Happy Birthday

Happy birthday to me 😁😁😁

Someone is out there sent me this when some people forgot about me. I knew I could find a video like this everywhere in internet, but that’s not the point. Honestly I used to not give a damn about my birthday, but today is special. Only you wished me a happy birthday.

Do you hear me? I’m talking to you across the water across the deep blue ocean under the open sky oh my baby I’m trying ~

Thank you, you really made my day, I appreciated 😊😊😊

Review Pulang-Pergi – Tere Liye

Pulang malu tak pulang rindu heheheheh. Maaf ini bukan petikan lagu itu.

Pulang-Pergi melanjutkan kisah Bujang dkk ke Moskow, Rusia (baca Pulang dan Pergi). Ini semua tak lebih dari jeratan setan yang harus dihadapi Bujang (sadis wkwkwkwk). Bagaimana tidak, Bujang harus menikahi seorang gadis hanya karena ia memenangkan duel dengan gadis itu. Dan Bujang tidak tahu menahu soal itu. Bujang ingin keduanya kenal lebih dulu dan tidak terburu-buru (dan seharusnya berjalan alami seperti orang-orang lain, eeeeaaaa. Jadi ingat masa lalu). Namun Bujang harus berani mengambil resiko tersebut. Ia harus bertunangan bahkan menikah dengan Maria, anak Otets, dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Kisah dibuka ketika Bujang pulang ke talang mengunjungi pusara mamak dan bapaknya. Tak lama kemudian, helikopter datang dan sebuah tombak dari stainless steel menghujam ke tanah tanpa mengincar tubuh Bujang. Rupanya di ujung tombak terikat selembar kain yang isinya berupa pesan dari Otets “dua hari dari sekarang pertunangan antara dirinya dan Maria telah ditetapkan. Jika Bujang tidak datang, akan membuat Maria malu di depan tamu-tamu undangan, menyakiti hati putrinya, dan itu berarti perang antarkeluarga. Datang atau mati. Menikah dengan Maria atau makam kedua orangtua Bujang akan diratakan”. Pengirim pesan ini sesungguhnya pengkhianat salah satu penguasa Shadow Economy yang memang menantikan Bujang berada disana. Bujang akan mengetahuinya setelah tiba di Rusia.

Singkat cerita, Bujang pergi memenuhi perjodohan bersama Salonga dan murid menembak pistol Salonga, Junior. Junior adalah salah satu pahlawan yang akan berjasa bagi mereka nanti.

Tak disangka, Thomas, Konsultan Keuangan, muncul lagi disini. Thomas diundang karena Otets membutuhkan nasihat keuangan seperti Yamaguchi di Pergi.

Tidak seperti di Pergi, disini Thomas dan Bujang bersisian dari awal sampai akhir cerita. Mereka seperti paket lengkap. Muda, tampan, kaya, ahli di bidangnya, dan jago bertarung. Jadi mirip Avengers, dua tokoh di masing-masing cerita kini bergabung dalam satu kisah.

Diketahui, Thomas pernah berduel dengan Maria sebelum dengan Bujang. Maria memilih jenis duelnya dengan tongkat. Thomas harus bisa mengalahkan Maria atau Organisasi Bratva (dibawahi Otets) akan membatalkan tawaran pekerjaan konsultasi kepada dirinya. Dalam pengakuan Thomas juga, Maria memang tidak memilihnya (tapi memilih Bujang), karena itu dia berkali-kali lebih serius untuk mengalahkan Thomas. Namun anehnya Otets tetap memberikan pekerjaan itu. Disinilah Bujang baru paham, ia seharusnya mengalah saja dengan Maria, toh, Otets akan tetap membantu Keluarga Yamaguchi dan Keluarga Tong menghadapi Master Dragon. Baik Bujang bahkan Salonga tidak tahu menahu kalau Otets akan melakukan hal yang sama seperti kasus Thomas. Bujang mendengus kesal mengingat Salonga yang menyuruhnya harus mengalahkan Maria dulu. Itu semua dilakukan karena dalam situasi darurat atau tiga aliansi tidak pernah terbentuk. Tapi Salonga buru-buru membesarkan hati Bujang. Bujang akan menikahi Maria yang cantik, pintar, dan petarung. Bujang hanya akan menikah, bukan disuruh pergi ke neraka, meskipun pernikahan itu memang bisa menjadi neraka 😁😁😁.

Saat semua tamu undangan berkumpul, Otets mengenalkan pengawalnya kepada Bujang cs. Seorang perempuan, sekitar 40 tahun, ibu-ibu (menurut Bujang), mengenakan pakaian hitam-hitam, rambut dikuncir, tidak membawa senjata, hanya sebuah pisau sembelih kecil, dan namanya Natascha. Dan pengkhianat yang gue sebut-sebut di awal adalah dirinya, Natascha.

Pengkhianatan yang dilakukan Natascha kepada bosnya persis dengan yang dilakukan Basyir di Keluarga Tong (baca Pergi). Orang tuanya tewas oleh tukang pukul Otets, dan Natascha kecil dibawa ke mes khusus pelatihan tukang pukul Bratva untuk dididik langsung oleh petarung-petarung terbaik Rusia sejak usia lima tahun.

Bujang kaget, acara pertunangan tiba-tiba diganti Otets dengan pernikahan. Bujang marah, menggeram dalam hati, hendak berteriak kencang, tapi yang bisa ia lakukan sekarang hanya pasrah. Ia sadar, keajaiban tidak akan terjadi pada malam itu. Bujang yang sangat sayang dengan mamaknya membatin dalam hati “Mamak, jauh sekali anakmu menikah malam ini. Puluhan ribu kilometer dari talang. Ladang padi tadah hujan. Hutan lebat”. Sekarang gue jadi sadar, seorang pria akan tetap menjadi anak laki-laki kesayangan ibunya walaupun ia hendak menikah. Maaf, gue ingat masa lalu lagi yang sudah case closed.

Tapi Bujang keliru. Keajaiban itu masih ada walau harus dibayar mahal. Natascha bersama pasukan elit Bratva “Black Widow” (nama spesies laba-laba betina. Spesies ini akan memakan jantannya setelah kawin. Natascha menggunakan nama tersebut karena ingin pasukan perempuannya mengungguli tukang pukul laki-laki) melancarkan aksinya persis Bujang bersiap melangkah di atas karpet. Momen yang ditunggu-tunggu Natascha telah tiba. Pisau sembelih yang selama ini ada di pinggang Natascha, pisau yang digunakan anak buah Otets (35 tahun lalu) untuk menguliti hidup-hidup ayah dan ibunya, dua kakak laki-lakinya, kini sukses kembali kepada Otets. Pisau itu menekan kulit leher Otets, dan menewaskannya. Tidak hanya Otets, Sergei, Two Spies dan tukang pukul terbaik keluarga Penguasa Shadow Economy Rusia, juga menemui ajalnya. Salah satu anggota Black Widow memukul kepalanya tanpa ampun ketika Sergei hendak menyerang Natascha. Tidak cukup sampai disitu, kepala Sergei juga ditembak dan darah segar berhamburan keluar dari kepalanya. Sergei tewas.

Maria menangis melihat papanya mati dan tidak percaya kepada Tetya, panggilan untuk Natascha dari Maria, yang tega melakukannya. Dan pada saat itulah Bujang dan Thomas saling tatap menyelamatkan yang tersisa, Maria. Mereka melarikan diri, disusul Salonga dan Junior. Dan pada momen inilah, kesan Bujang kepada Maria mulai berubah (termasuk gue yang sebelumnya di Pergi tidak relaπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†). Bahkan gue bisa saja asal mencomot cerita ke depan, Maria tidak pernah memaksa Bujang, Bujang bisa menolak perjodohan itu kapan saja. Bahkan sekali Bujang tidak menyukai rencana itu, Papa akan berhenti memaksa Bujang. Bujang seperti tidak percaya kepada apa yang baru dikatakan Maria barusan.

Temukan sendiri kisah Bujang dan Maria yang saling menyukai di novelnya langsung (bahkan gue yang membacanya jadi ikut bahagia, apalagi Maria menyukai Bujang karena Bujang pemuda yang takut pada wanita 😁😁😁).

Bukan hanya itu, masih banyak cerita yang tertinggal disana yang tidak gue jelaskan disini. Antara lain:
1. Keahlian Thomas dalam mengendarai speed boat, kapal, dan bertinju.

2. 24 jam terakhir yang Bujang cs lalui sungguh gila. Baru mendarat di Moskow, lantas menumpang kereta cepat ke Saint Petersburg. Kemudian acara itu. Lalu penyerangan Natascha. Lorong kastil. Dermaga. Teluk. Sekarang sudah meluncur menuju Estonia.

3. Bujang mengusir Thomas karena menurutnya ini bukan perang Thomas. Tapi Thomas tidak pernah pergi, maka bagaimana Thomas akan kembali? Hidup Thomas tidak serumit Bujang. Pulang, pergi, dan pulang-pergi. Bagi Thomas hidupnya sederhana. Ini adalah perangnya juga. Baginya Natascha dan anak buahnya adalah bedebah. Dan itu cukup untuk menentukan prinsipnya. Bujang menjulurkan tangannya dan berterima kasih karena tidak pernah pergi dari rombongan. Dan Thomas menjabat tangan Bujang. Resmi sudah aliansi mereka berdua kini terbentuk.

4. Kepala Bujang dkk menjadi buronan bagi pembunuh bayaran Natascha, kecuali Thomas, karena berharga 50 juta dolar

5. White dan Si Kembar Yuki dan Kiko datang memenuhi panggilan Bujang

6. Thomas kembali kepada kesialannya. Selalu akrab dengan sel penjara. Namun Thomas berhasil membawa kabur teman-temannya setelah mematahkan dua kartu nama dari saku kemejanya. Di dalam kartu itu ada cairan khusus dan lima belas detik kemudian, gembok sel penjara hancur separu. Cerita kartu nama ini sudah dikenalkan doi di Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk

7. Junior memiliki penglihatan tajam yang di kemudian hari akan membuat dirinya menjadi pahlawan. Seperti dalam adegan kejar-kejaran oleh Fast7, dan berhasil menaklukan lebah-lebah pembawa bom buatan pembunuh bayaran spesialis pembuat bom kecil, Yurii Kharlistov. Yurii adalah dalang pembuat bom di kue pernikahan yang menewaskan anak, menantu, dan besan Yamaguchi di Pergi. Selain ahli dalam menembak, Junior juga ahli dalam bidang IT. Karena kemampuannya ini jugalah, Natascha pada akhir cerita mati.

8. Kisah cinta Salonga. Sedih.

9. Bujang cs diberi tumpangan menginap oleh sepasang nenek kakek di area penuh radiasi bekas reaktor nuklir Chernobyl yang meledak, di perbatasan Belarusia Ukraina.

10. Yurii berhasil dilumpuhkan oleh petarung jarak dekat, Thomas. Thomas sempat marah kepada Bujang karena masih membiarkan wanita jalang keparat itu hidup.

11. Dimitri yang ada di Kota Kiev, adik Otets dan Paman Maria, bersedia membantu Bujang cs melawan Natascha dan para budaknya setelah teguh menolaknya. Salah satu orang yang baru percaya bila menyaksikan dengan kedua matanya sendiri.

12. Seperti yang sudah gue duga, Diego adalah sekutu Natascha. Gue kecewa dengan Diego, namun setidaknya pertanyaan gue di Pergi terjawab sudah. Dieogo lebih memilih berselisih jalan dengan Bujang.

13. Gelang manik-manik yang disimpan Bujang adalah GPS bagi Natascha

14. Pertarungan dua saudara tiri Bujang dan Diego. Ngambang, gue belum yakin Diego mati atau masih hidup karena ia sukses dikalahkan adiknya Bujang yang tidak pernah sekalipun minum minuman haram. Disini dijelaskan jurus terakhir Dieogo dan Bujang. Si Mata Merah. Julukan kakek mereka. Seru.

15. Di akhir cerita, gelang manik-manik Maria yang ternyata adalah GPS bagi Natascha, tidak bisa diselamatkan, hancur, terkena tembakan. Kini gelang itu hanya setumpuk manik-manik. Bujang bisa mengembalikannya kepada Maria jika Bujang mau, tapi Bujang memilih memasukkannya ke sakunya. Maria bersemu merah dan Bujang tersenyum 😊😊😊

Sayang, gue mesti bersabar menunggu kelanjutan cerita Bujang dan Maria di Bedebah di Ujung Tanduk yang belum terbit. Ok siap 😁😁😁. Sampai ketemu di lain buku πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹.

Kutipan:
1. Jodoh selalu bekerja secara misterius – Salonga

2. Kau tahu definisi bedebah, heh? Bedebah adalah penjahat. Sejak kecil, sejak aku masih mengantarkan susu ke rumah tetangga, bedebah selalu muncul dalam hidupku. Mereka membuat kedua orang tuaku mati terbakar hingga menjadi abu. Maka aku memutuskan melawan mereka. Akulah bedebah paling bedebah. Jadi ini adalah perangku, Si Babi Hutan. Ini adalah hidupku. Terserah aku mau melakukan apa dengan hidupku sendiri. Aku mengurus hidupku, kau silahkan mengurus hidupmu sendiri, yang belum tentu juga lebih menarik dibanding milikku – Thomas

3. Setiap kali aku bertanya, apakah kau mencintaiku, kau selalu menjawab, mungkin mungkin mungkin. Dan hari-hari berlalu, dan aku putus asa, dan kau menjawab, mungkin mungkin mungkin. Jika kau memang mencintaiku, katakan ‘ya’, jika tidak, akuilah, dan jangan bilang kepadaku mungkin mungkin mungkin – Salonga saat menyanyikan lagu klasik Amerika Latin sambil memetik gitarnya di depan White

4. Kami memilih mengurus hidup sendiri, dibanding mengurus hidup orang lain. Sepanjang orang lain baik dan sopan kepada kami, maka kami juga baik dan sopan kepada mereka – Paman Dimitri

5. Kau lupa satu hal, White. Dalam sebuah pertempuran, jumlah bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemenangan. Kita akan menyusun strategi yang baik. Dengan strategi yang tepat, kita bisa menaklukkan kastil Saint Petersburg – Bujang kepada White

6. Aku tahu kau masih marah atas keputusanku mengenai Yurii. Ketahuilah, Thomas, hari ini kau tidak setuju keputusanku, maka besok lusa aku jamin, hanya soal waktu, sebaliknya akan ada momen aku tidak setuju keputusanmu. Marah sekali, nyaris hendak meninjumu, atau menembakmu. Seperti yang kau rasakan saat ini ketika melihatku. Tapi aku berjanji, Thomas. Aku bersumpah, jika itu terjadi, aku akan menghormati keputusanmu. Itulah yang disebut teman sejati, Thomas. Kita saling menghormati keputusan teman. Kau tidak suka keputusanku, tapi kau menghormatinya. Besok lusa, aku tidak setuju keputusanmu, aku akan menghormatinya, dengan segenap darahku – Bujang kepada Thomas

Maaf

Untuk diriku sendiri, terima kasih telah bekerja sama dengan terlihat baik-baik saja selama satu bulan terakhir di tahun 2021. Maaf untuk mata yang menghitam karena sering terjaga hanya untuk memahaminya. Maaf untuk air mata yang tanpa disuruh keluar dengan sendirinya. Maaf untuk telinga yang sering berdengung karena sering mendengarkan musik untuk menghilangkan kebosanan dan kesedihan yang mendera. Maaf untuk jantung yang sering berdebar-debar untuk sesuatu yang ternyata sia-sia. Maaf untuk badan yang drop tiga kali setelah tidak sakit sekian lama. Dan maaf untuk hati yang tiga kali terluka. Tetaplah kuat seperti sebelumnya. Jangan takut, kita akan lewati rintangan demi rintangan bersama-sama. Semangat.

Baru sadar mengapa selama ini tidak ada yang mendekati, agar terhindar dari sakitnya patah hati. Maaf suudzhon selama ini.

Review Pergi – Tere Liye

Petikan isi surat Diego, kakak tiri Bujang, tentang mamanya kepada padre (bapaknya) Samad

Alhamdulillah Pergi oleh Tere Liye sudah selesai dibaca. Sampai jumpa setelah lebaran. Buat kamu yang ada di seberang sana, sehat-sehat, jaga kesehatan πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹.

Melanjutkan Pulang sebelumnya, Bujang, bersama rombongannya, White, Si Kembar Yuki dan Kiko, dan Salonga (maaf profil-profil ini tidak gue jelaskan sebelumnya πŸ™πŸ™πŸ™), tengah berada di gudang kontainer, stasiun kereta api perbatasan Meksiko – Amerika Serikat. Mereka dalam misi pengejaran seorang penyelundup yang telah mencuri teknologi prototype anti serangan siber milik Keluarga Tong. Tak disangka, Bujang bertemu lawan yang lebih tangguh darinya. Dan benar saja orang itu berhasil memenangkan benda tersebut setelah keduanya terlibat duel yang sengit. Dia adalah Diego, kakak tiri Bujang yang baru akan diketahuinya nanti.

Action di Pergi tidak kalah seru dari Pulang. Mendebarkan dan membuat gue beberapa kali beristighfar, karena banyak yang menjadi korban (hei jangan bilang gue lebai, itu tidak sopan, kisahnya memang demikian 😜😜😜). Layak sekali bila dwilogi Novel ini diangkat di layar lebar. Entah kapan.

Poin-poin penting dalam Pergi adalah melawan Master Dragon (pimpinan tunggal dari delapan keluarga Penguasa Shadow Economy), asal usul Samad (bapak Bujang) yang pernah menikahi penyanyi Spanyol, Catrina, sebelum menikahi mamak Bujang, dan pengungkapan jati diri kakak tiri Bujang, Diego.

Perlu untuk diketahui, ada delapan keluarga penguasa Shadow Economy di Asia Pasifik. Mereka adalah Keluarga Tong (itu berarti Bujang cs) di Ibu Kota Provinsi, Keluarga Lin di Makau, El Pacho di Meksiko, Miami Florida, Keluarga Yamaguchi di Tokyo, Beijing, Keluarga Bratva di Moskow, dan satu lagi kepala dari seluruh Keluarga yang sudah disebutkan diatas, Master Dragon di Hongkong.

Ngomong-ngomong apa itu Shadow Economy? Shadow Economy adalah ekonomi yang berjalan di ruang hitam. Black market, underground economy. Shadow Economy tidak lagi tentang perdagangan obat-obatan, narkoba, prostitusi, atau judi, dan sebagainya. Itu adalah masa lalu Shadow Economy. Hari ini tentang pencucian uang, perdagangan senjata, transportasi, properti, minyak bumi, valas, pasar modal, retail, teknologi mutakhir, hingga penemuan dunia medis yang tak ternilai. Yang semuanya dikendalikan oleh institusi ekonomi pasar gelap. Mereka tidak dikenali oleh masyarakat, tidak terdaftar di pemerintah, dan jelas tidak diliput media massa. Mereka berdiri di balik bayangan. Menatap semua kepalsuan sistem dunia. Dulu mungkin mereka dikenal dengan istilah mafia, yakuza, triad, tapi hari ini tidak lagi. Mereka telah bertransformasi menjadi perusahaan multinasional, konglomerat raksasa (dikutip dari novelnya).

Sekarang gue jadi tahu, Shadow Economy sudah ada dari dulu. EIC dan VOC lah contoh resmi paling tua Shadow Economy. Bedanya mereka resmi didukung oleh anggota kerajaan langsung dan dianggap legal. Penjajahan, kolonialisasi yang membuat menderita ratusan juta orang dari Afrika, India, hingga Asia dianggap sah. Belum lagi perdagangan budak, kerja paksa, dan semua penyiksaan lainnya. Jadi seperti yang sudah ditekankan oleh si penulis sendiri “berhentilah bertanya apakah Shadow Economy itu fiksi atau nyata” 😝😝😝.

Singkat cerita Bujang cs pergi ke Ibu Kota Provinsi dulu sebelum ke Tokyo dan Moscow (karena Keluarga Lin di Macau, El Pacho di Meksiko, dan Beijing membelot mendukung Master Dragon. Hanya Miami Florida yang tidak ikut-ikutan) untuk mendapatkan dukungan melawan Master Dragon. Bujang melakukannya untuk mencari jejak tentang kakak tirinya melalui bekas rumah yang pernah ditempati bapaknya. Dari sinilah Bujang akan tahu segalanya tentang bapaknya yang pernah menikah sebelum menikahi mamaknya. Bapaknya bertemu dengan gadis Spanyol itu, Catrina, di Singapura. Bapak Bujang sebagai pemilik restoran di Singapura mengundang penyanyi Spanyol terkenal, dan takdir keduanya dimulai. Disini juga Bujang menyaksikan sendiri, Rambang, anak tukang pukul Lubai, pemuda yang baru direkrutnya (baru berumur tiga jam) setelah berhasil menemukan peninggalan-peninggalan penting di rumah bapaknya berupa foto dan surat-surat dari kakak tirinya, dengan gagah berani gugur saat melindungi Bujang. Ia tewas dengan peluru yang sukses menembus dahinya setelah tiba di bandara Tokyo. Keberadaan Bujang cs sudah diincar oleh Sniper suruhan Master Dragon. Bujang marah besar. Namun nyawa Sniper tidak bertahan lama, lehernya dibuat hampir putus oleh si kembar Yuki dan Kiko untuk kemudian dilemparkan dari atas gunung. Ini pukulan telak bagi Bujang, si Tauke Besar.

Saat di Tokyo (Keluarga Yamaguchi, Keluarga yang masih menggunakan senjata tradisional Jepang), selain bermaksud untuk mendapatkan dukungan melawan Master Dragon, Bujang cs juga menghadiri undangan pernikahan anaknya Hiro Yamaguchi. Sayang, pernikahan anaknya Hiro harus berakhir tragis. Kedua pengantin dan besan Hiro mati. Utusan Master Dragon telah lebih dulu mengancam Keluarga Yamaguchi. Bom meledak di kue pernikahan. Hiro lolos dari maut setelah Thomas menyelamatkannya, dan Ayako, istri Hiro, diselamatkan oleh Bujang. Thomas dan Bujang baru menyadari keberadaan bom di saat-saat terakhir kue itu akan dipotong.

Thomas, seperti nama yang tidak asing lagi didengar. Apalagi panggilan akrabnya Tommy. Ya kamu benar, Thomas adalah karakter utama di Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk. Dia muncul disini. Sebuah kejutan walau hanya sekilas.

Destinasi Bujang cs selanjutnya adalah ke Moscow (Keluarga Bratva), produsen senjata dan perlengkapan bom seperti basoka. Disini Bujang harus bertarung dengan anak perempuan Otets (Kepala Keluarga Bratva), Maria, sebagai tanda setuju bergabung bila berhasil mengalahkan anaknya. Seperti sudah gue tebak, Bujang sukses mengalahkan Maria lewat pertarungan menggunakan pistol. Yang tak diduga-duga, gelang yang diberikan Maria (keturunan bangsa Mongolia) karena kalah mempunyai arti terselubung. Yaitu si wanita akan menikahi pria yang berhasil mengalahkannya dalam duel. Ini semua akan diketahui Bujang belakangan. Beruntungnya itu tidak terjadi, karena tidak ada kelanjutan ceritanya di akhir nanti. Jujur, gue tidak rela 😜😜😜. Tapi gue salah, cerita Bujang dan Maria masih ada kelanjutannya di novel Pulang-Pergi. Gue baru tahu setelah membaca beberapa review tentang Pergi. Dan kabarnya masih dengan empat ratus lebih halaman. Ok siap wkwkwkwkwk.

Setelah mengumpulkan tiga kekuatan, mereka mulai berbagi tugas dengan menghancurkan lebih dulu pasak-pasak Master Dragon. Keluarga Lin di Macau (oleh Keluarga Tong), El Pacho di Meksiko (oleh Keluarga Yamaguchi), dan Beijing (oleh Keluarga Bratva), sebelum ke Hongkong tempat Master Dragon berada.

Akhir kisah, ketiga aliansi tersebut berhasil mengakhiri kekuasaan Master Dragon di Hongkong. Master Dragon mati ditangan kakak tiri Bujang, Diego. Diego bagai pahlawan sejati yang tiba-tiba muncul menolong adiknya yang berada dalam situasi pesakitan. Ketiga aliansi tertipu oleh Master Dragon. Di saat ketiga keluarga beramai-ramai mengepung Master Dragon bersama ratusan tukang pukul, ratusan musuh juga mengepung balik masing-masing ketiga negara keluarga Tong, Yamaguchi dan Bratva. Namun situasi sekarang berubah, ketiga keluarga di masing-masing negara sukses memukul mundur musuh. Bahkan Basyir, di novel Pulang menjadi pengkhianat dan menyebabkan Tauke Besar mati, kini telah kembali dan menyelamatkan Markas Keluarga Tong. Di kemudian hari, Basyir diangkat Bujang menjadi Tauke Besar berikutnya. Basyir telah membayar lunas pengkhianatannya. Maafkan gue lagi yang tidak bercerita detail di Pulang. Singkatnya Basyir, kepala tukang pukul Keluarga Tong, melakukan pengkhianatan terhadap keluarga yang mengangkatnya dari anak jalanan. Itu semua tak lebih dari ajang balas dendam. Saat Basyir masih kecil, orang tuanya dibunuh oleh Tauke Besar. Rinciannya bisa kamu lihat Pulang di toko buku ya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….

Kini Bujang memutuskan kemana ia akan pergi. Ia meninggalkan keluarga Tong.

Bujang berangkat ke Singapura, mengunjungi restoran bapaknya dulu yang kini dikelola oleh kakak tirinya Diego. Nah letak keanehan itu mulai terjadi. Penyelamatan Bujang yang dilakukan Diego bukan semata-mata untuknya, melainkan hanya untuk membunuh Master Dragon. Diego bersumpah akan menghabisi seluruh penguasa Shadow Economy (karena alasan inilah padre (bapak) meninggalkan mamanya).

Diego mengajak Bujang, yang bukan lagi bagian dari Keluarga Tong, untuk bergabung, tapi Bujang menolaknya. Justru kedatangan Bujang adalah untuk mencegah kakaknya melakukan itu semua.

Percakapan ini menjadi sia-sia karena Bujang telah duga sebelumnya. Mereka berdua akan memilih jalan yang berbeda, dan Bujang tahu dia akan pergi kemana selanjutnya. Entah bersisian atau berselisih jalan. Gue tidak tahu. Ngambang 😐😐😐. Mungkin akan dijelaskan di novel Pulang-Pergi 😁😁😁.

Tamat

Semoga review yang hancur ini masih menarik minat kamu untuk langsung membaca Pergi. Masih banyak kelengkapan cerita tertinggal disana. Recommended, must read πŸ‘πŸ‘πŸ‘.

Review Pulang – Tere Liye

Pohon jambu siap panen (foto diambil hari ini di sekolah gue)

Pulang oleh Tere Liye adalah novel kesekian yang berhasil membuat gue terkesan. Bagai menonton film action. Adakah sutradara diluar sana berniat mengadopsi novel ini menjadi film?

Action di Pulang mirip Novel Tere Liye lainnya, Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk. Serunya sama. Ada pengkhianatan, keberanian, pengorbanan, dan lain sebagianya.

Berkisah tentang seorang anak, bernama Bujang, yang lahir di kampung Sumatera, tidak pernah pergi ke sekolah, dibesarkan di Ibu Kota dan dididik menjadi pemuda yang akan disegani para lawan-lawannya. Sebut saja julukannya, Babi Hutan, semua orang akan dibuat kocar kacir.

Bujang, berhasil memikat Tauke Besar, orang yang akan merubah hidupnya seratus delapan puluh derajat, setelah mengalahkan babi raksasa yang berusaha membunuh Tauke Besar dalam misi pemburuan babi di hutan. Pemburuan itu sebenarnya kamuflase semata yang akan diketahui Bujang di kemudian hari. Tauke Besar datang memang untuk mengambil Bujang, dengan iming-iming mengajaknya memburu babi.

Bapak Bujang sudah mengetahuinya, dan momen Bujang untuk diambil sudah tiba waktunya. Mamak Bujang mati-matian menolak Bujang yang akan dibawa Tauke Besar walau dengan alasan akan disekolahkan. Namun Bujang tetap pergi diantar oleh tangisan dan doa dari mamaknya.

Inti ceritanya, Bujang diangkat menjadi anak oleh Tauke Besar untuk dididik dan menjadi penerus Keluarga Tong. Bujang adalah keturunan ketiga dari kakek dan ayahnya yang juga pernah bekerja dan mengabdi di Keluarga Tong. Kakek dan ayah Bujang dikenal sebagai tukang pukul di Keluarga Tong. Namun Bujang dibina bukan untuk menjadi tukang pukul. Ia tumbuh menjadi pemuda tampan, berpendidikan, seorang samurai sejati, penyelesai konflik tingkat tinggi, dan akan menjadi penerus Tauke Besar selanjutnya. Pekerjaan yang dilakukan oleh Keluarga Tong adalah pekerjaan di dunia hitam, seperti yang dilakukan mafia, berusaha menguasai suatu daerah, kawasan, kota, negeri, memiliki puluhan perusahaan, dan ratusan tukang pukul untuk menghalalkan segala cara. Selanjutnya dikenal dengan penguasa Shadow Economy di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Gue jadi ngeri. Tinggal menunggu waktu saja negeri kita akan dikuasai oleh China dan para pendukungnya. Cerita ini seperti kisah nyata (entah gue berlebihan atau tidak, mungkin pendapat kita berbeda?).

Temukan sendiri keseruan dalam Pulang dengan langsung membacanya. Sampai jumpa di sekuel selanjutnya, Pergi. Tetap produktif di bulan puasa ya😁😁😁.

Kutipan:
1. Ingat Bujang, jika kau tidak membunuh mereka lebih dulu, maka mereka akan membunuhmu lebih awal. Pertempuran adalah pertempuran. Tidak ada ampun, jangan ragu walau sehelai benang – Guru Bushi

2. Penyerangan apapun yang tidak berhasil menghabisi kita, justeru akan membuat kita semakin kuat. Penyerbuan apapun yang tidak berhasil membenamkan kita, justeru akan membuat kita semakin berdiri tegak – Tauke Besar

3. Hanya kesetiaan pada prinsiplah yang akan memanggil kesetiaan-kesetiaan terbaik lainnya – Salonga

4. Samurai tidak hanya tentang perkelahian, Bujang. Bukan sekadar teknik membela diri, teknik menyerang. Samurai adalah cara hidup. Prinsip-prinsip. Kehormatan – Guru Bushi

5. Aku tahu kau tetap penasaran tentang banyak hal, karena kau dibesarkan dengan rasionalitas. Tapi saat kau tiba pada titik itu, maka kau akan mengerti dengan sendirinya. Itu perjalanan yang tidak mudah, Bujang. Kau harus mengalahkan banyak hal. Bukan musuh-musuhmu, tapi diri sendiri, menaklukan monster yang ada di dirimu. Sejatinya, dalam hidup ini, kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu, kita cukup mengalahkan diri sendiri. Egoisme. Ketidakpedulian. Ambisi. Rasa takut. Pertanyaan. Keraguan. Sekali kau bisa memenangkan pertempuran itu, maka pertempuran lainnya akan mudah saja – Guru Bushi

6. Hanya seorang samurai sejati yang tiba pada titik itu. Ketika kau seolah bisa keluar dari tubuh sendiri, berdiri, menatap refleksi dirimu seperti sedang menatap cermin. Kau seperti bisa menyentuhnya, tersenyum takjim, menyaksikan betapa jernihnya kehidupan. Saat itu terjadi, kau telah pulang, Bujang. Pulang pada hakikat kehidupan. Pulang, memeluk erat semua kesedihan dan kegembiraan – Guru Bushi

7. Hidup ini adalah perjalanan panjang, dan tidak selalu mulus. Pada hari keberapa, jam keberapa, kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Sesak. Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat terduduk, yang kemudian membuat kita mengambil keputusan. Satu-dua keputusan itu membuat kita bangga, sisanya lebih banyak adalah penyesalan – Bujang

8. Aku juga mulai mengeluarkan buku-bukuku dari lemari, mulai membaca. Itu selalu menyenangkan, menghabiskan waktu. Dengan ditemani buku, tanpa terasa, hari telah beranjak petang, tidak sempat lagi mengingat kenangan menyakitkan – Bujang

9. Tapi sungguh Agam, jangan dilawan semua hari-hari menyakitkan itu, Nak. Jangan pernah kau lawan. Karena kau pasti kalah. Mau semuak apapun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap terbit indah seperti yang kita lihat sekarang. Mau sejijik apapun kau dengan hari-hari itu, matahari akan tetap memenuhi janjinya, terbit dan terbit lagi, tanpa peduli apa perasaanmu. Kau keliru sekali jika berusaha melawannya, membencinya, itu tidak pernah menyelesaikan masalah. Peluklah semuanya, Agam. Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai, Nak. Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan masa lalu, maka peluklah erat-erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun – Tuanku Imam

10. Ketahuilah Nak, hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapapun. Hidup ini hanya tentang kedamaian di hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau memenangkan seluruh pertempuran – Tuanku Imam

Review Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah – Tere Liye

Baru kali ini Me Time pemandangannya bagus (Me Time terakhir sebelum masuk bulan Ramadan)

Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah adalah novel ketiga yang berhasil gue tamatkan dalam rangka marathon membaca novel Tere Liye. Alhamdulillah.

Ada banyak pesan moral dalam kisah ini, seperti mengajarkan untuk lebih bersabar dalam mencintai seseorang, berprasangka baik, dan selalu berpikiran positif. Jika memang jodoh, Tuhan akan memudahkan segalanya, termasuk hati yang mudah menerima. Dan benar kata orang-orang, kriteria ganteng, manis, kaya, akan kalah pada akhirnya dengan nyaman. Hei kamu, ya kamu, cocok sekali untuk kamu yang sedang jatuh cinta 😁😁😁.

Tidak hanya itu, ada juga pelajaran untuk tidak merendahkan suatu profesi. Kita tidak akan pernah tahu, akan jadi apa orang itu nanti. Disini mereka begitu menghargai profesi seseorang walaupun perbedaan mereka bagai langit dan bumi.

Bercerita tentang Borno, bujang dengan hati paling lurus sepanjang tepian Kapuas, 22 tahun, tamatan SMA, pengemudi sepit, salah satu pengurus bengkel, suka membaca, yang jatuh cinta pertama kali dengan gadis cantik bernama Mei, seorang guru SD, dan perawakan Cina.

Sepit (dari kata speed) adalah perahu kayu, panjang lima meter, lebar satu meter, dengan tempat duduk melintang dan bermesin tempel.

Berlatar di daerah Sungai Kapuas Pontianak, Kalimatan Barat, dengan tiga etnis Melayu, keturunan Cina, dan Dayak.

Ada banyak karakter di kisah ini. Pak Tua, Koh Acong, Cik Tulani, Bang Togar, Jauhari, Andi, Bapak Andi, Dokter Sarah, satpam galak, dan lain-lain.

Pertemuan antara Borno dan Mei terjadi di dermaga sepit. Mei yang akan pergi ke sekolah untuk mengajar, ditakdirkan untuk naik sepit nya Borno. Di sepitnya, Borno menemukan sepucuk angpau merah, yang ternyata sengaja dijatuhkan Mei. Misteri itulah yang baru akan terungkap di akhir cerita setelah hati Borno dibolak-balik oleh Mei.

Ceritanya bagus, sederhana, happy ending, namun ada sedikit yang mengganggu pikiran gue. Di cerita ini tidak diberi tahu mengapa satpam galak di rumah Mei sangat membenci Borno, gue juga gagal paham mengapa Mei dan Ibunya merasa bersalah sekali kepada Borno tentang pembedahan Ayah Borno padahal itu dilakukan atas permintaan Ayah Borno sendiri, dan di akhir kisah gue juga belum yakin apakah Mei sembuh dari sakitnya atau meninggal.

Temukan pendapat versi kamu sendiri dengan langsung membaca dari sumbernya. Recommended. Sampai jumpa 😁😁😁.

Kutipan:
1. Hidup untuk bekerja. Kalau kau pemalas, duduklah di depan gerbang kampung menjadi peminta-minta. Kata Pujangga.
2. Sepanjang kau mau bekerja, kau tidak bisa disebut pengangguran. Ada banyak anak muda berpendidikan di negeri ini yang lebih senang menganggur dibandingkan bekerja seadanya. Gengsi, dipikirnya tidak pantas dengan ijazah yang dia punya. Itulah kenapa angka pengangguran kita tinggi sekali, padahal tanah dan air terbentang luas – Pak Tua
3. Ayolah, Borno, kau temani orang tua ini makan. Kau tahu, orang paling bersyukur di dunia ini adalah orang yang selalu makan dengan tamunya. Sebaliknya, orang yang paling tidak tahu untung adalah yang selalu saja mengeluhkan makanan di hadapannya – Pak Tua
4. Tidak ada yang lebih indah dibanding masa muda. Ketika kau bisa berlari secepat yang kau mau, bisa merasakan perasaan sedalam yang kauinginkan, tanpa takut terkena penyakit atas semua itu. Lihat, kalau sudah macam aku, terkejut sedikit saja bisa jantungan. Stres sebentar saja bisa berubah jadi depresi – Pak Tua
5. Kau tahu, Borno. Perasaan adalah perasaan, meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih luas, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan,kehilangan semangat. Hebat sekali benda bernama perasaan itu. Dia bisa membuat harimu berubah cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung, dan di kejap berikutnya mengubah harimu jadi buram padahal dunia sedang terang benderang – Pak Tua
6. Tak usahlah kusut wajah, kusut hati. Beginilah, kuberitahu kau sebuah rahasia kecil. Dalam urusan ini, sembilan dari sepuluh kecemasan muasalnya hanyalah imajinasi kita. Dibuat-buat sendiri, dibesar-besarkan sendiri. Nyatanya seperti itu? Boleh jadi tidak. Kau tanyakan saja pada gadis itu, apakah dia tersinggung atau tidak. Kalau dia tersinggung, kau minta maaf. Mudah, kan? – Pak Tua
7. Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong – Pak Tua
8. Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan. Kalau sampai pulang ke Pontianak kau tidak bertemu gadis itu, berarti bukan jodoh. Sederhana, bukan? – Pak Tua
9. Terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus bersabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan – Pak Tua
10. Borno, jangan pernah menilai sesuatu sebelum kau selesai dengannya, mengenal dengan baik – Alm. Bapak Borno
11. Sakit perasaan memang kadang bisa membuat badan ikut sakit – Borno
12. Membaca lebih baik daripada melamun menunggu. – Borno
13. Ah, cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru, atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri – Pak Tua
14. Alangkah banyaknya pencinta yang justru berusaha tampil hebat, keren, gagah, sampai dia lupa menjadi dirinya sendiri. Kau tidak perlu bergaya seperti anggota grup musik ternama, atau aktor kawakan, atau orang paling kaya sedunia. Cukup jadilah diri sendiri, Borno, seorang pengemudi sepit – Bang Togar
15. Jadilah pendengar yang baik, Borno. Itu tips kedua. Alamak, banyak sekali pencinta yang malah merusak acara spesial karena dia justru mendominasi pembicaraan, ingin terlihat pintar, ingin menutupi gugup, sehingga malah banyak bicara. Kau cukup menjadi Borno yang mendengarkan, wanita mana pun suka itu. Jangan malah kau ajak gadis itu bercakap tentang mesin, bisa jadi keriting rambut pujaan hati kau itu – Bang Togar
16. Yang ketiga, pusatkan perhatian pada dirinya, Borno. Dia, dia, dan dia, itulah topik kau sepanjang hari – Bang Togar
17. Yang terakhir, nah, semua tergantung pada bagian penutup, bukan? Tutup acara jalan-jalan sehari kau dengan kalimat bahwa kau senang menghabiskan waktu bersamanya, bilang bahwa ini jauh lebih hebat dibandingkan mengantar Gubernur Kalimantan Barat menyeberangi Kapuas – Bang Togar
18. Jangan sekali-kali kaubiarkan prasangka jelek, negatif, buruk, apalah namanya itu muncul di hati kau. Dalam urusan ini, selalulah berprasangka positif. Selalulah berharap yang terbaik. Karena dengan berprasangka baik saja hati kau masih sering ketar-ketir memendam duga, menyusun harap, apalagi dengan prasangka negatif, tambah kusut lagi perasaan kau. Aku tahu kau kecewa, Borno, tapi jangan biarkan terlalu. Aku tahu kau sedih, tapi jangan biarkan menganga dalam. Esok lusa boleh jadi ada penjelasan yang lebih baik. Bersabarlah. – Pak Tua
19. Kita hanya bisa berasumsi, tapi asumsi tentang perasaan sama dengan menebak besok sepitku akan ramai penumpang atau sepi. Serba tidak pasti. – Pak Tua
20. Borno, cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan gulai kepala ikan, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita besarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kau cueki, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan gulai kepala ikan. Mei terus menolak menjelaskan. Dia terus menolak. Bahkan aku cemas, dia malah memutuskan pergi dari sini. Itu berarti sudah saatnya kau memulai kesempatan baru. Percayalah, jika Mei memang cinta sejati kau, mau semenyakitkan apa pun, mau seberapa sulit liku yang harus kalian lalui, dia tetap akan bersama kau kelak, suatu saat nanti. Langit selalu punya skenario terbaik. Saat itu belum terjadi, bersabarlah. Isi hari-hari dengan kesempatan baru. Lanjutkan hidup dengan segenap perasaan riang – Pak Tua
21. Cinta bisa tumbuh, hanya butuh sedikit membuka hati – Pak Tua
22. Ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, jangan pernah merusak diri sendiri – Pak Tua

Review Hujan – Tere Liye

Hujan oleh Tere Liye

Hujan, sesuatu yang disukai dan dibenci tokoh utama cewek, Lail. Semua peristiwa penting Lail terjadi saat hujan.

Kisah tentang dua remaja yang bertemu, tumbuh dan akhirnya bersatu oleh bencana alam. Lail dan Esok.

Berlatar di suatu kota, tahun 2042 s.d 2050. Kemajuan teknologinya seperti yang dikisahkan kartun Doreamon di masa depan. Canggih.

Cerita dibuka tentang Lail yang pergi ke Pusat Terapi Saraf. Terapi untuk menghilangkan ingatan yang menyakitkan. Gue jadi inget drama korea Penthouse 😁😁😁.

Modifikasi ingatan adalah salah satu subjek yang Lail pelajari di akademi perawatan nanti. Disebutkan pada tahun 2030, penyakit yang paling banyak terjadi di seluruh dunia adalah depresi. Bukan jantung, apalagi stroke. Maka di zaman itu telah ada mesin modifikasi ingatan. Dengan membuat peta saraf terlebih dahulu, memori manusia yang terbagi menjadi tiga (memori menyenangkan, netral dan menyakitkan) bisa dihapus salah satunya. Dan depresi bisa dihilangkan.

Elijah, dokter yang bertugas sebagai fasilitator, menyakinkan Lail beberapa kali apakah tetap melanjutkan atau tidak setelah Lail bercerita panjang lebar.

Awal cerita, Lail yang masih tiga belas tahun pergi ke sekolah naik kapsul kereta bersama ibunya. Di perjalanan, gempa bumi terjadi. Gedung roboh, jalanan ambruk, terbelah, dan huru hara terjadi di sana sini. Esok (berusia lima belas tahun), yang juga satu kereta, menolong Lail dengan memegang ranselnya lewat lubang tangga darurat kereta bawah tanah. Lail meronta-ronta karena ibunya tidak bisa diselamatkan. Ke empat kakak Esok juga meninggal bersama ibu Lail. Hari itu Esok dan Lail pertama kali bertemu.

Esok mengajak Lail untuk mengecek keberadaan Ibu Esok di Toko Kue. Ibu Esok masih selamat walaupun kedua kakinya harus diamputasi setelah ditimpa lemari kue.

Mereka berdua tinggal di pengungsian. Di Stadion. Mereka menjadi akrab, dan Esok sering mengajak jalan Lail dengan sepeda merah yang dipinjamkan petugas pengungsian. Di kemudian hari, sepeda itu akan menjadi miliknya karena ditugasi sebagai pengantar dokumen penting. Esok mendapat kepercayaan itu setelah dia bersepeda ditengah hujan asam mencari Lail yang tengah duduk meratapi lubang tangga darurat kereta bawah tanah, tempat ibunya meninggal.

Esok bagai seorang kakak pengganti ibu dan ayah bagi Lail yang baru mendapat kabar bahwa ayahnya yang tinggal di negeri seberang, terhapus oleh badai tsunami.

Singkat cerita, kota mereka pulih, Ibu Esok sembuh, Esok menjadi anak angkat Wali Kota yang baru akan diketahui Lail nanti, dan Lail dibawa ke panti sosial. Lail dan Esok berpisah. Mereka hanya bertemu satu kali dalam setahun, karena Esok yang pintar akan disekolahkan dan dikuliahkan oleh ayah angkatnya di Ibu Kota.

Lail mendapat teman sekamar, Maryam, yang akan menjadi sahabatnya. Mereka berdua ikut dalam Organisasi Relawan, dan mendapatkan prestasi sebagai relawan termuda yang berlari lima puluh kilometer untuk memberi peringatan penduduk di suatu daerah yang akan terkena banjir bandang. Karena prestasi itu, mereka berdua mendapat undangan dari Gubernur ke Ibu Kota untuk memperoleh pin penghargaan.

Lail tidak pernah memberanikan diri menelpon Esok duluan, mengabarkan bahwa dirinya akan berada di Ibu Kota. Namun siapa sangka, Esok berada disana dan mengucapkan selamat kepada Lail. Maryam kini tahu siapa lelaki yang selalu membuat sahabatnya melamun. Dia adalah Soke Bahtera. Ilmuwan muda, penemu banyak teknologi canggih beberapa tahun terakhir, terutama mesin terbang. Dan Lail baru menyadarinya.

Pertemuan Esok dan Lail terjadi lagi saat Lail diundang Esok untuk acara wisudanya. Untuk pertama kali, Lail merasakan perasaan aneh. Cemburu. Lail cemburu melihat Esok yang akrab dengan adik angkatnya Claudia, anak Wali Kota. Maryam yang melihat Lail pucat, diam dengan gelagat anehnya, langsung mengajak Lail kembali ke hotel. Lail dan Maryam akhirnya pulang. Di stasiun, Lail melihat Esok. Esok minta maaf karena tidak banyak mengobrol dengannya waktu itu.

Pertemuan tak disangka Lail selanjutnya adalah ketika acara wisuda keperawatan Lail dan Maryam. Esok datang memberi selamat dan mereka bernostalgia kembali walau hanya satu jam berkeliling naik sepeda merah. Saat ada kesempatan dalam kesempitan, Esok memberi tahu rahasianya. Kuliah Esok sesungguhnya hanya kamuflase. Beberapa negara subtropis tengah mengumpulkan ilmuwan-ilmuwan muda, termasuk dirinya, untuk membuat proyek besar mengatasi bencana yang tengah dihadapi seluruh dunia.

Setelah gempa bumi, gunung meletus, negara mereka dan negara subtropis kedatangan salju secara tiba-tiba. Salju tidak pernah berhenti, hingga membuat seluruh jalanan, gedung tertutupi salju. Itu adalah musim dingin yang panjang. Enam bulan. Seketika semua bahan makanan habis karena pertanian dan peternakan terhenti. Kerusuhan terjadi dan masyarakat menjarah dimana-mana. Toko kue ibu Esok juga harus ditutup. Sehingga beberapa koalisi negara-negara subtropis sepakat untuk meluncurkan delapan pesawat ulang alik ke angkasa, melepas anti gas sulfur dioksida di laposan stratosfer, menyebarkan cairan yang akan membuat salju terhenti.

Setelah peluncuran pesawat ulang alik, salju mencair, matahari muncul dan bersinar, pertanian dan peternakan jalan kembali, dan toko-toko makanan dibuka lagi. Namun anehnya awan-awan tidak nampak di langit. Celakanya mereka akan menghadapi musim panas sampai lima puluh derajat celcius, bahkan lebih.

Proyek besar yang sedang dikerjakan Esok bersama ilmuwan-ilmuwan lain lah solusinya. Mereka membuat tiga kapal besar untuk mencegah manusia dari kepunahan dengan mengirim mereka meninggalkan bumi, membawa ke orbit di angkasa seratus hingga dua ratus kilometer dari bumi, jauh di atas lapisan stratosfer. Kapal itu didesain sedemikian rupa seperti permukaan bumi yang ideal. Hingga seratus tahun berlalu kapal berlayar, dan iklim bumi benar-benar pulih secara alami, kapal itu akan mendarat lagi. Kapal itu bermuatan sepuluh ribu orang. Mirip film 2012.

Esok sebagai salah satu otak pembuat kapal itu, mendapat dua tiket. Satu untuk dirinya sendiri, satu lagi untuk orang terdekatnya.

Lail suudzhon kepada Esok yakin bahwa dia akan pergi bersama Claudia, setelah Wali Kota memohon kepada Lail untuk memberikan tiket kepada anaknya. Karena Wali Kota percaya, Esok pasti memberikan satu tiket miliknya kepada Lail. Beberapa hari berikutnya Wali Kota datang memberi tahu bahwa Claudia diberikan tiket itu. Wali Kota tidak bercerita apakah Esok ikut pergi bersama Claudia.

Lail putus asa, sedih, karena dirinya tidak diberi kabar oleh Esok yang beberapa jam lagi kapal itu akan berangkat. Lail sudah tak tahan lagi, berhenti untuk menunggu dan pergi ke pusat terapi. Beruntung Lail meninggalkan jejak kepada Maryam. Maryam yang panik lalu menelpon Esok. Sejak itulah Maryam tahu yang sebenarnya, bahwa dua tiket itu diberikan Esok kepada Claudia dan ibunya.

Esok pergi menyusul Lail dan bertemu Maryam disana. Esok mendobrak paksa pintu tempat dokter terapi dan Lail berada. Tak lama kemudian pintu itu terbuka sendiri dan Lail bersama Elijah keluar. Namun, takdir Lail dan Esok belum berakhir. Rupanya Lail, di detik-detik terakhir sebelum mesin itu bekerja, memeluk erat-erat memori itu. Dan benang merah (memori menyakitkan) itu hilang dan berubah menjadi benang biru. Di momen itulah, Esok mengutarakan bahwa Lail satu-satunya yang paling berharga di hidupnya.

Satu bulan kemudian, Lail, Esok, Maryam, Elijah dan penduduk bumi lainnya hidup di tengah teriknya matahari sampai perlahan-lahan bumi akan sembuh dengan sendirinya.

Cerita akhirnya Lail dan Esok menikah. Dan Esok berbisik kepada Lail, berjanji tidak akan pernah meninggalkan Lail, karena mereka akan melewati musim panas bersama-sama. Tamat.

Adakah sosok Esok di dunia nyata? Masya Allah gue baper😁😁😁.

Untuk terakhir kali, semoga review gue yang berantakan ini masih mampu menarik minat kamu untuk membaca dari sumbernya langsung. Kelengkapan cerita masih banyak dan sayang sekali bila dilewati. Recommended.

Sampai jumpa di Novel Tere Liye berikutnya.

Kutipan:
1. Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa.
2. Lail menyukai kesibukannya. Itu membuatnya berhenti memikirkan banyak hal. Aktivitas Organisasi Relawan menjadi penyembuh dari kenangan kehilangan ayah dan ibunya. Lail membalas kejamnya takdir dengan membantu orang lain. Mengobati kesedihan dengan berbuat baik. Kesibukan juga mampu mengusir kerinduannya kepada Esok.
3. Kamu tahu, Lail, tidak ada kabar adalah kabar, yaitu kabar tidak ada kabar. Tidak ada kepastian juga adalah kepastian, yaitu kepastian tidak ada kepastian – Maryam
4. Hidup ini juga memang tentang menunggu, Lail. Menunggu kita untuk menyadari kapan kita akan berhenti menunggu – Maryam
5. Orang kuat itu bukan karena dia memang kuat, melainkan karena dia bisa lapang melepaskan – Maryam
6. Bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan bisa melupakan.

Review Ayahku (bukan) Pembohong – Tere Liye

Kata orang cara mengatasi kesedihan adalah dengan menyibukkan diri. Salah satunya membaca buku. Dan itu benar walau telat, karena mendapatkan fokus itu sedikit sulit dari banyaknya godaan bermain social media. Alhamdulillah gue berhasil membaca buku lagi setelah beberapa bulan istirahat.

Ayahku (bukan) Pembohong adalah Novel karangan Tere Liye yang bagus. Tentang seorang anak kecil, Dam, yang dibesarkan oleh dongeng-dongeng luar biasa ayahnya, dan ajaibnya dongeng-dongeng yang dibenci Dam, karena menurutnya bohong, adalah cerita nyata yang baru akan terungkap saat ayahnya meninggal dunia. Tentang kehidupan sederhana sepasang suami istri, yang rela meninggalkan kehidupan sebagai orang kaya, tentang ibu yang sabar dan ayah yang optimis, teman tapi menikah, musuh jadi teman, dan lain sebagianya.

Cerita ini mengupas habis definisi dari “bahagia itu sederhana”. Kamu bisa cari novelnya dan langsung membacanya. Recommended.

Maafkan yang tidak membahas detail πŸ™πŸ™πŸ™. Sampai ketemu di lain buku 😁😁😁.

Cerita-cerita Ayah adalah cara ia mendidikku agar tumbuh menjadi anak yang baik, memiliki pemahaman hidup yang berbeda. Cerita Ayah adalah hadiah, hiburan, dan permainan terbaik yang bisa diberikan Ayah, karena hidup kami sederhana

12 Tahun Bersama WordPress

Tak sadar, setelah membuka aplikasi ini ada notifikasi. Ternyata ada umur yang lebih tua dibanding motor gue, The Reds, yang tahun ini masuk tahun ke 10. Lihat kan lihat, sama benda mati gue awetnya bukan main, apalagi hidup bersama denganmu nanti wahai jodoh sejati wkwkwkwk.

Selamat hari jadi yang ke 12 tahun my blog, alhamdulillah 😊😊😊. Does it ever drive you crazy just how fast the night changes?

Blog ini pertama kali dibuat ketika masih makan bangku kuliah di Politeknik Negeri Sriwijaya, semester akhir tahun 2009. Tahun itu blog sedang In. Tidak heran, WordPress adalah pilihan sekian setelah sebelumnya berkenalan dengan Blogspot, Multiply, Blogsome, Tumblr. Namun bersama WordPress lah gue lebih nyaman dan sampai bertahan. Terima kasih WordPress telah menjadi wadah bagi gue untuk menyalurkan hobi, moment, pengalaman, belajar menulis dari alay jadi lumayan kurang dari lebay (menurut gueπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…) atau apapun itu dan merasakan ephoria bagaimana tulisan dibaca dan direspon oleh pembaca (bahagia memang sederhana). Gue tumbuh bersama WordPress. Dan untuk Matt Mullenweg, terima kasih banyak karena telah menjadi salah satu inspirasi menulis. Semoga umur blog ini sampai ke 12 tahun selanjutnya aamiin ya rabbal alamin πŸ™πŸ™πŸ™.

Nantikan tulisan gue berikutnya, Insha’ Allah tidak lama lagi hiatusnya 😁😁😁. Bye.

Yang Tak Kau Temukan The Lord of the Rings: The Return of the King di Film

Novel terakhir The Lord of the Rings: The Return of the King adalah penutup yang epic. Benar saja filmnya memenangkan Piala Oscar 😁😁😁.

Karena yang tak kau temukan The Lord of the Rings: The Return of the King di film (berdasarkan novelnya) sudah rampung gue buat, saatnya juga menutup koleksi bacaan berharga lainnya, Middle Earth. Sampai ketemu di lain buku 😁😁😁.

Daftar cerita yang tak kau temukan The Lord of the Rings: The Return of the King di film:

1. Tidak seperti di film, api mercu suar Gondor, untuk meminta bantuan, sudah dinyalakan saat Gandalf dan Pippin masuk ke wilayah Gondor.

2. Pippin tersinggung dengan perkataan pengawal gerbang Gondor yang tidak percaya dia “orang” saat dirinya dan Gandalf tiba. Mereka tidak tahu tentang Hobbit.

3. Dalam pengakuan Denethor, Boromirlah yang menunjuk dirinya untuk mengemban tugas dari ayahnya. Sedangkan di film, Faramir bersedia melakukannya namun ayahnya menolak dan menyuruh Boromir.

4. Bila di film, Gandalf, sepertinya, menyayangkan tindakan Pippin menjadi pelayan Denethor, disini Gandalf justru menerima ide bagus Pippin dan tidak menghalanginya.

5. Denethor tidak begitu menyebalkan seperti di film saat menyambut kedatangan Gandalf dan Pippin di Minas Tirith.

6. Pippin berteman dan menghabiskan waktu, selama Gandalf tidak ada karena harus ke Dewan Penasihat Penguasa, bersama serdadu biasa dari Pasukan Ketiga Benteng (Pasukan Pengawal Menara di Gondor), Beregond putra Baranor. Beregond juga mengenalkan putranya, Bergil, untuk menjadi pendamping dan pemandu ceria bagi Pippin bila Beregond sedang bertugas. Selain itu Pippin diminta Gandalf untuk mengurus Shadowfax.

7. Rombongan Kelabu: Aragorn, Legolas, Gimli, kedatangan saudara jauh Aragorn. Dia adalah Halbarad Dunadan, Penjaga Hutan dari Utara, bersama tiga puluh orang. Menurut Aragorn, dirinya tidak memanggil mereka dan mengirimkan berita. Aragorn hanya berharap dalam hati dan sering memikirkan mereka. Halbarad Dunadan bersama rombongannya inilah yang akan mengikuti Aragorn, Legolas, Gimli dan putra-putra Elrond ke Jalan Orang-Orang Mati. Dan keberadaan mereka tidak muncul di film.

8. Halbarad membawa sebuah tongkat panjang, seperti tiang, dibungkus gulungan kain hitam yang diikat jalinan tali kulit yang diberikannya kepada Aragorn. Itu adalah pemberian dari Lady dari Rivendell.

9. Bila di film Elrond datang langsung untuk memberitahu Aragorn agar melewati Jalan Orang-Orang Mati, disini oleh salah satu putra Elrond (Elladan dan Ellohir), Elrohir, yang memang ikut bersama rombongan kelabu. Kedua putra Elrond diutus karena Aragorn membutuhkan saudara-saudaranya, Kaum Dunedain, yang menemuinya di Rohan. Galadriel lah yang mengirim berita itu.

10. Bila di film Aragorn dan rombongan tidak berpamitan dengan Theoden dan Eomer karena harus melewati Jalan Orang-Orang Mati, sebaliknya Theoden melepas Aragorn karena memang sudah takdir Aragorn untuk menapaki jalan-jalan aneh yang tak berani dilalui seorang pun dan Aragorn memberi salam perpisahan dan masih mungkin bisa bertemu dalam pertempuran kepada Theoden, Eomer, Merry dan Eowyn.

11. Aragorn menggunakan Batu Orthanc. Seperti di postingan sebelumnya bahwa batu itu diserahkan Gandalf kepada Aragorn karena Aragorn adalah penguasa sah batu itu. Dalam pengakuaannya, Aragorn sengaja memperlihatkan pewaris Isildur dan pedang Elendil kepada Sauran, melalui Batu Orthanc, untuk menekan musuh dan tidak menunggunya melakukan serangan lebih dulu. Ini dilakukan Aragorn selagi dia melewati Jalan Orang-Orang Mati.

12. Bila di film Legolas yang pertama kali menunjukkan kesediannya pergi bersama Aragron ke Jalan Orang-Orang Mati, disini Gimli lah baru Legolas.

13. Rombongan Aragorn tiba di Batu Erech (di Jalan Orang-Orang Mati). Elrohir memberikan terompet perak dan Aragorn meniupnya. Orang-Orang Mati mengikuti mereka dan menjawab suara lantang Aragorn. Dan gulungan yang dibawa Halbarad dibuka lebar-lebar oleh Aragorn.

14. Rombongan Kelabu berkemah di samping Batu, tapi mereka hanya bisa tidur sebentar.

15. Rombongan Theoden kedatangan utusan dari Gondor, yang dikira Merry Boromir hidup kembali karena sangat mirip. Dia adalah Hirgon. Hirgon mengutarakan maksud kedatangannya bahwa Gondor membutuhkan bantuan kekuatan dan kecepatan dari Rohan. Sejak saat itu Theoden membebaskan Merry dari melayani dirinya. Sisanya sama seperti di film, Merry diam-diam pergi bersama Eowyn yang sudah menyamar menjadi laki-laki dengan nama Dernhelm.

16. Pippin dibawa ke Minas Tirith oleh Gandalf agar Pippin tidak melakukan kenakalan lagi. Kalau Pippin tidak suka berada dimana dirinya sekarang, itu karena dia sendirilah penyebabnya.

17. Faramir dibaringkan di tempat tidur setelah ia kalah dari usaha mempertahankan Cair Andros dan Osgiliath. Tubuhnya menggigil, kena demam tinggi dan ayahnya duduk disampingnya, membisu dan mengawasi.

18. Atas isyarat Denethor, para pelayan membaringkan Faramir dan ayahnya berdampingan dan menyelimuti mereka dengan satu selubung. Di sekeliling mereka banyak kayu yang cepat terbakar, minyak disiram di atas mereka dan dengan hanya satu perintah dari Denethor yang bodoh “nyalakan dengan obor” mereka siap dibakar hidup-hidup.

19. Beregond tidak bisa apa-apa selain mematuhi penguasa agar tetap dalam posnya tanpa bertindak menyelamatkan Faramir dari ayahnya yang gila. Tapi pengkhianatan Beregond lah yang nanti akan menyelamatkan Kapten yang dicintainya.

20. Nazgul menampakkan dirinya kepada Gandalf. Ia melepaskan kerudungnya, memakai mahkota raja, kepalanya tidak tampak, dan api merah berkobar di antara mahkota dan pundaknya yang lebar. Dia adalah Penunggang Hitam yang menghantam Frodo dengan pedanganya. Tak lama kemudian, seekor ayam jantan berkokok dan bunyi terompet terdengar dimana-mana. Rohan sudah datang.

21. Dalam perjalanan menuju Gondor, rombongan kaum Rohirrim bertemu Manusia Liar. Manusia Liar membantu Theoden dan lainnya melewati jalan-jalan yang tidak dikepung oleh musuh (setelah tahu Hirgon mati dengan kepala terpenggal oleh Orcs). Jalan-jalan itu tidak ada lubang-lubang, tak ada gorgun berkeliaran, hanya Manusia Liar dan hewan-hewan. Sebagai imbalannya, Manusia Liar dibiarkan di hutan-hutan dan tidak lagi memburu mereka seperti hewan liar.

22. Eowyn menebas leher tunggangan Nazgul dan Merry menusuk Nazgul dari belakang menggunakan pedangnya. Tusukan itu menembus jubah hitamnya, naik dari balik hauberk nya dan menembus otot di balik lutunya yang besar. Lalu Eowyn melakukan tugasnya yang terakhir. Dengan sisa-sisa kekuatannya, ia menusukkan pedangnya ke antara mahkota dan jubah ketika pundak besar si Penunggang Hitam membungkuk jatuh di depannya. Mahkotanya menggelinding dan Nazgul menemui ajalnya.

23. Theoden mengucapkan selamat tinggal kepada Merry, Eomer dan menyampaikan salam kepada Eowyn. Sayang, Raja tidak tahu Eowyn terbaring lemah tak berdaya di dekatnya.

24. Jenazah Raja dibaringkan ke atas usungan dari tombak-tombak yang ditutupi beberapa helai jubah, lalu menggotongnya ke Kota Gondor. Sedangkan Eowyn diangkat yang lain dengan lembut dan mengusungnya di belakang Raja. Dan untuk Snowmane, kuda Raja, dikuburkan dan di atasnya ada batu dengan tulisan dalam bahasa Gondor dan Mark “pelayan setia namun menjadi petaka bagi tuannya, anak kuda yang ringan langkah, Snowmane yang berlari cepat”. Gue baru ngeh mengapa disebut petaka bagi tuannya. Ternyata kedatangan Nazgul membuat Snowmane ketakutan, mendompak tinggi, mencakar-cakar udara, lalu dengan teriakan keras ia rebah pada sisinya karena sebatang panah hitam menembusnya. Dan Raja jatuh tertindih dibawahnya.

25. Gandalf, Pippin dan Beregond menyelamatkan Faramir tepat waktu. Beregond melompat maju dan menempatkan dirinya di depan Faramir, yang tergolek lemah, saat Denethor kembali marah dan menghunus sebilah pisau. Denethor mengambil paksa obor dari pelayannya, memungut tongkat lambang pemerintahan yang tergeletak di dekat kakinya, mematahkan di atas lututnya dan menggenggam palantir dengan kedua tangan di dada. Denethor mati bunuh diri.

26. Faramir, Eowyn dan Merry dirawat di Rumah Penyembuhan. Mereka sembuh oleh tangan seorang raja, tangan penyembuh, Aragorn.

27. Faramir terkena tusukan panah, Eowyn tangannya patah dan Merry mengalami cedera yang sama dengan Eowyn.

28. Aragorn adalah Elessar, Permata Peri dan Envinyator, sang Pemburu. Tapi Strider akan menjadi nama keluarganya, kalau suatu saat nanti terbentuk. Dan Telecontar akan menjadi julukannya serta semua pewaris keturunannya.

29. Aragorn tidak tinggal di Kota, ia lebih memilih berkemah diluar. Ia merasa belum waktunya ia menjadi Raja Kota Gondor saat semua belum berakhir.

30. Raja Orang-Orang Mati bersama rombongannya dibebaskan Aragorn, karena sumpahnya telah terpenuhi, setelah mereka berhasil mengusir musuh-musuh dan mengambil alih kapal-kapal.

31. Merry tidak ikut rombongan ke Gerbang Mordor karena dia belum sehat.

32. Makhluk yang keluar dari Gerbang Mordor, menemui Aragorn dan rombongan, adalah makhluk menjijikkan. Wajahnya seperti topeng menyeramkan, lebih menyerupai tengkorak daipada kepala hidup, dan di rongga mata dan lubang hidungnya berkorbar nyala api. Penunggang itu berjubah serba hitam, topi bajanya yang tinggi juga hitam, tapi bukan Hantu Cincin, melainkan manusia hidup. Dialah Letnan Menara Barad dur, Mulut Sauron. Konon ia seorang pembelot, berasal dari bangsa yang dinamakan Numenorean Hitam, karena mereka menetap di Dunia Tengah di masa kekuasaan Sauron, dan mereka memujanya, karena sudah terpikat ilmu jahat. Ia mempersembahkan jasa layanannya pada Menara Kegelapan ketika Sauron sudah bangkit kembali, dan karena kecerdikannya ia semakin disenangi Penguasa Kegelapan, ia belajar sihir tinggi, dan tahu banyak tentang pikiran Sauron dan ia jauh lebih kejam daripada kaum Orc. Dia keluar bersama serombongan kecil tentara berpakaian besi hitam, dan sebuah panji, hitam berlambangkan Mata Jahat berwarna merah.

33. Mulut Sauron menyuruh utusannya membuka buntalan yang dibungkus kain hitam. Isinya pedang pendek milik Sam, jubah kelabu dengan bros Peri dan terakhir rompi dari logam mithril milik Frodo. Gandalf merebut dan mengambil benda-benda itu dan Mulut Sauron bersama rombongannya kembali ke Cirith Gorgor setelah pihak Gandalf menolak keras tuntutannya. Tak ada adegan Aragorn memenggal kepalanya seperti di film.

34. Dalam keputus asaannya mencari Frodo, Sam menyanyikan potongan-potongan sajak Mr Bilbo. Tak lama kemudian, ada suara lemah menjawabnya, Orc. Orc datang dan Sam melawan bahkan menebas tangan Orc yang ingin mencambuk Sam. Keduanya jatuh kebawah, ujung tangga dan melalui pintu kolong yang terbuka, karena kehilangan keseimbangan. Dan Sam akhirnya menemukan Frodo yang meringkuk di lantai. Frodo dalam kondisi telanjang, pingsan, dan ditumpuk dengan potongan kain kotor. Lengannya terangkat, melindungi kepalanya, dan sisi tubuhnya tergurat noda merah bekas lecutan cambuk.

35. Sam memberi Frodo jubah kelabunya sementara dirinya mencarikan pakaian Orc untuk Frodo. Karena Sam tidak bisa meninggalkan barang-barangnya, dan tak bisa memusnahkannya, Sam tak bisa menggunakan baju besi Orc di atas semua pakaiannya. Sam hanya perlu menutupinya. Sam melipat jubah Perinya, memasukkannya ke dalam ransel, menyampirkan jubah hitam ke bahunya dan memakai helm Orc.

36. Dalam perjalanan ke Gunung Api, Frodo dan Sam melihat dan merasakan angin berubah arah. Sesuatu sedang terjadi dimana Penguasa Kegelapan tidak lagi berkuasa sepenuhnya. Kegelapannya sedang terkoyak di dunia luar sana. Hari itu pagi ke lima belas bulan Maret. Di atas Lembah Anduin, Matahari terbit di atas bayangan dari timur dan angin barat daya berembus. Hari itu adalah hari saat Theoden sedang menjelang ajal di medang perang Padang Pelennor.

37. Sam merasakan adanya pertolongan dari Lady Galadriel. Mereka menemukan cahaya di padang yang gelap dan air yang mengusir haus di tenggorokan. Mereka menemukan sungai kecil berair gelap tapi bisa diminum. Mereka juga beristirahat dan tidur secara bergantian.

38. Saat Frodo dan Sam membuka semua pakaian Orcnya yang menambah beban berat ke Gunung Maut, Sam membawa semuanya, termasuk panci-pancinya, ke salah satu retakan menganga yang banyak bertebaran di daratan itu, dan membuangnya ke dalam. Sam hanya meninggalkan tambang Perinya yang ia potong menjadi kecil untuk digunakan Frodo sebagai sabuk dan mengikat jubah kelabu rapat ke pinggangnya. Sisanya Sam gulung rapi, dan dimasukkan kembali ke ranselnya. Selain itu Sam hanya menyimpan sisa-sisa roti perjalanan dan botol air, Sting yang masih menggantung pada sabuknya, tabung kaca Galadriel dan kotak kecil pemberian Lady di kantong kemeja.

39. Saat Sam dan Gollum bergelut, sementara Frodo terus berlari ke Gunung Maut, Sam rupanya kasihan kepada Gollum yang tak berdaya dan merengek minta ampun setelah kalah dari Sam. Sam menyuruhnya pergi dengan sumpah serapah kepadanya.

40. Setelah mendapatkan kembali Kesayangan nya, Gollum tak sadar ia melompat kegirangan sampai terjungkal di tepi jurang. Tak ada adegan Frodo bertarung dengan Gollum lagi merebut cincin seperti di film.

41. Frodo mengingatkan Sam kata-kata Gandalf “bahkan Gollum mungkin masih punya peran?”. Kalau bukan karena Gollum, Frodo takkan bisa menghancurkan Cincin itu dan misi mereka akan sia-sia. Jadi Frodo meminta Sam untuk memaafkan Gollum sebab misi mereka sudah berhasil dan semuanya sudah selesai.

42. Gandalf dan Gwaihir bersama rombongannya menjemput Frodo dan Sam di Gunung Maut.

43. Gandalf mengembalikan Sting, Tabung Kaca dan kotak pemberian Lady Galadriel kepada Frodo dan Sam setelah mereka terbangun di Kota Gondor. Sting diberikan ke Frodo lagi oleh Sam karena Bilbo memberikannya kepada Frodo.

44. Frodo dan Sam sembuh oleh Tangan Raja, Tangan Penyembuh.

45. Eowyn bertemu Faramir di Rumah Penyembuhan saat dirinya sedih ditinggalkan rombongan Aragorn ke Gerbang Mordor. Faramir jatuh hati kepada wajah cantik dan sikap ksatria Eowyn.

46. Eowyn tidak hadir dalam pesta di Cormallen di seberang Cair Andros, dimana Eomer, kakak Eowyn, menunggunya. Faramir mencarinya dan menemukannya masih di Rumah Penyembuhan. Rupanya Eowyn tidak pergi karena hanya kakaknya yang memanggilnya, dan melihat Lord Aragorn, pewaris Elendil, di masa kejayaannya sekarang ini tidak akan memberinya kebahagiaan. Eowyn tidak mendambakan menjadi Ratu lagi, karena dirinya bukan gadis pejuang lagi dan tidak akan lagi bersaing dengan para Penunggang dan dia juga tidak ingin menerima belas kasihan pria mana pun. Namun Faramir tidak menawarkan belas kasihan dari hatinya yang tulus kepada Eowyn, sebab Eowyn seorang wanita tangguh, gagah berani dan sudah berhasil memperoleh kemasyhuran yang tidak akan dilupakan orang. Lalu Eowyn menerima cinta Faramir dan Faramir memeluknya. Sayang cinta dua sejoli ini tidak mengambil banyak peran di film. Penonton hanya cukup tahu bahwa mereka akhirnya bersama.

47. Sebagai pembawa cincin, Aragorn meminta kepada Frodo untuk membawa Mahkota Putih, mahkota dari raja terakhir, dari tangan Faramir. Frodo mengambilnya, dan membawanya kepada Gandalf. Aragorn berlutut dan Gandalf meletakkan Mahkota Putih di kepalanya.

48. Pada hari-hari setelah penobatannya, Raja duduk di takhtanya di Balairung Raja dan mengumumkan keputusan-keputusannya. Banyak duta dan utusan dari berbagai negeri dan bangsa berdatangan, dari Timur dan Selatan, dari perbatasan Mirkwood, dan Dunland di barat. Raja memberi pengampunan kepada para Easterling yang sudah menyerahkan diri, berdamai dengan bangsa Harad (manusia-manusia yang berlayar di kapal, yang sudah dikalahkan Aragorn dan kawan-kawan bersama Orang-Orang Mati) dan membebaskan budak-budak Mordor dan memberikan pada mereka seluruh daratan di sekitar Telaga Nurmen. Selain itu banyak orang dibawa menghadap kepadanya untuk menerima pujian dan imbalan atas keberanian mereka, dam terakhir kapten Pengawal membawa Beregond untuk diadili. Beregond, dengan pedangnya telah terkucur darah di Hallows, tempat pertumpahan darah dilarang. Dia juga meninggalkan posnya tanpa izin dari Penguasa atau Kapten. Atas kesalahan-kesalahannya, hukuman mati lah ganjarannya. Namun semua hukuman itu dibatalkan karena keberaniannya dalam pertempuran, terlebih lagi karena semua yang Beregond lakukan adalah demi rasa sayangnya kepada Lord Faramir, tapi Beregond harus meninggalkan pasukan Pengawal Benteng dan pergi dari Kota Minas Tirith. Demikianlah Beregond ditunjuk sebagai Pasukan Putih, Pengawal Faramir, Pangeran Ithilien. Beregond akan menjadi kaptennya dan berdiam di Emyn Arnen dengan penuh kehormatan dan kedamaian, melayani Faramir untuk siapa Beregond telah mengambil resiko, demi menyelamatkan Faramir dari kematian.

49. Aragorn memberi Ithelien kepada Faramir untuk menjadi negerinya dan memerintahnya sebagai Pangeran. Ia meminta Faramir agar tinggal di bukit-bukit Emyn Arnen, dalam jarak pandang dari Kota.

50. Dan untuk Eomer dari Rohan, Raja Theoden yang termasyhur akan berbaring selamanya di Hallows di tengah-tengah para Raja Gondor atau bila Eomer menginginkannya, Raja Thedoen akan dikembalikan untuk bersitirahat di bangsanya sendiri. Pilihan kedua inilah yang diambil Eomer, namun Eomer bersama rombongannya akan menjemput Raja Theoden bila semuanya sudah siap. Karena Eomer harus pergi untuk sementara waktu ke negerinya, sebab banyak yang harus disembuhkan dan diperbaiki. Eowyn ikut pulang untuk membantu kakaknya. Dan putra-putra Elrond pergi bersama mereka. Sedangkan para Hobbit, Gandalf, Legolas dan Gimli masih di Minas Tirith karena Aragorn masih meminta mereka menunggu sebentar lagi, sebab akhir dari semua tindakan dimana mereka semua ambil bagian, belum datang.

51. Pohon putih di Minas Tirith yang sudah layu digali dengan penuh penghormatan, tidak dibakar tapi dibaringkan untuk beristirahat di Rath Dinen yang sepi. Dan sebagai gantinya, dibawa sebuah pohon muda yang tingginya hanya satu meter. Pohon itu adalah keturunan Pohon Tertua. Daun-daunnya muda, panjang, indah, gelap di atas dan perak di bagian bawahnya, di puncaknya ramping dan ada seberkas kecil bunga yang daun bunganya berkilau bagai salju disinari matahari. Gandalf lah yang memandu Aragorn menemukan pohon itu. Lalu Aragorn menanamnya di halaman dekat air mancur, dan dengan cepat dan senang pohon itu tumbuh. Ketika bulan Juni datang, itu sudah dipenuhi bunga-bunga. Itu menjadi sebuah tanda bagi Aragorn bahwa harinya sudah tidak lama lagi.

52. Saat malam Pertengahan Musim Panas, ketika langit sebiru batu safir dan bintang-bintang putih mekar di Timur, namun Barat masih bernada keemasan, dan hawa pun sejuk serta wangi, rombongan penunggang dari Rivendell datang ke Minas Tirith. Elrohir dan Elladan membawa panji perak, lalu Glorfindel, Erestor dan seisi rumah Rivendell. Di belakang mereka datang Lady Galadriel dan Celeborn, Penguasa Lothlorien, menunggang kuda jantan putih, dan bersama mereka banyak penduduk elok dari negeri mereka, berjubah kelabu dengan batu permata putih di rambut. Terakhir Master Elrond, membawa tongkat lambang kekuasaan Annuminas, dan disampingnya, di atas kuda kelabu, ada Arwen putrinya, Evenstar dari bangsanya.

53. Frodo akhirnya mengerti mengapa mereka disuruh menunggu. Inilah akhir kisahnya, Aragorn sang Raja Elessar menikahi Arwen Undomiel di Kota para Raja di hari Pertengahan Musim Panas dan kisah penantian serta kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil yang membahagiakan.

54. Teka-teki Frodo yang akan ikut ke Grey Havens ternyata terungkap lebih cepat. Frodo bertemu Aragorn dan Arwen yang sedang duduk bersama. Mereka sudah tahu maksud Frodo. Frodo ingin segera pulang ke Shire dan harus ke Rivendell dulu karena dia rindu kepada Bilbo. Dalam tujuh hari mendatang, Frodo bersama yang lainnya akan didampingi Aragorn untuk pergi bersama, sampai sejauh negeri Rohan. Dan dalam tiga hari Eomer akan kembali ke Gondor untuk mengambil Theoden dan membawanya pulang untuk beristirahat di Mark. Dan mereka akan berjalan bersamanya untuk menghormati dia yang sudah gugur. Aragorn juga telah membebaskan Frodo bersama semua pendamping Frodo (kecuali Pippin, ksatria Gondor, yang hanya diberikan cuti) dari negeri Gondor untuk selamanya. Terakhir dari Arwen. Arwen akan memberi hadiah kepada Frodo. Karena Arwen putri Elrond, Arwen tidak akan pergi bersama ayahnya saat ayahnya berangkat ke Havens, karena pilihan Arwen sama dengan pilihan Luthien, Aragorn. Tapi Frodo, Pembawa Cincin, akan pergi menggantikan Arwen bila saatnya sudah tiba, dan kalau saat itu Frodo menginginkannya. Bila luka Frodo masih mengganggu dan ingatan akan bebannya terasa sangat berat, Frodo boleh pergi ke Barat, sampai semua luka dan keletihannya sembuh. Lalu Arwen mengalungkan ke leher Frodo sebuah permata putih seperti bintang pada seutas rantai perak miliknya sambil berkata “bila ingatan akan ketakutan dan kegelapan mengganggumu, benda ini akan memberimu pertolongan”.

55. Dalam tiga hari, seperti yang sudah dikatakan Raja, Eomer dari Rohan datang menunggang kuda ke Kota. Raja Gondor dan Rohan pergi ke Hallows, dan mereka sampai ke kuburan di Rath Dinen. Mereka membawa pergi jenazah Raja Theoden di atas usungan emas, dan melewati Kota dalam keheningan. Lalu mereka meletakkan usungan itu di sebuah kereta besar yang dikelilingi para Penunggang dari Rohan, panjinya berkibar di depan. Merry yang menjadi pelayan Theoden, naik ke atas kereta dan membawa senjata-senjata Raja. Untuk para Pendamping yang lain disediakan kuda-kuda jantan yang sesuai ukuran tubuh mereka. Frodo dan Sam naik kuda di samping Aragorn, Gandalf menunggang Shadowfax, Pippin melaju bersama para ksatria dari Gondor, dan Legolas dan Gimli menunggang Arod berdua seperti biasanya. Ada juga Ratu Arwen, Celebron dan Galadriel bersama rakyat mereka, dan Elrond serta putra-putranya, lalu para pangeran dari Dol Amroth dan Ihtilien, dan banyak lagi kapten dan ksatria.

56. Setelah pemakaman Thedoen dilakukan, Eomer mengumumkan bahwa Faramir, Pejabat dari Gondor dan Pengeran Ithilien, meminta Eowyn, Lady dari Rohan, menjadi istrinya, dan Eowyn dengan sepenuh hati menyetujui permintaannya. Lalu keduanya maju ke depan dan berpegangan tangan. Sejak saat itu persahabatan antara Mark dan Gondor dipererat dengan ikatan baru.

57. Eowyn meminta doa kepada Aragorn untuk kebahagiannya, sebaliknya Aragorn telah mendoakan kebahagiaan baginya saat pertama kali melihatnya.

58. Seusai pesta, mereka yang akan pergi berpamitan dengan Raja Eomer. Aragorn dan para ksatrianya, serta rakyat Lorien dan Rivendell, bersiap-siap berangkat. Tetapi Faramir dan Imrahil tetap di Edoras, Arwen Evenstar juga tetap di sana dan ia berpamitan dengan saudara-saudaranya. Tak ada yang menyaksikan pertemuan terakhir Arwen dengan Elrond, ayahnya, karena mereka pergi ke perbukitan dan berbicara lama sekali di sana.

59. Merry dihadiahi Eowyn sebuah terompet kuno, kecil tapi merupakan hasil kriya yang indah, terbuat dari perak dengan baldric hijau. Itu adalah pusaka kerajaan Rohan, berasal dari barang timbunan Scatha si Cacing. Eorl muda membawanya dari Utara. Dia yang meniupnya akan membangkitkan ketakutan dalam hati musuh-musuh mereka dan kegembiraan dalam hati sahabat-sahabatnya, dan mereka akan mendatanginya ketika mendengarnya. Merry menerimanya, mengecup tangan Eowyn, dan Eowyn serta Eomer memeluknya.

60. Rombongan sampai ke Helm’s Deep, di sana mereka beristirahat selama dua hari. Legolas menepati janjinya kepada Gimli dan pergi bersamanya ke Gua-Gua Kemilau. Selanjutnya mereka berdua akan pergi ke Fangorn, Hutan Ent, untuk menyamai skor.

61. Pemberhentian selanjutnya di Isengard. Mereka melihat para Ent sudah bekerja dengan giat. Seluruh lingkaran batu sudah dihancurkan dan disingkirkan, tanah di dalamnya sudah menjelma menjadi kebun yang dipenuhi pohon buah dan pepohonan, dan sungai mengalir di tengahnya, tapi di tengahnya ada sebuah telaga berair jernih dan Menara Orthanc masih berdiri disana, muncul dari dalam telaga, diam, tinggi dan tahan terhadap serangan, bebatuannya yang hitam tercermin di air telaga. Treebeard dan Quickbeam menamakannya sebagai Kebun Pohon Orthanc.

62. Dalam penuturan Treebeard kepada Gandalf, Saruman dan Wormtounge sudah pergi dari Orthanc. Kini kunci Orthanc, dua kunci hitam yang diikat dengan sebuah cincin baja, ada di Treebeard dan Quickbeam yang menyimpannya. Lalu diserahkannya kepada Aragorn. Persekutuan Cincin juga berakhir disini. Legolas dan Gimli pergi ke hutan Fangorn bersama-sama, Aragorn bersama para ksatrianya pamit pulang ke negerinya, Galadriel, Celeborn, Gandalf dan para Hobbit pulang bersama.

63. Dalam perjalanan pulang, rombongan Gandalf serta Galadriel dan Celeborn bertemu seorang pria tua yang bertopang pada sebatang tongkat, pakaiannya compang-camping, berwarna kelabu atau putih kotor, dan diikuti seorang pengemis yang membungkuk dan merengek. Mereka adalah Saruman dan Wormtounge. Gandalf memperingatkan mereka bahwa Saruman masih mampu melakukan perbuatan keji di luar sana.

64. Galadriel dan Celeborn berpisah dengan rombongan Gandalf di Lorien. Dan rombongan sampai ke Rivendell menemui Bilbo. Hari itu adalah sehari sebelum ulang tahun Bilbo yang ke 129 tahun. Dan bila Bilbo masih bertahan satu tahun lagi, ia akan mengalahkan Took tua, kakek buyutnya.

65. Sesudah perayaan ulang tahun Bilbo, keempat Hobbit tetap tinggal beberapa hari di Rivendell. Bilbo mengaku kepada mereka bahwa dirinya diundang di pernikahan Aragorn dan Arwen, tapi Bilbo tidak bisa datang karena pekerjaannya dan harus mengepak barang-barang yang sangat merepotkan.

66. Tak lama kemudian, keempat Hobbit dan Gandalf harus melanjutkan perjalanan pulang ke Shire. Mereka berpamitan dengan Bilbo dan Elrond. Bilbo memberi Frodo tiga buku tentang adat istiadat yang sudah dibuatnya pada saat-saat yang berbeda, tertulis dalam tulisan tangannya yang panjang-panjang dan tipis, dan pada sampul belakang yang merah ada tulisan: Terjemahan dari bahasa Peri, oleh B.B. Untuk Sam, Bilbo memberikan sebuah kantong kecil berisi emas. Itu adalah sisa terakhir dari panen Smaug. Bilbo memberikannya untuk sedikit membantu Sam kalau ia akan menikah. Wajah Sam dibuat merah oleh Bilbo. Dan untuk Merry dan Pippin, mereka diberi nasihat bagus oleh Bilbo juga dua buah pipa yang indah, dengan bagian mulut dari mutiara, dan berhias tempaan perak halus.

67. Karena Bilbo sudah bertambah tua, ia jadi mudah sekali mengantuk dan tertidur. Bilbo meminta Frodo membereskan barang-barangnya sebelum pergi. Mengumpulkan semua catatan, kertasnya, buku hariannya, dan untuk dibawa Frodo dan Sam akan membantu.

68. Hari keberangkatan datang. Elrond memberi petunjuk kepada Frodo yang tidak didengar oleh siapa pun “Frodo, kurasa kau tidak perlu kembali, kecuali kalau saat kau datang sangat segera. Kira-kira pada saat yang sama tahun depan, ketika dedaunan sudah berwarna emas sebelum gugur, carilah Bilbo di hutan di Shire. Aku akan mendampinginya”.

69. Gandalf dan empat Hobbit sampai di Penginapan Kuda Menari, Bree. Mereka reuni dengan Barliman Butterbur, pemilik penginapan. Butterbur tidak berhenti tercengang setelah mendengarkan cerita mereka bahwa Strider telah menjadi Raja. Sam juga bertemu dengan kuda kesayangannya lagi, Bill, dan ikut bersama mereka ke Shire.

70. Gandalf berpisah dengan empat hobbit. Gandalf yakin mereka pasti bisa menyelesaikan masalah-masalah yang sebentar lagi akan mereka hadapi. Gandalf akan mengunjungi Bombadil di Old Forest dan mengobrol panjang.

71. Gandalf menyarankan Frodo dan yang lainnya segera pulang, karena firasat tak enak sebelumnya akan terjadi menimpa empat hoobit. Dan benar saja seperti yang dilihat Sam di Cermin Galdriel dulu terjadi, semua pohon ditebang (termasuk Pohon Pesta dimana Bilbo menyampaikan Pidato Perpisahannya), dan Gaffer tua, ayahnya, diusir dari Row.

72. Mereka tiba di Gerbang Buckland. Gerbang itu ditutup dengan plang “tidak diizinkan masuk pada waktu antara matahari terbenam sampai matahari terbit”. Merry marah karena sebelumnya ini tak pernah terjadi walau mereka sampai disana sudah malam.

73. Cerita singkat yang terjadi di Shire. Frodo, Sam, Merry, dan Pippin bertempur, bersama Hobbit-hobbit baik yang tidak ditahan seperti Petani Cotton, melawan kelompok jahat. Itu terjadi semenjak Lotho menempati Bag End dan ia menjadi Ketua. Semasa ia menjabat, Shire menjadi hancur. Ia membawa orang-orang jahat, yang dikenal pengumpul dan pembagi, yang mencuri hasil panen masyarakat. Masyarakat disitu takut, mengunci diri di dalam rumah, karena ada sebagian yang ditawan seperti ayahnya Sam dan ibunya Lotho, Lobelia. Otak busuk dari dalang semua ini adalah dia yang disebut oleh mereka dengan Sharkey. Dialah yang menghasut Lotho dan orang-orang menjadi bajingan. Lotho ditipu Sharkey, Sharkey menggunakannya untuk menjalankan rencana busuknya. Frodo ingat perilaku Sharkey mirip Saruman. Saruman yang selalu menjadi perpanjangan tangan Sauron, mengira dia bekerja untuk dirinya sendiri. Begitu juga halnya dengan mereka yang ditipu Saruman, seperti Lotho.

74. Benar, Sharkey adalah nama samaran Saruman. Saruman menampakkan diri kepada Frodo dan kawan-kawannya sambil tertawa dengan puas.

75. Semua orang ingin membunuh Saruman, karena apa yang dilakukannya telah banyak memakan korban. Namun Frodo mencegahnya, sebaliknya Frodo mengusirnya karena ia tidak akan memulihkan apa pun dan tak ada gunanya mempertemukan balas dendam dengan balas dendam. Tapi ketika Saruman lewat dekat Frodo, sebuah pisau berkilau di tangannya, dan secepat kilat ia menusuk Frodo. Nasib baik masih meliputi Frodo, rompi Mithril masih dipakainya dan menyelamatkannya dari pisau kotor Saruman. Sam yang melihatnya, menarik penjahat itu ke tanah dan siap membunuhnya dengan menghunus pisaunya. Frodo mencegahnya lagi, Frodo masih ingin menyelamatkannya, dengan harapan dia akan menemukan penyembuhan.

76. Saruman sekali lagi pergi dengan perasaan malu dan benci karena berutang budi kepada Frodo. Wormtounge yang melihat majikannya menjadi bimbang, lalu mengikutinya. Wormtounge dipanggil Frodo dan menyarankannya agar tidak mengikuti tuannya. Wormtounge boleh istirahat dan makan disini sampai ia memulihkan dirinya dan pergi menuju tujuannya sendiri. Frodo mengatakan itu karena Wormtounge tidak melakukan kejahatan terhadapnya. Mendengar percakapan mereka, Saruman membuka kejahatan Wormtounge. Saruman memberi tahu semuanya bahwa Wormtounge telah membunuh Ketua, Lotho, selagi dia tidur. Lalu pandangan benci yang liar memancar dari mata Womrounge yang merah. Ia menuduh Saruman lah yang memaksanya, menyuruhnya. Saruman tertawa melihatnya, karena Wormtounge selalu melakukan apa yang diperintahkannya. Saruman menendang wajah Wormtounge yang menyembah-nyembah, lalu ia berbalik dan berjalan lagi. Tapi sesuatu yang tak terduga terjadi. Mendadak Wormtounge bangkit berdiri, menghunus pisau yang tersembunyi, lalu sambil menggeram seperti anjing ia melompat ke punggung Saruman, menarik kepalanya dari belakang, menggorok lehernya dan sambil menjerit lari lewat jalan lain. Sebelum Frodo pulih dari keterkejutannya dan bisa berbicara kembali, tiga busur Hobbit berdesing. Saruman dan Wormtounge mati.

77. Shire melakukan pembersihan. Sehari setelah pertempuran, Frodo naik kuda ke Michel Delving dan membebaskan para tawanan dari Lubang Penjara. Mereka Fredegar Bolger, Will Whitfoot tua (walikota) dan Lobelia. Lobelia kelihatan sangat tua dan kurus ketika mereka menyelamatkannya dari sebuah sel sempit dan gelap. Ia bertopang pada lengan Frodo sambil mencengkeram payungnya. Ia terharu dan berkaca-kaca karena banyak tepuk tangan dan sorak sorai ketika ia muncul. Namun hatinya hancur mendengar berita anaknya dibunuh dan ia tak mau pulang ke Bag End. Bag End dikembalikannya pada Frodo, dan ia pergi ke keluarganya sendiri, kaum Bracegirdle di Hardbotle. Tidak itu saja, Lobelia juga mewariskan semua yang tersisa dari uangnya dan uang Lotho pada Frodo untuk digunakan membantu para Hobbit yang kehilangan rumah saat gangguan para bajingan berlangsung. Maka perseteruan keluarga itu berakhir sudah.

78. Kehilangan dan kerusakan paling parah terjadi pada pepohonan, sebab atas perintah Sharkey mereka ditebang dengan sembrono di seluruh Shire. Sam ingat pemberian kotak dari Galadriel. Ia mengeluarkan kotak itu dan menujukannya pada yang lain. Setiap butir benih dilempar ke udara saat angin berhembus dan dia akan bekerja. Pada musim semi pohon-pohon itu mulai bertunas dan tumbuh, seakan-akan waktu berpacu dan ingin membuat satu tahun sama dengan dua puluh tahun. Di Padang Pesta tumbuh sebatang pohon indah. Kulit kayunya keperakan, daun-daunnya panjang, dan bunga-bunga emas mekar di bulan April. Itu adalah pohon Mallorn, dan menjadi suatu keajaiban di wilayah itu. Di tahun-tahun berikutnya pohon itu semakin indah menjadi terkenal sampai ke seluruh pelosok, dan orang-orang berdatangan dari jauh untuk menyaksikannya, satu-satunya Mallorn di sebelah barat Pegunungan dan sebelah timur Samudra, dan salah satu yang terindah di dunia.

79. Awal-awal sebelum Deretan Baru selesai dibangun (rumah-rumah diperbaiki lagi setelah rusak oleh para bajingan Sharkey), Sam tinggal bersama Frodo di rumah keluarga Petani Cotton. Sam sering keluar meninggalkan Frodo disana dalam rangka pembersihan dan perbaikan Bag End, hingga suatu waktu Sam tidak tahu bahwa Frodo pernah sakit dan berbaring di tempat tidurnya sambill menggenggam perhiasan putih hadiah dari Arwen.

80. Ketika semuanya siap, Frodo mengajak Sam tinggal di Bag End. Sam dengan malu mengutarakan isi hatinya kepada Frodo bahwa ia ingin menikahi anak Petani Cotton, Rosie Cotton. Frodo tidak masalah dengan itu, sebaliknya Frodo ingin mereka berdua pindah ke Bag End setelah menikah. Frodo ini baik hati sekali ya seperti pamannya, Bilbo 😊😊😊.

81. Frodo telah mengundurkan diri dari tugas sebagai Wakil Wali Kota karena Will Whitfoot sudah bisa mengemban tugasnya lagi. Merry dan Pippin tinggal di Crickhollow dan sering mondar-mandir antara Buckland dan Bag End. Kedua Pengembara muda itu membangkitkan kekaguman di Shire dengan lagu-lagu dan cerita-cerita, dandanan mereka penuh gaya, serta pesta-pesta mereka yang menyenangkan. Orang-orang menyebut mereka hobbit bangsawan, dalam arti bagus.

82. Frodo menghabiskan waktunya di Bag End dengan banyak menulis dan memeriksa semua catatannya. Suatu hari Sam masuk ke ruang kerja Frodo dan mendapati majikannya tampak pucat. Luka Frodo sakit lagi. Hari itu adalah tahun kedua di Weathertop.

83. Anak pertama Sam dan Rosie lahir. Sam batal menggunakan nama Frodo karena anaknya berjenis kelamin perempuan, dan ia menamainya Elanor, bintang matahari atau bunga kecil emas di tengah rumput Lothlorien. Nama itu dipilihkan oleh Frodo.

84. Suatu hari Frodo mengajak keluar Sam. Selain memperingati hari ulang tahun Bilbo yang ke 131, umur yang melebihi usia Took Tua, Frodo ingin mengajak Sam pergi selama dua minggu, menemani keberangkatannya ke Rivendell dan bertemu Bilbo. Namun hati Sam terbagi.

85. Beberapa hari berikutnya, Frodo memeriksa semua catatan dan tulisannya bersama Sam dan menyerahkan kunci-kuncinya. Ada sebuah buku besar dengan sampul kulit merah polos, halaman-halamannya yang panjang hampir semuanya sudah terisi. Pada awalnya banyak berisi tulisan tangan Bilbo yang tipis dan tidak teratur, tapi kebanyakan isinya ditulis dengan tulisan Frodo yang tegas dan mengalir. Tulisannya terbagi atas bab-bab, tapi Bab 80 belum selesai, dan setelahnya masih ada beberapa halaman kosong. Halaman-halaman terakhir itulah Sam yang harus mengisinya.

86. Halaman judul dari buku tersebut “Buku Harianku. Pengembaraanku yang Tidak Terduga. Pergi dan Kembali. Dan Apa yang Terjadi Sesudahnya”, “Petualangan Lima Hobbit. Kisah Cincin Sakti, dikumpulkan oleh Bilbo dari pengembaraannya sendiri dan cerita kawan-kawannya. Apa yang kami lakukan dalam Perang Cincin”. Di sini tulisan Bilbo berakhir dan Frodo menulis “Kehancuran Penguasa Cincin dan Kembalinya Sang Raja” (sebagaimana disaksikan Orang-Orang Kecil, buku kenang-kenangan Bilbo dan Frodo dari Shire, tambahan bahan dari cerita kawan-kawan mereka dan pengetahuan Orang Bijak).

87. Pada tanggal 21 September hari keberangkatan tiba. Frodo naik kuda poni yang sudah membawanya dari Minas Tirith, dan kini dinamakan Strider, dan Sam naik Bill.

88. Mereka berdua mengambil Jalan Stock melewati perbukitan dan pergi menuju Woody End. Mereka melihat pohon tempat mereka bersembunyi dari Penunggang Hitam yang muncul pertama kali. Tak lama dari itu, mereka melihat bangsa Peri yang elok. Ada Gildor, Elrond, Galadriel, dan Bilbo. Elrond memakai jubah kelabu dan sebuah bintang di dahinya, harpa perak di tangannya dan di jarinya ada cincin emas dengan batu permata besar berwarna biru, Vilya, yang paling sakti di antara Tiga Cincin. Sedangkan Galadriel duduk di atas kuda putih, memakai pakaian serbaputih berkilauan dan di jarinya ada Nenya, cincin yang terbuat dari mithril dengan satu batu permata putih yang bersinar bagai bintang yang dingin. Dan penunggang kuda kecil kelabu yang berjalan perlahan di belakang mereka adalah Bilbo, tampak terangguk-angguk dalam tidurnya. Sam mulai mengerti majikannya akan pergi ke Havens dan dirinya tidak bisa ikut. Frodo memberitahunya bahwa Sam juga salah satu Pembawa Cincin, dan saatnya akan tiba. Hati Sam tak boleh selalu terbelah dua. Sam harus utuh untuk waktu lama, karena Sam punya banyak untuk dinikmati dan harus berbuat banyak.

89. Sam adalah pewaris Frodo. Frodo mewariskan semua dan yang akan dimiliknya kepada Sam. Sam memiliki Rose, Elanor dan Frodo kecil yang akan datang, juga gadis Rosie dan Merry, serta Godilocks dan Pippin.

90. Sam akan menjadi Wali Kota dan tukang kebun paling termasyhur dalam sejarah. Sam juga akan membacakan kisah-kisah dari Buku Merah dan menghidupkan kenangan tentang zaman yang sudah berlalu, agar orang-orang ingat Bahaya Besar, dan dengan begitu akan semakin mencintai negeri mereka.

91. Setelah melewati Shire, melangkah mengitari pinggiran selatan White Downs, akhirnya mereka sampai ke Far Downs, dan ke Menara-Menara, memandang Samudra di kejauhan. Begitulah akhirnya mereka pergi ke Mithlond, ke Grey Havens di muara panjang Lune. Ketika mereka tiba di gerbang, Cirda si Pembuat Kapal datang menyambut mereka. Disana sudah ada Gandalf di samping seekor kuda kelabu. Gandalf memakai Cincin Ketiga di jarinya, Narya Agung, batu permatanya merah seperti api.

92. Sam bersedih hati. Ia merasa perpisahan ini akan pahit dan perjalanan pulang sendirian akan lebih menyedihkan hati. Tapi tak lama kemudian, datanglah Merry dan Pippin menunggang kuda dengan cepat. Bukan Sam yang memberitahu mereka, tapi Gandalf sendiri. Karena menurut Gandalf akan lebih baik pulang bertiga daripada satu sendirian. Frodo mencium Merry dan Pippin, dan terakhir Sam, lalu naik ke atas kapal. Sam, Merry dan Pippin berada disana sampai larut malam. Akhirnya mereka pulang. Mereka mengambil jalan ke Timur dan Merry serta Pippin ke Buckland, tapi Sam ke Bywater lalu sampai ke Bukit, saat hari sudah berakhir. Sam sudah disambut Rose dan mendudukinnya di kursi, lalu meletakkan Elanor kecil di pangkuannya. Sam sudah pulang. Tamat.

Apendiks tentang kisah Aragorn dan Arwen
1. Arador adalah kakek Raja. Putranya, Arathorn, meminang Gilraen yang cantik, putri Dirhael, yang juga merupakan keturunan Aranarth. Ketika Arathorn dan Gilraen baru satu tahun menikah, Arador diculik para troll bukit di Colfells di sebelah utara Rivendell, dan dibunuh, maka Arathorn menjadi Kepala suku Kaum Dunedain. Tahun berikutnya Gilraen melahirkan putranya yang dinamai Aragorn. Saat usianya dua tahun, Aragorn sudah menjadi anak yatim karena ayahnya pergi bertempur melawan para Orc bersama kedua putra Elrond, dan ia mati terbunuh oleh panah Orc yang menembus matanya. Arathorn meninggal dalam usia sangat singkat menurut ukuran orang dari bangsanya, enam puluh tahun. Maka Aragorn, yang sekarang menjadi Pewaris Isildur, dibawa bersama ibunya menetap di rumah Elrond, dan Elrond bertindak sebagai ayah baginya, dan sangat menyayanginya seperti terhadap putranya sendiri.

2. Aragorn dipanggil Estel, yang berarti Harapan, dan nama aslinya serta garis keturunannya dirahasiakan atas perintah Elrond, karena Kaum Bijak tahu bahwa Musuh berupaya mencari apakah masih ada yang hidup di antara Pewaris Isildur. Elrond baru memberitahu nama aslinya dan menyerahkan benda-benda pusaka rumahnya (cincin Barahir) saat Aragorn berumur dua puluh tahun dan telah melakukan perbuatan-perbuatan gagah berani bersama kedua putra Elrond.

3. Aragorn baru bertemu Arwen, putri Elrond, saat dirinya berjalan-jalan sendirian di hutan, saat matahari terbenam. Aragorn sungguh heran, sejak ia tinggal di rumah Elrond dari kecil, ia tak pernah mendengar nama Arwen disebut-sebut oleh Elrond maupun kedua kakak Arwen. Rupanya Arwen tinggal di negeri keluarga ibunya, di Lothorien. Arwen bertemu Aragorn dalam lawatannya menjenguk ayahnya.

4. Aragorn berpamitan dengan ibunya, berpisah dengan seisi rumah Elrond dan Arwen untuk pergi ke Belantara. Selama hampir tiga puluh tahun, ia bekerja keras dalam upaya melawan Sauron, ia menjadi sahabat Gandalf yang Bijak, dan darinya ia memperoleh banyak kearifan. Sampai suatu hari Aragorn pulang dan mendapati ibunya yang akan pergi selama-lamanya.

5. Seperti dikisahkan sebelumnya, Aragorn dan Arwen menikah. Arwen mendampingi Aragorn selama enam kali dua puluh tahun dalam kemuliaan dan kebahagiaan, tapi akhirnya Aragorn merasa usia tua sudah menjelang, dan ia tahu bahwa masa hidupnya sudah mendekati akhir. Maka Aragorn pergi ke Rumah Para Raja di Jalan Sunyi, membaringkan diri di pembaringan panjang yang sudah disiapkan untuknya. Disana ia berpamitan dengan putranya, Eldarion, dan menyerahkan mahkota bersayap dari Gondor serta tongkat kekuasaan dari Arnor kepadanya. Lalu semuanya, kecuali Arwen, meninggalkannya, dan ia berdiri sendirian di samping tempat tidur Aragorn. Aragorn pergi meninggalkan Arwen dengan damai.

6. Lalu Arwen pergi dari Rumah itu. Cahaya di matanya padam, dan orang-orang melihatnya menjadi dingin dan kelabu seperti malam musim dingin tanpa bintang. Arwen berpamitan kepada putranya, Eldarion, dan kepada putri-putrinya, dan kepada semua yang dicintainya. Ia keluar dari kota Minis Tirith dan pergi ke negeri Lorien (yang kini sepi ditinggal Galadriel dan Celeborn), tinggal sendirian di sana, di bawah pepohonan yang sudah mulai layu, sampai musim dingin tiba. Arwen membaringkan dirinya di Cerin Amroth, di mana daun-daun mallorn berjatuhan. Disanalah kuburannya yang hijau berada, sampai seluruh dunia berubah, dan seluruh masa hidupnya sama sekali terlupakan oleh orang-orang sesudah itu, dan elanor serta niphredil tidak lagi mekar di sebelah timur Samudra.

Apendiks ini masih mencakup banyak cerita. Seperti Para Raja Numenor, Rumah Eorl, Bangsa Durin dan lain sebagainya. Kamu bisa baca langsung dari novelnya ya 😁😁😁.

Kutipan
1. Keberanian tak bisa dinilai dari ukuran badan – Gandalf tentang Pippin kepada pengawal gerbang Gondor

2. Orang-orang kecil, tapi sangat tinggi nilainya, begitulah penduduk Shire – Halbarad kepada Aragorn tentang Merry

3. Saat kemauan dihalangi, ada jalan terbuka – Pepatah orang Rohan yang dikutip Eowyn saat dirinya, dalam penyamaran, menyemangati Merry

4. Tapi apa yang harus terjadi biarlah terjadi. Ingat saja bahwa seorang pengkhianat bisa mengkhianati dirinya sendiri dan berbuat suatu kebaikan tanpa sengaja. Kadang-kadang hal semacam itu bisa terjadi – Gandalf kepada Pippin tentang Gollum

5. Banyak orang ingin tahu sebelumnya, apa yang akan dihidangkan di meja, tapi mereka yang sudah bekerja keras untuk menyiapkan pesta, ingin menyimpan rahasia, karena kejutan akan membuat pujian semakin deras. Dan Aragorn sendiri sedang menunggu suatu tanda – Gandalf kepada para Hobbit tentang Aragorn

6. Sam, bila sesuatu berada dalam bahaya, harus ada yang rela melepaskannya, agar orang lain bisa memeliharanya – Frodo kepada Sam menjelang keberangkatannya ke Havens