Flying Without Wings

I’m flying without wings

Pesawat apakah yang membawa saya terbang?  

  1. Bukan pesawat BUMN, apalagi anak pesawat BUMN
  2. Bagian dari grup pesawat yang lain
  3. Ciri khas pesawat Indonesia punya, karena hak patennya milik Indonesia
  4. Servicenya mirip pesawat BUMN
  5. Bisa nonton film The Lord Of The Rings dan lain-lain
  6. Pramugari gak pake cara manual lagi untuk memberi tahu penumpang pakai pelampung dan lainnya. Mungkin ini salah satu yang disebut tenaga manusia diganti oleh mesin (bukan robot)
  7. Gak dibikin baper walau cuma ganjel laper (dapet sepotong roti isi daging dan air mineral)
  8. Kursi penumpangnya gak maksa kita duduk tegap dan tegang seperti mau ujian komprehensif
  9. Tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma kalau dari Palembang ke Jakarta 
  10. Soal pesawatnya mulus apa tidak saat masuk ke negeri awan itu lain cerita, sama saja 😂

Tentang Karbitan dan Karma

Tertawalah sebelum ditertawai

Gue selalu ingin bilang, fokus ke klub atau tim mu, gak usah ngurusin klub lain, ngedukung klub lain cuma untuk mengejek klub rival atau klub teman mu (klasik). Karbitan kan dan akhirnya karma. Maaf klub mu kalah (semalam)😥. Kalo soal respect, itu lain cerita bray🙂.

Ini semua hanya tentang bola kaki kok. Kamu belum disebut fans bola kaki kalau belum pernah karbitan (pengalaman pribadi) 😂.

Seperti pesan iklannya supersoccer “don’t be just a fan, be a super fan”. So jadilah super fan yang lebih positif. Salam #respect

Review Predestination

Predestination. Film yang menarik, merangsang rasa penasaran, diajak berputar-berputar dan benar saja dibikin migraine karena harus “thinking out loud” seperti lagunya Ed Sheeran sesudahnya.

Predestination yang tayang beberapa jam lalu di Trans Tv berhasil membuat gue excited untuk mereview disini. 

Film yang bergenre fantasy tahun 2014 ini berkisah tentang seorang atau lebih penjelajah waktu layaknya Doraemon dan Nobita yang dengan sesuka hati kembali ke masa lalu atau sebaliknya untuk merubah sesuatu. 

Mesin waktu yang satu ini pun unik yang gue kira dan si Jane (tokoh utama wanita) tempat alat musik. 

Awal kisah Jane (yang kini disebut John) seorang yang kini pria sejati (gue kira Leonardo Dicaprio) berbagi kisah dengan seorang penjaga bar sebut saja bartender (belakangan diketahui adalah seorang penjelajah waktu) tentang masa kelam Jane yang hancur lebur saat menjadi wanita.

Jane, seorang yang sebenarnya bukan yatim piatu harus dibesarkan di panti asuhan.

Ia tumbuh menjadi gadis cantik, pintar namun dianggap aneh termasuk dirinya sendiri. Karena keanehannya, ia pun tidak mempunyai teman.

Jane yang kemudian ikut seleksi penerimaan disebuah perusahaan, harus gagal karena sebuah pertengkaran bodoh dengan calon pelamar lainnya. Itulah yang kemudian membuatnya untuk ikut sekolah atau kursus kepribadian karena satu-satunya keahlian yang tidak ia kuasai.

Singkat waktu, Jane bertemu dengan seorang pria. Ia pun jatuh cinta untuk pertama kalinya. Jane yang memang polos, lugu karena tidak pernah jatuh cinta akhirnya melanggar semua aturan yang dibuatnya untuk menjaga kesuciannya. Ia hamil dan melahirkan sendirian karena pria yang ia cintai telah meninggalkannya.

Rasa sakit setelah ditinggalkan pria yang baru saja ia kenal dan cintai, ditambah rasa sakit (pendarahan hebat) akibat melahirkan secara secar yang mengharuskan rahimnya diangkat. Dokter pun menyarankan untuk melakukan operasi transgender hampir sebelas bulan penuh. 

Bagai sudah jatuh tertimpa tangga pula, rasa sakit tidak kunjung berhenti menimpanya. Bayi perempuannya diculik!!.

Jane yang telah lelah menjadi wanita dengan sekelumit dramanya (bagaikan sinetron) kini siap menjadi pria utuh namun tidak tahu apa-apa tentang menjadi pria kecuali merokok, suara yang diberat-beratkan dan sperma aktif yang kini dimilikinya. 

(Kembali ke laptop).

Setelah mendengar cerita Jane, seorang penjaga bar tadi pun menawarkan jasa untuk membantu Jane membalaskan dendamnya alias membunuh pria yang tidak pernah diharapkan Jane itu hadir dalam hidupnya. Dan disinilah semua baru terungkap bahwa penjaga bar itu adalah salah satu agen pemerintah (penjelajah waktu) yang diberi tugas oleh Tuan Robertson (salah satu penguji atau pewawancara Jane saat melamar perusahaan dulu).

Singkat cerita, Jane dan penjaga bar itu masuk ke dimensi waktu (dengan mesin waktu yang unik tadi) saat Jane masih menjadi wanita. Jane yang kini menjadi pria ditakdirkan bertemu dengan Jane masa lampau, persis dengan adegan saat Jane masa lampau bertemu dengan pria yang baru ia kenal dan cintai.

Mereka pun bercerita, memuji dan menyindir satu sama lain hingga akhinya jatuh cinta. Adegan saat Jane masa lampau ditinggal pergi oleh pria yang ia cintai ternyata dilakukan oleh Jane masa depan (yang sekarang alias dia sendiri. Ketahuan kedok pria br*ngsek itu sebenarnya siapa). Jane masa depan pun akhirnya tersadar bahwa penjaga bar tadi telah menipunya. Ia pun sudah terlanjur mencintai Jane masa lampau dan tidak ingin meninggalkanya.

Penjaga bar yang kemudian melompat waktu harus melaksanakan tugasnya juga untuk mencegah seorang teroris yang akan meledakkan sebuah kota. Belakangan ia baru tahu, bahwa si teroris itu adalah dirinya sendiri namun sudah didor terlebih dahulu olehnya karena ketidakpercayaannya terhadap apa yang diungkapkan oleh si teroris itu.

Mendekati ujung cerita, gue juga baru tahu bahwa sebenarnya si penjaga bar ini adalah si Jane sendiri, karena bekas luka atau jahitan operasi jelas betul ada dibadannya saat scene ketikan Jane baru dinyatakan sebagai pria. Sekelebat scene juga menunjukkan bahwa dia telah melakukan face off sehingga tidak mirip sama sekali dengan Jane alias John, nama yang ia berikan kepada Jane. Gue yakin 90% si penjaga bar ini ialah si Jane sendiri.

Itu yang bikin cerita sehat atau mabuk lem aibon? Penonton diajak berputar-putar yang sebenarnya pelakunya cuma satu, pantas saja kalau poster filmnya hanya penjaga bar itu sendiri (koreksi di komentar kalau gue salah), alias si Jane alias si John. Tokohnya cuman satu!.

Di ujung cerita juga dibuka tentang fakta bahwa bayi Jane yang sebelumnya diculik, sebenarnya diculik oleh penjaga bar tadi yang kemudian dititipkan ke panti asuhan dimana Jane dibesarkan.

Kesimpulan:

Jane yang masih menjadi wanita berubah menjadi pria pasca melahirkan karena bertemu dan dihamili oleh Jane masa depan yang menjadi pria. Jane tidak akan menjadi pria kalau tidak bertemu dengan Jane masa depan yang sudah menjadi pria. Jane masa depan berubah menjadi pria karena Jane di masa lampau operasi transgender. Bayi Jane diculik oleh si penjaga bar. Bayi perempuan tadi bernama Jane dititipkan di panti asuhan. Bayi perempuan tadi ialah Jane yang di masa depan menjadi pria. Penjaga bar tadi ialah si Jane alian John yang sudah menjadi pria melakukan face off, terbukti dari bekas jahitan operasi setelah Jane melakukan operasi transgender menjadi pria. 

Gila kan? So siapa yang duluan? PR buat masing-masing hahahahah 😂😭

Gue jadi inget, tema film menjelajah waktu ini sama persis dengan doraemon dan nobita yang pergi ke mesin waktu untuk menyelidiki uang ayahnya yang hilang, dan ternyata nobita sendirilah yang mengambilnya dengan inisiatif agar uang tersebut tidak hilang.

Salut buat si penulis cerita, yang beginilah yang disebut jenius. Semakin penonton dibuat bingung, semakin kita keliatan bodoh. Ok berhasil pak 😂

Recommend buat penyuka film yang berkategori seperti ini. Must see ☺

Nb: Nama Pemain

  1. Ethan Hawke sebagai penjaga bar
  2. Sarah Snook sebagai Jane
  3. Noah Taylor sebagai Tuan Robertson

Penting banget punya banyak temen di sosial media? yg penting itu yg beneran :p HWD atien n farid, barakallahu, samawa cpt dpt debay aamiin😀 – with Hoiriah, NovRiyansi, Atien, Harlia., Okta, gusti, arief, Dendi, Muhamad Taufik, and Dara at Convention Hall Charitas

View on Path