu dan benci karena berutang budi kepada Frodo. Wormtounge yang melihat majikannya menjadi bimbang, lalu mengikutinya. Wormtounge dipanggil Frodo dan menyarankannya agar tidak mengikuti tuannya. Wormtounge boleh istirahat dan makan disini sampai ia memulihkan dirinya dan pergi menuju tujuannya sendiri. Frodo mengatakan itu karena Wormtounge tidak melakukan kejahatan terhadapnya. Mendengar percakapan mereka, Saruman membuka kejahatan Wormtounge. Saruman memberi tahu semuanya bahwa Wormtounge telah membunuh Ketua, Lotho, selagi dia tidur. Lalu pandangan benci yang liar memancar dari mata Womrounge yang merah. Ia menuduh Saruman lah yang memaksanya, menyuruhnya. Saruman tertawa melihatnya, karena Wormtounge selalu melakukan apa yang diperintahkannya. Saruman menendang wajah Wormtounge yang menyembah-nyembah, lalu ia berbalik dan berjalan lagi. Tapi sesuatu yang tak terduga terjadi. Mendadak Wormtounge bangkit berdiri, menghunus pisau yang tersembunyi, lalu sambil menggeram seperti anjing ia melompat ke punggung Saruman, menarik kepalanya dari belakang, menggorok lehernya dan sambil menjerit lari lewat jalan lain. Sebelum Frodo pulih dari keterkejutannya dan bisa berbicara kembali, tiga busur Hobbit berdesing. Saruman dan Wormtounge mati.

77. Shire melakukan pembersihan. Sehari setelah pertempuran, Frodo naik kuda ke Michel Delving dan membebaskan para tawanan dari Lubang Penjara. Mereka Fredegar Bolger, Will Whitfoot tua (walikota) dan Lobelia. Lobelia kelihatan sangat tua dan kurus ketika mereka menyelamatkannya dari sebuah sel sempit dan gelap. Ia bertopang pada lengan Frodo sambil mencengkeram payungnya. Ia terharu dan berkaca-kaca karena banyak tepuk tangan dan sorak sorai ketika ia muncul. Namun hatinya hancur mendengar berita anaknya dibunuh dan ia tak mau pulang ke Bag End. Bag End dikembalikannya pada Frodo, dan ia pergi ke keluarganya sendiri, kaum Bracegirdle di Hardbotle. Tidak itu saja, Lobelia juga mewariskan semua yang tersisa dari uangnya dan uang Lotho pada Frodo untuk digunakan membantu para Hobbit yang kehilangan rumah saat gangguan para bajingan berlangsung. Maka perseteruan keluarga itu berakhir sudah.

78. Kehilangan dan kerusakan paling parah terjadi pada pepohonan, sebab atas perintah Sharkey mereka ditebang dengan sembrono di seluruh Shire. Sam ingat pemberian kotak dari Galadriel. Ia mengeluarkan kotak itu dan menujukannya pada yang lain. Setiap butir benih dilempar ke udara saat angin berhembus dan dia akan bekerja. Pada musim semi pohon-pohon itu mulai bertunas dan tumbuh, seakan-akan waktu berpacu dan ingin membuat satu tahun sama dengan dua puluh tahun. Di Padang Pesta tumbuh sebatang pohon indah. Kulit kayunya keperakan, daun-daunnya panjang, dan bunga-bunga emas mekar di bulan April. Itu adalah pohon Mallorn, dan menjadi suatu keajaiban di wilayah itu. Di tahun-tahun berikutnya pohon itu semakin indah menjadi terkenal sampai ke seluruh pelosok, dan orang-orang berdatangan dari jauh untuk menyaksikannya, satu-satunya Mallorn di sebelah barat Pegunungan dan sebelah timur Samudra, dan salah satu yang terindah di dunia.

79. Awal-awal sebelum Deretan Baru selesai dibangun (rumah-rumah diperbaiki lagi setelah rusak oleh para bajingan Sharkey), Sam tinggal bersama Frodo di rumah keluarga Petani Cotton. Sam sering keluar meninggalkan Frodo disana dalam rangka pembersihan dan perbaikan Bag End, hingga suatu waktu Sam tidak tahu bahwa Frodo pernah sakit dan berbaring di tempat tidurnya sambill menggenggam perhiasan putih hadiah dari Arwen.

80. Ketika semuanya siap, Frodo mengajak Sam tinggal di Bag End. Sam dengan malu mengutarakan isi hatinya kepada Frodo bahwa ia ingin menikahi anak Petani Cotton, Rosie Cotton. Frodo tidak masalah dengan itu, sebaliknya Frodo ingin mereka berdua pindah ke Bag End setelah menikah. Frodo ini baik hati sekali ya seperti pamannya, Bilbo 😊😊😊.

81. Frodo telah mengundurkan diri dari tugas sebagai Wakil Wali Kota karena Will Whitfoot sudah bisa mengemban tugasnya lagi. Merry dan Pippin tinggal di Crickhollow dan sering mondar-mandir antara Buckland dan Bag End. Kedua Pengembara muda itu membangkitkan kekaguman di Shire dengan lagu-lagu dan cerita-cerita, dandanan mereka penuh gaya, serta pesta-pesta mereka yang menyenangkan. Orang-orang menyebut mereka hobbit bangsawan, dalam arti bagus.

82. Frodo menghabiskan waktunya di Bag End dengan banyak menulis dan memeriksa semua catatannya. Suatu hari Sam masuk ke ruang kerja Frodo dan mendapati majikannya tampak pucat. Luka Frodo sakit lagi. Hari itu adalah tahun kedua di Weathertop.

83. Anak pertama Sam dan Rosie lahir. Sam batal menggunakan nama Frodo karena anaknya berjenis kelamin perempuan, dan ia menamainya Elanor, bintang matahari atau bunga kecil emas di tengah rumput Lothlorien. Nama itu dipilihkan oleh Frodo.

84. Suatu hari Frodo mengajak keluar Sam. Selain memperingati hari ulang tahun Bilbo yang ke 131, umur yang melebihi usia Took Tua, Frodo ingin mengajak Sam pergi selama dua minggu, menemani keberangkatannya ke Rivendell dan bertemu Bilbo. Namun hati Sam terbagi.

85. Beberapa hari berikutnya, Frodo memeriksa semua catatan dan tulisannya bersama Sam dan menyerahkan kunci-kuncinya. Ada sebuah buku besar dengan sampul kulit merah polos, halaman-halamannya yang panjang hampir semuanya sudah terisi. Pada awalnya banyak berisi tulisan tangan Bilbo yang tipis dan tidak teratur, tapi kebanyakan isinya ditulis dengan tulisan Frodo yang tegas dan mengalir. Tulisannya terbagi atas bab-bab, tapi Bab 80 belum selesai, dan setelahnya masih ada beberapa halaman kosong. Halaman-halaman terakhir itulah Sam yang harus mengisinya.

86. Halaman judul dari buku tersebut “Buku Harianku. Pengembaraanku yang Tidak Terduga. Pergi dan Kembali. Dan Apa yang Terjadi Sesudahnya”, “Petualangan Lima Hobbit. Kisah Cincin Sakti, dikumpulkan oleh Bilbo dari pengembaraannya sendiri dan cerita kawan-kawannya. Apa yang kami lakukan dalam Perang Cincin”. Di sini tulisan Bilbo berakhir dan Frodo menulis “Kehancuran Penguasa Cincin dan Kembalinya Sang Raja” (sebagaimana disaksikan Orang-Orang Kecil, buku kenang-kenangan Bilbo dan Frodo dari Shire, tambahan bahan dari cerita kawan-kawan mereka dan pengetahuan Orang Bijak).

87. Pada tanggal 21 September hari keberangkatan tiba. Frodo naik kuda poni yang sudah membawanya dari Minas Tirith, dan kini dinamakan Strider, dan Sam naik Bill.

88. Mereka berdua mengambil Jalan Stock melewati perbukitan dan pergi menuju Woody End. Mereka melihat pohon tempat mereka bersembunyi dari Penunggang Hitam yang muncul pertama kali. Tak lama dari itu, mereka melihat bangsa Peri yang elok. Ada Gildor, Elrond, Galadriel, dan Bilbo. Elrond memakai jubah kelabu dan sebuah bintang di dahinya, harpa perak di tangannya dan di jarinya ada cincin emas dengan batu permata besar berwarna biru, Vilya, yang paling sakti di antara Tiga Cincin. Sedangkan Galadriel duduk di atas kuda putih, memakai pakaian serbaputih berkilauan dan di jarinya ada Nenya, cincin yang terbuat dari mithril dengan satu batu permata putih yang bersinar bagai bintang yang dingin. Dan penunggang kuda kecil kelabu yang berjalan perlahan di belakang mereka adalah Bilbo, tampak terangguk-angguk dalam tidurnya. Sam mulai mengerti majikannya akan pergi ke Havens dan dirinya tidak bisa ikut. Frodo memberitahunya bahwa Sam juga salah satu Pembawa Cincin, dan saatnya akan tiba. Hati Sam tak boleh selalu terbelah dua. Sam harus utuh untuk waktu lama, karena Sam punya banyak untuk dinikmati dan harus berbuat banyak.

89. Sam adalah pewaris Frodo. Frodo mewariskan semua dan yang akan dimiliknya kepada Sam. Sam memiliki Rose, Elanor dan Frodo kecil yang akan datang, juga gadis Rosie dan Merry, serta Godilocks dan Pippin.

90. Sam akan menjadi Wali Kota dan tukang kebun paling termasyhur dalam sejarah. Sam juga akan membacakan kisah-kisah dari Buku Merah dan menghidupkan kenangan tentang zaman yang sudah berlalu, agar orang-orang ingat Bahaya Besar, dan dengan begitu akan semakin mencintai negeri mereka.

91. Setelah melewati Shire, melangkah mengitari pinggiran selatan White Downs, akhirnya mereka sampai ke Far Downs, dan ke Menara-Menara, memandang Samudra di kejauhan. Begitulah akhirnya mereka pergi ke Mithlond, ke Grey Havens di muara panjang Lune. Ketika mereka tiba di gerbang, Cirda si Pembuat Kapal datang menyambut mereka. Disana sudah ada Gandalf di samping seekor kuda kelabu. Gandalf memakai Cincin Ketiga di jarinya, Narya Agung, batu permatanya merah seperti api.

92. Sam bersedih hati. Ia merasa perpisahan ini akan pahit dan perjalanan pulang sendirian akan lebih menyedihkan hati. Tapi tak lama kemudian, datanglah Merry dan Pippin menunggang kuda dengan cepat. Bukan Sam yang memberitahu mereka, tapi Gandalf sendiri. Karena menurut Gandalf akan lebih baik pulang bertiga daripada satu sendirian. Frodo mencium Merry dan Pippin, dan terakhir Sam, lalu naik ke atas kapal. Sam, Merry dan Pippin berada disana sampai larut malam. Akhirnya mereka pulang. Mereka mengambil jalan ke Timur dan Merry serta Pippin ke Buckland, tapi Sam ke Bywater lalu sampai ke Bukit, saat hari sudah berakhir. Sam sudah disambut Rose dan mendudukinnya di kursi, lalu meletakkan Elanor kecil di pangkuannya. Sam sudah pulang. Tamat.

Apendiks tentang kisah Aragorn dan Arwen
1. Arador adalah kakek Raja. Putranya, Arathorn, meminang Gilraen yang cantik, putri Dirhael, yang juga merupakan keturunan Aranarth. Ketika Arathorn dan Gilraen baru satu tahun menikah, Arador diculik para troll bukit di Colfells di sebelah utara Rivendell, dan dibunuh, maka Arathorn menjadi Kepala suku Kaum Dunedain. Tahun berikutnya Gilraen melahirkan putranya yang dinamai Aragorn. Saat usianya dua tahun, Aragorn sudah menjadi anak yatim karena ayahnya pergi bertempur melawan para Orc bersama kedua putra Elrond, dan ia mati terbunuh oleh panah Orc yang menembus matanya. Arathorn meninggal dalam usia sangat singkat menurut ukuran orang dari bangsanya, enam puluh tahun. Maka Aragorn, yang sekarang menjadi Pewaris Isildur, dibawa bersama ibunya menetap di rumah Elrond, dan Elrond bertindak sebagai ayah baginya, dan sangat menyayanginya seperti terhadap putranya sendiri.

2. Aragorn dipanggil Estel, yang berarti Harapan, dan nama aslinya serta garis keturunannya dirahasiakan atas perintah Elrond, karena Kaum Bijak tahu bahwa Musuh berupaya mencari apakah masih ada yang hidup di antara Pewaris Isildur. Elrond baru memberitahu nama aslinya dan menyerahkan benda-benda pusaka rumahnya (cincin Barahir) saat Aragorn berumur dua puluh tahun dan telah melakukan perbuatan-perbuatan gagah berani bersama kedua putra Elrond.

3. Aragorn baru bertemu Arwen, putri Elrond, saat dirinya berjalan-jalan sendirian di hutan, saat matahari terbenam. Aragorn sungguh heran, sejak ia tinggal di rumah Elrond dari kecil, ia tak pernah mendengar nama Arwen disebut-sebut oleh Elrond maupun kedua kakak Arwen. Rupanya Arwen tinggal di negeri keluarga ibunya, di Lothorien. Arwen bertemu Aragorn dalam lawatannya menjenguk ayahnya.

4. Aragorn berpamitan dengan ibunya, berpisah dengan seisi rumah Elrond dan Arwen untuk pergi ke Belantara. Selama hampir tiga puluh tahun, ia bekerja keras dalam upaya melawan Sauron, ia menjadi sahabat Gandalf yang Bijak, dan darinya ia memperoleh banyak kearifan. Sampai suatu hari Aragorn pulang dan mendapati ibunya yang akan pergi selama-lamanya.

5. Seperti dikisahkan sebelumnya, Aragorn dan Arwen menikah. Arwen mendampingi Aragorn selama enam kali dua puluh tahun dalam kemuliaan dan kebahagiaan, tapi akhirnya Aragorn merasa usia tua sudah menjelang, dan ia tahu bahwa masa hidupnya sudah mendekati akhir. Maka Aragorn pergi ke Rumah Para Raja di Jalan Sunyi, membaringkan diri di pembaringan panjang yang sudah disiapkan untuknya. Disana ia berpamitan dengan putranya, Eldarion, dan menyerahkan mahkota bersayap dari Gondor serta tongkat kekuasaan dari Arnor kepadanya. Lalu semuanya, kecuali Arwen, meninggalkannya, dan ia berdiri sendirian di samping tempat tidur Aragorn. Aragorn pergi meninggalkan Arwen dengan damai.

6. Lalu Arwen pergi dari Rumah itu. Cahaya di matanya padam, dan orang-orang melihatnya menjadi dingin dan kelabu seperti malam musim dingin tanpa bintang. Arwen berpamitan kepada putranya, Eldarion, dan kepada putri-putrinya, dan kepada semua yang dicintainya. Ia keluar dari kota Minis Tirith dan pergi ke negeri Lorien (yang kini sepi ditinggal Galadriel dan Celeborn), tinggal sendirian di sana, di bawah pepohonan yang sudah mulai layu, sampai musim dingin tiba. Arwen membaringkan dirinya di Cerin Amroth, di mana daun-daun mallorn berjatuhan. Disanalah kuburannya yang hijau berada, sampai seluruh dunia berubah, dan seluruh masa hidupnya sama sekali terlupakan oleh orang-orang sesudah itu, dan elanor serta niphredil tidak lagi mekar di sebelah timur Samudra.

Apendiks ini masih mencakup banyak cerita. Seperti Para Raja Numenor, Rumah Eorl, Bangsa Durin dan lain sebagainya. Kamu bisa baca langsung dari novelnya ya 😁😁😁.

Kutipan
1. Keberanian tak bisa dinilai dari ukuran badan – Gandalf tentang Pippin kepada pengawal gerbang Gondor

2. Orang-orang kecil, tapi sangat tinggi nilainya, begitulah penduduk Shire – Halbarad kepada Aragorn tentang Merry

3. Saat kemauan dihalangi, ada jalan terbuka – Pepatah orang Rohan yang dikutip Eowyn saat dirinya, dalam penyamaran, menyemangati Merry

4. Tapi apa yang harus terjadi biarlah terjadi. Ingat saja bahwa seorang pengkhianat bisa mengkhianati dirinya sendiri dan berbuat suatu kebaikan tanpa sengaja. Kadang-kadang hal semacam itu bisa terjadi – Gandalf kepada Pippin tentang Gollum

5. Banyak orang ingin tahu sebelumnya, apa yang akan dihidangkan di meja, tapi mereka yang sudah bekerja keras untuk menyiapkan pesta, ingin menyimpan rahasia, karena kejutan akan membuat pujian semakin deras. Dan Aragorn sendiri sedang menunggu suatu tanda – Gandalf kepada para Hobbit tentang Aragorn

6. Sam, bila sesuatu berada dalam bahaya, harus ada yang rela melepaskannya, agar orang lain bisa memeliharanya – Frodo kepada Sam menjelang keberangkatannya ke Havens

Yang Tak Kau Temukan The Lord of the Rings: The Two Towers di Film

Alhamdulillah The Lord of the Rings: The Two Towers sudah selesai gue baca. Sampai jumpa di novel terakhir The Lord of the Rings: The Return of the King. Semoga sebelum akhir tahun 2020 kita bertemu lagi disini. Tetap produktif ya teman-teman. Catch you later.

Berikut yang tak kau temukan the Lord of the Rings: The Two Towers di film (langsung dari novelnya) :
1. Bila gue cuma mengandalkan nonton filmnya, tentu gue tidak akan tahu bahwa pasukan Orcs yang menyerang, menculik Merry dan Pippin, dan akhirnya memisahkan rombongan dengan Frodo dan Sam, ternyata berasal dari Isengard atas perintah Saruman. Aragorn, Legolas dan Gimli menyadarinya dari lambang S berwarna putih di bagian depan topi baja Orcs. Sebaliknya Orc-Orc yang melayani Barad dur atau dari Mordor menggunakan Mata Merah. Dan gue juga baru paham bahwa Isengard adalah markasnya Saruman. Dan Orthanc adalah benteng Saruman (dalam bahasa Peri berarti Gunung Taring dan dalam bahasa Mark kuno berarti Otak Cerdik).

2. Shadowfax, kuda putih yang ditunggangi Gandalf, adalah milik Raja Rohan, Theoden. Kabarnya Theoden marah besar karena Gandalf mengambilnya, kuda yang paling berharga di antara semua kuda Raja. Theoden disini masih dibawah pengaruh penasihatnya, Grima Wormtounge. Shadowfax adalah kuda istimewa. Gandalf tidak menunggangi kuda itu dengan pelana atau tali kekang seperti gaya Peri. Shadowfax tidak mau menggunakan pelana, dan bukan Gandalf yang mengendarai Shadowfax, sebaliknya Shadowfax lah yang mengangkut penunggang atau tidak. Kalau Shadowfax mau, itu sudah cukup. Setelah itu urusan dia agar penunggang tetap berada di punggungnya, kecuali kalau penunggang melompat ke udara.

3. Aragorn, Legolas dan Gimli sering melihat pria tua bungkuk, bersandar pada tongkat, berjubah lebar dan topinya yang menutupi matanya, saat mereka sedang beristirahat dalam misi mencari Merry dan Pippin. Pria tua bungkuk itu pastilah Saruman, seperti yang dikatakan Eomer bahwa Saruman selalu memata-matai dan berkeliaran kesana-kemari.

4. Merry dan Pippin tidak cuma digendong oleh Orc-Orc seperti di filmnya, mereka juga disuruh berlari dan harus berupaya menyamai kecepatan yang ditentukan para Orc. Sebentar-sebentar mereka juga dicambuk dengan pecut kejam. Bila berhenti atau tersandung, mereka diangkat dan diseret hingga jarak tertentu.

5. Merry dan Pippin masih sempat makan roti lembas untuk memulihkan tenaga mereka setelah berhasil menjauh dari pertempuran para Orc dan Penunggang Kuda.

6. Ada alasan mengapa Treebeard tidak tahu bangsa Hobbit. Karena Hobbit tidak masuk dalam daftar-daftar lama dan dongeng-dongeng kuno. Ent hanya mengenal empat bangsa. Peri, Kurcaci, Ent, dan Manusia.

7. Bangsa Ent bisa berbicara karena Bangsa Peri. Peri-Peri membangunkan pohon-pohon, mengajari berbicara, dan mempelajari bahasa Peri. Rupanya Peri-Peri di masa lampau selalu ingin berbicara pada semuanya.

8. Setelah Treebeard berbagi kisah dan Bangsanya, kini giliran Merry dan Pippin mulai menceritakan kisah petualangan mereka sejak meninggalkan Hobbiton. Semua dikisahkan keduanya dari Penunggang Hitam, Elrond, Rivendell, Old Forest, Tom Bombadil (profilnya tidak ada di film), Tambang Moria, Lothorien dan Galadril. Keduanya tidak menyinggung cincin, mengapa dan kemana mereka pergi karena Treebeard juga tidak menanyakan alasan-alasan mereka.

9. Menurut penuturan Treeberad, Saruman dulu sosok yang sangat sopan. Selalu meminta izin bila bertemu dengan Treebeard, selalu bergairah mendengarkan cerita Treebeard walau Saruman sendiri tidak pernah menceritakan apapun kepada Treebeard. Saruman mulai banyak tingkah semenjak ketenarannya mulai berkembang apalagi setelah terpilih menjadi Ketua Dewan Penasihat Putih. Saruman telah berhenti mengembara dan mengurusi masalah Manusia dan Peri dan kini menetap di Angrenost atau Isengard. Dan Treebeard baru mengerti rencananya. Saruman merencanakan untuk menjadi sesuatu Kekuatan. Saruman telah menjadi pengkhianat jahat karena tidak peduli pada makhluk-makhluk yang tumbuh, kecuali mereka mau melayaninya, dan bergabung dengan kaum busuk, Orc.

10. Treebeard meninggalkan Merry dan Pippin kepada Bregalad (si Quickbeam yang berarti Sinar Cepat), temannya yang sudah mengambil keputusan untuk menghacurkan Isengard dan Saruman. Dia termasuk Ent yang paling tergesa-gesa. Sedangkan Treebeard masih harus menjelaskan pada mereka yang tinggal jauh dari Isengard, dan mereka yang belum sempat ditemuinya. Tidak seperti di film, disini makan berhari-hari untuk Treebeard dan teman-temannya sepakat.

11. Teman-teman Bregalad memberi nama Quickbeam sejak dia bilang ya kepada seorang Ent yang lebih tua sebelum dia menyelesaikan pertanyaannya. Dia juga minum cepat sekali, dan pergi sementara yang lain masih membasahi janggut mereka. Sayang profil Bregalad tidak ada di film, pasti lucu.

12. Bila di film Treebeard baru melihat kerusakan yang dibuat Saruman setelah Pippin memaksanya ke Selatan saat menyuruh mereka untuk pulang, disini Treebeard sudah tahu ulah Saruman sejak ceritanya kepada Merry dan Pippin, karena itulah dia setuju ke Isengard. Hanya saja membutuhkan kesabaran karena mereka bukan makhluk tergesa-gesa seperti Merry dan Pippin.

13. Menurut penuturan Treebeard juga, Troll hanyalah tiruan yang dibuat oleh Musuh di Zaman Kegelapan Besar untuk mengejek para Ent. Sama seperti Orc yang juga merupakan penghinaan terhadap Peri.

14. Saruman tidak hanya menjadi pengkhianat bagi Gandalf dan kawan-kawan, dia juga menjadi pengkhianat untuk Sauron. Saruman berniat menguasai cincin untuk dirinya sendiri bukan untuk melayani Sauron, belum.

15. Cerita lengkap tentang jatuhnya Gandalf di Tambang Moria. Gandalf dan Balrog jatuh bersama-sama lama sekali. Gandalf terkena kobaran api Balrog hingga membuatnya terbakar. Mereka lalu terjun ke air dalam yang sangat dingin dan semuanya gelap. Jurang itu rupanya mempunyai dasar berupa landasan batu, di luar cahaya dan pengetahuan. Pertempuran mereka berdua dilanjutkan disana, di bawah bumi yang hidup, dimana waktu tak bisa dihitung. Api Balrog sudah padam kala itu namun dia menjadi benda berlumpur, lebih kuat daripada ular yang mencekik. Pertarungan mereka berlanjut ke terowongan gelap hingga membawa Gandalf kembali ke jalan-jalan rahasia Khazad dum. Mereka lalu naik terus sampai tiba di Tangga Tak Berujung. Dari ruang bawah tanah paling bawah, sampai ke puncak tertinggi Balrog mendaki, naik dalam bentuk spiral tak terputus, dengan ribuan anak tangga, dan akhirnya keluar di Menara Durin yang dipahat di batu karang hidup Zirakzigil, puncak Silvertine. Di sana, di atas Celebdil, ada sebuah jendela di tengah salju, di depannya ada ruang sempit, sebuah tonjolan jauh tinggi di atas kabut dunia. Matahari bersinar terang sekali di sana, tapi semua dibawahnya diselimuti awan. Tak lama dari itu, Balrog melompat keluar, diekori Gandalf yang mencetuskan nyala api baru. Asap besar dan uap mengelilingi mereka dan es berjatuhan bagai hujan. Gandalf melemparkan Balrog dan Balrog jatuh dari tempat tinggi itu, memecahkan sisi gunung yang kena dihantamnya sambil jatuh. Lalu kegelapan meliputi Gandalf, dan ia mengembara keluar dari pikiran dan waktu. Akhirnya Gwaihir si Penguasa Angin menemukannya dan membawa Gandalf pergi sampai di Lothlorien dan Caras Galadhon. Dia adalah elang utusan Lady Galadriel. Disana Gandalf menemukan kesembuhan dan diberi pakaian putih.

16. Bila di film Gandalf berhasil mengusir mantra pada diri Theoden (masih duduk di kursinya) melalui tongkatnya, disini Gandalf mengajak Theoden meninggalkan kursinya dan cahaya redup kembali bersinar di balairung. Gandalf mengajaknya sampai keluar pintu dan Theoden memandang negerinya lagi dan menghirup udara bebas kembali. Gandalf juga menyuruh Theoden membuang tongkatnya dan tak lama kemudian Theoden mengangkat dirinya perlahan, seperti orang yang kaku karena lama membungkuk untuk melakukan kerja keras. Kini ia berdiri tinggi dan tegak, dan matanya biru ketika menatap bentangan langit terbuka. Theoden sudah kembali kepada dirinya yang semula. Langkah pertama yang dilakukannya setelah kembali menjadi dirinya adalah membebaskan Eomer yang ditawan atas saran Wormtounge dan pedang pusakanya, Herugrim, telah berada di tangannya lagi setelah terkunci di peti Wormtongue. Theoden rupanya masih berbelas kasih kepada Wormtounge. Dia belum mengusirnya tapi Wormtounge harus ikut pergi berperang bersama Raja dan anak buahnya. Karena Wormtounge orang yang tak tahu malu, dia meminta Raja untuk meninggalkan dirinya di Edoras sampai Raja dan lainnya kembali. Gandalf sudah tak tahan lagi. Gandalf membuka kedok Wormtounge sama seperti di film. Theoden memberinya dua pilihan, maju perang bersamanya atau pergi ke mana pun dia inginkan dan Thoeden tidak akan berbelas kasihan lagi bila mereka bertemu kembali. Wormtounge pergi dan meludahi di depan kaki Raja dan seorang penjaga bergegas mengambil air dari topi bajanya untuk menyiram bersih batu-batu yang dikotori Womtounge.

17. Bila di film Eomer menegur langsung kepada Wormtounge karena telah menghantui setiap langkah adiknya Eowyn, sebenarnya Gandalf lah yang mengatakan itu.

18. Theoden menghadiahi Shadowfax kepada Gandalf sebagai ucapan terima kasih.

19. Tidak seperti di film, Theoden disini lebih mudah menuruti saran-saran Gandalf.

20. Sama seperti di film, Gandalf mengajak Theoden ke Isengard bersama rombongan lainnya. Mereka terkejut karena Saruman sudah ditaklukan. Dan disinilah mereka semua melihat Merry dan Pippin yang asyik makan minum tidur dan mengisap pipa seperti di rumah sendiri.

21. Dulu Isengard merupakan tempat kuat dan indah, dan lama sekali keindahannya bertahan. Disana para penguasa agung pernah tinggal, para pemelihara Gondor di sebelah Barat, dan orang-orang bijak yang mengamati bintang-bintang. Tapi perlahan-lahan Saruman mengubahnya sesuai dengan tujuannya sendiri, membuatnya lebih baik, padahal ia tertipu. Sebab semua keahlian dan sihir halus yang membuat ia meninggalkan pengetahuan dan kebijakannya yang lama, dan yang dikiranya berasal dari dirinya sendiri, sebenarnya hanya berasal dari Mordor, sehingga apa yang dibuatnya sekadar tiruan kecil seperti benteng luas, persenjataan, penjara, tungku berkekuatan hebat, Barad dur, dan Menara Kegelapan yang tak bisa ditandingi.

22. Merry dan Pippin menyambut Theoden, Eomer, dan rombongan lainnya dengan menyebut-nyebut diri mereka sebagai penjaga pintu Isengard. Perintah itu langsung dari Treebeard. Sedangkan Saruman tidak tahu menahu soal itu karena Saruman dan Wormtounge masih bersembunyi di Orthanc.

23. Seperti yang sudah gue ketahui dari film ketiga, The Lord of the Rings: The Return of the King (extended version), bahwa Saruman mati dengan tragis, disini tidak, belum. Saruman dan Wormtounge tetap membusuk di bentengnya tidak mau keluar.

24. Aragorn mengembalikan dua bilah pisau bersarung, yang jatuh dan dipungut oleh Aragorn saat sedang mencari mereka, kepada Merry kembali. Kata Merry, pisau itu dipakainya untuk melukai beberapa Orc, tapi salah satu Orc mengambilnya. Bukannya untuk menusuk Merry, malah membuang benda itu, seakan-akan terbakar olehnya. Bukan hanya Merry yang mendapatkan hartanya lagi, Aragorn juga mengembalikan bros Pippin yang berbentuk daun.

25. Pippin memberi tahu kepada Theoden bahwa Wormtounge ada bersama Saruman di bentengnya. Wormtounge datang sambil menunggangi kuda ketika Isengard sudah hancur lebur. Dia melongo sampai tidak menyadari keberadaan Merry, Pippin dan Treebeard. Wormtounge berkata bohong kepada Treebeard kalau dia dikirim dari Raja Theoden untuk menyampaikan pesan penting kepada Saruman. Tapi Treebeard sebenarnya sudah menunggu kehadiran Wormtounge dan atas perintah Gandalf semua tikus harus dimasukkan ke dalam satu perangkap. Treebeard memberinya dua pilihan, tetap bersama Treebeard sampai Gandalf dan majikannya, Theoden, datang atau menyeberangi air. Wormtounge masuk ke dalam air setinggi lehernya, berpegangan pada tong lapuk dan merangkak menaiki tangga ke dalam Orthanc. Jadilah Wormtounge dan Saruman mengurung diri bersama-sama.

26. Karena di tempat itu airnya kotor dan tidak layak untuk mandi dan diminum Ent, maka Treebeard meminta Merry dan Pippin untuk menjaga dekat gerbang, menunggu orang-orang Rohan datang, dan menyambut mereka dengan kata-kata penyambutan yang pantas untuk seorang penguasa. Treebeard undur diri untuk membersihkan diri dari lumpur dan berada di sebelah utara kalau ada yang ingin bertemu dengannya.

27. Gandalf, Theoden, Eomer, Aragorn, Legolas dan Gimli mendekati Orthanc untuk mendatangi Saruman. Namun Saruman yang dipanggil-panggil tidak mau turun juga. Theoden kaget dengan suara Wormtounge yang muncul sebelum Saruman menampakkan diri dari atas.

28. Saruman pintar berkata-kata. Dari mulutnya yang kotor dan berbisa, dia berbicara manis kepada Theoden seolah-olah ingin memberi bantuan padahal dalam bahasa Orthanc bantuan adalah kehancuran, dan menyelamatkan berarti untuk membunuh. Gimli yang memberi tahu itu. Theoden masih terdiam seperti terkena sihir oleh kata-katanya Saruman, tetapi keponakannya, Eomer, langsung memperingatkannya bahwa apakah mereka maju berperang dan merebut kemenangan hanya untuk terpukau pada akhirnya oleh seorang pembohong tua bermulut manis dengan lidah bercabang. Tak lama kemudian Theoden berkata kasar dan tegas kepada Saruman yang membuat semua para penunggang kuda terbangun kaget dari mimpi. Dan untuk beberapa saat, Saruman dibuat marah olehnya.

29. Alih-alih agar Saruman menerima nasihat Gandalf untuk bisa memalingkan diri dari kejahatan dan kebodohan, dan bisa bermanfaat, Saruman yang memang sudah tidak punya muka malah bersikeras kepada ketololannya. Namun Gandalf memperingatkannya bahwa ia tidak akan mudah keluar lagi sampai tangan-tangan gelap dari Timur terulur untuk mengambilnya.

30. Ada alasan mengapa Gandalf menjadi si Putih bukan si Kelabu lagi yang dikhianati Saruman. Gandalf kembali dari kematian. Saruman tidak mempunyai warna lagi, tongkatnya sudah patah, dan dirinya sudah dibuang Gandalf dari ordo dan Dewan Penasihat.

31. Wormtounge membuang bola kristal, gelap dengan inti api menyala, kepada rombongan di bawahnya. Itu dibuangnya bukan atas perintah Saruman, tapi sebagai hadiah perpisahan untuk mencelakakan rombongan. Sayang meleset.

32. Aragorn, Legolas, Gimli, Gandalf dan rombongan bertemu Treebeard dan selusin Ent lain ketika kembali ke reruntuhan pintu gerbang Isengard.

33. Walaupun Saruman tidak mau keluar dari Orthanc, tapi dia masih memiliki Kunci Orthanc. Gandalf meminta Treebeard agar tidak membiarkannya lolos. Treebeard bersedia dan akan terus mengawasi Saruman sampai tujuh kali masa dia menyiksa para Ent berlalu.

34. Bila di film Pippin mengambil bola kristal dan menggantinya dengan bejana minuman, aslinya adalah batu yang dibungkus.

35. Gandalf sesungguhnya tidak semarah seperti yang difilmkan ketika menangkap basah maling yang mencuri bola kristalnya, Pippin.

36. Karena bola kristal itu berbahaya, Gandalf meminta Aragorn menyimpannya. Waktu Aragorn memang sudah dekat sebagai pewaris tahta Gondor. Bola itu adalah palantiri (berarti memandang jauh) dari Orthanc, harta pusaka Elendil, disimpan di sana oleh Raja-Raja Gondor.

37. Cerita lengkap tentang apa yang dilihat Pippin dari bola kristal. Pippin melihat langit gelap dan tembok benteng tinggi, juga bintang-bintang kecil. Lalu bintang-bintangnya keluar masuk, dipotong makhluk-makhluk bersayap. Makhluk-makhluk itu sangat besar seperti kelelawar dan berputar-putar mengitari menara. Mereka berjumlah sembilan, dan satu diantaranya mulai terbang langsung ke arah Pippin. Semakin besar dan makin besar. Pippin berusaha melarikan diri, karena dia mengira makhluk itu akan terbang keluar, tapi ketika sudah memenuhi seluruh bola, dia menghilang. Lalu dia datang, sang mata, diam, hanya menatap. Sang mata akhirnya berbicara “jadi, kau sudah kembali? Mengapa kau lalai melapor padaku sekian lama?”. Pippin tidak menjawab. Sang mata berkata lagi, “siapa kau?” Pippin menjawab dia adalah Hobbit. Sang mata berkata lagi seolah melihat Pippin dan menertawakannya. “Tunggu dulu! Kita akan segera bertemu lagi. Katakan pada Saruman, perhiasan ini bukan untuknya! Aku akan segera mengirim utusan untuk mengambilnya. Kau paham? Katakan saja itu!”. Selebihnya sama seperti di film.

38. Disini Frodo tidak begitu membela Gollum dari Sam secara berlebihan seperti di film. Masih bisa disebut normal lebih sedikit. Bahkan ada beberapa dialog dia setuju dengan Sam dan tegas kepada Gollum. Seperti saat Frodo meminta Smeagol memandu mereka ke jalan setelah mustahil lewat Gerbang Mordor. Seperti inilah dialognya “kau bersumpah demi apa yang kau sebut Kesayanganmu. Ingat itu! Dia akan memegang sumpahmu, tapi dia akan mencari jalan untuk memutar balikannya dan mencelakakanmu. Kau sudah diputar balikkan. Baru saja kau menyingkap dirimu sendiri padaku dengan sangat bodoh. Kembalikan pada Smeagol, katamu. Jangan katakan itu lagi! Jangan biarkan pikiran itu tumbuh dalam dirimu! Kau tidak akan pernah memperolehnya kembali. Tapi hasrat kepadanya mungkin akan mengkhianatimu sampai ke akhir yang pahit. Kalau sangat terpaksa, Smeagol, aku akan memakai Kesayanganmu itu, dan Kesayanganmu pernah menguasaimu. Kalau aku, sambil memakainya, memerintahkanmu, kau akan taat, meski untuk melompat dari tebing curam atau melemparkan dirimu sendiri ke dalam api. Dan itulah yang ku perintahkan. Jadi hati-hatilah Smeagol”. Sam yang mendengarnya ikut terkejut, tidak menyangka majikannya mampu mengeluarkan kata-kata dan ekspresi yang belum pernah didengarnya. Sam selalu mengira bahwa kebaikan hati Frodo sedemikan tinggi, sampai-sampai Frodo seperti buta, tidak bisa menilai orang.

39. Frodo juga tidak terlalu kelihatan lemah seperti yang digambarkan film. Malah adegan jatuhnya Frodo di Rawa-Rawa Mati bukanlah dirinya, melainkan Sam. Sam terjungkal karena ingin buru-buru meninggalkan tempat itu setelah memperingatkan Frodo yang melamun memandangi mayat-mayat di dalamnya.

40. Sam dan Frodo juga tidak banyak bertengkar seperti di film. Bahkan jebakan Gollum untuk Sam seperti di film juga tidak ada.

41. Sam menyuruh Smeagol mengambil air (untuk dimasak), mencari kentang, lobak cina, wortel dan sedikit bimbu setelah Smeagol membawa dua kelinci. Sam mengancam Smeagol akan memasukkan kepalanya ke dalam air yang mendidih bila tidak membawakan itu semua. Tapi itu tidak terjadi karena Smeagol menolaknya. Sehingga Sam terpaksa mencari sendiri apa yang diinginkannya, namun tak perlu pergi jauh sampai pandangannya hilang di tempat Frodo yang masih terbaring tidur.

42. Saat dikepung oleh Faramir, adik Boromir, dan anak buahnya, Frodo dan Sam belum dikenali sebagai Hobbit. Orc bukan, peri yang elok dipandang juga bukan. Sam tersinggung karena maksudnya mereka tidak elok πŸ˜…. Frodo dan Sam mengaku sebagai pelancong hingga akhirnya berkata jujur Hobbit dari Shire dan berangkat dari Rivendell. Dari sinilah Faramir tampak lunak dan melayani mereka sebaik-baiknya (di tempat perlindungan mereka, di Jendela Matahari Terbenam, Henneth Annun, jeram paling indah di Ithilien, negeri penuh air mancur) setelah bercerita panjang lebar tentang kakaknya, rombongan pembawa cincin, rapat akbar, Rivendell, Lady Galadriel, kematian gandalf, Minas Tirith sampai cincin yang disebut-sebut senjata musuh akhirnya terbuka tak sengaja oleh mulut Sam. Faramir disini tidak begitu dingin seperti di film.

43. Sam ikut bangun saat Frodo diajak Faramir untuk melihat teman ketiga mereka, Smeagol, di kolam terlarang dan kematianlah hukumnya walaupun hanya untuk melihat saja.

44. Sam dan Frodo telah tiba di tangga Cirith Ungol dan masuk ke dalam sarang Shelob bersama-sama. Sebaliknya Gollum meninggalkan mereka di depan. Mereka menggunakan Bejana Galadriel, kaca bintang. Seperti yang sudah gue jelaskan sebelumnya, disini tidak ada jebakan Gollum untuk Sam. Karena itulah Frodo dan Sam bisa pergi bersama-sama.

45. Frodo dan Sam bertemu Shelob. Frodo dengan putus asa atau keberanian melawannya sambil memegang Bejana dan pedang Peri. Shelob berhasil dihunus tapi tidak mati. Keduanya berlari lagi dan Shelob masih mengejarnya. Frodo memberikan Bejananya kepada Sam karena Frodo ingin menghancurkan jaring laba-laba didepannya. Frodo berlari lagi karena Shelob memburu mangsa yang tidak ada sinar di dekatnya, sedangkan Sam dan Bejananya berusaha menyusul tapi Sam ditangkap oleh tangan Gollum. Sam dan Gollum bergelut hebat sampai Gollum lari dan melompat seperti katak sebelum Sam mengejarnya lagi. Sayang, Sam terlambat. Dia menemukan majikannya sudah terkapar tidak berdaya, kena racun Shelob, terikat jalinan tali. Sam berteriak memanggil Frodo menyebabkan Shelob bangun kembali dari mimpi tamaknya. Sam berhasil menusuk matanya dan Shelob akhirnya kabur setelah mengalami penderitaan yang tidak pernah dialaminya. Sam menangisi majikannya yang mati, tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Tapi tak butuh waktu lama bagi Sam membulatkan tekadnya. Sam harus melanjutkan misi Frodo dan dengan berat hati harus meninggalkan Frodo sendirian di tempat itu. Sam membawa cincin Frodo, dan terpaksa memakainya karena Orc-Orc muncul. Sama seperti di film, Frodo dibawa Orc-Orc dan hidup Sam bagai terjungkir balik setelah menyadari Frodo belum mati. Dan bersambung.

Kutipan:
1. Ada beberapa hal yang lebih baik dimulai daripada ditolak, meski akhirnya akan gelap. Tapi aku belum akan meninggalkan tempat ini. Setidaknya kita harus menunggu di sini sampai cahaya pagi tiba – Aragorn

2. Sangat mungkin bahwa kami akan menuju kematian, perjalanan kaum Ent. Tapi, kalaupun kami tetap di rumah dan tidak berbuat apa-apa, kematian tetap akan menemukan kami, cepat atau lambat. Pikiran itu sudah lama muncul dalam hati kami, karena itulah kami sekarang berjalan. Ini bukan keputusan yang terburu-buru. Sekarang setidaknya perjalanan terakhir kaum Ent pantas dibuatkan lagu – Treebeard kepada Merry dan Pippin

3. Aku tak punya saran untuk mereka yang putus asa. Tapi aku bisa memberikan nasihat dan kata-kata. Maukah kau mendengarkannya? Ini bukan untuk semua telinga. Kumohon kau keluar dari pintumu dan melihat sekelilingmu. Sudah terlalu lama kau duduk dalam kegelapan, percaya pada dongeng-dongeng berbelit dan bisikan-bisikan tak jujur – Gandalf kepada Theoden yang masih dibawah pengaruh Grima Wormtounge

4. Aku sedih bahwa begitu banyak hal yang dulu baik sekarang membusuk di menara. Bagaimanapun, bagi kita keadaan tidak terlalu buruk. Ajaib sekali perputaran nasib! Sering kali kebencian mencederai dirinya sendiri! – Gandalf kepada Pippin tentang Saruman

5. Jangan mencampuri urusan Penyihir, karena mereka berperangai halus dan cepat marah – dikutip Sam dari pepatah Gildor

Yang Tak Kau Temukan The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring di Film

Kamu fans The Lord of the Rings? Tos kita sama 😁😁😁. Kamu fans karena filmnya yang luar biasa? Sama. Kamu sudah baca novelnya juga? Untuk kamu yang tidak membaca novel The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring, disini gue dengan senang hati akan membagikan poin-poin yang tidak tayang di film, langsung dari novelnya. Semoga postingan ini menginspirasi kamu untuk membaca kelengkapan dari sumbernya. Kuy.

1. Di prolog menceritakan tentang rompi logam, hadiah dari Thorin, yang dipinjamkan Bilbo ke Museum Michel Delving Mathom-house. Namun diambil kembali saat dirinya siap pergi untuk diberikan kepada Frodo nanti. Di prolog juga, Bilbo kembali ke rumahnya di Bag End pada tanggal 22 juni, dalam usianya yang ke 52.

2. Orang-orang di sekitar rumah Bilbo menganggapnya aneh dan tak wajar. Selain awet muda bahkan tidak berubah, Bilbo juga diketahui punya kekayaan tak terhingga. Tapi semua itu tidak jadi masalah karena Bilbo sangat dermawan dengan uangnya.

3. Keponakan yang paling disayang Bilbo adalah Frodo Baggins. Saat Bilbo berusia 99 tahun, ia mengadopsi Frodo yang saat itu berusia 20 an sebagai ahli warisnya dan membawanya tinggal bersama di Bag End. Ulang tahun Bilbo dan Frodo juga sama, 22 september. Oleh karena itu saat Bilbo merayakan ulang tahunnya yang ke 111, Frodo juga berulang tahun ke 33 (telah mencapai kedewasaan).

4. Ham Gamgee atau si Gaffer, ayah Sam Gamgee, adalah pengurus kebun di Bag End selama 40 tahun sebelum digantikan Sam putra bungsunya. Baik ayah maupun anak bersahabat dekat dengan Bilbo dan Frodo.

5. Mr Drogo Baggins, ayah Frodo, menikah dengan Miss Primula Brandybuck. Miss Primula adalah sepupu pertama Bilbo dari pihak ibunya (ibunya adalah bungsu di antara putri-putri Old Took), dan Mr Drogo sepupu kedua. Waktu itu Mr Drogo sedang tinggal di Brandy Hall dengan ayah mertuanya Master Gorbadoc tua. Ini sering dilakukannya setelah menikah. Mr Drogo sangat suka makan dan Gordobac tua sangat murah hati dengan makanan. Diketahui Mr Drogo lalu pergi (setelah makan malam) naik perahu di Sungai Brandywine bersama istri dan Frodo yang masih anak-anak. Dan mereka tenggelam. Berat badan Mr Drogo yang membuat perahunya karam. Frodo menjadi anak yatim piatu, dan diasuh di Brandy Hall di antara kaum Bucklander yang dikenal aneh. Tempat itu penuh sesak karena Gorbadoc tua mengumpulkan tak kurang dari ratusan saudara di tempat itu. Dan Bilbo benar-benar telah melakukan perbuatan mulia, membawa Frodo kecil tinggal bersama masyarakat baik-baik.

6. Bilbo benci sekali kepada keluarga Sackville Baggins karena mereka mengincar Bag End semenjak dirinya pergi ke Gunung Sunyi. Mereka menyangka akan memperoleh Bag end, setelah Bilbo pergi dan diduga sudah mati. Ternyata Bilbo kembali dan menyuruh mereka pergi. Tidak hanya itu, Bilbo masih hidup terus, tidak pernah kelihatan bertambah tua, bahkan juga mengenalkan seorang pewaris dan sudah mengurus surat-suratnya.

7. Kaum Hobbit biasa memberikan hadiah kepada orang lain di hari ulang tahun mereka. Saat pesta ulang tahun Bilbo dirayakan seantero Shire, Bilbo memberikan hadiah-hadiah luar biasa bagus. Ada macam-macam mainan yang belum pernah dilihat, semuanya indah dan beberapa mempunyai daya sihir. Banyak di antaranya sudah dipesan setahun sebelumnya, dan datang dari Gunung dan Dale, buatan asli para kurcaci.

8. Adegan Pippin dan Merry yang mencuri kembang api berbentuk naga seperti di film sebenarnya tidak ada. Sebaliknya Gandalf lah yang meluncurkan kembang api itu sebagai penghormatan kepada Bilbo. Lampu-lampu padam, asap tebal naik, membentuk wujud gunung di kejauhan, dan memuntahkan nyala api hijau dan merah di puncaknya. Seekor naga merah keemasan lalu terbang keluar dari sana. Api keluar dari rahangnya, matanya seperti mau keluar, meraung dan mendesis tiga kali di kerumunan kepala para Hobbit. Munculnya naga disebut-sebut Bilbo sebagai tanda makan malam.

9. Ada tiga hal yang disampaikan Bilbo saat pidato. Pertama, seperti yang sudah kita ketahui di film, adalah ucapan terima kasih Bilbo kepada keluarga-keluarga dan masyarakat yang hadir, walaupun hanya kurang separuh dari mereka yang hadir yang disukai Bilbo. Kedua, ulang tahun Bilbo juga bertepatan dengan ulang tahun Frodo ke 33. Bilbo memberitahu semuanya bahwa Frodo telah dewasa dan sudah waktunya menerima warisannya. Tidak hanya itu, Bilbo bernostalgia tentang hari ulang tahunnya ke 51 saat naik tong di Esgaroth di Danau Panjang. Dan isi pidato yang ketiga sama seperti di film. Bilbo pergi dan menghilang dengan kilatan cahaya yang sangat menyilaukan.

10. Setelah kepergian Bilbo, desas-desus keliru bahwa seluruh isi rumah Bilbo akan dibagikan gratis menyebar sangat cepat dan dalam sekejap rumah Bilbo penuh sesak dengan orang-orang. Bag End kedatangan banyak tamu dari keluarga Baggins, Boffin, Bolger, Took dan tamu-tamu lainnya. Mereka datang untuk mengambil berbagai bingkisan, paket dan perabot rumah kecil yang sudah Bilbo berikan label dan pesan untuk mereka. Dan pasangan Sackville Baggins tidak terima dengan hadiah yang diberikan Bilbo. Hanya sebuah kotak berisi sendok-sendok perak yang diyakini Bilbo bahwa Lobelia Sackville Baggins telah mengambil banyak sendoknya saat Bilbo mengembara dulu. Tidak sampai disitu saja, pasangan Sackville Baggins masih tidak percaya kepada Frodo ahli waris Bilbo walaupun ujungnya menyerah setelah membaca surat wasiat yang sudah sangat jelas dan benar dari Bilbo dengan tujuh tanda tangan saksi memakai tinta merah. Bila Frodo tidak diadopsi, maka Otho Sackville Baggins lah yang akan menjadi ahli waris. Mereka juga menawar murah benda-benda berharga yang tidak ada labelnya dan masih berkeliaran di rumah. Sangking marahnya Frodo hampir menggunakan cincin agar menghilang. Frodo lalu dengan tegas menuntunnya keluar dari rumah dan mengambil kembali beberapa benda kecil tapi berharga yang entah bagaimana sudah jatuh ke dalam payung Lobelia. Sebelum pergi Lobelia juga melontarkan kata-kata pedas kepada Frodo agar segera pergi juga karena Frodo bukan Baggins melainkan seorang Brandybuck. Meryy yang menemani Frodo saat itu membesarkan hati Frodo kalau kata-kata itu sebenarnya pujian karena itu tidak benar. Tak lama kemudian setelah Frodo dan Merry sepakat menyudahi kegiatan dan mengunci rumah dari dalam, Gandalf datang.

11. Walaupun Bilbo telah pergi dari Shire, Frodo tetap merayakan ulang tahun pamannya yang ke 112 yang ia sebut “Pesta Bobot Seratus”. Bahkan Frodo tetap mempertahankan kebiasaan itu tahun demi tahun, meskipun masyarakat setempat meyakini kalau Bilbo sudah mati.

12. Mungkin karena pengaruh cincin, penampilan Frodo mirip dengan pamannya. Awet muda seperti umur 20 an padahal telah menginjak 50 an, umur dimana petualangan seorang Hobbit (seperti Bilbo) dimulai.

13. Siapa sangka kemunculan Gandalf ke batang hidung Frodo baru terjadi setelah tiga tahun berselang sejak pesta Bilbo ke 111 dulu. Kemudian kunjungan Gandalf mendadak berhenti sampai lebih dari sembilan tahun. Lama sekali ya.

14. Ada alasan mengapa Bilbo merasa dirinya tipis seperti roti yang diolesi mentega. Karena makhluk hidup yang menyimpan cincin itu tidak akan mati, tetapi dia juga tidak akan tumbuh atau memperoleh kehidupan lebih banyak, dia hanya berlanjut terus, sampai akhirnya setiap menit terasa meletihkan. Dan kalau sering menggunakan cincin itu agar tidak tampak, dia akan memudar, akhirnya akan selamanya tidak tampak dan akan berjalan dibawah bayang-bayang, dibawah mata kekuasaan gelap yang mengendalikan cincin itu.

15. Semenjak Smeagol merebut cincin dari temannya Deagol sebagai hadiah ulang tahunnya, cincin itu sering digunakannnya untuk tujuan yang licik dan jahat. Cincin itu memberinya kekuatan sesuai dengan wataknya. Tak heran ia sangat tidak disukai keluarganya bila sedang tampak. Mereka menendangnya dan Smeagol menggigit kaki mereka. Smeagol akhirnya diusir dari rumah oleh neneknya dan mulai menyebut Smeagol dengan Gollum karena suka berjalan sambil bergumam sendiri dan membuat bunyi seperti berkumur. Dari situlah Smeagol akhirnya berkelana menemukan rumah barunya di dalam Pegunungan Berkabut.

16. Meski Smeagol hidup dalam kegelapan di Pegunungan Berkabut, tapi cincin itu jarang dipakainya. Oleh sebab itulah, dia tidak pernah meredup. Dia masih kurus dan liat, namun cincin itu sudah menguasai pikiran dan menyiksanya.

17. Gandalf bertemu Gollum di hutan Mirkwood. Gandalf berhasil memeras informasi darinya karena tidak mau menceritakan yang sebenarnya. Tak lama dari itu Gandalf membiarkan Gollum lari. Namun Gollum kembali ditemukan oleh sahabat Gandalf, Aragorn. Lalu selentingan kabar Gollum dipenjara oleh Peri Hutan walaupun berhasil kabur juga.

18. Gandalf lah yang memberi nama Underhill untuk Frodo, juga menyarankan Frodo untuk tidak pergi sendirian. Dan ternyata Sam lah orangnya yang sedang menguping pembicaraan mereka berdua. Sam melompat kesenangan karena tahu dirinya akan melihat Peri dan sebagainya.

19. Karena Frodo akan pergi, Bag End dijualnya dengan harga murah sekali pada keluarga yang mengincar Bag End selama tujuh puluh tahun, Mistress Lobelia Sackville Baggins (sudah berusia 100 tahun) bersama anaknya Lotho (Otho sudah meninggal beberapa tahun sebelumnya pada usia 102).

20. Banyak orang berasumsi sendiri atas tindakan Frodo yang menjual Bag End. Ada yang mengatakan kalau Frodo mulai miskin, menjualnya untuk hidup sederhana dan kembali ke Buckland bersama keluarganya di Brandybuck. Ada juga yang meyakini Frodo ingin jauh dari keluarga Sackville Baggins, dan ada juga yang tidak percaya itu semua kecuali ada rencana terselubung. Namun yang pasti Frodo memang ingin dirinya disebut kembali ke Buckland. Dengan bantuan Merry, Frodo sebenarnya telah membeli rumah kecil di Crichollow, di dareah luar Buclebury.

21. Gandalf tinggal di Shire selama lebih dari dua bulan sebelum rencana Frodo pergi diatur.

22. Frodo mengadakan pesta perpisahan sekaligus perayaan ulang tahun Bilbo setelah mengepak barang-barang di Bag End. Pesta itu berupa makan malam bersama keempat sahabatnya, Fredegar Bolger, Folco Boffin, Pippin Took dan Merry Brandybuck.

23. Adegan seorang Hobbit yang didatangi Penunggang Kuda Hitam di film sepertinya adalah si Gaffer tua, ayahnya Sam. Karena disini Sam memberitahu Frodo kalau ayahnya baru saja didatangi penunggang kuda dan bertanya tentang Mr Baggins dari Bag End.

24. Frodo bersama Sam dan Pippin pergi bersama menuju Buckland dan Merry menunggu mereka di penyeberangan sungai menggunakan kapal Ferry. Pippin dan Merry rupanya bersahabat dengan Maggot tua si petani, karena Maggot tua adalah temannya Merry. Berbeda dari filmnya dimana mereka berdua dikejar-kejar karena mencuri kentang, wortel dan mendekati jamurnya.

25. Frodo, Sam dan Pippin bertemu peri di perjalanan dan mereka sedang bernyanyi. Peri-peri itu menyapa mereka. Salah satu dari mereka adalah Gildor Inglorion dari Rumah Finrod. Gildor memberi tahu Frodo kalau Penunggang Kuda Hitam yang sedang mengejarnya adalah pengabdi musuh.

26. Frodo, Sam dan Pippin mampir ke rumah Maggot tua si petani. Frodo masih trauma dengan Maggot tua karena saat Frodo masih remaja di Brandy Hall, Frodo tertangkap olehnya, karena mendekati jamur, dan Frodo diumpankan Maggot tua kepada anjing-anjingnya agar Frodo kapok. Pippin berhasil membujuk Frodo karena sebenarnya Maggot tua adalah orang yang baik kalau tidak menyentuh jamurnya.

27. Menurut pengakuan Maggot tua, dirinya juga dikunjungi Penunggang Hitam yang bertanya tentang Mr Baggins dari Shire.

28. Maggot tua menjamu Frodo, Sam dan Pippin dengan makanan dan bir melimpah. Dia juga mengantar mereka bertiga untuk sampai ke Ferry dimana Merry sudah menunggu. Bahkan Mrs Maggot memberi mereka bekal jamur.

29. Frodo, Sam, Pippin dan Merry tiba di Crickhollow, rumah baru Frodo, setelah naik kapal Ferry. Tidak ada pengejaran dari Penunggang Hitam. Setibanya di rumah, mereka disambut oleh sahabat mereka, Fatty Bolger. Mereka mandi, makan dan bernyanyi. Disinilah Merry dan Pippin memaksa Frodo untuk menceritakan siapa Penunggang Kuda Hitam. Frodo tidak bisa lagi mengelabui mereka, karena Merry dan Pippin sudah tahu kalau Frodo akan pergi menyusul Bilbo, dari perpindahan Frodo ke Buckland telah membuatnya sedih, pura-pura habis uang hingga menjual Bag End tersayang, Frodo tidak tahu bagaimana harus pamit karena selama ini Frodo telah mengucapkan selamat tinggal pada semua tempat yang sering ia kunjungi dan sampai pada pembicaraan serius dengan Gandalf. Akhirnya Merry dan Pippin bersikeras ikut dalam misi Frodo bersama Sam.

30. Merry sudah tahu soal cincin bahkan sebelum Bilbo pergi. Selama ini ia terus mengamati dan Bilbo memang tidak cukup hati-hati. Dalam ceritanya Merry pernah memergoki Bilbo yang berjalan di depannya tiba-tiba lenyap saat keluarga Sackville Baggins mendekat, dan muncul kembali setelah keluarga itu lewat, dan Merry melihat kilatan emas saat Bilbo memasukkan sesuatu di sakunya. Itu terjadi setahun sebelum Pesta Bilbo ke 111 tahun. Dalam pengakuannya juga, Sam lah sumber informasi bagi Merry. Sam yang tersudut karena malu mengingatkan Frodo tentang nasihat Gildor untuk mengajak mereka yang mau ikut.

31. Saat hari keberangkatan tiba, Merry membagunkan Frodo di pagi buta, setengah lima subuh. Sam menyiapkan sarapan, Merry menyiapkan kuda-kuda dan Pippin juga sudah bangun. Jam enam pagi mereka berangkat.

32. Di Old Forest mereka bertemu dengan Tom Bombadil. Profil baru yang tidak ditemukan di film. Tom Bombadil menolong mereka saat terjebak oleh si Tua Willow, Pohon Willow. Tom mengajak mereka ke rumahnya. Disana, Tom mengenalkan istrinya, Goldberry putri sungai. Mereka dijamu makan, dan diijinkan menginap. Yang tak terduga, Tom mencoba menggunakan cincin Frodo di jari kelingkingnya (setelah bercerita panjang lebar) namun tak menghilang.

33. Mereka melanjutkan perjalanan ke desa Bree (di bawah Bree hill) menuju penginapan Kuda Menari (pemiliknya Barliman Butterbur) atas saran Tom.

34. Merry tidak bergabung dengan Frodo, Sam, dan Pippin dengan rombongan tamu di penginapan setelah makan malam. Merry lebih memilih keluar sebentar untuk menghirup udara segar.

35. Frodo memperhatikan Strider yang sedang menatapnya. Dan Frodo diundang Strider untuk duduk bersamanya. Strider memberinya nasihat untuk menghentikan kawannya, Pippin, yang tengah asik menceritakan pesta perpisahan Bilbo dan hilangnya Bilbo. Frodo tiba-tiba naik ke meja dan semua perhatian teralih kepadanya. Frodo disuruh bernyanyi, minum lagi dan bernyanyi lagi bahkan menari-nari sampai lupa tujuan sebenarnya. Karena terlalu bersemangat, Frodo jatuh dan tiba-tiba menghilang, membuat semua orang yang ada disitu kaget. Frodo lalu merangkak keluar dari bawah meja, menuju sudut gelap dekat Strider, kemudian bersandar melepaskan cincinnya.

36. Tidak seperti di film, disini Frodo dan kawan-kawan butuh waktu cukup lama untuk percaya kepada Strider. Dalam pengakuannya, Strider memang sedang mencari Hobbit bernama Frodo Baggins dari Shire. Belakangan mereka baru tahu kalau Strider adalah sahabatnya Gandalf.

37. Pemilik penginapan, Mr Butterbur, diketahui telah dititipi surat dari Gandalf, tiga bulan yang lalu, yang memberitahunya untuk menerima Hobbit bernama Mr Frodo Baggins, Bag End, Hobbiton di Shire. Isi surat itu memberitahu Frodo untuk meninggalkan Shire sebelum akhir juli, harus meninggalkan pesan lewat Butterbur pemilik penginapan bila lewat desa Bree, akan bertemu dengan Strider alias Aragorn karena Strider tahu urusan dan akan membantu, dan segera pergi ke Rivendell dan Gandalf akan bertemu dengan Frodo lagi. Bila tidak, Elrond akan memberitahu Frodo.

38. Merry baru kembali ke penginapan. Ia mengaku telah melihat Penunggang Hitam. Sisanya sama seperti di film.

39. Kedatangan Penunggang Hitam telah melenyapkan kuda-kuda Merry, bahkan semua kuda-kuda tamu, kecuali satu, kuda Bill Ferny yang akan menjadi sahabat Sam.

40. Frodo, Sam, Merry, Pippin dan Strider berangkat menuju Rivendell dengan membawa apel satu saku penuh, hadiah perpisahan dari Bob dan Nob anak buahnya.

41. Neekerbreeker adalah sebutan Sam dari Frodo, Merry dan Pippin.

42. Tidak sama seperti di film, Strider sebenarnya duduk bersama Frodo, Sam, Merry dan Pippin saat adegan tertusuknya Frodo oleh Penunggang Hitam di Weathertop.

43. Strider tidak perlu lagi mencari daun athelas untuk menyembuhkan Frodo, karena sudah ada di tas pinggangnya. Daun-daun itu dilemparkannya ke dalam air mendidih dan dibasuhnya ke bahu Frodo.

44. Tidak ada Arwen yang datang untuk membawa Frodo langsung ke Rivendell, namun Glorfindel, yang tinggal di rumah Elrond. Dia pun tiba pada beberapa hari berikutnya. Sebelum Glorfindel datang, Frodo dinaikkan di atas kuda, Bil, sementara yang lainnya berjalan. Frodo lebih kuat daripada yang ditampilkan di film, karena mereka sudah hampir sepuluh hari keluar dari Weathertop dengan persediaan makanan hampir habis dan Frodo masih bisa bertahan.

45. Di perjalanan, mereka menemukan gua Troll yang pernah didatangi Bilbo dan teman-teman kurcacinya. Mereka juga menemukan batu rahasia tempat emas disembunyikan dari para Troll oleh Bilbo dan kawan-kawannya. Bila kamu membaca postingan sebelumnya, Bilbo dan Gandalf sudah menggali tanah itu lagi dalam perjalanan pulang dan membaginya agak banyak kepada Gandalf karena Bilbo tidak terlalu menginginkannya. Bagian Bilbo sudah habis, karena dibagi-bagikan kepada semua penduduk di Shire.

46. Saat Glorfindel datang untuk menolong Frodo, Frodo dinaikkan di atas kuda putihnya, sedangkan Glorfindel dan yang lainnya berlari beriringan. Mereka sampai terhuyung-huyung menyamai kecepatan peri. Mereka juga beristirahat, makan, tidur, dan melanjutkan perjalanan lagi.

47. Mereka dikejar-kejar para Penunggang Hitam. Frodo tetap di kuda putih Glorfindel, meninggalkan yang lainnya berlari secepat mungkin. Frodo menoleh kebelakang dan melihat Para Penunggang-penunggang Hitam itu telah melepaskan kerudung dan mantel hitamnya. Sekarang mereka berjubah putih dan kelabu sambil menghunuskan pedang di tangan mereka yang pucat, topi baja di kepala dan sambil berteriak. Saat sampai di sungai, Frodo meneriaki mereka agar kembali ke Negeri Mordor tetapi mereka mengancam untuk membawa Frodo ke Mordor dan mengambil cincin darinya. Siapa sangka Frodo membalas bahwa antara dirinya dan cincin tidak akan pernah mereka dapatkan. Tiba-tiba dengan sendirinya air bah, berbentuk kuda putih dengan penunggang putih bercahaya, dari sungai yang deras datang untuk menenggelamkan para Penunggang Hitam. Rupanya yang membuat banjir adalah atas perintah Elrond dan air yang berbentuk kuda putih dengan penunggang putih bercahaya adalah buatan Gandalf. Teman-teman Frodo menyeberang sungai setelah bajir reda dan menemukan Frodo telah berbaring telungkup di puncak tebing, dengan kuda putih yang menjaganya. Frodo digotong oleh anak buah Elrond ke Rivendell dan beberapa waktu kemudian Frodo sudah terbaring selama empat malam tiga hari dan bangun di kasur empuk di Rivendell.

48. Gue baru tahu kalau Gloin ternyata datang bersama anaknya Gimli di Rivendell. Bahkan dia mengobrol dengan Frodo dan memberitahunya banyak hal, seperti Grimbeorn the Old, putra Beorn, telah menjadi penguasa dari sejumlah manusia kekar, dan tidak ada Orc maupun serigala yang berani pergi ke negeri mereka, yang terletak di antara Pegunungan dan Mirkwood. Selain itu Bangsa Barding di kota Dale sudah diperintah oleh cucu Bard si Pemanah, Brand putra Bain putra Bard. Juga Dain, Raja di Bawah Gunung, telah berusia 250 tahun dan tujuh orang masih bersamanya, Dwalin, Gloin, Dori, Nori, Bifur, Bofur dan Bombur. Bombur sekarang gemuk sekali, sampai enam kurcaci harus mengangkatnya bila hendak pergi. Sedangkan Balin diketahui telah mati sebagai penguasa Tambang Moria, dan Ori dan Oin tidak diketahui keberadaannya sekarang. Menurut Gloin, Balin pergi ke Moria mengajak Ori dan Oin setelah mendengar bisikan-bisikan.

49. Kedatangan Gloin ke Rivendell adalah atas perintah Dain untuk memperingatkan Bilbo bahwa dia dicari musuh. Dain kedatangan utusan dari Mordor yang mengharapkan persahabatan dan berjanji akan mengembalikan tiga cincin yang dimiliki raja-raja Kurcaci seperti dulu bila Dain berhasil menemukan pencuri cincin Sauron. Bila menolak, keadaan akan menjadi kurang baik.

50. Dunadan (Manusia dari Barat) adalah nama lain dari Strider. Dia sering dipanggil demikian di Rivendell.

51. Tahukah kamu ternyata Bilbo ikut dalam Rapat Akbar Dewan. Bahkan ikut berbicara untuk membela Strider yang tengah diremehkan oleh Boromir.

52. Satu persatu mereka bergantian berbicara di rapat itu. Gloin, Elrond, Boromir, Strider, Bilbo, Frodo, Legolas, dan Gandalf. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Strider berhasil menangkap Gollum dan diserahkannya kepada kaum Peri Hutan. Namun Gollum berhasil lolos seperti yang diungkapkan Legolas. Diketahui Gollum menghilang setelah pasukan Orc menyerang kaum Peri disaat Gollum sedang dibiarkan bebas naik dahan pohon karena kaum peri tidak tega Gollum terus-terusan berada di dalam penjara. Belakangan Legolas dan kaumnya meyakini bahwa pasukan Orc itu datang untuk membebaskan Gollum.

53. Saat giliran Gandalf bercerita, dia memberi tahu semuanya bahwa dia bertemu Penyihir Coklat, Radagast, di Greenway, tidak jauh dari Bree. Radagast dikirim Saruman untuk mencari Gandalf. Disini Gandalf belum tahu maksud jahat dari Saruman.

54. Tahukah kamu, hewan yang menolong Gandalf dalam upaya meloloskan diri dari Saruman di puncak Orthanc adalah utusan dari Radagast. Saat pertemuan terakhir keduanya, Gandalf meminta Radagast untuk mencari pertolongan semua makhluk yang mau memberikannya, terutama pada semua hewan dan burung yang menjadi sahabat Radagast.

55. Menurut Gandalf, Saruman bukanlah hendak bersekutu kepada Sauron, tapi ingin menyaingi Sauron. Semenjak Gandalf ditahan di markas Saruman, Gandalf jadi tahu Saruman sedang mengumpulkan kekuatan besar untuk keperluannya sendiri, untuk bersaing dengan Sauron, bukan untuk menjadi anak buah Sauron, belum.

56. Nama Tom Bombadil sempat disebut-sebut untuk diserahkan cincin kepadanya, karena mereka yakin Tom mampu mengendalikan cincin itu. Namun itu semua ditolak oleh Gandalf, karena jalan satu-satunya adalah membawa cincin itu ke Mordor, ke Api.

57. Menurut Gloin, Balin ke Moria untuk menemukan cincin Thror. Cincin Thror diyakini tidak jahat, sebaliknya berguna untuk kebutuhan. Namun itu semua dipatahkan oleh Gandalf, karena Balin tidak akan menemukan cincin itu. Cincin itu sudah diberikan kepada putranya Thrain, tapi Thrain tidak memberikannya pada Thorin. Cincin itu diambil dari Thrain melalui penyiksaan hebat di ruang bawah tanah di Dol Gundur. Seperti yang bisa kita lihat di film The Hobbit versi extended version.

58. Sebelum ada keputusan tentang siapa yang diutus untuk menemani Frodo, beberapa pengintai dikirimkan untuk memeriksa seluruh negeri-negeri sekitar untuk jarak jauh sekali. Elrond mengirimkan kaum Peri, dan mereka akan menghubungi Penjaga Hutan, dan bangsa Thranduil di Mirkwood. Aragorn juga pergi bersama putra-putra Elrond.

59. Tidak seperti di film dimana mereka yang menemani Frodo langsung menunjuk dirinya, tidak. Kenyataannya adalah utusan-utusan itu telah dipilihkan langsung oleh Elrond. Kecuali Sam, Merry dan Pippin.

60. Sebelum sampai di Moria, mereka dikepung oleh sepasukan besar warg ketika mereka sedang beristirahat untuk tidur di malam hari.

61. Sam sangat sedih bahkan menangis ketika kuda kesayangannya, Bill, disuruh pulang ke Rivendell. Sam takut Bill akan diserang oleh serigala yang berkeliaran yang pernah menyerbu mereka.

62. Sebenarnya bukan Frodo yang mematahkan teka teki di ambang pintu Moria, tapi Gandalf sendirilah. Memang butuh waktu lama, tapi Gandalf berhasil juga.

63. Setelah masuk di Tambang Moria, rupanya mereka beristirahat dulu dan Gandalf memberikan mereka masing-masing minun Miruvor (untuk memulihkan tenaga mereka) dari Rivendell.

64. Ternyata petaka yang dibuat Pippin di sumur tidak langsung terjadi. Mereka malah beristirahat dulu sebelum badai Orc datang. Mereka juga melewatkan malam untuk beristirahat di aula besar.

65. Ada Sam saat Frodo bersama Lady Galadriel untuk melihat peristiwa yang sudah terjadi, sedang terjadi, dan yang akan terjadi di Cermin Galadriel. Bahkan Sam diizinkan juga melihat cermin itu oleh Lady Galadriel.

66. Sebelum rombongan dilepas pergi oleh Lady Galadriel dan Lord Celeborn, mereka diundang naik ke kapal mereka untuk minum anggur perpisahan.

67. Sama seperti di film, rombongan diberi hadiah dari Lord Celeborn dan Lady Galadriel. Aragorn mendapat sarung pedang (berhiaskan gambar bunga-bunga dan daun-daun yang terbuat dari perak dan emas, diatasnya, dalam lambang Peri yang dibentuk oleh batu-batu permata, tertulis nama Anduril dan garis keturunan pedang itu) yang dibuat sesuai ukuran pedangnya. Pedang yang dihunus dari sarung tersebut tidak akan ternoda atau patah, bahkan bila kalah. Selain itu Lady Galadriel juga memberikan batu Peri dari rumah Elendil yang telah diinginkan Aragorn selama ini. Batu itu dulu pernah diberikan kepada putri Lady Galadriel, Celebrian.

68. Boromir mendapatkan ikat pinggang emas. Merry dan Pippin mendapatkan ikat pinggang kecil dari perak. Legolas diberi busur yang lebih panjang dan kokoh dengan setabung anak panah. Sedangkan Sam diberi sebuah kotak kecil berlambang G untuk Galadriel yang berarti juga kebun dalam bahasa Sam. Di dalam kotak itu ada tanah dari kebun buah-buahan Galadriel, untuk Sam tanam kelak bila kembali pulang. Kebun itu akan menjadi kebun paling indah di Dunia Tengah. Tali tambang sutra kelabu yang didapatkan Sam seperti di film sebenarnya hadiah juga. Para peri memasukkan tambang-tambang ke dalam perahu ketika mereka berangkat. Dan Sam memasukkan satu gulungan ke dalam ranselnya (belakangan gue baru tahu di novel keduanya, The Lord of the Rings: The Two Towers).

69. Hadiah yang didapat Gimli sama seperti di film. Tiga helai rambut emas Galadriel akan diawetkan Gimli, bila kembali pulang, dalam kristal yang tidak bisa hancur, untuk menjadi pusaka rumahnya, dan sebagai ikrar iktikad baik antara Gunung dan Hutan, sampai akhir zaman. Dan Frodo mendapat hadiah tabung kecil dari kristal, sama seperti di film.

70. Rombongan diserang busuran panah Orc sebelum perahu mereka merapat.

71. Hari kesepuluh perjalanan mereka selama di sungai berakhir. Belantara ada di belakang, dan tahap terakhir Pencarian ada di depan antara jalan timur dan jalan barat.

72. Setelah merapat untuk berkemah dan beristirahat, di pagi harinya Aragorn langsung memecah rombongan. Ke barat bersama Boromir dan menyongsong perang di Gondor, atau pergi ke timur, menuju Ketakutan dan Bayangan, atau masing-masing akan memutuskan persekutuan dan pergi sesuai pilihan. Hal itulah yang membuat Frodo mengasingkan diri dari rombongan untuk berpikir dan memantapkan hati, dan Boromir langsung mengekori. Ditambah Aragorn yang langsung blak-blak an kepada Frodo bahwa Frodo adalah Pembawa Cincin, dan karenanya Frodo sendirilah yang bisa memilih jalannya. Mulanya gagasan ini tidak disetujui rombongan, namun pada akhirnya semua mengerti.

73. Rombongan cemas melihat Frodo yang belum kembali setelah satu jam lewat, ditambah Boromir yang tadi ikut menghilang bersama Frodo telah muncul kembali. Boromir belum mengakui kesalahannya kepada rombongan. Tapi semua sudah curiga kepadanya karena dalam pengakuannya Frodo telah menggunakan cincinnya. Semuanya berpencar mencari Frodo, dan Sam lah orang pertama yang menemukan Frodo. Sam tahu Frodo pasti kembali ke perahu. Sisanya sama seperti di film, hanya saja Sam menyuruh Frodo untuk menunggu sebentar setelah Sam mengambil barang-barang yang diperlukan di perkemahan.

74. Serangan Orc, kematian Boromir, dan Merry dan Pippin yang diculik belum terjadi disini. Yah, kamu benar, ada di novel selanjutya, The Lord of the Rings: The Two Towers.

Kutipan:

1. Seandainya hal ini tak perlu terjadi di masa hidupku, kata Frodo. Aku pun berharap begitu, kata Gandalf. Begitu pula semua orang yang hidup dan mengalami masa-masa seperti itu. Tapi bukan hak mereka untuk menentukan. Yang perlu kita putuskan adalah apa yang akan kita lakukan dengan waktu yang diberikan kepada kita – Gandalf

2. Seandainya aku tak pernah melihat cincin ini! Mengapa dia datang padaku? Mengapa aku yang dipilih?. Pertanyaan itu tidak bisa dijawab, kata Gandalf. Kau harus yakin itu bukan karena suatu kelebihan yang tidak dipunyai orang lain, bukan karena kekuatan atau kebijakan, setidaknya. Tapi karena kau sudah dipilih, dan karenanya kau harus menggunakan kekuatan dan kecerdasan yang kau miliki – Gandalf

3. Keberanian bisa ditemukan di tempat-tempat tak terduga – Gildor

4. Putus asa hanya bagi mereka yang melihat akhirnya dengan yakin – Gandalf

5. Kau seperti Hobbit biasa, kata Bilbo. Tapi di dalam dirimu (Frodo) ada sesuatu yang lebih besar daripada yang tampak di permukaan. Selamat dan sukses untukmu – Bilbo

6. Pekerjaan yang belum dimulai adalah yang butuh waktu paling lama untuk diselesaikan, begitulah kata ayahku yang sudah tua – Sam

7. Bahwa apa yang harus terjadi, terjadilah – Lady Galadriel

Sampai jumpa di buku The Lord of the Rings: The Two Towers πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹.

Yang Tak Kau Temukan The Hobbit di Film

Film yang diangkat berdasarkan novel memang dua karya yang tidak sama. Untuk gue yang menjadi tim menonton dulu (lagi) baru membaca, kali ini gue mengakui lebih suka versi film daripada novelnya untuk The Hobbit.

Di film (khususnya extended version) lebih keren improvisasinya dan dengan rasa hormat gue tidak mengurangi sedikit pun ide brilian J. R. R. Tolkien yang tertuang di novel πŸ™πŸ™πŸ™.

Menurut gue, The Hobbit (prekuel The Lord of the Rings) adalah salah satu Trilogi terbaik setelah The Lord of the Rings. Ini semua berkat teman gue Eka yang merekomendasikan film #LOTR. Darinya, gue menjadi fans berat Middle Earth. Thank you Eka πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„.

Siapa sangka ketiga film The Hobbit: An Unexpected Journey, The Desolation of Smaug, dan The Battle of the Five Armies sebenarnya ada dalam satu novel The Hobbit, tidak seperti novel Trilogi The Lord of the Rings. Wow πŸ‘πŸ‘πŸ‘.

Karena gue sudah selesai membuat rangkuman berdasarkan novelnya, berikut adalah daftar cerita yang terlewatkan di film. Selamat membaca 😁😁😁.

1. Bilbo Baggins lahir dari seorang wanita bernama Belladonna Took yang sangat terkenal. Dia seorang di antara tiga putri Old Took yang termasyhur. Old Took, kakek Bilbo, seorang terkemuka, pemimpin hobbit yang tinggal di seberang Air, yaitu sungai kecil yang mengalir di kaki Bukit. Keluarga Took adalah keluarga kaya. Walaupun demikian, penghargaan masyarakat pada keluarga Took tidak setinggi penghargaan mereka pada keluarga Baggins, itulah kenapa kita melihat di filmnya Baggins sangat dihormati (lihat pesta perayaan ulang tahun Bilbo ke 111 di The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring).

2. Belladonna Took menikah dengan Bungo Baggins. Bungo, ayah Bilbo, membangun liang hobbit yang paling mewah untuk istrinya (meskipun sebagian membangunnya dengan uang istrinya juga), dibandingkan liang-liang lain yang ada di bawah Bukit, dan di seberang air, dan mereka tetap tinggal di situ sampai keduanya meninggal dan hanya meninggalkan Bilbo sendirian. Namun demikian, Bilbo punya sedikit keanehan yang diwarisi dari pihak keluarga Took, meski rupa dan tingkah lakunya sangat mirip dengan ayahnya yang senang hidup tenteram dalam liangnya.

3. Cerita hobbit yang suka berpetualang seperti yang dijelaskan Gandalf di film saat Bilbo ragu bergabung dengan persekutuan Thorin, ternyata dari pihak keluarga ibu Bilbo lah (dia adalah paman buyut Old Took yang bernama Bullroarer). Dan tahukah kamu, Bilbo yang berani keluar dari zona nyamannnya saat itu sudah berusia lima puluhan, karena kesempatan itu tidak pernah datang dan Bilbo sudah benar-benar mapan dan tidak tergoyahkan oleh apa pun.

4. Kalau di film Bilbo tidak menawarkan apapun untuk mengusir Gandalf, yang mengajaknya terlibat dalam petualangan, selain mencari hobbit lain, disini Bilbo basa-basi mengundang Gandalf minum teh besok pagi. Setelah selesai dengan kalimatnya, Bilbo berbalik dan masuk ke dalam liangnya. Tidak seperti di filmnya, Bilbo tidak mendengar Gandalf yang membuat tanda aneh pada pintunya, karena saat itu Bilbo makan satu dua potong kue dan minum untuk mengurangi rasa takutnya. Hari berikutnya, saat Bilbo bersiap-siap menyambut Gandalf untuk acara minum teh, lonceng pintu berbunyi dan yang datang bukanlah tamu yang diundang.

5. Thorin tidak datang belakangan ke liang Bilbo seperti di film, dia ada bahkan jatuh bersama para kurcaci yang jatuh saat Bilbo membuka pintu liangnya. Tidak seperti Bifur, Bofur dan Bombur yang langsung berdiri berderet-deret sambil mengucapkan “siap melayani anda”, Thorin tampak tak senang jatuh terlungkup di atas keset, di pintu kediaman Bilbo. Lebih-lebih dengan Bifur, Bofur dan Bombur, yang sangat gemuk, jatuh bertumpuk-tumpuk di atasnya. Mungkin kalau adegan ini masuk di film, Thorin jadi kehilangan sedikit kharismanya ya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….

6. Adegan ketika para kurcaci bernyanyi tentang gunung sebenarnya sebelum Bilbo diberitahu tugasnya. Sambil mendengar mereka bernyanyi, Bilbo membayangkan dirinya pergi melihat gunung-gunung yang besar, mendengar deru pohon cemara, suara air terjun, bintang bertaburan di langit, di atas pucuk pepohonan, permata kaum kurcaci yang berkedip-kedip di dalam gua dan lain sebagainya. Secara tak sadar, sifat yang diwarisi dari keluarga Took mulai memikat hatinya. Namun seketika buyar kembali saat ia memikirkan naga perampok yang sedang menyerang Bukitnya yang tenteram dan membakarnya. Bilbo menggigil dan dalam sekejap kembali menjadi Mr. Bilbo Baggins dari Bag End yang menyukai ketenteraman.

7. Tidak seperti di film, disini Thorin memuji Bilbo saat memulai pidatonya seperti “Gandalf, para Kurcaci sekalian, dan Mr. Baggins! Kita berkumpul bersama di rumah sahabat dan sekutu rahasia kita, hobbit yang gagah berani, baik hati, dan terkemuka ini. Semoga rambut di kakinya tak pernah rontok! Segala pujian untuk anggur dan bir nya”. Sebaliknya Bilbo yang malang tak bisa mengucapkan apa pun karena kini ia tahu maksud dan tujuan mereka kepadanya.

8. Tanda di pintu Bilbo sudah dikenal di kalangan petualang. Arti tanda itu adalah “pencuri mencari pekerjaan bagus, penuh petualangan dan imbalan layak”.

9. Bilbo mulanya menanyakan beberapa hal yang membuat Thorin kesal. Bilbo ingin tahu tentang emas dan naga, bagaimana sampai emas berada di sana, dan siapa pemiliknya. Padahal Bilbo sudah mendengar nyanyian mereka 😁😁😁. Barulah Thorin bercerita persis seperti prolog di film.

10. Thorin tidak ada ketika Smaug menyerbu gunung mereka. Thorin sedang di luar, mengembara. Saat Thorin kembali, dia bertanya-tanya bagaimana ayah dan kakeknya menyelamatkan diri. Rupanya lewat pintu samping yang hanya diketahui oleh mereka sendiri.

11. Ayah Thorin, seperti yang muncul di extended version, memang benar menjadi tawanan di penjara bawah tanah si Tukang Sihir. Bagaimana dia sampai kesana, Gandalf tidak tahu.

12. Bilbo menawarkan para kurcaci tidur karena harus berangkat pagi-pagi sekali dan akan membuatkan sarapan lezat sebelum mereka berangkat. Bilbo menyiapkan kamar-kamar bagi mereka. Yang tidak mendapat tempat tidur berbaring di kursi-kursi yang dijajarkan, atau di sofa. Setelah semua mendapat tempat, barulah Bilbo pergi tidur sambil mendengarkan gumaman nyanyian Thorin tentang gunung lagi di kamar terbaik sebelah kamarnya.

13. Keesokan paginya, Bilbo bangun terlambat pukul setengah sebelas pagi. Dia tidak menemukan seorang pun, hanya bekas-bekas ceceran sarapan yang dilakukan oleh orang banyak dengan tergesa-gesa. Ada rasa gembira sedikit di hati Bilbo walau ia harus mencuci piring dan cangkir empat belas orang. Saat Bilbo sarapan sekali lagi, masuklah Gandalf. Gandalf memberi tahu Bilbo tentang sepucuk surat yang ada di bawah jam dekat rak perapian, karena Bilbo belum mengelap rak perapian. Isi surat itu berupa ucapan terima kasih dari Thorin dan kawan-kawan atas keramahtamahan yang diberikan Bilbo kepada mereka, juga imbalan dari pekerjaan Bilbo sebagai pencuri yang akan dibayarkan setelah pekerjaan selesai sebanyak seperempat belas keuntungan total (kalau ada), termasuk biaya perjalanan, dan biaya pemakaman. Thorin dkk sengaja tidak membangunkan Bilbo karena tidak ingin mengganggu istirahatnya, jadi mereka berangkat lebih dulu untuk membuat persiapan yang diperlukan. Thorin dkk menunggu kedatangan Bilbo di Penginapan Naga Hijau, Bywater, pukul 11.00 tepat. Karena tinggal sepuluh menit lagi, Gandalf menyuruh Bilbo lari. Bilbo pergi tanpa topi, tongkat, saputangan, uang atau segala sesuatu yang biasa dibawanya kalau pergi ke luar. Ia pun tidak menyelesaikan sarapannya yang kedua, piringnya ditinggalkan tanpa dicuci dan menyerahkan kunci-kunci pada Gandalf. Bilbo tiba tepat waktu di Bywater pukul sebelas. Tidak ada taruhan seperti di film ya 😁😁😁. Saat mereka mulai berangkat, tidak lama dari itu muncul Gandalf dengan membawa banyak saputangan, juga pipa Bilbo beserta tembakaunya. Belakangan, Gandalf lenyap saat mereka masih kehujanan.

14. Kalau di film mereka tahu keberadaan Troll karena kuda-kuda mereka hilang, disini mereka penasaran melihat api unggun dan Bilbo disuruh mengecek. Disana Bilbo menemukan banyak domba yang ditahan dan sedang dimasak. Kalau di film Bilbo berusaha mengambil pedang Troll untuk melepaskan kuda-kuda dan ketahuan seperti makhluk yang baru keluar dari hidung salah satu Troll, disini Bilbo hanya ketahuan sedang memegang kantong Troll. Tidak ada adegan Bilbo mengelabui Troll kalau perut kurcaci dipenuhi cacing-cacing busuk. Bilbo justru tersangkut di pohon saat mereka semua bertarung.

15. Gandalf membuat suara-suara yang menyebabkan ketiga Troll bertengkar, hingga fajar menyingsing dan cahayanya mengakhiri hidup mereka.

16. Gua Troll yang mereka temukan di film sebenarnya memiliki pintu dan sebuah kunci besar. Bilbo menemukan kuncinya saat para Troll berkelahi.

17. Tidak ada cerita lengkap Azog, musuh bebuyutan Thorin yang telah memenggal kepala kakeknya. Dan tidak ada pengejaran oleh musuh yang selalu memburu Thorin dkk.

18. Gandalf baru muncul menyelamatkan mereka dari Troll setelah pergi meninjau ke depan, menyelidiki jalan yang akan mereka lalui, dan kembali tepat pada waktunya karena Gandalf telah bertemu dua anak buah Elrond (di Rivendell) yang bergegas-gegas karena takut pada Troll. Merekalah yang menceritakan pada Gandalf bahwa ada tiga Troll turun dari pegunungan, dan tinggal dalam hutan tidak jauh dari jalan setapak.

19. Mereka sampai ke Rumah Ramah Terakhir di Rivendell. Mereka tinggal disana sekurang-kurangnya empat belas hari lamanya.

20. Gandalf turut serta bersama Thorin dkk ke Pegunungan Berkabut dimana raksasa-raksasa batu saling bertengkar. Mereka menyuruh Fili dan Kili mencari perlindungan yang lebih baik. Mata mereka tajam, dan juga paling muda, sekitar lima puluh tahun lebih muda. Jadi, biasanya merekalah yang mendapat tugas semacam itu. Fili dan Kili berhasil menemukan gua yang kering. Mereka semua dan kuda-kuda masuk ke dalam gua.

21. Mereka dilarang Gandalf menyalakan api untuk mengeringkan pakaian di gua, sebagai gantinya mereka membentangkan pakaian-pakaian basah di lantai gua, dan memakai pakaian kering yang disimpan dalam tas. Kemudian mereka duduk beralaskan selimut, mengisap pipa dan menghembuskan lingkaran asap. Gandalf mengubahnya menjadi lingkaran warna-warni yang beraneka ragam serta membuatnya menari-nari di langit-langit gua, untuk menyenangkan mereka.

22. Bilbo jatuh ke dalam terowongan yang akan mempertemukannya dengan Gollum dan cincin keramat setelah dia terlempar dari punggung Dori dalam usaha melarikan diri dari pasukan Goblin yang marah.

23. Bilbo jatuh ke terowongan tanpa diikuti Goblin seperti di film. Ia dengan mudahnya bertemu dengan cincin yang akan mengubah hidupnya seratus delapan puluh derajat. Bilbo menyimpannya dan berjalan terus sampai ia lelah. Ia seperti sudah berjalan berhari-hari. Tiba-tiba tanpa terduga-duga ia tercebur ke dalam air yang sangat dingin seperti es. Rupanya itu danau. Tak jauh dari itu, Gollum rupanya sudah melihat Bilbo, maka dia mendekati Bilbo diam-diam dari karang tempat tinggalnya.

24. Tidak seperti di film, ada banyak teka-teki yang dilontarkan Bilbo dan Gollum. Kalau dihitung-hitung ada sembilan teka-teki plus teka teki apa yang ada di dalam kantong Bilbo.

25. Karena mau menepati janji, Gollum kembali ke pulaunya untuk mengambil bendanya dulu alias cincinya. Disitulah Gollum baru sadar, cincin berharganya sudah hilang. Menyadari Gollum yang marah dan menuduh Bilbo lah pencurinya, Bilbo melarikan diri. Tanpa sadar tangannya masuk ke kantong tempat cincin itu berada dan Bilbo menjadi tak kasat mata. Bilbo baru tahu dia bisa menghilang (karena cincin ajaib) saat dia jatuh dan Gollum melewatinya begitu saja.

26. Seperti di film, Bilbo merasa kasihan kepada Gollum. Sekarang ia tidak kelihatan, Gollum tidak berpedang, dan itu bukan pertarungan yang adil. Belum lagi, Gollum sedang dirudung malang, sebatang kara, menderita kesedihan karena tidak mengenal hari, cahaya dan pengharapan. Yang diketahui Gollum hanya batu keras, ikan dingin, merayap-rayap dan berbisik-bisik sendiri.

27. Bilbo tidak melihat Gandalf menuntun para kurcaci untuk melewati pintu keluar seperti di film. Bilbo berhasil kabur dari terowongan tempat Gollum berada dan mengikuti Goblin yang akan segera menutup pintu keluar. Disitulah kancing baju Bilbo terlepas dari jepitan pintu dengan jas dan rompi robek. Para Goblin berang dan heran memunguti kancing-kancing baju yang berserakan di pintu, tapi mereka tidak mengejarnya keluar. Ada alasan kenapa para Goblin tidak mengejar para kurcaci setelah keluar dari terowongan gunung, mereka tidak menyukai sinar matahari. Sinar matahari membuat mereka pusing, dan kaki mereka lemah.

28. Gandalf dan para kurcaci bertengkar tentang Bilbo yang tidak ada. Gandalf mengajak mereka kembali ke terowongan untuk mencarinya dan para kurcaci enggan menuruti Gandalf. Lalu tiba-tiba Bilbo menunjukkan dirinya.

29. Seperti yang sudah gue katakan sebelumnya, mereka tidak diburu Azog seperti di film. Disini mereka diserbu serigala. Serigala di Tapal Batas Belantara dikenal dengan nama Warg. Tidak lama kemudian para goblin juga datang. Para Warg dan Goblin ini bertemu karena sebenarnya mereka bekerja sama untuk menyerang beberapa desa dekat pegunungan. Dan para kurcaci berada di tempat dan waktu yang salah ditambah kawanan Warg yang mengira mereka sedang memata-matai dan kemudian akan menyampaikan berita penyerangan ke lembah kediaman manusia, juga para Goblin yang sedang marah karena kematian Goblin Besar. Tepat pada saat itu, Raja Elang dari Pegunungan Berkabut sedang duduk di puncak menara karang, di atas tebing timur pengunungan. Mendengar ribut-ribut, ia lalu terbang ke udara dan memanggil banyak sekali anak buahnya dari pegunungan untuk tahu apa yang sedang terjadi.

30. Bilbo melihat para Goblin sedang menari dan bernyanyi melihat kawanan Thorin sedang diujung tanduk. Tapi tak lama dari itu rombongan elang datang menolong mereka saat Gandalf tengah melompat dari puncak pohon untuk mengacungkan tombaknya kepada para Goblin dan Raja Elang menyambarnya.

31. Kawanan elang mangantarkan rombongan Gandalf di dataran rendah selatan. Tidak hanya itu, mereka juga menyelamatkan rombongan Gandalf dari kelaparan. Mereka telah membawa ranting kering banyak sekali untuk kayu bakar, membawa kelinci, marmot dan anak domba untuk dimasak pada kurcaci. Gandalf tak henti-hentinya berterima kasih kepada Raja Elang dan kawanannya. Setelah menginap semalam, mereka diterbangkan kembali oleh kawanan elang ke tempat yang mereka tuju, di atas batu besar yang bernama Carrock, yang akan mempertemukan mereka dengan Beorn, pemberi nama batu besar itu dan pembuat jalan setapak.

32. Jauh di kemudian hari, Raja Elang akan menjadi Raja Segala Burung dan mengenakan mahkota emas. Kelima belas kepala sukunya memakai perhiasan kalung emas. Semua ini adalah hadiah dari kaum Kurcaci.

Selamat datang di film kedua😁😁😁

33. Mereka berpisah dengan Gandalf yang sekali lagi pergi karena suatu urusan dan menyuruh mereka mencari orang yang memberi nama batu besar itu dengan Carrock. Mereka mandi di sungai dan menyeberanginya. Salah satu dari mereka menggendong Bilbo karena bagi Bilbo sungai itu dalam. Setelah mengarungi sungai, mereka melintasi padang rumput, dan berjalan di bawah pohon-pohon elm dan pohon ek yang tinggi dan rindang.

34. Gandalf rupanya sudah kembali. Dia menemani para Kurcaci bertemu Beorn. Sisanya sama seperti di film extended version.

35. Para Kurcaci bernyanyi ketika Beorn tidak ada di tempatnya lagi.

36. Beorn kini menjadi sahabat mereka karena apa yang diceritakan Gandalf kepadanya memang benar. Beorn memeriksa sendiri ke dalam hutan dan memeras informasi dari Goblin yang ditangkapnya. Para kawan Warg dan Goblin masih memburu para Kurcaci. Para Goblin sangat marah karena kematian Goblin Besar dan hidung pemimpin serigala hangus oleh api Gandalf dan banyak membuat serigala mati.

37. Tidak hanya menyediakan masing-masing kuda poni dan Gandalf seekor kuda untuk mereka naiki sampai ke hutan Mirkwood, memberi bekal makanan untuk beberapa minggu, Beorn juga memberi saran kepada mereka untuk tidak meninggalkan jalan setapak, jangan memanah apa pun dan jangan menyentuh air di sungai yang akan mereka temui. Bila mereka langgar, mereka akan mengantuk dan melupakan segala-galanya.

38. Gandalf meninggalkan mereka sekali lagi karena ada urusan mendesak di selatan.

39. Di hutan, mereka keluar dari jalan setapak karena tergoda dengan api unggun yang dibuat para Peri Hutan. Bombur bermimpi makan dan tidak mau bangun dari tidurnya, akibatnya mereka harus menggotong Bombur yang berat berminggu-minggu dalam keadaan kurang makan.

40. Mereka terperangkap di hutan kira-kira empat hari setelah melalui sungai.

41. Thorin menyuruh Bilbo untuk naik ke atas pohon tertinggi agar bisa menyembulkan kepala ke atas puncak pohon, untuk melihat berkeliling.

42. Labah-labah ternyata juga bernyanyi merayakan pesta makan yang mereka tangkap.

43. Bilbo membuka rahasia cincinya kepada teman-temannya setelah berhasil lolos dari kepungan labah-labah. Mereka begitu asyik mendengarkan cerita Bilbo tentang penemuan cincin ajaib, Gollum dan teka-tekinya. Anggapan mereka terhadap Mr. Baggins kini sudah banyak berubah. Mereka mulai menaruh penghargaan besar kepadanya, dan apa yang dikatakan Gandalf memang benar. Mereka sadar bahwa tanpa pertolongan Bilbo, mereka semua pasti sudah mati. Berkali-kali mereka mengucapkan terima kasih kepadanya. Beberapa orang berdiri dan membungkukkan badan di muka Bilbo, bahkan jatuh tersungkur ke tanah karena badan mereka lemah. Sekarang mereka tahu latar belakang sebenarnya mengapa Bilbo bisa menghilang, tapi hal itu tidak menurunkan penghargaan mereka terhadap dirinya. Mereka tahu bahwa Bilbo memiliki otak yang cerdas, ditambah dengan kemujuran dan sebuah cincin ajaib. Ketiga hal itu sangat berguna.

44. Semuanya terlelap mendengar cerita Bilbo. Dan Dwalin lah yang pertama kali membuka mata dan melihat sekeliling. Dwalin mendapati Thorin tidak ada. Rupanya Thorin telah ditangkap dan menjadi tawanan Peri-peri Hutan.

45. Peri-peri Hutan bukanlah makhluk yang jahat, mereka hanya tidak percaya kepada orang asing. Sifat mereka berbeda dengan Peri Tinggi dari Barat, mereka lebih berbahaya dan kurang bijaksana. Peri Hutan merupakan keturunan peri purba yang tidak pernah pergi ke dunia Peri di Barat, sedangkan Peri Cahaya, Peri Air dan Peri Laut sudah pergi dan tinggal lama di Barat selama berabad-abad, disana mereka menjadi lebih indah dan lebih terpelajar. Peri Hutan selalu tinggal di tempat yang terlindung dari cahaya matahari dan bulan, dan mereka lebih menyukai cahaya bintang. Sejak kedatangan manusia, Peri mencari kediaman yang lebih jauh masuk ke hutan. Tapi sebenarnya Peri makhluk yang baik.

46. Disini tidak ada profil Legolas dan Tauriel. Jadi sesungguhnya tidak ada cerita cinta antara Fili dan Tauriel.

47. Bangsa Peri menganggap Kurcaci adalah musuh mereka. Ini sudah dijelaskan di extended version. So, gue tidak perlu mengulangnya lagi ya 😁😁😁.

48. Thorin dijebloskan ke penjara bawah tanah Raja Peri Hutan (yang gue kenal dengan nama Thranduil di film) karena menolak bercerita tentang tujuan mereka masuk ke hutan. Walaupun dikurung, Thorin masih diberi makanan dan minuman. Bagaimanapun, Peri Hutan bukan Goblin. Mereka bersikap baik meskipun pada musuh yang paling dibenci. Satu-satunya makhluk yang tidak diberi ampun oleh Peri Hutan hanyalah labah-labah raksasa.

49. Para Kurcaci menyusul Thorin, kecuali Bilbo, karena markas mereka dikepung oleh Peri Hutan. Mereka dimasukkan ke dalam sel-sel tahanan yang terpisah. Dan mereka tidak tahu kalau Thorin juga disekap dalam gua.

50. Dalam persembunyiannya menggunakan cincin selama dua minggu, Bilbo akhirnya mengetahui tempat-tempat yang menyekap para Kurcaci. Ia mengetahuinya dengan cara mengikuti serta mengamati setiap pengawal yang bertugas mengantarkan makanan kepada ke dua belas sel tawanan. Dan suatu hari diketahuinya pula bahwa masih ada satu Kurcaci lagi yang disekap dalam sel tahanan yang paling gelap.

51. Bilbo berhasil mengajak bicara Thorin di luar sel nya. Dan niatan Thorin yang akan memberitahu tujuan mereka kepada Raja Peri agar dibebaskan urung dilakukan. Selain Thorin tidak mau dilepaskan oleh Raja Peri dengan janji akan memberi bagian harta, Thorin juga sudah percaya kepada rencana Bilbo setelah dia menyelamatkan mereka dari tangkapan labah-labah.

52. Seperti di film, Bilbo sukses mengeluarkan teman-temannya. Namun Bilbo menutup kembali penjara yang menawan kurcaci-kurcaci dengan menggembok kembali agar para penjaga tidak disalahkan. Bilbo pikir sebaiknya mereka dikenal kabur dengan sihir.

53. Waktu masuk ke dalam tong, Bilbo mengisi tong-tong ini dengan rumput kering dan jerami agar kepala para kurcaci tidak terbentur jika tong digulingkan. Thorin cerewet sekali, ia ribut dan menggeliat-geliatkan badannya dalam tong. Balin, yang dimasukkan paling akhir, juga mengomel akan mati kehabisan napas padahal tong nya belum ditutup. Bilbo lalu menutup semua tong teman-temannya kecuali dirinya yang tidak dia pikirkan.

54. Para Peri masih belum sadar kalau tong-tong yang dihanyutkannya berisi para Kurcaci, bahkan mereka melakukannya sambil bernyanyi. Saat tong kosong terakhir sedang menggelinding, barulah Bilbo masuk tanpa penutup.

55. Tidak ada adegan pengejaran setelah Bilbo dkk berhasil kabur dari kerajaan Peri. Karena mereka tidak ketahuan.

56. Bilbo merayap ke atas tong seperti tikus got. Ia kedinginan, tapi masih lebih baik daripada terendam dalam air.

57. Bilbo akhirnya hanyut ke tempat yang pohonnya tidak begitu rapat. Bilbo melihat para Peri sibuk meminggirkan tong-tong temannya dengan galah ke tempat yang dangkal. Kemudian mereka menghitungnya, mengikatnya dengan tali serta meninggalkannya sampai pagi. Berkat cincin ajaib, keberadaan Bilbo tidak diketahui mereka meskipun kadang-kadang bersin Bilbo membuat kegaduhan dalam desa di tepi sungai itu. Bilbo berhasil lari ke hutan, membawa roti, sekantung kulit anggur dan sepotong kue yang bukan miliknya. Bilbo tertidur ditumpukkan daun kering dan badannya terselamatkan sedikit dari dingin oleh anggur yang dicurinya. Keesokan paginya, Bilbo terbangun dengan bersin yang sangat keras. Bilbo melihat Peri-peri sedang membuat rakit tong, lalu rakit tong ini dikemudikan menghiliri sungai ke Kota Danau. Mereka berhasil meloloskan diri dan Bilbo sudah berada di atas rakit tong masih menggunakan cincin ajaibnya bersama Peri yang mengemudikan rakit.

58. Tidak ada adegan para Kurcaci yang ditolong Bard untuk sampai ke Kota Danau seperti di film.

59. Waktu rakit tong mulai kelihatan, perahu-perahu dayung berdatangan menyongsongnya dari arah kota. Kemudian terdengar suara memanggil Peri yang mengemudikan rakit. Tali dilemparkan, rakit diseret oleh beberapa perahu dan keluar dari arus Sungai Hutan menuju Kota Danau. Sementara itu, tong-tong dibiarkan terapung karena tukang rakit dan tukang perahu pergi ke Kota Danau untuk makan dan minum. Barullah Bilbo bertindak. Ia memutuskan tali pengikat tong, tong didorong ke tepi danau, dan dibuka. Yang dibuka pertama kali oleh Bilbo adalah Thorin yang marah-marah. Thorin membantu Bilbo untuk mengeluarkan yang lainnya.

60. Kehadiran Thorin dkk menggemparkan Kota Danau karena Thorin tidak segan-segan memberi tahu siapa dirinya kepada orang yang bertanya kepadanya, Kapten pengawal. Thorin bermaksud ingin menemui Wali Kota. Wali Kota awalnya ragu-ragu karena tampang Thorin yang compang-camping lebih mirip pengemis. Beberapa orang lalu mulai menyanyikan potongan-potongan lagu tentang kedatangan Raja di Bawah Gunung.

61. Bilbo berhasil menyelinap lari dari Smaug dan kembali kepada para Kurcaci dengan membawa piala besar bergagang dua. Mungkin naga memang tak pernah menggunakan harta yang dirampasnya, tapi mereka tahu setiap harta yang mereka miliki, terutama setelah menguasainya begitu lama. Smaug mengamuk. Dan para Kurcaci menyalahkan Bilbo karena telah membuat Smaug marah, tapi tak lama dari itu mereka meminta maaf.

62. Bilbo melakukan percobaan kedua. Smaug menyadari kedatangan Bilbo kedua kalinya, bahkan Smaug membolehkan Bilbo mengambil hartanya lagi. Dalam adegan ini, Bilbo memberi tahu gelar-gelarnya yang hanya sedikit diceritakan di film. Seperti “Akulah si pencari jejak, pemotong jaring labah-labah, lalat penyengat, pemilik nomor mujur, aku adalah dia yang mengubur teman-temannya hidup-hidup, membenamkan mereka, dan mengangkat mereka kembali dari air dalam keadaan hidup, aku keluar dari mulut tapi aku tak pernah ditelan, aku sahabat beruang dan tamu burung-burung elang, aku penemu cincin dan pemakai keberuntungan, dan aku si penunggang tong.

63. Tidak ada adegan Smaug yang tenggelam di leburan emas setelah Thorin dkk melawan seperti di film. Tidak ada. Smaug cukup keluar dari persembunyiannya setelah berbincang-bincang dengan Bilbo. Sebelumnya Smaug telah menutup pintu rahasia karena gagal menemukan si hobbit pencuri. Mereka terkurung disana.

64. Bilbo turun ke lautan emas sekali lagi untuk ketiga kalinya. Walau Smaug sudah tidak ada disana lagi, tapi Bilbo dan para kurcaci masih cemas bila Smaug muncul tiba-tiba. Bilbo akhirnya menemukan Batu Akik, Jantung Gunung, yang kita kenal sebagai Arkenstone di film.

65. Bilbo dan para Kurcaci sekarang yakin bahwa Smaug tidak di rumah lagi. Semuanya berkeliaran di dalam ruangan penuh emas itu. Bilbo mendapat hadiah berupa baju yang terbuat dari baja perak, Mithril, dari Thorin. Tidak hanya itu, Thorin juga memberikan ikat pinggang mutiara dan kristal dan sebuah topi kulit yang ringan dipakaikan ke kepala Bilbo. Kerangkanya dari kawat baja, dan tepinya dihiasi permata-permata putih.

Selamat datang di film yang ketiga 😁😁😁

66. Bard masih keturunan Girion, Penguasa Dale.

67. Saat Naga datang, Bard mendesak Wali Kota agar memerintahkan mereka bertempur sampai panah penghabisan. Namun Wali Kota hanya menyelamatkan diri sendiri.

68. Bard menarik busur untuk terakhir kalinya. Tiba-tiba dari kegelapan burung srigunting hinggap pada bahunya. Srigunting memberi berita kepada Bard, tentang kejadian di Gunung, di dekat telinganya. Srigunting memang muncul di gunung dan mendengarkan semua yang telah terjadi disana, tapi Thorin dkk tidak begitu memberi perhatian kepada si burung. Bard bisa memahami bahasa burung srigunting, sebab ia masih keturunan bangsa Dale. Srigunting lah yang memandu Bard memperhatikan bagian cekung di dada kiri Smaug kalau Smaug melayang diatasnya.

69. Cerita selanjutnya kurang lebih sama seperti di film. Seperti kedatangan Raja Peri Hutan yang memberi bantuan kepada rakyat Kota Danau yang sedang menderita. Dan bangsa-bangsa lain yang telah mendengar berita matinya Smaug. Beorn mendengar berita itu di rumah kayunya dan bangsa Goblin segera bersidang di gua-gua mereka.

70. Burung srigunting datang kembali ke Gunung Sunyi. Ia hinggap, mengepakkan sayap dan mulai menyanyi. Balin yakin, burung itu tengah berusaha menceritakan sesuatu kepada mereka, namun mereka tidak memahami bahasa burung seperti itu. Tapi mereka bisa mengerti bahasa burung gagak. Bukit ini saja dulu diberi nama Bukit Gagak, sebab di atas kamar bukit ini pernah hidup pasangan burung gagak yang termasyhur dan bijaksana, Carc dan istrinya. Beberapa saat kemudian, srigunting pergi seolah-olah mengerti apa yang baru saja Balin ucapkan. Dan benar saja srigunting datang kembali dengan seekor gagak yang sudah tua dan lemah. Rupanya dia adalah Roac anak Carc. Roac memberi tahu mereka bahwa Smaug sudah mati, dan berita kematian Smaug sudah tersiar kemana-mana. Srigunting sendiri yang menyaksikan kematian Smaug dan itu terjadi tiga malam yang lalu, waktu bulan mulai terbit. Thorin dkk ribut sekali karena berita gembira itu. Namun Roac memberitahu Thorin dkk bahwa banyak sekali yang ingin mendapat bagian harta mereka. Seperti rombongan Peri yang sedang dalam perjalanan, burung pemakan bangkai yang berharap akan terjadi pertempuran dan pertumpahan darah, orang-orang Kota Danau yang telah kehilangan rumah dan orang-orang yang disayanginya karena amukan Smaug dan lain sebagainya. Srigunting menyarankan kepada Thorin agar tidak percaya kepada Wali Kota dari Kota Danau, sebaliknya percaya kepada orang yang memanah Smaug, Bard, dari bangsa Dale dan keturunan Girion. Dan masa damai akan kembali hadir di antara Kurcaci, Manusia dan Peri bila Thorin memberikan bagian mereka. Mendengar ini Thorin tetap pada pendiriannya, yaitu mempertahankan emas agar tidak diambil selama mereka masih hidup. Thorin meminta Roac menceritakan keadaan mereka pada kerabat di Utara, Timur dan Barat dan yang paling penting memberitahu Dain, sepupu Thorin, di Perbukitan Besi.

71. Bilbo menyelinap keluar karena sudah tidak tahan dengan keras kepalanya Thorin. Sama seperti di extended version, usaha pelariannya dipergoki salah satu Kurcaci. Bila di film yang ditemuinya adalah Bifur atau Bofur (gue lupa), disini Bilbo bertemu langsung dengan Bombur gemuk yang sedang berjaga. Bilbo berdalih tidak bisa tidur dan ingin menggantikan posisi Bombur yang kebetulan ingin mengecap minuman yang enak dan tempat tidur yang empuk setelah makan malam. Setelah Bombur pergi, Bilbo memakai cincinnya, tali diikatkannya, dan mulai menuruni tembok. Bilbo hanya punya waktu sekitar lima jam untuk menyelesaikan misinya. Bilbo sampai tercebur ke air karena kakinya terpeleset di kolam yang menuju perkemahan.

72. Cerita selanjutnya sama seperti di film, namun Bilbo hendak langsung pulang kembali karena tidak selayaknya meninggalkan teman-teman Kurcacinya, apalagi sudah berjanji akan membangunkan Bombur. Mendengar ini Raja Peri dan Bard menaruh hormat setinggi-tingginya kepada Bilbo, bahkan Gandalf menepuk punggung Bilbo. Bilbo kembali ke Gunung Sunyi diantar seorang Peri yang menggendongnya sampai ke penyeberangan hingga tubuh Bilbo tidak akan terkena air setitik pun. Bilbo tiba dengan selamat dan tali yang digunakannya untuk turun dan mendaki telah ia gulung dan sembunyikan. Bilbo lalu membangunkan Bombur dan Bilbo tidur nyenyak sampai memimpikan telur dan dendeng goreng.

73. Ketika bala tentara Goblin datang, Gandalf memberi tahu Dain, sepupu Thorin, bahwa mereka datang bersama Bolg yang ayahnya, Azog, telah dibunuh Dain di Moria. Lihat ternyata Azog sudah mati πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….

74. Disini tidak memperlihatkan Thorin yang mendapat hidayah seperti di filmnya. Thorin dkk langsung ikut bergabung setelah melihat Pertempuran Lima Pasukan pecah.

75. Bilbo pingsan bukan karena pasukan Goblin atau Orc, melainkan setelah melihat kawanan Elang datang dan sebungkal batu melayang dari atas, menimpa topi besi Bilbo dengan keras.

76. Bilbo sadar dari pingsan kemudian bertemu Gandalf. Gandalf lalu mengantarnya ke tenda tempat Thorin sekarat yang sedang menunggunya. Disanalah Thorin menyesal dan meminta maaf kepada Bilbo.

77. Cerita Thorin dibunuh Azog seperti di film tidak ada karena sudah jelas Azog mati di tangan Dain di Moria. Thorin terbunuh saat perang berlangsung, begitu juga dengan Fili dan Kili yang ikut gugur ketika melindungi Thorin dengan perisai serta tubuh mereka sendiri.

78. Beorn lah yang mengangkat tubuh Thorin dari tanah dan dibawanya Thorin keluar dari kepungan Goblin. Para Kurcaci terkepung dan Thorin terkena banyak lemparan batang tombak.

79. Bila di film Bolg dibunuh oleh Legolas, disini dia mati karena diinjak-injak Beorn yang marah atas meninggalnya Thorin. Dengan kematian Bolg, pasukan Goblin kocar kacir melarikan diri.

80. Raja Elang dianugerahi mahkota emas oleh Dain dan bersumpah akan menjadi sahabat Elang selama-lamanya.

81. Thorin dimakamkan dalam-dalam dibawah gunung. Bard meletakkan Batu Akik di atas dadanya dan Raja Peri meletakkan Orcrist, pedang Peri yang dirampas dari Thorin waktu ia ditawan dulu.

82. Dain anak Nain, diangkat menjadi raja dibawah gunung dan sepuluh kurcaci tinggal disana. Hanya di extended version kamu bisa menemukan scene ini.

83. Dain telah membagi harta emas. Termasuk sepuluh kurcaci, seperempat belas berupa emas dan perak untuk Bard bersama Kota Danaunya, begitu juga Raja Peri yang diberinya banyak sekali batu zamrud Girion yang dikembalikan Dain kepadanya. Sedangkan Bilbo membawa sekadarnya saja karena menurutnya dia tidak tahu akan diapakannya harta itu nanti. Bilbo hanya mau membawa harta dua peti kecil, satu peti berisi perak, dan peti lainnya berisi emas.

84. Bilbo pulang bersama Gandalf. Mereka berkuda di belakang Raja Peri dan Beorn berjalan di sisi mereka. Raja Peri menawarkan mereka untuk masuk ke dalam hutan tapi mereka menolaknya. Sebelum berpisah, Bilbo memberi Raja Peri kalung perak dan mutiara yang diterimanya dari Dain waktu mereka berpisah. Bilbo memberinya sebagai balas budi telah makan roti dan minum anggur selama masa persembunyiannya dulu. Raja Peri lalu memberi sebutan Sahabat Peri kepada Bilbo. Rombongan Peri masuk ke hutan dan Bilbo memulai perjalanan pulangnya yang jauh masih bersama Gandalf dan Beorn.

85. Bilbo dan Gandalf juga tiba di depan rumah Beorn pada pertengahan musim dingin. Kali ini mereka mampir ke rumah Beorn.

86. Goblin di Pegunungan Berkabut tinggal sedikit sekali. Mereka sudah ketakutan dan bersembunyi di lubang-lubang yang paling dalam. Warg juga sudah tidak ditemukan lagi di dalam hutan, maka manusia kini bebas keluar masuk hutan tanpa rasa takut. Pada hari-hari selanjutnya, Beorn menjadi penguasa dan pemimpin besar di daerah itu.

87. Saat musim semi tiba, tibalah waktunya untuk Bilbo dan Gandalf untuk minta diri pada Beorn.

88. Pada tanggal satu Mei, Gandalf dan Bilbo sampai ke tepi lembah Rivendell, tempat berdirinya Rumah Ramah Terakhir. Bilbo mendengar suara nyanyian Peri di antara pepohonan.

89. Gandalf menceritakan sebagian kejadian bersama sahabatnya Elrond, sebab sebagian yang lain sudah diketahui Elrond. Bilbo baru sadar kemanakah Gandalf selama ini pergi. Gandalf menceritakan semua pengalamannya kepada Elrond. Dan sama seperti di film, Gandalf menghadiri pertemuan para penyihir penganut ilmu putih dan berhasil mengusir si Tukang Sihir jahat dari kediamannya di bagian selatan Mirkwood.

90. Disini tidak kita temui profil Radagast the Brown, Penyihir Cokelat.

91. Bilbo dan Gandalf akhirnya meninggalkan Rivendell setelah seminggu berlalu. Bilbo memberi Elrond hadiah-hadiah kecil. Mereka menyusuri jalan tempat Troll dulu berada. Mereka berdua juga menggali emas yang dulu mereka tanam dalam tanah. Mereka berbagi rata setelah dipaksa Gandalf. Bilbo sebelumnya menolak, karena lebih baik semua emas itu diberikan kepada Gandalf.

92. Perjalanan selanjutnya lebih lambat, sebab mereka terpaksa berjalan kaki. Semua emas dimasukkan ke dalam kantong-kantong, kemudian dinaikkan ke atas kuda.

93. Bilbo sangat senang berjalan perlahan-lahan sambil menikmati pemandangan alam. Bilbo mengusap wajahnya dengan saputangan sutra merah yang lebar dari Elrond, sebab semua saputangannya sudah habis. Bilbo bernyanyi setelah tampak di depannya kampung halamannya. Disinilah Bilbo dan Gandalf berpisah.

94. Di rumahnya, pedangnya digantung diatas pendiangan, dan baju besinya ditegakkan pada rak di ruang tengah. Di kemudian hari, baju bersejarah ini diserahkanya ke Museum.

95. Harta yang diperoleh Bilbo sebagian besar digunakan untuk amal. Bahkan banyak keponakannya yang juga mendapat bagian. Tapi cincin ajaibnya tetap dirahasiakan. Ia selalu memakainya kalau tamu yang tidak disukainya datang.

96. Waktu luang Bilbo diisi dengan menulis sajak dan berkunjung ke tempat kediaman Peri.

97. Para tetangganya banyak menganggap Bilbo aneh. Hanya satu dua orang saja yang percaya kepada ceritanya.

98. Beberapa tahun kemudian, pada suatu senja musim gugur, Bilbo mendengar lonceng pintunya berbunyi ketika sedang menulis kisahnya dengan judul “Pergi dan Kembali” di ruang kerjanya. Tamunya, yang sebagaimana gue tahu dari filmnya hanyalah Gandalf. Namun Gandalf rupanya datang bersama Kurcaci, Balin.

99. Dari cerita Balin, Bard telah membangun kembali reruntuhan Kota Dale. Banyak orang yang datang dari Danau, dari Selatan, Barat, dan keseluruhan lembah sudah ditanami. Dulu tanah kosong kini sudah penuh tanaman dan bunga. Kota Danau juga sudah didirikan kembali, lebih makmur daripada sebelumnya dan perdagangan melalui Sungai Deras sangat ramai. Sekarang terjalin persahabatan erat antara manusia, Peri dan Kurcaci.

100. Wali kota dari Kota Danau membawa kabur banyak emas dari Bard untuk membantu rakyat Kota Danau. Ia mati kelaparan di tengah padang belantara dan ditinggalkan semua pengikutnya.

101. Tidak ada profil Alfried, anak buah Wali Kota, di sini.

102. Wali Kota yang baru orangnya bijaksana. Tapi sayang tidak disebutkan namanya hanya petunjuk tentang orang yang berjasa saat Kota Danau tertimpa musibah. Dan gue yakin Bard lah orangnya.

Kutipan:

1. Tidak ada yang lebih baik daripada mencari, kalau orang ingin menemukan sesuatu. Kalau mau mencari, orang tentu akan menemukan sesuatu. Hanya saja yang ditemukan belum tentu benda yang dicari
– Thorin Oakenshield

2. Kau hobbit yang sangat baik, Mr. Baggins! Dan aku sangat bangga akan dirimu, tapi kau juga hanya makhluk kecil di tengah alam semesta yang begitu besar – Gandalf

Sampai jumpa di buku The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹

Review Harry Potter and the Cursed Child (Harry Potter dan si Anak Terkutuk)

Harry Potter and the Cursed Child adalah cerita sambungan (berbentuk naskah drama), dari tujuh novel Harry Potter orisinil karya J.K. Rowling, yang dibuat oleh John Tiffany & Jack Thorne. Beruntung naskah drama tersebut dibuat dalam bentuk buku, bila tidak bagaimana mungkin gue bisa melihat pertunjukkan pentas dramanya secara langsung di Inggris atau negara antah berantah yang jauh 😁😁😁.

Cerita dimulai setelah sembilan belas tahun kemudian dimana Harry, Ginny, Hermione, Ron, Draco dan Astoria, istrinya, mengantar anak-anak mereka naik Hogwarts Express. Disini kamu akan menemukan Draco yang dulu adalah lawan telah menjadi kawan. Berikut beberapa potongan ceritanya:

1. Albus Severus Potter (anak laki-laki kedua Harry Potter dan Ginny Weasley), Rose Granger Weasley (anak perempuan pertama Hermione Granger dan Ron Weasley), dan Scorpius Malfoy (anak tunggal Draco Malfoy dan Astoria) adalah satu angkatan.

2. Rose masuk asrama Gryffindor, sedangkan Albus dan Scorpius masuk asrama Slytherin.

3. Setelah masuk asrama Slytherin, Albus merasa menjadi si anak terkutuk karena tidak bisa menyamai kehebatan ayahnya yang masuk Gryffindor. Kebencian terhadap ayahnya dimulai dari sini.

4. Albus bersahabat dengan Scorpius. Tidak seperti Rose yang menganggap Scorpius harus dihindari karena orang tuanya Pelahap Maut.

5. Scorpius digosipkan sebagai anak Voldemort karena Draco dan Astoria menggunakan Pembalik Waktu untuk mendapatkan anak.

6. Saat pelajaran pertama naik sapu, sapu-sapu terangkat termasuk sapu Rose dan Scorpius, kecuali Albus yang tertinggal bersama sapunya di lantai. Albus lalu diejek teman-temannya sebagai Squib Slytherin.

7. Rose masuk di tim Quidditch Gryffindor sebagai Chaser. Sedangkan Scorpius dan Albus membenci Quidditch.

8. Albus membenci kunjungan ke Hogsmeade yang formulirnya sudah ditandatangani ayahnya. Albus meremas kertas itu dan membuatnya terbakar dengan Mantra Incendio. Harry dan Albus terlibat pertengkaran ayah dan anak yang tidak akur.

9. Lily adik Albus masuk asrama Gryffindor.

10. Harry bekerja di Kementerian Sihir sebagai Kepala Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir, Hermione menjadi Menteri Sihir, dan Ginny penyunting Daily Prophet. Sedangkan Ron mengelola Toko Lelucon Weasley.

11. Harry dan Hermione meributkan Pembalik Waktu yang disita dari Thedore Nott. Hermione mengamankannya di kantornya.

12. Karena gosip tentang Pembalik Waktu tersebar, Amos Diggory, ayah Cedric Diggory, datang malam-malam ke rumah Harry meminjam Pembalik Waktu tersebut untuk mengembalikan anaknya yang mati.

13. Harry menolaknya dengan mengarang cerita Pembalik Waktu sudah dihancurkan. Karena bermain dengan waktu adalah hal yang sangat berbahaya.

14. Albus mendengar percakapan Harry dan Amos. Dan tidak lama dari itu, Albus dikejutkan dengan kedatangan Delphi tiba-tiba yang mengaku sebagai perawat yang bekerja di Upper Flagley (Panti Wreda St. Oswald untuk Penyihir Tua Laki-laki dan Perempuan) dimana Amos berada. Bukan hanya itu, Delphi adalah keponakan Amos.

15. Harry menghadiahi Albus selimut tua miliknya. Selimut yang membungkus Harry kecil kepada pasangan Dursley. Tidak seperti Albus, James mendapat Jubah Gaib, dan Lily mendapat Sayap Peri. Albus iri, marah, memaki-maki ayahnya, dan Harry naik darah.

16. Ginny membesarkan hati Harry tiap kali ayah dan anak itu bertengkar.

17. Sebagai pembuktikan jati dirinya, di awal tahun keempat Albus mengajak Scorpius mencuri Pembalik Waktu di kantor Hermione untuk mengembalikan Cedric dengan kabur dari Hogwarts Express menuju Panti Wreda St. Oswald. Kedatangan keduanya kesana untuk memberitahu rencana mereka kepada Amos, dan Delphi ikut serta.

18. Astoria sakit-sakitan dan akhirnya meninggal.

19. Albus, Scorpius, dan Delphi menyelundup ke kantor Hermione di Kementerian Sihir dengan meminum ramuan Polijus. Albus menjadi Ron, Scorpius menjadi Harry dan Delphi menjadi Hermione.

20. Albus yang berubah menjadi Ron berhasil mengelabui Hermione asli di depan kantornya.

21. Mereka bertiga sukses menemukan Pembalik Waktu di perpustakaan dalam kantor Hermione.

22. Harry memimpikan dirinya yang masih kecil tengah mengompol di lemari bawah tangga. Harry kecil dimarahi Bibi Petunia. Harry kecil mengompol karena mimpi buruk. Ia memimpikan orang tuanya yang mati karena ada seorang laki-laki yang mengucapkan Avada Kedavra. Kemudian Harry bermimpi melihat Albus mengenakan jubah merah Durmstrang. Benar saja, Albus dan Scorpius kembali pada tugas pertama melawan naga di Turnamen Triwizard untuk melucuti tongkat Cedric dengan menjadi murid Durmstrang.

23. Harry, Ginny, dan Draco melaporkan penglihatan Harry kepada Kepala Sekolah Hogwarts, Profesor McGonagall. Mereka akan pergi ke Hutan Terlarang.

24. Harry bertemu Bane, Centaurus, di Hutan Terlarang. Bane memberi penglihatannya kepada Harry yang akan memisahkan Albus dan Scorpius kelak. Ramalan itu mengatakan Albus dikelilingi awan hitam.

25. Albus dan Scorpius minus Delphi berhasil menyusup kerumunan penonton yang akan menyaksikan Cedric melawan naga. Mereka berdua bertemu Hermione. Hermione bingung mereka berdua tahu namanya

26. Saat Cedric akan beraksi, Albus melucuti tongkat Cedric dengan mantra Expelliarmus dan kini tongkatnya ada di tangan Albus. Mereka berdua lalu kembali ke masa kini dan bertemu dengan Harry di Hutan Terlarang.

27. Di bangsal rumah sakit, Albus membohongi Harry alasan dirinya dan Scorpius kabur, yaitu pergi ke dunia Muggle. Sejak saat itu, Harry melarang Albus berteman dengan Scorpius. Harry yakin awan hitam yang mengelilingi Albus adalah Scorpius. Tidak hanya itu, Albus dipaksa pindah ke asrama Gryffindor.

28. Dampak Pembalik Waktu dimulai. Albus bertemu pamanya, Ron. Ron menyangkal dia punya Toko Lelucon Weasley, Ron menikah dengan Padma bukan dengan Hermione, dan Panju adalah sepupu Albus bukan Rose dan Hugo. Rose dan Hugo tidak pernah lahir.

29. Tidak hanya itu, Hermione bukan Menteri Sihir lagi, tapi seorang Guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam.

30. Albus meracau tidak jelas di kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam karena terkejutannya melihat Hermione dan tak kenal dengan anaknya Rose. Lima puluh poin dipotong dari Gryffindor.

31. Dampak Pembalik Waktu yang tidak berubah adalah Cedric tetap meninggal karena gagal pada tugas pertama hanya membuatnya semakin bertekad untuk memenangkan tugas kedua.

32. Draco mendatangi rumah Harry dan Ginny. Draco protes keputusan Harry yang memisahkan anak-anak mereka, mengubah jadwal pelajaran di sekolah, mengancam para guru dan Albus anaknya sendiri. Mereka berdua terlibat adu serangan mantra yang membuat dapur berantakan. Ginny datang untuk menghentikan. Draco meminta Harry untuk tidak mendengar ramalan bodoh Bane. Awan hitam yang dimaksud Bane mungkin adalah rasa kesepian Albus, rasa sakitnya dan kebenciannya. Karenanya jangan sampai Harry kehilangan Albus, sebab Harry akan menyesalinya. Albus membutuhkan Harry dan Scorpius.

33. Masih dalam dampak yang dibuat oleh Pembalik Waktu, Ron dan Hermione tidak pernah menikah karena mereka murni hanya berteman saja. Awalnya Ron mengajak Hermione berdansa di Pesta Dansa Natal Turnamen Triwizard, tetapi mereka berdansa sebagai teman. Kemudian Ron berdansa dengan Padma Patil dan sejak saat itu mereka mulai berkencan dan akhirnya menikah. Sedangkan Hermione yang seharusnya berdansa dengan Krum tidak pernah terjadi. Karena Hermione curiga dua murid Durnstrang aneh yang ditemuinya sebelum tugas pertama yang entah bagaimana terlibat dalam lenyapnya tongkat sihir Cedric. Hermione percaya mereka berdua dibawah perintah Krum. Dan tanpa Krum, Ron tidak pernah merasa cemburu dan rasa cemburu itu sangat penting, dan karena itulah Ron serta Hermione tetap bersahabat baik tapi tidak pernah jatuh cinta.

34. Albus dan Scorpius menggunakan Pembalik Waktu lagi karena Cedric masih perlu diselamatkan, dan Rose perlu dikembalikan.

35. Albus dan Scorpius kembali pada Tugas Kedua di danau. Myrtle Elizabeth Warren, Myrtle Merana, menolong mereka berdua menjelajah pipa yang terhubung langsung dengan danau. Rencana mereka kali ini adalah mengawasi Cedric dari jauh, membesarkan kepala Cedric hingga mengambang keluar dari danau, menjauh dari tugas itu dan meninggalkan kompetisi itu.

36. Albus dan Scorpius berhasil membuat malu Cedric dengan mantra Engorgio. Namun Albus masih belum keluar dari air dan Scorpius ditangkap basah Dolores Umbridge, Kepala Sekolah, karena berenang di danau.

37. Dampak yang diakibatkan dari Pembalik Waktu ini lebih mengerikan dari sebelumnya. Seperti Harry Potter yang meninggal di Pertempuran Hogwarts, hari tertangkapnya Scorpius oleh Umbridge adalah Hari Voldemort, Scorpius dijuluki Scorpion King (pemimpin pembunuhan Muggle di Hogwarts), Scorpius bermain di tim Quidditch Slytherin, Draco Malfoy menjadi Kepala Depatemen Pelaksanaan Hukum Sihir, Snape masih hidup, Harry Potter adalah pemenang Turnamen Triwizard tanpa Cedric, Cedric yang malu pada tugas kedua Turnamen Triwizard telah membuatnya menjadi Pelahap Maut, Cedric membunuh satu penyihir yaitu Neville Longbottom. Karena Neville dibunuh, Nagini tidak pernah mati, Voldemort tetap hidup dan dia memenangkan pertempuran.

38. Scorpius menemui Snape untuk meminta bantuannya. Dan Snape percaya semua perkataan Scorpius yang tidak masuk akal dan menolongnya. Ron dan Hermione ikut bergabung karena hanya mereka berdua anggota Laskar Dumbledore yang tersisa. Hermione telah mempelajari Pembalik Waktu yang telah digunakannya dahulu pemberian McGonagall, dan itu masuk akal.

39. Scorpius, Snape, Hermione dan Ron menggunakan Pembalik Waktu dan kembali ke pinggiran hutan dimana Cedric tengah melakukan tugas pertamanya melawan naga. Hermione dan Snape berhasil menghalangi mantra Albus yang ingin melucuti tongkat Cedric. Aksi mereka ketahuan oleh para dementor. Hermione dan Ron bersikeras untuk menahan dementor dan Snape harus membawa Scorpius pergi jauh dari tempat itu. Jiwa Hermione dan Ron lalu dihisap oleh Dementor. Tidak lama dari itu, Umbridge muncul. Umbridge sudah lama curiga kepada Snape. Snape menyuruh Scorpius memikirkan hal-hal yang bahagia, dan Scorpius memikirkan sahabatnya Albus yang berjuang bersamanya. Umbridge siap menyerang Snape tapi Snape mendahuluinya dengan mengirimkan sebuah Patronus yang bentuknya rusa betina seperti Patronus Lily. Snape menyuruh Scorpius lari dan membawa pesan Snape bahwa ia bangga kepada anak Harry yang menyandang namanya, Albus Severus.

40. Scorpius muncul di permukaan danau. Menarik napas dalam-dalam, mengulurkan tongkat sihir dan Albus muncul mengikutinya. Keduanya bertemu lagi. Tak lama dari itu, Harry, Ginny, Draco dan McGonagall datang, berlari cepat ke air dan menemukan mereka berdua.

41. Scorpius kehilangan Pembalik Waktu.

42. Harry, Ginny, Draco dan McGonagall mengetahui keberadaan Albus dan Scorpius dari Myrtle.

43. Harry bermimpi lagi. Harry melihat dirinya yang kecil bersama Bibi Petunia tengah berada di pemakaman ayah dan ibunya. Harry kecil sedang meletakkan bunga-bunga kecil di nisan orang tuanya sedangkan Bibi Petunia tak henti-hentinya menghina Lily dan adik iparnya. Dan Voldemort berbicara kepada Harry dewasa apakah Harry masih melihatnya lewat mata Harry dan Voldemort mengendus perasaan bersalah di dalam diri Harry. Ginny membangunkan Harry dan Harry sadar Albus dalam bahaya.

44. Albus sadar semua perbuatan dan pembuktian diri yang dia lakukan adalah salah. Ayahnya tidak secara sukarela melakukan petualangan tapi terpaksa terjun kedalamnya.

45. Scorpius mengaku kepada Albus kalau Pembalik Waktu masih ada di tangannya. Dia terpaksa berbohong karena tak ingin Pembalik Waktu disimpan Kementerian lagi dan tidak dihancurkan selamanya. Oleh karena itu dia mengajak Albus untuk bersama-sama menghancurkannya di kandang burung hantu Hogwarts. Bodohnya Albus mengajak serta Delphi yang ternyata seorang pengkhianat dan mengambil Pembalik Waktu itu. Dan tidak cukup sampai disitu, keduanya membocorkan apa yang mereka lihat dengan Pembalik Waktu kepada Delphi. Seperti Voldemort yang masih hidup dan berkuasa, dan Cedric menjadi Pelahap Maut.

46. Penyamaran Delphi terungkap setelah jubahnya tersingkap. Di tengkuknya tampak sebuah tato Augurey. Augurey adalah burung-burung hitam bertampang jahat yang melolong ketika hujan turun. Penyihir dulu percaya bahwa tangisan Augurey meramalkan kematian.

47. Delphi mengaku ketika ia tumbuh besar, pelindungnya memelihara Augurey di dalam sangkar.

48. Scorpius mencurigai Delphi, karena Scorpius tidak percaya Delphi pernah sakit, tidak bersekolah di Hogwarts dan di dunia yang lain saat Scorpius dan Albus kembali ke masa lalu nama Sang Augurey disebut-sebut. Dan benar saja, siapa sangka Augurey adalah anak Voldemort dengan Bellatrix Lestrange. Sungguh mengejutkan. Di adegan buku atau film mana yang menampilkan mereka berdua bisa bersama-sama. Wow.

49. Harry, Ginny, Draco, Ron dan Hermione berkumpul lagi karena Albus dan Scorpius menghilang. Ron memberitahu keberadaan Albus dan Scorpius setelah minum bersama Neville di Hogsmeade. Mereka berada di dekat kandang burung hantu bersama teman perempuan yang rambutnya perak dan biru. Harry tahu, perempuan itu adalah Delphi Diggory, keponakan Amos Diggory.

50. Harry, Ginny, Draco, Ron dan Hermione ke Panti Wreda St. Oswald untuk menemui Amos mencari Albus dan Scorpius. Amos mengaku dia tidak mempunyai keponakan yang bernama Delphi. Harry sadar Delphi telah memantrai Amos dengan Mantra Confundus.

51. Albus dan Scorpius diajak Delphi ke lapangan Quidditch pada Tugas Ketiga Turnamen Triwizard untuk menyelamatkan Cedric sekaligus membangkitkan kembali dunia yang Scorpius lihat.

52. Di adegan itu, Craig Bowker Jr. (sepertinya teman asrama Slytherin) muncul untuk menyuruh Scorpius dan Albus pulang karena semua orang sedang mencari mereka berdua. Kemunculan Craig hanya mengantar nyawa saja sebab ia di Avada Kedavra oleh Delphi.

53. Delphi mematahkan tongkat sihir Albus dan Scorpius dan membuat tangan keduanya terikat. Delphi mengirim Crucio kepada Scorpius karena banyak bicara.

54. Siapa sangka saat Delphi yang akan mengirim Crucio kepada Albus, Cedric datang, melucuti tongkat Delphi dan membuatnya terikat. Cedric menyelamatkan Albus dan Scorpius dan melepaskan mereka. Albus mengatakan kepada Cedric bahwa Amos, ayahnya, sangat menyayanginya. Cedric mengucapkan terima kasih. Cedric lalu melanjutkan langkahnya untuk mengakhiri maze.

55. Delphi sudah terlepas lagi. Karena misinya menggunakan Cedric untuk menghidupkan dunia menjadi lebih gelap gagal, ia kini terbang ke angkasa, merencanakan sesuatu yang kebih berbahaya, tertawa kesetanan, meledakkan Pembalik Waktu dan melesat pergi. Albus dan Scorpius terjebak di dalam waktu.

56. Masih di Panti Wreda St. Oswald, Harry, Ginny, Draco, Ron dan Hermione masuk ke kamar Delphi dan menggeledah apapun yang tersembunyi di dalamnya. Mereka menemukan sekumpulan lukisan ular yang menggeliat-geliat muncul di seluruh dinding setelah Harry berbicara Parseltounge lagi (kemampuan Parseltounge Harry kembali lagi). Pada dinding-dinding itu, tertulis dengan cat yang berpendar, sebuah ramalan, ramalan yang baru. Ramalan itu “ketika teman-teman dibiarkan selamat, ketika waktu diputar, ketika anak-anak yang tidak kasatmata membunuh ayah mereka, maka Pangeran Kegelapan akan kembali”. Cedric disebut sebagai teman, Ketika waktu berbalik adalah Delphi mendapatkan Pembalik Waktu dan Scorpius atau Albus adalah anak-anak yang tak kasatmata membunuh ayah mereka karena Harry lah orang tuanya. Lalu kata-kata muncul di seluruh dinding “aku akan melahirkan kembali Kegelapan. Aku akan mengembalikan ayahku”. Sejak saat itu mereka tahu bahwa Delphi adalah anaknya Voldemort.

57. Albus dan Scorpius yang masih terjebak di dalam waktu menemukan petunjuk dimana Delphi berada sekarang. Albus dan Scorpius berada di stasiun kereta api Aviemore tahun 1981 di dataran tinggi Skotlandia. Mereka melihat daftar jadwal keberangkatan kereta. Ada yang aneh. 3 Oktober 1981, sehari sebelum Malam Hallowe’en, 39 tahun yang lalu, hari dimana kakek dan nenek Albus dibunuh oleh kutukan Voldemort. Mereka kini mengerti ramalan “yang memiliki kekuatan untuk menaklukkan Pangeran Kegelapan sudah dekat, dilahirkan bersamaan dengan bulan ketujuh”. Ramalan itu yang diberitahukan Scorpius kepada Delphi. Ramalan yang bisa dipatahkan. Dan Delphi sedang mencoba mencegah kutukan Voldemort yang akan menimpanya sendiri. Delphi lah yang akan membunuh Harry dengan tangannya sendiri. Albus dan Scorpius lalu bergegas ke Godric’s Hollow.

58. Harry mengobrol dengan lukisan Dumbledore yang tiba-tiba berbicara di kantor Harry saat Harry memeriksa berkas-berkas. Harry hanya bisa mendapatkan petuah dari Dumbledore setelah tidak mendapatkan jawaban puas yang ia harapkan. Tentu bukan petuah yang sia-sia, Dumbledore selalu berhasil membuat Harry sadar. Tak lama dari itu Draco masuk dan Dumbledore pergi. Draco ternyata membawa Pembalik Waktu yang sama seperti Pembalik Waktu yang dihancurkan Delphi. Pembalik Waktu yang dimiliki Draco adalah kepunyaan ayahnya yang senang memiliki barang-barang yang tidak dimiliki siapa pun. Dan Pembalik Waktu itulah yang digunakannya kembali ke masa lalu untuk mendapatkan anak.

59. Di Godric’s Hollow Albus dan Scorpius melihat Lily bersama bayi Harry dalam kereta bayi. Lily menyelimuti bayi Harry dengan selimut tua yang diberikan Harry kepada Albus tempo hari. Karena mereka berada di masa lalu, mereka tidak bisa memperbaiki waktu. Albus lalu mendapat ide setelah melihat selimut tua itu. Albus telah menodai selimut tua itu secara tidak sengaja, saat dia dan ayahnya bertengkar, dengan ramuan cinta yang didapatkannya dari Paman Ron sebagai lelucon. Bahan ramuan cinta salah satunya adalah Serbuk Mutiara. Albus ingat ibunya tidak mengijinkan ayahnya menyentuh kamar Albus sejak Albus meninggalkannya. Dan Albus ingat tiap Malam Hallowe’en tiba (seperti juga pada waktu yang bersamaan dimana Albus dan Scorpius berada pada empat puluh tahun silam) ayahnya selalu mencari selimut tua itu, karena dia perlu bersama selimut tua itu. Itu adalah benda terakhir yang diberikan ibunya kepadanya, jadi ayahnya akan mencari selimut itu dan ketika menemukannya ayahnya akan tahu anaknya kini berada dimana. Albus akan meninggalkan petunjuk disitu.

60. Bahan ramuan cinta salah satunya adalah Serbuk Mutiara. Serbuk Mutiara akan bereaksi bila bertemu dengan Cercah Demiguise. Mereka akan terbakar. Karena Cercah Demiguise tidak dapat terlihat oleh mata telanjang, maka Albus dan Scorpius harus mendapatkan selimut tua itu dari Lily dan menulisinya dengan Cercah Demiguise. Dan tidak ada yang akan melihat tulisan itu sampai bahan itu terkena ramuan cinta. Langkah mereka berikutnya adalah menemukan Demiguise dengan mencuri beberapa tongkat sihir dan membuat ramuan. Ide mencuri tongkat sihir itu muncul setelah Scorpius ingat dengan gosip yang mengatakan bahwa Bathilda Bagshot percaya para penyihir tidak biasa mengunci pintu rumah mereka.

61. Benar, pada malam Hallowe’en Harry datang ke kamar Albus untuk mengambil selimut tua lalu membuangnya karena sudah dipenuhi lubang-lubang akibat terkena Ramuan Cinta Ron. Ginny memungutnya dan melihat sebuah tulisan yang sukar diartikannya. Harry mengerti, Albus telah meninggalkan pesan untuknya. Tulisan itu adalah “Ayah. Tolong. Godric’s Hollow. 31/10/81”.

62. Harry, Ginny, Hermione, Ron dan Draco berkumpul lagi di Godric’s Hollow dan menggunakan Pembalik Waktu Draco untuk kembali pada tanggal 31/10/81. Mereka akhirnya bertemu Albus dan Scorpius.

63. Mereka sepakat bahwa Delphi tidak sedang menunggu bayi Harry melainkan Voldemort, ayahnya. Dia ingin bertemu ayahnya, mencegah ayahnya membunuh bayi Harry. Bila Delphi berhasil, Voldemort akan semakin kuat dan kegelapan akan semakin kelam. Karena cara terbaik mematahkan ramalan yang mereka lihat di kamar Delphi kemarin adalah bukan dengan membunuh bayi Harry, tapi menghentikan Voldemort dari melakukan apa pun.

64. Harry dan kawan-kawan setuju, mereka akan memancing Delphi di gereja dengan kemunculan Voldemort palsu. Voldemort palsu itu adalah Harry yang bertransfigurasi menjadi Pangeran Kegelapan. Sebelumnya Ron dan Draco juga mengajukan diri menjadi Voldemort, tapi karena Harry bisa Parseltonge lagi maka Harry lah yang melakukannya. Harry kini tahu mengapa dia bisa berbicara bahasa ular lagi, karena Delphi bisa Parseltongue juga.

65. Seraya Harry menunggu umpan untuk digigit Delphi, Ron, Hermione, Draco, Albus dan Scorpius bersembunyi di belakang pintu-pintu gereja.

66. Albus mengaku kepada ibunya bahwa dia menyukai Delphi sebelum Delphi membuka topengnya.

67. Delphi menemukan Voldemort palsu. Dan Harry rupanya pintar beracting. Delphi memberitahu Voldemort bahwa dirinya adalah anaknya. Anak dari Voldemort dan Bellatrix Lestrange. Ia lahir di Malfoy Manor sebelum Pertempuran Hogwarts. Pertempuran dimana Voldemort akan dikalahkan, sebab itulah Delphi datang untuk menyelamatkan ayahnya. Rodolphus Lestrange lah, suami Bellatrix, yang kembali dari Azkaban, yang memberitahu siapa Delphi dan mengungkapkan ramalan yang menurutnya menjadi takdir baginya untuk dipenuhi. Sang Augurey untuk Pangeran Kegelapan.

68. Harry atau Voldemort palsu tetap tidak percaya sampai Delphi melayang naik di udara tanpa sapu yang Harry tahu Voldemort juga bisa melakukan hal itu. Harry lalu memanggilnya putri dan mengajaknya ke dalam cahaya, ke dalam perangkap yang sudah disiapkan Hermione dkk. Harry atau Voldemort palsu bahkan menuruti Delphi untuk tidak menyerang bayi Harry. Namun transfigurasi Harry sedikit demi sedikit memudar, ia mulai menjadi Harry kembali dan Delphi menyadari sebuah pintu tempat jebakan yang diajak ayahnya ke dalam cahaya tadi telah terbuka sedikit kemudian ditarik menutup. Dan rahasia terbongkar. Mereka bertarung, Delphi nyaris memberi mantra Avada Kedavra kepada Albus dan Hermione berhasil membuatnya terikat dengan mantra Brachiabindo. Delphi tidak dibunuh melainkan dibawa ke waktu mereka dan Delphi akan pergi ke Azkaban.

69. Voldemort asli datang dan sebelum Delphi melihat ayahnya, Draco telah membungkam Delphi dan mengirimnya naik dan lenyap dari sana menggunakan Mantra Silencio dan Wingardium Leviosa.

70. Harry dan yang lainnya menyaksikan dengan mata kepala sendiri Voldemort membunuh James dan Lily sampai kutukan itu berbalik kepada tuannya saat akan membunuh bayi Harry. Hagrid lalu datang memungut bayi Harry yang menangis.

71. Harry dan yang lainnya telah kembali ke waktu yang sebenarnya. Scorpius memberi tahu Albus bahwa dia mengajak Rose berkencan. Scorpius memang telah menyukai sepupu Albus sejak pandangan pertama di Hogwarts Express.

72. Scorpius membujuk Albus untuk menonton pertandingan Quidditch Slytherin melawan Hufflepuff. Namun Albus menolaknya karena ayahnya akan datang mengajaknya berjalan-jalan.

73. Harry dan Albus berbagi cerita di bukit yang indah, yang belakangan diketahui sebuah pekuburan dimana makam Cedric berada, tempat yang Harry kunjungi setiap kali dia ingin meminta maaf.

74. Harry memberitahu anaknya bahwa anaknya salah bila menganggap ayahnya tidak takut pada apa pun. Harry mengaku takut gelap, ruang sempit dan tidak menyukai merpati. Keduanya kini jujur mengungkapkan isi hati masing-masing tanpa perlu menjadi orang lain. Harry mengaku dia bukanlah ayah yang teladan tapi akan berusaha belajar untuk menjadi ayah yang baik bagi Albus. Sebaliknya Albus pun mencoba menjadi putra yang lebih baik. Harry memuji Albus yang telah menyelamatkan mereka semua dari petualangannya. Harry juga memberi saran kepada Albus untuk tidak menjadikan namanya, Albus Severus Potter, sebagai beban karena pemilik nama-nama itu memiliki ujian-ujiannya dan kekurangan-kekurangannya sendiri. Dan mereka berdua menghabiskan hari yang menyenangkan bersama-sama.

Kutipan:
1. Kebenaran itu indah dan mengerikan, dan karenanya harus diperlakukan dengan amat hati-hati – Harry Potter

2. Ayahku telah membuktikan kau tidak perlu menjadi dewasa dulu untuk dapat mengubah dunia penyihir – Albus Severus Potter

3. Ayahku mengira dia melindungiku. Hampir sepanjang waktu. Kata orang, menjadi orangtua adalah pekerjaan paling sulit di dunia, tapi mereka salah, tumbuh besar lebih sulit lagi. Kita semua lupa betapa sulitnya hal itu – Draco Malfoy

4. Kau tahu apa yang paling kucintai dari ibumu? Dia selalu dapat membantuku menemukan cahaya di dalam kegelapan. Dia menjadikan dunia, duniaku paling tidak, tidak terlalu apa kata yang kau gunakan tadi suram – Draco Malfoy

5. Kadang-kadang pengorbanan dilakukan untuk ditanggung – Severus Snape

6. Kalau kau mencoba melakukan seperti yang ku lakukan, kau melakukannya dengan cara yang salah. Aku tidak secara sukarela melakukan petualangan, aku dipaksa terjun ke dalamnya. Kau melakukan sesuatu yang sangat ceroboh, sesuatu yang benar-benar bodoh dan berbahaya, sesuatu yang dapat menghancurkan segalanya – Harry Potter

7. Harry, tidak pernah ada jawaban yang sempurna dalam dunia yang kacau-balau dan emosional ini. Kesempurnaan ada di luar jangkauan umat manusia, di luar jangkauan sihir. Dalam setiap momen kebahagiaan yang bercahaya selalu ada setetes racun, ksadaran bahwa penderitaan akan kembali datang. Bersikaplah jujur kepada orang-orang yang kau cintai, tunjukkan rasa sakitmu. Menderita adalah seperti bernafas nagi manusia – Dumbledore

8. Orang-orang yang kita cintai tidak pernah benar-benar meninggalkan kita, Harry. Ada hal-hal yang tak dapat disentuh oleh kematian. Lukisan, dan kenangan, dan cinta – Dumbledore

9. Cinta itu buta. Kita sama-sama sudah mencoba memberi putra-putra kita bukan apa yang mereka butuhkan, melainkan apa yang kita butuhkan. Kita begitu sibuk menulis ulang masa lalu kita, hingga merusak masa sekarang mereka – Harry Potter

10. Tentu saja kau akan ikut. Kita mempunyai kesempatan, Ginny, dan menurut Dumbledore hanya itu yang kita butuhkan, sebuah kesempatan – Harry Potter

11. Mereka orang-orang hebat, dengan banyak kekurangan, dan tahukah kau, kekurangan-kekurangan itu nyaris membuat mereka semakin hebat lagi – Harry Potter

Semoga bacaan ini menarik minat kamu untuk membaca langsung dari buku. Sampai jumpa di buku lainnya. Tetap #dirumahaja ya selama #corona 😁😁😁

Review The Case We Met Oleh Flazia

Gue percaya dengan Flazia lewat dua pendahulunya, Mr A VS Miss B: Insomnia dan Mr A VS Miss A: Gravitasia. So, The Case We Met, tidak perlu pikir dua kali membawanya ke rumah dari Gramedia.

Dan alhamdulillah selama karantina #dirumahaja di tengah wabah Virus Covid-19 (Corona) yang melanda dunia, gue berhasil membacanya selama dua hari.

Tentang sebuah kasus malapraktik yang mempertemukan dua sejoli lagi. Redita Harris (tokoh utama cewek) adalah Pengacara, dan Natanegara Langit (tokoh utama cowok) seorang Dokter Anestesi.

Kalau gue sebelumnya mengenal apa itu Dokter Ortopedi (spesialis tulang) di Mr A VS Miss A: Gravitasia, disini Flazia memberi tahu gue lagi apa itu Dokter Anestesi. Dokter Anestesi merupakan dokter spesialis yang bertanggung jawab untuk memberikan anestesi atau pembiusan kepada pasien yang hendak menjalani prosedur bedah (operasi) dan prosedur medis lainnya. Dokter Anestesi juga bagian dari tim bedah, yang bekerja sama dengan dokter bedah dan perawat.

Entah gue sotoy atau memang, Flazia masih belum move on dari segala yang berbau Korea. Buktinya Park Seiji, Dokter Ortopedi, di Gravitasia (yang namanya dibalik menjadi Seiji Park di The Case We Met) masuk di novel ini walau hanya sebuah figuran kurang penting 😁😁😁.

Redita Harris (dipanggil Dita) adalah anak dari Hakim terkenal di Yogyakarta bernama Harris. Redita mempunyai kakak yang namanya hampir persis, Rehanda Harris. Keduanya pengacara dan bekerja di tempat yang sama, Kantor firma hukum Diah Hasibuan & Partners (DHP). Rehan memiliki dua sahabat karib. Mereka Natanegara Langit (dipanggil Natan, tampan, anak yatim dan bungsu laki-laki dengan tiga saudara perempuan), dan Akbar Zaydan (religius). Natan dan Akbar sama-sama Dokter Anestesi di rumah sakit yang sama, RS dr. Harsono.

Seperti kisah-kisah lainnya, cinta antara seorang adik yang mencintai teman kakaknya sudah kenyang gue makan. Contoh Ginny yang mencintai sahabat kakaknya Ron, Harry, di Harry Potter. Tapi yang ini tetap menarik buat gue.

Mulanya Dita memendam perasaan terhadap Akbar yang sudah alim, lurus, dan sepuluh betul dari dulu tapi harus berhenti dijalan karena Akbar menikahi Dita lain yang namanya sama dengannya, Nadita Yusuf. Butuh waktu lama buat Dita bisa melepaskan Akbar di pikirannya sampai Natan, seorang mantan tukang tawuran saat SMA dan disukai penulis terkenal Ditaniar Baskara, berhasil membuka hati Dita.

Natan rupanya telah memupuk cinta diam-diam dengan Dita, adik sahabatnya sekaligus adik kelasnya waktu SMA. Tapi karena julukan yang melekat pada dirinya, Dita selalu berusaha menjauh dari dirinya karena Natan suka memarahinya.

Cerita dibuka dengan adegan Dita yang menjadi pengacara korban malapraktik seorang Dokter Ortopedi psikopat, Mark Ashton, di New York (Dita mengambil S2 di New York dan berhasil menjadi pengacara disana). Korban itu tidak lain adalah istri Mark sendiri, Ginnifer Ashton, yang kini lebih memilih memakai nama Ginnifer Hwang, yang dibuat celaka, dan dibuat cacat oleh suaminya sendiri. Itu dilakukannya karena Mark terlalu mencintai istrinya, mencegah istrinya berkarir sebagai model agar selalu ada di rumah dan hanya untuk dirinya. Tidak hanya itu, ada sebelas pasien yang meninggal juga ditangannya. Untuk menutupi kebiadabannya dia melakukannya secara bergantian. Hari ini pasien diselamatkan, besoknya pasien lain dibuat mati tanpa belas kasihan.

Dita bertemu dengan Natan saat naik kereta di New York menuju persidangan. Dita yang masih takut dengan Natan lari dan Natan mengekori. Hingga pada satu momen setelah selesai persidangan, Dita tiba-tiba jatuh pingsan karena gula darahnya yang sangat rendah dan Natan yang juga sudah berada di tempat yang sama membawa Dita ke rumah sakit.

Natan berada di New York karena ada sesuatu dan lain hal yang dikerjakan.

Di hari berikutnya, siapa sangka Natan akan menjadi pesakitan seperti Mark Ashton yang dia lihat di persidangan barusan. Natan harus buru-buru kembali ke Indonesia dan harus menghadapi kasus malapraktik yang dituduhkan kepadanya atas kematian guru SMA nya, Pak Baran. Yang melaporkan Natan kepada pihak polisi adalah istri pak Baran sendiri. Dia tidak terima suaminya meninggal begitu saja, meninggal setelah dibius yang bahkan belum sempat dioperasi. Natan yang menangani suaminya telah dianggap menggunakan obat bius yang tidak biasa dipakai.

Rehan sebagai sahabat Natan langsung menunjuk diri menjadi pengacaranya. Dan Dita yang sebelumnya menjadi pengacara korban di kasus malapraktik Mark Ashton, kali ini dia memaksakan diri untuk membantu tersangka Natan sebagai balas budi telah ditolong Natan di rumah sakit New York tempo hari.

Setiba di Yogyakarta, Dita kedatangan Taraksa Adam (Jaksa) bersama hadiah-hadiahnya. Adam adalah mantan Dita yang hampir menikahinya.

Singkat cerita, Dita menolak mentah-mentah Adam lagi, Adam menjadi jaksa penuntut korban (istri pak Baran), dan keduanya harus bertemu di persidangan kembali.

Akhir cerita, Natan bebas dari hukuman karena terbukti tidak bersalah, Natan melamar Dita dan akhirnya menikah.

Karena gue langsung mengambil intinya saja, keseluruhan cerita bisa langsung kamu baca dari sumbernya. Seperti Rehan yang duda, nasib akhir Adam, Mark Ashton yang membututi Dita dan Natan ke Yogyakarta lewat teman polisinya, trauma Natan, utang budi Natan untuk Dita waktu SMA, dan adegan-adegan receh antara Dita dan Natan, juga Rehan dan Akbar yang tak tahu diri berhasil bikin gue geli sendiri.

Flazia telah mengajarkan banyak hal disini. Seperti istilah-istilah hukum, kedokteran, medis, dan terlepas dari itu semua kerja dokter memang berat mengingat profesi itu kini berada di garda terdepan melawan Covid-19 #staystrong #ynwa. Flazia juga memberi tahu gue bahwa aturan budaya Korea sama seperti aturan di Islam. Seperti seorang wanita tetap menyandang marga keluarganya setelah menikah. Mereka tidak mengubah nama belakang tersebut dengan marga suami. Gue juga suka Flazia menyinggung Harry Potter soal Parselmouth, dan Andrew Scott alias Jim Moriarty di serial Sherlock. Keduanya adalah favorit gue. Terima kasih dok, sampai ketemu di lain buku 😁😁😁.

Kutipan:
1. Harapan adalah hal yang baik, bahkan mungkin yang terbaik – Toby
2. Menyingkir. Pergi. Jangan mendekat. Get lost – Dita
3. Nat, someone said that being a good doctor is like being a goalkeeper. No matter how many goals you’ve saved, people will only remember the one you missed – Akbar
4. Allah nggak pernah salah ngasih jodoh ke setiap orang, Dit. Walaupun kebetulan namanya sama, nggak ada istilahnya jodoh ketuker – Ratu
5. Harusnya kalau mau kasih nasihat, waktu kalian cuma berdua aja, bukan di tengah-tengah keramaian kayak kemarin. Itu lebih sesuai adab, biar kamu nggak dipermalukan – Akbar
6. Kamu bilang saya harus latihan sabar biar nggak gampang marah atau jadi impulsif waktu sidang – Natan
7. Para dokter selalu diajarkan untuk berempati, bukan bersimpati. Empati adalah kemampuan memahami perasaan dan keadaan orang lain, sedangkan simpati menghanyutkan diri ke dalam perasaan itu lebih curam lagi.
8. Karena hanya dengan sifat yang berlebihan itulah psikopat seperti Mark Ashton terlahir dan melukai Ginnie, belahan jiwanya sendiri. Terlalu mencintai seseorang memang tidak pernah berakhir baik – Dita
9. Selama ini, Dita memang menginginkan suami yang bisa dia jadikan tempat bergantung, tapi bukan berarti dia akan terus mengandalkan suami saja. Dita juga butuh didukung dan diberi kebebasan untuk mandiri. Suami harus bisa menguatkan, bukannya malah mendorong istrinya menjadi lemah dan akhirnya menjadi istri tak berdaya yang terus bergantung pada suami – Dita
10. Kamu tahu prinsip basic lifesaving? Selamatkanlah dirimu sendiri dulu. Sebelum nolong orang lain, pastikan kamu sendiri selamat dan aman. Sebelum kamu nolong saya, pastikan kamu dalam keadaan layak menolong – Natan
11. Natan tahu bahwa sebenarnya manusia tidak pernah benar-benar melewatkan sesuatu. Umar bin Khatab mengatakan bahwa apa yang melewatkan kita tidak akan menjadi takdir kita, dan begitu pula sebaliknya. Apa yang ditakdirkan untuk kita pun tidak akan melewatkan kita.
12. Park your anger somewhere. Don’t bring it with you here – Dita
13. Aku tahu kita harus mencintai Allah di posisi pertama, tapi bukan berarti kita malah benci sama yang lain demi menyingkirkan mereka dari posisi pertama. Perasaan itu cuma butuh diredam, bukan diubah jadi sebaliknya – Yasmin

Yang Tak Kau Temukan Harry Potter and the Deathly Hallows (Harry Potter dan Relikui Kematian) di Film

The sad moment when you return to your ordinary life after reading an awesome book – 9gag

Alhamdulillah, gue berhasil menamatkan novel terakhir Harry Potter karya J.K Rowling. Untuk gue yang kemarin menjadi tim menonton dulu baru membaca, cerita di novel ini menjadi penutup yang lebih lengkap dan epic dari film 😁😁😁.

Tanpa banyak cincong, yang tak kau temukan Harry Potter and the Deathly Hallows (Harry Potter dan Relikui Kematian) di film sudah selesai gue susun. Berikut beberapa spoiler yang tidak tayang di film seperti Dudley berterima kasih kepada Harry sebelum berpisah, alasan Bibi Petunia membenci adiknya Lily, cerita lengkap tentang masa kecil dan muda Snape bersama Lily, Voldemort tidak menjadi debu bertebangan di akhir hidupnya seperti korban Thanos di Avenger tapi mati terkapar tidak berdaya, jenazah Voldemort yang disimpan di kamar Aula Besar Hogwarts, Tonks dan Lupin memiliki bayi bernama Teddy Lupin, Grindelwald kawan Dumbledore yang menjadi lawan, Dumbledore melakukan kesalahan terbesarnya, Neville menjadi Profesor pelajaran Herbologi di Hogwarts pada sembilan belas tahun kemudian dan masih banyak lagi.

Akhir kata, semoga rangkuman ini membantu membangkitkan keinginanmu untuk membaca novel Harry Potter langsung. Sampai jumpa di buku lainnya 😁😁😁.

1. Lucius Malfoy telah dibebaskan dari Azkaban oleh Voldemort.

2. Seperti di Film, Voldemort dan semua pengikutnya berkumpul di rumah Lucius Malfoy.

3. Tonks dan Lupin menikah.

4. Masih di rumah Lucius dengan Voldemort dan para pengikutnya yang sedang berkumpul, wanita yang sekarat, melayang, dibunuh lalu dimakan Nagini seperti di Film adalah Charity Burbage, guru yang mengajar penyihir muda tentang Telaah Muggle di sekolah sihir Hogwarts.

5. Harry mengisi waktunya di Privet Dive dengan membaca Prophet. Artikel tentang Dumbledore muda yang Harry baru tahu oleh Elphias Doge, dan artikel sampah tentang kebohongan Dumbledore oleh Rita Skeeter. Harry muak dan membuangnya di tempat sampah yang sudah penuh.

6. Artikel tentang masa muda Dumbledore menyebut-nyebut bahwa Dumbledore pernah bertarung dengan Grindelwald dan menang. Grindelwald, tokoh yang dikenal di Film Fantastic Beast and Where to Find Them.

7. Tidak seperti di Film, disini ada adegan Paman Vernon, Bibi Petunia dan Dudley setuju mereka dibawa oleh dua anggota Orde demi keamanan dan keselamatan mereka dari rombongan Voldemort. Bahkan Dudley mengucapkan terima kasih dan berjabat tangan dengan Harry karena Harry telah menyelamatkan nyawanya dari Dementor tempo hari. Sebuah akhir yang bahagia bagi hubungan Harry dengan keluarga terdekatnya yang selama ini selalu berakhir nestapa.

8. Pada malam penjemputan, keluarga Dursley dijemput oleh Dedalus dan Hestia (anggota Orde yang gue baru tahu). Mereka akan berkendara (naik mobil Muggle) sejauh kurang lebih enam belas kilo sebelum bisa ber disapparate menuju tempat perlindungan. Sedangkan Harry akan dikawal oleh rombongan Mad Eye Moody.

9. Perlindungan yang selama ini melindungi Harry (dibuat oleh ibu Harry) dari jangkauan sihir jahat akan hilang oleh dua hal. Pertama setelah Harry berumur tujuh belas tahun. Kedua, Harry tak lagi menganggap rumah Paman Bibinya sebagai rumah. Karena Paman Bibinya berpisah malam ini, artinya mereka tidak akan tinggal bersama lagi. Jadi, saat Harry meninggalkan rumah, Harry tidak akan kembali, dan perlindungan itu akan hilang saat Harry keluar dari daerah ini. Pilihan para pengawal Harry dan Harry saat ini adalah menghilangkan perlindungan itu lebih awal, atau membiarkan Kau Tahu Siapa datang dan langsung menangkap Harry saat ia berusia tujuh belas. Itulah kenapa Harry dikawal menuju tempat perlindungan.

10. Ada perasaan aneh yang hinggap di hati Harry ketika akan meninggalkan rumah untuk selamanya yang selama ini ia tempati bersama sepupu, Paman dan Bibi yang menyiksanya. Sebelum para pengawal datang, Harry napak tilas di rumah Paman dan Bibinya bersama Hedwig. Mengenang keset yang dimuntahi Dudley setelah diselamatkan dari Dementor, memberi tahu Hedwig dia pernah tidur di lemari bawah tangga, dan Harry yang senang ditinggal sendiri di rumah oleh keluarga Dursley dan menikmati makanan di kulkas sambil bermain komputer Dudley.

11. Pengawal-pengawal Harry tiba di rumah nomor empat Privet Drive. Mereka Mad Eye, Ron, Hermione, Mr Weasley, Fred dan George, Bill dan Fleur, Tonks dan Lupin yang sudah menikah, Mundungus, Kingsley, dan Hagrid. Destinasi pertama mereka adalah ke rumah orang tua Tonks lalu menggunakan Portkey untuk ke The Burrow. Namun, tidak semuanya akan pergi ke rumah orang tua Tonks. Akan ada tujuh orang (Ron, Hermione, Fred, George, Fleur, Mundungus dan Harry) Harry Potter yang ditemani seorang pengawal yang akan terbang ke tujuh tempat perlindungan yang berbeda.

12. Hedwig dan Mad Eye tewas dalam perjalanan itu.

13. Gandengan motor yang dinaiki Harry di sepeda motor Hagrid terlepas. Harry memantrai (wingardium leviosa) nya dan terbang melayang lagi. Namun tidak bertahan lama karena serangan demi serangan Pelahap Maut membuat gandengan motor itu oleng dan Harry akhirnya didudukkan di kursi sepeda motor oleh Hagrid.

14. Harry melihat wajah salah satu Pelahap Maut karena tudungnya terbuka. Tak bisa dipercaya, dia adalah Stan Shunpike. Harry juga melihat Voldemort yang mengejar ia dan Hagrid tanpa sapu ataupun Thestral. Voldemort bisa terbang. Hebat.

15. Hagrid melompat ke atas sapu salah satu Pelahap Maut yang akan mengutuk mati Harry dan meninggalkan Harry sendirian di motornya. Harry mengejar Hagrid yang telah jatuh di sebuah kolam berlumpur setelah berhasil meninggalkan Voldemort dan Pelahap Maut lain.

16. Harry dan Hagrid sampai di rumah orang tua Tonks sebelum ke The Burrow menggunakan Portkey, sebuah sisir kecil berwarna keperakan yang ada di atas meja rias.

17. Harry dan Hagrid ternyata tiba lebih dulu di The Burrow dengan Mrs Weasley dan Ginny yang menyambut dengan khawatir. Diikuti Lupin dan George yang kehilangan satu telinga oleh Snape, Hermione dan Kingsley, Fred dan Mr Weasley, Ron dan Tonks, serta Bill dan Fleur. Mundungus ber disapparete meninggalkan Mad Eye di sapu dan kutukan Voldemortlah yang akhirnya menewaskan Mad Eye.

18. Belakangan diketahui ada pengkhianat yang membocorkan pemindahan Harry pada malam itu sehingga mereka semua diburu oleh Voldemort dan para Pelahap Maut. Mereka semua mencurigai Mundungus.

19. Telah terjadi pelarian besar-besaran dari Azkaban yang tidak diberitakan oleh Kementrian. Itulah sebabnya Harry bisa melihat Stan yang diyakininya dibawah pengaruh kutukan Imperius.

20. George yang kehilangan satu telinga masih bisa bercanda melihat ibunya yang terisak. Ibunya kini bisa membedakan ia dan Fred.

21. Harry mendapat penglihatan. Ollivander disiksa oleh Voldemort.

22. Bukan hanya Hermione yang berkorban telah memodifikasi ingatan orang tuanya, Ron juga. Ron memelihara Ghoul, semacam mayat hidup yang tidak memiliki intelegensi, makhluk yang akan dibuat mirip dengannya untuk mengelabui ibunya bila mereka bertiga telah memulai perjalanan mencari Horcrux. Ini semua dilakukan agar para Pelahap Maut yang ingin mencuri informasi keberadaan mereka bertiga dengan menginterogasi orang-orang terdekat terkecoh. Harry tidak bisa lagi menolak kedua sahabatnya untuk ikut dalam perjalanan yang berbahaya.

23. Seperti perpus berjalan, Hermione menyortir buku-buku yang akan dibawa saat perjalanan itu tiba. Bahkan buku tentang Horcrux, Secrets of the Darkest Art, yang selama ini tersimpan dalam ruang baca Dumbledore (Dumbledore telah menyingkirkan buku berbahaya itu dari perpustakaan). Hermione menggunakan Mantra Pemanggil setelah pemakaman Dumbledore.

24. Harry akhirnya menginjak umur tujuh belas tahun. Ron menghadiahinya sebuah buku Twelve Fail Safe Ways to Charm Witches, menjelaskan semua yang diperlukan tentang para gadis. Mr dan Mrs Weasley memberi jam seperti milik Ron terbuat dari emas dengan bintang-bintang berputar di atasnya. Hadiah Hermione adalah Sneakoscope baru. Hadiah lain berupa pisau cukur otomatis dari Bill dan Fleur. Cokelat dari keluarga Delacour, sekotak besar barang-barang terbaru dari Sihir Sakti Weasley dari Fred dan George dan hadiah terakhir adalah ciuman dari Ginny yang dipergoki Ron dan Hermione.

25. Ron memarahi Harry karena memberi harapan palsu kepada adiknya. Karena Harry memutusi Ginny tempo hari dan Ginny menangis.

26. Saat pesta ulang tahun Harry di malam hari, Hagrid, Scrimgeour, Lupin dan Tonks datang, bahkan Charlie yang rambutnya sudah dipotong pendek oleh ibunya pulang. Hagrid memberi Harry sebuah tas kecil berbulu dengan tali panjang yang sepertinya dikenakan di sekitar leher. Mokeskin, dapat sembunyikan apapun di dalamnya dan hanya pemiliknya yang bisa mengambil.

27. Scrimgeour datang untuk memberi warisan dari Dumbledore. Ron mendapat Deluminator, sebuah korek perak yang dapat menyedot cahaya dan mengembalikannya lagi dalam sekali tekan. Hermione mendapat buku The Tales of Beedle the Bard, yang judulnya tertulis dalam huruf Rune. Dan Harry mendapat Snitch yang ditangkap dalam pertandingan Quidditch pertamanya di Hogwarts dan sebuah Pedang Godric Griffindor yang tidak diberikan oleh Scrimgeour. Harry marah karena pedang yang seharusnya menjadi miliknya ditahan oleh Scrimgeour. Watak Scrimgeour yang Harry tahu telah kembali. Harry memberi pernyataan telak kepadanya kalau Scrimgeour meneliti barang-barang warisan Dumbledore di kantornya tanpa peduli dengan apa yang terjadi di luar kantornya, Harry dan yang lain dikejar Voldemort dan Pelahap Maut, buronan Azkaban melarikan diri dan Made Eye yang mati. Scrimgeour meradang lalu menusukkan tongkatnya ke dada Harry dan meninggalkan lubang kecil seperti bekas terbakar di kaus Harry. Mr dan Mrs Weasley masuk dan Scrimgeour pergi.

28. Harry mengisi kantung Mokeskin dengan benda-benda yang ia anggap berharga, walaupun juga ada yang tidak berarti. Peta Perampok, potongan cermin Sirius, dan liontin R.A.B. Harry mengulur talinya dan mengalungkannya pada lehernya.

29. Pada saat pernikahan Bill dan Fleur, Harry meminum ramuan polijus dan berubah menjadi seorang bocah berambut merah di desa Ottery St Catchpole, yang beberapa helai rambutnya telah diambil Fred dengan Mantra Panggil. Ini dilakukan untuk mengelabui para Pelahap Maut yang bisa saja menjadi salah satu tamu yang hadir. Suatu potongan scene yang tidak ditemukan di Film.

30. Selain Luna dan ayahnya Xenophilius Lovegood, Viktor Krum adalah tamu undangan pernikahan itu. Krum mengaku diundang Fleur. Karena Krum datang, wajah Hermione bersemu dan kuping Ron memerah karena cemburu.

31. Krum melihat ayahnya Luna dan menggeram marah. Diketahui Krum membenci ayah Luna karena ada lambang segitiga milik Grindelwald, Penyihir hitam yang dikalahkan Dumbledore, di jubahnya. Grindelwald telah membunuh banyak orang, termasuk kakeknya. Tapi Grindelwald tidak pernah menjamah negeri ini karena dia takut dengan Dumbledore apalagi saat dia dikalahkan. Krum mengaku Grindelwald mengukir lambangnya di dinding Durmstrang saat dia masih menjadi murid di sana.

32. Harry bertemu Elphias Doge, penulis yang membuat artikel masa muda Dumbledore. Elphias mengajak cerita dengan Harry tapi bibi Muriel, bibi Ron, datang mengganggu suasana. Elphias dan Muriel seperti langit dan bumi. Yang satu memuji-muji Dumbledore dan sebaliknya setuju dengan berita sampah Rita Skeeter. Entah Harry harus percaya yang mana, tapi yang pasti Muriel telah memberi petunjuk kalau ke Godric Hollow adalah destinasi pertama Harry yang tepat.

33. Selain tempat dimakamkannya orang tua Harry, Godric Hollow ternyata juga tempat dimakamkannya ibu dan saudari Dumbledore. Disana pula tinggal seorang Bathilda Bagshot, penulis Sejarah Sihir, seorang sejarahwan berbakat dan teman lama Dumbledore yang akan menjadi petunjuk bagi Harry.

34. Pesta pernikahan kedatangan patronus berbentuk Lynx, kucing perak, yang bisa berbicara. Patronus itu membuka lebar dan terdengar suara nyaring, dalam, dan lambat, milik Kingsley Shacklebolt memberitahukan bahwa Kementrian telah dikuasai, Scrimgeour mati dan mereka datang.

35. Kemunculan Patronus yang diikuti oleh para Pelahap Maut membuat panik tamu-tamu di pesta itu. Harry, Hermione dan Ron ber disapparate.

36. Hermione membawa tas nya sendiri, tas manik yang dibawanya ke pesta, yang memuat banyak barang bukan tas Harry hadiah dari Hagrid. Tas Hermione disihir dengan Mantra Perluasan yang Tak Terdeteksi.

37. Hermione dan Ron mengganti baju pestanya dengan baju biasa sedangkan Harry menggunakan Jubah Gaib ayahnya.

38. Harry, Ron dan Hermione kembali ke Grimmauld Place setelah dari Cafe di jalan Totenham Court yang diikuti oleh Pelahap Maut.

39. Di Grimmauld Place, Harry masuk ke kamar Sirius untuk pertama kali. Kamar itu seperti sudah digeledah dengan kertas-kertas yang berserakan dilantai, dan buku yang diambil paksa dan hampir lepas dari sampulnya. Disana Harry melihat foto masa remaja ayahnya dan sahabat-sahabat ayahnya, Sirius, Lupin dan si pengkhianat Wormtail. Harry juga menemukan surat milik Sirius dari ibu Harry, Lily Potter. Harry membaca dengan mata berkaca-kaca, meyakini ibunya yang pernah hidup dan melihat tulisan tangannya. Isi suratnya adalah ucapan terima kasih kepada Sirius yang menghadiahi Harry sapu mainan untuk ulang tahun pertama. Lily juga memberi tahu Sirius betapa James frustasi harus bersembunyi di kediamannya apalagi Jubah Gaibnya masih dipinjam oleh Dumbledore. James akan senang bila Sirius mampir dan main seperti Wormtail yang telah datang walau dengan wajah murung. Mereka juga sering dikunjugi oleh Bathilda Bagshot yang tinggal berdekatan di Godric Hollow dan sering menceritakan betapa hebatnya Dumbledore. Ada yang janggal pikir Harry. Orang tuanya kenal Bathilda, apakah Dumbledore yang mengenalkannya. Dan untuk apa Dumbledore meminjam Jubah Gaib ayahnya karena Harry pernah diberitahu Dumbledore bahwa dia tidak membutuhkan Jubah Gaib untuk tidak terlihat. Mungkinkah ada anggota Orde yang membutuhkannya dan Dumbledore menjadi perantaranya?. Lalu Wormtail pengkhianat, yang terlihat sedih. Apa ia peduli bahwa ia sedang menemui Lily dan James dalam keadaan hidup untuk terkahir kali? Kemudian Bathilda yang menceritakan betapa hebatnya Dumbledore, rasanya tidak dapat dipercaya mendengar sebaliknya dari Bibi Muriel di pesta pernikahan Bill Weasley. Harry menyimpan suratnya dan menemukan foto dirinya yang masih bayi terbang keluar masuk foto di atas sapu mainan dari Sirius.

40. Pemilik inisial R.A.B di liontin adalah Regulus Arcturus Black, adik Sirius. Harry menemukan tanda kecil di pintu kamar kedua setelah kamar Sirius. Di pintu terdapat goresan yang cukup dalam di bawah sebuah tanda, Dilarang Masuk Tanpa Izin Langsung Dari Regulus Arcturus Black, yang tidak Harry sadari saat keadaan gelap.

41. Regulus Arcturus Black adalah seorang Pelahap Maut. Sirius pernah menceritakannya kepada Harry. Dia menjadi Pelahap Maut dalam usia yang sangat muda lalu ketakutan dengan apa yang akan dia lakukan sebagai Pelahap Maut dan ingin keluar, jadi mereka membunuhnya.

42. Harry, Ron dan Hermione masuk ke kamar Regulus untuk mencari Liontin asli dan menggeledah lemari Kreacher di dapur yang suka sekali menyelinapkan banyak barang. Karena tak menemukan barang yang dicari, tanpa banyak cincong Harry memanggil Kreacher dan Krecher datang.

43. Harry meminta Kreacher menceritakan tentang Liontin tuannya, Regulus. Tidak hanya Liontin yang hilang dicuri Mundungus, Kreacher juga memberi tahu mereka bertiga bagaimana ia pernah dipakai Voldemort ke gua yang didalamnya ada danau hitam dipenuhi inferi tersembunyi, menaiki perahu sama seperti Harry dan Dumbledore waktu lalu, dan memaksa Kreacher meminum air baskom beracun. Disitulah Voldemort menaruh Horcrux, Liontin asli, lalu mengisinya kembali dengan air racun itu. Voldemort meninggalkan Kreacher sendiri dan Kreacher berhasil keluar dari tempat terkutuk itu karena Tuannya, Regulus, menyuruhnya pulang. Sihir spesial yang hanya dimiliki seorang peri adalah bisa ber Apparate dan ber Disapparate di tempat-tempat khusus yang tidak bisa dilakukan oleh penyihir. Setelah kembali dengan ceritanya, Regulus tampak cemas. Pada suatu malam Regulus mendatanginya dan memintanya mengantar ke gua dimana Kreacher pergi dengan Pangeran Kegelapan. Rupanya Regulus membawa Liontin palsu yang mirip dengan Liontin asli milik Voldemort dan bermaksud menukarnya. Regulus meminum cairan mematikan itu, Kreacher menukar keduanya, dan melihat Tuannya ditarik ke dalam danau oleh Inferi-inferi. Kreacher pergi, tidak boleh mengatakan rahasia ini kepada ibu tuannya dan harus menghancurkan Liontin asli seperti pesan tuannya.

44. Permintaan Harry berikutnya adalah menyuruh Kreacher mencari Mundungus yang telah mencuri Liontin asli. Sebagai imbalannya Harry memberi Liontin palsu milik Regulus kepada Kreacher dan butuh tiga puluh menit untuk menenangkan Kreacher, yang begitu senang karena telah dihadiahi dengan peninggalan keluarga Black.

45. Lupin datang ke Grimmauld Place. Rupanya Lupin hendak bergabung dengan Harry, Ron dan Hermione tanpa tahu misinya. Ia menyesal telah menikahi Tonks dan kini tengah hamil anak mereka. Lupin bercerita ia tak tahan menanggung malu bila mempunyai anak setengah serigala seperti dirinya. Keluarga Tonks pun jijik saat melihat ia dan Tonks menikah. Mendengar ini, Harry marah dan menyebutnya pengecut, tidak sepantasnya suami dan bapak meninggalkan istri dan anaknya. Lupin lalu pergi.

46. Beberapa hari berikutnya, Kreacher pulang membawa hasil buruannya, Mundungus. Mundungus bilang Liontin yang dicurinya telah dibeli oleh seorang penyihir wanita kecil pendek memakai pita dirambut dan mirip kodok. Umbridge.

47. Kualitas masakan Kreacher meningkat dramatis sejak ia diberi liontin Regulus yang selalu menggantung di lehernya. Bahkan bawang gorengnya terasa enak. Tidak hanya itu, sikapnya kini baik hati seperti Dobby.

48. Harry, Ron dan Hermione membaca Daily Prophet curian yang isinya Snape diangkat jadi Kepala Sekolah Sihir Howarts.

49. Harry, Ron dan Hermione akan menyusup ke Kementrian menjadi orang dari Pemeliharaan Sihir yang memakai jubah biru laut.

50. Harry, Ron dan Hermione sudah menghabiskan empat minggu bergantian bersembunyi di bawah Jubah Gaib dan memata-matai pintu masuk utama Kementrian yang sudah diketahui Ron dari Mr Weasley, sejak kecil. Mereka mengekor pegawai Kementrian, menguping obrolan
mereka, dan mempelajari di mana mereka muncul di satu tempat di satu waktu yang sama. Terkadang mereka bisa mengambil Daily Prophet dari tas salah satu pegawai.

51. Dalam penyamaran, Harry dan Ron bertemu Mr Weasley dan Percy di lift Kementerian.

52. Saat berada di kantor Umbridge, Harry melihat mata Mad Eye yang dipajang di pintu kantor Umbridge untuk memata-matai.

53. Hermione sempat membuat duplikat Liontin untuk Umbridge setelah berhasil mengambil yang asli agar tak ketahuan saat Umbridge pingsan.

54. Harry, Ron dan Hermione tidak bisa kembali ke Grimmauld Place karena Yaxley, pegawai Kementerian, berhasil mengikuti Hermione ke Grimmauld Place. Oleh sebab itu Hermione membawa Harry dan Ron ber Apparete ke hutan tempat Piala Dunia Quidditch diadakan beberapa tahun lalu.

55. Mata Mad Eye dikubur Harry di hutan tempat mereka berada.

56. Harry, Ron dan Hermione tak sengaja menguping dua Goblin (salah satunya bekerja di Bank Gringgots) yang sedang memancing ikan di hutan. Disana ada juga ayah Tonks dan Dean Thomas yang berbincang soal isu panas di Kementerian.

57. Lukisan kakek buyut Sirius Black di Grimmauld Place (yang kembarannya ada di kantor Kepala Sekolah Hogwarts) yang tempo hari dibawa Hermione masuk ke dalam tas maniknya ada gunanya. Phineas Nigellus Black memberi tahu kalau Ginny, Neville dan Luna berusaha mencuri pedang Gryffindor. Ginny, Neville, Luna dihukum ke Hutan Terlarang bersama Hagrid oleh Snape.

58. Phineas Nigellus memberi tahu kepada Harry, Ron dan Hermione kali terakhir ia melihat Dumbledore membawa pedang itu untuk menghancurkan sebuah cincin. Spontan Harry berpikir bahwa dengan pedang itulah cara menghancurkan Horcrux. Pedang buatan goblin itu menyerap semua yang dapat menambah kekuatannya dan pedang itu telah menyerap racun Basilisk. Dan Dumbledore tidak memberikannya pada Harry karena dia masih membutuhkannya, ia ingin menggunakannya untuk menghancurkan liontin, dan dia pasti telah tahu bahwa mereka tidak akan memberikannya pada Harry melalui wasiatnya. Jadi dia membuat tiruannya dan menyimpan yang palsu di tempatnya dan meninggalkan yang asli entah di mana.

59. Ada benang merah di antara Godric’s Hollow, Godric Gryffindor dan Pedang Gryffindor.

60. Warisan yang diberikan Dumbledore kepada Hermione berupa buku dongeng anak-anak di dunia sihir, The Tales of Beedle the Bard, telah menarik perhatiannya kepada sebuah simbol. Segitiga yang didalamnya ada lingkaran dan satu garis lurus. Simbol yang sama dengan lambang Grindewald yang diberitahu Krum tempo hari kepada Harry.

61. Harry dan Hermione ke Godric’s Hollow dengan menyamar sebagai Muggle. Mereka melihat sebuah monumen patung berupa patung tiga manusia. orang tua Harry dan Harry yang masih bayi.

62. Di pemakaman Godric’s Hollow, selain melihat nisan orang tua Harry, Harry dan Hermione melihat nisan dengan tulisan Kendra Dumbledore, Ibu Dumbledore, dan adik Dumbledore, Ariana. Hermione juga melihat simbol segitiga di atas pemakaman dengan nama Ignotus Peverell, yang tidak diperhatikan Harry. Belakangan, Peverell adalah tiga bersaudara dalam cerita simbol Deathly Hallows. Tiga Bersaudara Peverell itu adalah Antioch, Cadmus, dan Ignotus. Mereka adalah pemilik Hallows yang asli.

63. Harry dan Hermione melihat rumah Harry yang selama enam belas tahun ia tinggalkan karena dipungut Hagrid dari tragedi dan tak diperbaiki.

64. Tidak ada adegan Harry yang mengajak Hermione murung menari seperti di Film.

65. Sama seperti di Film, Ron berhasil menyelamatkan Harry dari jeratan Horcrux selama ia tenggelam di kolam dan sukses mengangkat pedang Gryffindor.

66. Ketika Harry mulai membuka liontin untuk disabet Ron, muncul bayangan mata yang hidup, gelap dan tampan seperti mata Tom Riddle sebelum mata itu berubah merah dan pupilnya terbelah. Dan suara mendesis keluar dari Horcrux. Sisanya sama seperti di Film.

67. Ron berhasil kembali kepada Harry dan Hermione karena Deluminator yang dimilikinya dari warisan Dumbledore. Deluminator memberitahunya kalau Hermione menyebut namanya saat mengingat tongkat Harry yang hancur seperti tongkat Ron yang rusak dan tidak akan sama lagi bila diperbaiki. Tongkat Harry hancur setelah Hermione menyelamatkan dirinya dan Harry dari Nagini di Godric’s Hollow dengan mantra penghancur yang menghancurkan semua barang disekitarnya.

68. Ron dikejar para Perampas saat berusaha mencari Harry dan Hermione dan berpura-pura menjadi Stan Sunphike.

69. Ron meminta Harry dan Hermione untuk berhenti memanggil nama Kau Tahu Siapa. Karena itulah cara bagaimana mereka menemukan orang. Menggunakan namanya dapat mematahkan perlindungan, ini menyebabkan suatu bentuk dari sihir terlarang dan inilah cara mereka menemukan Harry, Ron dan Hermione di jalan Tottenham Court. Karena Harry, Ron dan Hermione menggunakan namanya. Masuk akal.

70. Harry, Ron dan Hermione pergi untuk bertemu Xenophilius Lovegood, ayah Luna. ini semua karena Hermione penasaran dengan simbol segitiga di buku Beedle Sang Seniman.

71. Simbol segitiga itu menghubungkan Dumbledore dan Grindelwald yang dulu ternyata sahabat lama. Belakangan diketahui setelah Hermione mengambil buku, Kebenaran dan Dusta Albus, diam-diam di rumah Bathilda Bagshot tempo hari.

72. Rumah Ayah Luna berada di Ottery St. Cachopole dari lereng bukit yang berangin, dekat The Burrow.

73. Di rumah Xenophilius Lovegood, Hermione melihat Tanduk Erumpent, Barang-Barang yang Dapat Diperjualbelikan kelas B dan itu adalah benda yang sangat berbahaya untuk dimiliki di rumah. Tanduk Erumpent itu termasuk hewan-hewan Fantastis dan Dimana Mereka Bisa Ditemukan. Disini gue baru tahu, kalau Fantastic Beast and Where to Find Them pernah disinggung, tidak di Film (maaf kalau salah).

74. Tiga bersaudara Peverell mengingatkan Harry pada Marvolo Gaunt, kakek Voldemort. Di pensieve dengan Dumbledore tempo dulu, Marvolo Gaunt pernah berkata kalau dia adalah keturunan keluarga Peverell. Cincin yang dipakai Marvolo Gaunt, yang telah menjadi Horcrux, adalah lambang keluarga Peverell.

75. Harry, Ron dan Hermione mendengarkan siaran radio Potterwatch dengan Lee sebagai hostnya. Satu-satunya siaran yang melawan Voldemort. Dengan nama penyamaran, Harry, Ron dan Hermione tahu betul suara penyiar itu. Tidak hanya itu, ada narasumber lainnya yang namanya disamarkan. Mereka adalah Kingsley, Lupin dan Fred. Mereka memberi informasi kalau salah satu goblin yang Harry, Ron dan Hermione nguping tempo hari telah mati bersama Ted Tonks, ayah Tonks. Sedangkan Muggle, Dean Thomas, bersama Goblin satunya sedang dalam pemburuan.

76. Setelah siaran berakhir, Harry lagi-lagi menyebut nama Voldemort yang membuat Ron marah. Benar saja tamu tak diundang datang. Mereka dikepung oleh Pelahap Maut yang salah satunya Fenrir Greyback, manusia serigala. Kadang Harry memang keras kepala, disuruh jangan menyebut nama itu lagi tapi disebut lagi.

77. Sebelum ditangkap, Hermione telah memantrai wajah Harry menjadi jelek dan bengkak agar tak ada yang tahu dia adalah Harry. Mereka ditangkap dan dibawa ke rumah Draco Malfoy. Ada Malfoy sekeluarga dan Bellatrix. Satu lagi, Pedang Gryffindor juga ditahan.

78. Ditahan di gudang rumah Draco, Harry dan Ron melihat Luna, Olivander, Dean dan Griphook si Goblin. Sedangkan Hermione disiksa oleh Bellatrix.

79. Luna, Dean, dan Olivander disuruh Harry ber Apparate dengan Dobby ke rumah Bill dan Fleur, Shell Cottage di luar Tinworth, lalu yang lain menyusul.

80. Karena bunyi poop dari Apparate terdengar sampai ke atas, Wormtail disuruh mengecek ke gudang. Harry dan Ron bersiap untuk menjegal Wormtail dan tongkat Wormtail berhasil diambil alih. Wormtail yang jadi pengecut tanpa tongkatnya, dicekik oleh tangan metalnya sendiri pemberian dari Tuannya Voldemort.

81. Setelah selamat dari rumah Malfoy, dengan tongkat Draco dan Bellatrix di tangan dan Dobby sebagai korbannya, kini Harry bersama lainnya berada di rumah Bill dan Fleur. Harry, Ron dan Hermione mendatangi Olivander yang sedang istirahat di salah satu kamar rumah Bill dan Fleur. Harry meminta Olivander bercerita tentang tongkat Elder. Olivander didatangi Voldemort yang menanyainya sambil menyiksanya tentang tongkat Elder. Olivander memberi tahu Voldemort kalau Gregorovitch lah yang memiliki tongkat itu. Gregorovitch adalah pembuat tongkat sama seperti Olivander. Harry mengenal nama Gregorovitch dari Krum yang memberitahu Harry siapa yang membuat tongkatnya di pesta pernikahan Bil dan Fleur tempo hari. Voldemort lalu mendatangi Gregorovitch untuk mendapatkan tongkat itu yang ternyata telah dicuri. Dan Gregorovitch mati ditangan Voldemort.

82. Harry lalu menyimpulkan sendiri, tongkat itu dicuri oleh Grindelwald. Bagaimana Grindelwald mengetahui bahwa Gregorovicth memilikinya, Harry tidak tahu. Jika Gregorovitch cukup bodoh dengan menyebarkan rumor, ini tidak jadi terlalu sulit. Dan Grindelwald menggunakan Tongkat Tertua untuk menjadi kuat. Dan dia ada di puncak kekuasaannya, ketika Dumbledore menyadari hanya dia yang dapat menghentikannya, dia berduel dengan Grindelwald dan mengalahkannya, dan mengambil Tongkat Elder. Dan seperti yang sudah kita tahu di Film, itulah alasan Voldemort mendatangi nisan Dumbledore untuk mencuri tongkat yang dikubur bersama pemiliknya.

83. Rencana selanjutnya Harry, Ron dan Hermione akan menyelundup ke Bank Gringotts untuk masuk ke lemari besi keluarga Lestrange. Pikiran ini muncul ketika mereka masih ditangkap dan dibawa di rumah Malfoy tempo hari, dan Bellatrix menuduh Hermione (saat disiksa sendiri) telah masuk ke lemari besinya untuk mencuri pedang Gryffindor (padahal kita semua tahu kalau pedang itu sendirilah yang muncul di dasar kolam tempo hari). Harry yakin, selain pedang Gryffindor palsu berada disana yang dipindahkan dari kantor kepala sekolah Hogwarts, juga ada Horcrux lainnya. Dan seperti yang sudah kita ketahui di Film, mereka membuat deal dengan Griphook untuk membantu mereka dengan imbalan pedang Gryffindor asli yang dimiliki Harry, Ron dan Hermione untuk menghancurkan Horcrux.

84. Rumah Bill dan Fleur kedatangan Lupin. Lupin mampir untuk memberi tahu mereka bahwa bayinya dengan Tonks telah lahir dan diberi nama Tedy Remus Lupin. Perseteruan Harry dan Lupin di Grimmauld Place tempo hari hilang seketika. Lupin mengangkat Harry menjadi ayah angkat Ted.

85. Olivander akan dipindahkan ke rumah Bibi Muriel diantar oleh Bill. Menjelang kepergiannya, Fleur memberi sebuah tiara bercahaya dan berkelip pada cahaya lampu yang bergantung rendah untuk diberikan kepada Bibi Muriel. Griphook melihatnya karena itu dibuat oleh Goblin juga. Tak lama dari itu Luna tiba-tiba berbicara kalau ayahnya membuat tiara ulang milik Ravenclaw yang hilang. Dia mengidentifikasi elemen-elemen pentingnya dengan menambahkan sayap billywig yang sangat membuat perbedaan.

86. Walaupun Harry menolak bercerita kepada Bill tentang kesepakatannya dengan Griphook, Bill tetap memberitahu Harry agar berhati-hati berurusan dan membuat perjanjian dengan Goblin. Karena Bill tahu sifat Goblin semenjak dia bekerja di Gringotts setelah lulus dari Hogwarts. Salah satu sifatnya adalah benda-benda yang diciptakan Goblin walaupun sudah dibeli, mereka masih menganggapnya barang itu disewa dan pada akhirnya barang itu harus kembali kepada si pembuatnya.

87. Dalam penyamaran ke Gringotts, Hermione memakai tongkat Bellatrix (karena tongkatnya dilucuti) dan Harry memakai tongkat Malfoy.

88. Setelah kabur dari Gringotts dengan menaiki Naga, Harry, Ron dan Hermione melompat ke danau. Saat beristirahat, Harry mendapat penglihatan. Ia melihat Voldemort yang marah besar, membunuh goblin-goblin di Gringotts dan sadar Horcrux-horcruxnya telah diincar oleh Harry Potter. Voldemort juga memberinya petunjuk tentang keberadaan Horcrux di Hogwarts. Harry, Ron dan Hermione memutuskan ke Hogsmeade untuk menyusup ke Hogwarts menggunakan Jubah Gaib. Disana, keberadaan mereka hampir ketahuan para Pelahap Maut di Three Broomstick namun diselamatkan oleh pemilik bar Hog’s Head. Pemilik bar itu ternyata adiknya Dumbledore, Aberforth, dengan mata biru cemerlang. Harry baru sadar mata siapa yang selalu dilihatnya di pecahan cermin kado dari Sirius tempo hari. Dan ternyata Aberforth lah yang mengirim Dobby di rumah Malfoy setelah Harry melihat mata biru di pecahan cerminnya. Lalu perhatian Harry terpecah pada sesuatu di rak di atas perapian, sebuah cermin kecil segiempat ditopang di atasnya, tepat di bawah lukisan seorang gadis yang ternyata adik bungsu mereka, Ariana. Pasangan dari cermin Harry yang dimiliki Aberforth, dia dapatkan setelah membeli dari Dung sekitar tahun lalu. Albus yang memberi tahunya itu apa, lalu terus mencoba mengamati Harry melalui cermin itu.

89. Aberforth bercerita tentang tewasnya ibu dan adiknya kepada Harry, Ron dan Hermione. Saat berumur enam tahun, Ariana sering diintip bocah-bocah Muggle ditengah dirinya yang sedang melakukan sihir. Lalu bocah-bocah Muggle itu menangkapnya dan memaksanya melakukan sihir di depan mereka, tetapi sihirnya malah tidak bekerja sama sekali. Itulah yang membuat Ariana kemudian menjadi gadis kecil pendiam, pemurung dan menjadi setengah gila. Dan anehnya ia tidak bisa mengendalikan kekuatan sihirnya. Ayah mereka mencoba mencari Muggle-muggle yang mengganggu anaknya dan singkat cerita berakhir di Azkaban sampai mati. Ini semua karena Ayahnya menolak cerita yang sebenarnya kepada Kementerian untuk tetap melindungi anak gadisnya. Di lain waktu, saat Aberforth tidak berada di rumah, ibu mereka tewas karena Ariana sedang mengamuk dengan kekuatan sihirnya yang tak bisa dikendalikan. Aberforth lah yang selama ini merawat Ariana karena Albus, kakaknya, berada di Hogwarts. Namun setelah kejadian itu, Albus lah yang kini mengambil peran ibu dan menjaga Ariana, sedangkan Aberforth disuruh melanjutkan pendidikannya. Tapi kejadian yang naas terjadi lagi. Albus bersama teman barunya Grindelwald, beradu pendapat dengan Aberfoth. Aberfoth menolak mereka berdua menyembunyikan Ariana jika mereka sudah mengubah dunia, menuntun para penyihir keluar dari persembunyian dan mengajarkan pada para Muggle di mana sebenarnya tempat mereka. Tapi Grindelwald sama sekali tidak menyukainya. Dia marah. Aberfoth mencabut tongkatnya, Grindelwald mencabut tongkatnya, dan Aberfoth terkena Kutukan Cruciatus yang dirapal oleh teman baik kakaknya, dan Albus mencoba menghentikannya. Mereka bertiga berduel, cahaya berkilatan dan ledakan membuat Ariana siaga. Aberfoth mengira Ariana mau melerai, tapi dia tidak benar-benar tahu apa yang sedang ia lakukan, dan Aberfoth tidak tahu siapa di antara mereka yang melakukannya, bisa siapa saja dan Ariana tewas. Grindelwald lari ketakutan. Dia sudah punya catatan jelek di negaranya, dan ia tidak mau Ariana dimasukkan ke dalam catatannya.

90. Untuk menyangkal tuduhan adik Dumbledore tentang kakaknya Albus yang merasa bebas dari beban adik perempuannya, Harry memberi tahu Aberfoth, Ron dan Hermione pada malam Dumbledore meninggal. Ia meminum ramuan yang membuatnya kehilangan pikiran. Ia mulai berteriak, memohon pada seseorang yang tak ada di sana. “Jangan sakiti mereka, sakiti aku saja”. Harry mengira Dumbledore kembali ke masa di mana ia bersama Aberforth dan Grindelwald. Dumbledore merengek, memohon. Dumbledore kira ia sedang menyaksikan Grindelwald menyakiti Aberfoth dan Ariana. Menurut Harry itu siksaan untuknya. Kalau Aberfoth melihat kakaknya saat itu, Aberfoth tak akan mengatakan bahwa kakaknya sudah bebas.

91. Sisanya seperti di Film, Ariana di lukisannya menunjukkan terowongan ke Hogwarts yang belum pernah dijaga ketat. Beberapa menit kemudian Ariana sudah kembali lagi bersama Neville yang tampak babak belur di muka. Neville lalu memegang tangan Hermione dan membantunya memanjat rak di atas tungku masuk ke terowongan, Ron mengikuti, lalu Neville, dan Harry yang terkahir setelah mengucapkan terima kasih pada Aberforth karena telah menyelamatkan mereka dua kali. Harry merangkak naik ke rak di atas tungku dan menuju lubang di belakang lukisan Ariana. Ada undakan batu yang halus di sisi sebelah sana, sepertinya jalan tembus itu sudah ada selama bertahun-tahun. Lampu kuningan tergantung di dinding, lantai berbau tanah, licin dan halus saat mereka berjalan bayangan mereka bergetar, membesar, sepanjang dinding. Harry sadar, jalanan ini tidak ada di Peta Perompak.

92. Harry, Ron, Hermione, dan Neville tiba di Kamar Kebutuhan. Semua anggota Laskar Dumbledore telah berkumpul. Harry terintimidasi oleh mereka yang ingin menolong melawan Kau Tahu Siapa. Akhirnya Harry, Ron dan Hermione sepakat memberi tahu mereka tanpa menyinggung tentang Horcrux. Petunjuk yang diberikan Harry kepada semua anggota Laskar Dumbledore adalah sesuatu yang akan membantu mereka menyingkirkan Kau Tahu Siapa. Ada di sini di Hogwarts, tapi tidak tahu di mana. Mungkin kepunyaan Ravenclaw. Salah satu murid dari Ravenclaw ingat bahwa ada satu tiara milik asramanya yang sudah hilang berabad-abad lalu. Luna pun teringat apa yang pernah dikatakannya tentang ayahnya yang mencoba membuat tiruan tiara Ravenclaw. Ketika semua orang nampak kecewa, Cho buka suara menawarkan Harry jika ia ingin melihat bentuk tiara itu, Cho bersedia mengajak Harry ke ruang Rekreasi Ravenclaw dimana patung Ravenclaw memakai tiara tiruan itu. Ajakan Cho ditolak mentah-mentah oleh Ginny yang cemburu. Ginny menyarankan Luna saja yang pergi bersama Harry melihat patung dengan mahkota itu.

93. Harry dan Luna menyelinap ke ruang Rekreasi Ravenclaw dengan Jubah Gaib. Disana mereka melihat patung Rowena Ravenclaw yang memakai tiara seperti milik tiara Fleur yang dipakainya di hari pernikahannya. Ada kata-kata kecil dipahatkan disitu “bijak melampaui ukuran adalah kekayaan terbesar manusia”. Tak disangka mereka berdua kepergok oleh Pelahap Maut yang mengajar di Hogwarts, Alecto Carrow. Dan pada saat itu, Alecto langsung menekankan jari telunjuknya yang pendek gemuk pada tanda tengkorak dan ular di lengannya.

94. Bekas luka Harry membara lagi setelah jari Alecto menyentuh Tanda. Saat Harry berusaha mengambil tongkatnya, Harry kalah cepat karena Luna lah yang memingsankan Alecto. Letupan yang dibuat Luna ternyata membangunkan anak-anak asrama Ravenclaw, dan Profesor McGonagall. Tidak hanya itu saudara Alecto, Amycus datang setelah Tanda Kegelapan yang dimunculkan saudaranya. McGonagall adu mulut dengan Amycus bahkan sampai meludahi McGonagall. Tidak tinggal diam, Harry lalu keluar dari Jubah Gaibnya bersama Luna dan meluncurkan kutukan Crucio kepada Amycus. Amycus juga diberi kutukan imperius oleh McGonagall dan memberinya tongkat Amycus dan saudaranya kepada McGonagall sebelum berbaring disebelah saudaranya.

95. Harry mendapat penglihatan lagi, Voldemort telah berada di pulau memeriksa Liontinnya yang telah hilang dan sedang menuju ke Hogwarts. Harry memberi tahu McGonagall jalan keluar untuk mengamankan siswa-siswa jika Hogwarts berada dalam keadaan siaga.

96. Harry, Luna (masih dibawah Jubah Gaib), dan McGonagall bertemu Snape. Snape mencurigai udara yang kosong disebelah McGonagall dan bersumpah akan menghukum McGonagall kalau dia berusaha menyembunyikan Harrt. Snape lari terbirit-birit setelah McGonagall memantrai api dari obor-obor di atasnya membentuk ular besar berbentuk asap lalu berubah bentuk dan mengeras dalam hitungan detik menjadi sekumpulan belati yang mengejar. Snape menghindarinya dengan menarik baju besi ke hadapannya, dengan suara logam berbenturan, belati itu terbenam satu demi satu di bagian dada. Snape berjuang melepaskan diri dari tangan besi yang meremukkan, dan mengirimnya terbang kembali pada penyerangnya. Snape lalu benar-benar melarikan diri.

97. Suara bising-bising itu telah mengundang Profesor Flitwick, Sprout, dan Slughorn datang.

98. Filch disuruh mencari Peeves oleh McGonagall. Tidak hanya itu, McGonagall juga menghidupkan patung-patung dan baju besi keluar dari tempatnya lewat satu mantra untuk melindungi Hogwarts di perbatasan.

99. McGonagall menyuruh Harry dan Luna kembali ke Kamar Kebutuhan dan segera berkumpul dengan yang lain di Aula Besar. Sesampai di Kamar Kebutuhan lagi, Harry melihat kamar itu lebih sesak daripada sebelumnya. Ada Kingsley dan Lupin (Tonks tidak ada karena bersama bayi kecilnya yang fotonya ditunjukkan oleh Lupin), juga Oliver Wood, Katie Bell, Angelina Johnson, dan Alicia Spinnet, Bill dan Fleur, Mr dan Mrs Weasley. Mereka semua bisa tahu karena Fred dan yang lain mengirim pesan pada seluruh Laskar Dumbledore melalui Galleon palsu. Saat Ginny disuruh pulang melewati terowongan menuju Hog’s Head oleh Mrs Weasley dan kakak-kakaknya karena belum cukup umur untuk ikut bertarung, tak disangka seseorang merangkak keluar dari terowongan, Percy. Percy yang sepertinya telah mendapatkan hidayah menyesal dan mengumpati diri tak henti-henti. Mrs Weasley memeluk anaknya yang sudah lama hilang itu sambil menangis, dan Percy meminta maaf pada ayahnya.

100. Dalam pengakuannya, Percy telah sadar agak lama bahwa Kementerian sudah tidak beres. Tapi dia harus mencari jalan keluar, dan itu tidak mudah. Di Kementrian mereka memenjarakan pengkhianat setiap saat. Percy berhasil menghubungi Aberforth dan Aberforth memberi peringatan padanya sepuluh menit lalu bahwa Hogwarts akan bertempur, jadi disinilah dia sekarang.

101. Ginny tidak jadi pulang, sebagai gantinya dia harus mendekam di Kamar Kebutuhan saat yang lainnya sedang bertempur.

102. Harry menyadari Ron dan Hermione tidak ada di tengah-tengah mereka. Tapi Ginny memberitahu Harry kalau mereka berdua ke kamar mandi. Seperti yang sudah kita ketahui di Film, Ron dan Hermione berada di Kamar Rahasia untuk menghancurkan Piala Hufflepuff dari Gringotts menggunakan taring Basilisk yang sudah menjadi tengkorak. Mereka berhasil masuk ke Kamar Rahasia setelah Ron berbicara Parseltongue yang Ron tiru saat Harry membuka liontin waktu itu. Dan tidak ada adegan kissing setelah itu seperti di Film.

103. Pikiran tentang dimana Ron dan Hermione hampir mengalihkan Harry dari tujuan yang sebenarnya. Sejenak dia berkonsentrasi dan meyimpulkan bahwa di menara Ravenclaw lah satu-satunya petujuk karena saat di ruang Rekreasi Ravenclaw, Harry mendapati Alecto yang menjaganya. Dan satu-satunya benda yang dihubungkan dengan asrama itu oleh semua orang hanyalah tiara yang hilang. Siapa yang bisa memberitahunya dimana harus mencari, ketika tidak ada orang yang pernah melihatnya yang masih hidup? Harry lalu melihat sosok putih hantu Gryffindor, Nick si Kepala Nyaris Putus, dan menanyainya tentang hantu Ravenclaw, Grey Lady yang belakangan diketahui bernama Helena Ravenclaw. Grey Lady mengaku bahwa Harry bukan siswa pertama yang mendambakan tiara itu. Tapi Harry tidak bermaksud demikian melainkan untuk menghancurkan Voldemort. Barulah Grey Lady bercerita. Tiara Ravenclaw yang dicari Harry adalah milik ibu Grey Lady dan Grey Lady mencurinya. Grey Lady mencurinya untuk membuat dirinya lebih pintar, dan lebih penting daripada ibunya. Grey Lady kabur bersama tiara itu dan tampaknya ibunya tahu. Suatu waktu ibunya sakit dan berusaha mencari anaknya dengan mengirim seseorang yang mencintai anaknya, hantu si Baron Berdarah. Baron berhasil melacak Grey Lady ke hutan tempat persembunyiannya, namun sia-sia karena Grey Lady menolak untuk pulang bersamanya. Baron berubah menjadi kejam karena memang selalu gampang naik darah. Berang karena penolakan Grey Lady, dan cemburu pada kebebasan Grey Lady, Baron lalu menusuk Grey Lady dan bunuh diri. Grey Lady kemudian menyibakkan jubahnya untuk memperlihatkan satu luka gelap di dada putihnya kepada Harry. Nasib tiara itu masih berada di tempat Grey Lady menyembunyikannya ketika dia mendengar Baron memasuki hutan mendekatinya. Tersimpan di dalam lubang pohon, Albania.

104. Harry lalu menyimpulkan semuanya setelah Grey Lady menyebut Albania. Voldemort telah berkelana ke hutan yang jauh dan mengambil tiara kembali dari tempat persembunyiannya, mungkin segera setelah ia meninggalkan Hogwarts, bahkan sebelum ia mulai bekerja di Borgin and Burkes. Dan bukankah hutan terpencil Albania itu tampaknya merupakan tempat berlindung yang bagus ketika lama sesudahnya, Voldemort memerlukan tempat untuk menyembunyikan diri, tidak terganggu, selama 10 tahun? Tapi tiara itu, setelah menjadi Horcruxnya yang berharga, tidak ditinggalkan di pohon rendah itu. Tidak, tiara itu telah dikembalikan secara diam-diam, ke rumah yang sebenarnya, dan Voldemort pasti telah meletakkannya disana, di malam dia melamar pekerjaan lagi pekerjaan sebagai guru kepada Dumbledore. Voldemort pasti telah menyembunyikan tiara itu dalam perjalanannya menuju, atau setelah dari, kantor Dumbledore dan dia juga punya kesempatan mengecek pedang Gryffindor. Harry kemudian izin meninggalkan Grey Lady.

105. Harry dikejutkan oleh adik tiri Hagrid, Grawpy, yang melemparkan Hagrid dan Fang lewat jendela. Hagrid dan Fang mengikuti Harry yang sedang mencari tiara. Tapi tidak butuh lama, Hagrid meninggalkan Harry saat dirinya tengah menolong anjingnya yang ketakutan oleh vas raksasa terbang yang telah disihir.

106. Harry bertemu Ron dan Hermione. Mereka berdua memberi tahu Harry bahwa Piala Hufflepuff telah berhasil dihancurkan di Kamar Rahasia. Selanjutnya Harry memberi tahu mereka dimana tepatnya tiara itu berada. Voldemort menyembunyikannya di tempat Harry menyimpan buku Ramuan lama (saat akan diinterogasi Snape tahun lalu), dimana semua orang menyimpan barang-barang sejak berabad-abad. Voldemort menyangka hanya dia yang tahu.

107. Harry, Ron dan Hermione kembali ke Kamar Kebutuhan. Tidak hanya Ginny, tetapi juga sudah ada Tonks dan nenek Neville. Nenek Neville mengaku dia orang terakhir dan telah menyegel terowongan karena Aberforth tidak berada di pubnya dan tidak baik membiarkan terowongannya terbuka begitu saja.

108. Tonks mengaku telah meninggalkan anaknya, Teddy, di rumah ibunya. Ia tidak tahan melihat suaminya sendirian yang bertarung. Begitu juga dengan nenek Neville yang secepat kilat bergegas keluar dari Kamar Kebutuhan setelah mendengar dari Harry kalau cucunya juga sedang bertarung. Setelah keduanya pergi, tinggal Ginny sendirian. Harry meminta Ginny keluar sebentar dan nanti bisa masuk lagi untuk menjalankan misi bersama Ron dan Hermione.

109. Tak lama kemudian, ide menyelamatkan peri-peri rumah di Hogwarts keluar dari mulut Ron. Ron mengatakan jangan sampai ada Dobby-dobby yang lainnya menjadi korban. Mendengar ini, Hermione langsung memeluk Ron dan mengecupnya. Oh jadi kissing sebenarnya disini toh. Harry meneriaki mereka berdua dan segera saja adegan itu terhentikan dengan wajah merona merah jambu satu sama lain.

110. Harry, Ron dan Hermione kembali ke Kamar Kebutuhan lagi setelah keluar melihat Ginny dan Tonks siap meluncurkan tongkatnya ke sasaran. Kali ini Harry meminta Kamar Kebutuhan memunculkan tempat untuk menyembunyikan segalanya. Dan terkabul. Tempat itu sunyi, luas sebesar Katedral dengan pemandangan sebuah kota, dindingnya yang tinggi terdiri dari berbagai benda yang disembunyikan oleh ratusan siswa yang sudah lama lulus. Dan itu dia, tepat di depannya, lemari besar tempat dia menyimpan buku Ramuan tuanya, dan diatasnya, patung batu penyihir tua jelek yang sudah gompal memakai wig tua berdebu dan sesuatu yang tampak seperti tiara kuno tak berwarna. Harry baru saja menjulurkan tangan, walaupun tinggal beberapa langkah, ketika suara di belakangnya menyuruhnya untuk menahan. Crabbe dan Goyle berdiri di belakangnya, berdampingan, tongkat mengacung pada Harry. Melalui celah diantara kedua wajah mencemooh itu Harry melihat Draco Malfoy. Sisanya sama seperti di Film.

111. Malfoy bisa berada di tempat yang sama dengan Harry sekarang karena Malfory berada di Ruang Benda Tersembunyi sepanjang tahun lalu, dan dia tahu bagaimana masuk kesini. Sedangkan Crabbe dan Goyle bersembunyi di koridor luar, dan mereka bisa melakukan Mantra Menghilang sekarang.

112. Setelah lolos dari ruangan penuh api yang menewaskan Crabbe, tiara yang dipegang Harry bergetar dengan kasar, lalu terbelah di tangannya. Rupanya mantra yang dibuat Crabbe untuk memunculkan api-api tadi adalah Fiendfyre alias api kutukan dan Fiendfyre salah satu substansi yang dapat menghancurkan Horcrux. Crabbe bisa tahu caranya pasti karena belajar dari Carrow bersaudara. Dan satu Horcrux berhasil dihancurkan lagi.

113. Percy bertarung dengan Pelahap Maut yang belakangan diketahui adalah Pak Menterinya sendiri, Thicknesse.

114. Fred tewas dan Percy enggan berlari meninggalkan adiknya yang telah mati.

115. Laba-laba raksasa keturunan Aragog ikut mengepung Hogwarts. Harry menembakkan Mantra Pembius pada mereka, dan monster pemimpinnya jatuh terguling menimpa rekannya. Jadi mereka merangkak menuruni bangunan kembali dan lenyap.

116. Harry Mendorong Hermione maju bersama Ron, dan Harry membungkuk meraih jenazah Fred dari ketiaknya. Percy, menyadari apa yang sedang Harry coba lakukan, tak lagi menempel pada jenazah, dan membantu bersama, membungkuk rendah menghindari kutukan melayang-layang dari tanah, mereka menyeret jenazah Fred. Mereka menempatkannya di sebuah ceruk yang tadinya tempat seperangkat baju besi. Harry tak mampu memandang jenazah Fred lebih lama lagi, dan setelah yakin bahwa jenazahnya disembunyikan dengan baik, ia mengejar Ron dan Hermione.

117. Malfoy dan Goyle sudah menghilang.

118. Ron ingin bertempur dengan Pelahap Maut mengikuti Percy yang marah atas kematian Fred. Tapi Ron berhasil ditahan Hermione. Satu-satunya cara menghentikan ini semua adalah dengan mencari Horcrux terakhir, ular Voldemort Nagini. Hermione meminta Harry untuk membuka pikirannya melihat dimana posisi Voldemort sekarang. Dalam penglihatanya, Voldemort sedang berbicara dengan Lucius Malfoy di Shrieking Shack. Lucius memberi saran kepada Voldemort untuk menghentikan perang, memasuki kastil dan mencari Harry Potter sendiri. Bukannya marah, Voldemort malah mengatakan kalau Harry Potter lah yang akan mencarinya, dan saran yang diberikan Lucius adalah supaya Lucius tahu keadaan anaknya, Malfoy. Sebagai gantinya, Voldemort meminta Lucius untuk mencari Snape karena ada satu pelayanan yang Voldemort butuhkan darinya. Dan persis disebelah Voldemort, Nagini berada dalam kandang transparan yang dilindungi oleh pelindung sihir di sekelilingnya.

119. Harry, Ron dan Hermione memutuskan pergi bersama-sama ke Shrieking Shack. Dalam perjalanannya, mereka bertemu Malfoy yang membantu para Pelahap Maut. Tidak tahan, Ron lalu meninjunya dibalik Jubah Gaib.

120. Bola kristal milik Profesor Trelawney berhasil menyelamatkan Lavender Brown dari gigitan Fenrir Greyback yang berubah menjadi Serigala.

121. Hagrid muncul saat kerumunan laba-laba masuk. Hagrid terkubur dalam kerumunannya dan mereka telah membawa mangsanya. Harry tak tahu apakah Hagrid masih hidup. Tak lama kemudian, dementor-dementor masuk siap memberi keputusasaan terhadap korban-korbannya. Luna, Ernie, dan Seamus datang menolong dengan meluncurkan Patronus masing-masing, seekor kelinci perak, seekor babi hutan, dan seekor rubah, sebelum Harry berhasil menciptakan Patronus berbentuk rusa jantan.

122. Harry, Ron dan Hermione berhasil melewati Pohon Dedalu Perkasa. Tiba di Shrieking Shack, mereka bertiga yang masih dibawah perlindungan Jubah Gaib, menemukan Nagini bersama tuannya, Voldemort dengan matanya yang merah, dan wajahnya yang rata seperti ular, tengah berbicara dengan Snape. Voldemort memberi tahu Snape bahwa tongkat Elder Wand yang dicurinya dari kuburan Dumbledore tidak berfungsi dengan baik saat melawan Harry Potter. Karena tongkat itu hanya patuh kepada orang yang yang telah membunuhnya dan orang itu adalah Snape. Dan seperti yang telah kita tahu dari Film, Nagini menyerang Snape sampai tewas. Voldemort pergi tanpa menoleh ke belakang sedikit pun dan diikuti oleh ularnya. Sisanya seperti di Film.

123. Harry, Ron dan Hermione kembali ke kastil setelah mendengar suara Voldemort yang menginginkann Harry datang ke Hutan Terlarang atau pertempuran akan tetap terjadi. Di Aula besar, pemandangan mengerikan langsung tersaji di depan mata mereka. Jenazah Fred bersebelahan dengan jenazah Lupin dan Tonks. Ron dan Hermione bergabung bersama mereka yang sedang berkabung sedangkan Harry pergi dengan perasaan pedih ke kantor Kepala Sekolah untuk memasukkan botol dengan cairan Snape ke dalam Pensieve.

124. Masuk ke dalam Pensieve, Harry menemukan Snape kecil tengah memandang anak gadis bersama kakaknya bermain ayunan. Gadis kecil itu ibunya, Lily, bersama kakaknya atau bibinya Petunia. Setelah bermain ayunan, Lily mengambil bunga di taman yang kelopaknya bisa membuka dan menutup sendiri seperti tiram yang aneh. Petunia melarangnya dan berlari menjauh dari adiknya. Lalu suara menegaskan muncul, suara yang mengatakan sudah jelas dirimu adalah penyihir. Snape muncul di depan mata Lily dan Lily ikut kabur menyusul kakaknya Petunia. Di kejauhan, Snape berteriak bahwa Lily adalah penyihir. Dirinya mengaku telah mengamati Lily sejak lama. Tapi tak ada yang salah dengan itu. Ibunya penyihir, dan dia juga penyihir. Saat Lily pulih dari keterkejutannya akan kemunculan Snape tadi yang tidak diharapkan, Lily bersama kakaknya datang memberi tahu Snape bahwa dia tahu Snape kecil dari ayahnya Snape dan mereka tinggal di Spinner’s End dekat sungai. Lily menuduh Snape telah memata-matainya, tapi Snape tidak punya alasan untuk memata-matai karena Lily hanya seorang Muggle. Di lain hari, Harry melihat Snape dan Lily sudah mulai akrab. Snape mengaku dirinya dan Lily akan mendapat surat dari Hogwarts, sedangkan Petunia tidak. Lily juga berlatih menggunakan tongkat bersama Snape walau hanya sebuah ranting kecil, dan Lily juga akhirnya tahu tentang Dementor dari Snape. Dalam ceritanya juga, ternyata kedua orang tua Snape sering bertengkar dan ayahnya tidak suka apapun termasuk sihir. Obrolan mereka dikuping Petunia. Petunia menuduh Snape yang bukan-bukan dan sebuah dahan pohon runtuh di atas kepala Petunia, mengenai bahunya dan membuatnya menangis. Lily menuduh Snape pelakunya padahal dirinyalah yang berbuat secara tidak sadar. Adegan berubah lagi, Harry kini berada di samping Snape bersama seorang wanita kurus berwajah pucat dan masam di peron 9 3/4. Tak jauh dari tempatnya, Harry melihat Lily bersama ketiga anggota keluarganya. Lily sedang berusaha keras untuk memberitahu kakaknya bila setiba disana Lily akan meminta Dumbledore agar berubah pikiran untuk menyertakan kakaknya. Saat menguping Harry tahu bahwa diam-diam Petunia mengirim surat kepada Dumbledore tapi usahanya sia-sia karena menurut Snape tidak mungkin Muggle bisa menghubungi Hogwarts kecuali dia yang terpilih seperti Lily. Lily seorang Muggle yang dianugerahi bakat sihir, sedangkan Petunia kakaknya tidak. Itulah yang membuat kakaknya sangat membenci sihir dan adiknya Lily. Bahkan mengejeknya sebagai orang yang sinting sekolah di tempat orang-orang sinting. Petunia iri.

125. Masih dalam Pensieve, adegan masuk ke dalam kereta. Snape dan Lily satu kompartemen. Lily masih saja menangis memikirkan kakaknya tapi Snape berusaha membesarkan hatinya karena mereka sama-sama sedang menuju Hogwarts. Snape berharap Lily masuk asrama Slytherin. Mendengar nama Slytherin, anak-anak yang berada di kompartemen lain, James dan Sirius kecil, nyeletuk kalau Gryffindor lah tempat berkumpulnya orang-orang pemberani. Permusuhan mereka dengan Snape sudah mulai disini termasuk panggilan baru yang mereka sematkan kepada Snape, Snivellus. Saling membanggakan asrama kedambaan masing-masing dan menjelekkan asrama yang lain. Ketiganya adu mulut, hingga Lily mengajak Snape pindah kompartemen dan adegan berganti lagi ke Aula Besar. Topi seleksi memilih Lily masuk Gryffindor. Mendengar itu, Snape mengerang dan Lily hanya memberikan senyum sedih. Selain Sirius, James, Pettigrew dan Lupin menyusul Lily di meja Gryffindor, sedangkan nama Snape masuk ke asrama Slytherin. Harry melihat Lucius Malfoy sebagai Prefek menepuk punggung Snape. Dan adegan berganti. Harry melihat Lily dan Snape sedang bertengkar di halaman kastil. Lily membenci beberapa teman Snape yang menggunakan Sihir Hitam kepada anak asrama lain, dan Snape juga membenci James dan sahabat-sahabatnya yang selalu menyelinap di malam bulan purnama bersama Lupin yang selalu sakit. Lily menuduh Snape sebagai orang yang tidak tahu berterima kasih karena sudah diselamatkan Potter saat menyelinap ke terowongan di bawah Dedalu Perkasa (mungkin saat Lupin tengah bertransformasi menjadi serigala). Adegan berubah lagi. Saat Snape meninggalkan Aula Besar setelah mengerjakan OWLnya untuk Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, Snape berjalan menjauhi kastil, melamun menyimpang dari jalan, tidak hati-hati, mendekati tempat di bawah pohon beech di mana James, Sirius, Lupin, dan Pettigrew duduk bersama. Dan adegan selanjutnya sudah Harry ingat saat belajar Occlumency bersama Snape tempo hari. Snape diangkat terbalik oleh tongkatnya James, Lily datang melerai, namun Snape tidak memihaknya melainkan menyumpahinya sebagai Darah Lumpur. Sejak saat itu Lily mengambil jalannya sendiri walaupun Snape berulang kali menyesali diri. Lily tahu Snape dan teman-teman Pelahap Mautnya suka memanggil Darah Lumpur kepada keturunan Muggle seperti dirinya.

126. Adegan berubah lagi. Harry melihat Snape diinterogasi oleh Dumbledore karena Snape ketahuan menguping pembicaraan Dumbledore dengan Trelawney tentang ramalan seorang bocah yang akan menjadi petarung seimbang melawan Pangeran Kegelapan. Snape sudah melaporkan segalanya kepada Voldemort dan kini dia menyesal. Dia menyesal karena bocah itu ternyata anaknya Lily, wanita yang dicintainya. Hingga pada satu momen, penyesalannya terjadi, Lily dan James tewas sedangkan Harry Potter bayi selamat. Agar kematian wanita yang dicintainya tidak sia-sia, Dumbledore memberinya kesempatan untuk menolongnya melindungi Harry Potter. Itu semua dilakukan dengan syarat Dumbledore tidak akan menceritakan segalanya kepada Harry Potter dan Dumbledore tidak akan pernah memperlihatkan sisi terbaik Snape.

127. Adegan berganti lagi. Harry melihat Dumbledore meminta Snape agar memperhatikan Quirrell di tahun pertama Harry. Dumbledore sepakat Snape bukanlah orang pengecut seperti Igor Karkarof di tahun keempat Harry. Dan sekarang Harry melihat Snape merawat tangan Dumbledore yang kisut, hitam dan terbakar karena telah menghancurkan cincin Marvolo Gaunt di tahun keenam Harry. Parahnya, setelah cincin berhasil dihancurkan Dumbledore menggunakan pedang Gryffindor, ternyata kutukannya, yang mengandung kekuatan luar biasa, tidak pergi dari tubuh Dumbledore dan telah menggerogoti tubuhnya. Waktu yang diperkirakan Snape untuk Dumbledore bertahan ternyata kurang dari satu tahun. Itulah kenapa Dumbledore memberi satu misi kepada Snape, membunuhnya. Dumbledore sudah tahu rencana Voldemort menggunakan Draco Malfoy yang malang untuk membunuhnya. Sebagai gantinya, Dumbledore meminta Snape menggantikan posisinya dengan terus-menerus mendekatinya dan menawarkan pertolongan dan bimbingan.

128. Pada adegan lain, Harry melihat percakapan Dumbledore dan Snape tentang rencana setelah kematian Dumbledore. Dumbledore meyakini setelah dirinya meninggal, akan datang suatu masa dimana Voldemort akan terlihat takut dengan hidup ularnya. Dan Dumbledore meminta Snape untuk memberitahu Harry tentang malam di mana Voldemort mencoba membunuhnya, saat Lily menjadikan nyawanya sebagai pelindung, Kutukan Pembunuhnya memantul kembali pada Voldemort, dan satu pecahan jiwa Voldemort terlepas dari keseluruhan, menempel pada satu-satunya jiwa yang masih hidup di gedung yang runtuh itu. Sebagian dari Voldemort hidup di dalam Harry. Itulah yang membuatnya bisa bahasa ular, dan ada hubungannya dengan pikiran Voldemort, yang tak pernah bisa dimengertinya. Dan dengan pecahan jiwa itu, tidak disadari oleh Voldemort, tetap menempel pada, dan dilindungi oleh Harry, Lord Voldemort tak bisa mati. Karena itulah Harry harus mati di tangan Voldemort. Snape mengira, dirinya dan Dumbledore melindungi Harry untuk Lily. Namun ternyata melindunginya karena penting untuk mengajarinya, membesarkannya, membiarkan mencoba kekuatannya dan pada akhirnya ia akan bertemu dengan kematian, itu berarti akhir dari Voldemort yang sebenar-benarnya. Mendengar semua yang diucapkan Dumbledore, Snape marah dan menuduh Dumbledore memperalatnya sampai mempersiapkan Harry untuk dihabisi Voldemort. Dumbledore meyakini ada rasa peduli terhadap Harry yang tumbuh pada hati Snape. Snape menyangkalnya dengan mengeluarkan Patronus berupa Rusa Betina perak.

129. Adegan berubah lagi. Harry melihat Snape sedang berbicara pada lukisan Dumbledore di belakang meja. Dumbledore memintanya memberikan tanggal pasti keberangkatan Harry dari rumah paman dan bibinya pada Voldemort. Bila Snape tidak melakukannya berarti membangkitkan kecurigaan karena Voldemort percaya Snape selalu punya informasi bagus. Tapi Snape harus menanamkan gagasan umpan pengalih perhatian yang Dumbledore kira bisa menjamin keselamatan Harry. Seperti memantrai Mundungus dengan Confundus. Dan dalam pengejaran, Snape harus berperan dengan meyakinkan. Dumbledore mengandalkannya untuk tetap dalam hitungan Voldemort selama mungkin, agar Hogwarts tidak jatuh ke tangan Carrows. Dan sekarang Snape berhadapan dengan Mundungus di rumah minum yang tidak dikenal, wajah Mundungus terlihat kosong, Snape mengerutkan kening berkonsentrasi. Snape meminta Mundungus mengusulkan pada Orde Phoenix, bahwa mereka akan menggunakan umpan pengalih perhatian yaitu Ramuan Polijus dan Potter kembar.

130. Adegan masih bersambung. Sekarang Harry terbang di sisi Snape di atas sapu di malam gelap yang bersih. Dia disertai para Pelahap Maut bertudung. Di depannya ada Lupin dan seorang Harry yang sebenarnya adalah George. Seorang Pelahap Maut maju mendahului Snape dan mengangkat tongkatnya, menunjuk langsung pada punggung Lupin. Snape ingin memantrainya tapi mantra yang dimaksud pada tangan bertongkat dari Pelahap Maut itu meleset dan mengenai George.

131. Selanjutnya Snape sedang berlutut di kamar lama Sirius. Air mata berlinang dari hidungnya yang bengkok saat ia membaca surat lama dari Lily. Halaman kedua surat itu hanya berisi beberapa kata: kok bisa sih berteman dengan Gellert Grindelwald. Kukira dia sudah gila
Penuh cinta, Lily. Snape mengambil halaman yang bertandatangan Lily, dan cintanya, diselipkan ke dalam jubahnya. Ia merobek foto yang sedang dipegangnya, ia menyimpan bagian Lily sedang tertawa, dan menjatuhkan bagian James dan Harry, jatuh di bawah lemari.

132. Dan sekarang Snape berdiri lagi di ruang baca Kepala Sekolah, saat Phineas Nigellus bergegas datang dalam lukisannya. Phineas memberitahunya bahwa Hermione telah menyebutkan tempat dimana mereka berkemah, di Hutan Dean. Hermione menyebut nama tempat itu saat ia membuka tasnya dan Phineas mendengarnya. Dumbledore bersorak gembira mendengarnya dari belakang kursi Kepala Sekolah. Dumbledore lalu menyuruh Snape untuk memberi Pedang Gryffindor secara diam-diam dengan mengingatkan Snape kembali bahwa pedang itu hanya bisa diambil dalam kondisi memerlukan, dan dengan keberanian. Snape kemudian mendekati lukisan Dumbledore dan menarik sisinya. Lukisan itu mengayun maju, memperlihatkan rongga tersembunyi di belakangnya, dan Snape mengambil Pedang Gryffindor. Disini Snape tidak tahu untuk apa kegunaan pedang itu diberikan kepada Harry karena Dumbledore menolak menceritakan kebenarannya. Jadi teka-teki siapa yang mengirim rusa betina di hutan tempo hari terjawab sudah.

133. Harry akhirnya mengerti kalau dia tak semestinya selamat. Tugasnya adalah melangkah tenang ke dalam pelukan Kematian sekaligus memutus hubungan yang masih tersisa antara Voldemort dengan kehidupan. Tak seorangpun akan hidup dan selamat.

134. Harry dalam kepasrahannya menerka-nerka apakah Ron atau Hermione yang akan menghancurkan Horcrux terakhir, Nagini, karena Harry telah gagal, sang Ular selamat. Harry sadar mengapa Dumbledore ingin Harry mempercayai kedua temannya, supaya jika dia menemukan takdirnya lebih dini, mereka akan melanjutkannya.

135. Harry melarikan diri dari kastil menuju hutan menggunakan Jubah Gaib.

136. Harry melihat Neville bersama Oliver Wood menggotong mayat Colin Creevey.

137. Karena Harry tidak bertemu Ron dan Hermione, Harry menarik jubahnya di depan Neville yang tengah membungkuk di atas mayat lain. Harry memintanya untuk mengambil alih tempatnya. Neville harus membunuh ular Voldemort.

138. Dibawah lindungan Jubah Gaib, Harry juga melihat Ginny yang sedang berjongkok dekat seorang gadis yang sedang berbisik memanggil ibunya.

139. Harry juga melewati Pondok Hagrid. Sekelebat kenangan dengan Hagrid bersama Ron dan Hermione di Pondoknya muncul begitu saja.

140. Ternyata tidak semudah itu untuk mati. Harry melihat sekawanan Dementor yang meluncur di antara pepohonan di tepi hutan. Harry merasa tidak sanggup lagi. Sejenak dia meraba kantung pemberian Hagrid di lehernya, lalu dia menarik Snitch warisan Dumbledore keluar. I open at the close. Dengan nafas yang kencang dia menatap benda itu. Sekarang ketika dia ingin waktu bergerak selambat mungkin, rasanya dia makin cepat, dan pemahamannya datang begitu cepatnya seolah-olah telah melewatinya. Inilah the close (penutupannya). Inilah saatnya. Dia tekankan logam keemasan itu ke bibirnya dan berbisik, β€œAku segera akan mati”. Kulit logam itu pecah terbuka. Dia rendahkan tangannya yang gemetaran, mengangkat tongkat Draco di bawah Jubah dan menggumam β€œLumos”. Batu hitam yang retak bergerigi ke bagian tengah terletak di dalam Snitch yang terbelah dua. Batu Bertuah itu telah retak secara vertikal, melambangkan Tongkat Sihir Tua (Elder Wand). Segitiga dan lingkaran melambangkan Jubah dan batu itu masih bisa terlihat sebagai batu. Dan lagi-lagi Harry mengerti tanpa harus berpikir. Tak perlu membawa mereka kembali, karena dia sendiri akan bergabung dengan mereka. Bukan dia yang menjemput mereka. Merekalah yang menjemputnya. Harry menutup mata dan diputarnya batu itu dalam tangannya tiga kali. Dia tahu hal itu sudah terjadi karena dia mendengar gerakan-gerakan kecil di sekelilingnya, seperti gerakan tubuh-tubuh lemah yang menggeser pijakannya di atas tanah bertabur ranting-ranting yang menandai tepi luar hutan itu. Dia buka matanya dan memandang ke sekeliling. Mereka bukanlah hantu bukan pula tubuh jasmani, itulah yang dia lihat. Mereka lebih kelihatan seperti Riddle yang lolos dari perpustakaan di waktu dulu sekali, yaitu ingatan yang hampir-hampir membentuk zat padat. Kurang dari tubuh-tubuh yang hidup, tapi lebih dari hantu. Mereka bergerak ke arahnya. Dan pada tiap wajah mereka tersungging senyum penuh kasih sayang. Tinggi James persis sama dengan Harry. Dia mengenakan pakaian yang dipakainya ketika meninggal, dan rambutnya acak-acakan, dan kacamatanya agak berat sebelah, seperti kepunyaan Tuan Weasley. Sirius jangkung dan tampan, dan jauh lebih muda dibanding yang pernah Harry lihat ketika dia masih hidup. Dia melompat dengan anggun, tangan di dalam saku dan wajah menyeringai. Lupin juga jauh lebih muda, dan lebih langsing, dan rambutnya lebih lebat dan hitam. Dia terlihat bahagia kembali ke tempat yang sangat dia kenal, tempat yang begitu banyak dia jelajahi di masa mudanya. Senyuman Lily adalah yang paling lebar. Dia sibakkan rambut hitamnya ke belakang sementara dia mendekati Harry, dan mata hijaunya, begitu mirip dengan matanya, memandangi wajah Harry tanpa puas, seakan-akan takkan pernah cukup baginya memandangnya. Harry menanyai mereka bagaimana rasanya mati.

141. Harry melewati Dementor-dementor bersama para pengiringnya seakan-akan merekalah Patronus-patronus untuknya. Harry itu hebat, walaupun mereka hanya ilusi Harry mampu membangkitkan keberaniannnya.

142. Tanpa ragu-ragu menghadapi kematian, Harry berani melepas Jubah Gaibnya bersama tongkat Malfoy di atas tanah (enggan bertarung) dan memunculkan batang hidungnya di hadapan Voldemort. Batu Bertuah menggelincir diantara jemarinya yang mati rasa, dan dari sudut matanya dia melihat orangtuanya, Sirius dan Lupin menghilang pada saat dia melangkah masuk kedalam cahaya api.

143. Kemunculan Harry yang tiba-tiba, telah mengejutkan Hagrid yang terikat di sebatang pohon.

144. Harry melihat Nagini masih di dalam kandang bermantra di belakang kepala Voldemort. Kesempatan untuk menghunusnya menggunakan tongkatnya kecil karena lima puluh kutukan akan menghantamnya lebih dulu.

145. Dan terjadilah, mulut Voldemort terbuka dan kilatan cahaya hijau menerpa Harry.

146. Saat mati Harry melihat dirinya telanjang, dan tidak memakai kaca mata lagi. Untuk pertama kali dia berharap dia mengenakan pakaian. Begitu pikiran itu muncul di kepalanya, terlihatlah sepotong jubah di dekatnya. Dia mengambil lalu mengenakannya. Jubah itu lembut, bersih dan hangat. Sungguh luar biasa bagaimana jubah itu muncul entah dari mana begitu dia menginginkannya.

147. Sama seperti di Film, Harry melihat seorang anak dengan daging kemerahan seperti dikuliti sedang merintih dengan gemetar.

148. Harry adalah Horcrux yang ketujuh. Horcrux yang tak pernah Voldemort perkirakan akan dia ciptakan. Dia telah membuat jiwanya begitu tak stabil sehingga jiwa itu terpecah ketika dia melakukan perbuatan yang begitu jahat, membunuh kedua orangtua Harry, dan mencoba membunuh Harry. Tapi yang lolos dari ruangan itu lebih sedikit dari yang dia tahu. Dia meninggalkan lebih dari sekedar tubuhnya saja. Dia meninggalkan bagian dari dirinya pada Harry, bakal korban yang telah selamat. Dan pengetahuannya masih juga tak lengkap. Itulah yang tidak dihargai oleh Voldemort, dia tak merasa perlu memahami. Tentang peri rumah dan cerita anak-anak, tentang cinta, kesetiaan dan kemurnian. Voldemort tidak mengetahui dan memahami apa-apa. Apapun tidak. Dia tak pernah memahami bahwa hal-hal itu lebih kuat dibanding kekuatannya sendiri, kekuatan yang melampaui semua sihir.

149. Voldemort mengambil darah Harry. Dia ambil darah Harry dan dibentuknya kembali hidupnya dengan darah itu. Dan darah Harry di nadinya. Dia mengambil darah Harry karena tahu itu akan membuatnya kuat. Dia masukkan ke dalam tubuhnya bagian kecil dari apa yang ditaruh Lily kepada Harry ketika dia mati demi Harry. Tubuhnya menyimpan pengorbanan ibu Harry yang terus hidup, dan selama bagian itu terus hidup, begitu juga Harry, dan begitu juga yang diharapkan Voldemort untuk dirinya.

150. Kenapa tongkat Harry mematahkan tongkat yang Voldemort pinjam? Sebagaimana diketahui, bahwa tanpa Voldemort inginkan Voldemort telah melipatduakan ikatan antara Harry dan Voldemort ketika Voldemort kembali ke wujud manusia. Sebagian jiwanya masih melekat ke jiwa Harry, dan dia mengambil bagian dari pengorbanan Lily ke dalam dirinya karena mengira itu akan memperkuat dirinya. Seandainya saja dia memahami kekuatan yang hebat dari pengorbanan itu, dia mungkin tak akan berani menyentuh darah Harry. Tapi kalau dia bisa memahaminya tentu dia bukanlah Voldemort dan dia tak akan pernah melakukan pembunuhan. Setelah memastikan ikatan timbal-balik ini, setelah membungkus takdir Harry dan Voldemort lebih pasti daripada yang pernah terjadi diantara dua ahli sihir manapun dalam sejarah, Voldemort berlanjut dengan menyerang Harry
menggunakan sebuah tongkat yang bahan intinya sama dengan kepunyaan Harry. Dan sekarang hal yang sangat aneh terjadi. Inti tongkat itu bereaksi sebagaimana Voldemort yang tak pernah tahu kalau tongkat Harry adalah kembaran tongkatnya. Dia lebih ketakutan dibanding Harry malam itu. Harry telah menerima, bahkan menyambut kemungkinan mati, suatu hal yang takkan pernah mampu dilakukan Voldemort. Keberanian Harry telah menang, tongkat Harry mengungguli
tongkatnya. Dan ketika terjadi, sesuatu terjadi dengan kedua tongkat itu, sesuatu yang mencerminkan hubungan antara masing-masing tuannya. Tongkat Harry telah menyerap sebagian kekuatan dan sifat tongkat Voldemort malam itu, yang berarti tongkat Harry mengandung sebagian kecil dari diri Voldemort sendiri. Jadi tongkat Harry
mengenalinya ketika dia mengejar Harry, mengenali pria yang adalah kerabat sekaligus musuh bebuyutan, dan tongkat Harry memuntahkan sebagian dari sihir Voldemort melawan dia sendiri, sihir yang jauh lebih hebat dibanding yang pernah dilakukan oleh tongkat Lucius. Tongkat Harry sekarang mengandung daya hebat dari keberaniannya, plus keahlian Voldemort sendiri.

151. Cerita Peverell bersaudara nyata. Dumbledore memberitahu Harry. Dumbledore dan Grindelwald, dua anak pintar dan sombong dengan obsesi bersama. Mereka mencaru Hallows, bukan Horcrux. Grindelwald ingin menjadi Godric’s Hollow. Dia ingin menjelajahi tempat dimana sang saudara ke 3 wafat. Kalau tentang apakah mereka berjumpa dengan Maut di jalanan sunyi, Dumbledore kira lebih condong kalau Peverell bersaudara adalah ahli-ahli sihir berbakat dan berbahaya yang berhasil menciptakan benda-benda jimat tersebut. Hikayat bahwa mereka adalah benda Keramatnya (the Hallows) sang Maut sendiri. Jubah Gaib diteruskan turun temurun abad demi abad, ayah ke anak laki-laki, ibu ke anak perempuan, terus sampai kepada keturunan terakhir Ignotus yang masih hidup, yang tempat lahirnya sama dengan Ignotus, di Godric’s Hollow. Harry, ya Harry. Dumbledore sendiri sudah menduga-duga, kenapa Jubah itu ada di tangan Dumbledore di malam kedua orangtua Harry wafat. James memperlihatkannya kepada Dumbledore beberapa hari sebelumnya. Walau tetap saja benda keramat itu tidak berhasil menahan kutukan Voldemort dan menewaskan kedua orang tua Harry.

152. Dumbledore memberi tahu Harry juga soal keluarganya. Dalam pengakuannya, Dumbledore menyayangi mereka semua. Adik perempuannya yang diganggu Muggle hingga menjadi setengah gila, ayahnya yang balas dendam berakhir di Azkaban sampai mati, dan ibunya yang tewas saat sedang merawatnya. Jadi setelah ibunya wafat, Dumbledore lah yang menjadi penanggung jawab terhadap adik perempuannya dengan saudara laki-laki yang tidak patuh. Rasa sayang itu kemudian hilang menjadi egois. Ketika Grindelwald datang dengan gagasan-gagasannya yang menawan dan membakar Dumbledore, Dumbledore tergoda. Para Muggle dipaksa tunduk. Grindelwald dan Dumbledore adalah para ahli sihir berkuasa. Grindelwald dan Dumbledore sendiri, pemimpin revolusi yang muda yang agung. Namun Dumbledore punya sejumlah ganjalan dalam hati. Dumbledore berusaha tenangkan kata hatinya dengan kata-kata kosong. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk kebaikan yang berskala lebih besar dan setiap kerugian yang ditimbulkan akan dibayar beratus kali lipat demi kepentingan para ahli sihir. Dumbledore yang tahu sebenarnya siapa Gellert Grindelwald itu, tapi tetap menutup mata. Kalau rencana mereka berdua terwujud, semua mimpi Dumbledore akan jadi kenyataan. Dan pusat dari rencana mereka adalah Benda-benda Keramat sang Maut (Deathly Hallows). Betapa benda-benda itu memukau mereka berdua. Tongkat yang tak terkalahkan, senjata yang akan memberikan mereka kekuasaan. Batu Kebangkitan (Resurrection Stone) bagi Grindelwald, walau Dumbledore pura-pura tak tahu, itu artinya pasukan Inferi. Dan bagi Dumbledore artinya kembalinya kedua orangtuanya, dan terangkatnya tanggung jawab dari pundaknya. Dan Jubah Gaib yang memang punya sihir sejati yaitu bisa menyembunyikan dan melindungi baik pemiliknya maupun orang lain. Dumbledore pikir jika mereka menemukannya Jubah itu akan dapat digunakan menyembunyikan Ariana, tapi ketertarikan mereka berdua terhadap Jubah itu utamanya adalah bahwa Grindelwald akan membuat trio Benda-benda Keramat itu, karena menurut legenda barang siapa bisa menyatukan ketiga benda itu, dia akan menjadi penguasa maut yang sejati dan tak terkalahkan
(Grindelwald dan Dumbledore). Dua bulan penuh kegilaan, mimpi-mimpi kejam, dan penelantaran dua anggota keluarga yang ditinggalkan kepada Dumbledore. Dan kemudian, kenyataan datang kembali lewat saudara laki-laki Dumbledore yang buta huruf dan jauh lebih disukai orang. Dumbledore tak ingin mendengar kebenaran yang diteriakkannya kepada Dumbledore. Dumbledore tak mau mendengar bahwa dia tak mungkin bisa pergi mencari Benda-benda Keramat dengan adanya saudara perempuan yang rapuh dan tak stabil bersamanya. Pertengkaran berubah jadi perkelahian. Grindelwald lepas kendali. Itulah yang selama ini Dumbledore rasakan tentang dia, walau Dumbledore pura-pura tidak merasakannya, tapi sekarang menjadi kenyataan. Dan Ariana, setelah selama ini dijaga dan dilindungi ibu, terbaring mati di lantai.

153. Grindelwald kabur, sebagaimana semua orang perkirakan. Dia lenyap, bersama dengan rencananya untuk merampas kekuasaan, menyiksa para Muggle, dan mimpinya akan Benda-benda Keramat, mimpi yang disemangati dan ditolong oleh Dumbledore sendiri. Sedangkan Dumbledore ditinggal untuk menguburkan saudaranya, dan untuk belajar hidup bersama rasa bersalah dan penyesalan. Tahun-tahun berlalu. Terdengar rumor tentang Grindelwald. Ada yang bilang dia telah memperoleh sebuah tongkat yang berkekuatan luar biasa. Sementara itu Dumbledore ditawari posisi di Kementerian Sihir, bukan hanya sekali, tapi beberapa kali. Dengan serta merta Dumbledore menolak. Dumbledore telah belajar kalau kepadanya tak seharusnya dipercayakan kekuasaan. Sudah terbukti, sewaktu anak muda, kalau kekuasaan adalah kelemahan dan godaan buatnya. Kekuasaan adalah sesuatu yang bikin penasaran, tapi mungkin orang yang cocok memegang kekuasaan adalah orang yang tak pernah menginginkannya. Orang yang, seperti Harry sendiri, disodori jubah kepemimpinan, dan menerimanya karena memang harus, dan terkejut karena mereka mengenakannya secara benar. Dan di Hogwartslah Dumbledore berada, menjadi guru yang baik. Tapi sementara Dumbledore menyibukkan diri dengan melatih ahli-ahli sihir muda, Grindelwald menyusun pasukannya. Mereka bilang dia takut kepada Dumbledore, dan mungkin itu benar, tapi tidak sebesar takut Dumbledore kepadanya. Bukan kematian, bukan apa yang dapat dilakukannya secara sihir kepada Dumbledore. Dumbledore tahu mereka sama kuat, mungkin Dumbledore sedikit lebih unggul. Kebenaranlah yang Dumbledore takutkan. Soalnya Dumbledore tak pernah tahu siapa diantara mereka pada pertarungan terakhir yang mengerikan itu yang telah mengeluarkan kutukan yang membunuh saudaranya Ariana. Saat Dumbledore bertemu dengan Grindelwald lagi, Dumbledore memenangkan duel itu dan memenangkan tongkat itu.

154. Masih dalam cerita Dumbledore. Grindelwald mencoba mencegah Voldemort mengejar tongkat itu. Dia berbohong, berpura-pura dia tak pernah memilikinya, walau Dumbledore tahu. Orang-orang bilang dia menyesal bertahun-tahun sesudahnya, sendirian di selnya di Nurmengard. Dumbledore harap itu benar. Dumbledore ingin dia merasa ngeri dan malu akan apa yang telah dilakukannya. Mungkin saja kebohongannya terhadap Voldemort adalah bentuk upayanya untuk menebus kesalahannya, mencegah Voldemort merebut Benda-benda Keramat itu. Dumbledore mencoba menggunakan Batu Kebangkitan (Resurrection Stone) setelah menemukannya begitu lama, terkubur di rumah Gaunts yang terlantar, Benda Keramat yang paling ia dambakan, meskipun di masa mudanya Dumbledore menginginkannya untuk maksud yang sama sekali lain dengan Harry. Dumbledore lupa kalau kini ia adalah sebuah Horcrux, bahwa cincin itu pasti akan membawa kutukan. Dia mengambilnya, mengenakannya, dan untuk sedetik lamanya membayangkan akan bertemu Ariana, ibu dan ayahnya, dan mengatakan berapa dia sangat menyesal. Setelah begitu lama Dumbledore tak belajar apapun, dia tak layak menyatukan Benda-benda Keramat, Dumbledore sudah membuktikannya dulu, dan yang ini adalah bukti terakhir. Mungkin yang bisa menyatukan Benda-benda Keramat adalah satu di antara sejuta. Dumbledore cuma layak memiliki yang paling tak berarti, yang paling tak luar biasa yaitu memiliki Elder Wand (tongkat Tua) dan tidak menyombongkannya dan tidak memakainya untuk membunuh. Dumbledore diperlayakkan memakai dan menjinakkannya, karena dia mengambilnya bukan demi keuntungan, tapi demi menyelamatkan orang lain darinya. Tapi Jubah Gaib, Dumbledore mengambilnya karena penasaran, jadi Jubah itu takkan pernah bisa berfungsi untuknya sebagaimana ia berfungsi untuk Harry, pemilik sejatinya. Batu itu Dumbledore akan pakai untuk memanggil kembali mereka yang sudah tenang di alam sana, bukan untuk mempraktekkan pengorbanan diri, seperti yang Harry
lakukan. Jadi Harry lah yang pantas jadi pemilik Benda-benda Keramat itu.

155. Masih dalam cerita Dumbledore. Dumbledore sengaja tidak menceritakan semuanya kepada Harry karena dia takut kalau dia beberkan semuanya lengkap dengan fakta-fakta tentang benda-benda penuh godaan itu, Harry akan merebut Benda-benda Keramat seperti yang dia lakukan, pada waktu yang keliru dan untuk tujuan yang keliru. Jika Harry memegang benda benda itu, Dumbledore mau Harry melakukannya dengan cara selamat. Harry lah penguasa sejati maut, karena penguasa sejati tak akan lari dari Maut. Dia pasrah bahwa dia akan mati, dan dia mengerti bahwa ada hal-hal yang jauh lebih buruk di dunia orang hidup dibanding dunia orang mati. Dan Voldemort tak pernah tahu tentang Benda-benda Keramat itu, karena dia tak mengenali Batu Kebangkitan yang dia ubah menjadi sebuah Horcrux. Tapi seandainyapun dia tahu, Dumbledore ragu dia akan tertarik dengannya kecuali benda yang pertama. Dia tak akan merasa butuh Jubah Gaib, dan mengenai batu itu, memangnya siapa yang dia ingin hidupkan lagi? Dia takut alam kematian. Dia tidak punya cinta. Tapi Voldemort mencari tongkat itu sejak tongkat Harry mengalahkan tongkat Voldemort di pemakaman Little Hangleton. Awalnya dia kuatir Harry telah mengalahkan dia karena keahlian Harry yang luar biasa. Tapi setelah menculik Ollivander dia baru tahu tentang adanya inti ganda. Dia pikir itu menjelaskan semua. Tapi ternyata tongkat pinjaman itu tidak lebih baik dari punya Harry. Jadi Voldemort, alih-alih memikirkan kualitas apa di dalam dirinya yang membuat tongkatnya begitu kuat, karunia apa yang dia miliki, justru pergi mencari tongkat yang katanya bisa mengalahkan tongkat lain manapun. Buat dia Tongkat Tua (Elder Wand) sudah menjadi sebuah obsesi. Dia percaya Elder Wand menghilangkan kelemahan terakhirnya dan membuatnya benar-benar tak terkalahkan.

156. Semua percakapan yang terjadi antara Harry dan Dumbledore barusan hanya ada di dalam kepala Harry, namun seperti nyata.

157. Voldemort rupanya pingsan sama seperi Harry saat Voldemort memberi Harry Kutukan Membunuh. Mereka berdua sama-sama jatuh tak sadarkan diri, dan sekarang keduanya kembali.

158. Setelah diperiksa Narcissa ibu Draco dan dinyatakan mati olehnya padahal belum, Voldemort dan pasukannya bersuka ria meledakan cahaya merah dan perak melesat ke udara sebagai perayaan. Bahkan Voldemort memantrai Harry Crucio sebagai tanda harus dipermalukan demi membuktikan kemenangan Voldemort. Harry diangkat ke udara, dan butuh seluruh keteguhan hatinya untuk tetap lemas, namun rasa sakit yang dia nantikan tak datang juga. Dia dilemparkan sekali, dua kali, tiga kali ke udara. Kacamatanya terlempar dan dia merasakan tongkatnya meluncur sedikit di balik jubahnya, tapi dia terus bersikap seolah-olah mati, dan ketika dia terlempar untuk terakhir kalinya, tempat itu penuh dengan ejekan dan jerit tawa.

159. Voldemort menyuruh Hagrid menggendong Harry menuju kastil.

160. Tidak seperti di Film, Harry tiba-tiba hidup kembali saat masih digendong Hagrid. Disini Harry diletakkan di rumput di kaki Voldemort, di tempat seharusnya Harry berada. Dan kembalinya Harry beda sekali seperti di Film.

161. Topi Seleksi terbang melalui jendela kastil dan hinggap di tangan Voldemort. Dalam koarnya, tidak akan ada lagi pembagian kelompok, semua akan masuk ke dalam Salazar Slytherin leluhurnya. Voldemort mengarahkan tongkatnya kepada Neville, yang diam kaku, dan memaksakan topi itu ke kepala Neville, sampai turun melewati matanya. Dengan jentikan tongkatnya Voldemort membuat Topi Seleksi terbakar hangus. Jeritan-jeritan membahana di subuh hari itu, dan Neville terbakar, terpaku di tempat, tak dapat bergerak dan Harry tak lagi bisa menahannya. Dia mesti bertindak. Kemudian banyak peristiwa terjadi pada saat yang bersamaan.

162. Mereka mendengar hingar-bingar dari perbatasan luar kompleks sekolah ketika apa yang terdengar seperti ratusan orang bergerombol melompati dinding menyerbu kastil sambil meneriakkan jerit perang. Pada saat yang sama, Grawp datang dari balik kastil dengan langkah beratnya dan berseru Hagger. Teriakannya dibalas kegaduhan kedua raksasa milik Voldemort. Mereka berlari ke arah Grawp, langkah-langkah mereka menimbulkan getaran bagai gempa bumi. Lalu datanglah derap kaki-kaki berkuku dan bunyi busur yang ditarik, dan mendadak anak-anak panah menghujani para Pelahap Maut yang menjerit kaget lalu membubarkan barisan. Harry menarik Jubah Gaib dari balik jubahnya, mengenakannya dan melompat bangkit, sementara Neville juga bergerak. Dengan satu gerakan tangkas lagi lentur Neville membebaskan diri dari Kutuk Ikatan Tubuh. Topi Seleksi yang sedang menyala telah terjatuh lepas darinya dan dia menarik sesuatu dari dalamnya, keperakan, dengan gagang batu delima yang berkilau. Tebasan bilah keperakan itu tak terdengar, tenggelam oleh hingar bingar kerumunan yang sedang datang atau bunyi para raksasa yang sedang bertarung atau derap kaki para centaur, namun begitu semua mata seolah tertuju ke sana, dengan satu ayunan Neville menebas putus kepala si ular yang lalu terlontar tinggi ke udara, berkilat dalam pancaran cahaya dari dalam ruang masuk aula, dan mulut Voldemort terbuka meneriakkan jerit amarah yang tak terdengar oleh siapapun, lalu tubuh ular itu berdebam ke tanah, dekat kakinya.

163. Tersembunyi di balik Jubah Gaib, Harry melontarkan Mantera Pelindung di antara Neville dan Voldemort sebelum Voldemort mengangkat tongkatnya.

164. Kekacauan merajalela. Centaur-centaur yang menyerbu membuat para Pelahap Maut kocar-kacir, tiap orang berusaha lolos dari injakan kaki para raksasa, dan bunyi bala bantuan yang datang menyerbu entah dari mana makin mendekat, Harry melihat makhluk-makhluk bersayap membubung di sekeliling kepala raksasa-raksasa milik Voldemort, thestral dan Buckbeak sang Hippogriff mencakari mereka sementara Grawp meninju mereka bertubi-tubi, dan kini para ahli sihir, pembela-pembela Hogwarts begitu juga para Pelahap Maut terdesak masuk ke dalam kastil. Harry menembakkan sihir dan kutukan kepada setiap Pelahap Maut yang terlihat, dan mereka rebah tanpa tahu apa atau siapa yang telah menghantam mereka, dan tubuh mereka terinjak-injak kerumunan yang mundur itu. Masih tersembunyi di balik Jubah Gaibnya Harry masuk ruang depan aula. Dia sedang mencari Voldemort dan melihatnya di seberang ruangan, sibuk melontarkan mantera dari tongkatnya sambil mundur ke dalam Aula Besar, sambil tak lupa memberi instruksi kepada para pengikutnya. Harry melontarkan lebih banyak Mantera Pelindung, dan calon korban Voldemort, Seamus Finnigan dan Hannah Abbott bergerak melewatinya ke dalam Aula Besar, dimana mereka bergabung dalam pertempuran yang sudah berlangsung sejak tadi. Dan kini semakin banyak, jauh lebih banyak orang menyerbu naik anak tangga depan, dan Harry melihat Charlie Weasley menyusul Horace Slughorn yang masih mengenakan piyama zamrudnya. Peri-peri rumah Hogwarts berbondong-bondong masuk ruang depan aula, menjerit-jerit sambil melambai-lambaikan pisau dan golok, dan yang memimpin mereka adalah Kreacher yang mengenakan liontin Regulus Black di dadanya. Suaranya yang besar terdengar mengatasi keriuhan “Lawan demi Tuanku, pembela peri-peri rumah! Lawan Pangeran Kegelapan, demi nama Regulus yang gagah perkasa! Lawan!”. Mereka menyayat, menusuk mata dan pergelangan kaki para Pelahap Maut, wajah mereka dipenuhi kebencian, dan dimana-mana Harry melihat para Pelahap Maut terdesak oleh jumlah lawan yang begitu banyak.

165. Harry baru keluar dari persembunyiannya menggunakan Jubah Gaib saat Mrs Weasley berhasil melumpuhkan Bellatrix dan Voldemort marah ingin mengutuk Mrs Weasley. Semua terkejut. Termasuk Voldemort yang meneriakkan kebetulan untuk Harry yang masih hidup. Kebetulankah, ketika ibu Harry mati menyelamatkannya? Kebetulankah, ketika Harry memutuskan bertarung di pekuburan? Kebetulankah, bahwa Harry tak membela diri malam ini tapi masih selamat, dan kembali untuk bertarung lagi?

166. Harry menyebut-nyebut nama Riddle, nama Muggle ayah Voldemort yang sangat dibencinya, saat mereka berdua saling balas komentar.

167. Harry membuka semua rahasia yang selama ini Voldemort tidak tahu. Termasuk kematian Dumbledore yang diinginkannya sendiri bukan oleh Voldemort, pelayannya yang setia, Snape, ternyata membodohinya sejak Voldemort memburu Lily, dan Snape yang tak pernah mengeluarkan Patronus di depan Voldemort, Patronus Rusa Betina seperti punya ibu Harry, karena Snape mencintainya seumur hidupnya sejak mereka masih kanak-kanak.

168. Harry berani menasehati Voldemort agar menyudahi dan menyesali semua perbuatannya, membuat Voldemort semakin murka. Harry membuka mata Voldemort kalau tongkat yang dipegang Voldemort alih-alih tongkat Elder Wand hasil curian ke makam Dumbledore bukanlah tongkat Elder Wand karena Snape tidak pernah mengalahkan Dumbledore. Jadi sia-sia saja membunuh Snape. Kematian Dumbledore sudah direncanakan Dumbledore dan Snape berdua. Dumbledore memang ingin mati, tanpa dikalahkan, dialah pemilik sejati terakhir tongkat itu. Kalau rencana itu berjalan baik, maka kekuatan tongkat itu akan mati bersamanya, karena tongkat itu tak pernah dimenangkan dari dia. Memiliki tongkat itu tidaklah cukup seperti yang dilakukan Voldemort mencuri dari makam Dumbledore. Memegangnya, menggunakannya, tidak membuatnya menjadi milik seseorang sesungguhnya. Seperti kata-kata Ollivander. Tongkatlah yang memilih tuannya. Tongkat Tua-tua mengenali tuannya yang baru sebelum Dumbledore wafat, seseorang yang belum pernah menyentuhnya. Tuan barunya melepaskan tongkat itu dari Dumbledore di luar kemauan Dumbledore sendiri, tanpa menyadari apa sebenarnya yang telah dia lakukan, dan tanpa menyadari bahwa tongkat paling berbahaya di dunia telah menyatakan kesetiaan kepadanya. Pemilik sejati Tongkat Tua-tua adalah Draco Malfoy yang kini tongkatnya dipegang Harry. Harry telah mengalahkan Draco berminggu-minggu lalu dan Harry mengambil tongkatnya dari dia. Harry lah pemilik sejati Tongkat Tua-tua.

169. Karena tersudut, Voldemort tiba-tiba menyerang dengan mantra pembunuh “Avada Kedavra” melawan dengan mantra sederhana β€œExpelliarmus”. Terdengar letusan bagaikan keemasan yang meledak di antara mereka, tepat di pusat lingkaran yang mereka bentuk, menandai titik dimana mantera mereka bertabrakan. Harry melihat pancaran hijau mantra Voldemort beradu dengan mantranya sendiri, melihat Tongkat Tua-tua melayang tinggi, gelap kontras terhadap cahaya matahari pagi, berputar-putar di udara bagaikan kepala Nagini, berputar menuju tuannya yang tak akan dibunuhnya, tuan yang pada akhirnya datang untuk mengambil kepemilikan tongkat itu sepenuhnya. Dan Harry, dengan kecakapan tanpa cela seorang Seeker, menangkap tongkat itu dengan tangannya yang bebas sementara Voldemort jatuh ke belakang dengan kedua lengan terbentang, mata merahnya yang berpupil tipis berputar ke atas. Tom Riddle menghantam lantai, tubuhnya layu dan mengkerut, tangan putihnya kosong, wajahnya yang mirip ular kini hampa sama sekali. Voldemort mati, terbunuh oleh kutukan sendiri yang berbalik menyerangnya, dan Harry berdiri dengan dua tongkat di tangannya, menatap mayat musuhnya.

170. Semua telah berakhir. Orang-orang yang terkena kutuk Imperius telah terbebas, para Pelahap Maut telah melarikan diri dan tertangkap, orang-orang tak bersalah yang dijebloskan ke Azkaban telah dibebaskan saat itu juga, dan Kingsley Shacklebolt telah diangkat sebagai pejabat sementara Kementerian Sihir.

171. Mayat Voldemort dipindahkan dan diletakkan di sebuah kamar di Aula, terpisah dari mayat Fred, Tonks, Lupin, Colin Creevey dan lima puluh lainnya yang gugur menentangnya.

172. McGonagall telah menggantikan meja-meja Asrama, tidak lagi bahwa tiap orang harus duduk menurut Asramanya. Mereka bercampur-aduk, guru dan murid, hantu dan orangtua, centaur dan peri-rumah, dan Firenze berbaring memulihkan diri di lantai, dan Grawp mengintip dari jendela pecah, dan orang-orang melemparkan makanan ke mulut-mulut mereka sambil tertawa-tawa. Sesudah beberapa lama, lelah dan tenaganya terkuras, Harry terduduk di bangku di samping Luna. Luna menyarankannya untuk mencari tempat sepi dan tenang dan Luna membantunya dengan mengalihkan perhatian (berteriak Blibbering Humdinger dan menunjuk ke luar jendela, gue juga tidak tahu apa benda itu) mereka selagi Harry memakai Jubah Gaibnya. Kini dia bisa bergerak sepanjang Aula tanpa diganggu. Dia menemukan Ginny dua meja jauhnya. Dia sedang duduk bersandar di bahu ibunya. Harry juga melihat Neville, makan di kelilingi pengagum yang antusias sementara pedang Gryffindor tergeletak di samping piringnya. Dia melangkah di antara barisan meja dan menemukan ketiga anggota keluarga Malfoy, berkerumun seakan tak yakin apakah mereka patut atau tidak berada di sana, tapi tak ada yang memperhatikan mereka. Kemanapun Harry mengarahkan mata, dia melihat keluarga-keluarga berkumpul kembali, dan akhirnya dia melihat dua orang yang kehadirannya paling dia rindukan, Ron dan Hermione. Harry menanggalkan Jubah Gaibnya dan mereka segera berdiri, dan bersama-sama, meninggalkan Aula Besar. Di kejauhan mereka dapat mendengar Peeves melintasi koridor-koridor sambil menyanyikan lagu kemenangan gubahan sendiri “Kita berhasil, kita hancurkan mereka, Potter lah orangnya, dan Voldy sudah lapuk, mari bersenang-senang”.

173. Harry, Ron dan Hermione masuk ke Kantor Kepala Sekolah. Setibanya disana, mereka disambut tepuk tangan oleh deretan foto kepala sekolah Hogwarts. Tapi mata Harry tertuju hanya kepada pria yang berdiri di potret paling besar tepat di belakang kursi kepala sekolah. Air mata jatuh di balik kaca mata berbentuk bulan separuh, bergulir ke janggut peraknya yang panjang, dan kebanggaan dan rasa terima kasih yang memancar dari dirinya memenuhi Harry bagaikan nyanyian phoenix. Meskipun lelah dan matanya berat, dia mesti melakukan usaha terakhir, meminta saran terakhir kepada Dumbledore tentang Benda-benda Keramat. Harry mengatakan benda yang tersembunyi dalam Snitch jatuh di hutan. Persisnya dia tidak tahu, tapi tak akan mencarinya lagi. Dumbledore menyetujuinya. Keputusan bijak dan berani, tapi tak kurang dari itulah yang Dumbledore harapkan dari Harry. Tapi Harry akan menyimpan hadiah dari Ignotus, Jubah Gaib, selamanya sampai ia meneruskannya. Sebaliknya Harry tidak menginginkan Tongkat Tua-tuanya karena dia lebih suka dengan tongkat miliknya yang sudah patah. Segera Harry mengambil tongkatnya yang patah di kantong yang tergantung di lehernya. Lalu Tongkat Tua-tuanya digunakannya untuk memperbaiki tongkat Harry yang patah dan berhasil utuh kembali. Harry menaruh Tongkat Tua-tua (Elder Wand), disaksikan Dumbledore, kembali ke tempat dari mana dia datang. Dia bisa tinggal di sana. Kalau Harry meninggal secara alami seperti Ignotus, kekuatannya akan punah dan Tuannya tidak akan pernah dikalahkan. Dengan begitu dia berakhir.

174. Ron masih heran dengan keputusan Harry, membiarkan Tongkat Tua-tua begitu saja. Namun Hermione setuju dengan Harry. Harry sudah cukup mendapat masalah untuk seumur hidupnya dan tongkat itu lebih banyak bikin masalah daripada kebaikan.

175. Sembilan belas tahun kemudian sama seperti di Film.

176. Neville jadi Professor di Hogwarts untuk pelajaran Herbologi.

Tamat

Kutipan
1. Dan, ternyata, memang lebih mudah untuk bersikap tenang dengan perut kenyang. Untuk pertama kalinya mereka menyadari bahwa perut penuh berarti semangat baru, dan perut kosong berarti kemurungan dan pertengkaran – Harry, Ron, Hermione

2. Rasa lapar membuatnya tidak bisa berpikir dan cepat naik darah. Saat masa makanan menipis bertemu dengan saat Ron memakai liontin, ia berubah menjadi begitu menyebalkan – Harry dan Hermione kepada Ron

3. Hanya perbedaan antara kebenaran dan dusta, keberanian dan kepengecutan – Profesor McGonagal

4. Dumbledore telah belajar kalau kepadanya tak seharusnya dipercayakan kekuasaan. Sudah terbukti, sewaktu anak muda, kalau kekuasaan adalah kelemahan dan godaan buatnya. Kekuasaan adalah sesuatu yang bikin penasaran, tapi mungkin orang yang cocok memegang kekuasaan adalah orang yang tak pernah menginginkannya. Orang yang, seperti Harry sendiri, disodori jubah kepemimpinan, dan menerimanya karena memang harus, dan terkejut karena mereka mengenakannya secara benar – Profesor Dumbledore

5. Harry lah penguasa sejati maut, karena penguasa sejati tak akan lari dari Maut. Dia pasrah bahwa dia akan mati, dan dia mengerti bahwa ada hal-hal yang jauh lebih buruk di dunia orang hidup dibanding dunia orang mati – Profesor Dumbledore

Yang Tak Kau Temukan Harry Potter and the Half Blood Prince (Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran) di Film

Alhamdulillah Yang Tak Kau Temukan Harry Potter and the Half Blood Prince (Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran) di Film sudah selesai gue ringkas. Salah satu potongan cerita yang sayang tidak tayang di Film adalah Harry mendapat warisan Sirius dari rumah Grimmauld Place, Buckbeak, bahkan Kreacher, ramalan yang direbutkan Pelahap Maut di tahun kelima adalah ramalan yang dibuat oleh Profesor Trelawney, cerita asal usul Voldemort, Voldemort kecil yang suka meneror teman-teman di Panti Asuhan, Voldemort remaja yang tampan, ayahnya yang Muggle (kaya dan tampan) dan ibunya penyihir (miskin dan jelek), ibu Voldemort yang mengguna-gunai ayah Voldemort sehingga cintanya terbalaskan, kakek dan pamannya yang suka sekali menyiksa ibu Voldemort, apa itu Horcrux, cara Voldemort membagi jiwa-jiwanya di Horcrux, asal usul ditemukannya benda-benda Horcrux, Madam Rosmerta adalah pelaku yang mencelakai Katie Bell dan Ron karena dalam pengaruh Imperius oleh Malfoy, pemilik asli buku Ramuan Tingkat Lanjut milik Pangeran Berdarah Campuran bukanlah Snape, Bill digigit Greyback yang pernah mengigit Lupin, Tonks jatuh cinta dengan Lupin, Harry dan Ginny jadian, Harry yang seperti Peter Parker Spiderman ingin putus dengan Ginny karena dia akan berbahaya untuk Voldemort dan masih banyak lagi. Semoga membantu kamu yang tak sempat atau belum membaca versi asli Harry Potter di Novel. Selamat membaca 😁😁😁

1. Kisah di buka oleh percakapan mantan Menteri Sihir, Fudge, dengan Perdana Menteri di dunia Muggle. Fudge datang untuk memberitahu perkembangan situasi terakhir (ditambah kejadian robohnya jembatan Brockdale) dan memperkenalkan penggantinya, Rufus Scrimgeour (Mantan Kepala Kantor Auror di Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir). Scrimgeour datang untuk merundingkan keamanan Perdana Menteri dan Muggle, karena ancaman Pelahap Maut yang akan menghabisi semua Muggle.

2. Narcissa (ibu Malfoy) dan Bellatrix (kakak Narcissa) datang ke rumah tua milik Snape. Di rumah Snape juga ada Wormtail yang diperintah Pangeran Kegelapan untuk membantu Snape.

3. Disana, Bellatrix berdebat dengan Snape dan hasil akhirnya Snape mengelabui Bellatrix. Bellatrix masih tak percaya kalau dia benar-benar mendukung Pangeran kegelapan. Sebaliknya, Narcissa menaruh banyak kepercayaan kepada Snape memohon agar tugas anaknya, Draco, digantikan oleh Snape saja. Tapi yang selanjutnya terjadi adalah Snape bersedia membantu dan menjaga Draco.

4. Lucius tertangkap karena gagal mendapatkan kembali ramalannya dan berakhir di Azkaban saat insiden di Kementerian Sihir yang lalu.

5. Dumbledore menjemput Harry ke Privet Drive nomor empat hari Jum’at pukul sebelas malam untuk mengantarnya ke The Burrow. Harry tidak memberitahu keluarga Dursley tentang kedatangan Dumbledore, sehingga Paman Vernon, Bibi Petunia dan Dudley terkejut. Ketiganya pasrah dipaksa duduk dan diberi minum oleh Dumbledore karena tuan rumah hanya melongo’ saja.

6. Harry melihat tangan Dumbledore hitam dan kisut, seakan dagingnya terbakar.

7. Dumbledore membacakan surat wasiat Sirius untuk Harry bahwa seluruh milik Sirius dan rumah di Grimmauld Place bahkan Kreacher diwariskan kepada Harry. Atas saran Dumbledore, Kreacher dikirim ke Hogwarts untuk bekerja di dapur dan peri-peri yang lain akan mengawasi. Selain itu, Harry juga boleh memiliki Buckbeak, tapi Harry lebih memilih Buckbeak tinggal bersama Hagrid lagi, karena sejak ditinggal tuannya Hagridlah yang mengurusi Buckbeak.

8. Dumbledore dan Hagrid telah memutuskan, demi keamanan Buckbeak, memberinya nama baru Witherwings untuk sementara, meskipun Dumbledore ragu Kementerian akan bisa menduga Witherwings adalah Hippogriff yang pernah mereka jatuhi hukuman mati.

9. Di dunia sihir, seseorang dianggap akil balig bila telah berumur tujuh belas tahun sedangkan di dunia Muggle adalah delapan belas tahun. Dan Harry akan akil baligh tahun depan.

10. Harry sebulan lebih muda daripada Dudley.

11. Selai favorit Dumbledore adalah Raspberry. Dumbledore memberitahunya untuk keperluan di masa yang akan datang, apakah dirinya Dumbledore asli atau Pelahap Maut yang menyamar.

12. Setelah dari rumah Profesor Slughorn, Harry dan Dumbledore langsung ber Apparate ke The Burrow. Sebelum berpisah di The Burrow, Dumbledore mengajak Harry mengobrol panjang empat mata di ruangan mirip kaskus tempat keluarga Weasley menyimpan sapu. Dumbledore bercerita bahwa ia paham betul arti kehilangan Sirius bagi Harry, tentang Ramalan yang hanya Dumbledore dan Harry tahu, saran Dumbledore untuk memberitahu Ron dan Hermione soal Ramalan itu, Dumbledore yang ingin Harry belajar privat kepadanya, dan Dumbledore yang meminta Harry untuk selalu membawa Jubah Gaib ayahnya.

13. Mr Weasley naik pangkat. Ia mengepalai Kantor Pendeteksian dan Penyitaan Mantra Pertahanan dan Benda Perlindungan Palsu. Sebuah pekerjaan besar, karena punya sepuluh anak buah yang melapor padanya sekarang.

14. Karena maraknya Pelahap Maut, Mr dan Mrs Weasley bertukar pertanyaan setiap kali mau masuk rumah. Mrs Weasley bahkan sampai merah merona (karena ada Harry yang menyimak sambil makan di dapur) ketika ditanya suaminya panggilan apa yang diinginkan Mrs Weasley jika hanya mereka berdua saja.

15. Selagi di The Burrow, Harry tidur di kamar Fred dan George karena si kembar menginap di flat kecil di atas toko lelucon mereka di Diagon Alley. Ibunya kini merestui bakat bisnis si kembar.

16. Fleur Delacour ada di The Burrow. Dia akan menikah dengan Bill. Bill sengaja mengajaknya kerumah, selagi dia masih bekerja, agar berkenalan dan dekat dengan keluarga Weasley. Mrs Weasley, Hermione dan Ginny tampak tak senang dengan Fleur. Mrs. Weasley merasa terlalu terburu-buru, Ginny memberinya julukan si Dahak karena suaranya yang serak-serak basah dan lebih memilih Tonks yang menjadi kakak iparnya. Hermione juga setuju.

17. Saat perayaan ulang tahun Harry ke enam belas, Remus Lupin membawa kabar yang mengecewakan bagi Mrs Weasley. Berita itu tentang kematian Igor Karkarof, dan hilangnya Ollivander (Pembuat Tongkat Sihir).

18. Harry mendapat surat dari Hogwarts. Isinya diangkat jadi Kapten Quidditch Gryffindor. Sebuah status yang sama dengan Prefek.

19. Di Diagon Alley, Harry, Ron dan Hermione pergi ke Madam Malkin, toko penjual Jubah, ditemani Hagrid. Di tempat yang sama, Mr dan Mrs Weasley juga Ginny pergi belanja buku-buku ke Flourish and Blotts. Di Madam Malkin, Harry, Ron dan Hermione bertemu Draco dan ibunya sementara Hagrid menunggu di luar toko. Harry, Ron, Hermione dan Draco bersama Ibunya terlibat pertengkaran. Bahkan Harry tak segan-segan membalas hinaan Draco dengan mengejek ibunya agar segera bersatu di sel Azkaban bersama suaminya yang pecundang. Tak kalah, Narcissa, ibunya Draco, juga mengatakan hal yang sama kalau Harry akan lebih dulu bersatu dengan Sirius sebelum Narcissa bersatu dengan Lucius.

20. Harry, Ron, Hermione, Ginny, Hagrid, Mr dan Mrs Weasley tiba di Toko Lelucon Fred dan George Weasleys’ Wizard Wheezes, Sihir Sakti Weasley. Di depan tokonya terpampang poster besar dengan tulisan “Kenapa Kau Mencemaskan You Know Who? Kau Seharusnya Mencemaskan U No Poo (kau tak bisa berak) Sensasi Konstipasi yang Melanda Seluruh Negeri!”.

21. Harry boleh mengambil apa saja barang-barang di Toko Lelucon secara gratis. Karena si kembar tahu diri yang memodali usaha mereka adalah Harry.

22. Harry, Ron dan Hermione melihat Malfoy dari dalam jendela Toko Lelucon. Malfoy sendirian tanpa ibunya. Harry, Ron dan Hermione lalu mengikutinya dengan Jubah Gaib Harry sementara yang lain sedang sibuk sendiri dengan barang-barang di toko.

23. Sebelum kereta berangkat, Harry mengobrol serius dengan Mr Weasley. Dia menceritakan tentang Malfoy yang seperti sedang merencanakan sesuatu dan tangan Malfoy yang sudah dicap Tanda Kegelapan saat melihatnya di Toko Madam Malkin’s.

24. Di kereta, Harry satu kompartemen lagi dengan Neville dan Luna, karena Ron dan Hermione masih menjadi Prefek sedangkan Ginny duduk dengan Dean.

25. Malfoy tidak menjadi Prefek lagi.

26. Masih dalam kereta, Harry dan Neville diundang Profesor Slughorn untuk bergabung dengan murid-murid pilihan (Klub Slug) di kompartemennya. Mereka adalah Blaise Zabini (Slytherin, satu angkatan dengan Harry dan Neville), Cormac McLaggen (Gryffindor), Marcus Belby (Ravenclaw) dan Ginny (Gryffindor).

27. Sejak terbitnya artikel tentang kejadian di Kementerian Sihir tempo hari di Prophet, semua anak-anak Hogwarts memanggil Harry Sang Terpilih.

28. Ginny diundang oleh Profesor Slughorn karena dia melihat Ginny sedang memantrai sesuatu kepada rekan sesama alumi Dumbledore’s Army yang menurutnya hebat sekali. Dia adalah Zacharias Smith yang bertanya terus tentang Kementerian sehingga membuat Ginny kesal.

29. Harry menyelinap mengikuti Zabini yang satu kompartemen dengan Malfoy. Ujungnya sama seperti di Film.

30. Bukan Luna yang menemukan Harry tak berdaya setelah diinjak, ditendang dan dimantrai Malfoy agar tak bergerak. Tapi Tonks. Tonks juga membetulkan hidung Harry yang patah. Tonks lalu berjalan dengan Harry dan mengirim Patronus berbentuk kuda ke langit-langit untuk mengabarkan dia telah menemukan Harry atau sekolah akan mencemaskan Harry.

31. Tonks telah memperhatikan Harry tidak turun dari kereta dan Tonks tahu Harry membawa Jubahnya. Tonks pikir Harry mungkin bersembunyi karena alasan tertentu. Ketika Tonks melihat gorden kompartemen tertutup, Tonks lalu mengeceknya. Dan benar saja.

32. Tonks kini ditempatkan di Hogsmeade untuk memberi perlindungan ekstra bagi sekolah. Ada juga Proudfoot, Savage, dan Dawlish yang diberi tugas sama.

33. Patronus yang dikirim Tonks dimaksudkan agar Hagrid menerima pesannya. Tapi Snape lah yang datang ke gerbang menjemput Harry karena Hagrid juga terlambat datang.

34. Hanya tinggal Harry dan Ron di Aula Besar sementara yang lain bubar dan Hermione menjalankan tugasnya sebagi Prefek. Harry lalu menceritakan apa yang baru saja terjadi dengan hidungnya oleh Malfoy. Tidak lama dari itu Hagrid muncul dan bercerita mengapa dia terlambat datang ke Pesta Ajaran Baru. Itu karena bermain dengan Grawp, adik Hagrid lain ayah. Grawp kini punya rumah baru di gunung sekarang yang Dumbledore atur sebagai gua besar yang nyaman. Menurut Hagrid, Grawp jauh lebih bahagia daripada waktu di Hutan. Hagrid lalu berpisah dengan mereka dan berharap berjumpa besok pagi di pelajaran Pemeliharaan Satwa Gaib. Hagrid tak tahu, tiga murid kesukaannya tidak mengambil pelajaran itu tahun ini. Beberapa hari berikutnya, Harry, Ron dan Hermione mengunjungi pondok Hagrid karena sepertinya Hagrid merajuk.

35. Firenze dan Profesor Trelawney berbagi kelas Ramalan tahun ini.

36. Harry sebelumnya tidak mengambil pelajaran Ramuan karena nilai OWL nya Exceeds Expectations, tetapi atas saran Profesor McGonagall kalau Profesor Slughorn akan bersedia menerima murid yang mendapatkan nilai itu dan akan meminjamkan buku ramuannya kepada Harry sebab Harry tidak membeli buku dan bahan ramuan.

37. Sejak sepeninggal Umbridge, Harry dibolehkan kembali menggunakan sapunya dan bergabung dengan tim Quidditch Gryffindor, bahkan kini dia seorang kapten.

38. Harry datang untuk belajar privat ke kantor Dumbledore. Hal pertama yang dilakukan adalah Dumbledore mengajak Harry tenggelam ke dalam Pensieve. Di memori itu, Harry melihat kisah kakek Voldemort, Gaunt Marvolo, Merope (ibu Voldemort) dan Morfin (kakak Merope). Rumahnya sedang didatangi Ogden, pegawai dari Kementerian yang memberi tahu bahwa Morfin telah mengganggu dan memantrai seorang Muggle hingga lecet. Diketahui Muggle itu bernama Tom. Suami masa depan Merope. Walaupun berdarah murni, keluarga Merope miskin, karena mereka tinggal di gubuk. Sedangkan Tom yang dicintainya adalah Muggle anak orang kaya. Karena Gaunt Marvolo menolak anaknya Morfin dipanggil ke Kementerian, dia lalu menyiksa anaknya yang lain Merope di depan mata Ogden. Gaunt dan Morfin ditangkap ke Azkaban dan Merope akhirnya bebas dari siksaan yang selalu didapat dari ayah dan kakaknya. Merope jatuh cinta kepada si Muggle, Tom dan diketahui dia menggunakan ramuan cinta kepada Tom agar cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Setelah mereka kawin lari dan Merope mengandung seorang anak, ramuan cinta itu sudah habis dan tidak digunakan Merope lagi untuk mengguna-gunai suaminya. Merope, yang sangat mencintai suaminya, tidak tega terus memperbudaknya dengan cara sihir dan berharap Tom Riddle akan membalas cintanya demi anak yang dikandungnya. Namun cerita berkata lain, Tom lari dan tak pernah peduli lagi dengan Merope. Merope meninggal dan Tom junior dibesarkan di panti asuhan.

39. Gaunt kembali dari Azkaban dan shock anak perempuannya telah meninggalkan rumah dan tidak tega melihat Morfin harus hidup di gubuk lagi telah membuatnya jadi mati muda.

40. Di Aula Besar, Harry, Ron dan Hermione mendapat pos burung hantu. Pertama kiriman buku Pembuatan Ramuan Tingkat Lanjut untuk Harry. Hermione menyuruh Harry mengembalikan buku pinjaman dari Profesor Slughorn, milik Pangeran Berdarah Campuran, karena buku barunya sudah datang. Namun Harry menolak dan menukar cover kusam buku pinjaman ke buku baru. Buku baru dengan cover kusam itulah yang akan dikembalikan Harry ke Profesor Slughorn. Kedua, mereka mendapat Prophet dan membacanya bahwa Stan Sunphike ditangkap atas tuduhan anggota Pelahap Maut. Harry, Ron dan Hermione menolak fakta ini.

41. Sebagai kapten baru tim Quidditch, Harry melakukan uji coba untuk peserta yang akan ikut tim Quidditch. Salah satu pesertanya adalah Cormac McLaggen (murid Gryffindor kelas tujuh) yang ditemui Harry di kompartemen Slughorn tempo hari. Cormac melamar menjadi keeper, sama seperti Ron.

42. Lavender Brown menyemangati Ron yang sedang uji coba keeper.

43. Ginny yang sudah terpilih di uji coba, melakukan lemparan untuk dihadang Ron. Dan Ron berhasil mengalahkan Cormac. Cormac menyelamatkan empat penalti sedangkan Ron lima. Hermione berlari ke arah Ron dan meninggalkan kursi penonton. Lavender Brown sampai berwajah masam menggandeng Parvati membubarkan diri.

44. Di Hogsmeade, Harry, Ron dan Hermione mampir ke Three Bromsticks. Harry tahu Ron sudah lama naksir dengan Madam Rosmerta yang menarik dan bertubuh montok karena dia melihat Ron memperhatikannya lekat-lekat. Disana, Harry, Ron dan Hermione bertemu dengan Slughorn dan lagi-lagi gagal mengundang Harry (Hermione says yes) untuk makan malam bersama karena Harry ada janji privat dengan Dumbledore. Sama seperti sebelumnya di Aula Besar, Slughorn ditolak Harry lagi karena ada detensi dengan Snape. Slughorn masih berbicara kepada keduanya seolah-olah Ron tidak ada.

45. Harry dan Dumbledore memulai Privat kedua. Sebelum masuk ke Pensieve lagi, Dumbledore memberitahu Harry kalau sepeninggal Tom Riddle yang kembali ke rumah keluarganya di Little Hangleton, Merope tinggal dan melahirkan Voldemort sendirian di London. Dumbledore tahu berkat kesaksian orang yang bernama Caractacus Burke, yang secara kebetulan yang luar biasa, membantu mendirikan toko tempat asal kalung yang dikutuk dan mengenai Katie Bell. Belakangan diketahui kalung itu kepunyaan Merope (kalung yang merupakan salah satu pusaka keluarga yang sangat dihargai Marvolo, ayahnya) yang menjual ke Caractacus Burke untuk membiayai proses kelahirannya. Diketahui juga Merope tidak menggunakan sihir lagi sejak suami yang dicintainya pergi meninggalkannya, sebab itulah dia hidup seperti Muggle bahkan tidak ingin menyelamatkan nyawanya lewat sihir setelah melahirkan.

46. Masuk di ingatan Dumbledore, Harry dan Dumbledore mengunjungi Panti Asuhan tempat Voldemort dipelihara. Dumbledore muda bertemu janji dengan Mrs Cole, salah satu pegawai Panti Asuhan. Dumbledore muda datang untuk menjemput Tom Riddle karena namanya sudah terdaftar di Howarts sejak dia lahir (sama seperti Harry). Di memori itu, Harry melihat Dumbledore muda menyihir kertas kosong yang langsung disetuji oleh Mrs Cole. Dumbledore muda lalu meminta Mrs Cole untuk menceritakan sejarah Tom Riddle bisa berada di Panti Asuhan. Diungkapkan disana ibu Tom Riddle, Merope, datang tertatih-tatih dengan perut besar ke Panti Asuhan. Dia melahirkan selama satu jam lalu meninggal dalam jam berikutnya. Sebelum meninggal, Merope yang tidak cantik berharap anaknya mirip ayahnya yang tampan dan meminta anaknya diberi nama Tom (suaminya) Marvolo (ayah Merope) Riddle (nama keluarga).

47. Dumbledore muda berbicara dengan Tom Riddle yang istimewa. Tidak seperti Harry, Tom Riddle langsung percaya kalau dia seorang penyihir. Dia mengaku sendiri kepada Dumbledore muda kalau dia suka mencelakai teman-temannya yang tidak ia sukai, mencuri barang-barang mereka, menyiksa binatang dengan tidak wajar dan Parselmouth. Tidak seperti Harry juga, Tom Riddle lebih suka mandiri ke Diagon Alley, ke Leaky Cauldron dan ke Stasiun King’s Cross. Saat itu Dumbledore muda tidak tahu, anak yang dibawanya ke Hogwarts adalah penyihir hitam paling berbahaya di masa depan.

48. Setelah kembali dan keluar dari Pensieve, Dumbledore meminta Harry untuk menarik kesimpulan. Pertama, Tom Riddle benci sekali mendengar nama Tom lalu merubahnya menjadi Voldemort. Kedua Voldemort suka beroperasi sendiri karena dia mandiri dan tidak ingin punya teman walaupun para Pelahap Maut siap mengabdi kepadanya. Dan ketiga Tom Riddle muda senang mengoleksi trofi (barang-barang yang diambilnya dari korban yang ditakut-takuti, suvenir tindakan sihirnya yang tidak menyenangkan).

49. Menjelang laga melawan Tim Slytherin, Tim Gryffindor berlatih dengan keras. Setelah latihan usai, Harry dan Ron berjalan masuk kastil kembali dan menemukan adiknya Ginny sedang berciuman dengan Dean di koridor kosong. Ron memarahinya tapi Ginny lebih galak. Dia mengatai-ngatai Ron karena tidak pernah berciuman, selalu berharap dicium pipinya oleh si Dahak, dan memanas-manasinya dengan Harry yang telah berciuman dengan Cho bahkan Hermione juga mencium Viktor Krum. Harry dan Ron terkejut mendengarnya. Jengkel Ron kepada Hermione makin bertambah apalagi sebelumnya Hermione bercerita dia pergi makan malam bersama Klub Slug dan disana ada Cormac. Padahal Slughorn mempersilahkan Hermione membawa teman, yaitu Ron. Tapi Ron sudah cemburu duluan.

50. Ada perasaan aneh yang menjalar di tubuh Harry melihat Ginny berciuman dengan Dean. Sepertinya Harry sudah mulai suka dengan Ginny.

51. Pertandingan Quidditch tiba dan hasil akhir Gryffindor menang melawan Slytherin. Sisanya sama seperti di Film, Ron merayakan kemenangannya dengan memeluk erat dan mencium Lavender Brown. Hermione cemburu, menangis dan mengirimkan kerumunan kecil burung yang meluncur seperti peluru-peluru keemasan gemuk ke arah Ron. Harry bingung untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Hermione bahwa Ron marah karena tindakan Hermione yang mencium Viktor Krum dan kejadiannya sudah lama.

52. Harry memikirkan kedua sahabatnya yang bertengkar dan tidak lagi berbicara. Bagaimana kalau keduanya menjadi pasangan lalu putus dan tidak bisa bersahabat lagi. Harry bahkan melamun bagaimana bila ia dan Ginny berpacaran dan putus, lalu hubungan baik dengan Ron juga pupus.

53. Harry kembali ke The Burrow bersama keluarga Weasley untuk merayakan Natal. Tidak ada Hermione disini, tapi Remus Lupin datang ikut merayakan Natal.

54. Harry menceritakan tingkah laku aneh dari Malfoy dan Snape kepada Mr Weasley dan Lupin. Keduanya kompak mengatakan kalau Snape hanya berpura-pura dan Dumbledore mempercayai Snape. Otak Harry masih menangkalnya.

55. Harry menanyakan Lupin apa kegiatannya sekarang. Lupin kini tengah bekerja di bawah tanah, hidup di tengah kawan-kawannya, sesamanya. Hampir semua di antara mereka berpihak kepada Voldemort. Dumbledore menginginkan mata-mata dan Lupin lah mata-mata itu.

56. Dalam cerita Lupin, Fenrir Greyback adalah manusia serigala paling buas yang hidup saat ini. Dia menganggap menggigit dan mengontaminasi sebanyak mungkin orang sebagai misi hidupnya. Dia ingin menciptakan cukup manusia serigala untuk menguasai penyihir. Voldemort telah menjanjikan akan memberinya mangsa sebagai imbalan atas pelayanannya. Greyback mengkhususkan diri pada anak-anak, gigitlah selagi mereka muda, katanya, dan besarkan mereka jauh dari orang tua mereka, besarkan mereka untuk membenci para penyihir yang normal. Voldemort telah mengancam akan melepas Greyback kepada anak orang-orang. Ancaman yang biasanya membuahkan hasil yang baik. Dan ternyata Greybacklah yang menggigit Lupin hingga menjadi manusia serigala.

57. Masih dalam cerita Lupin, ayahnya telah membuat Greyback marah. Lupin tidak tahu, sampai lama sekali, identitas manusia serigala yang menyerangnya. Lupin bahkan kasihan kepadanya, mengira Greyback tak bisa mengontrol diri, karena waktu itu Lupin sudah tahu bagaimana rasanya bertransformasi. Tetapi Greyback tidak seperti itu. Pada waktu bulan purnama dia memposisikan diri dekat dengan korbannya, memastikan bahwa dia cukup dekat untuk menyerang. Semuanya direncanakannya. Dan
inilah orang yang digunakan Voldemort untuk menyatukan kekuatan para manusia serigala.

58. Di hari Natal, Ron mendapatkan hadiah dari Lavender sebuah kalung dengan tulisan My Sweetheart. Hadiah Harry di antaranya adalah sebuah sweter dengan gambar Golden Snitch besar pada bagian depannya, dirajut sendiri oleh Mrs Weasley. Satu kotak besar berisi produk-produk Sihir Sakti Weasley dari si kembar, dan sebuah bungkusan agak lembap berbau apek yang ada labelnya dengan tulisan “Untuk Tuan, dari Kreacher”. Bungkusannya berisi belatung banyak sekali.

59. Di meja makan saat hari Natal, Mrs Weasley memandang kesal pad Lupin, karena Tonks tidak datang. Seolah salah Lupin lah dia mendapatkan Fleur sebagai menantu alih-alih Tonks, namun Harry, mengerling Fleur yang sedang menyuapkan potongan-potongan kalkun kepada Bill dengan garpunya, berpikir bahwa MrsWeasley sudah kalah perang.

60. Yang tak diduga-duga datang, si anak durhaka Percy ada di The Burrow. Tak hanya dia, Percy datang bersama Menteri Sihir baru, Rufus Scrimgeour. Menurut Scrimgeour, mereka berada di dekat The Burrow untuk bekerja, dan Percy tak tahan untuk tidak mampir ke rumah. Namun Percy tidak menunjukkan tanda-tanda ingin menyalami anggota keluarganya yang lain. Dia berdiri tegak dan tampak kikuk, dan memandang di atas kepala semua orang. Mr Weasley, Fred, dan George mengawasinya, dengan pandangan dingin.

61. Benar saja, apa yang dilakukan Scrimgeour adalah untuk mengajak Harry bicara berdua saja. Modus.

62. Dalam modusnya Scrimgeour mengajak Harry berjalan-jalan di sekitar kebun The Burrow. Scrimgeour memandang Harry ‘sang terpilih’ yang telah melawan Voldemort beberapa kali memintanya untuk berdiri berdampingan dengan Kementerian. Keluar masuk ke Kementerian dalam arti menyetujui apa yang telah dilakukan Kementerian seperti mengurung Stan Sunphike yang tak bersalah ke Azkaban. Tidak, Harry menolak keras ide ini. Harry tidak ingin digunakan bahkan Dumbledore saja tidak ingin berhubungan dengan Kementerian.

63. Dalam penuturan Scrimgeour, Dolores Umbridge ternyata kembali bekerja di Kementerian karena Scrimgeour diberitahunya kalau Harry ingin menjadi Auror.

64. Beberapa hari setelah tahun baru, Harry, Ron dan Ginny kembali ke Hogwarts lewat Jaringan Floo di perapian. Mrs Weasley menangisi perpisahan dengan mereka.

65. Harry datang ke kantor Dumbledore untuk privat lainnya. Harry diajak Dumbledore ke memori saat Voldemort remaja datang ke panti asuhan lagi untuk mengorek-ngorek asal usulnya. Dalam ingatan itu, Voldemort remaja datang ke rumah kakeknya Marvolo. Disana dia bertemu pamannya Morfin yang baru diketahuinya. Karena muka Voldemort remaja sangat mirip dengan Muggle yang pernah dikerjainya, Riddle, Morfin memberi tahu alamat rumah Riddle. Morfin juga memaki Riddle yang telah menikahi sampah, adiknya. Tak lama kemudian Voldemort remaja mendekati dan tiba-tiba gelap menyelimuti. Yang terjadi adalah Voldemort remaja memantrai pamannya dengan Mantra Bius, mengambil tongkat sihirnya, dan menyeberang lembah ke rumah besar, milik keluarga Riddle. Di sana dia membunuh laki-laki Muggle yang telah meninggalkan ibunya yang penyihir, dan, sebagai tambahan, kakek-nenek Muggle nya, dengan demikian melenyapkan keturunan terakhir dalam garis keluarga Riddle yang tak berharga dan membalas dendamnya terhadap ayah yang tak pernah menginginkannya. Kemudian dia kembali ke gubuk Gaunt, melakukan sihir rumit yang akan menanamkan ingatan yang keliru dalam pikiran pamannya, meletakkan tongkat sihir Morfin di sebelah pemiliknya yang pingsan, mengantongi cincin kuno yang dipakai Morfin, dan pergi. Morfin ditangkap dan ditahan ke Azkaban dan mati disana tanpa orang tahu bahwa Morfin tak bersalah.

66. Harry dan Dumbledore masuk ke Pensieve kedua. Kali ini mereka melihat Profesor Slughorn duduk bersama murid-murid pilihannya. Salah satunya adalah remaja yang paling tampan dan seorang Prefek, Voldemort remaja. Sama seperti di Film, Voldemort remaja menanyakan soal Horcrux kepada Slughorn yang dibalas dengan bentakan keras. Karena kenangan sudah dimodifikasi oleh Slughorn, maka Dumbledore dan Harry tidak tahu kelanjutan ingatan itu. Maka, untuk pertama kalinya, Dumbledore memberi Harry PR. Tugas Harry lah untuk membujuk Profesor Slughorn agar mau memberitahukan kenangan yang sebenarnya, yang tak diragukan lagi akan menjadi informasi yang paling penting.

67. Ada kelas Apparition dua belas minggu di Hogwarts dari Kementerian. Wilkie Twycross adalah Instruktur Apparition. Kalau biasanya tidak mungkin ber Apparate atau Disapparate di dalam Hogwarts, Kepala Sekolah telah mengangkat sihir ini khusus di dalam Aula Besar, selama satu jam, agar murid-murid bisa berlatih. Twycross ingin menekankan bahwa murid-murid tidak akan bisa ber Apparate di luar dinding Aula, dan tidaklah bijaksana bila mencobanya.

68. Dalam pelajaran pertama Apparition di Aula Besar, selain Twycross sudah ada kepala asrama masing-masing yaitu Profesor McGonagall, Snape, Flitwick, dan Sprout. Harry yang melihat pertengkaran antara Malfoy dan Crabbe langsung melesat dibelakang mereka berdua untuk menguping.

69. Teriakan Twycross menyuruh diam murid-murid telah membuat Malfoy batal menggunakan tongkat sihirnya kepada Harry yang terang-terangan muncul di batang hidungnya.

70. Twycross melambaikan tongkat sihirnya. Lingkaran hulahop kayu model lama langsung muncul di lantai di depan masing-masing anak. Hal penting yang harus diingat sewaktu ber Apparate adalah tiga D, Destinasi, Determinasi, dan Deliberasi. Langkah pertama pusatkan pikiran pada destinasi atau tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini, bagian dalam hulahop. Langkah kedua fokuskan determinasi atau tekad untuk berada dalam ruang
yang dibayangkan. Langkah ketiga berputar di tempat, rasakan masuk dalam kekosongan, bergerak dengan deliberasi, dengan pertimbangan matang.

71. Momen Ron tak sengaja makan coklat yang ada ramuan cintanya adalah saat dia ulang tahun. Ron mengira coklat dari Romilda Vane adalah salah satu hadiah ulang tahunnya. Padahal coklat itu keluar dari koper Harry saat Harry buru-buru ingin mencari Peta Perampok, dan Ron langsung memungutnya mengira coklat itu jatuh dari tumpukan hadiah ulang tahun di atas kasurnya.

72. Setelah Katie, Ron adalah orang kedua yang ingin dicelakai entah siapa orangnya. Ron kena racun dari minuman Slughorn setelah dia dibawa Harry ke kantor Slughorn karena tertelan Ramuan Cinta.

73. Mr dan Mrs Weasley menjenguk Ron yang dirawat di sayap rumah sakit Hogwarts. Mr dan Mrs Weasley tak henti-hentinya berterima kasih kepada Harry karena telah menyelamatkan keluarganya, dari Ginny, Arthur, dan Ron.

74. Setelah pergi mengunjungi Ron di rumah sakit, Harry, Hermione dan Hagrid pergi keluar bersama. Hagrid dalam ceritanya keceplosan bicara tentang pertengkaran Dumbledore dengan Snape. Snape tidak ingin menjalankan tugas yang disuruh Dumbledore dan Dumbledore tetap memaksa.

75. Pertandingan Quidditch Gryffindor melawan Hufflepuff berlanjut tanpa Ron sebagai Keeper. Yang menggantikan posisinya adalah McLaggen. Dengan lagak seperti kapten karena sok memberi instruksi, Harry terpaksa dia berada dalam lini.

76. Luna jadi komentator di pertandingan Gryffindor versus Hufflepuff.

77. Saat Harry mulai marah dengan kelakuan McLaggen yang sotoy di tengah-tengah pertandingan merebut pemukul dari rekan tim dan mendemonstrasikan bagaimana caranya menghantam Bludger, Harry tak tahan lagi. Keduanya bertengkar dan McLaggen memukul Bludger yang menghantam Harry sampai pingsan. Ia dirawat tepat disamping Ron di rumah sakit.

78. Ron memberitahu Harry kalau Ginny menengoknya saat Harry tertidur. Harry langsung berimajinasi. Ia mengkhayalkan Ginny tersedu-sedu di atas tubuhnya yang tak bergerak, menyatakan ketertarikannya yang mendalam terhadapnya, sementara Ron merestui hubungan mereka.

79. Masih di dalam rumah sakit, Harry mulai mendapatkan ide untuk membuntuti Malfoy. Dia berbisik dalam gelap menyebut Kreacher. Tidak hanya Kreacher yang muncul begitu namanya disebut, Dobby juga muncul dan keduanya sedang berkelahi. Kreacher menghina Tuannya, Harry, dan Dobby membela Harry. Lalu keduanya dipisah oleh Harry dan Ron yang terbangun.

80. Kreacher yang terpaksa menjalankan perintah Tuannya, berbeda dengan Dobby yang selalu bersedia melakukan apa saja untuk Harry. Jadilah mereka berdua yang siap memata-matai Malfoy.

81. Harry dan Ron akhirnya meninggalkan rumah sakit bersama-sama.

82. Tidak ada adegan Lavender yang cemburu melihat Ron akur dengan Hermione di rumah sakit. Kenyataannya adalah Ron pura-pura tidur saat Lavender menjenguk.

83. Saat sarapan, Hermione memberitahu Harry dan Ron kalau Ginny bertengkar dengan Dean. Ginny marah karena lelucon Bludger yang menghantam Harry hingga pingsan. Ada perasaan senang dalam hati Harry dan berharap mereka berdua putus. Hermione jadi curiga. Mereka bertiga bertemu Lavender yang masih marah dengan Ron. Ron terpaksa duduk sebelah Lavender dengan hening tanpa satu kata apapun. Tidak jauh dari situ, Harry melihat dengan jelas wajah ceria Hermione yang berada di dekatnya bahkan bersedia membantu Harry mengerjakan PR nya.

84. Privat dengan Dumbledore dimulai kembali. Kali ini Harry datang dengan malu karena dia belum berhasil merayu Slughorn menceritakan kenangan yang dipotongnya tentang Voldemort dan Horcrux.

85. Sebelum masuk dalam kenangan, Dumbledore menceritakan dengan cepat bagaimana Voldemort keluar dari Hogwarts. Voldemort memilih Karir yang tak biasa setelah lulus dari Hogwarts. Ia lebih memilih bekerja di Borgin and Burkes, toko dengan barang-barang ilmu hitam. Setelah melamar menjadi guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di Hogwarts ditolak Kepala Sekolah Hogwarts waktu itu, Armando, atas saran Dumbledore. Selain masih berumur delapan belas tahun, Dumbledore sudah merasakan keanehan Voldemort dan tak ingin dia punya kekuasaan di Hogwarts.

86. Di Borgin dan Burkes, segera saja Voldemort mendapat posisi yang mengkhususkan pada benda-benda luar biasa dengan kekuatan istimewa. Ia harus membujuk orang-orang untuk melepas harta mereka untuk dijual dan Voldemort sangat berbakat melakukan ini.

87. Dalam kenangan pertama, Harry dan Dumbledore masuk dan melihat Hokey si peri rumah yang bekerja untuk penyihir. Hepzibah Smith adalah penyihir perempuan tua dan gendut itu. Di dalam rumahnya, Hepzibah sedang berdandan menyambut tamunya, Voldemort. Hokey cepat-cepat ke depan pintu karena bel pintu berdenting dan segera saja dia sudah kembali bersama Voldemort yang sudah lebih tampan daripada sebelumnya. Selain karena tampan, Voldemort juga jago bermulut dan bersikap manis yang membuat Hepzibah tergila-gila. Voldemort membawakannya seikat bunga mawar. Kunjungan Voldemort datang ke rumah penyihir tua itu untuk menaikkan tawaran baju zirah buatan goblin dari Mr Burke. Tapi bukannya membahas itu, Hepzibah malah ingin menunjukkan harta yang paling berharga dimilikinya kepada Voldemort yang belum pernah ditunjukkannya kepada Mr Burke. Hepzibah bermaksud tidak akan menjual benda yang akan ditunjukkannya kepada Burke atau kepada siapa pun, ia sekedar ingin pamer dan tahu Voldemort akan menghargai karena sejarahnya. Benda itu adalah piala emas dengan dua pegangan yang halus milik Helga Hufflepuff. Hepzibah diketahui adalah saudara jauhnya. Piala itu sudah diwariskan dalam keluarganya selama bertahun-tahun. Dan punya kekuatan segala macam juga, tapi belum dites Hepzibah semuanya, dia hanya menyimpannya dengan nyaman dan aman di kediamannya. Benda kedua adalah benda yang Burke sudah tahu karena Hepzibah membeli darinya dan Burke ingin mendapatkan kembali. Itu adalah kalung emas dengan liontin berat lambang Slytherin. Koleksi ini ia beli juga dari Burke yang Burke sendiri tidak menyadari nilai yang sebenarnya. Burke membelinya dari seorang perempuan berpenampilan kumal (Merope, ibu Voldemort). Benda itu juga diketahui memiliki segala macam kekuatan, meskipun Hepzibah cuma menyimpannya dengan nyaman dan aman.

88. Hepzibah Smith mati dua hari setelah adegan itu. Tak salah lagi pelakunya adalah Voldemort. Dan apa yang dilakukannya kepada Hepzibah dan peri rumah, Hokey, sama seperti yang ia lakukan kepada Morfin, pamannya. Ia memanipulasi dan memodifikasi ingatan Hokey sehingga Hokey la yang dituduh membunuh majikannya.

89. Voldemort lalu mengundurkan diri di tempat dia bekerja dan menghilang.

90. Kenangan kedua berjarak sepuluh tahun dari kenangan Hokey sebelumnya. Kenangan ini berada di kantor Dumbledore muda yang sedang kedatangan tamu, Voldemort. Harry terkejut melihat penampilan Voldemort. Ketampanannya sudah hilang diganti dengan wajah pucat seperti lilin dan berbentuk aneh, dan bagian putih matanya sudah permanen merah darah, meskipun pupilnya belum menjadi celah seperti yang kemudian diketahui Harry.

91. Alasan Voldemort pergi mengunjungi Dumbledore adalah untuk melamar pekerjaan sebagai guru lagi. Meskipun keduanya tahu pekerjaan itu bukan yang diinginkan Voldemort. Dumbledore tahu, Voldemort ada tujuan tertentu sehingga dia menolaknya dengan tegas. Voldemort lalu pergi bersama amarahnya. Ini semua akan jelas bila Harry berhasil membujuk Slughorn untuk menyerahkan kenangan yang sebenarnya.

92. Harry, Ron dan Hermione berkumpul di ruang rekreasi. Mereka terkejut dengan kemunculan tiba-tiba Kreacher dan Dobby. Keduanya melaporkan secara berkala apa yang diminta Harry untuk membuntuti Malfoy. Kreacher bercerita dengan memuji-muji Malfoy sebagai keturunan murni, Malfoy makan di Aula Besar, tidur di kamar tidur di ruang bawah tanah, mengikuti pelajaran dan bla bla bla yang langsung dipotong Harry. Harry meminta Dobby yang bercerita. Dalam ceritanya, Dobby mengatakan kalau Malfoy sering naik ke lantai tujuh dan masuk ke Kamar Kebutuhan dengan teman-teman yang selalu berganti mengawalnya.

93. Setelah puluhan kali gagal merayu Slughorn, Harry akhirnya menggunakan Felix Felicis, cairan keberuntungan yang didapatkannya dari Slughorn untuk pelajaran Ramuan di awal. Ada semacam perasaan bahagia dan semangat yang menggelora di dalam dada Harry. Perasaannya menyuruh Harry ke pondok Hagrid untuk prosesi pemakaman Aragog. Dalam perjalanannya, Harry berpikir betapa menyenangkannya kalau dia lewat kebun sayur ke tempat Hagrid. Memang sebetulnya tidak persis dilewatinya, tetapi jelas bagi Harry ini firasat yang harus diikutinya, maka dia segera mengarahkan kakinya ke arah kebun sayur. Dan benar saja, Profesor Slughorn sedang mengobrol dengan Profesor Sprout di sana. Slughorn sedang memetik beberapa daunan yang kalau dipetik di senja hari akan menjadikan mereka mujarab. Harry lalu membuka jubah gaibnya dan menyapa Slughorn yang kaget. Sama seperti di Film, Harry menjelaskan keluar dari kastil untuk menemani Hagrid melepas Aragog kesayangannya. Slughorn yang mendengar cerita Harry ingin ikut bersamanya dan Harry bersedia membantunya untuk mengambil bisa Aragog yang harganya sangat bernilai. Felix memberitahunya bahwa sekaranglah saatnya menekan Slughorn. Selain telah mendapatkan bisa Aragog, dia juga mendapatkan ekor Unicorn di pondok Hagrid setelah minum-minum di pondok Hagrid. Masih dalam pengaruh minum, Hagrid dan Slughorn mulai bernyanyi dan meracau yang kemudian menyindir kematian Ayah Hagrid dan orang tua Harry yang mati muda. Disinilah Harry memojokkan Slughorn kalau dia perlu tahu kenangan Slughorn, karena dia Sang Terpilih dan dia juga harus membunuhnya. Ending yang dinanti-nanti Harry akhirnya terkabul. Slughorn terpaksa memberi kenangannya setelah tidak bisa lagi mengelak dan meminta Harry untuk tidak menilainya buruk setelah melihat kenangan itu.

94. Tidak sabar ingin memberitahu Dumbledore berita spektakuler ini, Harry datang ke kantor Dumbledore larut malam. Langsung saja mereka berdua masuk dalam Pensieve yang sudah diisi oleh kenangan Slughorn. Mereka mendarat di kantor Horace Slughorn bertahun-tahun sebelumnya. Tampak Horace Slughorn yang jauh lebih muda, dengan rambut tebal, berkilat, berwarna-jerami dan kumis yang berwarna jingga pirang, sedang duduk lagi di kursi berlengan yang nyaman di kantornya, kakinya diistirahatkan pada tumpuan kaki beludru, satu tangan memegang gelas anggur kecil, tangan yang lain merogoh kotak permen nanas. Dan tampak enam remaja pria duduk mengelilingi Slughorn, dengan Tom Riddle di tengah-tengah mereka dan cincin emas Marvolo yang berbatu hitam berkilau di jarinya.

95. Harry melihat Marvolo muda berhasil memikat Slughorn untuk memberi tahunya tentang Horcrux. Marvolo melakukannya dengan sangat baik, nadanya yang biasa, pujian yang hati-hati, tak ada yang berlebihan. Harry telah punya banyak pengalaman dalam berusaha memancing informasi dari orang-orang yang enggan, sehingga dia bisa mengenali ahli yang sedang beraksi.

96. Dalam penjelasan Slughorn, Horcrux adalah sebutan bagi benda yang digunakan orang untuk menyembunyikan sebagian jiwanya. Kau membelah jiwamu dan menyembunyikan belahannya dalam benda di luar tubuh. Kemudian, bahkan jika tubuh orang itu diserang atau dihancurkan, orang itu tak bisa mati, karena sebagian jiwanya tetap terikat kepada bumi dan utuh. Tetapi, tentu saja, eksistensi dalam bentuk seperti itu semacam tercabik dari tubuh, lebih rendah dari arwah, lebih rendah dari hantu yang paling hina tetapi masih hidup. Hanya sedikit yang mau seperti itu karena kematian masih lebih baik. Namun nafsu Riddle sekarang kentara sekali. Ekspresinya tamak, dia tak bisa lagi menyembunyikan keinginannya lalu bertanya bagaimana cara membelah jiwa. Slughorn memberitahunya jiwa yang dimaksudkan adalah lengkap dan utuh. Membaginya adalah tindakan pelanggaran, melawan kodrat alam. Masih didesak Riddle, Slughorn terpaksa meladeninya. Cara melakukannya adalah dengan tindak kejahatan, tindak kejahatan yang paling jahat. Dengan melakukan pembunuhan. Membunuh mencabik jiwa. Penyihir yang bermaksud menciptakan Horcrux akan menggunakan kerusakan ini untuk kepentingannya dan dia akan menyimpan cabikan itu. Cara menyimpannya adalah dengan mantra yang tak disebut Slughorn karena Riddle sudah sangat kelewatan memburunya. Slughorn meminta Riddle untuk tidak memberitahu yang lain soal Horcrux karena Horcrux topik terlarang di Hogwarts, dan Dumbledore tegas sekali soal ini.

97. Setelah kembali dari Pensieve, Dumbledore dan Harry tahu bahwa Voldemort berusaha menjadi abadi lewat Horcrux.

98. Itulah sebabnya Voldemort tidak mati saat berusaha ingin membunuh Harry yang masih bayi. Karena beberapa jiwanya aman di Horcrux yang dia sembunyikan di suatu tempat. Beberapa Horcrux bukan satu Horcrux, seperti yang ditanyakannya kepada Slughorn untuk membelah menjadi tujuh jiwa tujuh, angka yang kekuatan sihirnya paling hebat, walaupun membelah dua jiwa saja sudah bentuk tindak kejahatan yang luar biasa. Harry tak sadar dia telah menghancurkan satu Horcrux Voldemort. Itu adalah buku harian Tom Riddle yang diberitahu Dumbledore.

99. Rasa penasaran Harry yang melihat tangan Dumbledore di awal cerita hitam kisut dan terbakar adalah karena Dumbledore berhasil menghancurkan satu Horcrux. Itu adalah cincin Marvolo milik kakek Voldemort yang dicurinya dari paman Morfin. Dumbledore menemukannya setelah selama bertahun-tahun, banyak bepergian, mengunjungi tempat-tempat yang pernah dikenalnya. Dumbledore menemukan cincin itu secara kebetulan tersembunyi di reruntuhan pondok keluarga Gaunt. Rupanya begitu Voldemort sudah berhasil menyegel sebagian jiwanya di dalamnya, dia tak ingin memakainya lagi. Dia menyembunyikannya, diproteksi oleh banyak mantra yang kuat, dalam pondok yang pernah ditinggali leluhurnya (Morfin sudah di Azkaban), tak pernah menduga bahwa Dumbledore mungkin suatu hari akan bersusah payah mengunjungi reruntuhannya, atau bahwa Dumbledore mungkin mengawasi jejak-jejak penyembunyian secara sihir.

100. Menurut Dumbledore bentuk-bentuk Horcrux yang dipilih Voldemort untuk menyimpan sebagian jiwa-jiwanya adalah benda-benda yang ada kenangannya, dengan sejarah sihir yang hebat. Kebanggaannya, kepercayaannya pada superioritasnya, tekadnya untuk mengukir bagi dirinya tempat yang mengejutkan di dalam sejarah sihir. Buku harian itu adalah bukti bahwa dia pewaris Slytherin dan Voldemort menganggapnya luar biasa penting.

101. Buku harian Tom Riddle, cincin hitam Marvolo, Kalung liontin berlambang Slytherin dan Piala Emas Hufflepuff. Masih sisa tiga diketahui adalah pusaka Gryffindor atau Ravenclaw yang belum jelas. Dumbledore yakin Voldemort bermaksud membuat Horcrux terakhirnya dengan kematian Harry yang gagal dilakukan saat masih bayi. Meskipun demikian, setelah jeda beberapa tahun, dia menggunakan Nagini, untuk membunuh Muggle laki-laki tua, dan kemungkinan saat itulah terpikir olehnya untuk menggunakan ular betina ini sebagai Horcrux terakhirnya. Nagini menekankan hubungannya dengan Slytherin, dengan demikian mempertinggi mistik Lord Voldermort. Dumbledore mengira dia barangkali menyukai ular itu lebih dari apa pun. Dia jelas senang menahan Nagini berada di dekatnya dan dia tampaknya memiliki kendali luar biasa atas ular itu, bahkan bagi seorang Parselmouth.

102. Buku harian Riddle yang sudah dihancurkan adalah kesalahan Lucius Malfoy. Seandainya Lucius tahu sebagian jiwa tuannya ada di tangannya, niscaya dia akan memperlakukan buku itu dengan lebih hormat namun alih-alih begitu dia melaksanakan rencana yang akan menguntungkannya sendiri dengan memasang buku itu agar ditemukan anak perempuan Arthur Weasley, dia berharap mendiskreditkan Arthur, membuat Dumbledore dikeluarkan dari Hogwarts, dan sekaligus menyingkirkan benda yang sangat memberatkan. Dia harus menghadapi kemarahan Voldemort atas fakta bahwa dia membuang Horcrux itu untuk kepentingannya sendiri, dan kegagalan total di Kementerian tahun lalu. Dumbledore tak akan heran kalau diam-diam dia senang aman berada di Azkaban saat ini.

103. Menurut Dumbledore, tanpa Horcrux-Horcruxnya, Voldemort hanyalah manusia fana dengan jiwa yang sudah cacat dan berkurang. Tapi sementara jiwanya cacat tak mungkin diperbaiki lagi, otaknya dan kemampuan sihirnya tetap utuh. Perlu kecakapan dan kekuatan luar biasa untuk membunuh penyihir seperti Voldemort, bahkan tanpa Horcrux-Horcruxnya. Kecakapan dan kekuatan luar biasalah yang diragukan Harry kalau jawabannya adalah cinta. Tidak seperti Harry, Dumbledore yakin Harry masih terlalu muda untuk memahami betapa luar biasanya dia.

104. Saat pelajaran Mantra dengan Profesor Flitwick, Harry memberitahu dua sahabatnya tentang Horcrux dan kemungkinan peluang untuk diajak Dumbledore jika dia menemukan Horcrux lagi. Tidak hanya Harry yang bercerita, Ron memberitahu keduanya kalau dia dan Lavender Brown sudah putus, begitu juga dengan Ginny dan Dean yang dituturkan langsung oleh Hermione. Hermione tahu ekspresi bahagia Harry yang ditutupinya mendengar ini.

105. Masih mengamati Peta Perampok, Harry melihat jejak kecil Malfoy di toilet cowok dengan Myrtle Merana. Harry bergegas kesana dan melihat Malfoy yang pucat sedang menangis tersedu-sedu sementara Myrtle berusaha membesarkan hatinya. Malfoy mengaku tidak bisa mengerjakan tugasnya, tidak ada yang bisa membantunya dan bila tugas yang dibebankan kepadanya gagal, dia akan dibunuh. Sama seperti di Film Harry yang mengintip ketahuan oleh Malfoy. Keduanya mengeluarkan tongkat dan mengeluarkan mantra. Mrytle menyuruh mereka berdua berhenti tapi tidak diladeni. Saat Malfoy akan menggunakan kutukan Cruciatus kepada Harry, Harry lebih dulu menumbangkannya dengan mantra Sectusempra. Harry menyesal. Darah menyembur dari wajah dan dada Malfoy, seolah dia tersabet pedang yang tak kelihatan. Dia terhuyung ke belakang dan jatuh di lantai yang kebanjiran dengan bunyi cebur keras, tongkat sihirnya terjatuh dari tangan kanannya yang lemas. Sementara Myrtle sibuk dengan teriakan yang memekakkan telinga (pembunuhan, pembunuhan di toilet), Snape tiba-tiba masuk dan mengucapkan kontra kutukan sehingga aliran darah mereda dan luka-lukanya menutup. Snape membawa Malfoy ke rumah sakit dan menyuruh Harry untuk menunggunya disini. Setelah sepuluh menit berlalu, Snape kembali dan memburu Harry dengan pertanyaan darimana dia dapatkan mantra itu.

106. Snape memeriksa tas Harry beserta buku-bukunya. Snape tidak menemukan apa-apa selain buku Ramuan Tingkat Lanjut yang Snape yakini bukan milik Harry. Dan memang benar, sebelum Harry kembali ke toilet dan menunjukkan tas beserta buku-buku di dalamnya, Harry terlebih dahulu mengambil buku Ramuan Tingkat Lanjut milik Ron dan menyimpan Buku Ramuan Tingkat Lanjut milik Pangeran Berdarah Campuran di Kamar Kebutuhan. Seolah tak percaya, percobaannya mencari Kamar Kebutuhan selama ini baru berhasil ketika dia ingin menyembunyikan Buku milik Pangeran Berdarah Campuran itu.

107. Tidak ada adegan Ginny yang menemani Harry menyembunyikan buku Pangeran Berdarah Campuran di Kamar Kebutuhan seperti di Film.

108. Harry mendapatkan detensi dari Snape. Dia disuruh menyalin ulang semua pelanggaran yang pernah terjadi di Hogwarts. Selain harus melewatkan Pertandingan Quidditch melawan Ravenclaw yang membuat hatinya gusar, Harry juga harus merana melihat ayahnya, James Potter dan Walinya, Sirius ada di dalam daftar itu. Snape tak henti-hentinya menyinggung prestasi dua orang yang dicintainya itu.

109. Setelah detensi berakhir, Harry gugup memasuki ruang rekreasi apakah timnya menang atau kalah. Tetapi siapa sangka setelah Harry masuk, Ginny buru-buru mendekatinya dan memeluknya. Tim Gryffindor menang atas Ravenclaw, empat ratus lima puluh lawan seratus empat puluh. Harry sontak saja langsung mencium Ginny. Ron yang melihatnya hanya mengedikkan kepala sedikit, Dean dengan gelas ditagannya yang sudah remuk, Romilda Vane yang seolah-olah akan melemparkan sesuatu dan kerumunan orang-orang bersuit-suit melihat adegan itu. Mulai saat itu, semua orang tahu kalau Harry dan Ginny jadian.

110. Perkamen berisi undangan untuk pergi bersama Dumbledore akhirnya tiba. Harry bergegas ke kantor Dumbledore dan langkahnya terhenti ketika mendengar teriakan Profesor Trelawney. Trelawney marah karena tidak bisa masuk ke Kamar Kebutuhan untuk menyimpan botol Sherry nya. Diketahui kamar itu sedang ada penghuninya. Ia mendengar suara lelaki yang tampaknya sedang senang karena usahanya berhasil dan Harry yakin lelaki itu adalah Malfoy. Harry menyarankan kepada Profesor Trelawney untuk memberitahu Dumbledore dan mengajak pergi bersama karena Harry sendiri juga akan menemui Dumbledore. Lalu Trelawney mengeluarkan kartu yang maknanya akan ada sesuatu yang mengerikan terjadi di atas menara, menara tersambar petir (ramalan yang sebentar lagi akan terjadi). Tapi Harry tidak begitu mempedulikan ramalan Trelawney. Dalam perjalanan, Trelawney bercerita tentang wawancara yang ia lakukan dengan Dumbledore sehingga ia bisa mendapatkan pekerjaan di Hogwarts. Harry paham yang ia maksudkan pasti ramalan tentang dirinya yang akan menjadi pesaing abadi Voldemort. Masih dalam ceritanya, wawancara mereka terganggu oleh suara bising diluar Hog’s Head tempat Trelawney menginap. Orang yang berusaha menguping itu adalah Snape yang kebetulan juga sedang mencari pekerjaan. Hati Harry mencelos, bahwa Snape lah yang memberi tahu ramalan itu kepada Voldemort yang kemudian ayah dan ibunya dibuat meninggal. Mendengar ini, Harry berlari meninggalkan Trelawney dan masuk ke kantor Dumbledore dengan amarah yang dibawahnya. Harry marah kepada Dumbledore karena telah salah memberi kepercayaan kepada Snape. Dumbledore yang sudah paham betul dengan sifat Harry menjawabnya dengan tenang bahwa ia masih percaya sepenuhnya dengan Snape. Tidak ingin berlarut-larut,Dumbledore langsung menanyakan kembali apa Harry mau ikut bersamanya menemukan Horcrux di sebuah gua di pantai, dan syarat yang harus dipenuhi Harry adalah mematuhi apa yang disuruh Dumbledore. Disuruh bersembunyi harus sembunyi, disuruh kabur harus kabur, dan disuruh meninggalkan Dumbledore untuk menyelamatkan diri harus patuh. Sebelum pergi, Dumbledore menyuruh Harry untuk membawa Jubah Gaib nya. Harry melihat Ron dan Hermione di ruang rekreasi. Dia menyuruh dua sahabatnya untuk memantau Malfoy dan Snape dengan Peta Perampok yang diserahkannya kepada Hermione dan Felix Felicis kepada Ron. Segera saja Dumbledore dan Harry pergi menuju Hog’s Head untuk minum. Ini merupakan cara yang baik untuk menyamarkan tujuan mereka yang sebenarnya. Mereka lalu ber apparate.

111. Gua yang ada di pantai tempat tujuan Dumbledore dan Harry adalah bekas tempat yang dipakai Riddle membawa dua anak kecil panti asuhan bersamanya. Barangkali dia mendapatkan kesenangan dengan meneror mereka. Gua itu berada dalam karang terjal dengan jalan turun yang sangat berbahaya. Dumbledore dan Harry harus berenang untuk sampai kesana.

112. Di dalam gua ada danau yang besar dan gelap dengan air hitam dan mayat-mayat yang mengapung. Mereka melompat bila Harry memanggil-manggil Horcrux. Mereka baru mengepung Harry ketika dia terpaksa mengambil air dari danau untuk Dumbledore yang sekarat.

113. Tidak seperti di Film Harry dan Dumbledore langsung ber apparate di Menara Astronomi, menara kastil yang paling tinggi, disini mereka kembali ke Hogsmeade untuk menyamarkan tujuan yang sebenarnya. Saat sampai ada Madam Rosmerta yang menyambut mereka. Harry membiarkan Dumbledore yang sekarat untuk istirahat di Three Broomsticks bersama Madam Rosmerta sementara dirinya kembali ke Hogwarts mencari bantuan. Tapi niat itu batal setelah Madam Rosmerta memberitahu keduanya bahwa Tanda-Tanda Kegelapan barusan muncul ke arah Hogwarts. Tengkorak hijau menyala dengan lidah ular, tanda yang ditinggalkan Pelahap Maut setiap kali mereka memasuki suatu bangunan dan setiap kali mereka habis membunuh. Dumbledore ingin segera ke kastil, sehingga Madam Rosmerta mengizinkan Dumbledore dan Harry menggunakan sapu-sapunya. Dumbledore meminta Madam Rosmerta untuk mengirimkan pesan kepada Kementerian. Dumbledore juga yakin belum ada seorang pun di dalam Hogwarts menyadari ada yang tidak beres lalu dia meminta Harry untuk memakai Jubah Gaib.

114. Sama seperti di Film, setelah sampai di Menara, Harry disuruh mundur oleh Dumbledore dan segera mencari Snape. Tapi tidak jadi, karena pintu tiba-tiba terbuka, ada teriakan orang-orang berteriak, Harry yang masih dengan jubah gaibnya dibuat beku oleh Kutukan Ikat Tubuh Dumbledore agar tak bisa berkata dan bergerak, dan tongkat Dumbledore dilucuti oleh kedatangan Malfoy.

115. Ditengah perbincangan Dumbledore dan Malfoy, Dumbledore membongkar rahasia Malfoy yang berapa kali mencoba membunuhnya tapi gagal karena Katie Bell dan Ron Wealsey lah yang menjadi korban.

116. Cara bagaimana kalung terkutuk itu sampai di Hogsmeade dan akhirnya mengenai Katie Bell adalah lewat Rosmerta yang dibawah pengaruh kutukan Imperius. Tebakan Dumbledore memang belum pernah meleset. Rosmerta bersembunyi di toiletnya sendiri dan memberikan kalung itu kepada murid Hogwarts mana saja yang masuk ke toilet sendirian. Dan mead beracun, Rosmerta bisa meracuninya dengan mengirim botol itu kepada Slughorn, mengira itu hadiah Natal yang sangat rapi. Mr Filch juga tidak berpikir untuk mengecek botol kiriman Rosmerta. Malfoy memberitahu Dumbledore caranya berkomunikasi dengan Rosmerta (karena semua cara komunikasi masuk dan keluar dari sekolah sudah dimonitor) adalah menggunakan koin yang disihir. Malfoy pegang satu dan Rosmerta pegang yang lain dan Malfoy bisa mengirim pesan-pesan kepadanya. Rupanya cara komunikasi rahasia itu adalah yang digunakan grup Dumbledore’s Army tahun lalu dan Malfoy mencuri ide itu. Sedangkan Malfoy mendapatkan ide meracuni mead dari Hermione si Darah lumpur. Dia mendengar Hermione berbicara di perpustakaan tentang Filch yang tidak mengenali racun.

117. Malfoy yang tahu Dumbledore tidak ada di kastil dan berada di Hogsmeade untuk minum ternyata lewat Rosmerta lagi yang memberi tahunya dengan Koin yang disihir. Sehingga Malfoy yang pengecut bersama para Pelahap Maut memutuskan untuk memancing Dumbledore agar segera kembali ke kastil untuk melihat siapa yang dibunuh.

118. Sebelum kematiannya tiba, Dumbledore sempat memberi Malfoy pilihan agar menyeberang ke pihak yang benar, dan Dumbledore bisa menyembunyikannya lebih sempurna
daripada yang bisa dbayangkannya. Lagi pula, Dumbledore juga bisa mengirim anggota-anggota Orde ke ibunya malam itu untuk menyembunyikannya juga. Sedangkan ayahnya, aman saat ini di Azkaban dan kalau waktunya tiba Dumbledore bisa melindunginya juga. Tetapi pilihan itu tidak pernah dipilih si anak bodoh Draco Malfoy.

119. Tiba-tiba pintu menyeruak terbuka lagi, dan masuklah beberapa pelahap maut. Mereka adalah Amycus, Alecto, Fenrir Greyback yang menggigit Lupin dan tidak ada Bellatrix seperti di Film. Dan yang terakhir tiba adalah Snape. Selanjutnya tahu sendiri ceritanya seperti di Film. Malfoy bodoh tak sanggup menjalankan tugasnya dan Snape tega membunuh Dumbledore yang untuk pertama kalinya memohon kepadanya. Scene ini benar-benar menyedihkan. Gue rasanya mau menangis. Berkali-kali lebih sedih dari kehilangan Sirius dan Cedric (menurut gue).

120. Setelah bebas dari mantra pengirim yang sudah meninggal (Dumbledore), Harry bergegas memburu Snape. Dilihatnya para Pelahap Maut sedang bertempur dengan teman-temannya (Ginny, Ron, Neville, Luna, Hermione) dan anggota Orde (McGonagall, Lupin, Tonks) tapi tak ada waktu untuk menanyakan mereka karena tujuan Harry hanyalah mengejar Snape dan Malfoy. Harry juga mendengar lebih banyak teriakan dan jeritan. Rupanya orang-orang lain di dalam kastil sudah terbangun.

121. Dalam pengejaran Snape dan Malfoy, dilihatnya Hagrid sedang mencegah Pelahap Maut dan salah satu Pelahap Maut telah membakar Pondok Hagrid dan Fang masih berada di dalamnya. Lolongan memilukan Fang sampai terdengar.

122. Snape berhasil disusul Harry, Malfoy disuruh lari oleh Snape, dan Snape berbalik menghadapi Harry. Mantra-mantra Harry ditangkis dengan mudah oleh Snape. Tiba-tiba ada serangan mendadak yang mengenai Harry. Salah satu Pelahap Maut berhasil membuat Harry kesakitan tapi tidak begitu lama Snape melarangnya karena ingat pesan Pangeran Kegelapan bahwa Harry Potter adalah miliknya.

123. Akhirnya Harry mampu melumpuhkan Snape dengan kutukan ciptaan Snape yang Harry tidak tahu. Harry baru tahu siapa Pangeran Berdarah Campuran setelah Snape memberitahunya. Bukckbeak lalu muncul dan mengejar Snape yang lari terbirit-birit.

124. Harry mencari Hagrid di Pondoknya yang terbakar dengan Fang yang selamat digendongannya. Pondok Hagrid akhirnya padam oleh mereka berdua dengan mantra Aguamenti. Selagi Hagrid bergumam kalau Pondoknya bisa dibetulkan oleh Dumbledore, ulu hati Harry rasanya sakit sekali seperti terbakar. Harry memberitahunya kalau Dumbledore sudah mati, mati dibunuh oleh Snape tetapi siapa sangka Hagrid tetap tak percaya dan yakin Snape masih dalam penyamaran mengikuti Pelahap Maut. Kepercayaannya terhadap Snape sama persis dengan Dumbledore yang kini sudah tiada. Harry diam saja, percuma dia berbicara karena selain sudah menderita, Hagrid juga akan tahu sebentar lagi.

125. Harry dan Hagrid kembali ke kastil lagi dan segera mereka menemukan kerumunan di kaki Menara Astronomi tempat Dumbledore terjatuh dari atas Menara. Di atas rerumputan itu tergeletak Dumbledore yang jika orang awam akan mengira dirinya sedang tidur. Tangannya terlentang, kacamata bulan separonya miring di hidung bengkoknya dan ada setetes darah dari mulutnya. Harry memperbaiki posisi kacamatanya, menghapus darah dari mulut Dumbledore dengan lengan bajunya dan menemukan liontin yang terjatuh dari saku Dumbledore. Harry membuka liontin itu dan mendapati secarik perkamen yang isinya “Kepada Pangeran Kegelapan. Aku tahu aku sudah lama mati ketika kau membaca ini, tetapi aku ingin kau tahu bahwa akulah yang menemukan rahasiamu, aku telah mencuri Horcrux yang sebenarnya dan bermaksud menghancurkannya secepat aku bisa. Kuhadapi kematian dengan harapan bahwa ketika kau bertemu lawanmu, kau sudah jadi orang biasa lagi, yang bisa mati. R.A.B. Harry tidak tahu (gue juga lupa) dan tidak peduli siapa pemilik singkatan itu. Yang Harry tahu liontin ini bukan Horcrux, dan sia-sia saja Dumbledore telah membuat dirinya lemah dengan meminum racun mengerikan itu. Harry meremas perkamen di tangannya dan matanya memanas dipenuhi air mata sementara di belakangnya Fang mulai melolong.

126. Harry berhasil bangkit dari sisi Dumbledore setelah sebelumnya gagal dibujuk oleh Hagrid. Ginny lah yang melakukannya. Ginny mengajak Harry ke rumah sakit mengunjungi Ron, Hermione, Lupin, Tonks, Neville, Luna dan Bill yang digigit Greyback. Ginny memberi tahu Harry penampilan Bill tidak akan sama lagi. Dan seorang Pelahap Maut mati, dia terkena Kutukan Maut yang dilancarkan si pirang ke segala jurusan. Kalau teman-teman Harry tidak minum ramuan Felix Harry, mereka semua pasti sudah terbunuh, tapi segalanya luput dari mereka.

127. Seluruh penghuni rumah sakit tidak percaya kabar Dumbledore meninggal. Shok, menangis campur aduk. Di tempat kejauhan, di suatu tempat dalam kegelapan, burung phoenix bernyanyi dengan cara yang tak pernah didengar Harry sebelumnya. Ratapan pilu yang indah mengerikan. Dan Harry merasa, seperti yang pernah dirasakannya terhadap nyanyian phoenix, bahwa musik itu ada dalam dirinya, bukan di luarnya. Itu kesedihannya sendiri yang diubah secara gaib menjadi nyanyian yang bergaung di seluruh halaman dan masuk melalui jendela-jendela kastil.

128. Masih di dalam rumah sakit, McGonagall tiba dan tak lama kemudian Mr dan Mrs Weasley dan Fleur juga tiba. Ketiganya menangis melihat sayatan dan robekan di sekitar wajah dan tubuh Bill. Tapi Fleur bertekad akan tetap menikahinya. Dan siapa sangka, Tonks juga berkata demikian jutaan kali terhadap Lupin bahwa cinta tidak memandang fisik. Harry akhirnya tahu kalau Tonks selama ini mencintai Lupin bukan Sirius.

129. Yang menjadi kepala sekolah menggantikan Dumbledore adalah McGonagall karena dirinya tadi adalah wakil kepala sekolah.

130. Harry melihat jajaran lukisan para kepala sekolah Hogwarts yang sudah meninggal di kantor Dumbledore yang kini ditempati McGonagall. Dumbledore sedang tidur dalam pigura keemasan di atas mejanya, kacamata bulan separonya bertengger di atas hidung bengkoknya, tampak damai dan tak terganggu.

131. Buku pemilik Pangeran Berdarah Campuran sebenarnya buku ibu Snape, Eileen Prince. Eileen Prince menikah dengan seorang Muggle bernama Tobias Snape. Hermione akhirnya berhasil memecahkan kepenasarannya dengan membaca sisa arsip Prophet lama.

132. Harry menghadiri prosesi pemakaman Dumbledore di halaman Gryffindor, danau. Selain warga Hogwarts, ada juga para anggota Orde Phoenix, Kingsley Shacklebolt, Mad Eye Moody, Tonks yang bergandengan tangan dengan Lupin, Mr dan Mrs Weasley, Bill yang dipapah Fleur, dan diikuti oleh Fred dan George. Kemudian ada Madame Maxime, yang menempati dua setengah kursi sendiri, Tom, si pemilik Leaky Cauldron, Arabella Figg, tetangga Squib Harry, pemain bas yang banyak bulunya dari grup band Weird Sisters, Ernie Prang pengemudi Bus Ksatria, Madam Malkin, pemilik toko jubah di Diagon Alley, dan beberapa orang yang Harry tahu karena pernah melihatnya, seperti pelayan bar di Hog’s Head dan penyihir perempuan yang mendorong troli di Hogwarts Express. Hantu-hantu kastil juga ada, nyaris tak tampak dalam cerahnya cahaya matahari, hanya dapat dilihat bila mereka bergerak, gemerlap di udara. Tampak pula Cornelius Fudge, Rita Skeeter, Dolores Umbridge, si centaurus Firenze, dan Scrimgeour.

133. Hagrid yang masih menangis tanpa suara muncul dengan tangannya terbungkus dalam beludru ungu berkelap-kelip dengan bintang-bintang keemasan. Itu adalah jenazah Dumbledore. Hagrid lalu duduk di sebelah adik lain ayahnya dan Grawp membelai Hagrid keras-keras pada kepalanya.

134. Scrimgeour masih mengujungi Harry dengan permintaan yang sama seperti di the Burrow kemarin, meminta Harry memberi tahu dunia betapa hebatnya pekerjaannya di Kementerian dengan embel-embel meningkatkan moril semua orang dan ingin Harry memberinya informasi orang dalam tentang Dumbledore dan menjadi cowok poster baru Kementerian. Padahal Stan Sunphike saja masih belum dibebaskan dari Azkaban. Sebaliknya Percy si anak durhaka dan anggota delegasi Kementerian lainnya menunggu bosnya. Harry meninggalkan Scrimgeour dan Ron dan Hermione menyusul Harry.

135. Bila di akhir Film Harry, Hermione dan Ron berada diatas menara sambil memegang Horcrux, disini tidak ada karena pemakaman Dumbledore pun tidak tayang. Mereka bertiga di bawah naungan kerindangan pohon beech, tempat mereka biasa duduk-duduk di masa-masa yang lebih membahagiakan. Sejak kematian Dumbledore, Hogwarts terancam akan ditutup, dan Harry berencana tidak akan kembali ke Hogwarts kalaupun buka lagi. Harry akan kembali ke Privet Drive dan akan pergi selamanya untuk menyelesaikan apa yang ia dan Dumbledore mulai, mencari Horcurx lainnya. Tempat pertama yang akan dikunjungi Harry adalah Godric’s Hollow. Harry merasa segalanya berawal dari sana dan dia bisa mengunjungi makam orangtuanya. Kemudian baru melacak sisa Horcrux. Ron dan Hermione bersikeras ikut Harry kemana pun Harry pergi dan mereka berdua harus datang ke The Burrow juga untuk pernikahan kakaknya Ron, Bill dan Fleur.

Sampai jumpa di pertarungan terakhir Harry melawan Voldemort 😁😁😁

Kutipan:
1. Dumbledore bilang orang lebih mudah memaafkan orang lain yang salah daripada yang benar – Hermione

2. Tak ada yang perlu ditakuti dari mayat, Harry, sama halnya seperti tak ada yang perlu ditakuti dari kegelapan. Lord Voldemort, yang tentu saja diam-diam takut akan dua-duanya, tidak setuju dengan pendapat ini. Namun sekali lagi dia memperlihatkan kekurang bijaksanaannya. Ketidaktahuanlah yang kita takuti jika kita memandang kematian dan kegelapan, tak lebih dari itu – Dumbledore

Yang Tak Kau Temukan Harry Potter and the Order of the Phoenix (Harry Potter dan Orde Phoenix) di Film

Kalau dulu gue benci Cho karena dia menjadi pengkhianat di Film ke lima Harry Potter and the Order of the Phoenix, gue salah, ya gue salah setelah membaca langsung novelnya. Ternyata gue benci sekali sama doi. Selain itu, ada banyak kejutan yang disayangkan tidak tayang di Film. Seperti, Harry, Hermione, Ron, dan Ginny akhirnya bertemu Neville dan neneknya yang tengah menjenguk orang tua Neville di Rumah Sakit St Mungo. Mereka juga melihat kembali Profesor Lockhart yang hilang ingatan permanen akibat tongkat Ron yang rusak di tempat yang sama. Ron dan Hermione menjadi Prefek, Harry dan si kembar dihukum bermain Quidditch seumur hidup dan dalang datangnya Dementor untuk mengejar Harry di awal Film adalah suruhan Umbridge. Dan masih banyak lagi. Tenang, untuk kamu yang tak sempat membaca langsung novelnya, poin-poin Yang Tak Kau Temukan Harry Potter and the Order of the Phoenix (Harry Potter dan Orde Phoenix) di Film telah selesai gue susun. Kuy.

1. Harry duduk di ayunan taman (satu-satunya yang belum dirusak Dudley bersama gengnya) setelah tidak bisa lagi berbaring di bedeng bunga begonia Bibi Petunia. Harry melakukan itu untuk mendengar warta berita dari TV Muggle, tentang kembalinya Voldemort. Harry bahkan harus bangun pukul lima pagi untuk membayar burung hantu yang membawa Daily Prophet. Rasa penasaran akan tidak dikabarkannya dia dari tempat seharusnya dia berada semakin menjadi-jadi, termasuk surat dari Ron dan Hermione yang enggan memberi informasi.

2. Kalau di Film, Dudley dan gengnya mengganggu Harry di ayunan taman, disini sebaliknya. Dudley dan gengnya melewati Harry begitu saja, tapi setelah Dudley ditinggal pergi teman-temannya Harry memanggil Dudley setelah sampai di gang sempit, gang antara Magnolia Crescent dan Wisteria Walk, dan gelap. Harry ingin menjadikan Dudley pelampiasan Harry yang stres akhir-akhir ini dan juga perlakuan buruk Dudley kepadanya selama ini. Bahkan Harry sengaja memancing kemarahan Dudley, seperti bukan Harry ketika di depan Paman dan Bibi nya. Selanjutnya Dementor datang dan Mrs Figg (ternyata Squib “berdarah murni tapi tanpa kemampuan sihir sedikit pun” seperti Argus Filch) muncul.

3. Insiden sampai munculnya Dementor di Little Whinging karena Mundungus Fletcher (lelaki gemuk pendek dengan rambut merah kekuningan yang panjang), yang dikasih amanah untuk menjaga Harry oleh Dumbledore, pergi demi membeli kuali-kuali curian. Mrs Figg lah yang memberi tahu itu semua kepada Harry karena dia termasuk yang diminta menjaga Harry oleh Dumbledore. Akibatnya Harry terpaksa menggunakan mantra Patronus dan harus menjalani sidang pemeriksaan kedisiplinan di Kementerian Sihir tentang Pembatasan Masuk Akal untuk Penggunaan Sihir di Bawah Umur.

4. Setelah tiba di rumah mendapati Paman dan Bibinya yang marah besar karena Dudley, dan surat yang mengeluarkannya dari sekolah Hogwarts juga pemusnahan tongkatnya, Harry rasanya ingin kabur dari rumah dan mengutuk Pamannya. Beruntung Harry tidak jadi melakukan niatnya, karena satu surat lainnya baru saja menyelamatkannya. Surat itu dari Ayahnya Ron yang mengabarkan kalau Dumbledore sedang mengatasi masalah Harry dan Mr Weasley memintanya untuk di rumah saja dan tidak menggunakan sihir lagi.

5. Bibi Petunia ternyata tahu Dementor itu apa. Dia mendengar itu dari adiknya, Ibu Harry.

6. Surat ketiga datang ke Privet Drive Nomor 4 lagi tentang peninjauan kembali pemusnahan tongkat dan Harry yang dikeluarkan atau batal akan diputuskan saat sidang di Kementerian Sihir nanti.

7. Harry menjelaskan dengan sabar kepada Paman Vernon tentang Dementor yang menyerang anaknya walau hati dan kepalanya dipenuhi amarah dan frustasi.

8. Surat keempat, ternyata Howler, meluncur seperti surat ketiga dari cerobong asap setelah Paman Vernon menutup jendela untuk menghalau burung hantu masuk. Surat keempat dialamatkan langsung ke Bibi Petunia, entah dari siapa, yang isinya meminta Harry untuk tetap di rumah. Penyebabnya oleh Paman Vernon yang barusan ingin mengusir Harry dari rumah.

9. Harry menulis surat untuk Sirius, Ron dan Hermione sesampainya di kamar.

10. Malam penjemputan Harry ke Markas Besar Order of the Phoenix (rumah orang tua Sirius Black) yang dilakukan beberapa penyihir adalah saat dirinya sendirian di rumah dan keluarga Dursley sedang keluar rumah.

11. Harry melepas semua amarah kepada kedua sahabatnya setelah bertemu di Markas Besar Order of the Phoenix

12. Snape ternyata anggota dan hadir dalam rapat di Markas Besar Order of the Phoenix. Begitu juga Bill dan Charlie Weasley. Bill sekarang melamar pekerjaan di belakang meja sehingga dia bisa pulang ke rumah dan bekerja bagi Order. Walaupun Bill merindukan makam-makam di Mesir tapi ada kompensasi sebagai gantinya. Pertemuan Fleur dan Bill tahun lalu ternyata masih berlanjut. Bill sedang memberi privat Bahasa Inggris untuk Fleur Delacour karena Fleur dapat pekerjaan di Gringotts untuk perbaiki bahasa inggrisnya. Charlie ada dalam Order juga, tapi dia masih di Rumania. Dumbledore mau sebanyak mungkin penyihir asing dibawa masuk, jadi Charlie berusaha membuat kontak pada hari liburnya.

13. Weasley bersaudara bercerita kepada Harry kalau Mr Weasley dan Percy bertengkar. Percy yang memang ambisius terhadap karirnya bahkan mendapat promosi lebih mementingkan Kementerian daripada orangtuanya yang berteman dengan Dumbledore. Sejak kejadian Dumbledore dan Fudge pro kontra tentang kembalinya Voldemort, Fudge dengan keras kepalanya menolak fakta si Kau Tahu Siapa kembali. Dan Percy yang bekerja di Kementerian mematuhinya, dan kalau orangtuanya akan menjadi pengkhianat bagi Kementerian karena mendukung Dumbledore dia akan memastikan bahwa semua orang tahu dia tidak bersama keluarganya lagi.

14. Kreacher si peri rumah Sirius Black tidak bisa diusir karena dia tahu banyak tentang Order yang direncanakan di rumah nyonya nya.

15. Regulus Black, adik Sirius, seorang Pelahap Maut yang mati karena berusaha mengundurkan diri dari perkumpulan itu.

16. Orang tua Sirius walaupun bukan Pelahap Maut tetapi setuju dengan pemikiran Voldemort yang ingin mempertahankan ras darah murni dan menyingkirkan kelahiran Muggle dengan memberi kekuasaan pada darah murni. Itulah salah satu alasan Sirius kabur dari rumah dan lebih memilih ke tempat ayahnya Harry, James Potter.

17. Pohon Sirius (pohon keluarga di permadani dinding rumah Sirius) yang terbakar oleh seperti sundutan rokok dilakukan oleh ibunya setelah Sirius keluar dari rumah.

18. Kakek buyut Sirius, Phinneas Nigellus, adalah mantan kepala sekolah Hogwarts yang tidak populer. Araminta Meliflua, sepupu ibu Sirius, mencoba memaksakan Undang-Undang Kementerian untuk melegalkan perburuan Muggle, dan Bibi Elladora, dia memulai tradisi keluarga memenggal kepala peri rumah ketika mereka terlalu tua untuk membawa nampan teh. Tiap kali keluarga Sirius menghasilkan seseorang yang kurang pantas mereka tidak diakui.

19. Sirius dan Tonks masih berkerabat. Keponakan lebih tepatnya. Ibunya Andromeda adalah sepupu yang paling Sirius sukai. Andromeda juga tidak ada di pohon keluarga. Sirius menunjuk ke tanda hangus bulat kecil di antara dua nama, Bellatrix dan Narcissa. Mereka adalah saudara-saudara perempuan Andromeda yang masih ada di sini karena mereka menikah secara terhormat dengan darah murni, tapi Andromeda menikahi seorang kelahiran Muggle, Ted Tonks, jadi Tonks tidak muncul di pohon keluarga. Sebab itulah Kreacher tidak menuruti perintah Tonks karena tidak ada di dalam permadani pohon keluarga.

20. Masih di pohon keluarga, keluarga Black ternyata berkerabat juga dengan keluarga Malfoy, Narcissa Black dengan Lucius Malfoy. Keluarga-keluarga berdarah murni semuanya saling berhubungan.

21. Molly dan Sirius bersepupu karena pernikahan dan Arthur semacam sepupu dari sepupu Sirius. Walaupun Molly dna Arthur Weasley berdarah murni tapi nama mereka tidak ada di pohon keluarga, karena kalau ada keluarga yang merupakan sekumpulan pengkhianat darah, itulah keluarga Weasley.

22. Bellatrix Black, yang dihubungkan dengan garis ganda ke Rodolphus Lestrange adalah suaminya. Mereka berdua bersama Barty Crouch junior berada di Azkaban. Saudara lelaki Rodolphus, Rabastan ada bersama mereka juga.

23. Harry teringat. Dia telah melihat Bellatrix Lestrange di dalam Pensieve Dumbledore, alat aneh yang dapat menyimpan pikiran dan ingatan. Seorang wanita jangkung berkulit gelap dengan mata berkelopak tebal, yang telah berdiri di persidangannya dan menyatakan kesetiaanya yang terus-menerus kepada Lord Voldemort.

24. Sirius mengaku belum melihat Bellatrix Lestrange sejak Sirius seumur Harry.

25. Ayah Sirius menempatkan semua alat pengamanan di rumahnya yang dikenal oleh kelompok penyihir sewaktu dia tinggal di sini. Itulah sebabnya tidak tampak di peta, jadi para Muggle tidak akan pernah datang dan berkunjung dan sekarang Dumbledore sudah menambahkan perlindungannya, jadi akan sulit mencari rumah yang lebih aman di tempat lain. Dumbledore adalah Penjaga Rahasia Order, tak seorangpun bisa menemukan Markas Besar kecuali Dumbledore memberitahu mereka secara pribadi di mana letaknya. Catatan yang diperlihatkan Moody kepada Harry sewaktu mencari Markas Besar, itu dari Dumbledore.

26. Harry melihat Professor McGonagall pada hari-hari berikutnya (masih di rumah Sirius, Grimmauld Place).

27. Saat berada di Kementerian untuk dengar pendapat mengenai apa yang telah dilakukan Harry di Little Whinging, Surrey, tempo hari, Harry dan Mr Weasley mampir di kantor Mr Weasley yang lebih kecil daripada ruang lemari sapu.

28. Harry dan Mr Weasley melihat Percy yang keluar dari ruang sidang tanpa menghiraukan ayahnya. Harry dan Mr Weasley juga melihat Lucius Malfoy sedang berbicara dengan Fudge padahal sudah diberitahu Harry kalau Lucius adalah seorang Pelahap Maut. Lucius yang tak tahu malu menjadi Pelahap Maut terang-terangan saat Harry melihatnya di areal pekuburan ayah Voldemort, menyindir Harry yang pandai meloloskan dari.

29. Fred, George dan Ginny melakukan tari konyol “dia lolos, dia lolos, dia lolos” setelah tahu Harry tidak jadi dikeluarkan.

30. Siapa sangka Ron dan Hermione mendapat lencana Prefek, ketua murid, di tahun kelima. Harry sempat iri kenapa bukan dirinya yang telah melewatkan segala sesuatu dibandingkan Ron.

31. Ron mendapat hadiah dari Mrs Weasley berupa sapu baru, Sapu Bersih.

32. Moody menunjukkan foto Order of the Phoenix yang asli kepada Harry. Tampak ada orang tua Neville, Hagrid dan saudara lelaki Dumbledore, Aberfotrh.

33. Ada Boggart, Pengubah Bentuk, di rumah Sirius. Saat Mrs Weasley ingin mengenyahkan Boggart, ketakutan-ketakutan Mrs Weasley muncul bergantian. Dari Ron yang mati, berubah Mr Weasley yang mati, Bill, Percy, dan Harry yang mati. Itulah penderitaan Mrs Weasley akhir-akhir ini yang takut kalau itu terjadi setelah pembentukkan Order of the Phoenix lagi.

34. Harry belum pernah bepergian di atas Hogwarts Express tanpa Ron dan Hermione karena keduanya, Prefek, harus berpatroli di koridor beberapa waktu sekali. Harry akhirnya berada dalam satu kompartemen dengan Ginny, Neville dan Luna Lovegood.

35. Pantas saja Luna Lovegood dipanggil Loony Lovegood. Orangnya tidak seperti kebanyakan, nyentrik dan sedikit gila. Karena satu kompartemen dengan Harry, Ginny dan Nevile, kesan pertama yang ditunjukkan Luna adalah menusukkan tongkatnya di belakang telinga kirinya supaya tidak hilang, memakai kalung yang terbuat dari gabus-gabus Butterbeer, sedang membaca sebuah majalah (The Quibbler) terbalik dan tidak banyak berkedip seperti manusia normal. Harry baru paham mengapa Luna membaca terbalik setelah dia membaca majalah Luna. Menurut majalah itu (artikel tentang rune kuno), kalau kamu membalikkan rune-rune itu mereka menyingkapkan sebuah mantera untuk membuat telinga musuhmu berubah menjadi jeruk.

36. Luna setingkat dengan Ginny tapi di Ravenclaw.

37. Cho Chang mampir ke kompartemen Harry hanya untuk bilang halo. Sayang Cho datang di waktu yang tidak tepat. Harry ingin Cho menemukannya sedang duduk dengan sekelompok orang-orang keren yang sedang tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon yang baru dibuatnya, tetapi dia Harry memilih duduk dengan Neville dan Loony Lovegood, sambil menggengam Trevor dan basah kuyub oleh Stinksap (mirip kaktus kecil dengan duri-duri seperti bisul yang akan pecah kalau dipencet), hadiah baru ulang tahun Neville.

38. Ada dua orang prefek kelas lima dari masing-masing rumah. Prefek Slytherin adalah Draco Malfoy dan Pansy Parkinson, dari Hufflepuff Ernie Macmillan dan Hannah Abbot, dan Anthony Goldstein dan Padma Patill dari Ravenclaw

39. Kompartemen di datangi orang lagi. Kali ini Malfoy bersama dua kroninya, Crabbe dan Goyle. Malfoy mengejek Harry yang tak dijadikan Prefek seperti dirinya bahkan Ron sahabatnya. Hermione lalu mengusirnya.

40. Harry mencari-cari Hagrid setelah kereta sampai. Posisi Hagrid yang menyambut anak-anak kelas satu digantikan oleh Profesor Grubbly Plank, penyihir wanita yang telah mengambil alih pelajaran Pemeliharaan Satwa Gaib Hagrid selama beberapa waktu tahun lalu.

41. Harry yang terkena detensi Umbridge berhari-hari harus membiarkan dirinya begadang setelahnya. Dia harus menyelesaikan PR dari Profesor Snape, McGonagall, Flitwick, Trelawney dan Grubbly Plank atau menjalani detensi lagi sebagai pengganti.

42. Ron berlatih secara sembunyi-sembunyi menjadi keeper untuk uji coba keeper Gryffindor. Tidak seperti yang lain, Harry menganggap idenya brilian.

43. Ron terpilih menjadi keeper baru tim Quidditch Gryffindor. Ron juga berasal dari keluarga pemain Quidditch bagus.

44. Harry mengirim surat kepada Sirius lewat Hedwig di kandang burung hantu. Tak lama kemudian Cho Chang masuk membawa bingkisan besar dan surat untuk ibunya yang berulang tahun. Mereka kedatangan tamu tak diundang juga, Filch dan kucingnya Mrs Norris. Filch mengira Harry telah mengirim surat untuk memesan Bom Kotoran. Harry dan Cho tidak paham mengapa Filch berpikiran seperti itu. Mereka berdua lolos dari cengkraman Filch karena Cho mengelabuinya bahwa Harry memang baru saja mengirim surat untuk memesan Bom Kotoran.

45. Ron kedatangan Hermes, burung hantu Percy, yang membawa surat menjijikkan dari kakaknya. Selain mengucapkan selamat kepada Ron karena mengikuti jejaknya sebagai Prefek, percy juga memberi petuah kepada Ron bagaimana menjadi Prefek, memintanya menjauhi Harry, siap memberi maaf kepada orang tuanya kalau sudah tidak bergabung lagi dengan rombongan Dumbledore, sampah tentang era kepemimpinan Dumbledore akan segera berakhir dan tidak henti-hentinya menjilat Kementerian dan guru baru Profesor Umbridge.

46. Sirius muncul (untuk membalas surat Harry) di perapian ruang rekreasi Gryffindor ketika Hermione memeriksa PR Harry dan Ron. Sirius memberi tahu mereka bertiga tentang tidak perlu cemas tentang Hagrid yang belum muncul lagi ke Hogwarts, Umbridge bukan Pelahap Maut, tanggapannya tentang bekas luka Harry yang sakit lagi dan meragukan ada hubungannya dengan Umbridge, Umbridge yang membenci setengah manusia seperti Lupin, penjelasannya tentang mengapa Umbridge hanya memberi teori bukan praktek pelajaran Pertahanan terhadap Ilmu Hitam karena Fudge, kementerian, tidak mau murid-murid terlatih dalam pertarungan dan akan bisa mengalahkan Kementerian Sihir

47. Harry bisa bebas berkeliaran tanpa jubah gaib di desa Hogsmeade karena bantuan Sirius.

48. Bila di film Ginny berkencan dengan seseorang berkulit hitam yaitu Dean Thomas, disini pria itu adalah Michael Corner. Mereka bertemu saat pesta dansa tahun lalu.

49. Ada satu momen Neville bisa naik darah ketika Malfoy menyinggung rumah sakit St Mungo, tempat orang-orang yang otaknya rusak karena sihir. Harry paham karena disanalah orang tuanya berada dan Harry tidak bisa berkata jujur kepada Ron karena sudah berjanji kepada Dumbledore untuk tidak menceritakan tentang orang tua Neville.

50. Dobby yang memberi tahu Harry Ruang Kebutuhan tempat Dumbledore’s Army berlatih.

51. Hermione mencium pipi Ron untuk menyemangatinya melawan Slytherin di pertandingan Quidditch. Pertandingan itu ujian pertama baginya, Keeper Gryffindor Weasley.

52. Harry, George Weasley dan Malfoy adu mulut dan jotos setelah tim Gryffindor menang atas Slytherin. Harry, George dan sapu keduanya kena getahnya dari Umbridge. Mereka berdua bahkan Fred yang tidak melakukan apa-apa dilarang bertanding seumur hidup dan sapu mereka juga disita.

53. Hagrid sudah kembali. Harry, Ron dan Hermione bergegas keluar asrama dengan Jubah Gaib Harry.

54. Ginny diangkat jadi Seeker tim Gryffindor dan Andrew Kirke dan Jack Sloper menggantikan Harry, Fred dan George.

55. Selain adegan itu, Cho ternyata menembak Harry dan mendekati Harry lebih dulu.

56. Kalau di Film Harry marah dan membentak Dumbledore agar mata mereka bertemu (saat memberitahu Ayah Ron sedang sekarat), disini Harry hanya merasa dia tidak menginginkan apapun daripada menyerang, menggigit, dan membenamkan taring-taringnya ke dalam lelaki di hadapannya.

57. Dalam penglihatannya, Harry lah yang menjadi ular dan menyerang Mr Weasley.

58. Harry, dan Weasley bersaudara pergi menggunakan Portkey ke Grimmauld Place, kediaman Sirius. Esoknya mereka mengunjungi Arthur Weasley di Rumah Sakit St Mungo, tempat orang tua Neville berada.

59. Masalah kalau dipendam sendiri tidak akan dapat solusi bahkan suudzhon dengan diri sendiri. Inilah yang dilakukan Harry setelah dia menguping bersama si kembar dengan Telinga Yang Dapat Dipanjangkan ke dalam kamar Arthur Weasley. Di dalam bilik itu ada Moody Mad Eye, Molly Weasley dan Tonks. Mereka khawatir Kau Tahu Siapa telah merasuki Harry karena Harry melihat hal-hal dari dalam ular Kau Tahu Siapa.

60. Sepulang dari Rumah Sakit, Harry mengurung diri, memisahkan diri dari lingkungan sekitar karena dia takut akan melukai seperti yang dia lakukan kepada Arthur Weasley, bahkan dia berpikir untuk kabur ke Privet Drive karena terlalu membahayakan ke Hogwarts sebab bisa melukai teman-teman asramanya. Untung Hermione datang karena dia lah Harry mau lagi bergabung dengan yang lain. Bersama Ron, Ginny dan Hermione yang berada dalam kamar Ron, Harry mulai mendengarkan cerita Ginny yang dirasuki Voldemort dua tahun lalu. Ginny memberi tahu Harry kalau Harry tidak dirasuki Voldemort seperti dirinya, karena Harry masih ingat semua hal yang pernah dia lakukan, sedangkan Ginny tidak. Waktu Voldemort melakukannya pada Ginny, Ginny tak bisa ingat apa yang telah dia lakukan selama berjam-jam pada sekali waktu, dan dia akan menemukan dirinya sendiri di suatu tempat dan tidak tahu bagaimana bisa sampai di sana. Harry hampir tidak berani mempercayainya, namun walau begitu hatinya menjadi ringan dan tenang. Tidak hanya itu, Hermione dan Ron juga memberi alasan yang masuk akal kalau Harry sudah pernah mendapatkan mimpi-mimpi itu, Voldemort yang tidak bisa membawanya pergi dari Hogwarts dan Harry tidak meninggalkan tempat tidurnya saat Ron dan yang lain berusaha membangunkannya.

61. Harry terbangun di pagi Natal dan menemukan setumpuk hadiah di kaki tempat tidurnya. Harry memilah-milah hadiahnya dan menemukan sebuah dengan tulisan tangan Hermione di atasnya. Dia juga telah memberinya sebuah buku yang menyerupai diari kecuali bahwa setiap kali dia membuka sebuah halaman buku itu berkata keras-keras hal-hal seperti: ‘Kerjakan hari ini atau kau akan bayar di kemudian waktu’. Sirius dan Lupin memberi Harry satu set buku bagus berjudul Sihir Pertahanan Praktis dan Kegunaannya Melawan Ilmu Hitam, yang memiliki ilustrasi berwarna yang hebat dan bergerak-gerak mengenai semua kontra kutukan dan guna-guna yang digambarkannya. Buku itu akan sangat berguna bagi rencana-rencananya untuk Dumbledore’s Army. Hagrid telah mengirimkan sebuah dompet coklat berbulu yang memiliki taring, yang kiranya seharusnya merupakan alat anti pencurian, tetapi sayangnya mencegah Harry menempatkan uang ke dalamnya tanpa mengakibatkan jari-jarinya terkoyak. Hadiah Tonks adalah sebuah model Firebolt kecil yang bisa bekerja, yang Harry amati terbang mengitari kamar, sambil berharap dia masih memiliki versi ukuran penuhnya. Ron memberinya sebuah kotak besar Kacang Segala Rasa, Mr dan Mrs Weasley sweater rajutan tangan yang biasa dan beberapa pai daging, dan Dobby sebuah lukisan yang sangat mengerikan yang Harry duga telah dilukis peri itu sendiri.

62. Mrs Weasley dibuat menangis lagi oleh anaknya Percy. Boro-boro datang dan menjenguk ayahnya, bahkan hadiah natal dari ibunya, sweater, dikembalikan. Anak durhaka.

63. Mereka semua pergi ke Rumah Sakit lagi. Harry menghadiahi Mr Weasley Kawat dan Obeng. Harry apal benar Mr Weasley sangat menyukai barang-barang Muggle.

64. Harry, Ron, Hermione dan Ginny berjalan-jalan ke lantai lima selagi di Rumah Sakit untuk minum teh. Mereka bertemu potret para Penyembuh (Dokter untuk sebutan di dunia Muggle) yang tiba-tiba memanggil mereka saat menaiki tangga yang sudah reyot. Selagi mereka menaikinya, berbagai Penyembuh itu memanggil mereka, mendiagnosakan keluhan-keluhan aneh dan menyarankan obat-obat mengerikan. Ron benar-benar terhina ketika seorang penyihir pria abad pertengahan berseru bahwa dia jelas-jelas terkena spattergroit yang parah. Itu adalah penyakit kulit yang paling menyedihkan, yang akan menyebabkan muka menjadi bopeng dan bahkan lebih mengerikan daripada sekarang. Bintik-bintik di wajah Ron lah yang mereka sebut kena spattergroit. Benar-benar kurang ajar. Bahkan mereka memberi tahu Ron obat penawarnya adalah dengan mengambil hati katak, mengikatnya erat-erat di tenggorokan, dan berdiri telanjang saat bulan penuh di dalam satu tong mata belut.

65. Di lantai empat, Harry, Ron, Hermione dan Ginny berada di koridor Cedera Akibat Mantera (sementara Ayah Ron berada di bangsal Cedera Akibat Makhluk). Tak disangka, mereka bertiga melihat Profesor Gilderoy Lockhart, mantan guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di tahun kedua mereka, yang menjadi pasien di bangsal itu. Ron merasa bersalah saat akhirnya bertemu langsung. Tongkat Ron yang rusaklah yang telah mencederai ingatan Profesor Lockhart dengan begitu parahnya sehingga dia sampai ke St Mungo, walaupun karena Lockhart telah berusaha untuk menghapus ingatan Harry dan Ron secara permanen pada saat itu. Dalam bangsal permanen yang sama, mereka juga bertemu dengan orang tua Neville bahkan Neville dan neneknya tengah berkunjung. Harry tak bisa berbuat apa-apa karena rahasia akhirnya terbuka. Neville pun shok melihat teman-temannya. Hermione, Ron dan Ginny berkaca-kaca melihat fakta ini ditambah pelakunya adalah Bellatrix Lestrange, wanita yang fotonya ditaruh Kreacher di sarangnya.

66. Di Grimmauld Place, mereka kedatangan Snape. Harry turun ke dapur dan mendapati Snape dan Sirius tengah memasang wajah masam. Snape sebenarnya ingin menemui Harry sendirian tapi Sirius menolak dengan alasan dia ayah angkat Harry. Snape memberi tahu Harry kalau dia di sini atas perintah Dumbledore. Dumbledore ingin Harry untuk mempelajari Occlumency, Pertahanan sihir pikiran terhadap penetrasi dari luar, lewat Snape secara privat sekali seminggu. Sirius dan Snape disini beradu mulut karena keduanya tak henti-hentinya menyindir satu sama lain hingga Harry memaksa keduanya untuk tidak menggunakan tongkat masing-masing. Keributan meredam setelah pintu terbuka dimana Mr Weasley sudah kembali dan sudah dinyatakan sembuh.

67. Diantar Tonks dan Lupin, Harry dan yang lain kembali ke Howarts naik Bus Ksatria, sama seperti Hermione yang tiba di Grimmauld Place, menggunakan Bus Ksatria. Dia bertemu lagi Stan Shunpike yang memanggilnya dengan sebutan Arry.

68. Cho mendatangi meja Harry, Ron dan Hermione di Aula Besar. Selain baru mendapat ide, Hermione buru-buru mengajak Ron ke Perpustakaan untuk memberi ruang kepada Cho dan Harry. Cho rupanya mengajak Harry ke Hogsmeade saat Valentine nanti. Harry yang ragu-ragu awalnya kembali meminta Cho untuk pergi bersamanya.

69. Pada hari pertama belajar Occlumency di kantor Snape, Snape memberi tahu Harry kalau Voldemort memiliki keahlian tinggi dalam Legilimency, kemampuan untuk mengeluarkan perasaan dan ingatan dari pikiran orang lain alias bisa membaca pikiran.

70. Saat latihan, Harry akhirnya paham ia telah bermimpi tentang sebuah koridor tak berjendela yang berakhir pada sebuah pintu terkunci selama berbulan-bulan, tanpa sekalipun menyadari bahwa tempat itu nyata. Sekarang, melihat memori itu lagi, dia tahu bahwa selama ini dia telah memimpikan koridor yang dilaluinya bersama Mr Weasley pada tanggal dua belas Agustus selagi mereka bergegas ke ruang sidang di Kementerian. Koridor yang mengarah ke Departemen Misteri dan Mr Weasley ada di sana pada malam dia diserang oleh ular Voldemort.

71. Dari awal gue memang tidak suka dengan Cho, ditambah fakta-fakta yang tak terungkap di film. Pertama saat di Ruang Kebutuhan. Tinggal paling akhir, membahas Cedric, menangis lalu mendekati Harry agar dicium (Harry saja waktu itu tidak mengerti mengapa Cho begitu sangat dekat kearahnya). Kedua dia mengajak kencan Harry malu-malu tapi mau ke desa Hogsmeade untuk merayakan Valentine bersama. Contoh wanita agresif yang pikirannya dipenuhi dengan mimpi-mimpi terliar. Dan benar saja setelah Cho mengajak Harry ke kedai teh kecil Madam Puddifoot. Tempat itu mengingatkan Harry dengan kantor Umbridge karena semua hal kelihatannya dihiasi dengan jumbai-jumbai atau pita. Tidak hanya itu, kedai juga dipenuhi pasangan-pasangan muda yang tengah berpegangan tangan bahkan berciuman. Inilah yang diharapkan Cho kepada Harry. Modus. Untung Harry disini mampu mengendalikan hawa nafsu. Harry berusaha mengajak Cho bercerita agar mengalihkan pandangan Cho yang terus melihat pasangan-pasangan berciuman akhirnya sampai membuat Cho marah karena Harry tidak peka apa yang dia mau. Harry bilang dia berjanji akan menemui Hermione di Three Broomsticks (ide Hermione saat di Aula Besar sebelumnya) pada saat makan siang dan mengajak Cho bersamanya. Cho yang marah dan cemburu karena Harry menyebut nama Hermione lalu mengatakan hal yang tak terduga. Pria disampingnya, Roger Davies (rekannya di Quidditch Ravenclaw sebagai kapten) yang sedang berciuman dengan gadis pirang cantik, adalah pria yang dia tolak sebelum pergi bersama Harry ke Hogsmeade. Harry tidak mengerti kenapa Cho memberitahunya ini. Tidak sampai disitu, Cho juga mengatakan kalau dia bersama Cedric tahun lalu disini dan berciuman. Cho yang hilang kendali karena hasratnya tak terpenuhi kembali ke sifat kekanak-kekanakannya. Ia bertanya soal Cedric lagi kepada Harry, bahkan dengan percaya dirinya bertanya apakah sebelum mati Cedric sempat menyebut namanya. Jawaban Harry malah membuatnya menangis karena tidak ada waktu bagi Cedric untuk mengatakan apapun. Suara tangis yang memuakkan mungkin diharapkannya agar Harry menciumnya lagi seperti yang pertama, tapi kali ini tidak. Suara dan tangisan Cho telah membuat pasangan-pasangan disana berhenti dari aktifitasnya dan menoleh kepada Cho dan Harry. Cho kabur dan Harry pergi ke Three Broomsticks sendirian.

72. Di Three Broomsticks Harry bertemu Hagrid sebelum melihat Hermione. Harry masih mendapati Hagrid yang tidak mau jujur mengapa wajahnya dipenuhi luka lebam.

73. Hermione ternyata tidak sendirian, dia bersama Luna Love Good dan Rita Skeeter. Ide Hermione ternyata untuk menjebak Rita yang haus dengan berita tentang Harry. Dikomando Hermione, Harry bersedia bercerita tentang fakta-fakta dan nama-nama pengikut Pangeran Kegelapan kepada Rita asal publik tahu kebenarannya, atau kesempatan ini akan dilempar ke Luna yang dengan senang hati bila ayahnya, Editor Quibbler, yang akan mewawancarai Harry.

74. Quibbler terbit dengan kebenaran yang diungkapkan Harry. Beberapa burung hantu menyerbu Harry di meja Aula Besar sambil membawa surat dari penggemar. Bukan hanya Seamus yang kini mulai percaya kepada Harry, bahkan dampak bagus lainnya menurut Harry adalah Cho yang menghampirinya, menyesal, menangis lagi, lalu mencium pipi Harry. Memang dasar ganjen. Tidak hanya itu, Malfoy, Crabbe dan Goyle jadi salah tingkah karena nama-nama ayah mereka disebutkan sebagai anggota Pelahap Maut di majalah itu.

75. Kesenangan Harry tidak berlangsung lama, Umbridge yang tentu saja tidak senang menyita segala yang berbau Quibbler, lima puluh poin Gryffindor diambil dan detensi selama seminggu.

76. Ingat adegan Profesor Trelawney diusir oleh wanita kecil pendek mirip katak alias Umbridge? Dia memang tidak diusir dan akan tinggal selamanya di Hogwarts berkat Dumbledore tapi posisinya sudah digantikan oleh manusia bertubuh kuda yang pernah menyelamatkan Harry di hutan terlarang tahun pertama, Firenze. Profesor Trelawney diantar kembali ke kastil oleh Profesor McGonagall, Profesor Sprout dan diikuti Profesor Flitwick yang mencicit ‘Locomotor koper’ dan barang-barang bawaan Profesor Trelawney naik ke udara dan menaiki tangga mengikutinya.

77. Harry dan Ron mengikuti pelajaran Ramalan pertama dengan Firenze sebagai guru baru mereka. Bila sebelumnya kelas terletak di Menara Utara, kini tak perlu repot-repot naik tangga karena sudah dipindahkan di kelas sebelas (mungkin Dumbledore merasa tidak lucu menyuruh Firenze naik tangga dengan badannya seperti itu). Kelasnya pun disulap bagai di hutan, tempat habitat Firenze, walaupun masih tetap di dalam kastil bila keluar kelas. Saat pelajaran berakhir, Firenze memanggil Harry untuk memperingatkan Hagrid kalau usahanya di hutan sia-sia. Apa yang dilakukan Hagrid di hutan masih belum diketahui Harry karena Firenze pun enggan mengatakannya.

78. Seamus mulai bergabung Dumbledore’s Army sejak Dean mengajaknya. Dan mereka semua sedang berlatih mantra Patronus.

79. Dobby datang ke Ruang Kebutuhan memperingatkan Harry kalau Umbridge sudah tahu sambil menyiksa dirinya. Harry buru-buru membubarkan pertemuan dan menyuruh semua teman-temannya untuk kabur. Saat Harry berlari, dia terjegal oleh kaki Malfoy. Oleh karena itu Harry berhasil dibawa oleh Umbridge langsung ke kantor Dumbledore. Hanya Harry. Di kantor Dumbledore sudah ada Profesor McGonagall, Fudge, orang Departemen Misteri, dan Percy. Tahukah kamu si pengadu itu siapa? Dia adalah teman Cho, Marietta Edgecombe. Saat dihadirkan, wajahnya sudah dipenuhi banyak bisul yang membentuk kata pengadu. Ini semua berkat Mantra Kutukan oleh Hermione bagi siapa saja yang berkhianat dan mengadu.

80. Momen kaburnya Dumbledore saat akan ditangkap Fudge dan orang dari Departemen Misteri, sebenarnya dia belum benar-benar pergi bersama Fawkes seperti yang kita lihat di Film. Mereka semua dibuat pingsan dengan bunyi keras menghantam lantai kecuali Profesor McGonagall, Harry dan Marietta. Dumbledore memberitahu mereka bahwa ia tidak akan pergi bersembuyi, tidak akan ke Grimmauld Place, dan menyuruh Harry agar tetap mempelajari Occlumency sekeras mungkin, melakukan semua yang disuruh Profesor Snape dan berlatih secara khusus setiap malam sebelum tidur agar bisa menutup pikiran dari mimpi-mimpi buruk.

81. Saat Fudge dan yang lain sudah sadar kembali, Fudge menyuruh Minerva untuk mengantar Harry dan Marietta ke tempat tidur sambil menggumamkan kalau inilah akhir untuk Dumbledore. Profesor McGonagall memang tidak sependapat dengan Dumbledore dalam banyak hal, tapi dia memiliki gaya.

82. Fred dan George membuat kekacauan dengan kembang api di seluruh kastil saat Harry masih diinterogasi oleh Umbridge mengenai keberadaan Dumbledore dan Sirius. Semua guru tidak keberatan kecuali kubu Umbridge yang membuat muka mereka hitam legam dan berkeringat karena lari dari kembang api.

83. Harry bertemu dengan Cho saat menuju kantor Snape untuk latihan Occlumency. Cho memberitahu Harry tentang temannya, Marietta, merupakan sosok yang menyenangkan walau membuat kesalahan. Mendengar ini Harry mulai marah dan tak setuju dengan Cho (kenapa baru sadar Harry?). Cho mengatakan kalau Marietta tertekan karena ibunya bekerja di Kementerian. Tak kalah dari Cho, Harry juga memberi tahu Cho kalau Ron juga punya ayah yang bekerja di Kementerian. Marietta tak lebih dari seorang pengkhianat, dan mantera kutukan bagi siapa saja yang membawa daftar Dumbledore’s Army adalah ide brilian Hermione menurut Harry. Cho yang mendengar nama Hermione, Hermione dan Hermione terus ke telinganya dari mulut Harry lalu marah dan membentak Harry. Harry cukup hebat kali ini, karena dia berkata tegas agar Cho tidak menangis seperti yang selalu ia lakukan kepada Harry, karena Harry sudah punya cukup masalah. Cho mengejek Harry, berbalik lalu pergi. Syukur Harry tidak mengejarnya karena Harry lalu menuruni anak tangga sambil mengomel. Well, Ini sungguh scene favorit yang sayang tidak tayang di Film.

84. Jam latihan dengan Snape batal karena Malfoy tiba-tiba masuk membawa pesan Umbridge memerlukan Snape. Harry berterima kasih kepada Malfoy dalam hati karena dia sama sekali belum berlatih dan mengosongkan pikiran ditambah dengan kemarahan pada Cho sebelum kesini. Walaupun Harry harus rela Malfoy akan berkoar-koar kalau Harry ikut pelajaran Perbaikan Ramuan.

85. Masih di dalam kantor Snape selagi Snape keluar bersama Malfoy, Harry tergoda dengan Pensieve di dekat pintu. Dia nekat menenggelamkan kepalanya di baskom dengan berkasan cahaya milik pikiran Snape. Disitulah Harry baru paham bahwa ayahnya memang sombong seperti yang Snape selalu katakan. Di ingatan itu, Harry melihat Snape dibully oleh rombongan ayahnya, Sirius, Lupin yang acuh karena tetap membaca dan Wormtail yang tertawa cekikikan. Seperti di Film, Snape tergantung ke udara karena kejahilan James dan kawan-kawannya. Namun rupanya ibu Harry, Lily Evans, muncul untuk membela Snape dengan membentak James walaupun diejek balik oleh Snape karena tidak butuh bantuan dari darah lumpur sepertinya. Harry ketahuan Snape dewasa, lalu diusir dari kantornya dan dilempari toples-toples.

86. Ada satu momen Harry dan Ginny berada dalam satu atap di perpustakaan. Ginny menghampiri Harry untuk memberi hadiah paskah, telur cokelat, dari Mrs Weasley. Ginny mencoba menghibur Harry yang kelihatannya murung. Penyebabnya karena Harry terus memikirkan apa yang baru saja dia lihat di Pensieve Snape. Ginny menerka-nerka kalau Harry ingin berbicara dengan Cho, tapi salah. Sebaliknya Harry ingin sekali berbicara dengan Sirius. Harry tak tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan Sirius karena Umbridge telah mengawasi api dan membaca surat-surat. Ginny yang tumbuh bersama si kembar memberi tahu Harry bahwa semuanya mungkin kalau punya cukup keberanian. Setelah memakan cokelat, Harry sadar punya sedikit harapan sebelum keduanya diusir Madam Pince karena makan cokelat di Perpustakaan.

87. Fred dan George memberi tahu idenya kepada Harry setelah Ginny mengadu. Harry bisa berbicara kepada Sirius lewat api, yang satu-satunya tidak diawasi, di kantor Umbridge selagi mereka berdua membuat kekacauan sebagai pengalihan. Si kembar juga memberi pisau pembuka pintu apa saja dari Sirius. Ide ini dibantah habis-habisan oleh Hermione dan memohon kepada Harry agar tidak melakukannya. Tapi bukan Harry kalau patuh dengan Hermione. Harry bersama Jubah Gaib ayahnya, dan pisau Sirius berhasil masuk dengan was-was. Harry heran mengapa Sirius tidak pernah mengatakan kalau berbicara lewat api sangat sulit. Wajah Harry muncul di perapian dapur rumah Sirius. Harry ingin mengkonfirmasi tentang Pensieve yang dia lihat kepada Sirius dan Lupin yang ada didepannya. Mereka mengatakan kalau James itu idiot sama seperti teman-temannya di umur lima belas tahunnya, tetapi ia tumbuh meninggalkannya sejak dekat dengan Lily pada tahun ke tujuh. Percakapan mereka terpaksa berhenti karena Filch sedang menuju kantor Umbridge. Harry sukses bersembunyi dibawah Jubah Gaib dan berhasil keluar juga mengikuti Filch.

88. Setelah melepaskan Bom Kotoran di atas kepala Umbridge, si kembar meluncur keluar dari pintu untuk mengucapkan selamat tinggal bersama sapu-sapu yang terbang kembali ke tuannya di depan si kelelawar tua, Umbridge. Peeves bahkan memberi hormat kepada si kembar.

89. Fred dan George menjadi semacam idola di antara murid-murid, karena sepeninggal mereka sekolah masih dilanda kekacauan (yang dilakukan murid-murid) dan Umbridge juga Filch bahkan menyerah mengatasinya. Tidak hanya itu, guru-guru juga enggan membantu dan membiarkan.

90. Pertandingan Quidditch antara Gryffindor dan Ravenclaw tiba. Harry dan Hermione menonton dari tribun penonton. Harry merasakan sedikit kecemburuan melihat Cho sedang mengobrol asik dengan Davies. Tak disangka Hagrid tiba-tiba muncul di kursi penonton. Hagrid menghampiri Harry dan Hermione dan mengajaknya ke Hutan Terlarang dengan darah yang menetes di hidung.

91. Hagrid menunjukkan rahasia yang selama ini ia tutupi. Dan bekas luka-luka yang selama ini ia punya tak lebih dari sekedar merawat raksasa untuk mengajarinya berbahasa inggris. Dia adalah Grawp, adik tiri Hagrid (brother from another father). Hagrid meminta Harry dan Hermione untuk merawatnya kalau dia dipecat Umbridge. Percakapan mereka terputus karena kedatangan Centaur, Magorian dan Bane yang pernah ditemui Harry sebelum diselamatkan Firenze di tahun pertama Harry. Selain membenci manusia, mereka juga membenci Hagrid karena menghalangi mereka membunuh Firenze karena membantu Dumbledore.

92. Ron berhasil membantu Gryffindor mendapatkan Piala Quidditch.

93. Harry, Ron dan Hermione memasuki waktu ujian OWL. Pada suatu ujian di malam hari, mereka menyaksikan penyerangan yang dilakukan Umbridge bersama enam pengawalnya kepada Hagrid di pondoknya. Hagrid seorang manusia raksasa kebal terhadap mantera beku yang dilontarkan Umbridge. Sebaliknya, Profesor McGonagall yang terkena empat mantera pembeku itu karena membela Hagrid. Hagrid lalu meloloskan diri ke dalam hutan.

94. Harry mendapat penglihatan Sirius disiksa Voldemort saat tertidur mengerjakan ujian Sejarah Sihir.

95. Dumbledore pergi, Hagrid pergi jadi tinggal Profesor McGonagall lah dia ingin mengadu apa yang baru saja terlintas dalam penglihatannya. Sayang, Profesor McGonagall dibawah ke St Mungo akibat mantera pembeku yang terkena di dadanya untuk seusianya.

96. Harry memaksa pergi sendirian untuk menyelamatkan Sirius. Tapi Hermione berhasil membujuknya untuk memeriksa Sirius ada di Grimmauld Place atau tidak. Ginny dan Luna datang membantu. Ginny dan Luna mengkomando agar murid-murid tidak melewati koridor menuju kantor Umbridge, begitu juga dengan Ron, sedangkan Hermione pergi bersama Harry ke kantor Umbridge masih dengan Jubah Gaib dan Pisau Sirius. Kepala Harry berhasil ke Grimmauld Place tapi dia tidak menemukan Sirius, Lupin dan yang lainnya kecuali Kreacher yang terkekeh-kekeh. Tak lama dari itu, Harry dan Hermione ketahuan oleh Umbridge bersama komplotan Malfoy. Ginny, Luna, Ron dan bahkan Neville ditangkap. Snape lalu masuk karena dimintai ramuan kejujuran oleh Umbridge tapi ramuan itu sudah habis digunakan oleh Umbridge sendiri waktu menginterogasi Harry beberapa hari yang lalu. Harry baru sadar satu-satunya anggota Order tersisa adalah Snape, sehingga dia meneriakkan Padfoot (nama lain dari Sirius) untuk minta pertolongannya. Namun Snape acuh lalu pergi begitu saja. Umbridge yang mendengar itu jadi penasaran dan memaksa Harry buka suara dengan kutukan Cruciotus. Sebelum itu terjadi Hermione dengan otak briliantnya terpaksa buka suara dengan mengarang cerita kalau Harry baru saja berbicara dengan Dumbledore tentang senjata yang disiapkan. Memang dasarnya bodoh, Umbridge percaya begitu saja bahkan dia menantang dirinya pergi sendiri bersama Hermione dan Harry untuk mencari tahu dimana senjata itu berada, padahal Malfoy menawarkan diri untuk pergi bersamanya.

97. Dalang munculnya Dementor yang mengejar Harry dan sepupunya di musim panas lalu adalah atas suruhan Umbridge. Dia geram Harry lolos dari tuduhan pengadilan. Dan siapa sangka Harry juga akan lolos dari jeratan Umbridge kali ini.

98. Hermione berhasil membawa Umbridge ke tempat sarang Centaur. Umbridge ditangkap mereka, dan tongkatnya dipatah menjadi dua. Harry dan Hermione hampir dibawa juga sebelum Grawp akhirnya muncul dan menyelamatkan mereka berdua. Grawp rupanya masih ingat Hermy (panggilan Hermione dari Hagrid untuk Grawp) dan dia mencari Hagger atau Hagrid. Tak lama dari itu, Ron, Ginny, Luna, Neville, dan bermacam-macam luka di wajah mereka, muncul dibelakang karena berhasil lolos dari cengkaraman Malfoy, Crabbe dan Goyle, sementara Grawp masih mengajar para Centaur. Itu semua berkat beberapa Pembeku, sebuah Mantera Pelucut Senjata dan Neville menghasilkan Mantera Perintang yang bagus. Juga Ginny yang membuat Guna-guna Hantu Kelelawar kepada Malfoy menyebabkan seluruh wajahnya tertutup benda-benda besar berkepak-kepak.

99. Harry, Ron, Hermione, Ginny, Luna dan Neville bersiap ke London, Kementerian Sihir, menggunakan Thestral. Karena Ron, Hermione dan Ginny belum pernah menyaksikan orang mati, mereka terbang yang bagi orang muggle seperti melayang padahal ada sesuatu yang membawa mereka tapi kasat mata.

100. Seperti yang sudah dikisahkan di Film, pertarungan melawan Pelahap Maut ternyata hanya menyisahkan Harry dan Neville karena yang lainnya telah tidak berdaya di pintu-pintu Departemen Misteri. Ginny mata kakinya retak, Hermione pingsan, Ron meracau tidak jelas karena kena mantera dan Luna lah yang menjaga mereka sementara Harry dan Neville (hidungnya bengkok dan berdarah) masih melawan Pelahap Maut seperti Bellatrix dan Lucius bersama Lupin, Moody, Sirius, Tonks dan Kingsley. Tidak lama dari itu Dumbledore muncul. Bila di Film Dumbledore menyuruh Harry agar kuat melawan dan mengingat memori-memori bagus saat kerasukan Voldemort, disini tidak. Harry hanya sekarat dan tidak berdaya sementara Voldemort mengajak Bellatrix untuk kabur setelah semua orang termasuk Fudge baru tiba.

101. Harry menyesal tidak menuruti nasehat Hermione kalau ini tak lebih dari sebuah umpan untuk membuatnya menjadi pahlawan. Salahnya telah membuat Sirius mati.

102. Harry mendengarkan penjelasan panjang lebar dari Dumbledore tentang mengapa Sirius sengaja dikurung di Grimmauld Place, Dumbledore yang mengacuhkannya, alasan Harry yang masih bayi lolos dari maut, mengapa Dumbledore tidak mau menunjuknya sebagai Prefek dan lain-lain. Dumbledore menceritakan ini karena sudah waktunya Harry mengetahui semua kebenaran. Salah satunya adalah alasan Voldemort yang ingin membunuh Harry dari bayi. Voldemort telah mendengar ramalan (Profesor Trelawney) bahwa akan lahir seorang anak laki-laki di bulan Juli (Harry dan Neville, tapi Dumbledore yakin Harry lah yang dimaksud oleh ramalan) yang akan menaklukkan Pangeran Kegelapan dan salah satu diantara keduanya tidak akan mati bila yang lainnya selamat. Dumbledore juga mengatakan saat Harry berhasil muncul di bara api untuk mengecak keberadaan Sirius. Sesungguhnya Sirius sedang ada di lantai atas merawat Hippogrif yang dilukai Kreacher. Kreacher bebas berbohong kepada Harry karena Harry bukan Tuannya. Kreacherlah yang memberi tahu ini kepada Dumbledore. Panjang guys. Kesimpulannya Harry banyak suudzhon disini walau dirasa wajar, emosi yang meluap-luap dan beban yang sangat berat, dan betapa keras kepalanya karena tidak mendengar nasehat Hermione yang semuanya hampir benar. Dumbledore menuturkan kisah ini dengan sedih. Karena diakhir cerita, Harry melihat sebutir air mata menetes menuruni wajah Dumbledore ke dalam janggut perak panjangnya.

103. Umbridge ternyata kembali ke Hogwarts. Dia berbaring di Sayap Rumah Sakit berseberangan dengan Ron dan Hermione yang juga dirawat. Dumbledore lah yang menyelamatkannya dari para Centaur setelah berjalan sendirian ke dalam hutan. Dia tidak cedera sedikit pun melainkan terguncang karena tidak bisa berkata apa-apa.

104. Profesor McGonagall telah kembali dari St Mungo, begitu juga Hagrid yang kembali dari tempat persembunyiannya, gunung.

105. Profesor Umbridge meninggalkan Hogwarts sehari sebelum akhir semester. Tampaknya dia keluar diam-diam dari sayap rumah sakit waktu makan siang, jelas berharap pergi tanpa terdeteksi, tetapi sayangnya bagi dia, dia bertemu Peeves di tengah jalan, yang meraih kesempatan terakhirnya untuk melakukan seperti yang diperintahkan Fred, dan mengejarnya dengan senang sambil memukulnya bergantian dengan sebuah tongkat (milik Profesor McGonagall) berjalan dan sebuah kaus kaki penuh kapur.

106. Saat berkemas dan melewati pesta akhir tahun, Harry baru sadar ada hadiah dari Sirius yang belum dibukanya. Hadiah yang diberikan Sirius di Grimmauld Place setelah kedatangan Snape. Itu adalah sebuah cermin kecil persegi. Cermin itu tampak tua dan kotor. Harry memegangnya di depan wajahnya dan melihat bayangannya sendiri memandang balik kepadanya. Dia membalikkan cermin itu. Di sisi sebaliknya tercoret catatan dari Sirius. Ini cermin dua arah, dimana Sirius punya pasangannya. Kalau Harry perlu bicara dengannya sebut saja namanya kepada cermin, Harry akan muncul dalam cermin Sirius dan Sirius akan bisa berbicara ke dalam cermin Harry. James dan Sirius dulu menggunakannya waktu mereka kena detensi di tempat terpisah. Sayang, cermin itu tidak bisa digunakan lagi, karena Sirius pada saat kematiannya lupa membawa cermin itu.

107. Dalam keputusasaannya, Harry mencari Nick si kepala hampir putus dan bertanya apakah Sirius bisa seperti dirinya yang menjadi hantu setelah mati. Jawaban Nick membuat Harry bertambah sedih dan pasrah. Karena tidak semua orang bisa kembali sebagai hantu. Para penyihir bisa meninggalkan jejak mereka di atas bumi, untuk berjalan tempat diri mereka yang masih hidup dulu berjalan. Tapi sangat sedikit penyihir yang memilih jalan itu.

108. Dalam perjalanan di kereta, Ginny memberitahu Harry, Hermione dan Ron dalam kompartemen yang sama kalau Cho tengan berkencan dengan mantannya, Michael Corner. Mendengar ini, Harry tidak peduli. Ginny malah mencuri pandang dengan Harry.

109. Setiba di stasiun King Cross, mereka sudah disambut oleh Mr dan Mrs Weasley, Fred dan George, Lupin, Mad Eye, Tonks dan keluarga Dursley. Harry diantar mereka semua ke keluarga Dursley dengan sedikit ancaman. Harry lalu pamit diikuti Paman Vernon, Bibi Petunia dan Dudley.

Kutipan:

  1. Kecerdasan melebihi ukuran adalah harta terbesar manusia – Luna
  2. Satu orang tidak bisa merasakan semua itu dalam seketika, mereka akan meledak – Ron
  3. Hanya karena kau punya kisaran emosi yang sebesar sendok teh tidak berarti kami semua begitu – Hermione
  4. Kerjakan hari ini atau kau akan bayar di kemudian waktu – Hadiah buku Hermione untuk Harry di hari Natal
  5. Orang-orang bodoh yang mengenakan hati mereka dengan bangga di lengan baju mereka, yang tidak bisa mengendalikan emosi mereka, yang berkubang dalam ingatan-ingatan menyedihkan dan membiarkan diri mereka dihasut dengan mudah, orang-orang lemah, dengan kata lain mereka tidak punya peluang melawan kekuasaannya Dia akan memasuki pikiranmu dengan begitu mudahnya, Potter! – Snape
  6. Kamu sepertinya mulai berpikir apapun mungkin kalau kamu punya cukup keberanian – Ginny
  7. Tak ada kebaikan yang bisa didapat dengan berdiam diri kalau itu berarti siapapun mencurigai bahwa Fred dan George adalah kriminal. Karena mereka dapat emas itu dari aku. Aku memberikan kepada mereka hasil kemenangan Triwizardku Juni lalu – Harry
  8. Tak usah malu atas apa yang sedang kamu rasakan, Harry, sebaliknya kenyataan bahwa kamu bisa merasakan sakit seperti ini adalah kekuatanmu yang terbesar – Dumbledore
  9. Orang muda tidak tahu bagaimana pikiran dan perasaan orang tua. Tetapi orang tua bersalah kalau mereka lupa bagaimana rasanya menjadi orang muda – Dumbledore

Sampai jumpa di buku berikutnya 😁😁😁